0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan2 halaman

Kecerdasan Emosional Remaja di Sekolah

Diunggah oleh

mohasri90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan2 halaman

Kecerdasan Emosional Remaja di Sekolah

Diunggah oleh

mohasri90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa
dewasa. Pada tahapan ini individu banyak mengalami perubahan- perubahan baik fisik
maupun psikis sehingga berpengaruh terhadap perilakunya.
Salah satu perubahan pada masa remaja adalah perubahan emosi, di mana remaja
mengalami ketegangan emosi yang meninggi. Oleh karena itu, masa remaja dianggap
sebagai periode badai dan tekanan, yaitu masa dimana ketegangan emosi dan keadaan ini
menyebabkan emosi pada masa remaja menjadi mudah terangsang dan cenderung
meledak-ledak (Hurlock, 1980).
Menurut Goleman (2000) remaja yang mampu mengatasi masalah-masalah
emosional, maka ia mampu mengarahkan emosinya secara positif, maka remaja akan
mampu mengendalikan dorongan hati, bertanggung jawab dan menaruh perhatian
terhadap perannya. Menurut Hurlock (1980) remaja yang cerdas atau matang secara
emosional dapat mengabaikan rangsangan yang dapat menimbulkan ledakan emosi. Sama
halnya dengan perilaku yang ditunjukkan oleh para siswa di sekolah yang seharusnya
menunjukkan kecerdasan emosional dan tidak mengalami masalah-masalah emosional,
apabila para siswa tersebut dapat mengarahkan emosinya secara positif atau dapat
mengungkapkan emosinya dengan cara-cara yang dapat diterima.
Selain itu, remaja memiliki tugas-tugas perkembangan khususnya di bidang sosial.
Individu yang menginjak usia remaja memiliki pergaulan yang lebih luas dibandingkan
ketika masih anak-anak. Mengembangkan pergaulan yang tidak hanya pada lingkungan
keluarga tetapi juga pada lingkungan sekolah dan masyarakat.
Ketika remaja masuk ke dalam lingkungan tertentu, remaja akan dihadapkan pada
stimulus-stimulus yang berada di lingkungan tersebut dan salah satunya adalah
lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan di mana remaja (siswa)
memperoleh pendidikan formal dan latihan dalam rangka membantu agar remaja (siswa)
mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral-spiritual,
intelektual, emosional, maupun sosial (Yusuf, 2001).
Keterampilan emosional memperluas pandangan tentang sekolah itu sendiri,
memberikan ketegasan untuk mengusahakan agar para siswa-siswi dapat berperilaku
dengan baik. “sekolah menjadi komunitas yang peduli, tempat siswa-siswi merasa
dihargai, diperhatikan, dan memiliki ikatan dengan teman sekelasnya, guru, dan sekolah
itu sendiri” (Goleman, 2000). Lingkungan sekolah pun merupakan salah satu bagian
dalam lingkungan sosial remaja (siswa), di mana siswa banyak berinteraksi dan banyak
menghabiskan waktunya. Oleh karena itu, siswa yang bersangkutan dituntut untuk
melakukan penyesuaian-penyesuaian, baik terhadap guru-guru, staf sekolah, siswa-siswa
yang lain, maupun terhadap aturan-aturan yang ada di sekolah.
Permasalahan yang dialami remaja semakin beragam, sehingga dampaknya pun
bermacam-macam. Apabila remaja tidak siap ketika dihadapkan pada suatu tuntutan baru,
maka remaja mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan tersebut. Hal ini terlihat dari
perilaku remaja yang tidak dapat mengontrol emosinya. Sama halnya dengan aturan-
aturan yang ada di sekolah yang merupakan suatu tuntutan yang harus ditaati dan
dilaksanakan oleh para siswa. Apabila dalam menghadapi permasalahan tersebut, remaja
mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan tuntutan aturan-aturan yang ditetapkan
oleh pihak sekolah dan malahan menunjukkan perilaku-perilaku yang bertentangan
dengan tuntutan-tuntutan yang seharusnya dilakukan. Hal ini mencerminakan adanya
ketidakstabilan atau ketegangan emosi yang menunjukkan kecerdasan emosional yang
rendah.
Ketidakstabilan atau ketegangan emosi yang ditunjukkan oleh remaja, diantaranya
adalah kurang penguasaan untuk mengendalikan emosi, kurang berempati dan sulit untuk
membina hubungan dengan orang lain. Hal ini menunjukkan remaja sulit untuk
menyesuaikan diri di lingkungan sosial terutama di sekolah.

Anda mungkin juga menyukai