Strategi Keperawatan untuk Harga Diri Klien
Strategi Keperawatan untuk Harga Diri Klien
HARI KE-1
Nama: Ny. U Tanggal: 12 Agustus 2024
1. Proses Keperawatan
a. Kondisi Klien
DO: klien tampak lebih banyak berdiam diri di tempat tidur dan jarang
b. Diagnosa Keperawatan
c. Tujuan
d. Tindakan Keperawatan
disukai
a. Salam Terapeutik
Surabaya yang sedang praktik disini. Kalau boleh tahu nama Ibu siapa?
c. Kontrak
1) Topik
2) Tempat
kamar ibu?”
3) Waktu
Setuju? Oke”
4) Kerja (Tindakan)
“sekarang ibu saya ajak ngobrol ya? Ibu gauk usah malu saya ajak
”ibu tinggalnya dimana? Asalnya dari mana bu? Ibu sudah berapa
lama disini?”
“masih ingat tidak siapa yang bawa ibu kesini? Menurut ibu, kenapa
“kalau boleh tahu hobi ibu apa? Kegiatan yang sering ibu lakukan di
rumah apa?”
d. Terminasi
hari ini?”
pembicaraan
a) Topik
“saya kira sekian dulu perbincangan kita hari ini. Nanti kita
lanjutkan dengan membahas hobi dan kegiatan apa saja yang ibu
sukai”
b) Tempat
“ibu mau dimana? Oke lusa di depan kamar ibu lagi ya”
c) Waktu
“lusa mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 13.00 siang setelah
1. Proses Keperawatan
a. Kondisi Klien
DO: klien tampak berekspresi datar saat diajak bicara, pasien cukup
b. Diagnosa Keperawatan
c. Tujuan
d. Tindakan Keperawatan
dimiliki
dimiliki pasien
negatif
2. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
a. Salam Terapeutik
“Selamat siang Bu U. Apa masih ingat dengan saya yang ngobrol 2 hari
“bagus sekali, ternyata ibu masih ingat nama saya. Bagaimana perasaan
ibu hari ini? Apa masih ingat topik yang akan kita bicarakan hari ini?”
c. Kontrak
1) Topik
2) Tempat
kamar ibu?”
3) Waktu
Setuju? Oke”
4) Kerja (Tindakan)
d. Terminasi
hari ini?”
pembicaraan
yang ibu miliki yang belum kita bicarakan? Coba ibu ingat-ingat
dilakukan disini?”
a) Topik
“saya kira sekian dulu perbincangan kita hari ini. Nanti kita
dilakukan di rumah”
b) Tempat
“ibu mau dimana? Oke senin minggu depan di depan kamar ibu
lagi ya”
c) Waktu
bu”
Lampiran 5 Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SPTK) Hari ke - 3
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARI KE-3
Nama: Ny. U Tanggal: 14 Agustus 2024
1. Proses Keperawatan
a. Kondisi Klien
DO: klien tampak berekspresi datar saat diajak bicara, pasien cukup
b. Diagnosa Keperawatan
c. Tujuan
dimiliki.
dimiliki.
d. Tindakan Keperawatan
positif
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi Bu U. Apa masih ingat dengan saya yang ngobrol 2 hari
“bagus sekali, ternyata ibu masih ingat nama saya. Bagaimana perasaan
c. Kontrak
1) Topik
“Baiklah, masih ingat tidak topik yang akan kita bahas hari ini? Kita
selama di RS”
2) Tempat
ibu?”
3) Waktu
Setuju? Oke”
4) Kerja (Tindakan)
lakukan?”
”baik membersihkan tempat tidur ya, lalu apakah ada kegiatan lain
d. Terminasi
hari ini?”
“baiklah bu, sekarang ibu bisa istirahat. Kalau nanti ada yang
dilakukan disini”
b) Tempat
c) Waktu
bu”
Lampiran 6 Analisa Proses Interaksi (API) Hari Ke - 1
ANALISA PROSES
Umur : 44 tahun
Deskripsi klien: Klien memakai seragam ruang flamboyan, terlihat rapi dan
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
P: “selamat pagi P: memandang P: ingin membuka Salam merupakan
Bu” klien dan percakapan dengan klien pembuka untuk memulai
K: “pagi mbak” tersenyum dan berharap dengan sapaan sesuatu percakapan hingga
K: ekspresi wajah sederhana perawat bisa dapat terjalin rasa percaya
tampak datar diterima oleh klien
K: masih ragu terhadap
orang baru yang masuk
dilingkungannya.
P: “perkenalkan P: memandang P: merasa senang ada Memperkenalkan diri
saya klien sambil sedikit jawaban dari klien dapat meningkatkan dan
Ramdhonia, mengulurkan K: ragu terhadap orang menciptakan rasa percaya
biasa di panggil tangan baru klien terhadap perawat
Nia, mahasiswa K: ekspresi datar,
Stikes Hang klien mau
Tuah Surabaya menjawab
yang praktik pertanyaan
disini. Kalau perawat
boleh tahu
namanya siapa?
Biasanya di
panggil siapa?”
K: “U,
panggilannya ya
U”
P: “ibu asalnya P: tersenyum P: mengkaji daya ingat Usia mempengaruhi daya
dari mana? sambil klien ingat seseorang
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
sekarang memandang klien K: mengingat-ingat
usianya K: kontak mata kejadian
berapa?” cukup, klien
K: “Tuban tampak berpikir
mbak, 44 tahun”
P: “ibu ingat
tidak kenapa
dibawa kesini?”
K: “iya ingat”
P: “ibu ingat P: melakukan P: menemukan pertanyaan Klien merasa didengarkan
tidak siapa yang kontak mata yang belum mengarah ke dan mulai bercerita
bawa ibu dengan klien harga diri rendah tentang keadaannya
kesini?” K: menatap K: mencoba bercerita
K: “suami dengan ekspresi
saya, tapi saya datar
tidak tahu
kenapa saya
dibawa
kesini”
P: “boleh ibu P: melakukan P: mengkaji terkait kata- Harga diri rendah
ceritakan kenapa kontak mata katanya tadi dan kemungkinan terjadi
suami ibu bawa dengan klien dan dicocokkan dengan data karena trauma pasca cerai
ibu kesini?” memperhatikan rekam medik, ditemukan dengan suami
K: “suami K: cerita sambil harga diri rendah
saya itu menatap sedih K: menceritakan dengan
kayaknya dan menunduk serius
dendam sama
saya mbak.
Padahal saya
kenapa-kenapa
kok dibawa
kesini. Suami
saya sudah
tidak
mencintai saya
lagi kayaknya”
P: “ibu tahu P: menepuk bahu P: mencoba mengalihkan Pengalihan agar klien
sekarang ada klien pembicaraan tidak larut dalam harga diri
dimana? Apa K: menoleh pada K: teralihkan pertanyaan rendahnya
ibu betah tinggal perawat baru
disini?”
K: “iya tahu, di
rumah sakit
jiwa. Tidak saya
mau pulang”
P: “bagaimana P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar klien
perasaan ibu klien dan berbincang-bincang terus tidak larut dalam harga diri
hari ini? memperhatikan sampai klien mau bicara rendahnya
Semalam bisa K: berekspresi lagi
tidur? Tidurnya datar dan diam K: tetap diam
nyenyak tidak?” dengan tatapan
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
K: (klien diam) kosong
Lampiran 7 Analisa Proses Interaksi (API) Hari Ke - 2
ANALISA PROSES
Umur : 44 tahun
Deskripsi klien: Klien memakai seragam ruang flamboyan, terlihat rapi dan
bersih Tujuan : Klien mampu mengidentifikasi aspek positif & kemampuan klien
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
P: “selamat pagi P: memandang P: ingin membuka Salam merupakan
Bu” klien dan percakapan dengan pembuka untuk
K: “pagi mbak” tersenyum klien dan berharap memulai sesuatu
K: ekspresi wajah dengan sapaan percakapan hingga
tampak datar sederhana perawat dapat terjalin rasa
bisa diterima oleh percaya
klien
K: masih ragu
terhadap orang baru
yang masuk
dilingkungannya.
P:“Apa masih P: memandang P: merasa senang Memperkenalkan
ingat dengan klien sambil ada sedikit jawaban diri dapat
saya yang mengulurkan dari klien meningkatkan dan
ngobrol 2 hari tangan K: ragu terhadap menciptakan rasa
lalu? Coba K: ekspresi datar, orang baru percaya klien
sebutkan nama klien mau terhadap perawat
saya?” menjawab
K: “mbak nia” pertanyaan
perawat
P:“bagus sekali, P: tersenyum P: mengkaji daya Usia mempengaruhi
ternyata ibu sambil ingat klien daya ingat
masih ingat memandang klien K: mengingat-ingat seseorang
nama saya. K: kontak mata kejadian
Bagaimana cukup, klien
perasaan ibu tampak berpikir
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
hari ini? Apa
masih ingat
topik yang akan
kita bicarakan
hari ini”
K: “iya mbak”
P: “Baiklah, P: melakukan P: menemukan Klien merasa
bagaimana kontak mata pertanyaan yang didengarkan dan
kalau kita dengan klien belum mengarah ke mulai bercerita
berbincang K: menatap harga diri rendah tentang keadaannya
tentang aspek dengan ekspresi K: mencoba
dan kemampuan datar bercerita
yang ibu
miliki?”
“Dimana kita
bisa
berbincang-
bincang?
Bagaimana
kalau di depan
kamar ibu”
K: “iya mbak”
P: “apa P: melakukan P: mengkaji terkait Harga diri rendah
yang biasa kontak mata kata-katanya tadi kemungkinan
yang dengan klien dan dan dicocokkan terjadi karena
dilakukan/ memperhatikan dengan data rekam trauma pasca cerai
kerjakan di K: cerita sambil medik, ditemukan dengan suami
rumah?” menunduk harga diri rendah
K: “saya suka K: menceritakan
bersih-bersih dengan serius
mbak”
P: “sekarang P: menepuk bahu P: mencoba Pengalihan agar
kegiatan apa klien mengalihkan klien tidak larut
yang bisa ibu K: menoleh pada pembicaraan dalam harga diri
lakukan disini?” perawat K: teralihkan rendahnya
K: “Cuma pertanyaan baru
beres-beres
tempat tidur”
P: “apa ada P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
kemampuan lain klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
yang ibu memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
miliki?” K: menatap mau bicara lagi rendahnya
K: saya kalau di perawat dengan K: tetap diam
rumah juga ekspresi datar
bersih-bersih
rumah. Nyapu
ngepel
P: “Bagaimana P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
perasaannya bu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
setelah kita memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
berbincang- K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
bincang hari datar dan diam K: tetap diam
ini?” dengan tatapan
K: (klien diam) kosong
P: “saya kira P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
sekian dulu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
perbincangan memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
kita hari ini. K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
Nanti kita datar dan diam K: tetap diam
membahas dengan tatapan
tentang kosong
kemampuan
mana yang ibu
miliki yang
masih bisa
dilakukan disini
dan kemampuan
yang dapat
dilakukan di
rumah?”
K: (klien diam)
P: “ibu mau P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
dimana? Oke klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
senin minggu memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
depan di depan K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
kamar ibu lagi datar dengan K: klien menjawab
ya?” tatapan kosong dengan singkat
K: “iya”
Lampiran 8 Analisa Proses Interaksi (API) Hari Ke - 3
ANALISA PROSES INTERAKSI HARI KE-3
Umur : 44 tahun
Deskripsi klien: Klien memakai seragam ruang flamboyan, terlihat rapi dan
bersih Tujuan : Klien mampu melatih aspek positif dan kemampuan klien
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
P: “selamat pagi P: memandang P: ingin membuka Salam merupakan
Bu” klien dan percakapan dengan pembuka untuk
K: “pagi mbak” tersenyum klien dan berharap memulai sesuatu
K: ekspresi wajah dengan sapaan percakapan hingga
tampak datar sederhana perawat dapat terjalin rasa
bisa diterima oleh percaya
klien
K: masih ragu
terhadap orang baru
yang masuk
dilingkungannya.
P:“Apa masih P: memandang P: merasa senang Memperkenalkan
ingat dengan klien sambil ada sedikit jawaban diri dapat
saya yang mengulurkan dari klien meningkatkan dan
ngobrol 2 hari tangan K: ragu terhadap menciptakan rasa
lalu? Coba K: ekspresi datar, orang baru percaya klien
sebutkan nama klien mau terhadap perawat
saya?” menjawab
K: “mbak nia” pertanyaan
perawat
P:“bagus sekali, P: tersenyum P: mengkaji daya Usia mempengaruhi
ternyata ibu sambil ingat klien daya ingat
masih ingat memandang klien K: mengingat-ingat seseorang
nama saya. K: kontak mata kejadian
Bagaimana cukup, klien
perasaan ibu tampak berpikir
hari ini? Apa
masih ingat
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
topik yang akan
kita bicarakan
hari ini”
K: “iya mbak”
P: “Baiklah, P: melakukan P: menemukan Klien merasa
masih ingat kontak mata pertanyaan yang didengarkan dan
tidak topik yang dengan klien belum mengarah ke mulai bercerita
akan kita bahas K: menatap harga diri rendah tentang keadaannya
hari ini? Kita dengan ekspresi K: mencoba
akan membahas datar bercerita
tentang
kemampuan
yang masih bisa
ibu lakukan
selama di RS”
K: “iya mbak”
P: “pada P: melakukan P: mengkaji terkait Harga diri rendah
pertemuan kontak mata kata-katanya tadi kemungkinan
sebelumnya kita dengan klien dan dan dicocokkan terjadi karena
telah membahas memperhatikan dengan data rekam trauma pasca cerai
apa yang biasa K: cerita sambil medik, ditemukan dengan suami
ibu lakukan / memandang harga diri rendah
kerjakan di jendela kamar K: menceritakan
rumah. Ibu kan dengan serius
bisa membuat
rengginang
kalau di rumah.
Nah kalau disini
apa kegiatan
yang biasa ibu
lakukan?”
K:
“membersihkan
tempat tidur
mbak”
P: “baik P: menepuk bahu P: mencoba Pengalihan agar
membersihkan klien mengalihkan klien tidak larut
tempat tidur ya, K: menoleh pada pembicaraan dalam harga diri
lalu apakah ada perawat K: teralihkan rendahnya
kegiatan lain pertanyaan baru
yang bisa ibu
lakukan di
RS?”
K: “Cuma
beres-beres
tempat tidur”
P: “bagus sekali P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
ibu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
membersihkan memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
tempat tidurnya K: menatap mau bicara lagi rendahnya
setiap hari, perawat dengan K: tetap diam
kalau bisa ibu ekspresi datar
juga harus aktif
di kegiatan
senam pagi ya
bu”
“selain itu apa
ibu biasanya
ngobrol dengan
teman/perawat
disini?”
K: “sama orang
samping tempat
tidur saya”
P: “bagus
sekali ibu
sudah mau
mencobanya”
P: “Bagaimana P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
perasaannya klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
bu setelah kita memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
berbincang- K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
bincang hari datar dan diam K: tetap diam
ini?” dengan tatapan
K: (klien diam) kosong
P: “saya kira P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
sekian dulu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
perbincangan memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
kita hari ini. K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
Bagaimana datar dan diam K: tetap diam
kalau pada dengan tatapan
pertemuan kosong
berikutnya kita
membahas dan
mempraktikkan
tentang
kemampuan
yang ibu yang
miliki biasa
dilakukan
disini”
K: (klien diam)
P: “ibu mau P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
dimana? Oke klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
senin minggu memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
depan di depan K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
kamar ibu lagi datar dengan K: klien menjawab
ya?” tatapan kosong dengan singkat
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
K: “iya”