Model-model
Model-modelkomunitas
komunitasbelajar
belajar
kepala
kepalasekolah
sekolah
Model 2- Berbagi Praktik Baik
Komunitas yang sudah terbentuk/komunitas yang
baru terbentuk merencanakan Program bersama
Refleksi / Analisis Tantangan
Penyepakatan Topik Berbagi
Evaluasi Hasil Implementasi
Praktik Baik
Implementasi Hasil Berbagi Perencanaan Kegiatan
Berbagi Praktik Baik
Pelaksanaan Kegiatan
Berbagi Praktik Baik
Buku Saku Komunitas Belajar Kepala Sekolah 29
Model 2- Berbagi Praktik Baik
1. Refleksi/ Analisis Tantangan
Pada tahap ini, anggota komunitas belajar melakukan refleksi terkait tantangan apa saja yang
dihadapi oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Refleksi ini
dapat didukung dengan beberapa data pendukung seperti hasil evaluasi kinerja, rapor pendidikan,
hasil belajar murid, dan data sejenis lainnya yang menjadi dasar dari refleksi tantangan anggota
komunitas belajar. Penggunaan data ini untuk memastikan penyelesaian tantangan berorientasi
pada permasalahan yang ada di satuan pendidikan dan bertujuan memberikan peningkatan kualitas
pembelajaran di Sekolah. Setelah berbagai tantangan direfleksikan, selanjutnya perlu disepakati
bersama tantangan dari anggota mana yang perlu sama-sama dibantu untuk disolusikan. Penentuan
tantangan yang akan disolusikan dapat berdasarkan tantangan yang paling dominan dihadapi oleh
beberapa anggota komunitas belajar.
Beberapa pertanyaan reflektif yang dapat digunakan saat berdiskusi:
1. Tantangan apa yang dirasa sulit untuk diselesaikan sebagai kepala sekolah?
2. Apa yang membuat tantangan tersebut sulit untuk diselesaikan?
3. Apakah ada dukungan yang potensial untuk membantu tantangan tersebut disolusikan?
4. Bagaimana peran pemangku kepentingan lain dalam menyolusikan tantangan tersebut?
Buku Saku Komunitas Belajar Kepala Sekolah 30
Model 2- Berbagi Praktik Baik
2. Penyepakatan Topik Berbagi Praktik Baik
Setelah melakukan refleksi, selanjutnya menentukan topik berbagi praktik baik sesuai dengan
tantangan yang dipilih akan disolusikan saat refleksi. Pada tahap ini, anggota komunitas belajar
dapat menentukan siapa yang dapat berbagi praktik baik terkait dengan topik yang disepakati.
Pemilihan narasumber untuk berbagi praktik baik dapat diutamakan terlebih dahulu dari internal
komunitas belajar, jika tidak ada maka memungkinkan untuk mengundang narasumber dari luar
komunitas.
3. Perencanaan Kegiatan Berbagi Praktik Baik
Persiapan program bersama dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Tetapkan topik berbagi praktik baik secara SMART: Specific (spesifik), Measurable (terukur),
Achievable (dapat tercapai), Relevant (sesuai dengan apa yang ingin dicapai), Time Bound (ada
jangka waktu). Misalnya, tantangan yang dominan dari Kepala Sekolah adalah pemanfaatan alat TIK
yang belum maksimal, maka topik berbagi praktik baik dapat dibuat dengan tema “Meningkatkan
pemanfaatan alat TIK bagi 50% guru di sekolah untuk memberikan pembelajaran yang
menyenangkan bagi murid di Kelas”.
Tentukan narasumber yang akan berbagi praktik baik terkait topik yang dipilih.
Buat perencanaan beserta waktu, anggaran, dan SDM yang dibutuhkan untuk melaksanakan
kegiatan berbagi praktik baik.
Bagi peran dan tanggung jawab kepada rekan anggota komunitas dalam mempersiapkan kegiatan
berbagi praktik baik
Buku Saku Komunitas Belajar Kepala Sekolah 31
Model 2- Berbagi Praktik Baik
4. Pelaksanaan Kegiatan Berbagi Praktik Baik
Setelah persiapan dilakukan, selanjutnya dilaksanakanlah kegiatan berbagi praktik baik. Pastikan setiap
anggota menjalankan perannya masing-masing dengan tetap menjadi bagian yang ikut dalam proses
kegiatan berbagi praktik baik. Dalam pelaksanaan, anggota juga perlu didorong untuk aktif berdiskusi
dan menjadikan aktivitas berbagi praktik baik sebagai wadah bersama dalam menemukan solusi dari
tantangan yang dihadapi. Anggota juga dapat memberikan umpan balik dari kegiatan berbagi praktik baik
yang sudah dilakukan.
5. Implementasi Hasil Berbagi Praktik Baik
Setelah kegiatn berbagi praktik baik dilakukan, setiap anggota khususnya yang menghadapi tantangan
sesuai topik berbagi praktik baik mengimplementasikan apa yang telah didapatkan dari proses berbagi
praktik baik. Implementasi dilakukan sesuai dengan konteks dan kondisi masing-masing, sehingga bisa
saja tidak seragam. Setiap anggota komunitas belajar dapat dengan leluasa melakukan modifikasi dalam
mengimplementasikan praktik baik yang didapat. Lalu, perlu dipastikan bahwa implementasi ini
terdokumentasikan, baik berupa tulisan (catatan-catatan penting), gambar, maupun video.
6. Evaluasi Hasil Implementasi
Setelah melakukan implementasi, maka selanjutnya dilakukan evaluasi bersama dengan anggota
komunitas belajar lainnya. Setiap anggota dapat melihat praktik yang berhasil maupun praktik yang
belum berhasil.
Beberapa pertanyaan reflektif yang dapat digunakan saat evaluasi:
1. Praktik apa yang sudah berhasil dari implementasi yang sudah dilakukan? Apa faktor pendukungnya?
2. Praktik apa yang belum berhasil dari implementasi yang sudah dilakukan? Apa faktor penghambantnya?
3. Tantangan apa yang dihadapi saat melakukan implementasi di sekolah?
4. Hal apa yang bisa kita adaptasi dari praktik implementasi anggota lain?
5. Hal apa yang sebaiknya kita hindari dari praktik implementasi anggota lain?
Buku Saku Komunitas Belajar Kepala Sekolah 32