0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan22 halaman

Strategi Keperawatan untuk Harga Diri Klien

Diunggah oleh

Christy Navillia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan22 halaman

Strategi Keperawatan untuk Harga Diri Klien

Diunggah oleh

Christy Navillia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SPTK)

HARI KE-1
Nama: Ny. U Tanggal: 12 Agustus 2024

1. Proses Keperawatan

a. Kondisi Klien

DS: klien mengatakan bahwa suaminya sudah tidak mencintainya dan

berusaha memisahkannya dengan anak-anaknya.

DO: klien tampak lebih banyak berdiam diri di tempat tidur dan jarang

berinteraksi dengan temannya.

b. Diagnosa Keperawatan

Harga Diri Rendah

c. Tujuan

Tujuan umum : klien memiliki konsep diri yang positif

Tujuan khusus : membina hubungan saling percaya

d. Tindakan Keperawatan

SP 1: klien dapat membina hubungan saling percaya

1) Sapa pasien dengan ramah, baik verbal maupun non verbal

2) Perkenalkan diri dengan sopan

3) Tanyakan nama lengkap pasien dengan dan nama panggilan yang

disukai

4) Jelaskan tujuan pertemuan

5) Jujur dan menepati janji

6) Tunjukkan sikap simpati dan menerima pasien apa adanya

7) Tunjukkan dan beri perhatian kepada pasien dan perhatikan

kebutuhan dasar pasien


2. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan

a. Salam Terapeutik

“Selamat sore Bu. Boleh saya berkenalan? Perkenalkan nama saya

Ramdhonia, biasa dipanggil Nia. Saya mahasiswi Stikes Hang Tuah

Surabaya yang sedang praktik disini. Kalau boleh tahu nama Ibu siapa?

Biasanya dipanggil siapa Bu?”

b. Evaluasi atau validasi

“Bagaimana perasaan Bu U hari ini? Bagaimana tidurnya semalam,

nyenyak? Apa ibu masih ingat kenapa ibu dibawa kesini?”

c. Kontrak

1) Topik

“Baiklah, bagaimana kalau kita berbincang tentang hobi atau

kegiatan yang ibu suka”

2) Tempat

“Dimana kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau di depan

kamar ibu?”

3) Waktu

“ibu mau kita ngobrol berapa lama? bagaimana jika 15 menit?

Setuju? Oke”

4) Kerja (Tindakan)

“sekarang ibu saya ajak ngobrol ya? Ibu gauk usah malu saya ajak

ngobrol, ibu ungkapin saja apa yang ibu rasakan ”

”ibu tinggalnya dimana? Asalnya dari mana bu? Ibu sudah berapa

lama disini?”
“masih ingat tidak siapa yang bawa ibu kesini? Menurut ibu, kenapa

ibu dibawa kesini”

“selama disini, setiap hari apa yang ibu lakukan? Bagaimana

perasaan ibu saat melakukan kegiatan itu”

“kalau boleh tahu hobi ibu apa? Kegiatan yang sering ibu lakukan di

rumah apa?”

“apakah ibu sering melakukan kegiatan itu?”

d. Terminasi

1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan

a) Evaluasi klien subyektif

“Bagaimana perasaannya bu setelah kita berbincang-bincang

hari ini?”

b) Evaluasi perawat obyektif

- Klien mampu mengungkapkan/ mengulang kembali

pembicaraan

- Klien mampu mempertahankan kontak mata

- Klien mau melakukan aktivitas yang sesuai dengan

kemampuan yang dimiliki

c) Tindak lanjut klien

“bu, kalau ada yang mau ditanyakan/diceritakan pada saya, ibu

bisa sampaikan saat kita ketemu lagi”

2) Kontrak yang akan datang

a) Topik
“saya kira sekian dulu perbincangan kita hari ini. Nanti kita

lanjutkan dengan membahas hobi dan kegiatan apa saja yang ibu

sukai”

b) Tempat

“ibu mau dimana? Oke lusa di depan kamar ibu lagi ya”

c) Waktu

“lusa mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 13.00 siang setelah

makan siang? Baik berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit,

setuju? Baik sampai bertemu lusa ya bu”


Lampiran 4 Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SPTK) Hari ke - 2
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARI KE-2
Nama: Ny. U Tanggal: 13 Agustus 2024

1. Proses Keperawatan

a. Kondisi Klien

DS: klien mengatakan bahwa nama lengkapnya U, dipanggilnya bu U.

DO: klien tampak berekspresi datar saat diajak bicara, pasien cukup

kooperatif dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan.

b. Diagnosa Keperawatan

Harga Diri Rendah

c. Tujuan

Tujuan umum : klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek

positif yang dimiliki

Tujuan khusus : klien dapat menyebutkan kemampuan yang dimiliki,

aspek positif keluarga dan lingkungan.

d. Tindakan Keperawatan

SP 2: klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang

dimiliki

1) Diskusikan kemampuan aspek positif keluarga dan lingkungan yang

dimiliki pasien

2) Bersama pasien membuat daftar tentang

- Aspek positif pasien, keluarga, dan lingkungan

- Kemampuan yang dimiliki pasien

3) Utamakan memberi pujian yang realistik dan tindakan penilaian

negatif
2. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan

a. Salam Terapeutik

“Selamat siang Bu U. Apa masih ingat dengan saya yang ngobrol 2 hari

lalu? Coba sebutkan nama saya”

b. Evaluasi atau validasi

“bagus sekali, ternyata ibu masih ingat nama saya. Bagaimana perasaan

ibu hari ini? Apa masih ingat topik yang akan kita bicarakan hari ini?”

c. Kontrak

1) Topik

“Baiklah, bagaimana kalau kita berbincang tentang aspek dan

kemampuan yang ibu miliki”

2) Tempat

“Dimana kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau di depan

kamar ibu?”

3) Waktu

“ibu mau kita ngobrol berapa lama? bagaimana jika 15 menit?

Setuju? Oke”

4) Kerja (Tindakan)

“apa yang biasa yang dilakukan/kerjakan di rumah? ”

”sekarang kegiatan apa yang bisa ibu lakukan disini?”

“apa yang menarik dari kegiatan tersebut”

“apa ada kemampuan lain yang ibu miliki?”

d. Terminasi

1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan

a) Evaluasi klien subyektif


“Bagaimana perasaannya bu setelah kita berbincang-bincang

hari ini?”

b) Evaluasi perawat obyektif

- Klien mampu mengungkapkan/ mengulang kembali

pembicaraan

- Klien mampu mempertahankan kontak mata

- Klien mau melakukan aktivitas yang sesuai dengan

kemampuan yang dimiliki

c) Tindak lanjut klien

“baiklah, sekarang coba ibu ingat-ingat lagi kemampuan lain

yang ibu miliki yang belum kita bicarakan? Coba ibu ingat-ingat

kira-kira kemampuan apalagi yang ibu miliki yang bisa

dilakukan disini?”

2) Kontrak yang akan datang

a) Topik

“saya kira sekian dulu perbincangan kita hari ini. Nanti kita

membahas tentang kemampuan mana yang ibu miliki yang

masih bisa dilakukan disini dan kemampuan yang dapat

dilakukan di rumah”

b) Tempat

“ibu mau dimana? Oke senin minggu depan di depan kamar ibu

lagi ya”

c) Waktu

“untuk pertemuan selanjutnya mau jam berapa? Bagaimana

kalau jam 10.00 pagi setelah senam? Baik berapa lama?


Bagaimana kalau 15 menit, setuju? Baik sampai bertemu lagi ya

bu”
Lampiran 5 Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SPTK) Hari ke - 3
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARI KE-3
Nama: Ny. U Tanggal: 14 Agustus 2024

1. Proses Keperawatan

a. Kondisi Klien

DS: klien mengatakan kalau di rumah suka membuat rengginang dan

dijual di warung-warung dekat rumah.

DO: klien tampak berekspresi datar saat diajak bicara, pasien cukup

kooperatif dan terkadang terlihat senyum-senyum saat diajak bicara serta

mau menjawab pertanyaan yang diajukan.

b. Diagnosa Keperawatan

Harga Diri Rendah

c. Tujuan

Tujuan umum : klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki

dan dapat menetapkan jadwal kegiatan harian sesuai kemampuan yang

dimiliki.

Tujuan khusus : klien dapat menyebutkan kemampuan yang dimiliki dan

dapat menetapkan jadwal kegiatan harian sesuai kemampuan yang

dimiliki.

d. Tindakan Keperawatan

SP 2: klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki dan dapat

menetapkan jadwal kegiatan harian sesuai kemampuan yang dimiliki

1) Diskusikan kemampuan yang dapat dilakukan selama di RS

2) Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan dirumah

3) Meminta klien untuk memilih 1 kegiatan yang mau dilakukan di RS


4) Utamakan memberi pujian yang realistik dan tindakan penilaian

positif

5) Saat bertemu klien, hindarkan memberi penilaian negatif

2. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan

a. Salam Terapeutik

“Selamat pagi Bu U. Apa masih ingat dengan saya yang ngobrol 2 hari

lalu? Coba sebutkan nama saya”

b. Evaluasi atau validasi

“bagus sekali, ternyata ibu masih ingat nama saya. Bagaimana perasaan

ibu hari ini? Bagaimana tidurnya semalam, nyenyak?”

c. Kontrak

1) Topik

“Baiklah, masih ingat tidak topik yang akan kita bahas hari ini? Kita

akan membahas tentang kemampuan yang masih bisa ibu lakukan

selama di RS”

2) Tempat

“sesuai dengan janji, Bagaimana kalau kita ngobrol di depan kamar

ibu?”

3) Waktu

“ibu mau kita ngobrol berapa lama? bagaimana jika 15 menit?

Setuju? Oke”

4) Kerja (Tindakan)

“pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas apa yang biasa

ibu lakukan / kerjakan di rumah. Ibu kan bisa membuat rengginang


kalau di rumah. Nah kalau disini apa kegiatan yang biasa ibu

lakukan?”

”baik membersihkan tempat tidur ya, lalu apakah ada kegiatan lain

yang bisa ibu lakukan di RS?”

“bagus sekali ibu membersihkan tempat tidurnya setiap hari, kalau

bisa ibu juga harus aktif di kegiatan senam pagi ya bu”

“selain itu apa ibu biasanya ngobrol dengan teman/perawat disini?”

“apakah ibu senang punya banyak teman?”

“bagus sekali ibu sudah mau mencobanya”

d. Terminasi

1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan

a) Evaluasi klien subyektif

“Bagaimana perasaannya bu setelah kita berbincang-bincang

hari ini?”

b) Evaluasi perawat obyektif

- Klien mampu mengungkapkan perasaannya

- Klien mampu mempertahankan kontak mata

- Klien mau melakukan aktivitas yang sesuai dengan

kemampuan yang dimiliki

- Klien mau tersenyum dan menganggukkan kepala

c) Tindak lanjut klien

“baiklah bu, sekarang ibu bisa istirahat. Kalau nanti ada yang

mau ditanyakan atau di ceritakan, ibu bisa sampaikan pada saya

saat bertemu saya lagi”

2) Kontrak yang akan datang


a) Topik

“saya kira sekian dulu perbincangan kita hari ini. Bagaimana

kalau pada pertemuan berikutnya kita membahas dan

mempraktikkan tentang kemampuan yang ibu yang miliki biasa

dilakukan disini”

b) Tempat

“ibu mau dimana? Oke besok di kamar ibu ya”

c) Waktu

“untuk pertemuan selanjutnya mau jam berapa? Bagaimana

kalau jam 10.00 pagi setelah senam? Baik berapa lama?

Bagaimana kalau 15 menit, setuju? Baik sampai bertemu lagi ya

bu”
Lampiran 6 Analisa Proses Interaksi (API) Hari Ke - 1
ANALISA PROSES

INTERAKSI HARI KE-1

Nama klien : Ny. U

Umur : 44 tahun

Status interaksi: Interaksi 1 (fase orientasi)

Lingkungan : Dilaksanakan di depan kamar klien. Perawat dan klien duduk

berdampingan, kondisi klien tenang

Deskripsi klien: Klien memakai seragam ruang flamboyan, terlihat rapi dan

bersih Tujuan : Klien mampu membina hubungan saling percaya

Hari/tanggal : Senin, 12 Agustus 2024

Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
P: “selamat pagi P: memandang P: ingin membuka Salam merupakan
Bu” klien dan percakapan dengan klien pembuka untuk memulai
K: “pagi mbak” tersenyum dan berharap dengan sapaan sesuatu percakapan hingga
K: ekspresi wajah sederhana perawat bisa dapat terjalin rasa percaya
tampak datar diterima oleh klien
K: masih ragu terhadap
orang baru yang masuk
dilingkungannya.
P: “perkenalkan P: memandang P: merasa senang ada Memperkenalkan diri
saya klien sambil sedikit jawaban dari klien dapat meningkatkan dan
Ramdhonia, mengulurkan K: ragu terhadap orang menciptakan rasa percaya
biasa di panggil tangan baru klien terhadap perawat
Nia, mahasiswa K: ekspresi datar,
Stikes Hang klien mau
Tuah Surabaya menjawab
yang praktik pertanyaan
disini. Kalau perawat
boleh tahu
namanya siapa?
Biasanya di
panggil siapa?”
K: “U,
panggilannya ya
U”
P: “ibu asalnya P: tersenyum P: mengkaji daya ingat Usia mempengaruhi daya
dari mana? sambil klien ingat seseorang
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
sekarang memandang klien K: mengingat-ingat
usianya K: kontak mata kejadian
berapa?” cukup, klien
K: “Tuban tampak berpikir
mbak, 44 tahun”
P: “ibu ingat
tidak kenapa
dibawa kesini?”
K: “iya ingat”
P: “ibu ingat P: melakukan P: menemukan pertanyaan Klien merasa didengarkan
tidak siapa yang kontak mata yang belum mengarah ke dan mulai bercerita
bawa ibu dengan klien harga diri rendah tentang keadaannya
kesini?” K: menatap K: mencoba bercerita
K: “suami dengan ekspresi
saya, tapi saya datar
tidak tahu
kenapa saya
dibawa
kesini”
P: “boleh ibu P: melakukan P: mengkaji terkait kata- Harga diri rendah
ceritakan kenapa kontak mata katanya tadi dan kemungkinan terjadi
suami ibu bawa dengan klien dan dicocokkan dengan data karena trauma pasca cerai
ibu kesini?” memperhatikan rekam medik, ditemukan dengan suami
K: “suami K: cerita sambil harga diri rendah
saya itu menatap sedih K: menceritakan dengan
kayaknya dan menunduk serius
dendam sama
saya mbak.
Padahal saya
kenapa-kenapa
kok dibawa
kesini. Suami
saya sudah
tidak
mencintai saya
lagi kayaknya”
P: “ibu tahu P: menepuk bahu P: mencoba mengalihkan Pengalihan agar klien
sekarang ada klien pembicaraan tidak larut dalam harga diri
dimana? Apa K: menoleh pada K: teralihkan pertanyaan rendahnya
ibu betah tinggal perawat baru
disini?”
K: “iya tahu, di
rumah sakit
jiwa. Tidak saya
mau pulang”
P: “bagaimana P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar klien
perasaan ibu klien dan berbincang-bincang terus tidak larut dalam harga diri
hari ini? memperhatikan sampai klien mau bicara rendahnya
Semalam bisa K: berekspresi lagi
tidur? Tidurnya datar dan diam K: tetap diam
nyenyak tidak?” dengan tatapan
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
K: (klien diam) kosong
Lampiran 7 Analisa Proses Interaksi (API) Hari Ke - 2
ANALISA PROSES

INTERAKSI HARI KE-2

Nama klien : Ny. U

Umur : 44 tahun

Status interaksi: Interaksi 2

Lingkungan : Dilaksanakan di depan kamar klien. Perawat dan klien duduk

berdampingan, kondisi klien tenang

Deskripsi klien: Klien memakai seragam ruang flamboyan, terlihat rapi dan

bersih Tujuan : Klien mampu mengidentifikasi aspek positif & kemampuan klien

Hari/tanggal : Selasa, 13 Agustus 2024

Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
P: “selamat pagi P: memandang P: ingin membuka Salam merupakan
Bu” klien dan percakapan dengan pembuka untuk
K: “pagi mbak” tersenyum klien dan berharap memulai sesuatu
K: ekspresi wajah dengan sapaan percakapan hingga
tampak datar sederhana perawat dapat terjalin rasa
bisa diterima oleh percaya
klien
K: masih ragu
terhadap orang baru
yang masuk
dilingkungannya.
P:“Apa masih P: memandang P: merasa senang Memperkenalkan
ingat dengan klien sambil ada sedikit jawaban diri dapat
saya yang mengulurkan dari klien meningkatkan dan
ngobrol 2 hari tangan K: ragu terhadap menciptakan rasa
lalu? Coba K: ekspresi datar, orang baru percaya klien
sebutkan nama klien mau terhadap perawat
saya?” menjawab
K: “mbak nia” pertanyaan
perawat
P:“bagus sekali, P: tersenyum P: mengkaji daya Usia mempengaruhi
ternyata ibu sambil ingat klien daya ingat
masih ingat memandang klien K: mengingat-ingat seseorang
nama saya. K: kontak mata kejadian
Bagaimana cukup, klien
perasaan ibu tampak berpikir
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
hari ini? Apa
masih ingat
topik yang akan
kita bicarakan
hari ini”
K: “iya mbak”
P: “Baiklah, P: melakukan P: menemukan Klien merasa
bagaimana kontak mata pertanyaan yang didengarkan dan
kalau kita dengan klien belum mengarah ke mulai bercerita
berbincang K: menatap harga diri rendah tentang keadaannya
tentang aspek dengan ekspresi K: mencoba
dan kemampuan datar bercerita
yang ibu
miliki?”
“Dimana kita
bisa
berbincang-
bincang?
Bagaimana
kalau di depan
kamar ibu”
K: “iya mbak”
P: “apa P: melakukan P: mengkaji terkait Harga diri rendah
yang biasa kontak mata kata-katanya tadi kemungkinan
yang dengan klien dan dan dicocokkan terjadi karena
dilakukan/ memperhatikan dengan data rekam trauma pasca cerai
kerjakan di K: cerita sambil medik, ditemukan dengan suami
rumah?” menunduk harga diri rendah
K: “saya suka K: menceritakan
bersih-bersih dengan serius
mbak”
P: “sekarang P: menepuk bahu P: mencoba Pengalihan agar
kegiatan apa klien mengalihkan klien tidak larut
yang bisa ibu K: menoleh pada pembicaraan dalam harga diri
lakukan disini?” perawat K: teralihkan rendahnya
K: “Cuma pertanyaan baru
beres-beres
tempat tidur”
P: “apa ada P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
kemampuan lain klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
yang ibu memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
miliki?” K: menatap mau bicara lagi rendahnya
K: saya kalau di perawat dengan K: tetap diam
rumah juga ekspresi datar
bersih-bersih
rumah. Nyapu
ngepel
P: “Bagaimana P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
perasaannya bu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
setelah kita memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
berbincang- K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
bincang hari datar dan diam K: tetap diam
ini?” dengan tatapan
K: (klien diam) kosong
P: “saya kira P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
sekian dulu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
perbincangan memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
kita hari ini. K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
Nanti kita datar dan diam K: tetap diam
membahas dengan tatapan
tentang kosong
kemampuan
mana yang ibu
miliki yang
masih bisa
dilakukan disini
dan kemampuan
yang dapat
dilakukan di
rumah?”
K: (klien diam)
P: “ibu mau P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
dimana? Oke klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
senin minggu memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
depan di depan K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
kamar ibu lagi datar dengan K: klien menjawab
ya?” tatapan kosong dengan singkat
K: “iya”
Lampiran 8 Analisa Proses Interaksi (API) Hari Ke - 3
ANALISA PROSES INTERAKSI HARI KE-3

Nama klien : Ny. U

Umur : 44 tahun

Status interaksi: Interaksi

Lingkungan : Dilaksanakan di depan kamar klien. Perawat dan klien duduk

berdampingan, kondisi klien tenang

Deskripsi klien: Klien memakai seragam ruang flamboyan, terlihat rapi dan

bersih Tujuan : Klien mampu melatih aspek positif dan kemampuan klien

Hari/tanggal : Rabu, 14 Agustus 2024

Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
P: “selamat pagi P: memandang P: ingin membuka Salam merupakan
Bu” klien dan percakapan dengan pembuka untuk
K: “pagi mbak” tersenyum klien dan berharap memulai sesuatu
K: ekspresi wajah dengan sapaan percakapan hingga
tampak datar sederhana perawat dapat terjalin rasa
bisa diterima oleh percaya
klien
K: masih ragu
terhadap orang baru
yang masuk
dilingkungannya.
P:“Apa masih P: memandang P: merasa senang Memperkenalkan
ingat dengan klien sambil ada sedikit jawaban diri dapat
saya yang mengulurkan dari klien meningkatkan dan
ngobrol 2 hari tangan K: ragu terhadap menciptakan rasa
lalu? Coba K: ekspresi datar, orang baru percaya klien
sebutkan nama klien mau terhadap perawat
saya?” menjawab
K: “mbak nia” pertanyaan
perawat
P:“bagus sekali, P: tersenyum P: mengkaji daya Usia mempengaruhi
ternyata ibu sambil ingat klien daya ingat
masih ingat memandang klien K: mengingat-ingat seseorang
nama saya. K: kontak mata kejadian
Bagaimana cukup, klien
perasaan ibu tampak berpikir
hari ini? Apa
masih ingat
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
topik yang akan
kita bicarakan
hari ini”
K: “iya mbak”
P: “Baiklah, P: melakukan P: menemukan Klien merasa
masih ingat kontak mata pertanyaan yang didengarkan dan
tidak topik yang dengan klien belum mengarah ke mulai bercerita
akan kita bahas K: menatap harga diri rendah tentang keadaannya
hari ini? Kita dengan ekspresi K: mencoba
akan membahas datar bercerita
tentang
kemampuan
yang masih bisa
ibu lakukan
selama di RS”
K: “iya mbak”
P: “pada P: melakukan P: mengkaji terkait Harga diri rendah
pertemuan kontak mata kata-katanya tadi kemungkinan
sebelumnya kita dengan klien dan dan dicocokkan terjadi karena
telah membahas memperhatikan dengan data rekam trauma pasca cerai
apa yang biasa K: cerita sambil medik, ditemukan dengan suami
ibu lakukan / memandang harga diri rendah
kerjakan di jendela kamar K: menceritakan
rumah. Ibu kan dengan serius
bisa membuat
rengginang
kalau di rumah.
Nah kalau disini
apa kegiatan
yang biasa ibu
lakukan?”
K:
“membersihkan
tempat tidur
mbak”
P: “baik P: menepuk bahu P: mencoba Pengalihan agar
membersihkan klien mengalihkan klien tidak larut
tempat tidur ya, K: menoleh pada pembicaraan dalam harga diri
lalu apakah ada perawat K: teralihkan rendahnya
kegiatan lain pertanyaan baru
yang bisa ibu
lakukan di
RS?”
K: “Cuma
beres-beres
tempat tidur”
P: “bagus sekali P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
ibu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
membersihkan memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
tempat tidurnya K: menatap mau bicara lagi rendahnya
setiap hari, perawat dengan K: tetap diam
kalau bisa ibu ekspresi datar
juga harus aktif
di kegiatan
senam pagi ya
bu”
“selain itu apa
ibu biasanya
ngobrol dengan
teman/perawat
disini?”
K: “sama orang
samping tempat
tidur saya”
P: “bagus
sekali ibu
sudah mau
mencobanya”
P: “Bagaimana P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
perasaannya klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
bu setelah kita memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
berbincang- K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
bincang hari datar dan diam K: tetap diam
ini?” dengan tatapan
K: (klien diam) kosong
P: “saya kira P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
sekian dulu klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
perbincangan memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
kita hari ini. K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
Bagaimana datar dan diam K: tetap diam
kalau pada dengan tatapan
pertemuan kosong
berikutnya kita
membahas dan
mempraktikkan
tentang
kemampuan
yang ibu yang
miliki biasa
dilakukan
disini”
K: (klien diam)
P: “ibu mau P: memandang P: mengajak klien Pengalihan agar
dimana? Oke klien dan berbincang-bincang klien tidak larut
senin minggu memperhatikan terus sampai klien dalam harga diri
depan di depan K: berekspresi mau bicara lagi rendahnya
kamar ibu lagi datar dengan K: klien menjawab
ya?” tatapan kosong dengan singkat
Komunikasi Komunikasi
Analisa Rasional
Verbal Nonverbal
K: “iya”

Anda mungkin juga menyukai