0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan215 halaman

Asuransi Pengangkutan dan Perubahan Industri

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan215 halaman

Asuransi Pengangkutan dan Perubahan Industri

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Asuransi Pengangkutan

Thomas Wibowo
WORLD TRADE

thomaswibowo@[Link]
World Export & Import Business
Terjadi pergeseran sektor industri, yang semula dari negara maju menjadi ke negara berkembang

Dampak terhadap Dunia Asuransi


• Sebelumnya, semua barang yang diexport dari negara maju, dijamin oleh asuransi
di negara tsb
• Sekarang, produk di buat di negara berkembang, sehingga polis asuransi diterbitkan
oleh asuransi di negara berkembang
• Hal diatas menciptakan persaingan yang cukup ketat antara asuransi di UK dan
negara berkembang – marine insurance thomaswibowo@[Link]
Major Route Trades
Liner Services I Bulk Trade Routes I New Overseas Manufacturing Base

thomaswibowo@[Link]
Major Route Trades
Liner Services I Bulk Trade Routes I New Overseas Manufacturing Base

thomaswibowo@[Link]
Pembajakan

Dan bagaimana jika peralatan tersebut tidak bekerja?

thomaswibowo@[Link]
Pembajakan

thomaswibowo@[Link]
Pembajakan
What Insurance
will do??

AREAS OF PIRACY
CONCERN

thomaswibowo@[Link]
Major Route Trades
Liner Services I Bulk Trade Routes I New Overseas Manufacturing Base

thomaswibowo@[Link]
Types of Goods Carried
Bulk Cargoes I Non Bulk Cargoes

thomaswibowo@[Link]
Types of Goods Carried
Bulk Cargoes I Non Bulk Cargoes

Agricultural produce : packing umumnya dalam bentuk bulk dengan menggunakan kapal berkisar
di 50,000 dwt. Jenis cargo antara lain : gandum, beras, gula
Minerals : dikirim dalam bentuk bahan baku. Rute pengiriman bisa dari seluruh belahan duni.
Jenis cargo : besi, bauksit, timah, tembaga, batubara
Pupuk : dalam bentuk bulk dan dikirim seluruh belahan dunia. Jenis cargo : aminia nitrate, fosfat,
sulphur
Other bulk cargoes : semen, scrap (besi tua), baja
thomaswibowo@[Link]
Types of Goods Carried
Bulk Cargoes I Non Bulk Cargoes

thomaswibowo@[Link]
Types of Goods Carried
Bulk Cargoes I Non Bulk Cargoes

thomaswibowo@[Link]
Types of Goods Carried
Bulk Cargoes I Non Bulk Cargoes

thomaswibowo@[Link]
thomaswibowo@[Link]
thomaswibowo@[Link]
Electronic Raster Charts are a great aid to
navigation not
– a substitute for it !

“Ah, there’s plenty of room between us….”


CLICK
thomaswibowo@[Link]
thomaswibowo@[Link]
OverLoad

thomaswibowo@[Link]
Containerisation
Advantages I Containers Used I Specific Purpose Containers I Haulage of Containers

Keuntungan Kontainer
• kelebihan utama dengan pakai kontainer adalah proses loading / unloading tidak memerlukan
pembongkaran barang-barang yang ada di dalamnya
• Sehingga diharapkan kondisi barang di tempat tujuan tidak mengalami perubahan
sebagaimana kondisi barang tsb di titik keberangkatan
• Packing non-containerized – barang / cargo terekspose thd kerusakan, pencurian. Dengan
cotainerized, resiko – resiko tsb bisa diminimalkan.
thomaswibowo@[Link]
Containerisation
Advantages I Containers Used I Specific Purpose Containers I Haulage of Containers

Keuntungan Kontainer
• kelebihan utama dengan pakai kontainer adalah proses loading / unloading tidak memerlukan
pembongkaran barang-barang yang ada di dalamnya
• Sehingga diharapkan kondisi barang di tempat tujuan tidak mengalami perubahan
sebagaimana kondisi barang tsb di titik keberangkatan
• Packing non-containerized – barang / cargo terekspose thd kerusakan, pencurian. Dengan
cotainerized, resiko – resiko tsb bisa diminimalkan.
thomaswibowo@[Link]
Bulk Cargo

thomaswibowo@[Link]
Oil & Gas Cargo

thomaswibowo@[Link]
Other Cargoes

thomaswibowo@[Link]
Containerisation
Advantages I Containers Used I Specific Purpose Containers I Haulage of Containers
Full Container Load
Less Than Container Load

• Tertanggung “charter” kontainer tsb


secara full • Exposure lebih besar krn klaim bisa sebagai
• Exposure lebih baik karena cargo tidak akibat kerusakan atau kerugian kargo lain yang
bercampur dengan cargo lainnya berada dalam satu kontainer tsb
• Exposure lainnya adalah frequency dibuka nya
kontainer untuk unloading cargo milik orang
lain di suatu tempat transit.

thomaswibowo@[Link]
Containerisation
Advantages I Containers Used I Specific Purpose Containers I Haulage of Containers

Ventilated Container:
• Digunakan untuk membawa cargo yang membutuhkan ventilasi udara
selama disimpan didalamnya. Jenis cargo : coffee, minuman kaleng
• Adanya ventilasi mengurangi probability terjadinya ledakan di cargo
akibat suhu udara didalam kontainer yang panas

Refrigerated Container:
• Integral unit : kontainer yang memiliki sistem pendingin sendiri termasuk
sistem pengaturan suhu udara didalam kotainer tsb.
• Porthole container : insulated container yang tidak memiliki sistem
pendingin independen Kebutuhan udara dingin dalam kotainer diperleh
dari sistem pendingin yang ada di kapal / terminal

Insulated Container:
• kontainer yang memiliki lapisan kedap udara dengan ketebalan sekitar
4 inch of polyurethane foam dan digunakan untuk membawa cargo
yang sensitif thd perubahan suhu / kondensasi.
• Jenis cargo : bunga

thomaswibowo@[Link]
Containerisation
Advantages I Containers Used I Specific Purpose Containers I Haulage of Containers

• Kontainer umumnya diangkut dengan menggunakan open flat lorry truck yang
dikaitkan dengan head trailer truck.
• Terdapat kunci disetiap sisi ujung trailer yang akan dikaitkan dengan kontainer
untuk menjaga posisi kontainer tetap stabil diatas trailer

thomaswibowo@[Link]
BUSINESS
ENVIRONMENT

thomaswibowo@[Link]
Parties involved in the carriage of goods
Role of each Party I How it Works I What these parties have in common
• Freight Forwarders (FF)
• FF adalah perantara Cargo Owner dengan Carrier
• FF juga seringkali mengatur penerbitan dokumen-dokumen yang terkait
dengan pengiriman cargo
• Salah satunya adalah Bill of Lading (B/L) : dokumen yang dikeluarkan oleh
carrier, yang mengakui bahwa cargo telah dimuat dikapal dalam keadaan baik.
B/L berisi info mengenai jumlah, kondisi cargo beserta kontrak pengangkutan
yang berlaku.
• Haulage Contractor
• Haulage contractor bertugas membawa cargo dari satu titik keberangkatan ke
suatu tujuan tertentu
• Tugas tsb bisa merupakan keseluruhan transit (land risk) atau merupakan
bagian dari keseluruhan transit (hanya sampai pelabuhan ATAU hanya dari
pelabuhan ke final warehouse)
• Warehousekeeper
• Warehouse keeper menyediakan lokasi tempat menyimpan cargo (temporary)
selama transit.
• Tempat penyimpanan bisa juga di lokasi terbuka (open storage)
• Terdapat kunci disetiap sisi ujung trailer yang akan dikaitkan dengan kontainer
untuk menjaga posisi kontainer tetap stabil diatas trailer
thomaswibowo@[Link]
Parties involved in the carriage of goods
Role of each Party I How it Works I What these parties have in common
• Shipowner
• Shipowener adalah pihak yang memiliki atau mengoperasikan kapal untuk
mengangkut cargo selama transit.
• Air freight carrier :
• Airfreight Carrier adalah pihak yang memiliki atau mengoperasikan pesawat
udara untuk mengangkut cargo
• Stevedores :
• Stevedores adalah pihak yang bertanggung jawab thd proses loading /
unloading , stowage cargo di gudang dan di cargohold kapal.
• Kinerja mereka akan sangat menentukan biaya operasional loading /
unloading krn mereka yg akan menentukan peralatan, jumlah buruh dan
estimasi demurrage costs yang akan dibayar oleh shipowner.
• Di Indonesia dikenal dengan sebutan Perusahaan Bongkar Muat (PBM)

thomaswibowo@[Link]
Parties involved in the carriage of goods
Role of each Party I How it Works I What these parties have in common

Destination FF receives the


goods and accompanying
Once Cleared, Another haulage
Seller Instructs FF to arrange documentation, arrange
Contractor deliver to the buyer
the export of the goods storage, pending customs
premises
clearance and payment of any
import duties or local taxes.

FF instructs Haulage Contractor


Ship carries the goods to
and prepares the transit
Australia, where they ar
documents that go with the
unloaded by Stevedores
goods

Haulage Contractor collect Stevedores receive goods and


goods from seller and carries load them on a shop, storing
them to the departed port, them if necessary until a ship is
handing them to stevedores available

thomaswibowo@[Link]
Parties involved in the carriage of goods
Role of each Party I How it Works I What these parties have in common

• Semua pihak tersebut bisa dianggap sebagai bailees daripada cargo selama cargo
tsb dalam periode transit.
• Bailee of goods : pihak yang memiliki kepentingan thd cargo karena adanya suatu
perjanjian pengangkutan tetapi mereka bukan sebagai pemilik dari cargo tsb.
• Hal diatas berarti, bailee tidak dapat menggunakan cargo sebagai jaminan atau
memberikan cargo tsb ke pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik cargo yang sah
• Jika hal tsb dilanggar, maka bailee dianggap melakukan Conversion

thomaswibowo@[Link]
Main Terms of Trade
Duties of buyers and Sellers under Incoterms

• Incoterms adalah kumpulan aturan yang dibuat untuk memperlancar proses pengiriman
cargo antar negara
• Incoterms beerfokus pada kewajiban daripada pihak penjual dan pembeli
• Incoterms versi 2010 membagi mode transportasi menjadi 2 ; (1) any mode transport dan (2)
sea and inland waterway transport <transport between ports only>.
thomaswibowo@[Link]
Charterparties
• Penyewa adalah pihak yang menyewa kapal untuk mengangkut cargo.
• Charterparty adalah dokumen kontrak sewa menyewa antara pemilik dan penyewa
kapal
• Macam Kontrak Penyewaan Kapal :
• Voyage charter : kapal disewa hanya untuk satu rute pelayaran tertentu
• Time charter : kapal disewa untuk suatu periode tertentu. Bisa terdapat
beberapa rute pelayaran didalam periode tsb.
• Bareboat / Demise charter : kapal disewa secara keseluruhan oleh pihak
penyewa termasuk crew dan semua biaya operasional kapal.

thomaswibowo@[Link]
Bill of Lading dan Waybills
Bill of Lading I Tipe I Airway Bills I Master & House Airway Bills

Fungsi Bill of Lading :


• Bukti adanya kontrak antara
owner cargo (shipper) dengan
pihak pengangkut (carrier)
• Sebagai tanda bukti penerimaan
cargo oleh pihak pengangkut
(carrier)
• Dokumen yang juga akan
dipindahkan jika terjadi
perubahan kepemilikan thd cargo.

thomaswibowo@[Link]
Bill of Lading dan Waybills
Bill of Lading I Tipe I Airway Bills I Master & House

Bill of Lading dibagi dalam 2 Kategori , yaitu clean B/L atau Claused B/L:
• Clean B/L : dokumen yang menyatakan bahwa cargo diterima dalam kondis baik,
tidak ada kerusakan dan telah sampai di cargo hold kapa. Biasanya ditulis dengan
kalimat : “shipped in apparent good order and condition”
• Claused B/L : dokumen yang menyatakan bahwa cargo diterima dalam kondisi
rusak atau jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah yang tertulis dalam B/L

Jenis Bill of Lading:


• Through B/L : memungkinkan untuk shipment door-to-door dengan menggunakan
satu B/L.
• Combined Transport B/L : didalamnya sudah termasuk kontrak pengangkutan
dengan menggunakan berbagai mode transport (sea transport, inland transport).
• Groupage and house B/L : adalah gabungan dari bbrp individual cargo yang dimuat
didalam satu kontainer (semacam LCL).
• House B/L : tidak bisa ditrasfer ke pihak pembeli sebagaimana Ocean B/L. Tetapi,
House B/L bisa digunakan pihak bank dalam hal penerbitan Letter of Credit.

thomaswibowo@[Link]
Bill of Lading dan Waybills
Bill of Lading I Tipe I Airway Bills I Master & House Airway Bills

• Dokumen yang diterbitkan oleh pihak maskapai penerbangan sebagai shipper dari
sebuah cargo.
• AWB tidak bisa ditrasfer kepihak lain sebagaimana Ocean B/L. Hal tsb disebabkan
karena cargo akan tiba lebih cepat di negara tujuan dibanding dokumen AWB itu
sendiri.
• Tujuan dari AWB :
• Bukti adanya kontrak pengangkutan
• Bukti bahwa cargo sudah diterima oleh maskapai penerbangan
• Sebagai dokumen untuk menagih biaya angkut

thomaswibowo@[Link]
Bill of Lading dan Waybills
Bill of Lading I Tipe I Airway Bills I Master & House Airway Bills
• Maskapai penerbangan akan menerbitkan Master AWB yang menunjukkan shipper
dinegara asal sebagai FF dan consignee sebagai FF dinegara tujuan
• MAWB ini juga akan menunjukkan jumlah paket cargo termasuk berat dan volume
cargo tsb
• FF (shipper) di negara asal akan menerbitkan House AWB dan akan diberikan
kepada setiap shipper

thomaswibowo@[Link]
Other Documents
• CMR consignment note : berisi detail kondisi kontrak pengangkutan cargo dengan
mengunakan alat angkut darat
• Interchange receipt : dokumen yang menunjukkan proses serah terima kontainer
dari satu carrier kepada carrier lainnya didalam suatu perjalanan / transit / voyage
– sering disebut dengan UNIT Interchange Receipt (UIR)
• UIR adalah dokumen serah terima kontainer , bukan serah terima cargo yang ada
di dalam kontainer tsb
• Outturn report : jika diterbitkan oleh carrier – berisi jumlah cargo yang di
unloading dari kapal. Jika diterbitkan oleh pihak pelabuhan – mencatat perbedaan
dalam hal jumlah, berat, damaged cargo , sejak cargo tsb diterima setelah
diunload dari kapal
• Final delivery receipt : nota yang dibuat untuk consignee sebagai pengakuan
bahwa cargo sudah diterima. Jika ada kerusakan atau kerugian lainnya, consignee
harus mencatat hal tsb didalam final delivery report
• Sales invoice : Dokumen yang menunjukkan besar harga yang harus dibayar
pembeli. Sekaligus menunjukkan besaaran harga cargo yang diangkut
• Packing list : Dokumen yang menunjukkan berat , jumlah dan volume dari cargo
yang diangkut dan metode packing yang digunakan.

thomaswibowo@[Link]
LEGAL
ENVIRONMENT

thomaswibowo@[Link]
Marine Insurance Act 1906
Definisi (MIA 1906)
"Asuransi Pengangkutan Laut adalah suatu kontrak dalam mana pihak
Penanggung berjanji akan memberikan penggantian pada tertanggung atas
setiap kerugian laut, setinggi-tingginya sejumlah yang disetujui. "

MIA 1906 pasal 2


Jika ada tambahan seperti termaksud ini maka penutupan asuransi pengangkutan
Laut sekaligus mencakup risiko laut dan sebagian risiko darat yang langsung
hubungannya dengan risiko laut termaksud.

Marine Cargo Insurance Coverage

thomaswibowo@[Link]
Marine Insurance Act 1906
• Seseorang dianggap memiliki insurable interest jika :
• Orang tsb mendapatkan manfaat jika cargo yang dikirim selamat sampai tujuan
• Orang tsb akan mengalami kerugian jika cargo mengalami kerugian selama transit
• Orang tsb dapat dituntut pihak ketiga yang mebnalami kerugian sebagai akibat proses
pengiriman cargo tsb
• Insurable Interest tidak dibutuhkan diawal periode karena :
• Cargo bersifat dagang
• Pemilik tidak punya control thd cargo
• Certificate of marine insurance merupakan bukti adanya kontrak asuransi untuk cargo
yang diangkut. Diberikan kepada Buyer pada saat shipper menerbitkan B/L
• Nilai yang diasuransikan adalah sebesar : harga cargo + freight costs + insurance costs
• Tertanggung memiliki kewajiban untuk mendeclare semua material facts yang
berhungan dengan cargo, alat angkut, packing method, value insured kepada pihak
asuransi
• Content of marine policy adalah Nama tertanggung, cargo yang diangkut, luas
jaminan, voyage, value insured, nama penanggung
• Polis marine mengizinkan transfer kepemilikan atas cargo yang sedang dalam
perjalanan kecuali ada klausula khusus yang melarang transfer tsb

thomaswibowo@[Link]
Marine Insurance Act 1906
Maritime perils terbagi dua : perils of the sea dan perils on the sea
• Perils of the sea : bahaya laut yang disebabkan oleh sifat alam atau sifat laut itu sendiri,
contoh : ombak besar, kandas, menabrak iceberg, collission antar kapal, piracy, jettison,
GA
• Perils on the sea : bahaya yang terjadi dilaut tetapi bukan disebabkan oleh faktor alam.
Misal : engine breakdown, barratry, fire, explosion
CARGO CLAIM

Actual Total Loss


Total Loss
Constructive Total
Loss

Particular Average

Partial Loss Salvage Charges

General Average
thomaswibowo@[Link]
Marine insurance (gambling policies) act 1909
• Marine insurance (gambling policies) act 1909 merupakan bagian dari hukum marine
inetrnational
• Melarang dan akan memberikan hukuman kepada semua pihak yang mengasuransikan
cargo dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau hanya sebagai sarana
perjudian / gambling --- yang akan bergantung pada apakah cargo yang dikirim akan
selamat atau mengalami accident.
• Hukum ini juga berlaku untuk pihak asuransi yang menerbitkan polis marine dengan
dasar Gambling

thomaswibowo@[Link]
Carriage of goods by sea
• Harter act 1893 : mengatur pengangkutan laut dari dan ke wilayah USA
• Aturan tsb juga diadopsi oleh negara NZ, Canada, Aussie
• Hague rules act 1924 : serupa dgn Harter act dan dimasukkan sebagai salah satu
English Law
• 1968, hague rules di rubah di kota visby – sehingga diberi nama hague-visby rules

thomaswibowo@[Link]
Carriage of goods by sea act 1971 (COGSA 1971)
• COGSA hanya berlaku untuk cargo shipment yang berdasar pada Ocean B/L – cargo
bisa di trasnfer kepemilikannya. Kontrak pengangkutan berlaku sejak cargo dimuat
diatas kapal dan berakhir sejak cargo di bongkar dari kapal di pelabuhan tujuan
• Carrier’s duty of care adalah menyediakan kapal yang seaworthy, semua peralatan dan
perlengkapan kapal dalam kondisi baik, mesin kapal berfungsi dengan baik,
menyediakan qualified crew

thomaswibowo@[Link]
Hague-Visby Rules
• Article 1 a : menjelaskan carrier adalah pihak yang terikat kontrak dengan shipper.
• Carrier : pihak pengangkut cargo – bisa pemilik atau penyewa sebuah kapal
• Shipper : pemilik cargo – bis asebagai seler ataupun buyer
• Article 1 b : menjelaskan bahwa kontrak pengangkutan seperti disebut di article 1a , hanya berlaku
untuk kontrak yang berdasar pada B/L (Ocean B/L).
• Article 1 c : menjelaskan type cargo dan penempatan cargo pada dek kapal (on deck clause)
• Article 1 d : menjelaskan bahwa kapal adalah semua alat angkut cargo yang melewati laut
• Article 1 e. : menjelaskan bahwa kontrak pengangkutan dimulai sejak cargo loaded onto the vessel
s/d cargo unloaded from the vessel
• Article 3 : menjelaskan bahwa B/L adalah dokumen yang mengakui penerimaan cargo diatas kapal
oleh pihak carrier
• Article 3(6) : memberikan waktu 3 hari sejak cargo diunload dari kapal untuk kerusakan yang tidak
terlihat dari luar – maka carrier is free from liability. Memberikan waktu 1 tahun jika tertanggung
tidak menuntut kerugian maka carrier is free from liability
• Article 3(8) : carrier harus responsible thd cargo damage jika itu diakibatkan oleh negligence
mereka.
• Article 5 : shipper harus mendeclare jenis cargo, berat cargo, jumlah cargo yang diangkut. Jika
shipper menyembunyikan fakta – fakta tsb, carrier bisa menuntut pihak shipper.

thomaswibowo@[Link]
Hague-Visby Rules
Hague Visby Rules I Carrier’s Liability I Defences I Carrier’s Right & Application

• Article 1 a : menjelaskan carrier adalah pihak yang terikat kontrak dengan shipper.
• Carrier : pihak pengangkut cargo – bisa pemilik atau penyewa sebuah kapal
• Shipper : pemilik cargo – bis asebagai seler ataupun buyer
• Article 1 b : menjelaskan bahwa kontrak pengangkutan seperti disebut di article 1a , hanya berlaku
untuk kontrak yang berdasar pada B/L (Ocean B/L).
• Article 1 c : menjelaskan type cargo dan penempatan cargo pada dek kapal (on deck clause)
• Article 1 d : menjelaskan bahwa kapal adalah semua alat angkut cargo yang melewati laut
• Article 1 e. : menjelaskan bahwa kontrak pengangkutan dimulai sejak cargo loaded onto the vessel
s/d cargo unloaded from the vessel
• Article 3 : menjelaskan bahwa B/L adalah dokumen yang mengakui penerimaan cargo diatas kapal
oleh pihak carrier
• Article 3(6) : memberikan waktu 3 hari sejak cargo diunload dari kapal untuk kerusakan yang tidak
terlihat dari luar – maka carrier is free from liability. Memberikan waktu 1 tahun jika tertanggung
tidak menuntut kerugian maka carrier is free from liability
• Article 3(8) : carrier harus responsible thd cargo damage jika itu diakibatkan oleh negligence
mereka.
• Article 5 : shipper harus mendeclare jenis cargo, berat cargo, jumlah cargo yang diangkut. Jika
shipper menyembunyikan fakta – fakta tsb, carrier bisa menuntut pihak shipper.

thomaswibowo@[Link]
Hague-Visby Rules
Hague Visby Rules I Carrier’s Liability I Defences I Carrier’s Right I Application

• Situasi dimana carrier liable / tidak liable thd kerusakan cargo :


• Jika sebagai akibat negligence dalam navigation of ship – tidak liable
• Jika sebagai akibat unseaworthy – liable
• Jika cargohold tidak layak -- liable
• Jika terjadi kerusakan pada cargo – dan bisa dibuktikan hal tsb sebagai akibat kesengajaan dari
pihak carrier – maka besar liability dari carrier akan sebesar full value of the damaged goods.
• Sebaliknya, jika terjadi kerusakan pada cargo – dan bukan sebagai akibat kesengajaan carrier –
besar ganti rugi akan berdasar pada limit yang tertuang pada kontral pengangkutan.
• Khusus untuk GA – walaupun kerugian bersifat disengaja / intentionally --- limit pada kontrak
pengangkutan tetap digunakan. Karena tindakan GA bertujuan to save the whole adventure.
• Jika carrier liable – besar kompensasi bisa berdasar pada berat dan jumlah package dari cargo
yang rusak.
• 666.67 units of account (SDRs) per package or
• 2 units of accounts (SDRs) per kilo on the weight of damaged goods

thomaswibowo@[Link]
Hague-Visby Rules
Hague Visby Rules I Carrier’s Liability I Defences I Carrier’s Right & Application

• Kebakaran , kecuali diakibatkan oleh kesalahan carrier


• Perils of the sea
• AOG
• War
• RSMDCC
• Insufficient in packing
• Insufficient / inadequate of marks
• Latent defects
• Act or omissions by the shipper or owner of the goods

thomaswibowo@[Link]
Hague-Visby Rules
Hague Visby Rules I Carrier’s Liability I Defences I Carrier’s Right & Application
Carrier’s Right:
• Article 4.6 of Hague-Visby : carrier berhak untuk membuang, menghancurkan cargo
yang bersifat flammable / explosive jika shipper tidak mendeclare jenis cargo dengan
benar.
• Jika terjadi kerugian terhadap kapal sebagai akibat undeclared dangerous goods –
maka pihak shipper akan liable thd segala kerugian yang dialami carrier

Application:
• Hague-Visby berlaku untuk semua cargo shipment di negara – negara yang
mengadopsi aturan tsb.
• Semua B/L yang diterbitkan dan berhubungan dengan shipment / voyage antar
negara-negara tsb – otomatis menerapkan aturan Hague-Visby.

thomaswibowo@[Link]
Hague-Visby Rules
Hague Visby Rules I Carrier’s Liability I Defences I Carrier’s Right I Application

• Article 4.6 of Hague-Visby : carrier berhak untuk membuang, menghancurkan cargo


yang bersifat flammable / explosive jika shipper tidak mendeclare jenis cargo dengan
benar.
• Jika terjadi kerugian terhadap kapal sebagai akibat undeclared dangerous goods –
maka pihak shipper akan liable thd segala kerugian yang dialami carrier

thomaswibowo@[Link]
Hamburg Rules
• Berlawanan dengan Hague Visby Rules, pembuktian berada dalam posisi Carrier.
Carrier harus membuktikan bahwa mereka tidak melakukan negligence yang
mengakibatkan kerusakan pada cargo
• Hague-Visby : berisi defence yang bisa dilakukan carrier dalam menghadapi tuntutan
dari shipper / cargo owner
• Article 5.1 Hamburg : carrier harus bertanggungjawab thd kerusakan cargo yang
diangkutnya KECUALI carrier bisa membuktikan bahwa dia telah memenuhi semua
persyaratan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian tsb.
• Article 5.4 a : carrier liable thd kerusakan cargo dan delay yang diakibatkan oleh
kebakaran JIKA shipper bisa membuktikan bahwa terdapat negligence dari pihak
carrier
• Perhitungan Liability dalam Hamburg Rule. Jika carrier liable , maksimum kompensasi :
• 835 units (SDRs) per package
• 2.5 SDRs per kilo of gross weight of the damaged goods

thomaswibowo@[Link]
Hamburg Rules
• Terdapat 2 Prinsip dalam Hamburg Rules , yaitu :
• Intentional or reckless damage : besar maksimum kompensasi carrier akan hilang
(menjadi full value of the damaged goods) jika bisa dibuktikan bahwa kerugian
cargo yang terjadi ataupun delay in delivery adalah sebagai akibat intentional /
reckless action by the carrier.
• Carrying goods on deck : article 9.1 mengizinkan penempatan cargo di dek kapal,
hanya jika :
• Ada approval dari pihak shipper / owner of goods (must written in B/L)
• Merupakan hal yang biasa untuk rute / voyage tsb
• Jika aturan / UU mengharuskan cargo tsb ditempatkan diatas deck

thomaswibowo@[Link]
US carriage of goods by sea act 1936 (US COGSA)
• Merupakan aturan dasar dari semua pengiriman cargo melalui laut di USA
• Mengacu pada COGSA 1936, carrier dan pemilik kapal tidak bertanggungjawab thd
kerusakan cargo yang timbul dari :
• Negligence in navigation of ship
• Kebakaran KECUALI sebagai akibar kesalahan pihak carrier
• AOG
• War
• RSMDCC
• Insufficient packing
• Insufficient marks
• Latent defects
• Etc.

thomaswibowo@[Link]
US carriage of goods by sea act 1936 (US COGSA)
• Time bar for claim : tuntutan klaim harus diajukan paling lama 1 tahun sejak cargo
diterima oleh consignee
• Deviation of voyage : hukum ini mengizinkan deviasi pada rute shipment jika memang
hal tsb diperlukan sebagai upaya penyelamatan nyawa ataupun property lainnya –
tidak dianggap sebagai breach of the contract of carriage
• Carrier’s limited liability for loss or damage
• Maksimum kompensasi sebesar USD 500 per package atau jumlah lain sesuai
kesepakatan antara carrier dengan shipper
• Dangerous goods : exactly the same with Hague-Visby rules (article 4.6)

thomaswibowo@[Link]
CARRIAGE OF
GOODS BY
ROAD AND
RAIL

thomaswibowo@[Link]
CMR Convention
• International convention yang mengatur hak dan kewajiban dari semua pihak yang
terlibat dalam pengiriman cargo dengan menggunakan alat angkut darat.
• CMR convention juga mengikuti aturan lainnya yang berlaku selama transit – contoh
cargo yang diangkut truk sedang berada diatas ferry penyebrangan – jika terjadi
kerusakan cargo selama penyebrangan , maka besar kompensasi akan mengikuti
aturan yang diterapkan pleh pihak jasa angkutan penyebrangan ferry.
• Jika ferry tidak liable thd kerusakan tsb maka road carrier juga tidak liable

thomaswibowo@[Link]
CMR Convention
Tanggung Jawab Carrier I Further Provisions I English Case Law
• carrier bertanggungjawab sejak cargo dihandle mereka sampai dengan diantar ke final
destination termasuk delay dalam memenuhi tenggat waktu pengiriman
• membebaskan carrier dari tangungjawab jika kerugian atau delay disebabkan oleh :
• Kecerobohan dari shipper / owner of goods
• Atas perintah shipper / owner of goods
• Sifat cargo itu sendiri / inherent vice
• Situasi yang tidak bisa dihindari oleh carrier (force majeure).
• Jika haulage contractor bisa membuktikan bahwa kerugian cargo bukan sebagai akibat
negligent mereka, maka baik shipper ataupun cargo insurer, tidak bisa menuntut
ataupun minta subrogasi kepada haulage contractor.

• Defence rights yang dimiliki haulage contractor seperti yang diatur dalam CMR –
mengharuskan shipper / cargo owner untuk memiliki polis cargo insurance dan pihak
insurerpun harus mencharge premi yang adequate karena bisa saja mereka tidak
memiliki hak subrogasi thd haulage contractor

thomaswibowo@[Link]
CMR Convention
Tanggung Jawab Carrier I Further Provisions I English Case Law
• carrier terbebas dari tanggungjawab thd kerugian cargo sebagai akibat dari :
• Menggunakan truk terbuka (tanpa tertutup terpal) – dan hal ini sudah disepakati
dalam kontrak pengangkutan
• Insufficient packing
• Loading / unloading proses yang dilakukan oleh owner ataupun pihak lain
• The nature of the goods itself
• Insufficient of marks
• Carriage of livestock
• carrier dengan truk yang memiliki sistem pendingin – bisa terbebas dari tanggung
jawab thd kerusakan cargo yang diangkut, jika mereka bisa membuktikan bahwa
semua perawatan thd mesin pendingin sudah dijalankan dengan baik.
• Dengan kata lain, carrier terbebas dari tanggung jawab jika proxima causenya
merupakan sudden / accidental
• Hal ini juga mengharuskan owner of goods untuk memiliki polis asuransi cargo dan
insurer menetapkan premi yang adequate dengan level of risk nya.
• jika suatu kerugian cargo sebagai akibat willful misconduct atau willful negligence –
carrier tidak bisa menggunakan limit of liability dalam kontrak pengangkutan.
• Mereka akan dituntut untuk mengganti kerugian cargo secara full value
thomaswibowo@[Link]
CMR Convention
Tanggung Jawab Carrier I Further Provisions I English Case Law

• mengatur tanggung jawab dari bbrp carriers dalam ssatu transit karena cargo
berpindah truk / alat angkut darat lainnya

• shipper / cargo owner bisa menuntut kerugian kepada 1st carrier atau last carrier atau
kepada carrier yang sedang on-duty pada saat kerugian terjadi.
• The paying carrier kemudian bisa melakukan kontribusi kepada carriers lainnya secara
proportional
• Namun, jika sebab dari kerugian teridentifikasi dengan jelas akibat kesalahan salah
satu carrier, maka carriers lainnya tidak bisa diminta untuk melakukan kontribusi

• Dalam CMR diwajibkan minimum besar kompensasi dan juga diwajibkan untuk
menjalankan standard of care yang harus dilakukan oleh carrier ataupun shipper

thomaswibowo@[Link]
CMR Convention
Tanggung Jawab Carrier I Further Provisions I English Case Law

• CMR : the defendant (carrier) wajib membuktikan bahwa kerugian cargo bukan
sebagai akibat negligent yang mereka lakukan

• English Law : pihak penuntut (shipper) wajib membuktikan bahwa kerugia cargo yang
mereka alami adalah sebagai akibat negligence dari carrier

• Res ipsa loquitor (thing speaks for itself) : claimant (shipper) wajib membuktikan
bahwa proxima cause dari kerugian cargo tsb adalah sesuatu yang masih under control
dari pihak carrier.

• Willful misconduct dalam english law berarti : seseorang sadar akan bahaya / akibat
dari tindakannya, tetapi dia tetap melakukan tindakan tsb.

• Kata kuncinya adalah : knowledge of the danger DAN Intention to proceed.

thomaswibowo@[Link]
CIM Convention
Unacceptable Cargo I Liability under CIM
• Konvensi yang mengatur pengiriman cargo dengan meggunakan sarana kereta api
• CIM juga mengacu pada COTIF (Convention Concerning International Carriage by Rail)
signed in 1980
• COTIF : mengatur hak dan kewajiban dari carrier dan shipper yang menggunakan
sarana kereta api sebagai moda transport

• Unacceptable cargo : article 4 berisi cargo yang di kecualikan : goods yang dilarang
didalam suatu wilayah / negara tertentu, goods yang pengirimannya merupakan
monopoli dari kantor pos, cargo yang emiliki dimensi dan ukuran yang tidak sesuai
denga ukuran gerbong kereta api, barang_barang berbahaya lainnya.

thomaswibowo@[Link]
CIM Convention
Unacceptable Cargo I Liability under CIM

• Article 35.1 : tanggungjawab carrier sejak caro berada dalam pengawasan mereka
sampai dengan point of delivery
• Article 36.2 : carrier terbebas dari tanggungjawab terhadap kerugian cargo atau late
arrival jika :
• Klaim disebabkan oleh negilgence pihak claimant
• Disebabkan oleh perintah / order yang diberikan oleh pihak claimant
• Inherent vice of the goods
• Disebabkan oleh force majeure
• Article 36.3 : carrier juga terbebas dari tanggungjawab jika :
• Menggunakan gerbong yang bersifat open wagon
• Inadequacy of packing
• Proses loading / unloading yang dilakukan oleh pihak consignee
• Nature of the goods itself / inherent vice
• Live animals, insufficient marks
• Kewajiban untuk membuktikan bahwa kerugian cargo sebagai akibat salah satu faktor
diatas – menjadi kewajiban pihak carrier / railway

thomaswibowo@[Link]
Multi Moda Transportation
Arti daripada multi modal transport adalah : pengiriman cargo dalam kontainer dengan
menggunakan beberapa jenis alat angkut

4 tipe multimodal transport


• FF yang bertindak sbg shipper’s agent : membuat bbrp kontrak pengangkutan dengan
carriers by road, rail, sea, air.
• FF yang bertindak sbg agent only : memfasilitasi kontrak antara shipper dengan
berbagai carriers tang terlibat dalam kontrak pengangkutan
• FF atau Carrier yang bertindak sbg TTO (Through Transport Operator) : hanya
bertanggungjawab terhadap salah satu stage didalam rangkaian transit dan melakukan
negosiasi kontrak pengangkutan untuk stage berikutnya didalam rangkaian transit yang
sama.
• A combined transport operator (CTO) : melakukan negosiasi untuk single contract yang
mewakili semua multimodal transport berbasis pada door-to-door basis.

thomaswibowo@[Link]
Conditions of trade of UK trade associations
• BIFA (British International Freight Association)
• Road Haulage Association (RHA)
• UK warehousing association (UKWA)

• Frustation of Contract:
• Kewajiban dalam Kontrak tidak dapat terpenuhi, disebabkan oleh kondisi yang
tidak dapat diperkirakan pada saat pembuatan kontrak, seperti kecelakaan,
perubahan undang-undang, kebakaran dll.

thomaswibowo@[Link]
SCOPE OF
COVER

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

• Luas jaminan ALL RISKs kecuali yang masuk dalam exclusions 4,5,6,dan 7
• GA dan Salvage Charges dijamin jika biaya tsb dikeluarkan sehubungan dgn resiko
apapun sepanjang tidak di exclude dalam 4,5,6,dan 7
• Polis juga menjamin liability yang timbul sebagai akibat berlakunya prinsip BOTH TO
BLAME COLLISSION yang tercantum pada kontrak pengangkutan
• Exclusion Clause 4:
• Willful misconduct of the assured
• Ordinary leakage , loss in weight / volume, wear and tear
• Insufficient packing by the assured or their employees
• Inherent vice of the cargoes
• Loss or damage caused by delay walaupun delay sebagai akibat insured perils
• Insolvency / financial default dari owners, managers, charterers / operator of the
vessel
• Atomic / nuclear fusion / radioactive
• Exclusion Clause 5: Unseaworthiness
• Exclusion Clause 6 : War related
• Exclusion Clause 7 : RSCC related

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

General Average
• Syarat dari General Average :
• Pengorbanan tsb harus bersifat extraordinary
• Tindakan harus merupakan kesengajaan
• Harus ada resiko yang benar-benar ada / nyata
• Tindakan harus untuk menyelamatkan the whole adventure
• Tindakan tsb harus wajar
• 2 Contoh GA : Jettison dan Pemadaman menggunakan air diatas kapal sehingga
merusak cargo diatas kapal.

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Both to Blame Collission


• Both to Blame Collision : semua pihak bertanggung jawab secara proporsional sesuai
dengan tingkat komparatif kesalahannya dan hanya akan dialokasikan sama rata
(50:50) jika tidak tingkat komparatif kesalahannya tidak dapat diukur.
• Contoh Both to Blame Collision:
• Kerusakan cargo kapal A : 100,000
• Kerusakan kapal B (Third party) : 50,000

• Pemilik cargo A, tidak dapat menuntuk kapal A, karena carrier tidak liable
terhadap kelalaian navigasi
• Kapal B membayar kerusakan cargo kapal A : 100,000

• Kapal B menuntuk kapal A atas dasar Both to Blame Collision:


• 50% dari kerusakan cargo A 100,00 : 50,000
• 50% dari kerusakan kapal B 50,000 : 25,000
• Total : 75,000

• Kapal A menuntut pemilik Cargo A atas klaim cargo kapal B : 50,000


• Pemilik Cargo A klaim ke asuransi atas dasar Both to Blame Collision
thomaswibowo@[Link]
Ordinary course of Transit : Penyimpanan barang
Main Cover sementara sebagai bagian penting dari keseluruhan
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses
perjalanan.
Duration Clause
• Jaminan asuransi mulai pada saat cargo dipindahkan didalam area gudang / tempat penyimpanan
dengan maksud untuk dimuat kedalam suatu alat angkut yang selanjutnya akan dikirim ke tempat
tujuan sesuai yang disebutkan pada polis.
• Polis akan berakhir pada saat :
• Pada saat penyelesaian proses unloading di final warehouse / destination yang disebutkan di
polis
• Pada saat penyelesaian proses unloading pada warehouse/ tempat penimpanan yang dipilih
Tertanggung atau pekerjanya diluar ordinary course of transit atau untuk alokasi atau untuk
distribusi sebelum mencapai tujuan yang tertera pada polis
• Ketika Tertanggung atau pekerjanya memutuskan menggunakan alat angkut atau container
untuk penyimpanan diluar ordinary course of transit
• 60 hari sejak cargo unload at the final port of destination
• Polis tetap menjamin kerugian selama:
• Delay diluar kendali Tetanggung
• Deviasi
• Pembongkaran Paksa
• Reshipment or transhipment
• Setiap variasi dari perjalanan yang timbl dari pelaksanaan kebebasan dalam kontrak
pengangkutan

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Duty to minimising the loss


• Berusaha semampu mungkin untuk menghidari ataupun memperkecil kerugian
• Menjamin hak terhadap Carrier dan Bailees dijaga dan dilaksanakan dengan benar

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Coverage:
• Fire / explosion
• Vessel being stranded, grounded, sank, capsized
• Overturning, derailment of land conveyance
• Collision or contact of vessel with any external object other than water
• Discharge of cargo at port of distress
• Earthquake Volcanic Eruption or Lightning

Juga menjamin:
• GA sacrifice
• Jettison or washing overboard
• Entry of sea, lake, river water into the vessel, hold, conveyance, container or place of
storage
• Total loss of any package lost overboard or dropped whilst loading / unloading from
the vessel

Pengecualian sama dengan ICC A, dengan tambahan mengecualikan “deliberate damage


/destruction of SMI oleh wrongful act or person or persons
(malicious damage dan Piracy) thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Coverage:
• Fire / explosion
• Vessel being stranded, grounded, sank, capsized
• Overturning, derailment of land conveyance
• Collision or contact of vessel with any external object other than water
• Discharge of cargo at port of distress

Juga menjamin:
• GA sacrifice
• Jettison or washing overboard

Pengecualian sama dengan ICC B

thomaswibowo@[Link]
Summary of Main Cover

ICC C ICC B ICC A


Major Casualties only Not as cheap as “C” clauses Most Expensive
Cheapest • Earthquake, Volcanic

All Risks
Eruption, lightning

Most restricted cover • Water damage caused


• Sinking of vessel,
• Stranding, collision
ICC C + by ingress of sea, lake or
river of physical loss or damage….

• Explosion, fire • Total loss of a single


• Breakage, scratching, denting
package during loading
• Water damage only if resulting from or unloading • Theft, pilferage, non-delivery
the above • Water damage
• Contamination
Digunakan untuk : • Piracy
• Bulk Cargoes
• Ores sands Digunakan untuk : Used where very high quality of
• Scrap metal • Heavy Machinery goods in perfect condition, upon
• Steel Products arrival, is important.
Untuk barang-barang yang tidak
rusak akibat penanganan yang kasar Untuk barang yang kuat dan tidak
(rough handling) rusak akibat penanganan yang agak
kasar (robust handling)

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Sama dengan ICC A, kecuali duration clause menjadi 30 hari instead of 60 hari.

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses
Coverage:
• War, civil war, rebellio, revolution, insurrection, civil strife, hostile act, belligerent
power
• Capture, seizure, restraint or detainment
• Derelict mines, torpedoes, bombs , weapons of war
Termasuk GA dan Salvage Charges untuk menghindari kerugian akibat perils diatas

Duration:
Berlaku hanya ketika cargo dimuat diatas kapal oversea (waterborne agreement) dan
berakhir ketika:
• Pembongkaran dari akapal obersea di pelabuhan terakhir atau pelabuhan bongkar
• 15 hari dihitung sejak tengah malam kedatanggan kapal pada pelabuhan terakhir atau
tempat pembongkaran
Yangmana yang terjadi lebih dulu

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Coverage:
• RSCC, Locked out workmen or person taking part in disturbance
• Terrorism (tindakan seseorang atas nama atau berkaitan dengan organisasi untuk
menggulingkan, atau mempengaruhi dengan kekerasan atau kejahatan pemerintah
yang dibentuk secara sah)
• Act of political, ideological, religious motive

Juga menjamin GA dan Salvage Charges.

Duration Clause sama dengan ICC A,B dan C.

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Institute Bulk Oil Clause


Coverage ICC C dengan penambahan:
• EQ, VE, lightning
• Loss / contamination akibat leakage di pipa pada saat loading , unloading ,
transhipment
• Negligence dari crew pada saat proses pompa cargo / fuel
• Kontaminasi sbg akibat perubahan cuaca

Institute Coal Clause


• Coverage ICC B dengan penambahan coverage spontaneous combution, inherent vice
or nature dari Cargo.
• Duration coverage dimulai ketika cargo dimuat diatas kapal oversea dan berhakhir
ketika dibongkar dari kapal oversea pada pelabuhan yang disebutkan dalam kontrak.

Institue FOSFA Trade Clause


Tidak ada perbedaan dengan ICC A 2009. berbeda dengan ICC A 1982 terkait dengan
kerugian akibat status financial carrier atau ketidaklaik lautan kapal sepanjang
Tertanggung tidak mengetahuinya.
thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Institute Frozen Food Clause (A) (Excluding Frozen Meat)


Coverage berbasis ICC A dengan penambahan: coverage atas perubahan temperatur yang
disebabkan oleh:
• Rusaknya mesin pendingin yang menyebabkan stop beroprasi lebih dari 24 jam
• Kebakaran atau ledakan
• Kapal terdampar, kandas, tenggelam atau terbalik
• Angkutan darat tergelincir atau terbalik
• Tabrakan dengan kapal, atau alat angkut external selain air
• Pembongkaran kargo secara paksa pada port of distress

Klausula Tambahan : Frozen Food Extension Clause, menjamin kerugian akibat:


• Inherent Vice
• Pembusukan tulang, bakteri salmonella, dan infeksi sebelum berlakunya asuransi
• Kesalahan dalam persiapan, penataan, pendinginan, pembekuan, pembungkusan atau
pengemasan
• Kerugian atas kehilangan pasar

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Institute Frozen Meat Clause


Coverage berbasis Institute Frozen Food Clause dengan perbedaan:
• Coverage dimulai keika cargo masuk kedalam ruang pendingin yang ditentukan dalam
polis, berlanjut sampai 60 hari sebelum dimuat keatas kapal.
• Berlanjut ketika dalam perjalanan diatas kapal menuju gudang pendingin tempat
tujuan.
• Asuransi berakhir pada:
• 30 hari setelah pembongkaran dari kapal oversea untuk pengiriman US, Canada
dan Eropa
• 5 hari pada destinasi lainnya

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Institute Timber Trade Federation Clause


Terdapat 2 klausula timber :
• Kayu yang diangkut diatas deck
Coverage ICC B plus Theft, non delivery dan malicious damage

• Kayu yang tidak diangkut diatas deck


Coverage All Risks

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Coverage:
• ICC All Risks including partial loss or damage
• Terdapat batasan coverage untuk permesinan dalam kontainer
• Tidak terdapat duration clause, namun terdapat Scope of Insurance Clause
selama kontainer berada di batas laut dan dalam teritorial limit tertentu.
• ICC Total Loss, GA, Salvage, Salvage Charges, Sue and Labour (exclude partial loss)
• Coverage All risks dengan basis TLO atau CTL

• Container War and Strikes


• Sama dengan klausula War and Strikes pada cargo.
• Risiko Perang hanya ketika berada di laut
• Risiko Strikes juga termasuk ketika diatas alat angkut darat.

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Institute Classification Clause


• Klausula ini digunakan untuk memastikan bahwa barang diangkut oleh kapal yang
sudah bersertifikat yang dikeluarkan oleh classification societies
• Peran Classification Societes:
• Membuat aturan standar dalam desain dan pembangunan kapal
• Memasukan kapal ke dalam classification society, sehingga pemilik kapal dapat
memperoleh asuransi cargo dan pendanaan
• Melakukan inspeksi periodik tidak lebih dari interval 5 tahun
• Bertindak atas Pemerintah untuk mengkonfirmasi kapal ada pada sebuah register
nasional yang sesuai standar internasional

thomaswibowo@[Link]
Main Cover
ICC A I ICC B I ICC C I ICC Air I War Clause I Strikes Clause I Specific Clauses I Container I Other Clauses

Cargo ISM Endorsement


• Memastikan bahwa setiap kapal pengangkut cargo sudah memenuhi ISM Code
Document of Compliance

Institute Replacement Clause


• Klaulua ini mengatur kerusakan pada bagian dari mesin dibatasi oleh biaya perbaikan
atau penggantian dari bagian yang rusak atau hilang. Sehingga kerusakan bagian dari
mesin tidak dapat dianggap sebagai total loss.

Removal of Debris Clause


• Menjamin pembersihan puing akibat kecelakaan kendaraan yang mengangkut cargo
Tertanggung

Termination of Transit Clause (Terrorism)


• Membatasi kerusakan atau kerugian barang akibat terorism sepanjang ordinary course
of transit

Institute Cyber Attack Exclusion Clause


• Mengecualikan kerusakan atau kerugian yang disebabkan oleh Cyber Attack
thomaswibowo@[Link]
Other Cover
Marine Consequential Loss:
• Menjamin consequential loss akibat kerugian pada jaminan Cargo
• Consequencial loss yang dicover adalah : delay production yang mengakibatkan
kehilangan keuntungan (loss of profit) dan penambahan expenditure.

Stock throughput:
• Menjamin kerusakan cargo pada saat penyimpanan.

Charterparties and Cover


• Menjamin tanggung jawab penyewa kapal bareboat yang timbul pada saat
pengoperasian kapal dan tanggung jawab hukum atas kebocoran minyak dari kapal.

thomaswibowo@[Link]
Underwriting
Tipe Polis I Basis Valuation
• Voyage Policy
• menjamin cargo dari satu titik keberangkatan menuju titik tujuan
• Dikenal dengan sebutan facultative / single voyage policy
• Sebab2 dibuatnya voyage policy : small number of shipments ; umumnya memakai EXW
hanya sesekali memakai CIF

• Time Policy
• polis cargo akan menjamin selama periode tertentu irrespective jumlah shipments didalam
periode tsb
• Umumnya akan dikenakan deposit premium dan akan di adjust at the end of period

• Open Cover
• Memberikan jaminan cargo secara oromatis untuk semua shipment yang akan dilakukan
tertanggung untuk suatu voyage tertentu dengan jenis barang terentu dan nilai value
insured tertentu
• Deklarasi shipment harus dilakukan oleh tertanggung dalam suatu periode tertentu
• Disadvantage : labor cost krn harus membuat deklarasi shipment
• Advantage : no minimum deposit premium ; premi dibayar after declaration shipment
berdasar pada actual shipment

thomaswibowo@[Link]
Underwriting
Tipe Polis I Basis Valuation
• Valued and unvalued policies
• Valued : specifies the agreed value of the cargo.
• Umumnya digunakan dalam voyage policy – nilai cargo disebutkan secara pasti dalam
kontrak polis asuransi
• Unvalued policy : nilai exact dari sebuah cargo dalam satu shipment tidak disebutkan secara
pasti --- melainkan hanya nilai maksimum yang diperbolehkan oleh polis asuransi.

• Annual deposit and adjustable policies


• Insurer menerima deposit premium di awal periode asuransi dan akan melakukan
adjustment at the end period bergantung pada actual shipment.

• Flat non-Adjustable Annually reviewable Policy


• Khusus untuk bisnis dengan volume shipment yang kecil.
• Insurer akan mencharge flat annual premium berdasar pada estimasi yearly shipment

• Turnover based Policy


• Untuk diaplikasikan pada large companies yang mengirim berbagai macam produk mereka
ke berbagai tujuan – unilever
• Rate akan single untuk semua produk dan untuk semua tujuan – bisa bersifat adjustable
ataupun non adjustable.

thomaswibowo@[Link]
Underwriting
Tipe Polis I Basis Valuation

Dalam kontrak CIF, termasuk biaya administrasi pembeli dalam pengadaan impor yang
meliputi:
• Biaya Lisensi Import
• Biaya Bank dan Bunga Pinjaman
• Peningkatan nilai barang pada saat bongkar dari kapal atau pesawat
• Elemen potensi keuntungan dari penjualan barang
Umumnya basis valuation adalah plus 10%

Dalam kontrak FOB :


• kenaikan 10% tidak berlaku karena seller hanya responsible sampai denga barang
sampai on board of the vessel.
• Tidak ada biaya-biaya yang harus ditambahkan kedalam selling price of the goods.
• Pihak pembeli yang seharusnya memasukkan unsur 10% tsb karena mereka
responsible sejak cargo on board of the vessel sd final destination

thomaswibowo@[Link]
HAULAGE
CONTRACTOR’S
LIABILITY

thomaswibowo@[Link]
Haulage Contractor’s Liability compared to cargo risks
• Premi yang dicharge akan bergantung pada jumlah T/O dari sebuah
kontraktor pengangkutan (Haulage company)
• Tidak bergantung pada jenis dan type cargoes yang diangkut
mereka
• Ongkos kirim , pada umumnya berdasar pada biaya angkut dari satu
tempat ketempat lainnya, dan biaya tsb akan sama untuk 1 ton
mesin yang expensive dengan 1 ton cargo yang less valuable,
misalnya batubara.
• Berbeda dengan cargo, karena haulage ‘s liability tidak
mengasuransikan nilai cargo yang diangkutnya , melainkan liability
yang mungkin timbul selama cargo tsb berada dalam CCC dari pihak
haulage contractor tsb.
• Legal liability tsb bisa timbul karena :
– Kontrak pengangkutan antara shipper dgn haulage contractor
– Hukum / international convention
– Common law

thomaswibowo@[Link]
Typical policy construction and content
• No standard form of wording
• Umumnya polis terbagi menjadi 4 sections :
– Luas jaminan standard
– Tambahan / perluasan jaminan
– Conditions precedent and subsequent to the liability (syarat – syarat /
ketentuan polis)
– Exclusions / pengecualian
• Ada 3 alternatif luas jaminan :
– Polis akan membayar liability thd kerusakan cargo kepada client mereka
jika haulage legally liable – sesuai dengan kontrak pengangkutan yang
dibuat.
– Alternatifnya haulage contractor akan defence , insurer akan mengajukan
defence thd tuntutan thd haulage contractor berdasar pada kontrak
pengangkutan yang dibuat.
– Jika cargo owner memutuskan untuk menghadapi defence dari haulage
contractor – pihak asuransi haulage contractor berhak untuk memutuskan
apakah akan bayar tuntutan atau tetap defence

thomaswibowo@[Link]
Typical policy construction and content
• No standard form of wording
• Umumnya polis terbagi menjadi 4 sections :
– Luas jaminan standard
– Tambahan / perluasan jaminan
– Conditions precedent and subsequent to the liability (syarat – syarat / ketentuan
polis)
– Exclusions / pengecualian
• Ada 3 alternatif luas jaminan :
– Polis akan membayar liability thd kerusakan cargo kepada client mereka jika
haulage legally liable – sesuai dengan kontrak pengangkutan yang dibuat.
– Alternatifnya haulage contractor akan defence , insurer akan mengajukan defence
thd tuntutan thd haulage contractor berdasar pada kontrak pengangkutan yang
dibuat.
– Jika cargo owner memutuskan untuk menghadapi defence dari haulage contractor
– pihak asuransi haulage contractor berhak untuk memutuskan apakah akan bayar
tuntutan atau tetap defence
– Jika hakim memenangkan tuntutan pihak klient, maka asuransi dari haulage
contractor akan :
• Membayar semua biaya hukum termasuk biaya hukum dari pihak klien
• Dan membayar tuntutan liability yang diputuskan pengadilan

thomaswibowo@[Link]
Cover Provided
• Inti jaminan asuransi yang diberikan adalah : menjamin
tuntutan klient atas dasar legal liability dari pihak haulage
contractor sesuai dengan kontrak pengangkutan atau sesuai
dengan UU / Common Law -- atas kerusakan cargo selama
berada dalam CCC dari pihak haulage contractor.
• 2 important points :
– jaminan hanya berlaku pada saat cargo berada dalam CC dari haulage
contractor
– Cargo harus milik pihak ketiga (klien) dan dalam CCC haulage berdasar
pada upah / ongkos angkut --- tidak menjamin kerusakan pada
properties milik haulage contractor.

thomaswibowo@[Link]
Rating Practices
Ada 3 metode perhitungan premi :
• Premi di charge berdasar pada setiap alat angkut
• Adjustable premium berdasar pada estimate pendapatan dari
haulage contractor
• Fixed premium yang akan di charge 100% of estimate income
haulage contractor

thomaswibowo@[Link]
Custody and control
• Jika cargo mengalami kerusakan pada saat loading / unoading, carrier
tidak secara otomatis mempunyai liability.
• Pertanyaannya adalah : apakah cargo saat itu sedang dalam CCC dari
haulage contractor ???
• Jika tidak, maka haulage contractor free from liability
• Ada 2 pihak yang mungkin bisa memiliki liability ;
– Pengirim barang tsb yang melakukan proses loading / unloading atau
– Penerima barang
• Pada umumnya, proses loading / unloading tidal melibatkan haulage
contractor atau pengemudi alat angkut (loading the goods)
• Namun, kewajiban untuk mengikat dan melashing cargo diatas alat angkut
adalah kewajiban dari haulage contractor / driver (securing the load)

thomaswibowo@[Link]
Custody and control
• Jika cargo mengalami kerusakan pada saat loading / unoading, carrier
tidak secara otomatis mempunyai liability.
• Pertanyaannya adalah : apakah cargo saat itu sedang dalam CCC dari
haulage contractor ???
• Jika tidak, maka haulage contractor free from liability
• Ada 2 pihak yang mungkin bisa memiliki liability ;
– Pengirim barang tsb yang melakukan proses loading / unloading atau
– Penerima barang
• Pada umumnya, proses loading / unloading tidal melibatkan haulage
contractor atau pengemudi alat angkut (loading the goods)
• Namun, kewajiban untuk mengikat dan melashing cargo diatas alat angkut
adalah kewajiban dari haulage contractor / driver (securing the load)
• Kondisi tsb tidak berlaku untuk jenis cargo seperti kendaraan bermotor
(car transporting) dan barang curah (bulk liquid).

thomaswibowo@[Link]
Custody and control
• Car transporting : driver dari pihak haulage contractor umumnya juga akan
bertugas dalam loading atau unloading kendaraan bermotor kedalam truk
pengangkutnya.
• Saat itu, kendaraan bermotor tsb sedang dalam CCC dari haulage
contractor – resiko ini bisa di extend dalam polis haulage contractor’s
liability.
• Bulk liquids : pada loading proses, driver / haulage contractor tidak
berperan – biasanya loading dilakukan oleh pihak dimana loading tsb
dilakukan,
• Pada saat unloading, driver / haulage contractor umumnya akan berperan
dalam proses pembogkaran cargo sampai dengan di muat kedalam silo /
tank
• CCC bekerja dan polis harus diperluas dengan resiko ini (unloading
processes of bulk liquids)

thomaswibowo@[Link]
Mis-Delivery
• Wrong address : terbatasnya waktu dan banyaknya cargo yang harus
diantar , menjadi penyebab utama kesalahan alamat dalam pengiriman
cargo
• Wrong location at right address : kesalahan penempatan cargo dalam satu
lokasi.
• Delivery to bogus consignee : salah kirim kepada orang yang tidak berhak
thd cargo tsb

thomaswibowo@[Link]
Limits of Legal Liability
• Insurer akan menerapkan limit liability dan level premium yang adequate.
• Insurer juga bisa menerapkan conditions / warranties terutama untuk
cargo yang bersifat tempting to be theft.
– CMR : 8.33 SDRs per kilo
– RHA : 1,300 per tonne
– BIFA : 2 SDRs
– UKWA : 100 per tonne
• Haulage contractor memberikan jaminan all risks yang berarti : mereka
akan responsible thd kerusakan cargo irrespective apakah kerusakan tsb
sebagai akibat negligence mereka atau bukan.
• Cargo owner tidak punya kontrak dengan haulage ‘s insurer – jika ada
claim dispute – cargo owner akan tuntut haulage contractor.
• Jika haulage’s insurer decline the claim krn cause of claim tidak dijamin
ATAU decline the claim karena breach one of the policy condition – cargo
owner tidak bisa tuntut haulage’s insurer.
• cargo owner , tetap harus memiliki polis cargo insurance to protect them.

thomaswibowo@[Link]
Principal carriers and sub contractor
• Haulage contractors memiliki hubungan kerja dengan FF, warehousekeepers,
stevedoring, etc.
• FF seringkali memiliki cakupan pekerjaan yang paling kompleks – mengatur mulai dari
haulage, storage, stowage, loading / unloading dalam suatu transit cargo
Principal carriers and sub contractors
• Haulage contractor bisa bertindak sbg principal carriers dan sub-contractor carriers.
• Principal carrier : mereka set the terms of the contract dan deal with the client.
• Mereka kemudian yang akan menentukan apakah akan menggunakan alat angkut milik
mereka ATAU me sub-contract kan nya kepada haulage contractor lainnya.

Stevedoring firms
• Pergerakan / perpindahan cargo dipelabuhan , di kontrol oleh stevedoring (perusahaan
bongkar muat / PBM).
• Bertanggungjawab thd loading / unloading of the cargoes
• 2 metode loading s:
– Ro/Ro vessels : loading / unloading mencakup self drive trailer / kendaraan dan containers
kedalam kapal.
– Deep sea vessels : loading / unloading umumnya menggunakan crane
• Kontrak dengan stevedoring umumnya akan berbasis pada hagus-Visby rules

thomaswibowo@[Link]
RISK PROFILES OF
TYPICALLY TRADED
GOODS

thomaswibowo@[Link]
A. Covering typically traded goods
A1. Specie , termasuk bank notes, bullion, benda seni, perhiasan
• Very tempting to the theft dan rentan thd moral hazard dari tertanggung
• Resiko lainya adalah : perampokan, pemalsuan dokumen , pemalsuan cargo, nilai
cargo yang menjadi kecil walaupun skala kerusakan hanya bersifat minor, niat jahat
orang lain, pencurian oleh karyawan tertanggung

A2. Frozen goods : selain dari perils of / on the sea, cargo juga terekspose thd kerugian
karena rusaknya mesin pendingin
• RSMDCC dari pihak2 penyayang binatang / hewan
• Akumulasi dari refrigerated container yang ditempatkan di satu lokasi

thomaswibowo@[Link]
A. Covering typically traded goods
A3. Fruit and vegetables
• Terkspose thd loss in weight selama transit
• Natural risks : jenis produk / cargo, faktor kelembaban dari cargo dan dari
lingkungan sekitar, metode packing, kondisi transit, periode transit, perubahan
suhu / tempratur selama transit.
• Non Natural risks : poor handling dalam proses loading / unloading dan stowage,
pencurian (easy to be sold)

A4. Goods in bulk form


• Terbagi menjadi : dry bulk dan liquid bulk + food dan non-food cargoes
• Bulk liquid non food : crude oil, fuel, minerals, etc
• Bulk liquid food : CPO, gula, beras, etc
• Untuk bulk cargoes, resiko pencurian lebih kecil tetapi resiko mis-delivery,
shortage, contamination cukup besar

thomaswibowo@[Link]
A. Covering typically traded goods
A3. Fruit and vegetables
• Terkspose thd loss in weight selama transit
• Natural risks : jenis produk / cargo, faktor kelembaban dari cargo dan dari lingkungan sekitar,
metode packing, kondisi transit, periode transit, perubahan suhu / tempratur selama transit.
• Non Natural risks : poor handling dalam proses loading / unloading dan stowage, pencurian
(easy to be sold)

A4. Goods in bulk form


• Terbagi menjadi : dry bulk dan liquid bulk + food dan non-food cargoes
• Bulk liquid non food : crude oil, fuel, minerals, etc
• Bulk liquid food : CPO, gula, beras, etc
• Untuk bulk cargoes, resiko pencurian lebih kecil tetapi resiko mis-delivery, shortage,
contamination cukup besar
• Kontaminasi thd bulk cargoes :
– Masuknya partikel asing kedalam tempat penyimpanan cargo
– Mis delivery dari cargo sehingga terkontaminasi oleh barang lain yang sudah ada di
dalam storage area tsb (silo tank)

thomaswibowo@[Link]
A. Covering typically traded goods
A5. Made-up clothing
• Baju / pakaian – terkspose thd resiko theft, water damage

A6. Brown, white, and grey goods


• Brown goods : televisi, hi-fi equipments, dvd players, etc
• White goods : household appliances ie cookers, washing machine, refrigerator, etc
• Grey goods : computers, games, etc
• Standard packing untuk ketiga jenis cargo tsb, sangat tinggi – good for insurers

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Acetic acid : packing dengan plastik dan kemudian dibungkus / diletakkan
dalam box/drum. Flammable dan highly contamination to other goods
• Almonds : rentan thd kelembaban, panas atau terkena kontaminasi benda
lain yang tidak bersih. Packing : karton, bags
• Alumunium : diantara lembar alumunium dilapisi kertas supaya tidak
menempel satu sama lain. Rentan thd goresan / scratch. Jika disimpan di
lantai, harus dengan menggunakan alas untuk menghindari kelembaban
• Apel : packing dalam refrigerated container. Rentan thd rough handling
dan breakdown dari mesin pendingin di container
• Apricot : yang sudah dikeringkan – packing dalam carton / bags. Bisa rusak
kalau terkena overheat

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Bacon : packing dalam karton dan masuk dalam refrigerated container
• Pisang : dibungkus pakai polythene (sejenis alumunium foil lalu
dimasukkan dalam karton. Recommended temprature : 11.5 C – 12 C
• Beans : packing : bags ataupun in bulk . Rentan thd panas dan akan rusak
jika diangkut dalam keadaan lembab
• Beers : packing dalam botol / kaleng lalu masuk dalam karton. Rentan thd
perubahan suhu dan panas berlebihan
• Resiko lain : breakage of botol, denting
• Brazil nuts : packing dalam bags. Rentan thd kelembaban yang tinggi.
Membutuhkan ventilasi udara yang baik, dan rentan thd water damage.

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Bulk oil and fats : rentan thd loss of weight / volume, kontaminasi. Proses
unloading : dipanaskan terlebih dahulu – mencair – baru di unloading. Jika
pemanasan tidak baik, banyak yang akan shortage didalam alat angkut /
pipa
• Canned goods : memiliki masa expiry dalam pemakaiannya. Rentan thd
overheat yag bia mengakibatkan explosion
• Caravans : rentan thd theft dan pilferage thd bagian-bagian dari caravan
tsb. Untuk yang fixed – open storage – expose thd storm, badai, hujan, dsb
• Chocolate : dibungkus dengankertas / alumunium foil lalu dimasukkan
dalam karton. Memakai refrigerated container. Rentan thd panas,
kelembaban, kontaminasi serangga, memiliki expiry date

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Coffee beans : masuk kedalam kantung / bags yang memiliki pori-pori
untuk ventilasi udara. Normal shortage 0.5% . Rentan thd water damage
yang bisa menyebabkan perubahan rasa dan warna
• Computers : rentan thd benturan , water damage, theft. Packing dalam
karton dilapisi dengan busa keras untuk menahan benturan dari luar
• Copper and copper alloy products : retan thd water damage –
menyebabkan karat
• Cotton goods : rentan thd tekena hama / serangga – dicegah dengan
disemprotkan antiseptic
• Deterjen : dalam bentuk bubuk. Packing : drum. Rentan thd water damage
dan kelembaban.
• Electric equipment : sama dengan computers

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Pupuk : bulk shipment / bags. Rentan thd kontaminasi dari air , robek
pembungkusnya
• Fish : refrigerated container.
• Glass : breakage. Butu standard packing yang baik guna mencegah
pergerakan kaca selama transit
• Grain : bulk / bags [Link] thd overheat, sweat, water damage
• Hi-fi equipment : sama dengan computers
• Household dan personal effects : packing bisa break bulk ataupun
containerised. Rentan thd theft, rough handling, water damage, breakage,
dent, etc
• Machinery : sama seperti household and personal effects.
• Meat : refrigerated container, rentan thd perubahan suhu terutama
sebagai akibat engine breakdown dari mesin pendingin

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Motor vehicles : rentan thd rough handling, insufficient stowage, poor
driving skills during loading / unloading, rusting terkena air laut
• Paints : packing : kaleng / drum. Oil based – flammable , harus sesuai dgn
IMDG (International Maritime Dangerous Goods) . Harus dijauhkan dari
sumber panas. Tidak boleh terlalu dingin – rusak
• Kertas dalam gulungan : rentan thd rough handling, water damage
• Petrol and its products : flammable, subject to IMDG , rentan thd loss of
volume, kontaminasi, kebersihan tanki penyimpanan, shortage due to
ullage (design tanki yang memungkinkan sisa-sisa minyak tidak bisa di
unload dengan baik
• Rice : rentan thd heat dan sweat..normal loss of weight 1% - 3% .

thomaswibowo@[Link]
B. Risk profiles of selected goods
• Tea : rentan thd water damage, sweat, fire / smoke, loss in weight,
pilferage
• Timber : terbagi dua menjadi softwoods, hardwood. Rentan thd water
damage dan rusak dibagian ujung dari timber tsb.

thomaswibowo@[Link]
FURTHER ASPECT
OF RISK

thomaswibowo@[Link]
A. Risk perception and evaluation
Natural Perils of The Sea I Unnatural Perils of The Sea I Loss or damage during land transit

• Setiap transit melalui laut terkspose thd resiko yang bisa mengakibatkan
kerugian thd kapal, cargo, freight cost yang ti bul dari cuaca ataupun sifat
natural dari laut itu sendiri.
• Contoh : badai, petir, kabut, air pasang, gempa di dasar laut, tsunami, dsb

• Kabut / fog : bisa mengakibatkan tabrakan antar kapal dan kandas


• Arus : gerakan air ke arah tertentu dengan kecepatan berbeda pada setiap
kedalamannya. Bisa menggerakkan kapal dan mengakibatkan kandas
ataupun collision dengan obyek lain.
• Heavy weather : onbak besar and angin kencang. Bisa membuat kapal
terbalik, washing overboard of cargoes, unstable of the vessel, dsb.
• Ice : bongkahan es yang menempel pada badan kapal – membuat kapal
unstable. Iceberg , bisa merobek lambung kapal – tenggelam (titanic case)
• Volcanoes and tsunami : gunung berapi meletus – memuntahkan batu dan
lahar + menimbulkan gelombang besar yang bisa menjadi tsunami.

thomaswibowo@[Link]
A. Risk perception and evaluation
Natural Perils of The Sea I Unnatural Perils of The Sea I Loss or damage during land transit

• Other perils of the sea :


– Sandbanks : gundukan tanah / timbunan tanah / sedimen yang bergerak dari satu titik ke
titik lainnya karena terbawa arus – bisa mengakibatkan kandas karena sedimen tsb tidak
perna ada di satu jalur pelayaran tertentu.
– Rocks : batu-batuan yang timbul di dasar atau permukaan laut sebagai akibat muntahan
gunung berapi yang meletus. Bisa mengakibatkan tertabrak kapal ataupun kandas
– Tides : air pasang yang bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari.
– Perubahan air pasang, bisa mengakibatkan kandasnya kapal (di exclude dalam polis
H&M)

thomaswibowo@[Link]
A. Risk perception and evaluation
Natural Perils of The Sea I Unnatural Perils of The Sea I Loss or damage during land transit

• Fire : umumnya sebagai akibat mechanical / electrical breakdown pada


mesin kapal.
• Piracy : perompak kapal yang bertujuan untuk mendapatkan uang
tebusan.
– 2 poin utama dalam kasus perompakan, pembayaran tebusan tidak melanggar
public policy dan penangkapan kapal tidak dapat dikategorikan sebagai ATL.
– Uang tebusan bisa masuk dalam kategori GA.

• Handling damage : setiap cargo terkspose thd kerusakan pada saat proses
loaidng , unloading, stowage dan transshipment.

thomaswibowo@[Link]
A. Risk perception and evaluation
Natural Perils of The Sea I Unnatural Perils of The Sea I Loss or damage during land transit

• Frequency loss di on-shore lebih tinggi dibanding sea transit


• Theft : salah satu proxima cause terbesar pada land transit
• Theft bisa timbul dari berbagai sebab :
– Alat angkut yang tidak dijaga
– Alat angkut yang tidak dikendarai, mis :Proses pengisian bahan bakar
– Pada saat driver tertidur di dalam alat angkut
– Dengan penipuan oleh pihak yang berpura-pura sebagai consigness (bogus
consignee)
– Dengan tipuan / trick
– Dengan kekerasan -- dirampok, dibajak di jalan
– Selama proses loading / unloading
– Dilakukan oleh driver atau karyawan tertanggung
– Dilakukan oleg driver yang bekerjasama dengan pihak lain (collusion)
– “Round the corner” theft (almost similar with bogus consignee) n– thefy by
deception
• Definisi dijaga adalah dalam perhatian pengemudi dan dalam posisi untuk
melakukan sesuatu atas adanya usaha pencurian.
thomaswibowo@[Link]
A. Risk perception and evaluation
Natural Perils of The Sea I Unnatural Perils of The Sea I Loss or damage during land transit

Kecelakaan Lalu Lintas


• Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab terbesar kedua pada risiko di
Jalan raya.

Air Freight
• Less exposure dibanding dengan sea risks karena voyage period yang lebih
singkat, proses loading / unloading / transshipment yang lebih ketat
aturannya.
• Umumnya premi untuk air freight lower than sea transit, approx. 40%
lower.

thomaswibowo@[Link]
A. Risk perception and evaluation
Natural Perils of The Sea I Unnatural Perils of The Sea I Loss or damage during land transit

Air Freight
• Summary : faktor-faktor resiko yang dihadap cargo selama transit :
– Terkontaminasi dengan faktor diluar cargo tsb yang bisa mengakibatkan
perubahan rasa, aroma, warna, dsb.
– terkontaminasi oleh minyak, barang kimia
– Water damage
– Theft, pilferage, piracy
– Akibat angin, hujan , panas
– GA sacrifice
– War and strikes
– Washing overboard
– Rough handling during loading / unloading
– Collision of the vessel / conveyance
– Accident to the conveyance
– Inherent vice, breakage, leakage
– Deterioration due to variation in tempratre

thomaswibowo@[Link]
B. Risks in different Countries and Routes
• Cuaca menjadi salah satu penyebab kerugian yang paling sering terjadi
dan juga paling menjadi concern dari para pelaku bisnis marine

thomaswibowo@[Link]
C. Loss prevention
• 3 alasan pelaksanaan Loss Prevention:
– Untuk mencegah terjadinya kerugian
– Untuk mendapatkan premi asuransi yang adequate / tidak mahal
– Untuk kelangsungan bisnis dari shipper / carrier

Loss prevention and the owners of goods


• Tindakan pertama adalah melakukan packing yang sesuai dengan jenis
barang dan rute yang akan dilalui
• Untuk mencegah theft : outer packing di biarkan kosong dan tidak ada info
mengenai jenis barang ataupun shipper TETAPI tetap harus ada nama
consignee – hal ini sudah cukup untuk pencuri mengetahui jenis barang
didalam packing tsb.

thomaswibowo@[Link]
C. Loss prevention
Loss prevention and carriers
Carrier lebih berperan dalam menjalankan fungsi loss prevention dan loss control
karena cargo lebih lama berada didalam pengawasan carrier

• Sea risks : salah satu metode loss prevention : MIA 1906 section 39 : cargo harus
diangkut oleh kapal yang seaworthy – warranty bagi ship owners

• Land risks ; penekanan loss prevention adalah terhadap theft risks – oleh karena
itu faktor security menjadi yang utama dalam melakukan loss prevention pada
land transit

• Seller sangat concern thd keselamatan cargo yang dikirimnya karena pihak buyer
akan percaya jika semua kontrak bisnis berjalan lancar (termasuk transit cargo tsb).
• Walaupun klaim akan diganti asuransi, tetapi buyer mungkin sudah tidak terlalu
comfort dengan seller – berlaih ke seller lainnya.

thomaswibowo@[Link]
C. Loss prevention
Kegunaan Survey
• Preventive actions : mengantisipasi risiko kehilangan atau kerusakan dengan
memberikan rekomendasi yang tepat untuk pencegahan risiko
• Post – loss : meneliti cause of loss, dan membuat rekomendasi supaya kejadian yg
sama tidak terlulang lagi

Bentuk Survey:
• Load, stow, and securement surveys. Dilakukan pada proses loading, stowage
cargo di dalam alat angkut dan proses pengikatan cargo pada alat angkut. Semua
harus sesuai dgn jenis cargo dan rute / voyage yang akan dijalani.
• Packing surveys.
– Dilakukan pada sat cargo sampai di final destination.
– Untuk memeriksa kondisi cargo dan mengajukan klaim jika terdapat kerusakan
/ shortage pada cargo tsb
• Hatch and hold surveys
– Dilakukan sebelum cargo di loading under deck sebuah alat angkut
– Surveyor periksa kondisi cargo hold dan bagian hatch cover apakah tertutup
dengan sempurna thomaswibowo@[Link]
D. Risk accumulation
• Risiko terakumulasi ketika Penanggung secara tidak sadar terpapar risiko lebih
banyak daripada yang diharapkan.
• Akumulasi dapat terjadi dalam 2 hal :
– Akumulasi cargo pada satu kapal
– Akumulasi cargo pada satu lokasi (warehouse, port atau terminal)

Cara untuk menghindari risiko akumulasi adalah:


• Penggunaan accumulation clause
• Penggunaan sistem untuk mendapatkan eksposur yang diterima.

thomaswibowo@[Link]
CLAIMS

thomaswibowo@[Link]
A. Claim Notification
Relating to Carriage I Quantum Claim I Recovery I Other Documents I Survey Reports
• Bill of Lading: Diperlukan sebagai bukti bahwa cargo dimuat diatas kapal dan bukti
kepemilikan (insurable interest) Tertanggung dalam mengajukan klaim
• Waybills:
• Seawaybills: sama seperti Bill of Lading
• Airwaybills: Bukti bahwa cargo dimuat diatas pesawat
• CMR Consignment Note, berisi :
• Penyebab kerusakan
• Identitas pengirim
• Identitas penerima
• Interchange Receipt: diperlukan untuk mengetahui kapan terjadi kerusakan atau
kehilangan selama perjalanan
• Outturn Report: mengindikasikan suatu cargo berkurang dan rincian atas setiap
kerusakan yang terjadi sebelum tiba di Pelabuhan
• Final Delivery Receipt: tanda terima terakhir yang membuktikan bahwa barang
diterima dalam kondisi baik/ mengalami kerusakan. Diperlukan untuk:
• Melindungi hak claimant dan dasar subrogasi bagi Penanggung
• Bukti bahwa kerusakan terjadi selama perjalanan yang menjadi dasar claim
dalam asuransi marine cargo
thomaswibowo@[Link]
A. Claim Notification
Relating to Carriage I Quantum Claim I Recovery I Other Documents I Survey Reports
• Sales Invoice: Membuktikan jumlah yang dibayar oleh consignee untuk
barang dan membuktikan klaim
• Packing List : informasi isi dari setiap kemasan (cargo), membuktikan
bahwa isi dari cargo sama dengan yang akan diklaim
• Quantified Statement dan Repair Invoice: QS merupakan claim Formal
Tertanggung secara rinci, Repair Invoices merupakan bukti biaya perbaikan
barang
• Original Certificate of Insurance or Declaration: merupakan bukti
kontraktual antara Tertanggung dan Penanggung dan menjadi dasar
pengajuan klaim

thomaswibowo@[Link]
A. Claim Notification
Relating to Carriage I Quantum Claim I Recovery I Other Documents I Survey Reports
• Letter of Reserve: surat yang menyatakan bahwa Tertanggung tetap
memiliki hak untuk menuntut tanggung jawab Bailees atau Carrier atas
kerusakan cargo.

Application of Time Bar


Adalah surat permintaan perpanjangan waktu subrogasi. Hal ini dilakukan
karena terdapat batasan waktu pelaksanaan subrogasi kepada Bailees atau
Carrier.

thomaswibowo@[Link]
A. Claim Notification
Relating to Carriage I Quantum Claim I Recovery I Other Documents I Survey Reports
Other Documents
• Condemnation Certificates: sertifikat pelaksanaan penghancuran dan penolakan
produk makanan yang telah terkontaminasi atau telah rusak.
• Ship’s Temperature Data Log : log book terkait dengan temperatur kapal,
digunakan untuk klaim cargo yang sensitive terhadap perubahan suhu.
• Pre shipment Survey: informasi kondisi dan nilai barang sebelum kapal berlayar

Survey Reports:
• Surveyor akan memberikan konfirmasi atas kerusakan cargo ataupun karena
berkurangnya jumlah cargo (short delivery).
• Mereka akan mengambil foto-foto dari damaged cargoes --- digunakan sebagai
bukti / alat untuk menuntut pihak yang responsible thd kerusakan tsb
• Untuk kasus short delivered – survey report akan memberikan konfirmasi bahwa
carrier meang tidak bisa mengetahui keberadaan cargo di pelabuhan ataupun di
gudang yang dilalui selama transit.
• Penting untuk klaim short delivered karena seringkali cargo just simply mis-
delivered dan consignee (yang sebenarnya tidak berhak atas cargo tsb) tidak
segera melaporkan cargo yang diterimanya

thomaswibowo@[Link]
B. Peranan Surveyor, Average Adjuster, Lawyers dan Courts

Surveyors:
• Bertugas untuk memeriksa cargo yang mengalami kerugia dan menyelidiki
kronologi klaim untuk kasus pencurian atau cargo yang hlang / lost.
• Menjamin hak subrogasi Penanggung kepada bailee
• Authority Claim Setting Agency:
– Menyelidiki klaim
– Meminta dokumen – dokumen pendukung claim – B/L, packing list, invlice,
dsb
– Bernegosiasi mengenai biaya perbaikan atau penggantian
– Mengingatkan Tertanggung untuk melakukan tindakan meminimalisir kerugian

Average Adjuster:
• Menyiapkan GA statements dan membantu dalam penyelesaiannya
• Melakukan penagihan GA Security dan Salvage Security.

thomaswibowo@[Link]
B. Peranan Surveyor, Average Adjuster, Lawyers dan Courts

Lawyers:
• Solicitors:
– Memberikan advise dari segi hukum terkait dengan pelaksanaan klaim
– Membantu Tertanggung untuk meyakinkan Penanggung bahwa klaim diterima dan
membaya ke pengadilan jika Penanggung menolak klaim
– Membantu dalam penagihan recovery dari Bailee sehubungan dengan dispute klaim
yang terjadi
– Membantu Penanggung dalam hal Tertanggung mengajukan keberatan pada saat klaim
ditolak.
• Barrister:
– Mewakili pihak Penuntut dan memberikan advise terkait dengan dispute case
– Memberikan opini hukum sebagai pertimbangan para pihak untuk tidak elanjutkan ke
pengadilan

Recovery Agent:
• Melakukan recovery dengan menahan barang ke suatu tempat sampai setiap liability dan
general average sudah terselesaikan
• Melakukan tindakan untuk mengurangi kerugian sblm dilakukan recovery
• Melakukan recovery atas barang yang dicuri
thomaswibowo@[Link]
C. Aplikasi dari Institute Cargo Clause – ICC A
• Cargo berupa pakaian, ditemukan berkurang dan basah setibanya di pelabuhan. Hasil survey
menyatakan bahwa sebagian muatan dipindahkan untuk memberikan ruang bagi imigran
gelap.
• Kerugian : Short Delivery dan kerusakan

• Perhitungan:
– Original Value : 250,000
– Freight : 20,000
– Cargo yang dipindahkan 20% dari total
• Claim Kerusakan:
– Claim CTL : 200,000
– Freight : 20,000 (80% dari Cargo yang tersisa)
– 10% uplift (CIF) : 21,600
– Total : 237,600
• Claim Pencurian:
– Partial Loss : 50,000
– Freight : 4,000 (20% dari Cargo yang hilang)
– 10% uplift : 5,400
– Total : 59,400
• Maksimum klaim : 297,000
thomaswibowo@[Link]
C. Aplikasi dari Institute Cargo Clause – ICC B & ICC C
ICC B

ICC C

thomaswibowo@[Link]
C. Aplikasi dari Institute Cargo Clause – Both to Blame

Perhitungan Klaim
Cargo Owner

Recovery dari Kapal B : 50,000

Kapal B

Recovery dari Kapal A (50%) : 25,000

Kapal A

Recovery dari Cargo Owner atas dasarCollision Liabilty : 25,000

Cargo Owner

Klaim ke Asuransi atas dasar BtB : 25,000


thomaswibowo@[Link]
D. Practical Adjustment of Claims
Partial Damage I Actual Total Loss I Constructive Total Loss
On Board the Overseas Vessel

En Route to port Departure

thomaswibowo@[Link]
D. Practical Adjustment of Claims
Partial Damage I Actual Total Loss I Constructive Total Loss
Actual Total Loss:
• Untuk pengiriman CIF, pembeli dapat mengklaim full value plus 10% bersamaan
dengan biaya pengangkutan yang tidak tercover dari biaya pengangkutan (Freigth).

Constructive Total Loss:


• Sebuah kapal mengangkut mesin senilai 450,000 tenggelam di perairan dangkal.
Membutuhkan biaya recovery 530,000 dan biaya Freight 10,000. hitung nilai
minimum CTL

thomaswibowo@[Link]
E. Other Charges & Expenses
Particular Charges I Salvage Charges I Sue & Labour I Extra Charges
• Biaya yang dikeluarkan oleh tertanggung untuk mengurangi kerugian yang lebih
besar.
• Contoh beberapa particular charges :
– Biaya pemisahan damaged cargo dengan sound (good) cargoes
– Biaya pembersihan dan pengeringan wet cargoes
– Biaya fumigasi biji coklat yang terkontaminasi
– Biaya repacking jika outlook packing rusak dan bisa mengakibatkan rusaknya
mesin didalamnya

thomaswibowo@[Link]
E. Other Charges & Expenses
Particular Charges I Salvage Charges I Sue & Labour I Extra Charges
• Biaya yang dikeluarkan untuk penyelamatan yang dilakukan oleh pihak ketiga. Perhitungan
biaya berdasarkan besarnya cargo yang diselamatkan.
• Sebuah kapal dengan nilai 60 Juta dan Cargo 40 Juta mengalami kebakaran dengan
total kerugian kapal 10 Juta dan cargo 5 Juta. Jika salvage charges adalah 2%, hitung berapa
biaya masing-masing pemilik kapal dan pemilik cargo.

thomaswibowo@[Link]
E. Other Charges & Expenses
Particular Charges I Salvage Charges I Sue & Labour I Extra Charges
Sue & Labour Charges
• Merupakan biaya yang dikeluarkan pemilik kapal untuk menghindari kerusakan
atas cargo.
• Biaya tersebut akan dibebankan kepada pemilik cargo

Extra Charges
• Merupakan biaya tambahan yang muncul berkaitan dengan kerugian cargo,
misalnya biaya penjualan cargo yang rusak dan biaya survey

thomaswibowo@[Link]
F. General Average Claims
• Perhitungan berdasarkan proporsi nilai kepentingan masing-masing dibandingkan
dengan total nilai keseluruhan advanture.

thomaswibowo@[Link]
G. Measure of Indemnity
Valued Policy
• Pengukuran indemnity pada valued policy adalah sesuai dengan nilai item yang
dikirimkan dengan penambahan biaya extra.

Unvalued Policy
• Pengukuran indemnity pada awal penutupan menggunakan limit dari sum insured.
• Maksimum indemnity adalah senilai limit atau deklarasi pengiriman, yang mana
yang lebih kecil.

thomaswibowo@[Link]
H. Calculating Haulage Contractor’s Liability
RHA Liability I CMR Liability I Warehouse Keeper Liability
RHA Liability
• Perhitungan klaim berdasarkan Road Haulage Contractor’s Liability
• Maksimum penggantian adalah sebesar GBP 1,300 per ton.
• Klaim dibayar tanpa memperhatikan kesalahan Contractor

CMR Liability
• Perhitungan klaim berdasarkan konvensi CMR (pengangkutan darat antara dua
negara)
• Maksimum penggantian adalah sebesar 8.33 SDR per kg
• Klaim dibayar apabila terdapat kelalaian Contractor atau kerusakan terjadi dalam
penjagaan mereka

Warehouse Keeper Liability


• Perhitungan klaim berdasarkan UK Warehousing Association Condition for Logistic
• Maksimum penggantian GBP 100 per ton
• Klaim dibayar apabila terdapat kelalaian dari Penjaga Gudang.

thomaswibowo@[Link]
Sekian &Terima Kasih
thomaswibowo@[Link]
SOAL-SOAL

thomaswibowo@[Link]
Chapter I
• Kontainer sebagai alat transportasi barang dirancang untuk
tujuan spesifik. Jelaskan 3 (tiga) tujuan spesifik tersebut (mar
2013 no 14)

thomaswibowo@[Link]
Chapter 2
• Uraikan perbedaan utama antara air waybill dengan bill of lading
• Uraikan pengertian document of title dari suatu bill of lading dan mengapa bill of Lading sering disebut
sebagai negotiable document? (sept 2013 no 1)
• Dalam kaitan dengan Incoterms, uraikan ; (sept 2013 no 11)
– Pengertian dari Incoterms
– Masing-masing 3 (tiga) kewajiban dari penjual dan kewajiban dari pernbeli pada kondisi
• Free on Board (FOB)
• Cost and Freight (C& F)
• Cost, Insurance & Freight (CIF)
• Terkait dengan lingkup bisnis impor dan eskpor, uraikan pengertian dari bareboat charter.(mar 2014 no 7)
• Sehubungan dengan konsep peran custody and control, uraikan 3 (tiga) fungsi dari Air Way bill ? (mar
2014 no 8)
• Sehubungan dengan prinsip utama dalam perdagangan, uraikan pengertian negotiating bills of lading dan
sebutkan 3 (tiga) cara endorsemen yang biasa dilakukan(sept 2014 no 8)
• Sehubungan dengan ruang lingkup bisnis dalam asuransi pengangkutan, uraikan peran dari:(sept 2014 no
13)
– freight forwarder
– stevedores
– warehouse keeper
– ship owners
• Dalam kaitan dengan pengangkutan barang, sebutkan 5 (lima) informasi penting yangdalam air waybill.
• Dalam kaitan dengan pengangkutan barang, uraikan pengertian dari Interchange receipt. (mar 2015 no 2)

thomaswibowo@[Link]
Chapter 3
• Uraikan definisi Marine adventure sesuai dengan Section 3.2. dari
Marine Insurance Act 1906 (mar 2013 no 1, sept 2014 no 1)
• Uraikan beserta alasannya kapan insurable interest harus ada dalam
asuransi pengangkutan laut (mar 2013 no 2)
• Dalam asuransi pengangkutan laut, uraikan (sept 2013 no 12)
– Pengertian dari fakta material
– 4 (empat) situasi dimana tertanggung diwajibkan untuk menyampaikan
fakta material.
– 4 (empat) hal dimana tertanggung tidak diwajibkan untuk menyampaikan
fakta material
– 2 (dua) fakta material yang harus disampaikan oleh agen bila agen
bertindak untuk tertanggung dalam penutupan asuransi tersebut,
• Sehubungan dengan risiko pengangkutan barang, menurut
Hamburg Rules suatu Carrierdiperbolehkan mengangkut barang
diatas dek dengan alasan tertentu. Uraikan 3 (tiga)alasan
tersebut.(mar 2015 no 6)

thomaswibowo@[Link]
Chapter 4
• Sehubungan dengan ruang lingkup bisnis impor dan ekspor,
uraikan :(sept 2012 no 5, mar 2015 no 14)
– Pengertian dari multimodal transport dan berikan contohnya.
– 4 (empat) jenis multimodal transport yang berkaitan dengan
pengangkutan barangdengan container.

thomaswibowo@[Link]
Chapter 5
• Jelaskan mulai dan berakhirnya jaminan asuransi pengangkutan laut seperti diatur dalam Duration
Clause, pada Institute Cargo Clauses 1/1/2009. (mar 2013 no 9)
• Dalam kaitan dengan classification clause (mar 2013 no 11)
– Uraikan pengertian klausula tersebut dan jelaskan alasan mengapa klausula tersebut perlu
dilekatkan dalam polls.
– Jelaskan 4 (empat) peran dari classification societies
– Sebutkan 5 (lima) contoh classification societies beserta negara asalnya
• Dalam pasar asuransi pengangkutan laut jelaskan jenis jenis polls sebagai berikut : (mar 2013 no 13)
– Annual deposit and adjustable policy
– Flat non-adjustable annually reviewable policy
– Turnover based policy
• Uraikan kewajiban tertanggung untuk mengurangi kerugian seperti diatur dalam the duty of
Assured clause ICC 1/1/2009 (sept 2013 no 7)
• Uraikan 8 (delapan) informasi underwriting yang sangat penting dan diperlukan oleh seorang
underwriter dalam dalam penutupan asuransi pengangkutan laut dan berikan masing-masing
alasan mengapa hal tersebut diperlukan (sept 2013 no 9)
• Penutupan asuransi pengangkutan barang sering dilakukan dengan cars ‘open Cover’ , uraikan :
(sept 2013 no 10)
– Pengertian dari open cover
– Masing-masing 2(dua) keuntungan dan kerugian baik untuk tertanggung maupun untuk Penanggung
– Sebutkan 6 (enam) klausula standar yang lazimnya tercantum dalam schedule open cover
• Klausula 4 dan 5, pada Institute Cargo Clause 1/1/2009 mengatur mengenai pengecualian-
pengecualian polis. Uraikan seluruh pengecualian – pengecualian tersebut (sept 2013 no 13)
• Dalam kaitan dengan lnstitute War Clause 1/1/ 2009, Uraikan ; (sept 2013 no 14)
– Luas jaminan yang diberikan oleh klausula tersebut
– Apa yang diatur dalam duration clause pads ICC War Clause

thomaswibowo@[Link]
Chapter 5
• Terkait dengan karaktenstik dan sifat jaminan utama, uraikan perbedaan antara Polis
Valued and Unvalued. (mar 2014 no 4)
• Sehubngan dengan prinsip utama dalam perdagangan, uraikan pengertian dari Voyage
Policy dan 3 (tiga) penggunaan dan Voyage Policy tersebut. (mar 2014 no 5)
• Sehubungan dengan metode pencegahan kerugian, uraikan kewajiban Tertanggung
untuk mengurangi kerugian, seperti diatur dalam Duty of Assured Clause dalam
Institute Cargo Clause 01/01/2009.(mar 2014 no 10)
• Terkait dengan karateristik dan sifat jaminan utama, uraikan luas jaminan yang
diberikan oleh :(mar 2014 no 11)
– Institute Bulk Oil Clause 1/2/83.
– Institute Coal Clause 1/10/82.
• Sehubungan dengan karateristik dan sifat jaminan utama, uraikan :(mar 2014 no 12)
– Luas jaminan yang diberikan oleh ICC (C) 1/1/2009.
– 5 (Lima) Risiko yang tidak dijamin dalam ICC ( C) tetapi dijamin dalam ICC ( B).
• Sehubungan dengan jaminan utama dalam asuransi pengangkutan laut, uraikan apa
yangdiatur dalam klausul dibawah ini :(sept 2014 no 9)
– removal of debris clause.
– institute replacement clause.
• Sehubungan dengan ruang lingkup hukum dalam asuransi pengangkutan barang,
uraikandefinisi dari maritime perils. (mar 2015 no 5)

thomaswibowo@[Link]
Chapter 6
• Sebutkan 3(tiga) cara yang digunakan penanggung untuk
menghitung premi asuransi Haulage contractor's liability (mar
2013 no 8, Mar 2014)
• Dalam kaitan dengan konsep peran custody and control serta
batasan tanggungjawab hukum, dalam pengangkutan barang,
uraikan :(sept 2012 no 8, mar 2015 no 12)

thomaswibowo@[Link]
Chapter 7
• Sehubungan dengan karakteristik jenis-jenis barang yang
diangkut uraikan karakteristik khusus dari barang barang
dibawah ini :(sept 2014 no 10)
– canned goods.
– bulk oils and fats.
– frozen goods.

thomaswibowo@[Link]
Chapter 8
• Uraikan 3 (tiga) alasan mengapa diperlukan tindakan
pencegahan kerugian (loss prevention measure) (mar 2013 no
4)
• Uraikan 2 (dua) cara yang digunakan penanggung untuk
mengendalikan akumulasi risiko (mar 2013 no 5)
• Terkait dengan pencegahan kerugian, uraikan perbedaan
survey cargo yang bersifat preventive dengan Post-Loss(mar
2014 no 2).
• Sehubungan dengan akumulasi risiko, uraikan bagaimana
terjadinya akumulasi risiko dalamasuransi pengangkutan laut
dan bagaimana penanggung melakukan pengawasan
atasakumulasi tersebut. (mar 2014 no 3)

thomaswibowo@[Link]
Chapter 9
• Sehubungan dengan General Average, jelaskan : (mar 2013 no 10)
– pengertian dari General Average
– 5 (lima) kriteria agar suatu peristiwa dapat dinyatakan sebagai General Average
• Sebutkan 6 (enam) dokumen pendukung yang sangat penting dalam
penyelesaian klaim asuransi pengangkutan laut (sept 2013 no 2)
• Uraikan 3(tiga) bentuk pengorbanan (sacrifice) dalam suatu peristiwa general
average (sept 2013 no 3)
• Uraikan pengertian dari washing overboard dan bedakan dengan jettison
(sept 2013 no 4)
• Uraikan 3 (tiga) kriteria dari klaim Actual Total Loss (sept 2013 no 8)
• Terkait dengan metode pencegahan kerugian, uraikan pengertian dan peran
dari lembaga dibawah ini :(mar 2014 no 14)
– Surveyor.
– Average Adjuster.
– Recovery Agents.
• Sehubungan dengan prosedur penyelesaian klaim dalam asuransi
pengangkutan, uraikan :(sept 2014 no 11)
– 5 (lima) jenis dokumen yang diperlukan untuk membuktikan besaran klaim.
– 3 (tiga) jenis dokumen yang diperlukan Penanggung untuk menuntut hak subrogasi
kepada pihak Carrier.

thomaswibowo@[Link]
Pembahasan Soal
Thomas Wibowo
CHAPTER 1
thomaswibowo@[Link]
Kontainer sebagai alat transportasi barang dirancang untuk
tujuan spesifik. Jelaskan 3 (tiga) tujuan spesifik tersebut (mar
2013 no 14)

Ada tiga tipe dengan tujuan spesifik dari kontainer:


• Kontainer berventilasi
• Kontainer dengan pendingin, dan
• kontainer terisolasi.

Kontainer berventilasi
• dikenal juga dengan passive ventilated atau coffee container
• Digunakan untuk membawa cargo yang membutuhkan ventilasi udara
selama disimpan didalamnya
• Jenis cargo : coffee, minuman kaleng
• Adanya ventilasi mengurangi probability terjadinya ledakan di cargo akibat
suhu udara didalam kontainer yang panas

thomaswibowo@[Link]
Kontainer sebagai alat transportasi barang dirancang untuk
tujuan spesifik. Jelaskan 3 (tiga) tujuan spesifik tersebut (mar
2013 no 14)
Kontainer pendingin
Kontainer pendingin dibagi lagi menjadi dua kategori:
• Integral Units
• Porthole Containers

• Integral unit memiliki unit pendingin tersendiri untuk mengendalikan suhu dalam
kontainer. Unit ini mendapat pasokan tenaga listrik dari kapal ketika di kapal dan
pasokan listrik dari terminal ketika di terminal. Ketika dalam perjalanan darat atau
kereta api pasokan listrik berasal dari generator set, yang terdapat dalam unit
pendingin itu sendiri, atau tersambung ke jaringan tersebut.

• Porthole Containers adalah kontainer terisolasi yang tidak memiliki unit pendingin
sendiri. Airdingin masuk kontainer melalui pendinginan dari kapal sendiri .
Airdingin ditiup dibagian bawah dan Airhangat diekstrak di bagian atas.
Kontainer berpendingin membawa barang yang harus disimpan dingin atau beku.
Ini termasuk daging, ikan, produk susu banyak, sayuran dan buah. Langit-langit
dari beberapa kontainer ini dilengkapi dengan kait untuk pengangkutan
menggantung daging.

thomaswibowo@[Link]
Kontainer sebagai alat transportasi barang dirancang untuk
tujuan spesifik. Jelaskan 3 (tiga) tujuan spesifik tersebut (mar
2013 no 14)

Insulated kontainer
• Kontainer ini terisolasi dengan sekitar empat inci dari busa poliuretan dan
ideal untuk menyimpan produk yang sensitif terhadap suhu ekstrem
lingkungan atau kondensasi. Secara internal tertanggung berjajar dengan
baik stainless steel atau glass reinforeced plastic (GRP).

• Satu digunakan untuk kontainer terisolasi dalam transportasi bunga-


bunga. Perawatan paling baik harus diambil dalam menentukan dan
mempertahankan suhu di mana bunga-bunga yang akan dilakukan. Hal ini
karena tertanggung memiliki toleransi suhu yang sangat terbatas di luar
yang tertanggung akan rusak. Penting bahwa barang disimpan dengan
benar dalam kontainer untuk memungkinkan seluruh aliran udara.

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan metode pencegahan risiko dalam asuransi pengangkutan :(sept
2014 no 14)
a. uraikan 3 (tiga) jenis kontainer yang digunakan untuk pengangkutan barang.
b. 2 (dua) keuntungan dari pengangkutan barang dengan container.

2 (dua) keuntungan dari pengangkutan barang dengan container.


• Barang tidak mengalami gangguan pada saat transit, sehingga
kemungkinan penyusutan kuantitas dan kualitas yang
disebabkan yang disebabkan proses bongkar muat pada saat
transit menjadi berkurang.
• Mengurangi risiko kerusakan akibat penanganan cargo dan
pencurian. Hal ini disebabkan sebelum adanya kontainer
proses bongkar muat sangat panjang, dengan menggunakan
kontainer proses bongkar muat dapat disederhanakan.

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 2
thomaswibowo@[Link]
Uraikan perbedaan utama antara air waybill dengan bill of
lading

• Bill of lading merupakan negotiable document, atau dokumen yang dapat


diperjualbelikan atau dipindahtangankan, sebagai bukti peralihan
kepemilikan barang.
• Sedangkan Airway bill bukan merupakan negotiable document, sehingga
tidak dapat dialihkan. Hal ini disebabkan oleh sifat pengangkutan melalui
udara hanya memerlukan waktu yang singkat sehingga barang akan
terlebih dahulu sampai beberapa hari atau minggu sebelum airway bill
diterima oleh banking system yang memperbolehkan pengalihan.

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan pengangkutan barang, sebutkan 5 (lima)
informasi penting dalam air waybill
Airway bill adalah dokumen penganguktan yang diterbitkan pihak
penerbangan (Airlines) kepada pengirim barang. Umumnya dalam airway bill
tercantum informasi sbb:
• Shipper’s name and address
• Cnsignee’s name and address
• Customs reference/status
• Agent’s IATA code
• Airport of departure and destination
• First carrier
• Value of goods and currency
• Description of goods
• Freight charges
• Any ancilliary chargess payable

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan konsep peran custody and control, uraikan
3 (tiga) fungsi dari Air Way bill ?
Airway bill adalah dokumen penganguktan yang diterbitkan pihak
penerbangan (Airlines) kepada pengirim barang.
Fungsi utama airway bill adalah :
• Bukti adanya kontrak pengangkutan
• Butki penerimaan barang
• Dokumen penagihan kontrak pengankutan

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan prinsip utama dalam perdagangan,
uraikan pengertian negotiating bills of lading dan sebutkan 3
(tiga) cara endorsemen yang biasa dilakukan
Bill of Lading merupakan negotiable document yang memperbolehkan
pengalihan kepemilikan melalui endorsement dan pengiriman. 3 tipe dasar
endorsement yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:
• Endorsement by consignee
• To order
• To order of

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan Incoterms, uraikan ; (sept 2013 no 11)
a. Pengertian dari Incoterms
b. Masing-masing 3 (tiga) kewajiban dari penjual dan
kewajiban dari pemnbeli pada kondisi
- Free on Board (FOB)
- Cost and Freight (C& F)
- Cost, Insurance & Freight (CIF)
a. Incoterms adalah standar perdagangan yang di rumuskan oleh the
International Chamber of Commerce untuk menyamakan pengertian
antara penjual dan pembeli dalam pertanggungan serta akan
menentukan kewajiban dan hak antara pihak penjual dan pembeli.
Contohnyan adalah FOB (free on Board), CNF (Cost and Freight), CIF (Cost
Insurance and Freight) dll.

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan Incoterms, uraikan ; (sept 2013 no 11)
a. Pengertian dari Incoterms
b. Masing-masing 3 (tiga) kewajiban dari penjual dan
kewajiban dari pemnbeli pada kondisi
- Free on Board (FOB)
- Cost and Freight (C& F)
- Cost, Insurance & Freight (CIF)
b. Free on Board (FOB)
• Penjual mempunyai kewajiban untuk : mengirim cargo sampai diatas
kapal, mengurus B/L, bertanggungjawab atas segala kerugian sampai
cargo berada diatas kapal.
• Pembeli punya kewajiban untuk : membayar biaya angkut laut, dan
bertanggungjawab atas segala kerugian sejak cargo diatas kapal sampai
dengan final warehouse

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan Incoterms, uraikan ; (sept 2013 no 11)
a. Pengertian dari Incoterms
b. Masing-masing 3 (tiga) kewajiban dari penjual dan
kewajiban dari pemnbeli pada kondisi
- Free on Board (FOB)
- Cost and Freight (C& F)
- Cost, Insurance & Freight (CIF)
Cost and Freight (C& F)
• Penjual berkewajiban untuk : mengirim cargo sampai diatas kapal,
mengurus B/L, bertanggungjawab atas segala kerugian sampai cargo
berada diatas kapal, membayar ocean freight.
• Pembeli punya kewajiban untuk : bertanggungjawab atas segala kerugian
sejak cargo diatas kapal sampai dengan final warehouse termasuk resiko
inland transit ke final destination / warehouse

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan Incoterms, uraikan ; (sept 2013 no 11)
a. Pengertian dari Incoterms
b. Masing-masing 3 (tiga) kewajiban dari penjual dan
kewajiban dari pemnbeli pada kondisi
- Free on Board (FOB)
- Cost and Freight (C& F)
- Cost, Insurance & Freight (CIF)
Cost, Insurance & Freight (CIF)
• Penjual berkewajiban untuk : mengatur dan bayar freight cost sampai final
warehouse , bertanggungjawab atas segala kerugian sampai cargo berada
diatas kapal, membeli asuransi dgn periode sesuai transit cls dalam ICC
• Pembeli berkewajiban untuk : menyediakan transport dari final port ke
final warehouse

thomaswibowo@[Link]
Terkait dengan lingkup bisnis impor dan eskpor, uraikan
pengertian dari bareboat charter.(mar 2014 no 7)
Merupakan kontrak sewa dimana Penyewa mengambil alih tanggung jawab
pemilik untuk kapal dan muatannya, termasuk tanggung jawab mereka untuk
Crewing dan pengadaan kapal. Pemilik kargo sering mendukung jenis charter
ini sebagai cara untuk membiayai pembelian kapal untuk membawa barang-
barang mereka

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan ruang lingkup bisnis dalam asuransi pengangkutan, uraikan
peran dari:(sept 2014 no 13)
a. freight forwarder
b. stevedores
c. warehouse keeper
d. ship owners

a. freight forwarder
• Kontraktor pengangkutan membawa barang antara dua titik tertentu,
yaitu dari sudut koleksi ke tempat lain yang ditunjuk pengiriman. Ini
mungkin bagian dari perjalanan, untuk contoh dari tempat dari penjual
ke dermaga untuk loading penyimpanan dan berikutnya atas kapal,
atau sepanjang jalan dari penjual ke [Link] terakhir ini biasanya
terjadi untuk barang yang dikirim keEropa melalui jalan.

b. stevedores
• Setelah barang tiba di pelabuhan melalui jalan darat, kereta api atau di
kapal tongkang, stevedores loading ke kapal yang membawa mereka
ke luar negeri. Demikian pula, mereka membongkar barang impor dari
kapal untuk transportasi mereka [Link] kargo yang
setara mereka di industri angkutan udara.

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan ruang lingkup bisnis dalam asuransi
pengangkutan, uraikan peran dari:(sept 2014 no 13)
a. freight forwarder
b. stevedores
c. warehouse keeper
d. ship owners
c. warehouse keeper
• Penjaga gudang menyediakan fasilitas penyimpanan barang selama perjalanan
yang [Link] ini mungkin sementara mereka menunggu ruang pada board
kapal atau sementara mereka menunggu clearance oleh pabean.
Penyimpanan mungkin di tempat terbuka, dalam kemasan atau di gudang

d. ship owners
• Pemilik kapal, seperti namanya, adalah mereka yang memiliki atau
mengoperasikan kapal digunakan untuk mengangkut barang melalui laut. Ini
akan berasal dari sebuah pelabuhan di negara penjual ke pelabuhan di negara
di mana pembeli berada

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan pengangkutan barang, uraikan pengertian
dari Interchange receipt. (mar 2015 no 2)
• Sebuah dokumen tanda terima pertukaran antara operator ketika sebuah
kontainer diserahkan kepada operator lain selama transit. Hal ini kadang-
kadang disebut Interchange UNIT Penerimaan (UIR) dan dikeluarkan untuk
setiap kontainer harus diberikan. Misalnya, kontraktor pengangkutan yang
mengumpulkan kontainer dari pelabuhan akan menerima UIR dari otoritas
pelabuhan. Ini adalah tanda terima untuk kontainer daripada barang di
dalamnya.

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 3
thomaswibowo@[Link]
Uraikan definisi Marine adventure sesuai dengan Section 3.2.
dari Marine Insurance Act 1906 (mar 2013 no 1, sept 2014 no 1)
Marine advanture adalah:
• Kapal, barang atau benda bergerak yang terpapar maritime perils
• Pendapatan atau biaya atas uang tambang (freight), passage money,
komisi, laba atau manfaat berupa uang yang terancam oleh risiko yang
timbul dari properti diasuransikan untuk bahaya maritim
• Kerugian atas kehilangan uang muka, pinjaman atau pencairan yang
disebabkan oleh risiko yang timbul dari diasuransikan properti untuk
bahaya maritim, dan
• setiap liability kepada pihak ketiga yang mungkin timbul oleh pemilik, atau
lainnya orang tertarik, atau bertanggung jawab, properti diasuransikan
karena alasan adanya bahaya maritim.

thomaswibowo@[Link]
Uraikan beserta alasannya kapan insurable interest harus ada
dalam asuransi pengangkutan laut (mar 2013 no 2)
Seseorang dianggap memiliki insurable interest jika :
• Orang tsb mendapatkan manfaat jika cargo yang dikirim selamat sampai
tujuan
• Orang tsb akan mengalami kerugian jika cargo mengalami kerugian selama
transit
• Orang tsb dapat dituntut pihak ketiga yang mengalami kerugian sebagai akibat
proses pengiriman cargo tsb

Insurable interest harus ada dalam asuransi pengangkutan laut pada saat klaim.
Insurable interest tidak dibutuhkan diawal periode karena:
• Cargo bersifat dagang – bisa berpindah kepemilikan selama cargo diperjalanan
tidak diketahui apakah cargo masih dalam kondisi baik / rusak dan tidak
ekonomis jika setiap perubahan kepemilikan harus dgn endorsmen
• Sejak goods leaving the warehouse – owner tidak punya control thd cargo
walaupun punya insurable interest , sehingga kepemilikan tidak
mempengaruhi tingkat risiko.

thomaswibowo@[Link]
Dalam asuransi pengangkutan laut, uraikan (sept 2013 no 12)
a. Pengertian dari fakta material
b. 4 (empat) situasi dimana tertanggung diwajibkan untuk menyampaikan
fakta material.
b. 4 (empat) hal dimana tertanggung tidak diwajibkan untuk menyampaikan
fakta material
c. 2 (dua) fakta material yang harus disampaikan oleh agen bila agen
bertindak untuk tertanggung dalam penutupan asuransi tersebut,
a. Pengertian dari fakta material
• fakta material adalah fakta yang akan mempengaruhi keputusan seorang
prudent underwriter dalam menentukan apakah mereka akan menerima
risiko dan, jika demikian, term apa yang akan digunakan dalam penutupan.
b. Tertanggung memiliki tugas pengungkapan fakta material dalam situasi:
• Pada saat penutupan asuransi
• Pada saat renewal
• Pada saat terdapat situasi yang dapat meningkatkan risiko
• Pada saat perubahan material yang terjadi antara pengajuan asuransi dan
awal penutupan asuransi.

thomaswibowo@[Link]
Dalam asuransi pengangkutan laut, uraikan (sept 2013 no 12)
a. Pengertian dari fakta material
b. 4 (empat) situasi dimana tertanggung diwajibkan untuk menyampaikan
fakta material.
b. 4 (empat) hal dimana tertanggung tidak diwajibkan untuk menyampaikan
fakta material
c. 2 (dua) fakta material yang harus disampaikan oleh agen bila agen
bertindak untuk tertanggung dalam penutupan asuransi tersebut,
C. Tertanggung tidak diwajibkan untuk mengungkapkan fakta material sbb:
– Fakta pengurang risiko
– Fakta dimana Penanggung harusnya sudah mengetahui sesuai dengan aturan
perdagangan
– Fakta yang diabaikan oleh Penanggung
– Adalah berlebihan untuk mengungkapkan dengan alasan apapun ekspres atau jaminan
tersirat.

d. 2 (dua) fakta material yang harus disampaikan oleh agen bila agen bertindak untuk
tertanggung dalam penutupan asuransi tersebut:
• Every material circumstance is known to it
• Every material circumstance which the assured is bound to disclose, kecuali pada situasi
Tertanggung terlambat mengetahui sehingga terlambat menyampaikan kepada Agen

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan risiko pengangkutan barang, menurut Hamburg Rules
suatu Carrierdiperbolehkan mengangkut barang diatas dek dengan alasan
tertentu. Uraikan3 (tiga)alasan tersebut.(mar 2015 no 6)

Pasal 9.1 memungkinkan operator untuk membawa barang di atas geladak, tetapi hanya
dalam keadaan tertentu:
1. jika memiliki perjanjian dari pengirim
2. jika hal itu adalah biasa dalam perdagangan tertentu, atau
3. jika aturan perundang-undangan atau peraturan memerlukan barang yang akan
ditempatkan pada dek.

thomaswibowo@[Link]
Uraikan 3 (tiga) jenis kerugian sebagian (partial loss) dan 2
(dua) jenis kerugian seluruhnya (total loss). (Sept 2013)
Partial Loss
• Particular Average, yaitu suatu loss dimana akibat loss itu hanya berpengaruh
pada salah satu pemilik cargo saja, misal barang dicuri sebagian, shortage, wet
damage, kebakaran
• General Average, yaitu suatu loss dimana loss itu berpengaruh pada pemilik
cargo yang lain atau pemilik kapal, sehingga pemilik cargo yang barangnya
tidak mengalami kerusakan harus berkontribusi atas loss yang terjadi. Misal
saat terjadi kerugian akibat jettison pada kapal general cargo, dimana hal
tersebut dilakukan untuk menyelamatkan kapal dan muatan lain.
• Salvage Charges, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk penyelamatan objek
pertanggungan

Total Loss
• Actual Total Loss, yaitu kerugian secara total dari suatu cargo, misal kapal
tenggelam, terbakar sehingga musnah sama sekali
• Constructive Total Loss, yaitu kerugian total dimana cargo tersebut rusak
sedemikian rupa sehingga tidak dapat digunakan sesuai fungsi dan
manfaatnya. Misal Beras kemasukan air laut, sehingga beras menjadi rusak
dan tidak dapat dikonsumsi lagi.

thomaswibowo@[Link]
Uraikan 3 (tiga) kriteria dalam klaim Actual Total Loss .
(Sept 2013)
• Hancur atau musnah
• Rusak sedemikian sehingga tidak lagi menjadi sesuatu jenis
barang, atau
• Kehilangan yang tidak dapat diperoleh kembali atas barang
yang dipertanggungkan

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 4
thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan ruang lingkup bisnis impor dan ekspor, uraikan :(sept
2012 no 5, mar 2015 no 14)
a. Pengertian dari multimodal transport dan berikan contohnya.
b. 4 (empat) jenis multimodal transport yang berkaitan dengan
pengangkutan barangdengan container
a. Arti daripada multi modal transport adalah : pengiriman cargo dalam kontainer dengan
menggunakan beberapa jenis alat angkut

b. 4 tipe multimodal transport


• FF yang bertindak sbg shipper’s agent : membuat bbrp kontrak pengangkutan dengan
carriers by road, rail, sea, air.
• FF yang bertindak sbg agent only : memfasilitasi kontrak antara shipper dengan berbagai
carriers tang terlibat dalam kontrak pengangkutan
• FF atau Carrier yang bertindak sbg TTO (Through Transport Operator) : hanya
bertanggungjawab terhadap salah satu stage didalam rangkaian transit dan melakukan
negosiasi kontrak pengangkutan untuk stage berikutnya didalam rangkaian transit yang
sama.
• A combined transport operator (CTO) : melakukan negosiasi untuk single contract yang
mewakili semua multimodal transport berbasis pada door-to-door basis.

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 5
thomaswibowo@[Link]
Jelaskan mulai dan berakhirnya jaminan asuransi pengangkutan laut seperti
diatur dalam Duration Clause, pada Institute Cargo Clauses 1/1/2009. (mar
2013 no 9)
Klausula durasi asuransi mulai pada saat cargo dipindahkan didalam area gudang / tempat
penyimpanan dengan maksud untuk dimuat kedalam suatu alat angkut yang selanjutnya
akan dikirim ke tempat tujuan sesuai yang disebutkan pada polis.

Polis akan berakhir pada saat :


Selesainya proses unloading di final warehouse / destination spt yang disebutkan di
polis
Selesainya proses unloading di warehouse selain dari yang disebutkan di polis
60 hari sejak cargo diunload at the final port of destination
Jika cargo disimpan dalam container / alat angkut selain dari yang biasa dalam suatu
transit.
Polis ini akan tetap menjamin kerugian pada saat :
Delay diluar kontrol tertanggung
Deviasi rute transit
Forced discharge (pembongkaran yang terpaksa dilakukan akibat perils yang dijamin di
polis)
Transhipment / reshipment
Perubahan rute transit yang dilakukan oleh pihak carrier sebagaimana kebebasan yang
diberikan kepada mereka dalam kontrak pengangkutan
thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan classification clause (mar 2013 no 11)
a. Uraikan pengertian klausula tersebut dan jelaskan alasan mengapa klausula
tersebut perlu dilekatkan dalam polls.
B. Jelaskan 4 (empat) peran dari classification societies
c. Sebutkan 5 (lima) contoh classification societies beserta negara asalnya
a. pengertian klausula tersebut dan alasan mengapa klausula tersebut perlu dilekatkan
dalam polls.
Semua polis pengangkutan memuat klausula yang menggambarkan kapal yang dapat
digunakan untuk pengangkutan barang-barang yang merupakan subyek asuransi.

Tujuan dari klausa ini adalah untuk memastikan bahwa barang yang diangkut dalam vessel
disetujui oleh klasifikasi society.

b. 4 (empat) peran dari classification societies


Peran klasifikasi society adalah untuk:
• Menetapkan standar selama desain dan konstruksi kapal
• Terlibat di kapal dalam klasifikasi society, sehingga pemilik kapal bisa mendapatkan
asuransi, kargo dan pembiayaan
• melakukan inspeksi berkala pada tidak lebih dari lima tahunan interval, dan
• Bertindak atas nama pemerintah dalam mengkonfirmasikan bahwa kapal pada sebuah
register nasional sesuai dengan standar yang disepakati secara internasional

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan classification clause (mar 2013 no 11)
a. Uraikan pengertian klausula tersebut dan jelaskan alasan mengapa klausula
tersebut perlu dilekatkan dalam polls.
B. Jelaskan 4 (empat) peran dari classification societies
c. Sebutkan 5 (lima) contoh classification societies beserta negara asalnya
5 (lima) contoh classification societies beserta negara asalnya
Full members Negara Asal
ABS American Buraeu of shipping Amerika
BV Bureau Veritas Perancis
CCS China classification society China
DNV Det Norske Veritas Belanda
GL Germanisher Lloyd Jerman
KR Korean Register ofshipping Korea
LR Lloyd's Register of shipping Inggris
NK Nippon Kaiji kojokai Jepang
RINA Registra Italino Itali
RS Russian Maritime Register Rusia
Associate Member
IRS Indian register of shipping India

thomaswibowo@[Link]
Dalam pasar asuransi pengangkutan laut jelaskan jenis jenis polls sebagai berikut :
(mar 2013 no 13)
a. Annual deposit and adjustable policy
b. Flat non-adjustable annually reviewable policy
c. Turnover based policy
a. Annual deposit and adjustable policy
Insurer menerima deposit premium di awal periode asuransi dan akan melakukan
adjustment at the end period bergantung pada actual shipment.
Deposit premium dihitung berdasar pada estimated sending per year , umumnya deposit
premium adalah sebesar 75% - 80% dari expected sendings per year

b. Flat non-adjustable annually reviewable policy


Khusus untuk bisnis dengan volume shipment yang kecil.
Insurer akan mencharge flat annual premium berdasar pada estimasi yearly shipment

c. Turnover based policy


Untuk diaplikasikan pada large companies yang mengirim berbagai macam produk mereka
ke berbagai tujuan – unilever
Rate akan single untuk semua produk dan untuk semua tujuan – bisa bersifat adjustable
ataupun non adjustable.

thomaswibowo@[Link]
Uraikan kewajiban tertanggung untuk mengurangi kerugian seperti diatur dalam the
duty of Assured clause ICC 1/1/2009 (sept 2013 no 7)

Dalam hal terjadi kerugian, tertanggung memiliki kewajiban untuk mengurangi kerugian
sebagai berikut:
• Mengambil langkah-langkah yang wajar untuk tujuan mencegah atau memperkecil
kerugian, dan
• Untuk menjamin bahwa semua hak terhadap operator dan bailees benar dijaga dan
dilaksanakan.

thomaswibowo@[Link]
Uraikan 8 (delapan) informasi underwriting yang sangat penting dan diperlukan oleh
seorang underwriter dalam dalam penutupan asuransi pengangkutan laut dan
berikan masing-masing alasan mengapa hal tersebut diperlukan (sept 2013 no 9)

Informasi yang diperlukan oleh seorang Underwriter dalam penutupan asuransi


pengangkutan laut adalah sebagai berikut:
1. Kapal
2. Jenis barang yang diangkut
3. Tujuan
4. Containerisation
5. Bill of lading
6. Tanggal keberangkatan kapal
7. Jaminan
8. Nama dan alamat pengirim
9. Nilai yang dipertanggungkan
10. Packing list
11. Invoice
12. Deductible

thomaswibowo@[Link]
Penutupan asuransi pengangkutan barang sering dilakukan dengan cara ‘open
Cover’ , uraikan : (sept 2013 no 10)

Open cover adalah penutupan pada asuransi cargo untuk memberikan jaminan secara
otomatis untuk semua shipment yang akan dilakukan tertanggung untuk suatu voyage
tertentu dengan jenis barang tertentu dan nilai value insured tertentu. Polis Open cover
akan berakhir sampai Penanggung membatalkan polis, umumnya dengan pemberitahuan 30
hari sebelum pembatalan.
Pada penutupan Open Cover Tertanggung harus melakukan Deklarasi shipment dalam suatu
periode tertentu

thomaswibowo@[Link]
Pengertian dari open cover
a. Masing-masing 2(dua) keuntungan dan kerugian baik untuk tertanggung maupun
untuk Penanggung
b. Sebutkan 6 (enam) klausula standar yang lazimnya tercantum dalam schedule
open cover
b. Masing-masing 2(dua) keuntungan dan kerugian baik untuk tertanggung maupun untuk
Penanggung
Kerugian
• Meningkatkan jumlah pekerjaan (padat kerja).
• Kebutuhan para terjamin untuk-membuat deklarasi dua belas kali dalam satu tahun, yang
berbeda jauh dibandingkan dengan kebutuhan untuk membuat hanya dua untuk polis
tahunan.

Keuntungan
• Tertanggung hanya membayar premi setelah barang dikirim.
• Tertanggung tidak perlu membayar premi deposit dan membayar hanya untuk nilai yang
tepat dari barang itu dikirim.

thomaswibowo@[Link]
Sebutkan 6 (enam) klausula standar yang lazimnya tercantum dalam schedule open
cover
Period of contract
• Merupakan jangka waktu kontrak yang diperlukan, biasanya 12 bulan atau jangka waktu dimana
semuapengiriman barang-barang akan dilakukan

Cancellation clause
• Cancellation clause biasanya 30 hari, untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk
melakukan re-apprise, jika dalam perjalanan ada perubahan-perubahan yang cukup signifikan.

Conveyance
• Karena data kapal pengangkut belum diketahui dari awal, maka hanya ketentuan umum yang bisa
dicantumkan dalam open cover , biasanya dengan mencantumkan Institute Classification clause

Limit (maximum any one bottom)


• Dalam open cover biasanya mencantumkan batas/limit yang merupakan nilai maksimum yang akan
[Link] limit per bottom juga biasanya diberlakukan limit per lokasi

Basis of Valuation
• Basis of valuation diperlukan untuk mengakomodasi margin tambahan untuk Profit yang merupakan
prosentase tertentu dari nilai CIF

An undertaking
• Bahwa tertanggung berkewajiban mendeklarasikan dan Penanggung berkewajiban mengaksep
semua shipment sesuai kontrak
thomaswibowo@[Link]
Klausula 4 dan 5, pada Institute Cargo Clause 1/1/2009 mengatur mengenai
pengecualian-pengecualian polis. Uraikan seluruh pengecualian – pengecualian
tersebut (sept 2013 no 13)

Klausula 4
1. Kesalahan disengaja dari Tertanggung
2. Kebocoran biasa, kehilangan berat / volume, keausan subyek diasuransikan
3. Kekurangan atau ketidaksesuaian kemasan atau penyusunan subject matter yang
diasuransikan untuk menahan insiden biasa dari perjalanan yang diasuransikan mana
terjamin atau karyawannya membawanya keluar sebelum berlakunya asuransi ini
4. Inherent vice atau sifat dari subyek diasuransikan
5. Kerugian, kerusakan atau biaya yang disebabkan oleh keterlambatan, walaupun
keterlambatan disebabkan oleh risiko yang diasuransikanterhadap
6. Standar insolvensi atau keuangan dari pemilik, manajer, penyewa atau operator kapal,
yang terjamin tahu atau seharusnya tahu selama kegiatan usahanya, dan
7. Fusi atom atau nuklir atau fisi atau kekuatan radioaktif atau materi.

Klausula 5 mengecualikan kerugian atau biaya yang timbul dari:


1. Unseaworthiness kapal, dimana Tertanggung mengetahu pada saat cargo dimuat
2. Unfitness kontainer atau alat angkut yang telah diketahui sebelum periode asuransi atau
oleh Tertaggung/pekerja Tertanggung pada saat loading.
thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan lnstitute War Clause 1/1/ 2009, Uraikan ; (sept 2013 no 14)
a. Luas jaminan yang diberikan oleh klausula tersebut
b. Apa yang diatur dalam duration clause pads ICC War Clause

a. Luas jaminan yang diberikan oleh klausula tersebut


• Perang, perang saudara, pemberontakan, revolusi, pemberontakan, atau perang saudara
yang timbul dari risiko tersebut, atausetiap tindakan bermusuhan oleh atau terhadap
kekuatan agresif
• Penangkapan nyata atau, penyitaan, penahanan atau pengekangan yang timbul dari
risiko bersama dengan akibatnya dan
• ranjau, torpedo, bom atau senjata perang lainnya terbengkalai.
Klausul juga menyediakan asuransi terhadap General Average dan biaya penyelamatan yang
timbul untuk menghindari kerugian dari risiko yang tercakup dalam Klausul ini.

thomaswibowo@[Link]
Dalam kaitan dengan lnstitute War Clause 1/1/ 2009, Uraikan ; (sept 2013 no 14)
a. Luas jaminan yang diberikan oleh klausula tersebut
b. Apa yang diatur dalam duration clause pads ICC War Clause

b. Apa yang diatur dalam duration clause pads ICC War Clause
Klausul ini berbeda dari yang diterapkan sebagai standar dalam (A), (B) dan (C) klausa. Di
bawah klausul asuransi perang menempel hanya ketika subyek diasuransikan dimuat di
sebuah kapal oversea dan berakhir ketika subyek diasuransikan adalah:
• Keluar dari kapal di pelabuhan akhir atau tempat disposal, atau
• Berakhirnya pada 15 hari dihitung dari tengah malam pada hari kedatangan kapal di
pelabuhan akhir atau tempat disposal mana yang lebih dahulu.

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan General Average, jelaskan : (mar 2013 no 10)
a. pengertian dari General Average
b. 5 (lima) kriteria agar suatu peristiwa dapat dinyatakan sebagai General Average

a. General average adalah peristiwa sactifice yang dilakukan untuk menyelamatkan


perjalanan maritime secara keseluruhan. 2 contoh general average adalah kerugian
akibat jettison dan pemadaman api menggunakan air di atas dek kapal.
b. Suatu peristiwa dapat dinyatakan sebagai GA apabila memenuhi kriteria sbb:
• Sacrifice or expenditure must be extraordinary
• The act must be intentional or voluntary
• There must be a peril that is real and not imagined
• The act in must be for the common safety of the whole adventure, not merely for
the safety of one of the interests involved
• The action must be reasonable

thomaswibowo@[Link]
Uraikan 3(tiga) bentuk pengorbanan (sacrifice) dalam suatu peristiwa general
average (sept 2013 no 3)

3 bentuk General Average (sacrifice) adalah sebagai berikut:


a. Jettison cargo
b. Kerusakan cargo akibat air yang digunakan untuk pemadaman cargo
c. Pengrusakan sebuah container untuk mencegah kebakaran menyebar

thomaswibowo@[Link]
Uraikan pengertian dari washing overboard dan bedakan dengan jettison (sept 2013
no 4)

Washing overboard
Terlemparnya cargo ke laut secara tidak disengaja akibat sapuan ombak dalam cuaca berat
di mana kekuatan gelombang mendorong atau menyapu kargo laut.

Jettison
Tindakan sengaja melempar cargo atau dari bagian dari kargo ke lat untuk menyelamatkan
kapal atau muatannya. Hampir semua polis marine laut menutupi bahaya dari membuang.

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 6
thomaswibowo@[Link]
Terkait dengan tanggungjawab hukum dan haulage contractor, uraikan3 (cara ) yang
dilakukan penanggung untuk menghitung premi dalam asuransi haulage contractors
liability.(mar 2014 no 9)

Asuransi haulage contrantor’s liability menggunakan tiga cara utama untuk menghitung
premi. Yaitu sbb:
• premi ditetapkan untuk setiap kendaraan
• premi adjustable berdasarkan biaya pengangkutan diperkirakan, dan
• premi setiap tahun dapat ditinjau tetap yang dibebankan pada 100% dari angka
perkiraan.

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 7
thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan karakteristik jenis-jenis barang yang diangkut uraikan
karakteristik khusus dari barang barang dibawah ini :(sept 2014 no 10)
a. canned goods.
B. bulk oils and fats.
C. frozen goods.

a. canned goods
Makanan kaleng memiliki risiko lebih berkaitan dengan kaleng daripada makanannya:
- Kaleng meledak atau timbulnya bakteri
- Kerusakan umum pada kaleng seperti denting dan korosi.

b. bulk oils and fats.


Masalah utama dengan mengangkut komoditas ini berkaitan dengan hilangnya berat atau
volume dan, kontaminasi.

c. frozen goods.
Daging dilakukan dalam keadaan beku atau dingin memiliki tingkat kerentanan yang tinggi
atas perubahan suhu. Risiko terbesar melibatkan kegagalan atau kerusakan dari peralatan
pendingin dalam perjalanan atau di gudang selama transit. Selain itu juga termasuk risiko
pencurian

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 8
thomaswibowo@[Link]
Uraikan 3 (tiga) alasan mengapa diperlukan tindakan pencegahan kerugian (loss
prevention measure) (mar 2013 no 4)

Loss prevention dipraktekkan untuk tiga alasan:


• Untuk mencegah kehilangan atau kerusakan
• Untuk menjaga biaya premi asuransi rendah, dan
• Untuk melindungi goodwill dari bisnis.

Loss prevention di kargo dan asuransi perjalanan dibagi menjadi dua praktek yang berbeda,
satu penekanan menempatkan pada barang dan yang lain tentang dirinya dengan carrier

thomaswibowo@[Link]
Uraikan 2 (dua) cara yang digunakan penanggung untuk mengendalikan akumulasi
risiko (mar 2013 no 5)

• Pada tingkat penjaminan, asuransi mengendalikan akumulasi risiko, sampai batas tertentu, dengan
menggunakan batas kerugian satu dalam polis. Batas ini biasanya ditetapkan pada tidak lebih dari
dua kali lipat batas pengiriman maksimum dan membatasi jumlah yang dapat diklaim oleh yakin
untuk menyatakan angka untuk setiap insiden satu. Misalnya, jika batas salah satu pengiriman dalam
polis kargo £250,000 batas setiap satu kerugian biasanya akan ditetapkan pada tidak lebih, dari £500
00
• Metode lain untuk menghindari akumulasi risiko melibatkan underwriter berusaha untuk
memastikan penuh pengiriman rincian dari catatan seorang terjamin itu. Tertanggung kemudian
menangkap data ke dalam akumulasi sistem pencatatan yang memungkinkan tertanggung untuk
mengadopsi teknik pemodelan di-rumah atau [Link] ini memungkinkan underwriter
untuk memperoleh gambaran yang lebih baik dari eksposur benar mungkinuntuk kargo terakumulasi
pada port satu atau tempat di dunia, setelah memungkinkan untuk terus meneruspergerakan kargo
dari titik asal ke tujuannya. Menggunakan seperti teknik berarti underwriter dapat menilai paparan
akumulasi tertanggung dengan keyakinan yang lebih besar. Informasi ini kemudian dapat digunakan
untuk membatasi eksposur asuransi untuk risiko akumulasi dengan menyusun program reasuransi
sesuai.

thomaswibowo@[Link]
Terkait dengan pencegahan kerugian, uraikan perbedaan survey cargo yang bersifat
preventive dengan Post-Loss(mar 2014 no 2).

Praktek-praktek loss prevention lebih lanjut melibatkan penggunaan surveyor [Link]


banyak kargosurvei perusahaan di seluruh dunia menyediakan berbagai layanan. Survei
kargo dapat berupa:
• Pencegahan: mengantisipasi risiko kerugian atau kerusakan dengan menilai situasi
loading dan merekomendasikan tindakan pencegahan yang sesuai.
• Pasca-kerugian: menetapkan penyebab kerugian dan mungkin membuat rekomendasi
kepada mencegah kejadian berulang.

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan akumulasi risiko, uraikan bagaimana terjadinya akumulasi risiko
dalamasuransi pengangkutan laut dan bagaimana penanggung melakukan
pengawasan atasakumulasi tersebut. (mar 2014 no 3)

Akumulasi risiko pada asuransi pengangkutan dapat terjadi ketika:


1. Akumulasi eksposur risiko pada satu kapal
2. Akumulasi risiko di darat, misalnya pada satu pelabuhan, lapangan penumpukan atau
custom clearance.

Pengawasan atas akumulasi dapat dilakukan menggunakan limit akumulasi dalam polis atau
menggunakan sistem pengawasan akumulasi

thomaswibowo@[Link]
CHAPTER 9
thomaswibowo@[Link]
Terkait dengan metode pencegahan kerugian, uraikan pengertian dan peran dari
lembaga dibawah ini :(mar 2014 no 14)
a. Surveyor.
B. Average Adjuster.
C. Recovery Agents.
Surveyor.
Surveyor berperan untuk memeriksa kargo yang rusak dan menyelidiki klaim untuk kargo
hilang atau dicuri. Sertifikat asuransi berisi rincian kontak dari survey agent, yang
berwenang atas :
• Penyelidikan klaim
• Bertanggung jawab terhadap dokumentasi yang relevan, termasuk bill of lading dan
sertifikatasuransi, dan
• Menyetujui perbaikan atau menegosiasikan pembayaran, apakah perbaikan tidak
mungkin dilakukan atau tidak ekonomis jika dikaitkan dengan nilai barang ketika baru.
Surveyor juga berperan untuk mengingatkan Tertanggung atas kewajiban bertindak seakan2
tidak memiliki asuransi dan memitigasi kerugian, selain itu juga melindungi hak atas
subrogasi Penanggung kepada bailees dan Carrier.
Para surveyor akan mengingatkan yakin tugas mereka untuk bertindak seolah-olah tidak
diasuransikan dan untuk mengurangi kerugian mereka. Namun, mereka biasanya akan juga
bertindak untuk melindungi hak apapun atas subrogasi dengan memegang operator dan
bailees lain dari barang bertanggung jawab.

thomaswibowo@[Link]
Terkait dengan metode pencegahan kerugian, uraikan pengertian dan peran dari
lembaga dibawah ini :(mar 2014 no 14)
a. Surveyor.
B. Average Adjuster.
C. Recovery Agents.
Average Adjuster.
Average adjuster adalah ahli dalam hal hukum, berperan untuk :
• Mempersiapkan klaim dalam asuransi marine yang melibatkan kerusakan atau kerugian
terhadap kapal, cargo atau freight.
• Sehubungan dengan pemilik Cargo, Average Adjuster menyiapkan general average
statements dan membantu penyelesaian settklements tersebut.

Recovery Agents.
Recovery Agents berperan dalam penyelesaian klaim dan recovery.
• Pada saat claim proses, Recovery Agent bertindak untuk memitigasi kerugian, seperti
menyimpan cargo kedalam tempat yang aman
• Pada saat recovery, Recovery Agent bertindak dalam hal recovery cargo yang telah rusak
atau hilang, misalnya pada saat sisa barang dicuri dari wreck site, recovery agnet
bertindak untuk memulihkan barang yang hilang.

thomaswibowo@[Link]
Sehubungan dengan prosedur penyelesaian klaim dalam asuransi pengangkutan,
uraikan :(sept 2014 no 11)
a.5 (lima) jenis dokumen yang diperlukan untuk membuktikan besaran klaim.
b. (tiga) jenis dokumen yang diperlukan Penanggung untuk menuntut hak subrogasi
kepada pihak Carrier.
5 (lima) jenis dokumen yang diperlukan untuk membuktikan besaran klaim.
Untuk membuktikan kuantum klaim mereka, penuntut juga harus memasok dokumen
berikut:
• Faktur penjualan
• Packing list
• Quantified statement of claim
• repair invoice
• Sertifikat asuransi asli atau deklarasi.

3 (tiga) jenis dokumen yang diperlukan Penanggung untuk menuntut hak subrogasi kepada
pihak Carrier.
- Letter of reserve to the carrier/bailee
- carrier/ bailee’s reply or settlement
- Subrogation form yang ditandatangani oleh cargo owener

thomaswibowo@[Link]
Uraikan alasan mengapa pelaporan klaim harus dilakukan
segera setelah terjadi kerugian (Maret 2016)
• Hal tersebut perlu dilakukan agar perusahaan asuransi dapat
melakukan verifikasi dan penilaian atas klaim yang terjadi.
Bukti-bukti fisik mengenai kerugian akan sulit diverifikasi dan
dinilai apabila pelaporan dilakukan terlambat dan bahkan
dapat memperbesar kerugian yang terjadi

thomaswibowo@[Link]
thomaswibowo@[Link]

Anda mungkin juga menyukai