0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

Komunikasi Terapeutik Diet Garam Lansia

Diunggah oleh

gustipratama54
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

Komunikasi Terapeutik Diet Garam Lansia

Diunggah oleh

gustipratama54
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ROLEPLAY

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA LANSIA


Dosen Pembimbing : Ns. Muhammad Ibnu Hasan, [Link]., [Link]

PROPOSAL
Sebagai Syarat Tugas UAS Mata Kuliah Komunikasi

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Seli Puspita Sari (23130013)
2. Putri Windiyati (23130015)
3. Putri Apriliani (23130058)
4. Gusti Aryansyah P (23130067)
5. Selfi Dwi Wahyuni (23130092)

KELAS 1C

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA KOTA TEGAL
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
1. TOPIK
Komunikasi Terapeutik pada Lansia

2. LATAR BELAKANG
Diet rendah garam menjadi penting bagi pasien hipertensi karena konsumsi
garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Kebanyakan orang
mengonsumsi garam melebihi kebutuhan tubuh, yang dapat memicu retensi air dan
peningkatan volume darah. Dengan mengadopsi diet rendah garam, pasien dapat
mengontrol tekanan darahnya, mengurangi risiko komplikasi hipertensi, seperti stroke
atau penyakit jantung. Kesadaran terhadap pentingnya diet rendah garam juga
merangsang pilihan makanan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, dan sumber
protein rendah lemak, yang mendukung pengelolaan tekanan darah.
Ny. P seorang pasien hipertensi, mendapat pemahaman tentang pentingnya diet
rendah garam setelah berkonsultasi di Puskesmas Kota Tegal. Meskipun awalnya
bingung, Ny. P memutuskan untuk membaca label nutrisi, menghindari makanan
olahan, dan menggantikan garam dengan rempah alami. Beberapa bulan kemudian,
pemeriksaan kesehatan rutin menunjukkan penurunan tekanan darah, membuat Ny. P
merasa lebih bugar. Kesadaran diet rendah garam tidak hanya membantu mengelola
hipertensinya tetapi juga meningkatkan kesejahteraan umumnya.

3. SUB TOPIK / Judul Naskah role play


Topik : Komunikasi Terapeutik pada Lansia
Judul : Komunikasi Terapeutik dengan Kesadaran Diet Rendah Garam pada Pasien
Hipertensi di Poli Umum Puskesmas Kota Tegal

TUJUAN
a. TUJUAN UMUM
Tujuan komunikasi terapeutik dalam kesadaran diet rendah garam pada pasien
hipertensi adalah memahamkan pasien akan pentingnya diet, memotivasi patuh
pada rencana diet, memberikan edukasi praktis, membantu penyadaran pilihan
makanan sehat, mengelola stres terkait perubahan, dan memantau progres pasie
b. TUJUAN KHUSUS
Tujuan khusus komunikasi terapeutik pada kesadaran diet rendah garam pasien
hipertensi melibatkan pemahaman prioritas asupan garam, edukasi label nutrisi,
perencanaan menu sehat, dan mendorong peran aktif pasien dalam memantau
asupan garam.

4. Media dan Alat


Untuk settingan tempatnya kami di Laboratorium Kebidanan Politeknik Harapan
Bersama. Adapun peralatannya yaitu : Tensi, Glukometer, Timbangan. Dan media yang
kami gunakan yaitu leaflet.
5. Pengorganisasian
1. Narator & Sutradara (Selfi Dwi Wahyuni)
Sebagai pembuka acara, sebagai sutradara, menyampaikan pengantar cerita naskah role
play yang diperankan, serta mengatur jalannya role play, dan menutup acara.
2. Perawat Administrasu (Seli Puspita Sari)
Sebagai perawat bagian administrasi, menginput data diri pasien, menginformasikan
prosedur pembayaran, melayani pasien untuk melanjutkan ke proses pemeriksaan fisik.
3. Perawat Poli Umum Puskesmas Kota Tegal (Putri Apriliani)
Sebagai perawat puskesmas, melakukan pemeriksaan fisik pada pasien,
mempertanyakan keluhan kepada pasien, memberikan edukasi.
4. Pasien (Putri Windiyati)
Sebagai pasien yang datang ke Poli Umum Puskesmas Kota Tegal, mempertanyakan
tentang makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikosumsi.
5. Keluarga Pasien (Gusti Aryansyah)
Sebagai anak dari Pasien, menemani pasien ke Poli Umum Puskesmas Kota Tegal,
sebagai penuntun serta pendamping pasien.

6. Setting tempat
Gambarkan peletakkan sarana yang digunakan dalam role play, misal :

Administrasi
Bad
Pasien

Keterangan :

= Narator

= Perawat Administrasi

= Perawat Puskesmas

= Keluarga Pasien
7. Langkah kegiatan Roleplay

No Kegiatan Durasi
1. Tahap pra interaksi
- Narator membuka acara dan memberi salam 5 menit
- Narator menyampaikan pengantar cerita naskah role
play yang akan diperankan
- Pemeran siap dalam latar yang telah diatur
2. Tahap Orientasi
- Perawat memperkenalkan diri kepada pasien 15 menit
- Perawat menjelaskan tujuan kepada pasien sebelum
tindakan keperawatan
- Memberikan kesempatan pasien bertanya pada perawat
3. Tahap Kerja 20 menit
- Perawat memberikan pengetahuan terhadap pasien
yang mengalami tekanan darah tinggi
- Perawat memberikan contoh kebersihan lingkungan
dan pola diit yang baik
4. Tahap Penutup 5 menit
- Perawat menyimpulkan materi tentang tekanan darah
tinggi dan pola diit nya
- Narator menutup acara dan mengucapkan salam

7. Naskah Role Play

Tahap Pra Interaksi

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan kami dari kelompok 1 yaitu Komunikasi Terapeutik Pada Lansia

Dengan anggota : 1. Selfi Dwi Wahyuni sebagai Narator & Sutradara

2. Seli Puspita Sari sebagai Perawat bagian Administrasi

3. Putri Apriliani sebagai Perawat Puskesmas

4. Putri Windiyati sebagai Lansia

5. Gusti Aryansyah sebagai Keluarga Pasien

Dalam roleplay ini kami mengambil kasus tentang Komunikasi Terapeutik dengan Kesadaran
Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi di Poli Umum Puskesmas Kota Tegal
Tahap Orientasi

/Seorang lansia datang ke Puskesmas Kota Tegal lalu menemui perawat bagian administrasi

Perawat Seli : Selamat pagi ibu. Perkenalkan saya Perawat Seli dari bagian administrasi di
Poli Umum Puskesmas Kota Tegal, ada yang bisa saya bantu?

Putri : Saya mau berobat sus, ini bagaimana cara mendaftarnya yaa?

Perawat Seli : Ibu silahkan isi formulir ini ya, bisa dibantu oleh anak ibu

Putri : Iya sus

(Mengisi formulir)

Perawat Seli : Sebelumnya maaf ibu izin bertanya, Ibu menggunakan kartu BPJS atau KIS
yaa?

Putri : Saya menggunakan BPJS sus

Perawat Seli : Apakah ada yang mau ditanyakan atau ada yang kurang jelas informasinya?

Arya : Saya Arya anak dari ibu putri, sus. Saya mau bertanya untuk pembayaranya
bagaimana ya sus?

Perawat Seli : Karena ibu putri menggunakan BPJS maka saya dari bagian administrasi akan
memproses secepatnya

Arya : Baik sus, terimakasih atas informasinya

Perawat Seli : Iya de, sama-sama.

(Memberi nomor antrian) Ini nomor antrian ibu ya, silahkan tunggu di depan
terlebih dahulu, nanti akan dipanggil untuk menuju poli umum.

Tahap Kerja

/Memanggil nomor antrian 1 untuk menuju poli umum

Perawat April : Selamat Pagi, bu. Perkenalkan saya Perawat April. Disini saya akan membantu
mengecek kesehatan ibu ya

Putri : Baik, sus.

Perawat April : Sebelum saya cek kesehatan ibu, silahkan ibu bisa timbang terlebih dulu ya
Putri : Baik sus

Perawat April : /Berat badan ibu (…)

Bagaimana keadaan ibu sekarang, apakah ada keluhan yang dialami saat ini?

Putri : Saya merasa akhir akhir ini sering pusing jika makan makanan yang
mengandung garam terlalu banyak

Perawat April : Saya izin memeriksa dengan waktu 10 menit dan mengedukasi ibu 15 menit
ya

Putri : Baik sus silahkan

Perawat April : /Memeriksa tensi yang hasilnya 210/125 Mmhg


/Gula darah yang hasilnya 400
Ini hasilnya ya bu, tekanan darah ibu sangat tinggi. Dengan itu, bisa jadi ibu
terkena hipertensi. Dengan gejala yang ibu alami yaitu pusing.
Putri : Oh iya sus. Kalau begitu, apakah ada makanan yang tidak boleh dikonsumsi?

Perawat April : Ada, makanan yang tidak boleh dikonsumsi seperti makanan tinggi kadar
garam, makanan tinggi gula dan gorengan.

Putri : Oh gitu ya sus, makanya saya kalo makan makanan yang mengandung garam
itu langsung pusing sus, lemes gitu kliengan

Perawat April : Iya betul sekali bu. Jadi ibu harus dijaga ya pola makannya, hindari konsumsi
makanan yang mengandung garam, perbanyak makanan yang bergizi dan jangan stress ya bu.

Untuk adek, bantu ibunya memilih makanan ya. Jika ibu putri membeli makanan kemasan
dilihat label nutrisinya terlebih dahulu

Arya : Bagaimana caranya sus?

Perawat April : (Menunjukan label nutrisi) Untuk penderita hipertensi berat. Diet ini
mengandung 2230 kalori, 750 g protein, 53 g lemak, dan 265 g karbohidrat

Arya : Baik sus. Terima kasih atas informasinya.


Perawat April : Iya, sama-sama
Tahap Terminasi
Perawat April : Baik ibu dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa ibu terkena
hipertensi. Salah satunya ibu harus diet rendah garam yaitu membatasi makanan yang
mengandung banyak garam. Dan untuk pemakaian garam dapat dianjurkan 5 gram atau 1sdt
perhari.
Perawat April : Bagaimana ibu apakah masih ada keluhan?
Putri : Tidak ada, sus
Perawat April : Baik, ibu. Untuk jadwal kontrol selanjutnya pada tanggal 1 Februari 2024 ya,
agar kesehatan ibu cepat membaik
Putri : Baik, sus
Perawat April : Apakah ada yang mau ditanyakan?
Putri : Tidak ada, sus
Perawat April : Baiklah. Ini ada leaflet bisa ibu bawa pulang, ibu bisa baca-baca kembali
barangkali ibu lupa terkait makanan apa saja yang boleh dikonsumsi ataupun tidak boleh
dikonsumsi
Putri : Terima kasih sus, ini saya bawa pulang ya
Perawat April : Iya, sama-sama
Putri : Kalau begitu saya izin pamit, sus.
Perawat April : Iya, Bu. Jangan lupa ibu harus banyak istirahat, minum air putih, dan jangan
stress.
Putri : Terima Kasih, sus
Perawat April : Sama-sama
Narator : Demikian role play dari kelompok kami yang berjudul Komunikasi Terapeutik
dengan Kesadaran Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi di Poli Umum Puskesmas Kota
Tegal. Kami kelompok 1 pamit undur diri, dan memohon maaf apabila ada salah kata. Dan
kami ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Anda mungkin juga menyukai