LAPORAN
PRAKTIKUM SENSOR API
Disusun Oleh:
Alda Arista : 202352064
Aditya : 202352002
Memet Hardiansyah : 202352034
Mustaqim : 202352006
Repalina : 202352078
STMIK BINA BANGSA KENDARI
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
2
Kendari, 2024
3
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang berjudul "Laporan
Praktikum Sensor Api" tepat pada waktunya. Tujuan dari penulisan laporan ini yaitu
untuk memenuhi tugas kami pada mata kuliah Elektronika Dasar. Selain itu, laporan
ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang kegunaan sensor api di
kehidupan sehari-hari. Terlebih dahulu, kami mengucapkan terima kasih kepada
Bapak Mirhan Siregar M. Kom. selaku Dosen mata kuliah Elektronika Dasar yang
telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni ini.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terima kasih
atas bantuannya sehingga sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari bahwa tugas yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan demi
kesempurnaan laporan ini.
Kendari, Juni 2024
Penulis.
4
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
DAFTAR GAMBAR........................................................................................................
BAB I................................................................................................................................
PENDAHULUAN............................................................................................................
1.1. Latar Belakang.......................................................................................................
1.2. Tujuan Praktik........................................................................................................
1.3. Manfaat Praktik....................................................................................................
BAB II...............................................................................................................................
LANDASAN TEORI.......................................................................................................
2.1. Teori.......................................................................................................................
2.2. Alat dan Bahan....................................................................................................15
2.3. Prosedur atau Langkah Kerja..............................................................................16
BAB III...........................................................................................................................17
METODE PENELITIAN..............................................................................................17
3.1. Waktu dan Tempat...............................................................................................17
3.2. Hasil Praktik........................................................................................................17
3.3. Kesimpulan..........................................................................................................18
5
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1............................................................................................................
Gambar 1.2............................................................................................................
Gambar 1.3............................................................................................................
Gambar 1.4..........................................................................................................10
Gambar 1.5..........................................................................................................10
Gambar 1.6...........................................................................................................
Gambar 1.7...........................................................................................................
Gambar 1.8..........................................................................................................13
Gambar 1.9..........................................................................................................13
Gambar 1.10........................................................................................................14
Gambar 1.11.........................................................................................................14
Gambar 1.12........................................................................................................15
Gambar 1.13........................................................................................................15
Gambar 1.14........................................................................................................16
Gambar 1.15........................................................................................................18
6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia, kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering
terjadi bahkan di luar negeri sekalipun. Ada beberapa faktor penyebab
terjadinya kebakaran, yaitu gangguan arus listrik, kebocoran tabung gas,
merokok di area pengisian bahan bakar dan faktor tak terduga lainnya. Oleh
karena itu, setiap rumah harus memiliki keamanan atau antisipasi jika terjadi
kebakaran, namun masih banyak yang mengabaikan keamanan atau antisipasi
kebakaran, ketika terjadi kebakaran yang bisa dilakukan hanya memadamkan
api yang sudah terlanjur besar dengan alat seadanya. Kita seharusnya bisa
mencegah terjadinya kebakaran di rumah dengan selalu memastikan semua
benda yang bisa menyebabkan kebakaran dalam keadaan aman, namun hal
tersebut juga tidak menjamin tidak terjadinya kebakaraan, jadi kita benar-
benar harus mencari solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Merebaknya masalah pencegahan kebarakaran tersebut, kami akhirnya
memutuskan untuk membuat alat pencegah kebakaran dengan alat dan bahan
yang murah namun tetap berkualitas dan berfungsi dengan baik, sehingga
setelah dirakit alat tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi terjadinya
kebakaran.
7
1.2 Tujuan Praktik
Tujuaan praktik pembuatan sensor api ini yaitu untuk memberikan
kontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan
menyediakan teknologi deteksi yang handal dan efektif.
1.3 Manfaat Praktik
1) Dapat mendeteksi kebakaran secara dini sehingga memungkinkan
tindakan pencegahan atau evakuasi yang cepat dan efektif
2) Dapat meminimalisasi kerugian materi yang disebabkan oleh
kebakaran yang fatal
3) Dapat memberikan informasi dengan cepat sehingga memungkinkan
kita untuk menghubungi tim pemadam kebakaran tepat waktu
4) Dapat membantu meningkatkan keamanan dan perlindungan terhadap
bangunan, barang berhaga, dan nyawa kita dengan memberikan
peringatan dengan cepat saat terjadi kebakaran.
8
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Sensor Api
Menurut D. Sharon (1982), sensor adalah suatu peralatan yang
berfungsi untuk mendeteksi sinyal atau gejala yang berasal dari perubahan
suatu energi seperti energi fisika, energi listrik, energi geologi, energi kimia,
energi mekanik, dan sebagainya.
Contohnya yaitu pada sensor LDR yang mendeteksi perubahan fisika berupa
energi cahaya. Kemudian contoh lainnya yaitu pada sensor PIR yang
berfungsi untuk mendeteksi pergerakan makhluk hidup.
Menurut William D C. sensor adalah sebuah alat yang digunakan
untuk mengukur energi dalam sebuah transmisi dan akan menyalurkan energi
tersebut dalam bentuk yang lainnya yang merupakan transmisi lainnya.
Contohnya yaitu pada sensor suhu LM35 dimana merubah besaran suhu hasil
pengukuran sensor menjadi energi Listrik. Prinsip kerja dari sensor ini yaitu
merubah setiap suhu 1oC menjadi 10 mV tegangan.
9
Contoh lainnya yaitu pada sensor suara KY-037. Sensor ini merubah besaran
frekuensi (tinggi-rendah suara) menjadi sinyal analog yang kemudian bisa
dibaca oleh mikrokontroler (seperti Arduino dan lain-lain) dengan
program/coding tertentu.
Solder
Gambar 1.1
Sumber: sea [Link]
Solder adalah alat pemanas yang digunakan untuk melelehkan timah,
memungkinkan timah tersebut mudah menempel pada komponen atau kaki-
kaki transistor elektronika.
10
Timah
Gambar 1.2
Sumber: [Link]
Timah adalah logam lunak yang mudah meleleh dan sangat ringan.
Flux
Gambar 1.3
Sumber: eBay
Flux adalah bahan kimia yang digunakan dalam penyolderan untuk
menghilangkan oksida dari permukaan logam, sehingga meningkatkan aliran
dan daya rekat solder.
11
Korek Api
Gambar 1.4
Sumber: [Link]
Korek api adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali.
Sensor LDR
Gambar 1.5
Sumber: [Link]
Sensor LDR atau sensor reistansi cahaya, adalah jenis sensor yang mengukur
intensitas cahaya dengan mengubahnya menjadi tenaga Listrik.
12
Baterai
Gambar 1.6
Sumber: [Link]
Baterai adalah perangkat yang menghasilkan listrik dengan mengubah energi
kimia menjadi energi listrik.
Jerat Aki
Gambar 1.7
Sumber: [Link]
Pengait aki adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua
elektroda aki, memungkinkan arus listrik mengalir melalui akia tau baterai.
13
Kabel
Gambar 1.8
Sumber: [Link]
Kabel adalah jenis kawat yang digunakan untuk menghubungkan dua
perangkat elektronik.
Buzzer
Gambar 1.9
Sumber: [Link]
Buzzer adalah perangkat yang menghasilkan suara berfrekuensi tinggi ketika
diberikan arus listrik.
14
Resistor
Gambar 1.10
Sumber: [Link]
Resistor adalah komponen elektronik yang digunakan untuk mengatur aliran
listrik melalui rangkaian.
Kabel Baterai
Gambar 1.11
Sumber: [Link]
Kabel baterai adalah jenis kabel yang digunakan untuk menghubungkan
baterai ke perangkat elektronik.
15
Transistor
Gambar 1.12
Sumber: [Link]
Transistor adalah komponen elektronik yang digunakan untuk mengontrol
aliran listrik melalui rangkaian.
LED
Gambar 1.13
Sumber: [Link]
LED, atau dioda emisi cahaya, adalah komponen elektronik yang
menghasilkan cahaya ketika diberikan arus listrik.
16
Photodioda
Gambar 1.14
Sumber: [Link]
Photodioda adalah komponen elektronik yang menghasilkan arus listrik ketika
terkena cahaya.
2.2. Alat dan Bahan
Alat:
Solder
Timah
Flux
Korek Api
17
Bahan:
Sensor LDR
Baterai
Jerat Aki
Kabel
Buzzer
Resistor
Kabel Baterai
Transistor
LED
Photo Dioda.
2.3. Prosedur Atau Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk merakit rangkaian sensor
api
2) Siapkan transistor lalu sambungkan sisi negatif bazzer menggunakan timah
dan rekatkan menggunakan solder
3) Kemudian sambsetelah ungkan lagi sisi negatif LED ke bazzer dan sisi positif
LED ke ujung awal resistor
4) Lalu sambungkan lagi ujung akhir resistor ke bazzer positif
5) Kemudian satukan sensor LDR bersamaan buzzer dan transistor, kemudian
rekatkan sisi kabel positif bersamaan buzzer dan resistor serta sisi kabel
negatif ke transistor
6) Lalu sambungkan ke baterai volt dan cobalah uji menggunakan korek api.
18
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat
Hari : Jumat
Waktu : 13.00 - Selesai
Tempat : Ruang kelas A, STMIK Bina Bangsa Kendari.
3.2. Hasil Praktik
Setelah kami membuat sensor api ini, sensor ini terbukti dapat bekerja dengan
baik. Sensor dapat menyala saat ada api/suhu panas di sekitar sensor. Jadi,
hasil dari praktik kami ini dapat dikatakan berhasil.
Gambar 1.15
Sumber: Abd. pinar
19
3.3. Kesimpulan
Setelah kami melakukan pembuatan sensor api kemudian melakukan
pengujian, kami dapat menyimpulkan bahwa sensor api yang dibuat berhasil.
Hal tersebut ditandai dengan sensor yang dapat mendeteksi api kemudian
membuat LED menyala dan akan mengeluarkan bunyi. Modal yang kami
keluarkan untuk membuat sensor api ini tergolong tidak mahal.
20
DAFTAR PUSTAKA
Emmanuel, R. (2022, September 15). SCRIBD. Laporan Api, pp. 1-3.