0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Perancangan Kota Pasca Revolusi Industri

Diunggah oleh

Vania Enesya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Perancangan Kota Pasca Revolusi Industri

Diunggah oleh

Vania Enesya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANTAR PERANCANGAN KOTA

TUGAS INDIVIDU
“ KOTA SETELAH REVOLUSI INDUSTRI “

UNIVERSITAS PANCASILA
FAKULTAS TEKNIK PRODI ARSITEKTUR

NAMA : VANIA ENESYA IZDIHAR SOETOMO


NPM : 4122210014
DAFTAR PUSTAKA

➢ [Link]
dampak-girK
➢ [Link]
➢ [Link]
transformasi-kota-dari-waktu-ke-waktu/
➢ [Link]
belakang/
REVOLUSI INDUSTRI

Revolusi Industri terjadi pada periode antara tahun 1760-1850 di mana terjadinya perubahan
secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi
serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.
Revolusi ini menyebabkan terjadinya perkembangan besar-besaran yang terjadi pada semua
aspek kehidupan manusia. Singkatnya, revolusi industri adalah masa pekerjaan manusia di
berbagai bidang mulai digantikan oleh mesin. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan
kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan menyebar ke seluruh
dunia
Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek
kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan
pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi
sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-
negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang
Hadiah Nobel, Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar
hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti
ini tidak pernah terjadi sebelumnya".
Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk
merintis terjadinya Revolusi Industri. Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi
Industri antara lain: Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan
Skotlandia, tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia, aturan hukum
(menghormati kesucian kontrak), sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan
pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan adanya pasar bebas (kapitalisme).

Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, di mana terjadinya peralihan dalam
penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia,
yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. awal dimulai
dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi
dan peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan
dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api. Adanya peralihan dari
perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan
terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya
menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.
Awal mula Revolusi Industri masih diperdebatkan. T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830.
Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan
teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel,
dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin pembakaran dalam dan perkembangan
pembangkit tenaga listrik.
Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu
pengetahuan pada abad ke-16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, René
Descartes, Galileo Galilei. Disamping itu, disertai adanya pengembangan riset dan penelitian
dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of
England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan
politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya
akan sumber daya alam.
Istilah "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste
Blanqui di pertengahan abad ke-19. Beberapa sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan
Nicholas Crafts berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi secara
bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi. Produk domestik bruto (PDB) per
kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem
ekonomi kapitalis modern. Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan
per kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis. Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa
paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan
tumbuhan.
LATAR BELAKANG REVOLUSI INDUSTRI

Dikutip dari penelitian bertajuk "Sejarah Revolusi Industri di Inggris pada Tahun 1760-1830"
karya Mutiarawati Fajariah dan Djoko Suryo yang terhimpun dalam Jurnal Historia (2020),
terdapat beberapa latar belakang terjadinya Revolusi Industri:

• Pemerintah Britania Raya/Inggris sejak abad ke-18 menjamin keamanan seluruh


warganya untuk menjalankan aktivitas perekonomian tanpa rasa takut.
• Kegiatan usaha dan manufaktur di Inggris dan Eropa pada umumnya mulai mengalami
perkembangan menuju modernisasi dari pola sebelumnya seperti sistem barter. Para
pekerja, misalnya, mulai bekerja di tempat khusus (seperti pabrik) untuk memproduksi
barang.
• Inggris memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama batu bara dan bijih besi.
Ketekunan dan kemauan orang Inggris membuat potensi ini bisa dikembangkan menjadi
proses produksi.
• Inggris punya banyak daerah jajahan atau wilayah koloni di berbagai belahan dunia.
• Terjadinya Revolusi Agraria yang perubahannya amat dirasakan oleh masyarakat Inggris
dan menjadi salah satu pemicu hadirnya Revolusi Industri di kemudian hari.
• Mulai lahirnya paham ekonomi yang bersifat liberal atau menuju perdagangan bebas di
era globalisasi.
• Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat di Inggris.

DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI


Jan Luiten Zanden dalam The Long Road To The Industrial Revolution: The European Economy
In A Global Perspective (2009) memaparkan, Revolusi Industri diawali dari Inggris hingga
akhirnya menyebar luas ke Eropa, Amerika Utara, Asia, bahkan seluruh dunia.
Revolusi Industri tentunya menimbulkan dampak di berbagai bidang kehidupan, mulai dari aspek
sosial, ekonomi, hingga politik. Berikut ini sedikit penjelasannya:
1. Dampak di Bidang Sosial
Pesatnya kemajuan industri di kota-kota yang menjadi pusat kesibukan berdampak terhadap
terjadinya urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Akibatnya, kota menjadi
semakin padat dan sesak, termasuk dengan dibangunnya banyak permukiman.
evolusi Industri juga memberikan andil terhadap meningkatnya tingkat kemiskinan karena upah
buruh tidak sesuai dengan jam kerja yang tinggi. Bahkan, banyak pekerja yang pada akhirnya
kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.

2. Dampak di Bidang Ekonomi


Revolusi Industri membuat munculnya kota-kota di Inggris yang disebut sebagai kota industri,
seperti Manchester, Liverpool, atau Brimingham. Dari sini, industri semakin meningkat yang
berdampak terhadap kuantitas dan kualitas barang yang diproduksi.

3. Dampak di Bidang Politik


Pengaruh revolusi industri di bidang ini adalah merebaknya kaum borjuis, munculnya paham
demokrasi dan nasionalisme, serta timbulnya paham imperialisme modern.
Dampak politik juga menyebabkan munculnya Partai Liberal yang menerapkan kebebasan dalam
berbagai kebijakannya atau untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah.

PERKEMBANGAN KOTA SETELAH REVOLUSI INDUSTRI


Revolusi Industri yang bermula di Inggris kemudian menyebar ke seluruh Eropa dan berbagai
penjuru dunia. Berikut ini tahapan perkembangan Revolusi Industri:

1. Domestic System
Di tahap ini, orang menjalankan kegiatan perekonomian dari rumah dengan alat seadanya.
Penghasilan yang nantinya diperoleh akan sesuai dengan kinerjanya. Selain itu, pemilik usaha
belum perlu memikirkan tempat kerja.
2. Manufaktur
Memasuki tahap ini, kegiatan industri sudah berkembang dengan ditandai oleh adanya tempat
kerja, misalnya pabrik atau kantor. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas produk industri.
Pengawasannya juga dapat dilakukan dengan mudah.
Biasanya, manufaktur terletak di belakang rumah orang yang memiliki pabrik. Dengan begitu,
produksinya masih belum terlalu banyak dan hanya sesuai dengan pesanan konsumen.
3. Factory System
Di tahap ini, industri mulai menggunakan mesin untuk memproduksi barang. Tempat kerjanya
bukan lagi di belakang atau dekat rumah pemilik usaha, namun bisa tersebar di wilayah lain,
misal di beberapa lokasi di dalam kota atau di luar kota.
Jumlah pegawai atau pekerjanya lebih banyak dari industri manufaktur. Bisa puluhan, ratusan,
hingga ribuan orang. Terkait jumlah barang produksinya, jumlah yang dihasilkan relatih lebih
banyak dan pengerjaannya pun menjadi lebih cepat.

Revolusi Industri membawa perubahan besar dalam tata kota. Pertumbuhan industri dan
urbanisasi massal menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di kota-kota. Pemukiman
kumuh yang padat menjadi masalah utama. Untuk mengatasi ini, konsep tata kota modern seperti
jalan-jalan yang lebih lebar, saluran sanitasi, dan taman umum mulai diperkenalkan. Pada saat
ini, kota-kota baru seperti Manchester, Birmingham, dan Chicago muncul sebagai pusat industri.
Perkembangan revolusi industri terjadi secara bertahap hingga saat ini. Kemajuan yang dicapai
oleh revolusi industri sendiri berpengaruh terhadap perubahan cara manusia hidup dan
menghasilkan sesuatu untuk hidupnya. Salah satunya bagaimana perkembangan teknologi
mengubah kondisi kerja dan gaya hidup seseorang secara mendasar.
Berikut adalah rangkuman tahapan perkembangan revolusi industri mulai dari revolusi industri
1.0 hingga 4.0.

Revolusi industri 1.0
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya pada latar belakang terjadinya revolusi industri,
bahwa revolusi awal bermula pada abad ke-18 melalui penggunaan tenaga uap dan mekanisasi
produksi. Penemuan seperti halnya tenaga uap, roda pemintal sederhana, atau lokomotif
membawa perubahan besar dan perkembangan revolusi industri selanjutnya.
Pada masa ini, manusia dan barang dapat berpindah dari dan ke jarak yang jauh dalam beberapa
jam.

➢ Revolusi industri 2.0


Revolusi industri selanjutnya dimulai pada abad ke-19 dengan ditandai adanya penemuan listrik
dan jalur produksi perakitan. Pada abad ini, transportasi mobil ditemukan dan diproduksi secara
massal. Sehingga, manusia dan barang dapat berpindah dari dan ke jarak yang jauh lebih cepat
dari sebelumnya dengan biaya yang lebih rendah.

➢ Revolusi industri 3.0


Berikutnya adalah revolusi industri 3.0 yang dimulai pada era tahun 70-an melalui otomatisasi
parsial penggunaan komputer yang dapat memprogram memori. Perusahaan dapat melakukan
pengotomatisan seluruh proses produksi tanpa memanfaatkan tenaga manusia. Contohnya adalah
robotisasi, yaitu penggunaan robot dalam melakukan urutan proses produksi tanpa campur
tangan manusia.
Dengan adanya robotisasi ini, pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia tergantikan oleh
penggunaan mesin berteknologi canggih.

➢ Revolusi 4.0
Revolusi 4.0 ini ditandai dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi pada bidang
industri. Setelah temuan komputerisasi dan robotisasi pada era sebelumnya, koneksi jaringan
digital di internet memperluas perkembangan penerapan teknologi komputer.
Hal ini memungkinkan komunikasi dengan fasilitas lain sehingga semua sistem jaringan
mengarah ke sistem produksi fisik-cyber.

Dalam revolusi ini muncul istilah “pabrik pintar” di mana sistem produksi, komponen produksi,
dan manusia berkomunikasi melalui jaringan dan keseluruhan proses produksi hampir otonom.

Anda mungkin juga menyukai