0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan14 halaman

Pantangan Makanan untuk Diabetes Mellitus

Diunggah oleh

Riantika Dwi Astuti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan14 halaman

Pantangan Makanan untuk Diabetes Mellitus

Diunggah oleh

Riantika Dwi Astuti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELLITUS

Pembimbing Akademik:
Siti Fatonah, SKM., M. Kes
Pembimbing Lahan:
Ida Sundari Said, [Link]

Disusun Oleh:
KELOMPOK 57

1. Nabilla Lisa Autasya 2113451061 D3 Sanitasi


2. Fenny fela Agustina 2113453058 D3 TLM
3. Nainaya Rima Nabila 2113453112 D3 TLM
4. Mesi Merliani 2148401063 D3 Farmasi
5. M. Fadheel H.P 2113411046 D3 Gizi
6. Fadila Tri Astuti 2112402025 D3 Kesehatan Gigi
7. Tiara Nabila 2115401020 D3 Kebidanan tjk
8. Vionixa Revazania 2115401090 D3 Kebidanan tjk
9. Mia Maulidina 2015301021 STr Kebidanan tjk
10. Yunita Dewi 2114401020 D3 Keperawatan Tjk
11. Winda Devita 2114401094 D3 Keperawatan Tjk
12. Nabila Tiara Suci 2014301022 STr Keperawatan Tjk

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Pembahasan : Penyakit Diabetes Mellitus

Sub Pokok Pembahasan : Pemahaman tentang penyakit Diabetes Mellitus

Sasaran : Masyarakat pekon Bumiratu

Jam/ waktu : 09.00 wib

Hari / tanggal : Senin, 11 Maret 2024

Tempat : Desa Bumi Ratu

Penyuluh : Mahasiswa IPC Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

A. Analisa Situasi
Penyuluhan bertujuan dalam mencapai perubahan perilaku individu, keluarga.
dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat.
serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal
(Maharani, 2013). Penyuluhan kesehatan berperan penting, karena sant ini banyak
terjadinya perubahan gaya hidup di dalam masyarakat, seperti kebiasaan makan
berlebihan, terlalu banyak aktivitas, banyak merokok, dan kurang istirahat. Pola dan
gaya hidup tersebut menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah banyak
menyerang kesehatan manusia terutama pada penduduk usia yang lebih dari 40 tahun,
salah satunya timbul hipertensi (Agrina dkk., 2011)
Dari hasil survey yang dilakukan di desa Bumi Ratu didapatkan bahwa
beberapa dan sebagian besar warga belum mengetahui tentang Diabetes Mellitus
secara umum. Oleh karena itu, penyuluhan ini dimaksudkan agar masyarakat
memahami dan lebih aware terhadap kesehatan diri masing-masing. Khususnya agar
setiap orang sadar pentingnya menjaga kesehatan untuk penderita Diabetes Mellitus.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan selama 30 menit, dapat
memahami tentang konsep penyakit Diabetes Mellitus.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan tindakan penyuluhan kesehatan tentang Diabetes Mellitus,
masyarakat mampu mengetahui tentang:
1) Pengertian Diabetes Mellitus
2) Penyebab Diabetes Mellitus
3) Tanda dan gejala Diabetes Mellitus
4) Komplikasi Diabetes Mellitus
5) Cara penanganan Diabetes Mellitus
C. Isi materi Terlampir
1. Pengertian Diabetes Mellitus
2. Penyebab Diabetes Mellitus
3. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus
4. Komplikasi Diabetes Mellitus
5. Cara penanganan Diabetes Mellitus

D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi

E. Media
1. Leaflet.
2. Laptop
3. Sound System

F. Pengorganisasian
1. Penanggung Jawab : M. Fadhel Himawan Prayugo
2. MC dan Moderator : Fenny Fela Agustina, Vionixa Revazania
3. Penyuluh/penyaji : Nabila Tiara Suci
4. Observer : Winda Devita
5. Notulen/Operator : Mia Maulidina
6. Fasilitator : Fadila Tri Astuti, Tiara Nabila, Nabila Lisa Altasya,
7. Dokumentator : Nainaya Rima Nabila
8. Demontrasi : Yunita Dewi, Mesi Merliani

Uraian Tugas
1) Ketua Pelaksana
a) Bertanggungjawab dalam mengatur seluruh kegiatan
b) Membuat laporan kegiatan akhir acara
2) MC dan Moderator
a) Memperkenalkan pelaksanaan kegiatan
b) Membuat kontrak waktu
c) Menjelaskan tujuan kegiatan
d) Menjelaskan tujuan penyuluhan
e) Mengarahkan jalannya penyuluhan selama acara berlangsung
f) Memandu dan mengajak masyarakat berdiskusi dalam kegiatan
g) Menutup acara
3) Penyuluh/penyaji
Menyajikan materi penyuluhan tentang penyakit Diabetes Mellitus
4) Observer
Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
5) Notulen
Mencatat hasil pelaksanaan dari penyuluhan mengenai Diabetes Mellitus
6) Operator
a) Menampilkan materi penyakit Diabetes Mellitus
b) Bertanggung jawab atas penampilan materi penyuluhan
7) Dokumentator
Mendokumentasikan kegiatan penyuluhan

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN

N Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Sasaran Metode Petugas


O Kegiatan Penyuluhan /media
penyuluhan
1 Pembukaan 10  Mengucapkan  Menjawab Ceramah Moderator
menit salam salam /lisan Dokumen-
 Memperkenal  Mendengarkan tator
kan diri dan menyimak
 Menyampaika  Bertanya jika
n tujuan ada yang
pokok materi kurang jelas
 Menyampaika
n pokok
pembahasan
 Kontrak
waktu
2 Penyajian 30  Menjelaskan  Mendengarkan Ceramah Penyuluh
materi menit pengertian dan menyimak Powerpoint Moderator
Diabetes  Mendengarkan Laptop Fasilitator
Mellitus dan menyimak Sound Dokumen-
 Menjelaskan  Mendengarkan system tator
penyebab dan menyimak
Diabetes  Mendengarkan
Mellitus dan menyimak
 Menjelaskan
tanda dan
gejala
Diabetes
Mellitus
 Menjelaskan
komplikasi
Diabetes
Mellitus
 Menjelaskan
penanganan
Diabetes
Mellitus
3 Penutup 10  Mengadakan  Bertanya Diskusi Moderator
menit tanya jawab /menjawab Tanya Narasum-
untuk pertanyaan jawab/lisan ber
mengetahui  Mendengarkan fasilitator
seberapa jauh dan menyimak
pemahaman  Menjawab
peserta salam
mengenai  Menerima
materi yang leaflet
telah  Mengikuti foto
disampaikan bersama
 Menyimpul-
kan hasil
penyuluhan
 Mengucapkan
terimakasih
dan salam
penutup
 Membagikan
leaflet
 Foto bersama

LAMPIRAN
MATERI DIABETES MELLITUS

A. Pengertian
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang akhir-akhir ini semakin banyak
dijumpai. Penyakit Diabetes Melitus juga sering kita sebut dengan istilah kencing
manis atau penyakit gula darah. Penyakit yang satu ini termasuk jenis penyakit kronis
yang tanda awalnya yaitu meningkatnya kadar gula dalam darah sebagai akibat
adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh. Organ tubuh yang terganggu
adalah pankreas yang mana sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pankreas
sudah tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam memenuhi kebutuhan tubuh.
Insulin adalah sejenis hormon jenis polipeptida yang dihasilkan oleh kelenjar
pankreas. Fungsi utama insulin ialah untuk menjaga keseimbangan glukosa dalam
darah dan bertindak meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel badan. Kegagalan
tubuh untuk menghasilkan insulin, atau jumlah insulin yang tidak mencukupi akan
menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam tubuh dan digunakan oleh sel-sel
dalam tubuh (tidak terserap oleh sel-sel dalam tubuh). Dengan demikian glukosa
meningkat di dalam darah menyebabkan berlakunya penyakit kencing manis juga
dikenal sebagai Diabetes Melitus.

B. Penyebab Diabetes Mellitus


1. Banyak Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Gula
Kita semakin sulit menghindari makanan yang mengandung gula, hal tersebut
sangat mudah di jumpai seperti es krim, sirup, minuman dalam kemasan, permen,
aneka jajanan kue dan lain-lain. Semua makanan dan minuman tersebut kadang
tanpa kita sadari mengandung banyak gula. Yang patut diwaspadai adalah gula
yang terkandung dalam makanan dan minuman tersebut tidak pernah kita ketahui
berapa takarannya. Berbeda jika kita minum teh atau kopi buatan sendiri, yang
sudah diketahui berapa sendok teh takarannya. Kita boleh minum teh manis dan
kopi selama dalam batas yang wajar.
2. Kurang tidur
Kurang tidur dapat menyebabkan berkurangnya sistem kekebalan tubuh sehingga
tubuh mudah terserang penyakit. Selain itu kebiasaan begadang sambil minum
kopi dan merokok mempunyai resiko terkena penyakit diabetes. Oleh karena itu
hindarilah kebiasaan begadang, istirahatlah secara cukup, yaitu 8 jam dalam sehari
agar tubuh dapat fit kembali.
3. Makan terlalu banyak karbohidrat dari nasi atau roti
Perlu Anda ketahui bahwa tubuh mempunyai kemampuan yang terbatas dalam
mengolah makanan yang Anda makan. Jika Anda makan terlalu banyak
karbohidrat, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk gula dalam darah
(glikogen). Jika hal ini berlangsung setiap hari, maka dapat dibayangkan besarnya
penumpukan glikogen yang disimpan dalam tubuh. Inilah pemicu awal terjadinya
gejala diabetes.
4. Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik selain minum minuman
beralkohol. Merokok dapat menjadi pemicu terjadinya diabetes. Selain merusak
paru-paru, merokok juga dapat merusak hati dan pankreas dimana hormon insulin
diproduksi sehingga dapat mengganggu produksi insulin di dalam kelenjar
pankreas.
5. Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup naik mobil ketika berangkat kerja, naik lift ketika berada dikantor,
duduk terlalu lama di depan komputer serta kurangnya aktivitas fisik lainnya
membuat sistem sekresi tubuh berjalan lambat. Akibatnya terjadilah penumpukan
lemak di dalam tubuh yang lambat laun berat badan menjadi berlebih. Sebagai
pencegahan, Anda dapat memperbanyak aktivitas fisik selama bekerja. Misalnya
jalan kaki ketika berangkat ke kantor, naik tangga, melakukan senam ringan
sehabis duduk terlalu lama dan lain-lain.
6. Faktor Keturunan
Diabetes juga dapat disebabkan karena faktor keturunan atau genetika. Biasanya
jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes, maka kemungkinan besar
anaknya juga menderita penyakit yang sama. Para ahli diabetes telah sepakat
menentukan persentase kemungkinan terjadinya diabetes karena keturunan. Jika
kedua orang tuanya (bapak dan ibu) menderita diabetes, maka kemungkinan
anaknya menderita penyakit diabetes yaitu 83%. Jika salah satu orang tuanya
(bapak atau ibu) adalah penderita diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita
penyakit diabetes yaitu 53%. Sedangkan jika kedua orang tuanya normal/tidak
menderita diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit diabetes
yaitu 15%.
7. Pola makan
Makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh
tubuh dapat memacu timbulnya diabetes mellitus. konsumsi makan yang
berlebihan dan tidak diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah yang
memadai dapat menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan pastinya
akan menyebabkan diabetes melitus.
8. Pola hidup
Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab diabetes mellitus. Jika
orang malas berolah raga memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit
diabetes mellitus karena olah raga berfungsi untuk membakar kalori yang
berlebihan di dalam tubuh. Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan
faktor utama penyebab diabetes mellitus selain disfungsi pankreas.
9. Obesitas (kegemukan)
Orang gemuk dengan berat badan lebih dari 90 kg cenderung memiliki peluang
lebih besar untuk terkena penyakit diabetes militus. Sembilan dari sepuluh orang
gemuk berpotensi untuk terserang diabetes mellitus.

10. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan


Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang
pankreas, radang pada pankreas akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun
sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh
termasuk insulin. Segala jenis residu obat yang terakumulasi dalam waktu yang
lama dapat mengiritasi pankreas.
11. Penyakit dan infeksi pada pancreas
Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas juga dapat menyebabkan radang
pankreas yang otomatis akan menyebabkan fungsi pankreas turun sehingga
tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk
insulin. Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan
resiko terkena diabetes mellitus.

C. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus


1. Peningkatan rasa lapar
2. Peningkatan keluaran urin
3. peningkatan rasa haus
4. Cemas
5. Berat badan menurun
6. Kesemutan
7. Gatal
8. Mata kabur
9. Impotensi pada pria
10. Priuritas pada wanita

D. Komplikasi Diabetes Mellitus


1. Ginjal pada Diabetes Mellitus
Nefropati diabetic merupakan penyebab kematian terbanyak penderita DM.
Proteinuria penderita DM biasanya menunjukkan tingkat kerusakan pada ginjal
dan prognosis. Patogenesis nefropati diabetic berhubungan dengan hiperglikemia,
karena kerja ginjal yang terus menerus melebihi batas untuk menyaring glukosa,
peningkatan tekanan darah pada ginjal dan perubahan struktur glomerular.
2. Diabetic Neuropathy
Diabetic neuropathy muncul pada 50% penderita DM jangka panjang baik pada
tipe 1 maupun tipe 2. Pada penderita DM kemungkinan disebabkan gangguan
sirkulasi pada sel saraf karena kerusakan pembuluh darah, Ada pun jenis-jenisnya
adalah:
a. Polyneuropathy (mononeuropathy)
Bentuk yang paling sering adalah distal symmetric polyneuropathy berupa
kehilangan kemampuan sensorik bagian distal. Gejala yang muncul berupa
perasaan gatal geli atau terbakar dimulai dari ujung kaki menyebar ke
proksimal. Lama kelamaan penderita akan kehilangan kemampuan sensori
atau kehilangan kemampuan reflek. Sedangkan mononeuropathy biasanya
menyerang bagian cranial atau saraf perifer lainnya.
b. Autonomic neuropathy
Penderita DM dapat mengalami disfungsi saraf otonom (sistem kolinergik,
noradrenergic dan peptidergik). Saraf-saraf tersebut mengatur jantung.
gastrointestinal dan sistem kemih. Hal ini bisa mengakibatkan takikardi, gejala
gangguan pengosongan lambung, gangguan frekuensi berkemih, dll.
3. Gastrointestinal dan genitourinary
Kelainan yang paling sering muncul adalah gangguan pengosongan lambung dan
gangguan motilitas usus. Gejala yang mungkin muncul adalah anorexia, muntah,
mual, dan kembung. Penyebabnya mungkin adalah disfungsi saraf simpatis. Selain
itu hiperglikemia juga mengganggu proses pengosongan lambung.
4. Komplikasi kardiovaskular
Faktor resiko untuk penyakit makrovaskular pada penderita DM misalnya
dislipidemia, hipertensi, obesitas, aktivitas fisik berkurang, dan bila merokok akan
semakin parah. Pada penderita DM tipe 2 biasanya terjadi peningkatan
plasminogen activator inhibitor dan fibrinogen yang meningkatkan koagulasi
darah. Selain itu diabetes juga berhubungan dengan disfungsi endotel, otot polos
pada pembuluh dan platelet. Selain penyakit jantung koroner, kemungkinan untuk
terjadi penyakit cerebrovaskular juga meningkat pada penderita DM. penderita
DM juga beresiko terkena diabetic cardiomyopathy.
5. Komplikasi pada ekstremitas bawah
DM merupakan penyebab amputasi non-traumatik tertinggi terutama akibat ulkus
pada kaki, dan infeksi. Peningkatan insidensi disebabkan neuropathy, penyakit
arteri perifer dan penyembuhan luka yang lambat. Sekitar 15% penderita DM
menderita ulkus pada kaki dan 14-24% diantaranya harus diamputasi. Ulkus
diabetikum dapat terjadi menurt dua teori, teori sorbitol dan terori glikoksilasi.
6. Infeksi
Penderita DM juga bisa mengalami gangguan sistem imun dan fungsi fagosit. Hal
ini berhubungan dengan hiperglikemia dan gangguan vaskularisasi. Hiperglikemia
membantu kolonisasi candida dan jenis fungal lainnya karena menyediakan
makanan yang baik untuk pertumbuhan koloni. Infeksi tersering yang muncul
adalah pneumonia, UTI, dan infeksi pada kulit. Selain itu penderita DM juga lebih
rentan terhadap postoperative infection.
7. Mata
Pada DM dapat saja terjadi retinopati dimana pembuluh retina mengalami
penyempitan, karena merupakan end artery (tak punya kolateral) sumbatan pada
pembuluh retina berakibat kebutaan. Komplikasi kronik lainnya ialah katarak
diabetik sebagai akibat tingginya kadar glukosa dalam cairan lensa mata, sehingga
cairan lensa tersebut menjadi keruh.
E. Pantangan Makanan Penderita
1. Teh manis
Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum
risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori
(tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900
kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-
1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga
kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
2. Gorengan atau makanan yang digoreng
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan
adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti
kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit
kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner,
dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah
kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol
total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL
(kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat
disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi
lemak, termasuk gorengan.
3. Kentang
Kandungan karbohidrat pada kentang yang tinggi, membuat indeks. glikemiknya
juga tinggi. Untuk itu, kurangi konsumsi kentang, baik yang dipanggang, direbus
maupun digoreng.
4. Roti putih
Kurangi konsumsi roti yang terbuat dari tepung putih. Lebih baik pilih roti yang
terbuat dari tepung gandum. Selain memiliki banyak serat juga baik untuk jantung
Anda.
5. Mie dan Pasta
Sebagian besar pasta dan mie memiliki indeks glikemik tinggi. Artinya pasta dan
mie dibuat dengan olahan karbohidrat sederhana seperti gandum atau tepung
beras. Konsumsi karbohidrat tinggi bisa meningkatkan kadar gula dalam darah.

F. Diit Diabetes Melitus


Mengelola penyakit kencing manis atau diabetes mellitus sebenarnya mudah
asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, disiplin
saran dokter, disiplin minum obat, dan tetap [Link] mengontrol kadar gula
secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci
sukses pengelolaaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus
memperhatikan jumlah karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi
diperoleh dari zat ini. Ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan jenis
sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih dari satu rantai glukosa
sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam
roti atau nasi, harus diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam
aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti es krim, jeli, selai, sirup,
minuman ringan, dan permen, langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar
gula darah langsung melejit.
Dari sisi makanan penderita diabetes atau kencing manis lebih dianjurkan
mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar
seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buah-buahan
yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak
dianjurkan.
Penderita kencing manis juga di anjurkan untuk mengkonsumsi sayuran. Ada
dua jenis sayuran yaitu jenis sayuran A dan B. Dalam sayuran jenis A(bayam, buncis,
kacang panjang, jagung muda, labu siam, wortel, pare, nangka muda) ditambah
sayuran jenis B (kembang kol, jamur segar, seledri, taoge, ketimun, gambas, cabai
hijau, labu air, terung, tomat, sawi) akan menekan kenaikan kadar glukosa dan
kolesterol darah. Bawang merah dan putih (berkhasiat 10 kali bawang merah) serta
buncis baik sekali jika ditambahkan dalam diet diabetes karena secara bersama-sama
dapat menurunkan kadar lemak darah dan glukosa darah.
Jadwal makan pengidap diabetes dianjurkan lebih sering dengan porsi sedang.
Maksudnya agar jumlah kalori merata sepanjang hari. Tujuan akhirnya agar beban
kerja tubuh tidak terlampau berat dan produksi kelenjar ludah perut tidak terlalu
mendadak. Di samping jadwal makan utama pagi, siang, dan malam, dianjurkan juga
porsi makanan ringan di sela-sela waktu tersebut(selang waktu sekitar tiga jam). Yang
perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seperti nasi, daging berlemak, jeroan,
kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, coklat,
dendeng, makanan gorengan.
Diet B tinggi serat itu termasuk diet diabetes umum, yang tidak menderita
komplikasi, tidak sedang berpuasa atau pun sedang hamil.
Prinsip makan selanjutnya adalah menghindari konsumsi gula dan makanan
yang mengandung gula. Juga menghindari konsumsi hidrat arang olahan yakni hidrat
arang hasil dari pabrik berupa tepung dengan segala produknya. Ditambah lagi
mengurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari (lemak binatang, santan,
margarin, dll.), sebab tubuh penderita mengalami kelebihan lemak darah.
Yang perlu diperbanyak justru konsumsi serat dalam makanan, khususnya
serat yang larut air seperti pektin (dalam apel), jenis kacang-kacangan, dan biji-bijian
(bukan digoreng). Bila penderita juga mengalami masalah dengan ginjal, yang perlu
diperhatikan adalah jumlah konsumsi protein. Umumnya, digunakan rumus 0,8 g
protein per kilogram berat badan. Bila kadar kolesterol/trigliserida tinggi, disarankan
melakukan diet rendah lemak. Bila tekanan darahnya tinggi, dianjurkan mengurangi
konsumsi garam. Kegagalan berdiet bisa disebabkan karena pasien kurang berdisiplin
dalam memilih makanannya atau tidak mampu mengurangi jumlah kalori
makanannya. Bisa juga penderita tidak mempedulikan saran dokter. Dengan
melakukan diet yang teratur dan disiplin pasti kadar gula dapat dikendalikan.
G. 3D Tips Pengelolaan untuk Menjaga Gula Darah Tetap Normal
1. Disiplin Olah Raga
Olah raga yang teratur dapat mengendalikan risiko diabetes. Manfaat olah raga
bagi penderita diabetes antara lain:
a. Membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh sehingga meningkatkan
kemampuan metabolisme sel dalam menyerap dan menyimpan glukosa.
b. Meningkatkan sirkulasi darah, terutama pada kaki dan tangan, di mana
biasanya penderita diabetes memiliki masalah.
c. Mengurangi stress yang sering menjadi pemicu kenaikan glukosa darah.
Penderita diabetes yang rajin berolah raga dapat melepaskan diri dari
ketergantungan pada obat. Berikut adalah beberapa tips berolah raga bagi
penderita diabetes (diabetesi):
1) Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani program olah raga. Dokter
akan merekomendasikan jenis olah raga apa yang boleh Anda lakukan sesuai
dengan kondisi Anda. Dokter biasanya akan melarang Anda berolah raga bila:
a) Glukosa darah Anda lebih dari 250 mg/dl.
b) Anda memiliki gejala retinopati (kerusakan pembuluh darah pada mata).
neuropati (kerusakan syaraf dan sirkulasi darah pada anggota badan),
nefropati (kerusakan ginjal) dan gangguan jantung seperti jantung koroner,
infark miokard, arritmia dan lainnya.
2) Bila tidak ada larangan, mulailah dengan olah raga ringan seperti senam
aerobik, berjalan, berenang, dan bersepeda. Olah raga aerobik tersebut
bermanfaat memperdalam pernafasan dan meningkatkan kerja jantung. Bagi
Anda yang tidak pernah berolahraga, awali dengan 10-20 menit setiap kali
latihan, beberapa kali seminggu.
3) Banyak penderita diabetes yang tidak menyadari bila memiliki masalah di kaki
mereka. Sebelum berjalan sehat atau jogging, pastikan kenyamanan dan
keamanan sepatu yang dipakai:
a) Selalu gunakan kaus kaki yang nyaman.
b) Periksa apakah ada krikil atau benda lain sebelum mengenakan sepatu.
c) Hindari lecet atau goresan di kaki
4) Bila Anda memiliki masalah di kaki, sebaiknya pilih berenang, senam atau
bersepeda yang tidak terlalu membebani kaki.
5) Jangan mengangkat beban berat karena dapat meningkatkan tekanan darah
secara tiba-tiba.
6) Awali dan akhiri latihan dengan pemanasan dan pendinginan selama 5-10
menit untuk mengurangi risiko jantung dan cedera otot.
7) Jangan menambah porsi latihan secara drastis. Setiap kali, naikkan hanya satu
faktor saja (frekuensi, lama atau intensitas latihan).
8) Kenakan tanda pengenal diabetes, agar orang tahu bila terjadi sesuatu dengan
Anda. Hipoglikemi adalah risiko yang dapat terjadi sewaktu berolah raga.
Kenaikan penyerapan glukosa oleh otot dapat menurunkan gula darah ke
tingkat yang sangat rendah (hipoglikemi). Gejala hipoglikemi adalah badan
gemetar, jantung berdebar, keringat bertambah, rasa lapar, pusing, lesu,
bingung, dan perubahan mood yang cepat.
9) Bila terkena gejala hipoglikemi:
a) Lakukan tes gula darah untuk mengecek.
b) Konsumsi makanan atau minuman manis, misalnya jus atau manisan buah.
Hindari makanan yang mengandung lemak karena menghalangi
penyerapan glukosa oleh tubuh.
c) Istirahat selama 10-15 menit dan lakukan pengecekan lagi sebelum.
melanjutkan latihan. Jangan meneruskan berolah raga bila gula darah di
bawah 100 mg/dl.
d) Bila melanjutkan berolah raga, selalu waspada terhadap munculnya
kembali gejala hipoglikemi.
e) Setelah selesai berolah raga, makanlah makanan yang mengandung
karbohidrat kompleks seperti ubi, roti, dan jagung.
10) Lakukan pengetesan glukosa darah 12 jam setelah latihan yang agak berat
untuk mengecek adanya hipoglikemi yang muncul setelah latihan (late onset).
11) Berolahragalah dengan gembira. Untuk meningkatkan dan mempertahankan
motivasi Anda berolahraga, bergabunglah dengan klub-klub olah raga diabetes
yang ada di dekat tempat tinggal Anda.

2. Disiplin Makan
Mengidap diabetes bukan berarti anda tidak boleh menikmati makanan favorit
anda. Silahkan mengkonsumsi makanan kesenangan anda namun hindari yang
banyak mengandung lemak dan gula.
a. Jadwal makanan selalu 3 kali sehari, dengan jarak 4-6 jam
b. Banyak mengandung jenis sayuran, kaya serat, rendah karbohidrat dan lemak
c. Jumlah makanan disesuaikan untuk mencapai berat badan ideal.
d. Berbeda dengan makanan biasa, diet diabetes harus tepat jadwal, tepat jenis,
dan tepat jumlah.
Tujuan diet diabetes adalah menyesuaikan makanan dengan kemampuan tubuh
yang menggunakan dan memerlukannya, sehingga dapat:
a. Menjaga kadar gula darah tetap normal
b. Mencapai berat badan ideal
c. Penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa
d. Menghindari komplikasi.
Makan secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian yang telah dianjurkan
oleh dokter dan ahli gizi anda. Bahan makanan yang dihindari adalah:
a. Gula murni dan bahan makanan yang diolah dengan memakai gula murni
seperti gula pasir, gula jawa, madu, sirop, dan lain-lain;
b. Makanan yang banyak mengandung lemak, seperti keju, mentega, kuning
telor, susu fullcream, santan dan sebagainya,
c. Buah-buahan manis seperti mangga, nangka, rambutan, sawo, sirsak, nanas,
anggur, duku, durian, jeruk manis.
d. Bahan makanan yang dibatasi adalah makanan yang mengandung banyak
karbohidrat, seperti nasi, lontong, ketan, jagung, roti, ubi, singkong, talas,
kentang, sagu, mie, dan bihun.

3. Disiplin Minum Obat Diabetes mellitus merupakan penyakit yang kronis atau
menahun, sehingga memerlukan perhatian, pengobatan, serta perawatan yang
berkesinambungan dan berlangsung seumur hidup. Pengobatan ini harus
dilakukan secara teratur dan sesuai resep dokter agar glukosa dalam darah tetap
normal.

H. Daftar Pustaka
Carpenitto, Lynda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Alih Bahasa:
Monica Ester, Edisi 8. EGC: Jakarta.

World Health Organization Department of Noncommunicable Disease Surveillance


(2005). "Definition, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus and its
Complications" (PDF)

Anda mungkin juga menyukai