Peningkatan Hasil Belajar dengan Media Gambar
Peningkatan Hasil Belajar dengan Media Gambar
(c. Korelasi
a). Judul Hubungan
b), melihat hubungan antar variabel
c), terdapat korelasi yang signifikan
REVIEW ARTIKEL
a) PTK
Artikel 1
Judul Pemanfaatan Media Gambar untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Sekolah Dasar
Jurnal Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Bidang Ilmu Pendidikan)
Volume dan Halaman Vol. 4 No. 3 Halaman 143-150
Tahun 2023
Penulis Theresia Wea Wora, Anselmus Boy Baunsele, Adry Gabriel Sooai,
Merpiseldin Nitsae
Reviewer Choirunnisa
Tanggal 13 Oktober 2024
Tujuan Penelitian Telah dilakukan penelitian menggunakan media gambar yang bertujuan
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sekolah dasar
Subjek Penelitian Sampel yang diteliti adalah siswa kelas V SDI Kobelete
Kajian Teori Media Gambar
Hasil Belajar
Artikel 2
Judul
Peningkatan Hasil Belajar melalui Model Pembelajaran Problem Based
Learning
Jurnal Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Volume dan Halaman Vol. 4 No. 1 Halaman 61-67
Tahun 2024
Penulis Devi Widyasari, Noor Miyono, Susilo Adi Saputro
Reviewer Choirunnisa
Tanggal 13 Oktober 2024
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar
Pendidikan Kewarganegaraan Siswa kelas V (PPKN) pada materi
keragaman di SDN Pandeanlamper 03 dengan menggunakan
model pembelajaran berbasis masalah
Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah Siswa kelas V (PPKN) di SDN
Pandeanlamper 03 berjumlah 28 peserta didik dengan jumlah 15
siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki.
Kajian Teori Problem Based Learning (PBL)
b) Eksperimen
Artikel 1
Judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Gamifikasi dan
Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa SDN 1
Kayuambon Kelas 4
Jurnal J.P.T (Jurnal Pendidikan Transformatif)
Volume dan Halaman Vol. 3 No. 2 Halaman 163-170
Tahun 2024
Penulis Yasmin Hadiyya Fatin Hana, AzZahra Salsabila, Muhammad Dzaky Al
Ghifary, Muhammad Asykar Mu’thi, Gunawan Santoso
Reviewer Choirunnisa
Tanggal 13 Oktober 2024
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang dilakukan ini adalah untuk menguji penerapan
model pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi dan pengaruhnya
terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 SDN 1 Kayuambon
Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN 1 Kayuambon
Kajian Teori Pembelajaran kooperatif selama proses pembelajaran menitikberatkan
pada kerjasama dan interaksi. Melalui pembelajaran kooperatif, guru
tidak menjadi sumber informasi utama, namun menjadi fasilitator
bagi siswa. Oleh karena itu, siswa berpartisipasi aktif selama proses
pembelajaran (Kusumawardani et al., 2020) (Magdalena, dkk., 2024).
Dalam pembelajaran kooperatif, siswa dapat memperoleh materi
pembelajaran melalui keterlibatan langsung serta mampu
meningkatkan sikap kerja sama, rasa peduli terhadap orang lain,
dan lapang dada menerima pendapat dari orang lain. Selanjutnya, J.
Johson dan Johson mengungkapkan bahwa model pembelajaran
kooperatif akan memotivasi siswa supaya lebih giat dalam belajar,
merasakan lingkungan belajar yang nyaman, mencapai hasil belajar
yang tinggi, melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama,
menghargai perbedaan, serta memiliki aspek psikologis yang lebih baik
(Fathurrohman, 2015)(Santoso, Sakinah, et al., 2022).Model
pembelajaran kooperatif ini dapat dipadukan dengan model
pembelajaran berbasis gamifikasi supaya siswa dapat menjalankan
proses pembelajaran secara menyenangkan. Yu-kai Chou mendefinisikan
gamifikasi sebagai “keahlian untukmemperoleh semua elemen
menyenangkan dan membuat ketagihan yang ditemukan dalam
gamifikasi dan menerapkannya ke dunia nyata atau aktivitas
produktif”, sementara Ray Wang, CEO & Analis Utama
Constellation Research, Inc., menggambarkannya sebagai “serangkaian
prinsip desain, proses dan sistem yang digunakan untuk
mempengaruhi, melibatkan dan memotivasi individu, kelompok dan
komunitas untuk mendorong perilaku dan memberikan hasil yang
diinginkan (Huang & Soman, 2013)(Yati & Santoso, 2022). Teknik
gamifikasi diadopsi untuk mendukung pembelajaran dalam berbagai
konteks dan mata pelajaran, mengatasi sikap dan perilaku
transversal seperti kolaborasi, kreativitas, dan kemandirian
(Caponetto, et al., 2014)(Santoso, Imawati, et al., 2022).
Latar Belakang Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang siswa pelajari pada
tiap satuan pendidikan. Matematika merupakan pelajaran yang
diterapkan di sekolah guna mengembangkan kepribadian serta
kemampuan siswa dan pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, yang harus selalu relevan dengan kepentingan dan
kebutuhan siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa
depan (Hasratuddin, 2008)(Santoso, Sakinah, et al., 2022).
Matematika sendiri memiliki empat komponen yaitu matematika
merupakan ilmu pasti, matematika dibutuhkan dalam kehidupan
sehari –hari, matematika dapat melatih pola pikir kritis, serta
mendasari berbagai cabang ilmu lain. Hal tersebut menjadi pendukun
urgensi pembelajaran matematika khususnya dalam melatih serta
mengembangkan keterampilan literasi dan numerasi pada siswa
(Mariana dan Hasanudin, 2023).
Artikel 2
Judul PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM
PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS VIB SDN PAJJAIANG
KOTA MAKASSAR
Jurnal Jurnal Inovasi Pedagogi & Teknologi (JIPTek)
Volume dan Halaman Vol. 2 No. 1 Halaman 43-53
Tahun 2024
Penulis Nursyahrani Ananda Asamad, Abdul Rahman, Hikmawati Usman
Reviewer Choirunnisa
Tanggal 13 Oktober 2024
Tujuan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang bertujuan
untuk mengetahui gambaran penerapan model pembelajaran
inquiryuntuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam
pembelajaran IPA pada siswa kelas VI B di UPT SPF SD Negeri
Pajjaiang Kota Makassar
Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas VI B dan siswa
kelas VI B yang berjumlah 30 orang
Kajian Teori Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pembelajaran yang harus
dikuasai oleh siswa di tingkat sekolah dasar. Asrul (2013)
menjelaskan bahwa pelajaran IPA bagi siswa sekolah dasar adalah
mata pelajaran yang mempelajari tentang alam secara sistematis,
bukan sekedar memperoleh pengetahuan saja melainkan proses
penemuan ilmiah. Suharyati (2022) menyatakan IPA merupakan ilmu
yang mengkaji fenomena yang terjadi di alam melalui
pengamatan, percobaan, penyimpulan, dan pembentukan teori,
dengan serangkaian proses ilmiah seperti penelitian, pengumpulan,
dan presentasi ide. Proses pembelajarannya ditujukan untuk
mengembangkan kapasitas dalam mempelajari dan memahami alam
secara ilmiah. Proses belajar IPA membutuhkan model pembelajaran
dengan pendekatan ilmiah. Dipaparkan oleh Jufri (2017) pada
hakekatnya, IPA adalah ilmu yang sifatnya ilmiah. Sedangkan
model pembelajaran inquiryadalah proses pembelajaran yang
didasarkan pada penemuan melalui proses berpikir kritis dan
sistematis. Sutarningsih (2022, h. 117) “model Inquiry merupakan
model pembelajaran yang merangsang, mengajarkan, dan mengajak
siswadalam rangka menemukan jawaban secara mandiri
dariberbagai permasalahan”. Jika model pembelajaran
inquirydikaitkan dengan pembelajaran IPA, maka model pembelajaran
inquirymerupakan proses penemuan hal-hal baru dalam
pembelajaran IPA.
Artikel 1
Judul Hubungan Metode Jarimatika dengan Perkalian dalam Pembelajaran
Matematika pada Siswa Sekolah Dasar
Jurnal Journal on Education
Volume dan Halaman Vol. 6 No. 2 Halaman 11611-11620
Tahun 2024
Penulis Intan Pritama Putri, Ramanata Disurya, Farizal Imansyah
Reviewer Choirunnisa
Tanggal 13 Oktober 2024
Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini agar siswa dapat meningkatkan kemampuan
berhitung perkaliannya
Subjek Penelitian Sampel yang diteliti adalah siswa kelas IV (A) SD Negeri 31
Palembang
Kajian Teori Jarimatika ialah singkatan dari jari dan aritmatika. jarimatika adalah
metode berhitung dengan menggunakan jari tangan ,metode ini
ditemukan oleh ibu (Septi Peni Wulandani, 2006, p. 38). meski hanya
menggunakan jari tangan, tetapi dengan metode jarimatika kita bisa
menyelesaikan operasi hitung bilangan KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah
Kurang). Menurut pendapat Beliau metode ini sangat mudah diterima
anak–anak. mempelajarinya pun sangat mengasyikkan ,karena
jarimatika tidak membebani memori otak dan “alat” nya akan disita atau
ketinggalan karena alatnya adalah jari tangan kita sendiri. Menurut
Ayurachmawati, dkk dalam (Risma Nurjuliani, 2021, p. 29)
menyebutkan bahwa “jarimatika adalah cara sederhana dan
menyenangkan mengajar berhitung untuk anak sekolah dasar “ maksud
dari pendapat ini adalah anak-anak lebih menyenangkan dalam
menyelesaikan tugas sekolah berupa perkalian karena dengan
menggunakan cara ini siswa lebih praktis dan efisien serta mudah
untuk ia melakukannya.
Artikel 2
Judul HUBUNGAN PENGELOLAAN KELAS DAN BUDAYA BELAJAR
DENGAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DI SDN BUTUNG1
MAKASSAR
Jurnal Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendididkan
Volume dan Halaman Vol. 2 No. 2 Halaman 563-573
Tahun 2024
Penulis Abdul Saman, Muhammad Faisal, Ariati Rusli
Reviewer Choirunnisa
Tanggal 13 Oktober 2024
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan
positif signifikan antara pengelolaan kelas, budaya belajar terhadape
fektifitas pembelajaran
Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V yang mana
populasinya berjumlah 70 siswa yaitu seluruh peserta didik kelas tinggi
SDN 1 Butung Makassar, dengan sampel yang berjumlah 32 siswa dari
kelas V SDN 1 Butung Makassar
Kajian Teori Peneliti menerapkan aspek berdasarkan teori yang dipaparkan oleh
Hidayat (2019), Hidayat mengemukakan terdapat indikator dalam
pengelolaan kelas yaitu kodisi nonfisi kmeliputi perhatian siswa, suasa
kelas, dan kondisi fisik siswa. Pengelolaan kelas merupakan bagian dari
manajemen kelas agarkelas berjalan sesuai dengan perencanaan
pembelajaran. Pengelolaan kelas memiliki aspek penting dalam
mengefektifkan pembelajaran yaitu guru menciptakan suasana belajar
yang tepat, mengatur kelas seperti pengaturan tempat duduk, mengelola
kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan belajar dapat terlaksana seperti
yang diharapkan. Hasil penelitian yang diperoleh untuk pengelolaan
kelasdi SDN I Butung Makassar menunjukkan siswa berada kategori
sedang. Dalam hal ini faktor yang mempengaruhi hasil penelitian dapat
berupa pengaruh dari faktor internal dan eksternal. Meningkatnya hasil
belajar siswa pada penelitian ini sejalan dengan
(Nurkancana,dalamWijaya,2017) evaluasi terhadap hasil belajar suatu
pedoman yang tepat digunakan untuk menetapkan frekuensi tes adalah
susunan dari pada bahan pelajaran. Apabila suatu bahan pelajaran terdiri
dari empat unit, maka tes terhadap bahan pelajaran tersebut paling
sedikit harus dilaksanakan setiap akhir dari pada suatu unit. Selain itu,
penyusunan soal soal merupakan hal yang sangat penting pula dalam
proses evaluasi. Sebab tepat tidaknya data yang diperoleh sangat
tergantung kepada baik tidaknya soal-soal yang akan digunakan
Latar Belakang Berdasarkan observasi awal dikelas V SDN Butung 1 Makassar
ditemukan fakta bahwa budaya belajar dan pengelolaan kelas yang
dilakukan oleh guru belum dilakukan secara maksimal .Ketika kegiatan
belajar mengajar berlangsung, guru masih melaksanakan pembelajaran
dengan suasana kelas yang monoton. Ketika kegiatan belajar mengajar
berlangsung sudah ada kontrol dari guru, hanya saja lebih terfokus pada
pengaturan guru berupa tindakan korektif, sedangkan pengelolaan fisik
belum dilakukan, misalnya guru tidak membuka jendela agar terjadi
sirkulasi udara yang baik, tidak mengecek satu persatu kesulitan siswa
dalam mengerjakan tugasnya. SDN Butung 1 Makassar terus berusaha
mengembangkan mutu pendidikan dengan berbagai cara yakni
mengutamakan proses pembelajaran yang efektif yaitu melalui budaya
belajar dan pengelolaan kelas. Upaya meningkatkan mutu pendidikan
dalam pembelajarannya SDN 1 Butung sudah mengimplementasikan
budaya belajar dan pengelolaan kelas dengan tujuan mencapai hasil
yang diinginkan,seperti suasana kelas tidak sunyi, adanya keharmonisan
antar guru baik didalam kelas maupun diluar kelas. Namun pada
kenyataannya proses pembelajaran ada guru yang asik berbicara
dengan sesama guru sementara proses mengajar di kelas sedang
berlangsung.
Hasil Penelitian Tabel 3.4 Tabel korelasi budaya belajar dengan efektifitas pembelajaran.
Berdasarkan hasil tabel uji korelasi diatas, ditemukan nilai signifikansi
antara budaya belajar (X2) dengan efektifitas pembelajaran (Y) yaitu
sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil (kurang dari) 0,05 yang
artinya terdapat hubungan yang signifikan antara budaya belajar dan
efektifitas pembelajaran. Pada nilai korelasi pearson diatas yaitu sebesar
0,720 dimana angka tersebut bernilai positif maka korelasi pearson
bernilai positif yang berarti hubungan tersebut berjalan searah, semakin
tinggi budaya belajar maka semakin tinggi pula efektifitas pembelajaran
siswa kelas V, begitupun sebaliknya.
Kesimpulan Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian, maka dapat
dikemukakan kesimpulan peneliti sebagai berikut: 1. Gambaran
pengelolaan kelas diketahui pada kategori sedang, hasil uji analisis
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara budaya belajar
dan efektifitas pembelajaran, semakin tinggi budaya belajar maka
semakin tinggi pula efektifitas pembelajaran siswa kelas V SDN 1
Butung Kota Makassar. [Link] budaya belajar di kelas V SDN I
Butung Makassar pada kategori sedang. Hasil analisis data efektifitas
pembelajaran menunjukkan bahwa efektifitas pembelajaran siswa kelas
V SDN I Butung Makassar mendominasi kategori sedang. 3. Efektifitas
pembelajaran siswa bernilai positif berarti hubungan tersebut berjalan
searah, semakin tinggi budaya belajar maka semakin tinggi pula
efektifitas pembelajaran siswa kelas VSDN 1 Butung Kota Makassar.
Hasildari efektifitas pembelajaran berada pada kategori sedang. 4. Hasil
penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengelolaan kelas, budaya
belajar terhadap efektifitas pembelajaran peserta didik. Nilai koefisien
korelasi membuktikan bahwa hubungan antara pengelolaan kelas dan
efektifitas pembelajaran peserta didik tersebut tergolong kuat dan searah
yang artinya semakin meningkat pengelolaan kelas maka keaktifan
belajar peserta didik juga semakin meningkat.
Daftar Pustaka Abdul Saman, Muhammad Faisal, & Ariati Rusli. (2024). HUBUNGAN
PENGELOLAAN KELAS DAN BUDAYA BELAJAR DENGAN
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DI SDN BUTUNG 1
MAKASSAR. INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran Dan
Pendidikan), 2(2), 563–573. Retrieved from
[Link]