0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan10 halaman

Penyuluhan Keluarga Berencana Ibu Postpartum

Sap KB
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan10 halaman

Penyuluhan Keluarga Berencana Ibu Postpartum

Sap KB
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENKES KBPADA IBU POST PARTUM DI RSPJ

Disusun Oleh:

Juniati (11232119)
Dyah Pratina Sari (11232124)
Tri gunti novitasari (11232161)
Alin Marlina (11232047)
Chairun nissa nurwahida (11232122)
Vitriah Andriyani (11232044)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA

2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Topik : KB

Hari/ tanggal : Kamis, 26 September 2024

Waktu : Pukul 14.00 WIB

Tempat : Ruang Maternitas

Sasaran : klien ibu post partum di ruang Maternitas RSPJ

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 45menit, diharapkan ibu nifas
mampu mengerti pengertian KB, manfaat, dan memilih KB yang tepat.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
1. Kognitif : Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini
yaitu klien mampu menjelaskan pengertian dari KB
2. Afektif : setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan klien mampu mengenal
KB
3. Psikomotor : adanya perubahan perilaku pada klien setelah diberikan penyuluhan
Kesehatan mengenai definisi KB, manfaat, dan memilih KB yang tepat
C. Materi
1. Penjelasan tentang pengertian KB
2. Penjelasan tentang tujuan dan manfaat KB
3. Penjelasan tentang akibat tidak dilakukan KB
4. Penjelasan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan KB
5. Penjelasan tentang pemilihan KB yang tepat
D. Metode
1. Ceramah
Metode ini digunakan sebagai penyuluhan dan penyampaian materi tentang
pengertian, tujuan, manfaat, akibat tidak dilakukan KB, hal-hal yang perlu
diperhatikan, dan cara memilih KB yang tepat.
2. Demonstrasi
Metode ini digunakan untuk memperagakan cara melakukan KB
3. Tanya Jawab
Metode ini digunakan untuk mendiskusikan kembali tentang materi yang sudah
disampaikan yang memungkinkan klien mengemukakan hal-hal yang belum
dimengerti

E. Media
1. Powerpoint
2. Leaflet

[Link] Strategi Pengorganisasian


Keterangan :

M P D

F A A A F

A A
M : Moderator
D : Demonstran
P : Pemateri
F : Fasilitator
A : Audience ( peserta)
G. Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Target/ Alat dan bahan Waktu


Sasaran yang
digunakan
1 Pendahuluan a. Menjawab Tidak ada alat 5 Menit
a. Mengucapkan salam salam dan bahan yang
b. Memperkenalkan diri b. Menjawab digunakan
c. Menjelaskan kontrak dan pertanyaan
tujuan pertemuan c. Mendengarkan
dan memahami
maksud dan
tujuan
2 Kegiatan inti a. menyimak dengan Lembar Balik
a. Mengkaji tingkat baik dan leaflet 25
pengetahuan peserta [Link] Menit
tentang KB penjelasan dengan
b. Penyampaian materi kooperatif
penyuluhan
c. Menjelaskan pengertian
KB
d. Menjelaskan tujuan dan
manfaat KB
e. Menjelaskan akibat tidak
melakukan KB
f. Menjelaskan hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam
KB
g. Menjelaskan dan
mendemonstrasikan
pemilihan KB yang tepat
3 penutupan a. Menanyakan Tidak ada 15
a. Membuka sesi tanya jawab beberapa alat dan Menit
dengan memberikan pertanyaan bahan yang
kesempatan kepada peserta b. Menjawab digunakan
untuk bertanya pertanyaan
b. Menanyakan kembali tentang dengan baik dan
pemaparan materi yang benar
sudah diberikan c. Menyetujui
c. Memberikan reinforcement kontrak
positive selanjutnya
d. Membuat kontrak d. Menjawab
selanjutnya salam
e. Mengucapkan salam penutup

H. Evaluasi
1. Struktur
a. Peserta hadir
b. Pelaksanaan dilakukan sesuai kontrak waktu yang telah ditentukan
c. Menggunakan media yang telah disiapkan
2. Proses
a. Peserta memperhatikan penjelasan perawat dengan baik
b. Peserta aktif bertanya saat penyuluhan
c. Peserta aktif menjawab pertanyaan yang ditanyakan perawat
3. Hasil
a. Penyuluhan berjalan dengan baik dan lancer

I. Materi Penyuluhan
1. Pengertian
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana, yaitu program pemerintah
Indonesia yang bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Program
ini juga bertujuan untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
(Kemenkes 2020)
Beberapa manfaat program KB, antara lain: Menurunkan risiko terjangkit kanker
rahim dan kanker serviks, Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,
Meningkatkan kesehatan ibu dan anak, Mencegah penularan penyakit berbahaya,
Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Salah satu upaya untuk mendukung program KB adalah dengan menggunakan
alat kontrasepsi (KB). Alat kontrasepsi berfungsi untuk mencegah atau menunda
kehamilan dengan cara menghambat pertemuan sel sperma dan sel telur.
Beberapa jenis alat kontrasepsi, antara lain:
Kondom, Pil KB, IUD (Intrauterine Device), Diafragma, Kontrasepsi suntik,
Kontrasepsi implan.
KB permanen atau steril merupakan pilihan alat kontrasepmenjadi lancar dan
mencegah terjadinya sumbatan saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran
ASI (Anwar, 2021).
2. Tujuan dan manfaat

Tujuan dan manfaat program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia adalah:


Mengendalikan pertambahan jumlah penduduk, Membatasi angka kelahiran, Mengatur
jarak kelahiran, Menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Selain itu, KB juga memiliki manfaat lain, seperti:
1. Mengurangi risiko aborsi
2. Mengurangi angka kematian ibu dan janin
3. Menjaga kesehatan mental keluarga
4. Mencegah penularan HIV/AIDS
5. Menjaga kestabilan ekonomi keluarga
6. Menurunkan risiko terjangkitnya kanker rahim dan kanker servik
7. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
8. Mencegah penularan penyakit berbahaya
Program KB telah dianggap masyarakat dunia sebagai program yang berhasil
menurunkan angka kelahiran.
Konseling KB bertujuan untuk membantu klien memilih jenis kontrasepsi yang sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan mereka
3. Akibat jika tidak KB

Akibat tidak melakukan KB, pasangan berisiko mengalami kehamilan yang tidak
diinginkan. Hal ini dapat berdampak pada: Aborsi yang berdampak pada
kesehatan ibu, Kematian ibu dan bayi, Peningkatan stres psikologis, Beban
ekonomi keluarga.

Selain itu, berhenti menggunakan KB juga dapat menimbulkan efek samping


fisik, seperti: Perubahan siklus menstruasi, Masalah kulit, Fluktuasi berat badan.
Program KB (Keluarga Berencana) bertujuan untuk mengendalikan pertambahan
jumlah penduduk, membatasi angka kelahiran, dan mengatur jarak kelahiran.
Program ini diharapkan dapat menciptakan keluarga sehat sejahtera.

4. Jenis Kontrasepsi beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Berbagai jenis kontrasepsi tersedia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-


masing. Pemilihan jenis KB ini harus sesuai dengan preferensi dan kondisi
kesehatan individu, di antaranya:

1. Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari lateks atau poliuretan dan
digunakan selama hubungan seksual untuk mencegah kehamilan dan
melindungi dari penularan penyakit menular seksual (PMS).

Jenis KB ini dipasang pada penis yang sedang ereksi dan bertindak sebagai
penghalang fisik. Tujuannya adalah mencegah perpindahan sperma ke rahim
saat berhubungan seks.

 Kelebihan: perlindungan terbaik terhadap infeksi menular seksual (IMS),


dapat digunakan sesuai kemauan, dan tidak memengaruhi hormon.

 Kekurangan: dapat robek atau lepas saat berhubungan seks jika tidak
digunakan dengan benar, dan memicu alergi terhadap pengidap alergi
lateks..

2. Pil kontrasepsi oral (pil KB)

Jenis KB selanjutnya adalah pil kontrasepsi oral. Berbentuk tablet kecil yang
diminum satu kali sehari. Pil KB memiliki dua jenis, yaitu:

 Pil kombinasi yang mengandung dua hormon estrogen dan progestin.

 Pil mini yang hanya mengandung satu hormon saja, yaitu progestin.

Kelebihan: memungkinkan spontanitas seksual dan tidak mengganggu


hubungan seks, mengurangi menstruasi berat, dan menekan jerawat.

Kekurangan: hanya bisa digunakan oleh wanita, tidak cocok untuk wanita
yang alergi terhadap estrogen, dan tidak melindungi terhadap IMS.
3. Intrauterine (IUD)

Perangkat kecil berbentuk T ini terbuat dari bahan yang mengandung hormon
progesteron atau plastik dan tembaga. Jenis KB ini dipasang di dalam rahim
wanita oleh tim medis terlatih.

IUD adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat bertahan selama 3
hingga 10 tahun, tergantung pada jenisnya. Beberapa jenis IUD mengandung
hormon yang dilepaskan secara bertahap untuk mencegah kehamilan.

- Kelebihan: menawarkan perlindungan yang sangat efektif untuk mencegah


kehamilan.
- Kekurangan: kemungkinan terjadi perdarahan dalam enam bulan pertama
penggunaan dan tidak melindungi terhadap IMS.

.4. Suntikan KB

Jenis KB ini mengandung versi sintetis dari hormon progestogen. Hormon ini
disuntikkan ke bokong atau lengan atas wanita. 12 minggu berikutnya, hormon
secara perlahan dilepaskan ke aliran darah.

 Kelebihan: suntikan dapat bertahan hingga 3 bulan, sangat efektif


mencegah kehamilan, dan memungkinkan spontanitas seksual.

 Kekurangan: menyebabkan gangguan menstruasi atau pendarahan tidak


teratur, memerlukan pencatatan jumlah bulan penggunaan, dan tidak
melindungi terhadap IMS.

5. KB implan

Dalam metode ini, dokter akan menempatkan sebuah batang kecil dan
fleksibel di bawah kulit lengan atas wanita. Alat ini kemudian melepaskan
suatu bentuk hormon progesteron.
Hormon tersebut menghentikan ovarium melepaskan sel telur dan
mengentalkan lendir serviks. Hal tersebut dapat menyulitkan sperma masuk
ke dalam rahim.

Implan merupakan prosedur kecil yang menggunakan anestesi lokal. Setelah


dipasang, implan dapat bertahan dalam tubuh selama 3 tahun. Kemudian,
kamu bisa menggantinya dengan yang baru.

 Kelebihan: sangat efektif untuk mencegah kehamilan, tidak mengganggu


hubungan seks, dan tahan lama.

 Kekurangan: membutuhkan bantuan dokter untuk memasang dan


melepasnya, terkadang terjadi pendarahan, dan tidak melindungi terhadap
IMS.

6. Sterilisasi

Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanen yang dilakukan dengan


menghilangkan kemampuan tubuh untuk bereproduksi. Prosedur mencakup
penutupan atau pemotongan saluran reproduksi.

Pada pria, prosedurnya disebut dengan vasektomi, yaitu dengan memotong


saluran yang membawa sperma dari testis ke vesikula seminalis.

Sementara pada wanita, caranya dengan metode tubektomi, yaitu dengan


mengikat, memotong, atau memblokir saluran yang menghubungkan
ovarium dengan rahim (tuba falopi).

 Kelebihan: tidak mempengaruhi fungsi seksual dan libido, serta tidak perlu
mengandalkan alat atau obat kontrasepsi lainnya.

 Kekurangan: hanya mencegah kehamilan, tidak dapat mencegah IMS, dan


tidak dapat mengembalikan kesuburan seperti sediakala.

a. Cuci bersih tangan dan terutama jari tangan


b. Lakukan pada suasana santai, misalnya pada waktu mandi sore atau sebelum
tidur.
5. Cara melakukan perawatan payudara
a. Persiapan alat untuk perawatan payudara:
1) Handuk 2 buah
2) Washlap 2 buah
3) Waskom berisi air dingin 1 buah
4) Waskom berisi air hangat 1 buah
J. Daftar Pustaka
Anik, Maryunani. (2012). Inisiasi Menyesui Dini, Asi Eksklusif dan Manajemen
Laktasi. Jakarta : TIM
Fatmawati, L., Syaiful, Y., & Wulansari, N. A. (2019). Pengaruh Perawatan Payudara
Terhadap Pengeluaran ASI Ibu Post Partum (The Effect Of Breast Care In The
Milk Output Of Post Partum Mother). Journal of Ners Community, 10(2),
169–184.
Saryono (2012). Perawatan Payudara. Yogyakarta : Nuha Medika
Wulan, S., & Gurusinga, R. (2015). Pengaruh Perawatan Payudara ( Breast Care )
Terhadap Volume Asi Pada Ibu Post Partum ( Nifas ) Di RSUD Deli Serdang
Sumut. Jurnal Kebidanan Dan Harapan Ibu, 2(1), 1–4.

Anda mungkin juga menyukai