Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No.
1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI
NOSOKOMIAL DENGAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA
PADA PASIEN PASCABEDAH DI RUANG RAWAT INAP
RUMAH SAKIT IMELDA MEDAN
Hamonangan Damanik
Dosen Prodi S1Keperawatan, STIKes Imelda, Jalan Bilal Nomor 52 Medan
Email: hamonangandamanik1112@[Link]
ABSTRAK
Infeksi nosokomial merupakan infeksi pada waktu penderita dirawat di rumah sakit tidak sedang dalam
masa inkubasi dari infeksi tersebut, yang terjadi karena adanya interaksi antara host, agent, dan
environment. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat
tentang infeksi nosokomial dengan tindakan pencegahannya pada pasien pascabedah di ruang rawat
inap Rumah Sakit Imelda Medan 2017. Jenis penelitian deskriptif korelasi, pengambilan sampel
dilakukan dengan cara total sampling dengan jumlah 31 orang perawat, dan pengambilan data
dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mengenai pengetahuan perawat tentang
infeksi nosokomial mayoritas berpengetahuan sedang yaitu sebanyak 20 orang (64,5%), sedangkan untuk
tindakan pencegahannya mayoritas baik yaitu sebanyak 19 orang (61,3%). Hasil penelitian yang
dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman untuk melihat hubungan pengetahuan perawat
tentang infeksi nosokomial dengan tindakan pencegahannya pada pasien pascabedah maka diperoleh
hasil dengan nilai probabilitas (p) = 0,011 (p < 0,05) yang artinya ada hubungan dengan kekuatan
hubungan (r) = 0,452, berarti kekuatan hubungannya cukup dan hubungan ini bersifat positif yang
artinya jika pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial cukup maka makin cukup nilai tindakan
pencegahan infeksi yang diperoleh.
Kata kunci : Pengetahuan, Infeksi Nosokomial, Tindakan Pencegahan.
PENDAHULUAN Walaupun penyebaran penyakit infeksi
dirumah sakit telah dikenal sejak lama,
Klien dalam lingkungan perawatan pemahaman bagaimana mencegah infeksi
kesehatan beresiko terkena infeksi karena nosokomial (yang didapat di rumah sakit) dan
daya tahan yang menurun terhadap implementasi secara baik masih sulit.
mikroorganisme infeksius, meningkatnya Penularan infeksi nosokomial memerlukan 3
pajanan terhadap jumlah dan jenis penyakit unsur, yaitu sumber mikroorganisme, sasaran
yang disebabkan oleh mikroorganisme dan yang sensitif, dan cara penularan (Tietjen,
prosedur invasif. Dengan cara mempraktikka 2004).
n teknik pencegahan dan pengendalian Infeksi nosokomial bisa bersumber dari
infeksi, perawat dapat menghindarkan petugas kesehatan, pasien yang lain, alat dan
penyebaran mikroorganisme terhadap klien bahan yang digunakan untuk pengobatan
(Potter & Perry, 2005). maupun dari lingkungan rumah sakit. Faktor-
Pengetahuan tentang pencegahan infeksi faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi
sangat penting untuk petugas rumah sakit dan nosokomial antara lain : faktor internal
sarana kesehatan lainnya merupakan sarana (seperti usia, penggunaan obat, penyakit
umum yang sangat berbahaya, dalam artian penyerta, malnutrisi, kolonisasi flora normal
rawan untuk terjadi infeksi. Kemampuan tubuh, personal hygiene yang rendah,
untuk mencegah transmisi infeksi di rumah perilaku personal dan lain-lain) serta faktor
sakit dan upaya pencegahan infeksi adalah eksternal (seperti banyaknya petugas
tingkatan pertama dalam pemberian kesehatan yang kontak langsung dengan
pelayanan yang bermutu (Martono, 2003). pasien, banyaknya prosedur invasif, lama ting
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 38
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
gal di RS, lingkungan yang terkontaminasi mencegah transmisi mikroorganisme melalui
dan lain-lain) (Purwanto, 2007 ). darah dan cairan tubuh (Sulianti, 2007).
Infeksi nosokomial merupakan suatu
masalah yang nyata di seluruh dunia dan Rumusan Masalah
terus meningkat. Suatu survey prevalensi Apakah ada hubungan pengetahuan
meliputi 55 rumah sakit di 14 negara perawat tentang infeksi nosokomial dengan
berkembang pada 4 wilayah World Health tindakan pencegahannya pada pasien pasca
Organization (WHO) (Eropa, Mediterania bedah di ruang rawat inap Rumah Sakit
Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat) Imelda Medan.
menemukan rata-rata 8,7% dari seluruh
pasien rumah sakit menderita infeksi Tujuan Penelitian
nosokomial. Jadi, setiap saat terdapat 1,4 juta Untuk mengetahui dan menjelaskan
pasien di seluruh dunia terkena komplikasi sejauh mana hubungan pengetahuan perawat
infeksi yang didapat di rumah sakit. tentang infeksi nosokomial dengan tindakan
Penelitian WHO dan lain-lain, juga pencegahannya pada pasien pascabedah di
menemukan bahwa prevalensi infeksi ruang rawat inap Rumah Sakit Imelda.
nosokomial yang tertinggi terjadi di intensive
care unit (ICU), perawatan bedah akut, dan METODE
bangsal ortopedi (Tietjen, 2004). Jenis dan Desain Penelitian
Hasil survey di Unaited State American Dalam penelitian ini menggunakan jenis
(USA) yang mengidentifikasikan bahwa penelitian deskriptif korelasi yang
infeksi nosokomial terjadi sekitar 5% bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan
penderita akut yang dirawat dirumah sakit sejauh mana hubungan pengetahuan perawat
dan 8% pada penderita yang kronis. Insiden tentang infeksi nosokomial dengan tindakan
infeksi nosokomial, lebih tinggi pada klien pencegahannya pada pasien pascabedah di
bedah, infeksi nosokomial pada klien post ruang rawat inap Rumah Sakit Imelda.
operasi 70% (Iwan, 2007).
Hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Tempat dan Waktu Penelitian
Daerah Kepanjen dengan sampel 120 perawat Tempat penelitian adalah Rumah Sakit
untuk melihat hubungan pengetahuan Imelda. Penelitian ini dilakukan pada bulan
perawat tentang infeksi nosokomial dan Mei 2017.
pencegahannya dengan angka prevalensi
infeksi nosokomial di RS tersebut Populasi dan Sampel
memperlihatkan hasil ada hubungan yang Populasi dalam penelitian ini adalah
kuat dengan indeks korelasi 0,6. Dari seluruh tenaga perawat di ruang rawat inap
penelitian tersebut disimpulkan bahwa peran Rumah Sakit Imelda sebanyak 205 orang.
perawat dalam pengontrolan infeksi Sampel adalah pasien hemodialisis,
nosokomial perlu dioptimalisasi (Martono, pengambilan sampel penelitian dilakukan
2003). dengan tekhnik Nonprobability sampling
Salah satu strategi yang sudah terbukti yaitu Purposive Sampling. Disini peneliti
bermanfaat dalam pengendalian infeksi menggunakan rumus Surakhmat (1981)
nosokomial adalah peningkatan kemampuan menyatakan bahwa apabila populasi lebih
petugas kesehatan dalam metode Universal dari 200, maka besar sampel dapat diambil
Precautions atau dalam bahasa Indonesia antara 15-20 %, sehubungan dengan populasi
Kewaspadaan Universal (KU) yaitu suatu penelitian sebesar 205 orang maka besar
cara penanganan baru untuk meminimalkan sampel diambil 15%.
pajanan darah dan cairan tubuh dari semua n = N x 15%
pasien, tanpa memperdulikan status infeksi. = 205 x 15%
Dasar KU adalah cuci tangan secara benar, = 30,75
penggunaan alat pelindung, desinfeksi dan
mencegah tusukan alat tajam, dalam upaya
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 39
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
Jadi sampel yang diambil sebanyak 31 HASIL
orang dan yang memenuhi kriteria sebagai Dari hasil penelitian yang dilakukan pada
berikut : 31 orang responden didapat bahwa kelompok
1. Pasien yang sudah menjalani hemodialis umur perawat yang berada di Rumah Sakit
is lebih dari 2 (dua) kali. Imelda Medan 2017 dapat dilihat pada tabel
2. Dapat menulis, membaca dan berkomuni distribusi berikut ini :
kasi dengan bahasa Indonesia.
3. Bersedia menjadi responden. Tabel [Link] Frekuensi Berdasarkan
Umur Perawat Di RS Imelda Medan
Aspek Pengukuran No Umur Jumlah
Persentase
Dalam mengukur hubungan pengetahuan (%)
perawat tentang infeksi nosokomial dengan 1. 22-33 Tahun 11 35,5
tindakan pencegahan infeksi nosokomial 2. 34-45 Tahun 14 45,2
pada pasien pascabedah di ruang rawat inap, 3. 46-56 Tahun 6 19,4
diberikan kuesioner sebanyak 40 Total 31 100
pertanyaan. Kuesioner pengukuran pengetahu Berdasarkan tabel 1 diatas dapat
an perawat menggunakan multiple choice diketahui bahwa mayoritas kelompok umur
dengan jumlah soal 20, menyediakan perawat 34 samapi 45 tahun yaitu sebanyak
beberapa jawaban / alternative jika jawaban 14 orang (45,2%).
benar dengan skor 1 dan jika salah dengan
skor 0 . Pengukuran tindakan pencegahan Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan
infeksi menggunakan dicotomi dengan Jenis Kelamin Perawat Di RS Imelda Kota
jumlah soal 20, menyediakan alternative Medan
jawaban ya dengan skor 1, tidak dengan skor Jenis Kelamin Persentase
No Jumlah
Perawat (%)
0.
1. Laki-laki 3 9,7
2. Perempuan 28 90,3
Teknik Pengumpulan Data Total 31 100
Metode pengumpulan data dilakukan Berdasrkan table 2 diatas dapat diketahui
dengan cara menyebarkan kuisioner yang bahwa kelompok jenis kelamin perawat
telah disiapkan. Responden yang bersedia mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu
diminta untuk menandatangani lembar 28 orang (90,3%) sedangkan perawat laki-
persetujuan yang telah disediakan. Dalam laki hanya 3 orang (9,7%)
melakukan analisa data, peneliti mengikuti
prosedur dan langkah-langkah analisa, Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan
sebagai berikut : Editing, Coding, Entry, Pendidikan Perawat Di RS Imelda Kota
Tabulating. Medan
Pendidikan Persentase
Metode Analisa Data No Jumlah
Perawat (%)
a. Analisa Univariat 1. SPK 6 16,1
Yaitu untuk mengetahui distribusi 2. DIII 24 77,4
frekuensi, dan persentase dari masing- 3. S-1 2 6,5
masing variabel bebas dan variabel Total 31 100
terikat.
b. Analisa Bivariat Berdasarkan tabel 3 diatas dapat
Yaitu untuk mengetahui hubungan diketahui bahwa kelompok pendidikan
antara variabel bebas dan terikat dengan perawat mayoritas DIII keperawatan yaitu 24
menggunakan uju statistik Rank orang (77,4%), SPK sebanyak 5 orang
Spearman. (16,1%) dan S-1 Keperawatan sebanyak 2
orang (6,5%).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 40
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan perawat tentang jenis-jenis infeksi
Lama Kerja Perawat Di RS Imelda Kota nosokomial yaitu sedang sebanyak 18 orang
Medan (58,1%). Dari data di atas menunjukkan
No
Lama Kerja
Jumlah
Persentase bahwa karakteristik pengetahuan perawat
Perawat (%) tentang jenis-jenis infeksi nosokomial
1. 2-10 Tahun 11 35,5 berkategori sedang yaitu 18 orang.
2. 11-19 Tahun 4 12,9
3. 20-28 Tahun 16 51,6 Tabel 7. Distribusi Frekuensi Berdasarkan
Total 31 100 Pengetahuan Perawat Tentang Faktor-faktor
Terjadinya Infeksi Nosokomial Di RS Imelda
Berdasarkan tabel 4 diatas dapat Kota Medan
diketahui bahwa lama kerja perawat Pengetahuan
mayoritas adalah dalam rentang waktu 20-28 Tentang
tahun sebanyak 16 orang (51,6%). Faktor Persentasi
No. Jumlah
terjadinya (%)
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Infeksi
Pengetahuan Perawat Tentang Pengertian Nosokomial
Infeksi Nosokomial Di RS Imelda Kota 1. Rendah 7 22,6
Medan 2. Sedang 23 74,2
3. Baik 1 3,2
Pengetahuan Total 31 100
Tentang Berdasarkan tabel 7 diatas dapat
Persentasi diketahui bahwa mayoritas pengetahuan
No. Pengertian Jumlah
(%) perawat tentang faktor-faktor terjadinya
Infeksi
Nosokomial infeksi nosokomial yaitu sedang sebanyak 23
1. Rendah 15 48,4 orang (74,2%). Dari data dapat dijelaskan
2. Sedang 13 41,9 bahwa karakteristik pengetahuan perawat
3. Baik 3 9,7 tentang faktor-faktor terjadinya infeksi
Total 31 100 nosokomial berkategori sedang yaitu 23
Berdasarkan tabel 5 diatas dapat orang.
diketahui bahwa mayoritas pengetahuan
perawat tentang pengertian infeksi Tabel 8. Distribusi Frekuensi Berdasarkan
nosokomial yaitu rendah sebanyak 15 orang Pengetahuan Perawat Tentang Pertahanan
(48,4%). Dari data dapat dijelaskan bahwa Terhadap Infeksi Nosokomial Di RS Imelda
karakteristik pengetahuan perawat tentang Kota Medan
pengertian infeksi nosokomial berkategori Pengetahuan
rendah yaitu 15 orang. Tentang
Pertahanan Persentasi
No. Jumlah
Tabel 6. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Terhadap (%)
Pengetahuan Perawat Tentang Jenis-jenis Infeksi
Infeksi Nosokomial Di RS Imelda Kota Nosokomial
Medan 1. Sedang 9 29
Pengetahuan 2. Baik 22 71
Tentang Total 31 100
Persentasi Berdasarkan tabel 8 diatas dapat
No. Jenis-jenis Jumlah
(%) diketahui bahwa mayoritas pengetahuan
Infeksi
Nosokomial perawat tentang pertahanan terhadap infeksi
1. Rendah 4 12,9 nosokomial yaitu baik sebanyak 22 orang
2. Sedang 18 58,1 (71%). Dari data dapat dijelaskan bahwa
3. Baik 9 29 karakteristik pengetahuan perawat tentang
Total 31 100 pertahanan terhadap infeksi nosokomial
Berdasarkan tabel 6 diatas dapat berkategori baik sebanyak 22 orang.
diketahui bahwa mayoritas pengetahuan
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 41
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
Tabel 9. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Berdasarkan tabel 4.10 diatas dapat
Pengetahuan Perawat Tentang Gejala Infeksi diketahui bahwa mayoritas pengetahuan
Nosokomial Di RS Imelda Kota Medan perawat tentang infeksi nosokomial yaitu
Pengetahuan sedang sebanyak 20 orang (64,5%). Dari data
Tentang Persentasi dapat dijelaskan bahwa karakteristik
No. Jumlah
GejalaInfeksi (%) pengetahuan perawat tentang infeksi
Nosokomial nosokomial belum dapat dikategorikan baik
1. Sedang 19 61,3 tetapi berdasarkan tabel diatas masih
2. Baik 12 38,7
dianggap sedang sebanyak 20 orang.
Total 31 100
Berdasarkan tabel 9 diatas dapat
Tabel 11. Distribusi Frekuensi Berdasarkan
diketahui bahwa mayoritas pengetahuan Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial Di
perawat tentang gejala infeksi nosokomial
RS Imelda Kota Medan
yaitu sedang sebanyak 19 orang (61,3%). Tindakan
Dari data dapat dijelaskan bahwa Pencegahan Persentasi
karakteristik pengetahuan perawat tentang No. Jumlah
Infeksi (%)
gejala infeksi nosokomial dikategorikan Nosokomial
sedang sebanyak 19 orang. 1. Buruk 2 6,5
2. Sedang 10 32,3
Tabel 10. Distribusi Frekuensi Berdasarkan 3. Baik 19 61,3
Pengetahuan Perawat Tentang Infeksi Total 31 100
Nosokomial Di RS Imelda Kota Medan Berdasarkan tabel 11 diatas dapat
Pengetahuan diketahui bahwa mayoritas tindakan
Perawat pencegahan infeksi nosokomial yaitu baik
Persentase
No. tentang Jumlah sebanyak 19 orang (61,3 %). Dari data dapat
(%)
Infeksi dijelaskan bahwa karakteristik tindakan
Nosokomial perawat dalam pencegahan infeksi
1. Sedang 20 64,5 nosokomial dikategorikan baik sebanyak 19
2. Baik 11 35,5
orang.
Total 31 100
Tabel 12. Tabulasi Silang Berdasarkan Pengetahuan Perawat Tentang Infeksi
Nosokomial Dengan Tindakan Pencegahannya Di RS Imelda Kota Medan
Tindakan Pencegahan Infeksi
Pengetahuan Perawat
Nosokomial Total
No Tentang Infeksi
Buruk Sedang Baik
Nosokomial
F % F % F % F %
1. Sedang 2 6,5 9 29,0 9 29,0 20 64,5
2. Baik 0 0 1 3,2 10 32,3 11 35,5
Total 2 6,5 10 32,3 19 61,3 31 100
Berdasarkan tabel 12 diatas dapat dilihat bahwa pengetahuan perawat tentang infeksi
nosokomial sedang yaitu 20 orang (64,5%) dengan tindakan pencegahan infeksi nosokomial
baik dan sedang masing-masing 9 orang (29,0%). Pengetahuan perawat tentang infeksi
nosokomial baik yaitu 11 orang (35,5%) dengan tindakan pencegahan infeksi nosokomial baik
10 orang (32,3%).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 42
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
Tabel 13. Korelasi Pengetahuan Perawat tentang Infeksi Nosokomial dengan Tindakan
Pencegahannya Di RS Imelda Kota Medan
Pengetahuan Tindakan
No. Variabel Spearman’s rho Perawat tentang Pencegahan Infeksi
Infeksi Nosokomial Nosokomial
Coefisien
Pengetahuan Perawat 1,000 ,452*
Correlation
1. tentang Infeksi ,011
Sig (2-tailed)
Nosokomial 31 31
N
Coefisien
,452* 1,000
Tindakan Pencegahan Correlation Sig
2. ,011
Infeksi Nosokomial (2-tailed)
31 31
N
Berdasarkan tabel 13 diatas dapat jika dilihat dari pengalaman bekerja perawat
dilihat bahwa hubungan pengetahuan mayoritas telah bekerja selama 20-28 tahun,
perawat tentang infeksi nosokomial dengan dari pengalaman ini perawat memperoleh
tindakan pencegahan infeksi nosokomial banyak informasi mengenai tindakan-
dengan nilai probabilitas (p) = 0,011 (p < tindakan yang tepat dalam pencegahan
0,05) berarti ada hubungan pengetahuan infeksi nosokomial. Menurut Notoatmodjo
perawat tentang infeksi nosokomial dengan (2003), yang menyatakan bahwa pengetahua
tindakan pencegahan infeksi nosokomial. n dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
Kekuatan hubungan (r) = 0,452, berarti umur, pendidikan, pekerjaan dan sumber
kekuatan hubungannya cukup. informasi.
PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan dengan
Berdasarkan pengetahuan perawat menggunakan uji Rank Spearman untuk
tentang pengertian infeksi nosokomial melihat hubungan pengetahuan perawat
mayoritas berkategori rendah yaitu sebanyak tentang infeksi nosokomial dengan tindakan
15 orang (48,4%), pengetahuan perawat pencegahan infeksi nosokomial maka
tentang jenis-jenis infeksi nosokomial diperoleh hasil dengan nilai probabilitas (p)
mayoritas berkategori sedang yaitu sebanyak = 0,011 (p < 0,05) yang artinya ada
18 orang (58,1%), pengetahuan perawat hubungan dengan kekuatan hubungan (r) =
tentang faktor-faktor terjadinya infeksi 0,452, berarti kekuatan hubungannya cukup
nosokomial mayoritas berkategori sedang dan hubungan ini bersifat positif yang
yaitu 23 orang (74,2%), pengetahuan artinya jika pengetahuan perawat tentang
perawat tentang pertahanan terhadap infeksi infeksi nosokomial cukup maka makin
nosokomial mayoritas berkategori baik cukup nilai tindakan pencegahan infeksi
sebanyak 22 orang (71%), pengetahuan yang diperoleh.
perawat tentang gejala infeksi nosokomial Hal ini dibuktikan oleh Notoatmodjo
mayoritas berkategori sedang sebanyak 19 (2003), yang menyatakan pengetahuan atau
orang (61,3%). kognitif merupakan domain yang sangat
Berdasarkan pengetahuan perawat penting dalam membentuk tindakan
tentang infeksi nosokomial mayoritas seseorang (overt behavior). Dari hasil
berkategori sedang sebanyak 20 orang penelitian Ariani I Gusti Ayu Dewi (2000),
(64,5%) dengan tindakan pencegahan baik mengenai studi tentang pengetahuan, sikap
dan sedang masing-masing sebanyak 9 dan tindakan perawat dalam upaya
orang (29,0%) dan buruk 2 orang (6,5%). pencegahan resiko tertular hepatitis B di
Dari data dapat dijelaskan bahwa perawat RSUD Singaraja diperoleh sebagian besar
yang berpengetahuan sedang mampu (84%) responden mempunyai kategori
melakukan tindakan pencegahan infeksi pengetahuan cukup, 90,6% bersikap positif
dengan baik, hal ini dimungkinkan karena dan 82,8% melaksanakan tindakan dengan
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 43
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
kategori cukup. Makin cukup pengetahuan mayoritas berkategori sedang yaitu 23
dan sikap, makin cukup nilai tindakan yang orang (74,2%).
diperoleh. 4. Karakteristik responden berdasarkan
Berdasarkan hasil penelitian yang pengetahuan perawat tentang pertahana
dilakukan oleh Indra Gunawan (2006) n terhadap infeksi nosokomial mayorita
mengenai hubungan tingkat pengetahuan s berkategori baik yaitu 22 orang
perawat tentang infeksi nosokomial post (71%).
operatif appendik dengan cara perawatan di 5. Karakteristik responden berdasarkan
ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Medan pengetahuan perawat tentang tanda dan
memperlihatkan hasil ada hubungan, ini gejala infeksi nosokomial mayoritas
dilihat dari metode penelitian dengan berkategori sedang yaitu 19 orang
menggunakan uji statistik korelasi Produc- (61,3%).
Moment dengan nilai (p) = 0,002 (p< 0,05) 6. Karakteristik responden berdasarkan
dengan kekuatan hubungan (r) = 0,544. pengetahuan perawat tentang infeksi
Hasil penelitian di Rumah Sakit Umum nosokomial mayoritas berkategori
Daerah Kepanjen dengan sampel 120 sedang yaitu 20 orang (64,5%).
perawat untuk melihat hubungan pengetahua 7. Karakteristik responden berdasarkan
n perawat tentang infeksi nosokomial dan tindakan pencegahan infeksi nosokomia
pencegahannya dengan angka prevalensi l mayoritas berkategori baik yaitu 19
infeksi nosokomial di RS tersebut orang (61,3%).
memperlihatkan hasil ada hubungan yang 8. Hasil penelitian yang dilakukan dengan
kuat dengan indeks korelasi 0,6. Dari menggunakan uji Rank Spearman untuk
penelitian tersebut disimpulkan bahwa peran melihat hubungan pengetahuan perawat
perawat dalam pengontrolan infeksi tentang infeksi nosokomial dengan
nosokomial perlu dioptimalisasi (Martono, tindakan pencegahannya maka diperole
2003). h hasil dengan nilai probabilitas (p) =
Dari hasil penelitian yang dilakukan 0,011 (p < 0,05) yang artinya ada
terlihat bahwa perawat yang berpengetahuan hubungan dengan kekuatan hubungan
sedang tentang infeksi nosokomial mampu (r) = 0,452, berarti kekuatan hubungann
melakukan tindakan pencegahan dengan ya cukup dan hubungan ini bersifat
baik, hal ini dimungkinkan karena perawat positif yang artinya jika pengetahuan
tidak tahu bahwa tindakan yang perawat tentang infeksi nosokomial
dilakukannya baik. cukup maka makin cukup nilai tindakan
pencegahan infeksi yang diperoleh.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang SARAN
telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Setelah penelitian dilakukan sehingga
Imelda Pekerja Indonesia Medan, maka ada beberapa saran peneliti sebagai berikut :
diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Bagi perawat di rumah sakit, hasil
1. Karakteristik responden berdasarkan penelitian ini hendaknya dapat diterima
pengetahuan perawat tentang pengertia sebagai bahan masukan khususnya bagi
n infeksi nosokomial mayoritas perawat yang bekerja di ruang rawat
berkategori rendah yaitu 15 orang pascabedah di RS Imelda sehingga
(48,4%). dalam pelaksanaan tindakan keperawata
2. Karakteristik responden berdasarkan n perawat mampu memahami dan
pengetahuan perawat tentang jenis-jenis mengambil tindakan yang tepat
infeksi nosokomial mayoritas berkatego terhadap pencegahan infeksi nosokomia
ri sedang yaitu 18 orang (58,1%). l pada pasien-pasien pascabedah.
3. Karakteristik responden berdasarkan 2. Bagi instansi pendidikan, agar menginte
pengetahuan perawat tentang faktor- grasikan pembelajaran yang terkait
faktor terjadinya infeksi nosokomial dengan infeksi nosokomial dan tindaka
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 44
Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Vol. 4, No. 1, Maret 2018
[Link] e-ISSN 2597-7172, p-ISSN 2442-8108
n pencegahan infeksi nosokomial pada Aplikasi Konsep dan Proses Keperawat
pasien pascabedah guna memperluas an Jilid 1. Jakarta: Salemba Medika.
wawasan dalam pengembangan ilmu Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan
keperawatan. dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :
3. Bagi penelitian selanjutnya, hasil Rineka Cipta.
penelitian ini hendaknya dapat digunak Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Metodologi
an sebagai informasi tambahan ataupun Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
data awal untuk pengembangan Cipta.
penelitian selanjutnya tentang infeksi Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan
nosokomial dan tindakan pencegahan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawat
nya. an. Jakarta: Salemba Medika.
Potter, Patricia A., Perry, Anne Griffin.
DAFTAR PUSTAKA (2005). Buku Ajar Fundamental Kepera
watan: Konsep, Proses, dan Praktik.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Jakarta : EGC.
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Price, Sylvia Anderson. (2005). Patofisiolog
Ed. 6. Jakarta : Rineka Cipta. i : konsep klinis proses-proses penyakit,
Gunawan, Indra. (2006). Hubungan Tingkat Ed. 6. Jakarta : EGC.
Pengetahuan Perawat tentang Infeksi Smeltzer, Suzanne C. (2001). Buku Ajar
Nosokomial Post Operatif Appendik Keperawatan Medikal-Bedah Brunner
dengan Cara Perawatan di Ruang & Suddarth, Ed. 8. Jakarta : EGC.
Rawat Inap RSU Sari Mutiara Medan. Tietjen, L., Debora B., Noel M. (2004).
Medan : STIKes Mutiara Indonesia. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk
Hidayat, A.A.A., Musrifatul U. (2006). Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan
Keterampilan Dasar Praktek Klinik Sumber Daya Terbatas. Jakarta :
Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawir
Hidayat, A.A.A., Musrifatul U. (2006). ohardjo bekerjasama dengan JNPKKR/
Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: POGI dan JHPIEGO.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. 45