Database Penjualan Mie Dapur Bugin
Database Penjualan Mie Dapur Bugin
Oleh
213501034
MA’SOME UNIVERSITY
2023 / 1444
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................
BAB IV KESIMPULAN.....................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Data Base adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara
sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk
memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk
mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data
(database management system, DBMS).
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin
luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data
komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi
industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan
dengan bisnis.
Semakin berkembangnya teknologi informasi pada saat ini sangat membantu setiap
pekerjaan manusia. Seperti dalam hal pengumpulan data, setiap orang dalam suatu institusi
atau perusahaan pasti tidak bisa lepas dari menggunakan DBMS (Database Management
System). Dari yang sederhana seperti menggunakan Microsoft Access sampai dengan
menggunakan DBMS yang cukup kompleks seperti Oracle. DBMS ini bertujuan untuk
mempermudah dalam hal penyimpanan data maupun dalam hal manipulasi data, yang
nantinya data tersebut dapat digunakan kembali apabila diperlukan.
Database adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan dan menata informasi.
Database dapat menyimpan informasi tentang orang-orang, produk, pesanan, atau banyak lagi
lainnya. Kebanyakan database dimulai sebagai daftar dalam program pengolahan kata atau
lembar bentang. Karena daftar berkembang lebih besar, kelebihan dan inkonsistensi mulai
muncul dalam data. Data menjadi sulit dipahami dalam bentuk daftar dan hanya ada sedikit
cara untuk mencari atau mengambil subset data untuk peninjauan. Saat masalah ini mulai
muncul, mentransfer data ke database yang dibuat oleh sistem manajemen database (DBMS),
seperti Access, adalah ide yang tepat.
Database yang terkomputerisasi adalah wadah berbagai objek. Satu database dapat
memuat lebih dari satu tabel. Misalnya, sistem pelacakan inventaris yang menggunakan tiga
tabel bukanlah tiga database, namun satu database yang memuat tiga tabel. Kecuali telah
didesain khusus untuk menggunakan data atau kode dari sumber lain, database Access
menyimpan tabelnya dalam satu file, beserta objek lain seperti formulir, laporan, makro, dan
modul. Database yang dibuat dalam format Access 2007 (yang juga digunakan oleh Access
2016, Access 2013 dan Access 2010) memiliki ekstensi file .accdb, dan database yang dibuat
dalam format Access yang lebih lama memiliki ekstensi file .mdb. Anda dapat menggunakan
Access 2016, Access 2013, Access 2010, atau Access 2007 untuk membuat file dalam format
yang lebih lama (misalnya, Access 2000 dan Access 2002-2003).
a. Tabel
Tabel database memiliki tampilan yang mirip dengan lembar bentang, data juga
disimpan dalam baris dan kolom di dalamnya. Maka dari itu, akan sangat mudah untuk
mengimpor lembar bentang ke tabel database. Perbedaan utama antara menyimpan data
di lembar bentang dan di dalam database terletak pada cara penataan data.
b. Formulir
Formulir memungkinkan Anda membuat antarmuka pengguna tempat data dapat
dimasukkan dan diedit. Formulir sering berisi tombol perintah dan kontrol lain yang
melakukan berbagai tugas. Anda dapat membuat database tanpa menggunakan formulir
cukup dengan mengedit data di lembar data tabel. Namun, kebanyakan pengguna
database memilih menggunakan formulir untuk menampilkan, memasukkan, dan
mengedit data dalam tabel.
c. Laporan
Laporan adalah yang Anda gunakan untuk memformat, meringkas dan menyajikan data.
Laporan biasanya menjawab pertanyaan tertentu, seperti "berapa banyak uang yang
kami terima dari masing-masing pelanggan tahun ini?" atau "apa kota pelanggan kami
terletak di?" Setiap laporan bisa diformat untuk menyajikan informasi dengan cara yang
paling mudah dibaca.
d. Kueri
Kueri dapat melakukan berbagai fungsi dalam database. Fungsi yang paling umum
adalah mengambil data tertentu dari tabel. Data yang ingin Anda lihat biasanya tersebar
dalam beberapa tabel, dan kueri memungkinkan Anda untuk menampilkannya dalam
satu lembar data. Juga, karena Anda biasanya tidak ingin melihat semua catatan
sekaligus, kueri memungkinkan penambahan kriteria untuk "memfilter" data menjadi
catatan yang diinginkan saja.
e. Makro
Makro dalam Access dapat dianggap sebagai bahasa pemrograman sederhana yang
dapat digunakan untuk menambahkan fungsionalitas ke database Anda. Misalnya, Anda
dapat melampirkan makro ke tombol perintah pada formulir sehingga makro akan
berjalan setiap kali tombol diklik. Makro berisi tindakan yang melakukan tugas, seperti
membuka laporan, menjalankan kueri, atau menutup database. Sebagian besar operasi
database yang dilakukan secara manual dapat diotomatiskan menggunakan makro,
sehingga dapat menjadi penghemat waktu yang hebat.
f. Modul
Modul, seperti makro, adalah objek yang dapat Anda gunakan untuk menambahkan
fungsionalitas ke database. Sementara makro dibuat di Access dengan memilih dari
daftar tindakan makro, modul ditulis dalam bahasa pemrograman Visual Basic untuk
Aplikasi (VBA). Modul adalah kumpulan deklarasi, pernyataan, dan prosedur yang
disimpan bersama-sama sebagai satu unit. Modul dapat berupa modul kelas atau modul
standar. Modul kelas dilampirkan pada formulir atau laporan, dan biasanya berisi
prosedur khusus untuk formulir atau laporan tempatnya dilampirkan. Modul standar
berisi prosedur umum yang tidak terkait dengan objek lainnya. Modul standar tercantum
di bawah Modul dalam Panel Navigasi, sedangkan modul kelas tidak.
B. Komponen Database
Banyak sekali komponen yang mempengaruhi sistem manajemen database ini, yaitu:
1. Entitas
Entitas atau istilah dalam datanya biasa dikenal dengan entity. Elemen ini menggambarkan
suatu subjek seperti orang, tempat, kejadian atau konsepyang terekam. Maksudnya,
identitas dari elemen tersebut akan tersimpan sebagai entitas dalam sistem manajemen
database.
2. Atribut
Atribut atau atributte dapat diartikan sebagai sifat yang mewakili setiap entitas. Suatu data
tentu memiliki suatu atribut yang melekat. Tujuannya, data tersebut akan mudah diolah dan
ditemukan saat dibutuhkan.
3. Field
Secara khusus field adalah elemen yang menjadi representasi suatu atribut. Field akan
menggambarkan suatu data dengan keterangan tertentu, misalnya nama dan keterangan
lain pada data yang ada pada database.
4. Karakter
Elemen karakter adalah bagian terkecil dari suatu data. Karakter dapat berupa numerik atau
huruf maupun karakter khusus. Nantinya, kumpulan karakter akan membentuk suatu item
dari sebuah data.
Dalam melakukan proses pengolahan data yang menggunakan database manajement
system, terdapat komponen penting yang ada didalamnya. Komponen ini terdiri dari
berbagai komponen fungsional, diantaranya:
1) File Manager
Komponen satu ini terdiri dari susunan dalam basis data. Bagaimana cara kerjanya? File
manager berfungsi untuk mengelola susunan yang ada dalam penyimpanan dengan
berfokus pada struktur data yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang
mewakilkan.
2) Database Manager
Secara khusus, database manager mengatur bagaimana basis data dapat berfungsi.
Komponen ini menyediakan interaksi antar muka atau interface data dengan data lainnya.
Nantinya, setiap basis data akan dapat berjalan dengan program aplikasi dalam suatu
sistem dengan menggunakan query.
3) Query Processor
Query merupakan bentuk informasi atau pertanyaan tertentu dari sebuah basis data yang
ditulis dalam sebelum format. Nah, dengan adanya query processor, data akan dapat
diterjemahkan dalam sebuah elemen sehingga dapat diproses dengan database manager.
1. Microsoft Acces
Software database yang satu ini sangat cocok untuk digunakan untuk sebagaian besar
komputer relasional. Komputer-komputer rumahan yang hanya digunakan untuk berbagai
kebutuhan yang ringan sekalipun juga banyak yang menggunakan Mircrosoft Acces ini
sebagai data base andalan untuk digunakan. Software ini merupakan basis yang digunakan
untuk data-data dari Microsoft Jet Database Engine dan beberapa tampilan grafis yang
sering digunakan oleh pengguna rumahan. Database yang satu ini hadir untuk berbagai
series dan yang paling baru merupakan Microsoft Office System 2007.
Penggunaan untuk software database ini cukuplah mudah karena
menggunakan format data yang sangat umum. Data yang bisa terbaca untuk database yang
satu ini diantaranya seperti format Microsoft Acces, Microsoft Jet Database Engine,
Microsoft SQL Server, Oracle Databse ataupun semua data yang bisa mendukung akan
penggunaan ODBC. Dengan penggunaan data yang mudah ini software database ini bisa
digunakan sebagai pengembangan untuk perangkat lunak aplikasi dari yang sederhana
hingga yang komplek sekalipun.
2. Oracle
Software Database ini menjadi salah satu database yang bisa menyimpan data dengan
ukuran yang cukup maksimum yaitu hingga ukuran tera byte. Software database yang satu
ini menjai salah satu database yang sering dipilih dan sering untuk digunakan karena
memang mudah untuk di download dan juga memiliki versi free download. Oracle ini juga
menjadi salah satu software database yang cocok untuk pemula yang ingin belajar tentang
database.
Bahasa yang digunakan untuk Oracle ini menggunakan bahasa standard SQL.
Sehingga menyebabkan Oracle juga menjadi salah satu basis data yang relasional yang
juga terdiri dari berbagai data yang terkumpul mejadi satu dalam sistem manajemen yang
berbasis RDBMS. Nantinya basis data ini kemudian bisa digunakan untuk berbagai jenis
merk dan juga jenis komputer yang ada dipasaran.
Kelebihan dari Oracle :
Data tidak hilang meskipun ketika mengakses database ini kemudian listrik padam
secara mendadak.
Mampu untuk memberikan pelindungan pada setiap data yang ada pada program
perusahaan.
Bisa digunakan untuk melakukan lock hingga level row-level yang menyebabkan
penggunaan untuk database ini bisa digunakan dengan lebih cepat meskipun digunakan
secara bersamaan.
Oracle Data Mining & Data Warehousing dimana fitur ini berfungsi untuk membantu
dalam menentukan strategi perusahaan kedepan yang berdasarkan dari analisis data
yang ada.
Virtual Private Database, dimana fitur yang ada pada Oracle ini berfungsi sebagai
keamanan yang akan menjaga berbagai transaksi yang terjadi di internet.
Flashback Query, dengan adanya fitur ini memungkikan anda untuk bisa melihat
kembali status data pada waktu sebelumnya hingga batas sesuai dengan apa yang anda
tentukan.
3. Ms SQL Server
Untuk software database ini merupakan database yang merupakan sistem manajemen
basis data relasional yang digunakan untuk produk Microsoft. Bahasa yang digunakan
untuk kueri dari software database ini merupakan bahasa Transact-SQL yang merupakan
gabungan dari SQL standar ANSI/ISO. Bahasa ini juga merupakan bahasa software
database yang sering digunakan untuk Microsoft ataupun Sybase. Pada awalnya database
ini hanya bisa digunakan untuk data berskala kecil hingga menengah, namun saat ini sudah
bisa digunakan hingga data yang berskala besar sekalipun.
Dalam berkomunikasi, Ms SQL Server ini menggunakan jaringan porotokol TDS atau
Tabular Data Stream. Fitur pendukung dari database ini adalah, database ini bisa
digunakan untuk bahsa pemrograman driver JBC karena memiliki driver JDBC. Selain itu,
database ini juga bisa diguankan untuk mirroring ataupun clustering.
Kelebihan:
Berfungsi untuk platform yang banyak dan berbeda.
Bahasa yang digunakan cukup banyak.
Type data yang juga beragam dan sangat banyak.
Sangat mendukung untuk kalimat SQL GROUP BY dan juga ORDER BY.
4. MySQL
Untuk software database yang satu ini menjadi salah satu database yang paling terbuka
unuk seluruh open cource dan bisa digunakan untuk seluruh platform seperti Linux
ataupun Windows. Yang menjadi kelebihan dari software database ini adalah penggunaan
dari software database ini bisa digunakan untuk multi user karena memang pengakses
database pada software ini menggunakan program yang bersifat network.
MySQL bisa anda dapatkan secara gratis karena memang database yang satu ini sudah
disebar secara gratis dibawah lisensi GPL. Dengan sistem ini maka anda bisa mengunduh
dan menggunakan software database yang satu ini secara gratis. MySQL ini menjadi salah
satu database yang paling diunggulkan jika dibandingkan dengan database server yang
lainnya terutama untuk masalah query data. Hal ini dikarenakan keceaptan membagi data
pada software database ini lebih cepat jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Kelebihan:
Pengunaannya yang gratis
Query data yang lebih cepat
Bisa digunakan untuk multi user.
5. Firebird
Firebird atau juga terkenal dengan nama FirebirdSL menadi salah satu sistem
manajemen basisdata yang menawarkan berbagai fitur standar. Fitur-fitur yang bisa anda
dapatkan untuk database yang satu ini diantaranya seperti ANSI SQL-99 dan jga SQL-
2003. Database ini bisa digunakan dengan sangat baik dan bisa berjalan dengan cepat
ketika digunakan untuk Linux, Windows dan bahkan untuk sebagian platform Unix. Untuk
Firebird sendiri merupakan modul terbaru yang sudah disempurnakan pada beberapa
bagian yang membuatnya menjadi semakin maksimal. Firebird ini memiliki linsensi
dibawah Initial Develper’s Public License.
6. Postsgre SQL
Software database yang satu ini berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk
membangun database serven yang hanya bersifat open source dengan lisensi GPL atau
General Public License. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk Postrge SQL ini
diantaranya seperti SQL, C, C++, Java, PHP dan juga lainnya. Dengan menggunakan
software database ni juga bisa digunakan memodifikasi dan juga mendistribusikan secara
bebas dan gratis tanpa harus membayar lisensi. Hal ini bisa digunakan untuk berbagai
kebutuhan baik itu untuk digunakan pribadi, umum atuapun untuk kebutuhan pendidikan
sekalipun.
D. Desain Database
Desain Database atau basis data adalah proses menghasilkan detail (rinci) model data
dari basis data (database).Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data
yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan
baik. Terdapat beberapa alasan mengapa desain database perlu untuk dilakukan, salah satu
adalah untuk menghindari pengulangan data (data redundancy).
Proses Desain Database ada enam yaitu : Analisis Persyaratan, Desain Database
Konseptual, Desain Database Logika, Perbaikan skema, Desain Database fisik, Desain
Aplikasi dan Keamanan.
1. Analisis Persyaratan (Conditional Analysis) Proses atau langkah pertama dalam
mendesain database yaitu kita wajib mengetahui dan memahami apa yang diinginkan user
(pengguna) database tersebut seperti data yang tersimpan dalam database, aplikasi yang
akan dibuat dan jenis operasi apa yang digunakan serta subjek sesuai persyaratan yang
ada.
2. Database Konseptual (Conceptual Database) Pada langkah kedua informasi-informasi
yang ada pada saat kita melakukan analisis persyaratan digunakan untuk
mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang wajib disimpan dalam database. Pada
langkah ini sering diproyeksikan dengan menggunkan model ER, yaitu salah satu dari
model data tingkat tinggi yang digunakan dalam desain database agar mengahasilkan
desain atau gambaran yang sederhana yang sesuai dengan pemikiran pengguna (user).
3. Desain Database Logika (Logical Database Design), Pada langkah ketiga kita harus
mengubah konsep desain database atau model ER menjadi sebuah skema database
relasional dari DBMS yang dipilih. Kita diwajibkan untuk memilih sebuah DBMS untuk
membuat desain database yang kita inginkan.
4. Perbaikan skema, Pada langkah keempat untuk mendesain database yaitu menganalisa
kumpulan relasi atau hubungan dalam skema database relasional untuk mengatasi
persoalan atau masalah yang ada. Langkah ini sering disebut dengan Normalisasi yang
bersifat subjektif.
5. Desain Database fisik (Physical Database Desain), Langkah kelima kita wajib
memperhitungkan bobot kerja umum yang sesuai dengan database kita dan memperbaiki
desain database kelak agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan keinginan. Pada
langkah ini meliputi pembuatan indeks pada tabel dan mengelompokkan beberapa table.
Pada lankah kelima ini juga mempermasalahkan desain ulang yang nyata atau rasional
dari beberapa skema dari langkah pertama desain database.
6. Desain Aplikasi dan Keamanan, Pada langkah ini semua aplikasi atau perangkat lunak
yang menyangkut sebuah DBMS harus memperhitungkan aspek aplikasi di luar database
tersebut. Desain perangkat lunak serta pola pengembangan yang lengkap telah ditetapkan
oleh Metodologi desain UML. Secara singkat, kita wajib mengetahui entitas dan proses-
proses yang ada pada aplikasi. Kita jaga wajib mengetahui fungsi entitas-entitas dalam
setiap tahap atau proses pada tugas-tugas aplikasi. Kita juga wajib mengetahui bagian
database yang dapat diakses dan yang tidak dapat diakses. Kita wajib memastikan
prosedur akses tersebut dilakukan. Database Management System juga menyuguhkan
mekanisme-mekanisme agar proses langkah ini menjadi lebih mudah.
E. DBMS
Terdapat dua jenis bahasa komputer yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan
DBMS:
Data Definition Language (DDL): Bahasa ini digunakan untuk membuat dan mengubah
struktur dari sebuah obyek dalam database seperti views, schema, tabel, index, dsb.
Data Manipulation Language (DML): Bahasa ini digunakan untuk memberikan perintah
untuk memanipulasi sebuah data di dalam database. Perintah tersebut meliputi
pengambilan data, menambahkan data, mengubah data, dan menghapus data.
DBMS memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
1. Mendefinisikan data beserta kaitannya, Sebuah database memiliki cakupan informasi yang
sangat besar yang tersimpan dalam bentuk dokumen atau tabel. DBMS membantu
mendefinisikan di mana sebuah informasi terletak beserta kaitannya dengan informasi di
tabel atau dokumen lain.
2. Memanipulasi data, Salah satu fungsi mendasar DBMS adalah untuk menyimpan,
memperbarui, atau menghapus data dengan lebih mudah. Hal ini dapat terjadi karena
adanya interface visual yang dapat membantu user untuk memanipulasi data tanpa perlu
mengakses sumber informasinya.
3. Meningkatkan integritas data, Dalam sebuah DBMS, terdapat beberapa basis data yang
dapat diakses oleh banyak user. Maka dari itu, akurasi dan konsistensi data
dalam database adalah sesuatu yang mutlak. Sistem pengelolaan basis data membantu
memastikan bahwa seluruh data tetap akurat dan tersusun secara konsisten.
4. Backup dan recovery data, DBMS memiliki fitur backup dan recovery data otomatis yang
tentunya sangat berguna untuk mencegah hilangnya informasi penting. Para user tidak
perlu lagi menjalankan pencadangan berkala karena sudah ditangani oleh sistem. Selain
itu, sistem pengelolaan data juga secara otomatis mengembalikan database ke versi stabil
ketika terjadi system crash atau failure untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi.
5. Mempercepat akses data, Sistem pengelolaan basis data membantu user dalam memperoleh
hasil dari query mereka dengan cepat dan akurat. Dengan kata lain, sistem pengelolaan
basis data juga berperan dalam meningkatkan produktivitas pekerja yang berkaitan
dengan data.
6. Mengurangin inkonsistensi data, Sebuah inkonsistensi data terjadi ketika terdapat beberapa
versi dari sebuah file di beberapa tempat sekaligus. Salah satu peran penting sistem
pengelolaan basis data adalah memastikan data yang tersimpan adalah versi terbaru,
sehingga tidak ada kesenjangan versi data di antara seluruh user.
7. Keamanan data, Keamanan data merupakan harga mati dalam sebuah basis data, sehingga
pengaturan otorisasi user merupakan hal yang sangat penting. Sistem pengelolaan basis
data dapat memfasilitasi hal tersebut dengan adanya fitur otorisasi akses
menggunakan username dan password.
Sistem pengelolaan basis data terbagi menjadi beberapa jenis, berikut adalah beberapa di
antaranya:
1. Herarchical Database, Hierarchical database atau basis data bentuk hirarki merupakan
jenis sistem pengelolaan basis data dengan struktur hubungan parent – children (induk-
anak). Dalam sistem pengelolaan jenis herarchical, data juga memiliki informasi
mengenai hubungan ibu/anak di dalam grup mereka.
Contoh hierarchical database antara lain:
IBM Information Management System (IMS)
RDM Mobile
Windows Registry
XML & XAML
2. Network Database, Network database atau basis data jaringan menggunakan sebuah
struktur jaringan untuk membentuk hubungan/relationship antar entitas di dalamnya.
Secara teknis, network database merupakan bentuk turunan dari hierarchical database.
Namun jika dalam bentuk hirarki sebuah entitas hanya dapat memiliki hubungan
induk/anak dengan satu entitas lain, dalam network database sebuah entitas dapat
memiliki hubungan induk/anak dengan lebih dari satu entitas lain.
Contoh network database antara lain:
Integrated Data Store (IDS)
Integrated Database Management System (IDMS)
Raima Database Manager
TurboIMAGE
Univac DMS-1100
3. Relational Database, Dalam sebuah relational DBMS (RDBMS), hubungan antar data
bersifat relasional serta data disimpan dalam tabel yang berisi kolom dan baris. Kolom
berisi attribute, sedangkan baris berisi record atau data. Untuk mengoperasikan RDBMS
seperti menambah, mengurangi, menghapus, dan memanipulasi data, user perlu
menggunakan Structured Query Language (SQL).
Contoh RDBMS antara lain:
MySQL
PostgreSQL
Oracle DB
Kelebihan dan Kekurangan DBMS
Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem manajemen basis data.
Kelebihan DBMS sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas data sharing: DBMS membantu menciptakan lingkungan di
mana user dapat dengan mudah mengakses data yang telah diatur secara rapih.
2. Meningkatkan efisiensi kerja sama Karena sifatnya yang dapat digunakan secara
bersamaan, DBMS meningkatkan efisiensi kerja pada tim yang membutuhkan kolaborasi
secara real time.
3. Mempermudah pengambilan keputusan Data yang tertata rapih dan mudah diakses akan
meningkatkan kualitas informasi yang diperoleh dari data, sehingga keputusan yang
diambil juga akan semakin baik.
Kekurangan DBMS
1. Penambahan biaya operasional Sistem manajemen basis data perlu menggunakan
konfigurasi hardware dan software yang rumit, sehingga perlu ditangani oleh pekerja
dengan keterampilan tertentu.
2. Sistem pengelolaan yang rumit ketika sebuah organisasi memutuskan untuk
mengadaptasi DBMS, maka mereka perlu membentuk sebuah sistem untuk mengelola
seluruh aspek dari basis data, baik teknis ataupun non-teknis.
3. Frekuensi pembaharuan penyedia DBMS seringkali memperbarui produk mereka untuk
menambahkan fitur baru dalam versi yang dijual terpisah. Versi terbaru dari sebuah
DBMS juga terkadang perlu diimbangi dengan pembaruan hardware.
F. Pengertian Mie
Mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak
dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali
dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa
mereka sebagai pencipta mie, walaupun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han
Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan
berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.
Dengan keanekaragaman Mie kebanyakan orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa
Italia) secara generik, dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang.
Namun begitu, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara
di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk
memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan mi terjadi
karena campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan.
Berikut ini adalah jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.
Pada saat ini pola kehidupan masyarakat semakin modern. Banyak masyarakat yang
beralih untuk memilih makanan cepat saji yaitu salah satunya adalah mie. Sehingga Mie
merupakan salah satu produk yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dan menjadi
langganan karena rasanya yang khas dan harganya juga sangat terjangkau. Di Indonesia
terdapat beberapa jenis mie yang dimodifikasi sedemikian rupa.
STUDI KASUAS
Pada bab 1 akan berisi tentang gambaran dan kerangka dalam berfikir pemecahan
suatu permasalahan dan memberi penjelasan alur proses.
A. Perancangan Database
1. Buka Software Microsoft Access Klik windows → cari Microsoft Access → lalu double
klik
B. Perancangan Tabel
Konsep tabel aplikasi penjualan aneka mie di dapur bugin’s
Nama Barang
TABEL Satuan
PENJUALAN QTTY
Harga Jual
No_Transaksi
DATABASE PENJUALAN Jenis Barang
TABEL
ANEKA MIE DI DAPUR Jumlah Barang
PEMBELIAN
BUGIN’S Harga
Total
Kode Transaksi
TABEL Kode Barang
TRANSAKSI Jumlah
3. Desain table
a. Pembelian
b. Penjualan
c. Transaksi
11. Klik kanan pada penjualan lalu klik save dan beri nama form penjualan
12. Desain form penjualan aneka mie di dapur bugin’s
1. Klik tabel penjualan kemudian klik create lalu pilih report design
2. Klik add existing fields di field list pilih barang lalu drug semuanya
3. Pindahkan semua tabel ke page header dengan cara klik salah satu label lalu tekan
ctrl + X kemudian klik ctrl + V di page header
4. Pada report 1 klik kanan lalu pilih save dan beri nama report penjualan
2. klik kanan di penjualan lalu pilih save dan kasih nama report wizard barang
F. gfsf