PROGRAM GLS
( GERAKAN LITERASI SEKOLAH )
SD ISLAM TERPADU DARUL FALAH
KECAMATAN KERTOSONO
KABUPATEN NGANJUK
2018
YAYASAN ABDULLOH ARIEF
NOMOR AHU-07713.50.10.2014
SD ISLAM TERPADU DARUL FALAH
NPSN : 69981697 Email : [Link]@[Link]
Jl. Morogati No. 111 Telp. 085655600020 Kalianyar Kertosono Nganjuk 64351
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
DI SD ISLAM TERPADU DARUL FALAH
Literasi sekolah dalam konteks gerakan literasi sekolah (GLS) di Sekolah Dasar (SD)
merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas
melalui berbagai aktivitas, seperti membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. GLS
di SD merupakan suatu upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah
sebagai komunitas pembelajaran literasi.
Secara umum, GLS di SD memiliki tujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti
peserta didik melalui pembudayaan suasana literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan
literasi sekolah. Sedangkan tujuan khusus GLS di SD, antara lain:
1. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
2. Meningkatkan kapasitas literasi warga dan lingkungan sekolah.
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan agar warga sekolah mampu
mengelola pengetahuan.
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan
mewadahi berbagai strategi membaca.
Adapun ruang lingkup pengembangan dari GLS di SD, diantaranya:
1. Lingkungan fisik sekolah berupa fasilitas dan sarana prasarana literasi.
2. Lingkungan sosial dan afektif berupa dukungan dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
3. Lingkungan akademik berupa program literasi yang menimbulkan minat baca dan
menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.
GLS di SD menciptakan komunitas literasi pendidikan di SD. Komunitas ini merupakan
lingkungan yang menyenangkan dan ramah bagi peserta didik, sehingga menumbuhkan
semangat warganya dalam belajar. Semua warga sekolah perlu menunjukkan empati, peduli,
dan menghargai sesama, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kecakapan berkomunikasi,
berkontribusi pada lingkungan sosial, dan mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah.
GLS di SD dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap pembiasaan, pengembangan, dan
pembelajaran. Penjelasan lebih terperinci disajikan, sebagai berikut:
1. Tahap pembiasaan
Kegiatan pelaksanaan pembiasaan gerakan literasi pada tahap ini bertujuan untuk
menumbuhkan minat peserta didik terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca.
Prinsip-prinsip kegiatan membaca pada tahap pembiasaan, diantaranya:
a. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku bacaan, bukan buku teks pelajaran.
b. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta didik. Peserta didik
diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa dari rumah.
c. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini tidak diikuti oleh tugas-tugas
menghafalkan cerita, menulis sinopsis, dan lain-lain.
d. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini dapat diikuti dengan diskusi
informal tentang buku yang dibaca/dibacakan, atau kegiatan yang menyenangkan terkait buku
yang dibacakan apabila waktu memungkinkan.
e. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini berlangsung dalam suasana
yang santai dan menyenangkan.
Adapun kegiatan membaca dan penataan lingkungan kaya literasi pada tahap
pembiasaan, antara lain:
a. Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan
membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan
membaca dalam hati (sustained silent reading).
b. Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit membaca.
c. Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah,
seperti perpustakaan, sudut buku kelas, area baca, kebun sekolah, kantin, unik kesehatan
sekolah (UKS), dan lain-lain. Sarana dan prasarana ini dapat diperkaya dengan bahan kaya
teks.
d. Melibatkan komunitas di luar sekolah dalam kegiatan 15 menit membaca dan
pengembangan sarana literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi perpustakaan dan sudut
baca kelas.
e. Memilih buku yang sesuai dengan minat peserta didik.
2. Tahap pengembangan
Kegiatan literasi pada tahap pengembangan bertujuan untuk mempertahankan minat
terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca, serta meningkatkan kelancaran dan
pemahaman membaca peserta didik.
Prinsip-prinsip kegiatan pada tahap pengembangan, diantaranya:
a. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku selain buku teks pelajaran.
b. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta didik. Peserta didik
diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa dari rumah.
c. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh tugas-tugas
menggambar, menulis, kriya, seni gerak dan peran untuk menanggapi bacaan, yang
disesuaikan dengan jenjang dan kemampuan peserta didik.
d. Penilaian tanggapan peserta didik terhadap bacaan bersifat non-akademik dan berfokus pada
sikap peserta didik dalam kegiatan. Masukan dan komentar pendidik terhadap karya peserta
didik bersifat memotivasi.
e. Kegiatan membaca/membacakan buku berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
Terdapat beberapa alternatif cara membaca pada tahap pengembangan, sebagai berikut:
a. Membacakan nyaring interaktif (interactive read aloud)
Cara ini dilakukan dengan guru membacakan buku/bahan bacaan dan mengajak peserta
didik untuk menyimak dan menanggapi bacaan dengan aktif. Proses membacakan buku ini
bersifat interaktif karena guru memperagakan bagaimana berpikir menanggapi bacaan dan
menyuarakannya serta mengajak peserta didik untuk melakukan hal yang sama. Fokus
kegiatan membaca nyaring alternatif untuk memahami kosakata baru.
b. Membaca terpandu (guided reading)
Cara ini dilakukan dengan guru memandu peserta didik dalam kelompok kecil (4-6
siswa) dalam kegiatan membaca untuk meningkatkan pemahaman. Fasilitas pendukung yang
perlu tersedia, berupa buku untuk dibaca, alat tulis, kertas besar (flip chart), perekat, dan
papan untuk menempelkan kertas.
c. Membaca bersama (shared reading)
Cara ini dilakukan dengan guru mendemonstrasikan cara membaca kepada seluruh
peserta didik di kelas atau kepada satu per satu peserta didik. Guru dapat membaca bersama-
sama peserta didik, lalu meminta peserta didik untuk bergiliran membaca. Metode ini
bertujuan memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk membaca dengan nyaring dan
meningkatkan kefasihan membaca. Fasilitas pendukung yang perlu tersedia, berupa buku
besar (big book, apabila dibacakan kepada banyak peserta didik), buku bacaan, kertas besar
(flip chart), dan alat tulis.
d. Membaca mandiri (independent reading)
Kegiatan membaca mandiri dilakukan dengan peserta didik memilih bacaan yang
disukainya dan membacanya secara mandiri. Kegiatan membaca mandiri ini bisa diikuti oleh
kegiatan tindak lanjut seperti membuat peta cerita atau kegiatan lain untuk menanggapi cerita.
Pada tahap pengembangan ini juga dibentuk Tim Literasi Sekolah (TLS) yang
bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah dan terdiri dari: anggota komite sekolah,
orang tua/wali murid, pustakawan dan tenaga kependidikan, guru kelas, dan relawan literasi
atau elemen masyarakat lain yang membantu pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah. Adapun
peran TLS, diantaranya:
a. Memastikan keberlangsungan kegiatan 15 menit membaca setiap hari.
b. Memastikan ketersediaan koleksi buku pengayaan di perpustakaan dan sudut-sudut baca di
sekolah.
c. Mengawasi pengelolaan perpustakaan sekolah dan sudut-sudut baca di sekolah.
d. Memastikan keterlaksanaan kegiatan di perpustakaan sekolah minimal 1 jam dalam
seminggu.
e. Mengkoordinir pelaksanaan festival literasi, minggu buku, atau perayaan hari-hari besar lain
yang berbasis literasi.
f. Mengkoordinir upaya pengembangan kegiatan literasi melalui penggalangan dana kepada
pelaku bisnis atau penyandang dana lain di luar lingkungan sekolah.
g. Mengkoordinir upaya promosi kegiatan literasi sekolah kepada orang tua/wali murid,
misalnya melakukan pelatihan membacakan buku dengan nyaring dan promosi kegiatan
membaca di rumah.
h. Mempublikasikan kegiatan literasi di sekolah, di media cetak, audiovisual, dan daring agar
memperoleh dukungan lebih luas dari masyarakat.
i. Membangung jaringan dengan pemangku kepentingan terkait literasi, TLS di sekolah lain,
dan pegiat literasi untuk bekerjasama mengupayakan GLS yang berkelanjutan.
3. Tahap pembelajaran
Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan untuk mempertahankan minat peserta didik
terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca, serta meningkatkan kecapakan literasi
peserta didik melalui buku-buku pengayaan dan buku teks pelajaran.
Kegiatan literasi pada tahap pembelajaran berfokus pada peningkatan kemampuan
berbahasa repesif (membaca dan menyimak) dan aktif (menulis dan berbicara) yang disajikan
secara rinci dalam konteks dua kegiatan utama, yakni membaca dan menulis. Kemampuan
membaca dan menulis dijenjangkan agar peningkatan kecakapan di empat area bahasa
(membaca, menyimak, menulis, dan berbicara) dapat dilakukan secara terukur dan
berkelanjutan.
Kegiatan yang dapat dilakukan pada tahap pembelajaran, antara lain:
a. Guru mencari metode pengajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi
peserta didik. Untuk mendukung hal ini, guru dapat melakukan penelitian tindakan kelasa
(PTK).
b. Guru mengembangkan rencana pembelajaran sendiri dengan memanfaatkan berbagai media
dan bahan ajar.
c. Guru melaksanakan pembelajaran dengan memaksimalkan pemanfaatan sarana dan
prasarana literasi untuk memfasilitasi pembelajaran.
d. Guru menerapkan berbagai strategi membaca untuk meningkatkan pemahaman peserta
didik terhadap materi pembelajaran.
Adapun prinsip-prinsip kegiatan pada tahap pengembangan, diantaranya:
a. Kegiatan membaca disesuaikan dengan kemampuan literasi peserta didik dan tujuan
kegiatan membaca.
b. Kegiatan membaca bervariasi, dengan memberikan porsi yang seimbang untuk kegiatan
membaca nyaring, membaca mandiri, membaca terpandu, dan membaca bersama.
c. Guru memanfaatkan buku-buku pengayaan fiksi dan non-fiksi untuk memperkaya
pemahaman peserta didik terhadap materi ajar dan buku teks pelajaran.
d. Pengajaran berfokus pada proses. Peserta didik berbagi dan mendiskusikan draf
pekerjaannya untuk mendapat masukan dari guru dan teman.
e. Kegiatan menanggapi bacaan mempertimbangkan kecerdasan majemuk dan keragaman
gaya belajar peserta didik.
f. Melakukan pemodelan dan pendampingan terhadap peserta didik.
Akhirnya, GLS di SD ada untuk mengembangkan pelaksanaan kegiatan literasi sekolah
di SD yang efektif dan berkelanjutan. Penumbuhan budaya literasi pada diri peserta didik
bukan hanya tugas sekolah, namun juga merupakan tanggung jawab keluarga, pelaku bisnis
dan media, pemangku kebijakan, dan elemen masyarakat lain.
Kertosono, 17 Juli 2017
Kepala SDIT Darul Falah
ARI SULANDARI ROCHANA, S. Ag
YAYASAN ABDULLOH ARIEF
NOMOR AHU-07713.50.10.2014
SD ISLAM TERPADU DARUL FALAH
NPSN : 69981697 Email : [Link]@[Link]
Jl. Morogati No. 111 Telp. 085655600020 Kalianyar Kertosono Nganjuk 64351
JADWAL PELAKSANAAN
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
KELAS I
Jam
Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Waktu Jum'at Sabtu
ke
07.00-07.30 1 UPACARA GLS GLS GLS 07.00-07.30 Tematik Tematik
MENGAJ
07.30-08.00
2 MENGAJI I MENGAJI MENGAJI 07.30-08.00 Tematik Tematik
08.00-08.35 3 B ARAB Tematik Tematik PAIBP 08.00-08.30 Tematik Tematik
08.35-09.10 4 B ARAB Tematik Tematik PAIBP 08.30-09.00 ISTIRAHAT Tematik
09.10-09.45 5 Tematik Tematik Tematik PAIBP 09.00-09.30 PAIBP ISTIRAHAT
09.45-10.15 ISTIRAHAT 09.30-10.00 B JAWA Ekstra
10.15-10.50 6 Tematik SEMPOA Tematik Tematik 10.00-10.30 B JAWA Ekstra
10.50-11.25 7 Tematik B ING Komputer Tematik 10.30-11.00 Ekstra
11.25-12.00 8 Tematik B ING Komputer Tematik
12.00-12.40 9 Sholat Dhuhur
KELAS II
Jam
Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Waktu Jum'at Sabtu
ke
07.00-07.30 1 Upacara GLS GLS GLS 07.00-07.30 PJOK SEMPOA
MENGAJ
07.30-08.00 2 MENGAJI MENGAJI MENGAJI I 07.30-08.00 PJOK Komputer
08.00-08.35 3 Tematik Tematik PAI Tematik 08.00-08.30 PAI Komputer
ISTIRAHA
08.35-09.10 4 Tematik Tematik PAI Tematik 08.30-09.00 T MENGAJI
09.10-09.45 5 B ARAB Tematik PAI Tematik 09.00-09.30 B JAWA ISTIRAHAT
09.45-10.15 ISTIRAHAT 09.30-10.00 B JAWA Ekstra
10.15-10.50 6 B ARAB Tematik Tematik Tematik 10.00-10.30 Ekstra
10.50-11.25 7 Tematik Tematik B ING SBK 10.30-11.00 Ekstra
11.25-12.00 8 Tematik Tematik B ING SBK
12.00-12.40 9 Sholat Dhuhur
KELAS III
Jam Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu
Waktu Waktu
ke
07.00-07.30 1 Upacara 07.00-07.30 PJOK PAI
GLS GLS GLS
07.30-08.00 2 MENGAJI MENGAJI MENGAJI MENGAJI 07.30-08.00 PJOK B ING
08.00-08.35 3 Tematik Tematik Tematik Tematik 08.00-08.30 B JAWA B ING
08.35-09.10 4 Tematik Tematik Tematik Tematik 08.30-09.00 ISTIRAHAT MENGAJI
09.10-09.45 5 Tematik Tematik Tematik Tematik 09.00-09.30 B JAWA ISTIRAHAT
09.45-10.15 ISTIRAHAT 09.30-10.00 Komputer Ekstra
10.15-10.50 6 Tematik PAI Tematik Tematik 10.00-10.30 Komputer Ekstra
10.50-11.25 7 B ARAB PAI Tematik SBK 10.30-11.00 Ekstra
11.25-12.00 8 B ARAB PAI Tematik SBK
12.00-12.40 9 Sholat Dhuhur
FOTO GERAKAN LITERASI SEKOLAH