0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

PjBL Tingkatkan Hasil Belajar PAI Kelas VII

Diunggah oleh

elis.supartika17
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

PjBL Tingkatkan Hasil Belajar PAI Kelas VII

Diunggah oleh

elis.supartika17
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.

1, Agustus 2021, 135-144


JCCS, Vol.x, No.x, July xxxx, pp. 1~5
ISSN: 1978-1520 ◼ 145

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning


Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII B
UPT SMP Negeri 5 Alla

Kamaria Badaring 1
Guru SMPN 5 Alla Kabupaten Enrekang1
email: kamariabadaring@[Link]

Tujuan penelitian yang dilakukan yakni untuk meningkatkan hasil


belajar belajar peserta didik dalam mata pelajaran PAI materi
“Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan” melalui penerapan
metode pembelajaran Project based learning (PjBL). Penelitian termasuk
jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dari
penelitian ini adalah fase D UPT SMPN 5 ALLA Tahun Ajaran 2021/2022,
yang terdiri dari 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan
tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh metode Project
based learning (PjBL) berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik
pada materi “Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan”. Dalam
penelitian tindakan kelas ini dilakukan 2 siklus. Yang mana hasil dari
penelitian ini, menunjukan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam pra siklus 55%, pada Akhir siklus I sebesar 76,75%, dan pada
akhir Siklus II mengalami peningkatan yang cukup besar sehinga mencapai
92% peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran
(KKTP). Berdasarkan hasil belajar yang diperoleh hal ini menunjukan,
bahwa metode pembelajaran Project based learning (PjBL) dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII.B UPT SMPN 5 Alla.

Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Project based learning (PjBL)

Pendahuluan
Nilai hasil belajar adalah salah satu indikator yang bisa digunakan untuk
mengukur keberhasilan belajar seseorang. Nilai hasil belajar mencerminkan hasil yang
dicapai seseorang dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Dalam proses belajar mengajar, ada banyak faktor yang mempengaruhi
pencapaian nilai hasil belajar peserta didik, baik yang berasal dari dalam diri pesertadidik
(internal). maupun dari lingkungan luar (eksternal). Faktor internal terkait dengan
disiplin, respon dan motivasi peserta didik, sementara faktor eksternal adalah lingkungan
belajar, tujuan pembelajaran, kreatifitas pemilihan media belajar oleh pendidik serta

Received June 1st,2012; Revised June 25th, 2012; Accepted July 10th, 2012
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 146

metode pembelajaran. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi satu sama lain dan


merupakan satu kesatuan yang mendasari hasil belajar peserta didik.
Dari semua faktor yang ada, metode pembelajaran yang dipilih oleh seorang
pendidik menjadi sumber dan berkait dengan faktor yang lain. Pemilihan metode
pembelajaran yang tepat akan membawa suasana belajar yang menyenangkan dan
memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas. Suasana belajar yang
menyenangkan akan membawa dampak pada motivasi belajar dan disiplin yang
meningkat. Motivasi belajar yang tinggi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan
peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang terbaik.
Berdasarkan hasil pengamatan di UPT SMPN 5 ALLA khususnya untuk kelas
VII-B pada materi “Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan” , proses belajar
mengajar di kelas dilakukan dengan metode konvensional (ceramah). Ketika proses
pembelajaran tersebut berlangsung, banyak siswa yang mengantuk atau mengobrol. Rasa
ingin tahu siswa tidak terbangun, kemandirian dalam kegiatan pembelajaran pun sedikit
sekali terlihat. Ketekunan yang dimiliki belum tampak.
Selain itu hanya ada beberapa siswa yang aktif di kelas, mereka mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan, namun masih
banyak siswa yang hanya menjadi pendengar dan tergolong pasif di kelas. Saat
mendapatkan nilai yang tidak memuaskan seakan menjadi hal yang biasa bagi siswa.
Siswa tidak termotivasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Jika hal demikian
didiamkan saja oleh guru dan tidak diupayakan adanya perbaikan maka tujuan kegiatan
pembelajaran tersebut tentu tidak akan dapat tercapai denganmaksimal.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian tindakan kelas berkaitan dengan peningkatan hasil belajar siswa dengan
menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning (PJBL) pada Mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam di UPT SMPN 5 ALLA. Rumusan Masalah dalam
penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran Project Based Learning
dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan agama
islam dan budi pekerti di Kelas VII UPT SMPN 5 Alla.
Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk
menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan actual
peserta didik,untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat [Link] yang tetap
harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana
nyaman dan menyenangkan agar peserta didik dapat berpikir optimal (Ngalimun,
2017:330) Model project based learning merupakan model pembelajaran yang
memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran dikelas dengan
melibatkan kerja proyek. Sedangkan menurut Clegg dan Berch melalui “pembelajaran
kerja proyek, kreativitas dan motivasi siswa akan [Link] proyek dapat
dipandang sebagai bentuk open-ended contextual activity -based learning dan merupakan
bagian dari proses pembelajran yang memberikan penekanan kuat pada pemecahan
masalah sebagai suatu usaha kolaboratif yang dilakukan dalam proses pembelajaran
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 147

periode tertentu (Made Wena, 2014: 114). 330). Model project based learning merupakan
model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola
pembelajaran dikelas dengan melibatkan kerja [Link] menurut Clegg dan
Berch melalui “pembelajaran kerja proyek,kreativitas dan motivasi siswa akan
[Link] proyek dapat dipandang sebagai bentuk open-ended contextual activity
-based learning dan merupakan bagian dari proses pembelajran yang memberikan
penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai suatu usaha kolaboratif yang dilakukan
dalam proses pembelajaran periode tertentu (Made Wena, 2014: 114).
Namun dalam pelaksanaannya, pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih
menggunakan cara lama yaitu hanya menggunakan metode ceramah, mencatat dan
latihan secara tertulis atau praktek, yang mengharapkan pesertadidiknya duduk, diam,
mendengarkan apa yang guru sampaikan, dicatat dan dihafalkan, mengerjakan latihan
yang diberikan, sehingga kegiatan belajar mengajar masih monoton, tidak inetraktif dan
kurang menarik perhatian peserta didik, khususnya pelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI ) sehingga menyebabkan menurunnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran
pendidikan agama islam. Oleh karena itu, perlu ada perubahan dalam kegiatan
pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Pada Materi
“Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan” Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti Fase D UPT SMPN 5 Alla Tahun Ajaran 2021/2022 dengan
menggunakanModel Pembelajaran Project Based learning (PJBL).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas atau disebut dengan
Classroom Action Research dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja gurudalam proses
pembelajaran sehingga terjadi peningkatan terhadap hasil belajarpeserta didik. Tahapan
penelitian tindakan kelas dapat diuraikan sebagai berikut merencanakan tindakan
(Planning), melaksanakan Tindakan (Action), Observasi (Observation), dan Refleksi
(Reflektion). Adapun prosedur penelitian tindakan kelas secara detail dapat digambarkan
sebagai berikut:

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 148

Permasalahan Perencanaan Pelaksanaan


Tindakan I Tindakan I

Refleksi I Pengamatan/
Pengumpulan

Permasalahan Perencanaan Pelaksanaan


Beru, Hasil Tindakan II Tindakan II

Refleksi II Pengamatan/
Pengumpulan

Bila Masalah
Dilanjutkan ke
Belum
Siklus Berikutnya

Gambar 1. Tahap-Tahap Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian ini dilaksanakan di UPT SMPN 5 Alla yang berlokasi di Redak Desa
Patongloan, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, dilaksanakan mulai tanggal 21
Juli s.d 21 Agustus 2021. Tindakan penelitian ini dilakukan di kelas
VII.B permasalahan pada hasil belajar peserta didik yang menurun yang
menjadikan kurangnya perhatian peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
menggunakan tes, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriftip yang menyajikan
data penelitian melalui tabel dan grafik untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar
siswa. Data diperoleh dari hasil tes pada siklus I dan II. Setiap peserta didik UPT SMPN
5 Alla peserta didik pada mata pelajaran PAI dikatakan tuntas belajar jika siswa sudah
mencapai nilai Kriteria Ketuntasan TujuanPembelajaran (KKTP).

Tabel 1. Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP)


Kriteria Interval Nilai*)
Ketuntasan
0-20 21-60 61-80 81-100
Baru Berkembang Layak Cakap Mahir
Menjelaskan Belum dapat Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan
hakikat salat Menjelaskan hakikat salat hakikat salat hakikat salat
dan zikir serta hakikat salat dan zikir serta dan zikir serta dan zikir serta
pelaksanaannya. pelaksanaannya pelaksanaannya pelaksanaannya

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 149

dan zikir serta namun kurangjelas dengan jelas tapi dengan jelas
pelaksanaannya dan kuranglengkap dan lengkap
kurang lengkap

Catatan : Catatan hasil tes peserta didik dikatakan meningkat bila jumlah skor
masing masing indikator meningkat.
Jumlah Skor
Klasifikasi Keaktifan
Tinggi : 81 - 100
Sedang : 61 - 80
Rendah : 21 - 60
Sangat Rendah : 0- 20

HASIL PENELITIAN
Peneliti melakukan Observasi Awal (Pra Siklus), yaitu kegiatan untuk mengambil
data awal, tujuannya untuk mengetahui presentase hasil belajar peserta didik padamata
pelajaran Pendidikan Agama Islam sebelum di terapkannya model pembelajaran project
based learning (PJBL). Dilihat dari data yang diperoleh dari tes awal, maka dapat
disimpulkan kemampuan awal peserta didik dalam materimeyakini nabi dan rasul Allah
masih sangat rendah. Nilai rata – rata yang diperolehdari 20 orang peserta didik pada tes
awal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Daftar Nilai Pra Siklus

Kategori Hasil Belajar Nilai Hasil Belajar

Rata-rata 55
Nilai tertinggi 90
Nilai terendah 20
Peserta didik yang mahir 3 orang
Peserta didik yang cakap 5 orang
Peserta didik yang layak 8 orang

Dari data di atas sebelum melakukan tindakan penelitian, penelitimengadakan tes


kemampuan awal yaitu dengan nilai rata-rata, nilai kriteria ketuntasan belajar (55%),
berarti dengan kategori rendah (layak) karena dibawah persentase. Nilai yang paling
rendah adalah 20, sedangkan nilai tertinggi adalah [Link] didik yang mendapatkan
nilai Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu 3 orang peserta didik kategori mahir,
5 orang peserta didik kategori cakap, 8 orang peserta didik kategori layak dan 4 orang

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 150

peserta didik kategori baru berkembang dari 20 peserta didik. Dari hasil pre test diatas
bahwa peserta didik dalam mengerjakan soal-soal dari guru masih sangat rendah. Karena
peserta didik setiap kali belajar yang berperan aktif hanya guru saja dan peserta didik
bersifat pasif.
Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa pada materi “Menghadirkan shalat
dan zikir dalam kehidupan”. Dengan demikian, dapat dijadikan pertimbangan dalam
perencanaan siklus I.

Tindakan Siklus I
Pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan berbagai hal yang akan
digunakan di dalam penelitian, dengan berdiskusi dan bekerjasama dengan guru, kegiatan
yang dilakukan meliputi: Peneliti menyusun modul ajar dengan menggunakan model
pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dengan materi “Menghadirkan shalat dan
zikir dalam kehidupan”. 2 x 40 Menit. Format Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Peneliti
mempersiapkan materi pokok, membahas mengenai pengertian beriman kepada nabi dan
rasul Allah, pengertian, makna dan hikmah shalat dan zikir dalam kehidupan sehari-hari.
Peneliti membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, setiap kelompok 5 siswa,
peneliti memberikan suatu pengarahan terhadap siswa tentang model pembelajaran yang
diterapkan yaitumemberikan proyek berupa pembuatan queto (kata-kata hikmah) sesuai
dengan BAB 3 tentang “Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan”
Mempersiapkan media pembelajaranyang akan di gunakan untuk medukung proses
pembelajran. konsultasi kepada guru mengenai semua persiapan yang telah dikerjakan
dankonsultasi mengenai pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.
Selanjutnya pada tahap pelaksanaan Tindakan Siklus 1, dalam proses
pelaksanaannya terdapat tiga langkah yang dilaksanakan yaitu kegiatan awal atau
pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pertama kegiatan awal, Orientasi: melakukan
pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dalam mengawali kegiatan pembelajaran, Apersepsi : mengingatkan kembali pelajaran
sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran hari ini dan menanyakan hal umum terkait
“Hikmah Shalat kehidupan sehari-hari” Motivasi : Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai dalam materi “Makna dan Hikmah Shalat”. Pemberian
Acuan: menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan mekanisme
pembelajaran.
Kedua Kegiatan Inti,
Sintak 1 Penentuan pertanyaan mendasar: guru menayangkan power point
mengenai materi shalat dan zikir, guru menayangkan video dariyoutube berisi tentang
shalat dan zikir, peserta didik mengamati video tersebut, peserta didik dan guru saling
bertanya jawab mengenai materi yang ditayangkan pada vidio, Guru memberi tugas
peserta didik pada LKPD yaitu Membuat queto berupa kata-kata hikmah yang

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 151

mengandung isi bahwa shalat dapat mencegahperbuatan keji dan mungkar, peserta didik
dan guru saling bertanya jawab tentang pemecahan masalah tugas pada LKPD.
Sintak 2 Mendisain Perencanaan: Peserta didik menerima penjelasan guru bahwa
pembelajaran kali ini akan di lakukan secara diskusi kelompok. (Komunikasi), Peserta
didik telah menerima LKPD dari guru, peserta didik membaca petunjuk pengerjaan
LKPD, jika dirasa ada yang belum dipahami bisa ditanyakan kepada guru, Peserta didik
mendapatkan pengarahan dariguru tentang kegiatan di LKPD. Peserta didik berdiskusi
menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah meliputi pembagian tugas,
persiapan alat, bahan, media dan sumber yang dibutuhkan.
Sintak 3 Menyusun Jadwal Pembuatan: Peserta didik dan guru membuat
kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan- tahapan pengumpulannya)
(berpikir kritis), Peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan
memperhatikan batas waktu yang telah ditentukan bersama,
Sintak 4 Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek: Guru memantau
keaktifan peserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan
dan membimbing jika mengalami kesulitan, peserta didik melakukan pengerjaan proyek
sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan setiap masalah yang muncul
selama penyelesaian proyek dengan guru.
Sintak 5 Menguji Hasil : Peserta didik dan guru berdiskusi tentang langkah
langkah dalam penyelesaian tugas di LKPD (Komunikasi, Berpikir Kritis) , guru
memantau hasil proyek yang telah dibuat, dan mengukur ketercapaian standart, peserta
didik membahas kelayakan proyek yang telah dibuat, peserta didik memaparkan laporan
tugas yaitu menampilkan hasil belajarnya yang di berikan,
Sintak 6 Evaluasi Pengalaman Belajar : Sebelum evaluasi, peserta didik dengan
bimbingan guru melakukan kegiatan ice breaking senam pinguin untuk meningkatkan
kosentrasi, peserta didik melakukan bimbingan proses pemaparan proyek yaitu
memamerkan hasil karya kelompok masing-masing, setiap kelompokmenampilkan hasil
karyanya di depan kelasp, eserta didik kelompok lain dan guru menanggapi hasil proyek,
guru memberikan penilaian hasil proyek(Berpikir Kritis), kelompok yang karya nya paling
bagus dan rapi mendapatkan reward berupa bintang berpoint dari guru.
Kegiatan ketiga Penutup, Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan jika ada materi yang belum dipahami. (Berpikir Kritis), peserta didik bersama
guru membuat simpulan tentang poin-poin materi, guru bersama peserta didik melakukan
refleksi mengenai pembelajaran yang telah dilakukan yaitu shalat dan Zikir”, guru
mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya, guru menutup
pembelajaran dengan bersama-sama membaca Hamdalah.
Tahap selanjutnya adalah pengamatan / Observasi siklus I, Pada tahap ini ada 2
aspek yang menjadi objek observasi yaitu aktivitas guru dan aktivitas peserta didik.
Berdasarkan tindakan yang telah diberikan, diperoleh hasil analisi daripengamatanyang
dilakukan oleh ibu Wahida TG, [Link] (guru kelas VII) sebagai observer selama
pembelajaran berlangsung, dilihat dari aktifitas guru dan peserta didik, dan tes yang telah
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 152

diberikan.
Berdasarkan data, hasil pengamatan aktivitas tarhadap guru dan peserta didik
yaitu peneliti dan peserta didik yang melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan
model project based learning (PJBL) yang dilakukan oleh guru dan peserta didik
pengamat nilai ini masuk dalam kategori baik, artinya dalam proses pembelajaran guru
sudahberperan baik dalam pembelajaran. Adapun hasil belajar peserta didik setelah
pelaksanaan model project based learning pada siklus I.

Tabel 3. Data Hasil Belajar Siklus I


Kategori hasil belajar Nilai Hasil Belajar
Rata-rata 76,75
Nilai tertinggi 95
Nilai terendah 65
Peserta didik yang mahir 5 orang
Peserta didik yang cakap 15 orang
Peserta didik yang layak 0 orang
Peserta didik yang baru berkembang 0 orang

Berdasarkan tabel di atas pengamatan yang diperoleh peneliti dan observer,


antusias peserta didik menerima materi pelajaran sudah baik, karena sebagaian peserta
didik sudah memahami dan mengerti tentang materi yang disampaikan oleh peneliti
dengan menggunakan metode jigsaw akan tetapi masih ada sebagianpeserta didik yang
masih belum memahami materi yang disampaikan peneliti sehingga masih perlunya
dilakukan pada observasi siklus II. Dari hasil lembar observasi siklus I, juga terjadi
peningkatan yang baik, dan hasil evaluasi juga telahterjadi peningkatan yaitu sebesar
(76,75%) dengan persentase sedang (cakap), dari hasil pra siklus (55%) dengan
persentase rendah (layak).
Lebih jelasnya peningkatan hasil belajar siswa pra siklus dan hasil belajar siklus I
dapat di gambarkan pada diagram berikut :
80%

70%

60%

50%

40%

Kriteria Ketuntasan Tujuan Kriteria Ketuntasan Tujuan

Mahir Cakap Layak Baru Berkembang

Gambar 2. Hasil belajar peserta didik pra siklus dan Siklus I


Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 153

Tindakan Siklus II
Adapun yang dilakukan peneliti dalam siklus II sama dengan siklus yang
sebelumnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tahap
perencanaan peneliti menyiapkan berbagai hal yang akan digunakan di dalam penelitian,
dengan berdiskusi dan bekerjasama dengan guru, kegiatan yang dilakukan meliputi:
Peneliti menyusun modul ajar dengan menggunakan model pembelajaran Project Based
Learning (PJBL) dengan materi “Menghadirkan shalatdan zikir dalam kehidupan”. 2 x 40
Menit. Format Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Penelitimempersiapkan materi pokok,
membahas mengenai pengertian beriman kepada nabi dan rasul Allah, pengertian, makna
dan hikmah shalat dan zikir dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti membagi peserta didik
dalam beberapa kelompok, setiap kelompok 5 siswa, peneliti memberikan suatu
pengarahan terhadap siswa tentang model pembelajaran yang diterapkan yaitu
memberikan proyek berupa pembuatan queto (kata-kata hikmah) sesuai dengan BAB
3 tentang “Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan” Mempersiapkan media
pembelajaran yang akan di gunakan untuk medukung proses pembelajran. konsultasi
kepada guru mengenai semua persiapan yang telah dikerjakan dankonsultasi mengenai
pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.
Selanjutnya pada tahap pelaksanaan Tindakan Siklus 1, dalam proses
pelaksanaannya terdapat tiga langkah yang dilaksanakan yaitu kegiatan awal atau
pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pertama kegiatan awal, Orientasi: melakukan
pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dalam mengawali kegiatan pembelajaran, Apersepsi : mengingatkan kembali pelajaran
sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran hari ini dan menanyakan hal umum terkait
“Hikmah Shalat kehidupan sehari-hari” Motivasi : Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai dalam materi “Hikmah Shalat dan Zikir”. Pemberian
Acuan: menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan mekanisme
[Link] Kegiatan Inti,
Sintak 1 Penentuan pertanyaan mendasar: gurumenayangkan power point
mengenai materi shalat dan zikir, guru menayangkan video dariyoutube berisi tentang
shalat dan zikir, peserta didik mengamati video tersebut, peserta didik dan guru saling
bertanya jawab mengenai materi yang ditayangkan pada vidio, Guru memberi tugas
peserta didik pada LKPD yaitu Membuat queto berupa kata-kata hikmah yang
mengandung isi bahwa shalat dan zikir dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar,
peserta didik dan guru saling bertanya jawab tentang pemecahan masalah tugas pada
LKPD.
Sintak 2 Mendisain Perencanaan: Peserta didik menerima penjelasan guru bahwa
pembelajaran kali ini akan di lakukan secara diskusi kelompok. (Komunikasi), Peserta
didik telah menerima LKPD dari guru, peserta didik membaca petunjuk pengerjaan LKPD,
jika dirasa ada yang belum dipahami bisa ditanyakan kepada guru, Peserta didik
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 154

mendapatkan pengarahan dari guru tentang kegiatan di LKPD. Peserta didik berdiskusi
menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah meliputi pembagian tugas,
persiapan alat, bahan, media dan sumber yang dibutuhkan.
Sintak 3 Menyusun Jadwal Pembuatan: Peserta didik dan guru membuat
kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan- tahapan pengumpulannya)
(berpikir kritis), Peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan
memperhatikanbatas waktu yang telah ditentukan bersama,
Sintak 4 Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek: Guru memantau
keaktifan peserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan
dan membimbing jika mengalami kesulitan, peserta didik melakukan pengerjaan proyek
sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan setiap masalah yang muncul
selama penyelesaian proyek dengan guru.
Sintak 5 Menguji Hasil : Peserta didik dan guru berdiskusi tentang langkah
langkah dalam penyelesaian tugas di LKPD (Komunikasi, Berpikir Kritis) , guru
memantau hasil proyek yang telah dibuat, dan mengukur ketercapaian standart, peserta
didik membahas kelayakan proyek yang telah dibuat, peserta didik memaparkan laporan
tugas yaitu menampilkan hasil belajarnya yang di berikan,
Sintak 6 Evaluasi Pengalaman Belajar : Sebelumevaluasi, peserta didik dengan
bimbingan guru melakukan kegiatan ice breaking senam pinguin untuk meningkatkan
kosentrasi, peserta didik melakukan bimbingan proses pemaparan proyek yaitu
memamerkan hasil karya kelompok masing- masing, setiap kelompok menampilkan hasil
karyanya di depan kelasp, eserta didikkelompok lain dan guru menanggapi hasil proyek,
guru memberikan penilaian hasilproyek(Berpikir Kritis), kelompok yang karya nya paling
bagus dan rapi mendapatkan reward berupa bintang berpoint dari guru.
Kegiatan ketiga Penutup, Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan jika ada materi yang belum dipahami. (Berpikir Kritis), peserta didik bersama
guru membuat simpulan tentang poin-poin materi, guru bersama peserta didik melakukan
refleksi mengenai pembelajaran yang telah dilakukan yaitu shalat dan Zikir”, guru
mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya, guru menutup
pembelajaran dengan bersama-sama membaca Hamdalah.
Pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan berbagai hal yang akan digunakan
di dalam penelitian, dengan berdiskusi dan bekerjasama dengan guru, kegiatan yang
dilakukan meliputi: Peneliti menyusun modul ajar dengan menggunakan model
pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dengan materi “Menghadirkan shalat dan
zikir dalam kehidupan”. 2 x 40 Menit. Format Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Peneliti
mempersiapkan materi pokok, membahas mengenai pengertian beriman kepada nabi dan
rasul Allah, pengertian, makna dan hikmah shalat dan zikir dalam kehidupan sehari-hari.
Peneliti membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, setiap kelompok 5 siswa,
peneliti memberikan suatu pengarahan terhadap siswa tentang model pembelajaran yang
diterapkan yaitumemberikan proyek berupa pembuatan queto (kata-kata hikmah) sesuai
dengan BAB 3 tentang “Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan”
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 155

Mempersiapkan media pembelajaranyang akan di gunakan untuk medukung proses


pembelajran. konsultasi kepada guru mengenai semua persiapan yang telah dikerjakan
dankonsultasi mengenai pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.
Selanjutnya pada tahap pelaksanaan Tindakan Siklus 1, dalam proses
pelaksanaannya terdapat tiga langkah yang dilaksanakan yaitu kegiatan awal atau
pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pertama kegiatan awal, Orientasi: melakukan
pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dalam mengawali kegiatan pembelajaran, Apersepsi : mengingatkan kembali pelajaran
sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran hari ini dan menanyakan hal umum terkait
“Hikmah Shalat kehidupan sehari-hari” Motivasi : Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai dalam materi “Makna Shalat dan Zikir”. Pemberian
Acuan: menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan mekanisme
pembelajaran.
Kedua Kegiatan Inti,
Sintak 1 Penentuan pertanyaan mendasar: guru menayangkan power point
mengenai materi shalat dan zikir, guru menayangkan video dari youtube berisi tentang
shalat dan zikir, peserta didik mengamati video tersebut, peserta didik dan guru saling
bertanya jawab mengenai materi yang ditayangkan pada vidio, Guru memberi tugas
peserta didik pada LKPD yaitu Membuat queto berupa kata-kata hikmah yang
mengandung isi bahwa shalat dan zikir dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar,
peserta didik dan guru saling bertanya jawab tentang pemecahan masalah tugas pada
LKPD.
Sintak 2 Mendisain Perencanaan: Peserta didik menerima penjelasan guru bahwa
pembelajaran kali ini akan di lakukan secara diskusi kelompok. (Komunikasi), Peserta
didik telah menerima LKPD dari guru, peserta didik membaca petunjuk pengerjaan LKPD,
jika dirasa ada yang belum dipahami bisa ditanyakan kepada guru, Peserta didik
mendapatkan pengarahan dari guru tentang kegiatan di LKPD. Peserta didik berdiskusi
menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah meliputi pembagian tugas,
persiapan alat, bahan, media dan sumber yang dibutuhkan.
Sintak 3 Menyusun Jadwal Pembuatan: Peserta didik dan guru membuat
kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan- tahapan pengumpulannya)
(berpikir kritis), Peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan
memperhatikanbatas waktu yang telah ditentukan bersama,
Sintak 4 Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek: Guru memantau
keaktifan peserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan
dan membimbing jika mengalami kesulitan, peserta didik melakukan pengerjaan proyek
sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan setiap masalah yang muncul
selama penyelesaian proyek dengan guru.
Sintak 5 Menguji Hasil : Peserta didik dan guru berdiskusi tentang langkah
langkah dalam penyelesaian tugas di LKPD (Komunikasi, Berpikir Kritis) , guru
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 156

memantau hasil proyek yang telah dibuat, dan mengukur ketercapaian standart, peserta
didik membahas kelayakan proyek yang telah dibuat, peserta didik memaparkan laporan
tugas yaitu menampilkan hasil belajarnya yang di berikan,
Sintak 6 Evaluasi Pengalaman Belajar : Sebelumevaluasi, peserta didik dengan
bimbingan guru melakukan kegiatan ice breaking senam pinguin untuk meningkatkan
kosentrasi, peserta didik melakukan bimbingan proses pemaparan proyek yaitu
memamerkan hasil karya kelompok masing- masing, setiap kelompok menampilkan hasil
karyanya di depan kelasp, eserta didikkelompok lain dan guru menanggapi hasil proyek,
guru memberikan penilaian hasilproyek(Berpikir Kritis), kelompok yang karya nya paling
bagus dan rapi mendapatkan reward berupa bintang berpoint dari guru.
Kegiatan ketiga Penutup, Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan jika ada materi yang belum dipahami. (Berpikir Kritis), peserta didik bersama
guru membuat simpulan tentang poin-poin materi, guru bersama peserta didik melakukan
refleksi mengenai pembelajaran yang telah dilakukan yaitu Makna Zikir”, guru
mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya, guru menutup
pembelajaran dengan bersama-sama membaca Hamdalah.
Berdasarkan hasil pengamatan observer dalam siklus II ini bahwasanya
berdasarkan data di atas, hasil pengamatan aktivitas tarhadap guru dan peserta didikyaitu
peneliti yang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode jigsaw yang
dilakukan oleh guru pengamat diperoleh nilai 95 nilai ini masuk dalamkategori sangat
baik, artinya dalam proses pembelajaran guru sudah berperandengan sangat baik. Adapun
data dari hasil post test pada siklus ke II sebagai berikut:
Tabel 4. Data Hasil Belajar Siklus II

Kategori hasil belajar Nilai Hasil Belajar


Rata-rata 92
Nilai tertinggi 100
Nilai terendah 80
Peserta didik yang mahir 18 orang
Peserta didik yang cakap 2 orang
Peserta didik yang layak 0 orangPeserta didik yang baru
berkembang 0 orang

Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik


yangmencapaiKriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada siklus I sebesar
76,75% dengan persentase sedang (cakap), kemudian peneliti melakukan tindakanke
sikllus II. Pada siklusII diketahui bahwa hasil belajar peserta didik yang mencapai Kriteria
Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 92% dengan persentase tinggi (mahir),
hasil belajar peserta didik yang mahir sebesar 90% dan yang cakap sebesar 10%.
Berikut ini adalah tabel perbandingan antara pre test (sebelum tindakan) dan post

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 157

test (sesudah tindakan).


Tabel [Link] Ketuntasan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Tindakan

Pra Siklus Sesudah Siklus


Keterangan Keterangan
Siklus I Siklus II
Rata-rata 55,0 76,70 92,0
Nilai tertinggi 90 95 100
Nilai terendah 20 65 80
Peserta didik yangmahir
3 Orang 5 Orang 18 Orang Meningkat
Peserta didik yangcakap
5 Orang 15 Orang 2 Orang
Peserta didik yang layak 8 Orang 0 Orang 0 Orang
Peserta didik yang baru
4 Orang 0 Orang 0 Orang
berkembang

Tabel 5 menunjukkan bahwa Berdasarkan analisa hasil belajar peserta didik


meningkat setiap siklusnya, peningkatan tersebut terjadi karena guru mampu
menyesuaikan antara materi pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran
Project Based Learning (PJBL)sehingga peserta didik mudah memahami materi yang
dijelaskan oleh guru. Jadi berdasarkan tabel dan grafik hasil belajar diatas peningkatan
ketuntasan hasil belajar peserta didik dari siklus I, dan siklus II terjadi peningkatan maka
target yang diinginkan telah tercapai, karena pada akhir siklus telah melebihi indikator
keberhasilan yang di tentukan Sehingga dapatdisimpulkan bahwa penggunaan metode
pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapatmeningkatkan hasil belajar peserta
didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VII.B di UPT SMPN 5 Alla.
Di bawah ini adalah diagram yang menggambarkan rekapitulasi peningkatanhasil
belajar peserta didik dari pra siklus ke siklus I dan siklus II pada fase D materi
“Menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan”. di UPT SMPN 5 Alla.

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 158

100%

80%

60%

40%

20%
Kriteria Ketuntasan Kriteria Ketuntasan Kriteria Ketuntasan

Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran


Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2

Gambar 3. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Setiap Siklus


Berdasarkan gambar 5 diatas dapat disimpulkan bahwa setiap proses
pembelajaranPAI dan BP mengalami peningkatan di setiap siklusnya.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pembahasan yang telah
dikemukakan disetiap siklus, pembelajaran melalui metode Project Based Learning
(PJBL)pada peserta didik kelas VII.B UPT SMPN 5Alla Tahun Pelajaran 2021/2022,
diperoleh simpulan yaitu Pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran metode
Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas
VII.B pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di UPT SMPN 5Alla Tahun
Pelajaran 2021/2022, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik pada Kriteria
Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada siklus I sebesar 76,75% dengan
persentase sedang (cakap), kemudian pada siklus II diketahui bahwa hasil belajar peserta
didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 92%
dengan persentase tinggi (mahir), hasil belajar peserta didik yang mahir sebesar 90% dan
yang cakap sebesar 10%. dengan demikian hasil tersebut telah memenuhi target yang
ditetapkan oleh peneliti.

DAFTAR PUSTAKA
Asiah, Nur. 2014. Inovasi pembelajaran. Bandar Lampung: Anugrah Raharja. Ihsan, Fuad.
2011. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Zuhairini. 2004. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang: UIN Pers.
Ngalimun. 2017. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Perana Ilmu.
Wena, Made. 2014 Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenporer. Jakarta: Bumi Aksara
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
Al-Minhaj: Jurnal Pendidikan Islam Vol.4, No.1, Agustus 2021, 135-144

CCS ISSN: 1978-1520 ◼ 159

Sani, Ridwan Abdullah. 2015. Pembelajaran Saintifik untuk implementasi Kurikulum


[Link]: Bumi Aksara.
Bender, William N. 2012. Project based learning: Differentiating Instruction for the 21st
Century. California: Corwin.
Cucu Suhana, Nanang Hanafiah. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT.
Refika Aditama.
Hosnan, M. 2016. Pendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Junedi, J., As’ari, A. H., & Nursikin, M. (2022). Strengthening Morals for Santri Through
the Book of
Ta'lim Muta'allim. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 3(2), 171-182.
Junedi, J., & Wahidin, W. (2022). Implementasi Pembelajaran Buku Pengasuhan
Berbasis Muslim
Peduli Lingkungan untuk Membentuk Karakter Siswa. CENDEKIA, 14(01), 54-65.
Departemen Pendidikan Nasional, UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Jakarta: Grafika Offset.
Wahyuni, Eka. 2021. Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
dalam Mengingkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI di
SMP Negeri 7 Kota Tangerang, dalam Jurnal Tarbawy Vol. 3 No. 1 Juni.
Badar Al-Tabany, Trianto Ibnu. 2015. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif,
Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Rawamangun.
Dwiastuti, Novyanti. 2019. Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
Learning) pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti, dalam Jurnal SPeSIA Vol.
5, No. 2 Agustus.
Rani, Hadijah. 2021. Penerapan Metode Project Based Learning pada Pembelajaran
Sejarah
Kebudayaan Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar, dalam Jurnal Refleksi Vol. 10,
No. 2 April.

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

Anda mungkin juga menyukai