0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
369 tayangan4 halaman

Seni Musik Bakelong Etnis Samawa

Diunggah oleh

nanaxxv2022
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
369 tayangan4 halaman

Seni Musik Bakelong Etnis Samawa

Diunggah oleh

nanaxxv2022
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEARIFAN LOKAL SAMAWA

BAKELONG
 Pengertian Bakelong

Bakelong merupakan seni music tradisional yang berasal dari sumbawayang mampu diiringi
dengan music modern misalnya gitar dancampuran keyboard. pengembangan lawas dapat
dilakukan dengan iringan kecapi dan alat musik lainnya, dengan menggunakan temung atau
irama kilung. Bakelong itu semacam nyanyian daerah Sumbawayang hampir sama dengan
rebalas lawas (balas pantun).
Bakelong dapat dinyanyikan oleh pria maupun wanita ataupun gabungan dari wanita dan pria.
Bakelong biasanya dijadikan ajang perlombaan di daerah Sumbawa untuk merayakan hari
pernikahan atau menyambut hari-hari besar. Bakelong ini merupakan hasil akulturasi budaya
Bugis dan Makasar dan Budaya local.
 Sejarah Bakelong Etnis Samawa
Pertunjukan seni dan budaya yang ada di Pulau Sumbawa salah satunya adalah bakelong, seni
vokal yang begitu familiar di kalangan masyarakat Sumbawa. Menurut
sejarah, bakelong terlahir dari kebiasaan masyarakat pesisir etnis Samawa yang menghibur
diri dari kejenuhan aktivitas sehari-hari, sebagai bentuk hiburan seorang nelayan sekaligus
warga pesisir yang berdomisili di tepi pantai.
Seniman sekaligus budayawan Sumbawa, Hasanuddin HD atau yang akrab Kak Ace
mengatakan, perkembangan bakelong tidak dapat dipisahkan dari sejarah masuknya Islam ke
Pulau Sumbawa. Di mana pada abad 16, banyak kapal para pedagang Arab bersandar di
Pulau Sumbawa, berniaga sekaligus melakukan syiar Islam. Hal ini dibuktikan dengan
adanya perkampungan Arab yang terletak di Labuhan Badas, Labuhan Sumbawa.
Dengan demikian, perkampungan Arab yang berada di pesisir pantai merupakan jalur
perdagangan sekaligus jalur interaksi atau silang budaya dengan bangsa Arab. Salah satunya
melalui perkawinan silang yang berdampak pada kehidupan sosial sehari-hari masyarakat
etnis Samawa. Maka tak heran, alat musik seperti rebana, gambus, hadrah, dan barzanji
menjadi sangat populer di tanah Samawa sampai saat ini.
Salah satunya seni vokal yang populer yang selalu banyak diminati oleh orang-orang dewasa
dan generasi milineal, yakni: bakelong. Seni vokal yang berasal dari budaya masa lampau
yang berarti puisi tradisi etnis Samawa yang memiliki makna kiasan sesuai dengan teks dan
konteks apa yang dirasakan oleh tukang lawas.
Pertunjukan bakelong biasanya terdiri dari satu orang. Si tukang lawas ikut memainkan alat
musik gambus untuk mengiringi lawas yang diucapkan oleh seniman tersebut. Namun
perkembangannya saat ini, pertunjukan bakelong dapat dilakukan sendiri ataupun
berkelompok dengan iringan alat musik tradisi, yaitu: gambus atau rebana ode.
Bakelong telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, mengikuti tren dengan
memanfaatkan alat musik modern seperti akustik band, kombo band ataupun organ tunggal.
Biasanya, etnis Samawa mengartikan bakelong sebagai sastra lisan atau sebutan umumnya
lawas.
Lawas ialah ungkapan, sejenis puisi lisan yang berisi tiga baris menggunakan bahasa kiasan
etnis Samawa, biasanya lawas terlahir secara spontan dalam aktivitas keseharian atau dapat
pula hadir menggunakan konsep upacara adat ataupun pertunjukan seni dan budaya.
Penguasaan, pengetahuan, dan pemahaman kosakata bahasa kiasan etnis Samawa sebagai
unsur utama penciptaan lawas. Selain itu, pengalaman serta jam terbang pertunjukan seorang
pemain bakelong tentu memengaruhi syair yang ia ciptakan.
Biasanya, pertunjukan bakelong disajikan dalam kegiatan menuai padi, karapan kerbau,
upacara adat perkawinan, sunatan, dan acara-acara lainnya. Lawas atau syair bakelong berisi
pesan moral, tentang cinta, nasihat, dan motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari
masyarakat etnis Samawa.

 Ciri Syair Lawas Bakelong


Dalam penciptaan syair bakelong, tidak ada persyaratan khusus, namun untuk seorang
pemain bakelong tentu harus memiliki kemahiran dalam penguasaan kosakata kiasan bahasa
etnis Samawa, serta dapat pula menjelaskan kiasan tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.
Selain itu, pemahaman tentang temung atau irama bakelong menjadi kesepakatan untuk
melahirkan pengetahuan tradisi lisan yang diturunkan melalui generasi terdahulu kepada
generasi penerus saat ini. Salah satu ciri yang umum pada bakelong ialah syairnya yang
identik dengan kawula muda. Tersebab bakelong sering dihadirkan dalam upacara adat
pernikahan etnis Samawa.
Selain itu, syair yang dinyanyikan biasanya menggunakan cengkok irama timur tengah versi
etnis Samawa, sehingga membuat orang yang menonton merasakan suasana damai dan
tenang. Berikut ini adalah salah satu contoh syair lawas bakelong ciptaan Hasanuddin HD
dalam temung atau irama kelong.
Dadi bulan.... Dadi bulan gama yandi. Selam bau si ku gita. Selam bau si ku gita. Dadi medo
ate notang. Di andi e dadi medo. Dadi medo ate notang. (Artinya, Jadilah rembulan, duhai
sayang. Meski tenggelam tertutup mega, namun masih dapat ku saksikan. Menjadi pengobat
hati yang merindu.)
Adapun pesan moral syair di atas ialah tentang kerinduan seseorang kepada sang kekasih
pujaan hati yang digambarkan melalui rembulan (wawancara dengan Hasanuddin HD).
Ungkapan syair di atas menjelaskan bagaimana kerinduan seorang kekasih kepada sang
pujaan hati yang terpisah oleh jarak yang hanya dapat disampaikan melalui keindahan bulan
sebagai simbol atas keberadaan pujaan hatinya. Melalui keindahan cahaya bulan pula, ada
seberkas harapan bahwa kerinduannya dapat tersampikan kepada sang kekasih.
Saat ini banyak di antara kalangan kawula muda dan orang tua, baik pria atau pun wanita
berlomba-lomba berkreatifitas untuk menciptakan lawas dan aransemen baru bakelong. Baik
dari segi aransemen musik ataupun alat musik pengiringnya seperti keyboard, kombo band,
dan lain sebagainya. Tujuannya, tak lain penggunaan alat musik modern berfungsi menarik
minat masyarakat Sumbawa agar tertarik menyaksikan pertunjukan musik bakelong.
Perkembangan terkini begitu banyak kanal YouTube yang menyajikan video live ataupun
videoklip pertunjukan musik bakelong etnis Samawa. Hal ini dapat dilihat juga hampir dari
setiap sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA yang ada di Sumbawa Besar juga tidak mau
kalah, mereka aktif mengadakan pertunjukan musik bakelong dalam setiap kegiatan-kegiatan
yang diselenggarakan oleh sekolah masing-masing. Tujuannya, tak lain agar para pelajar ikut
berpartisipasi, mengapreasiasi, melestarikan, serta mendapat pengetahuan tentang
pertunjukan musik bakelong.
 Fungsi Bakelong
 Sebagai media hiburan semata untuk dipertunjukkan ke masyarakat.
 Sebagai tempat penyampaian pesan moral dalam bentuk lawas
 Sebagai salah satu hasil sastra di Sumbawa
 Biasanya dimanfaatkan oleh para muda-mudi untuk mencari jodoh

 Nilai kebudayaan dalam Bakelong


 Meningkatkan minat masyarakat dalam melestarikan budaya Sumbawa
 Menunjukkan kekhasan budaya tradisional di Sumbawa
 Menciptakan rasa nasionalisme terhadap daerah Sumbawa
 Contoh Bakelong
Bakelung
Voc: Yori Anel & Feety S
Cipt: Fathi Yusuf, Album: Kemas Samawi

Assalamualaikum
Kusamula Ke Bismillah
Salamat Gama Parana

Sumbawa Barat Desa Saq


Tubangun Dunia Aherat
Pariri Lema Bariri

Pariri Lema Bariri


Soq Moto Sumbawa Barat
Jari Jiwa Pembangunan

Kajari Sumbawa Barat


Kadana Dita Salebe
Matubangun Tusanonang

Pesan Inakku Sapuan


Naq Balio Naq Balasa
Pariri Lema Bariri

Patiq Palajar We Ate


Naq Mupia Gawe Lenge
Apa Dita Ning Ksb

Mana Tau Barang Kayu


Lamun To Sanyaman Ate
Soq Singun Sanak Parana

Nomonya Sama Kusukur


Kajari Tana KSB
Salebe Den Nulang Kemo

Wassalam Kueneng Pamit


No Tuboe Tubakilung
Luk Maras Kemo Barema

Anda mungkin juga menyukai