Metode Penelitian Beton Ringan Styrofoam
Metode Penelitian Beton Ringan Styrofoam
id
BAB III
METODE PENELITIAN
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan bulan september sampai dengan bulan November
2013. Berikut tabel alokasi waktu kegiatan penelitian penulis lakukan :
Tabel 3.1. Jadwal pelaksanaan penelitian
Item Bulan ke
No
pekerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Persiapan
2 Uji bahan
Pembuatan
3
benda uji
Perawatan
4
beton
5 Pengujian
6 Analisa data
Penyusunan
7
laporan
commit to user
28
[Link] [Link]
Disebut sebagai tahap persiapan dan penyediaan bahan. Pada tahap ini
seluruh bahan dan peralatan yang akan digunakan dipersiapkan terlebih dahulu
agar penelitian dapat berjalan dengan lancar.
1) Penyediaan Bahan
a) Semen Tipe I
Semen yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang
ditentukan dalam spesifikasi SK-SNI-S-04-1989-F.
b) Kerikil
Kerikil yang digunakan adalah kerikil Woro dengan diameter
berukuran maksimal 20 mm.
c) Pasir
Pasir yang digunakan adalah pasir Muntilan, Magelang. Pasir
yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan
dalam spesifikasi SK SNI S-04-1989-F .
d) Air
commit to user
29
[Link] [Link]
commit to user
30
[Link] [Link]
Cetakan ini terbuat dari besi, dengan ukuran diameter luar 150
mm dan tinggi 300 mm. Cetakan ini berfungsi untuk cetakan
benda uji beton.
i) Kerucut Abrams
Kerucut Abrams dari baja dengan ukuran diameter atas 10
cm, diameter bawah 20 cm, tinggi 30cm. Lengkap dengan
tongkat baja yang ujungnya dibulatkan, dengan diameter
16mm dan panjangnya 60cm. Alat ini digunakan untuk
mengukur nilai slump adukan beton.
b. Tahap II
31
[Link] [Link]
32
[Link] [Link]
c) Langkah kerja
(1) Menyiapkan alat dan bahan berupa cawan dan pasir.
(2) Menimbang cawan, kemudian menimbang pasir seberat 100
gr.
(3) Pasir dalam cawan dioven pada suhu 110°C selama 24 jam.
(4) Setelah cukup kemudian pasir yang dalam keadaan kering
oven, didiamkan sampai suhu kamar, kemudian ditimbang.
(5) Kadar Air =
䉰ĖǴ5 든5 gǴ 5v5n 䉰ĖǴ5 든5 gǴ Ė a5 ag Ė
100%
䉰ĖǴ5 든5 gǴ든5 gǴ
dengan :
Ws = berat pasi awal (gram)
Wo = berat pasir sedua dioven (gram)
(6) Sesuai dengan persyaratan SNI-S-04-1989-F, kadar air pasir
harus lebih besar dari 1-3%.
3) Pengujian kadar zat organik agregat halus
a) Tujuan
Untuk mengetahui persentasi kadar zat organik di dalam
pasir berdasarkan Tabel 3.2. sebagai berikut.
33
[Link] [Link]
(4) Pasir
(5) Larutan NaOH 3%
c) Langkah kerja
(1) Menyiapkan pasir kering oven pada suhu 1100C selama 24
jam
(2) Mengambil tabung gelas ukur dan kemudian memasukan
pasir tersebut ke dalam tabung gelas ukur sebanyak 130
gram.
(3) Mengambil dan menuangkan larutan NaOH 3% ke dalam
gelas ukur yang berisi pasir tersebut sehingga volume pasir
dan NaOH mencapai 200cc.
(4) Mengocok pasir dan larutan NaOH 3% selama + 10 menit.
(5) Meletakkan campuran pada tempat terlindungi selama 24
jam.
(6) Mengamati warna yang berada di atas pasir dalam gelas
ukur tersebut lalu membandingkan warna hasil pengujian
dengan warna pada tabel.3.1.
4) Pengujian Spesific Gravity agregat halus
a) Tujuan
(1) Untuk mengetahui Bulk Spesific Gravity, yaitu
perbandingan antara pasir dalam kondisi kering dengan
volume pasir total.
(2) Untuk mengetahui Bulk Spesific Gravity SSD, yaitu
perbandingan antara berat pasir jenuh dalam kondisi kering
permukaan dengan volume pasir total.
(3) Untuk mengetahui Apparent Spesific Gravity, yaitu
perbandingan antara berat kering pasir dengan volume pasir
total.
(4) Untuk mengetahui Absorbtion, yaitu perbandingan antara
berat air yang diserap dengan berat pasir kering.
b) Alat dan bahan commit to user
34
[Link] [Link]
35
[Link] [Link]
36
[Link] [Link]
(3) Satu set alat pemeriksaan gradasi dengan diameter 9,5 mm,
4,75 mm, 2,0 mm, 0,60 mm, 0,425 mm, 0,25 mm, 0,15
mm, 0,075 mm, pan
(4) Cawan dan sikat
(5) Mesin penggetar
(6) Arloji atau pencatat waktu
(7) Pasir dalam keadaan kering oven sebanyak 300 gram
c) Langkah kerja
(1) Menyiapkan pasir kering oven pada suhu 1100 C selama 24
jam.
(2) Menimbang pasir kering oven 3000 gram.
(3) Mengambil dan menyusun sieve dengan susunan dari
bawah keatas.
(4) Meletakkan pasir ke pasir kering ke sieve kemudian mesin
penggetardinyalakan selama 5 menit.
(5) Menuangkan sisa butiran yang tertahan diayakan dan
menimbangnyasatu persatu.
(6) Menghitung persentase berat pasir yang tertinggal pada
masing-masing ayakan
(7) Menghitung modulus kehalusan, dengan menggunakan
rumus:
튐
Modulus kehalusan = 100%
dengan:
A = Σ persentase komulatif berat pasir yang tertinggal
selain dalam pan
B = Σ persentase komulatif berat pasir yang tertinggal
37
[Link] [Link]
commit to user
38
[Link] [Link]
39
[Link] [Link]
튐
Apparent Specific Gavity =
튐
튐
Absortions =
튐
Dimana:
A = berat kering oven (gram)
B = berat setelah direndam (gram)
C = berat setelah dimasukkan kontainer (gram)
c. Tahap III
40
[Link] [Link]
41
[Link] [Link]
commit to user
2) Pelepasan benda uji dari cetakan
42
[Link] [Link]
Pelepasan benda uji dari cetakan setelah 20 jam dan jangan lebih dari 48
jam setelah pencetakan.
d. Tahap IV
e. Tahap V
commit to user
43
[Link] [Link]
v
Berat jenis mempunyai rumusan atau dengan satuan N/m3
Kuat tekan adalah batas kekuatan suatu material untuk menerima tekanan.
Pengertian kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas, yang
menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan
tertentu yang dihasilkan oleh mesin tekan (SNI-03-1974-1990).
Kuat desak beton merupakan sifat terpenting dalam kualitas beton dibanding
dengan sifat-sifat lain. Kekuatan desak beton ditentukan oleh pengaturan dari
perbandingan semen, agregat kasar dan agregat halus, air dan berbagai jenis
campuran. Perbandingan dari air semen merupakan faktor utama dalam
menentukan kekuatan beton. Semakin rendah perbandingan air semen, semakin
committertentu
tinggi kekuatan desaknya. Satu jumlah to userair diperlukan untuk memberikan
44
[Link] [Link]
Untuk mendapatkan benda uji harus diikuti beberapa tahapan sebagai berikut :
45
[Link] [Link]
Untuk melaksanakan pengujian kuat tekan beton harus diikuti beberapa tahapan
sebagai berikut:
1) Letakkan benda uji pada mesin tekan secara Centris.
2) Jalan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan berkisar antara
2 sampai 4kg/cm2 per detik.
3) Lakukan pembebanan sampai benda uji menjadi hancur dan catatlah beban
maksimumyang terjadi selama pemeriksaan benda uji.
4) Gambarlah bentuk pecahan dan catatlah keadaan benda uji.
Perhitungan kuat beton itu sendiri dapat di simpulkan sebagai berikut:
f. Tahap VI
Disebut sebagai tahap analisa data. Dari hasil pengujian yang telah
dilakukan, maka perlu dilakukan analisa data yang dihasilkan.
g. Tahap VII
Secara skematis tahap-tahap penelitian ini dapat dilihat pada bagan alir tahapan
penelitian pada gambar bagan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan alir penelitian ini :
commit to user
46
[Link] [Link]
commit to user
47
[Link] [Link]
2. Sampel
Sampel yaitu sebagian dari populasi yang sifat dan cirinya akan diselidiki
dan dianggap mewakili seluruh populasi. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah
beton berbentuk silinder dengan spesifikasi sebagai berikut :
a. Campuran adukan beton di rencanakan dengan mix design metode SKSNI 2002
dengan mutu beton rencana 25 Mpa.
b. Variasi styrofoam 20%, 30% dan 40% terhadap berat agregat kasar.
c. Variasi persentase abu terbang 0%, 20%, 30% dan 40% terhadap berat semen.
d. Benda uji untuk uji berat jenis dan uji kuat tekan beton berbentuk silinder dengan
diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.
e. Benda uji untuk setiap variasi adalah 3 buah, sehingga jumlah benda uji
seluruhnya adalah:
commit to user
48
[Link] [Link]
D. Pengumpulan data
1. Sumber data
Sumber data dalam pelaksanaan penelitian ini dikelompokkan menjadi dua
bagian, yaitu :
a. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil eksperimen dan pengamatan di
Laboratorium. Data primer dari penelitian ini adalah hasil uji di Laboratorium
berupa uji bahan, uji berat jenis beton, dan kuat tekan beton.
b. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari referensi dan informasi penunjang
yang berhubungan dengan penelitian yang dilaksanakan.
2. Teknik mendapatkan data
Data-data yang diperoleh dari hasil pengujian yang dicatat dan digunakan
sebagai bahan masukan dalam pembahasan,analisa data dan laporan penelitian.
a. Standar pengujian terhadap agregat halus
49
[Link] [Link]
commit to user
50
[Link] [Link]
5) Pemeriksaan Gradasi
Gradasi adalah keseragaman diameter pasir sebagai agregat halus. Gradasi
pada pasir lebih diperhitungkan daripada agregat kasar,karena menentukan sifat
pengerjaan dan sifat kohesi campuran [Link] itu gradasi pasir sangat
menentukan pemakaian semen dalampembuatan [Link] Tjokrodumiljo
(2004:III-10), Gradasi agregat ialahdistribusi ukuran butiran dari agregat. Sebagai
pernyataan gradasi dipakainilai persentase dari berat butiran yang tertinggal atau
lewat di dalamsuatu susunan ayakan. Susunan ayakan itu ialah ayakan dengan
lubang :76 mm, 38 mm, 19 mm, 9,6 mm, 4,8 mm, 2,40 mm, 1,20 mm, 0,60
mm,0,30 mm, dan 0,15 mm.
commit to user
51
[Link] [Link]
3) Pengujian gradasi
Gradasi dan keseragaman diameter agregat kasar sangat pentinguntuk
diketahui, karena sangat menentukan sifat pengerjaan dan sifatkohesif campuran
adukan beton. Selain itu kerikil sangat menentukanpemakaian semen dalam
pembuatan beton. Pengujian ini bertujuan untukmengetahui variasi ukuran butir
kerikil, persentase dan moduluskehalusannya.
E. Analisis Data
Analisa data yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
pengaruh penambahan bahan tambah
commit
styrofoamdan
to user flyashterhadap kuat tekan dan
52
[Link] [Link]
berat jenis beton yaitu dengan analisa regresi. Namun sebelumnya diadakan
pengujian prasyarat analisis berupa uji normalitas, dan uji homogenitas.
1. Uji Prasyarat Analisis
a. Uji Normalitas Data
Analisa data alah cara untuk mengolah data, menguji hipotesis, dan untuk
memperoleh kesimpulan.
Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data-data pada variabel
penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Untuk
membuktikan bahwa data-data pada variabel penelitian berasal dari populasi yang
berdistribusi normal, maka uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan SPSS , yaitu dengan menggunakan uji statistik Shapiro wilk. Untuk
menerima atau menolak hipotesa, maka perlu membandingkan (nilai Sig.) dengan
melihat kriteria dibawah ini:
Ho = data berdistribusi normal
Ha = data berdistribusi tidak normal
Pengambilan keputusan/kriteria:
Jika probabilitas (nilai sig.) > 0.05 ; maka Ho diterima.
Jika probabilitas (nilai sig.) < 0.05 ; maka Ho ditolak.
b. Uji homogenitas
53
[Link] [Link]
Pengambilan keputusan/kriteria:
Bentuk umum dari persamaan regresi terdiri dari dua golongan yaitu linier
(polinom pangkat satu) dan non linier (polinom pangkat lebih dari satu). Bentuk
umum dari persamaan regresi seperti terlihat dalam persamaan-persamaan di
bawah ini (Sudjana, 1996:312-315):
Persamaan linier
Yc = a + bx
Yc = a + bx + cx2
Yc = a + bx + cx2 + dx3
commit to user
54
[Link] [Link]
(å Y ) (å X ) - (å Y)(å XY)
2
a=
n å X (å X)
2 2
nå XY - (åY)(åX)
xåX2 - (åX)
b= 2
Keterangan:
commit to user
X = Variabel bebas (variansi persentasestyrofoamdan flyash)
55
[Link] [Link]
2. PengujianHipotesis
a. Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama untuk mengetahui pengaruh penambahan Styrofoam dan
flyashterhadap berat jenis beton ringan struktural. Untuk mengetahui pengaruh
penambahan Styrofoam dan flyashterhadap berat jenis beton menggunakan
persamaan regresi yaitu dengan menggunakan program SPSS 16 dengan uji
Regression (Liniear)berganda.
b. Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua untuk mengetahui pengaruh penambahan Styrofoam dan
flyashterhadap kuat tekan beton ringan struktural. Untuk mengetahui pengaruh
penambahan Styrofoam dan flyashterhadap kuat tekan beton pada beton ringan
struktural menggunakan persamaan garis regresi yaitu dengan menggunakan
program SPSS 16 dengan uji Regression (Liniear).Untuk membuktikan bahwa
data-data pada variabel penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal,
maka uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program
SPSS, yaitu dengan menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov.
Untuk membuktikan bahwa data pada variabel penelitian berasal dari
populasi yang memiliki variansi sama, maka uji homogenitas yang digunakan
pada penelitian ini menggunakan SPSS 16, yaitu dengan menggunakan uji
statistik homogeneity of variance.
commit to user
56