0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan48 halaman

RPP Zat Aditif dan Adiktif Kelas VIII

Diunggah oleh

70umithoyibah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan48 halaman

RPP Zat Aditif dan Adiktif Kelas VIII

Diunggah oleh

70umithoyibah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : MTSN 7 BLITAR


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VIII/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019 / 2020
Materi Pokok : Zat Aditif dan Zat Adiktif
Alokasi Waktu : 10 jam atau 4 kali tatap muka (TM)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.6 Menjelaskan berbagai zat 3.6.1 Menyebutkan jenis-jenis zat aditif
aditif dalam makanan dan 3.6.2 Memberi contoh zat aditif alami dan buatan
minuman, zat adiktif, serta 3.6.3 Menyelidiki pewarna alami dan buatan pada
dampaknya terhadap makanan dan minuman
kesehatan 3.6.4 Mengidentifikasi berbagai zat aditif dalam
makanan dan minuman
3.6.5 Menganalisis perbedaan pemanis alami dan
buatan pada makanan dan minuman
3.6.6 Menemukan solusi pengganti zat aditif buatan
3.6.7 Mengajukan usul cara mencegah dampak negatif
zat aditif buatan
3.6.8 Menyebutkan jenis-jenis zat adiktif
3.6.9 Menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam tubuh
3.6.10 Menjelaskan dampak penggunaan zat adiktif bagi
kesehatan
3.6.11 Membuat model tentang bahaya rokok bagi
kesehatan
3.6.12 Menganalisis dampak penyebaran narkoba di
masyarakat
3.6.13 Menjelaskan beberapa upaya untuk menjaga diri
dari bahaya narkoba
3.6.14 Mengemukakan upaya dalam menangani pecandu
zat adiktif
4.6 Membuat karya tulis 4.6.1 Membuat karya tulis tentang dampak penggunaan
tentang dampak zat aditif dan penyalahgunaan zat adiktif bagi
penyalahgunaan zat aditif kesehatan
dan zat adiktif bagi
kesehatan
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatann pedagogik genre, saintifik, dan CLIL
peserta didik dapat :

 Menyebutkan jenis-jenis zat aditif


 Memberi contoh zat aditif alami dan buatan
 Menyelidiki pewarna alami dan buatan pada makanan dan minuman
 Mengidentifikasi berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman
 Menganalisis perbedaan pemanis alami dan buatan pada makanan dan minuman
 Menemukan solusi pengganti zat aditif buatan
 Mengajukan usul cara mencegah dampak negatif zat aditif buatan
 Menyebutkan jenis-jenis zat adiktif
 Menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam tubuh
 Menjelaskan dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Membuat model tentang bahaya rokok bagi kesehatan
 Menganalisis dampak penyebaran narkoba di masyarakat
 Menjelaskan beberapa upaya untuk menjaga diri dari bahaya narkoba
 Mengemukakan upaya dalam menangani pecandu zat adiktif
 Membuat karya tulis tentang dampak penggunaan zat aditif dan penyalahgunaan zat
adiktif bagi kesehatan

Fokus nilai-nilai sikap


1. Religius
2. Kesantunan
3. Tanggung jawab
4. Kedisiplinan

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler

a. Fakta:
 Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk
meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan kemenarikan makanan dan
minuman.
 Zat aditif terdapat dalam bahan pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi
aroma, pengental, dan pengemulsi.
 Zat aditif ada yang berjenis alami dan buatan. Penggunaan bahan aditif alami
lebih aman dibandingkan bahan aditif buatan. Penggunaan bahan aditif buatan
harus menggunakan bahan yang diizinkan oleh pemerintah dan dalam jumlah
tertentu yang diizinkan.
 Contoh pewarna alami misalnya pewarna dari daun suji dan pandan, sedangkan
pewarna buatan misalnya tartrazine. Pengawetan dapat dilakukan secara fisik,
misalnya melalui pemanasan atau penyinaran, dan secara kimia misalnya dengan
pemberian natrium benzoat maupun garam. Contoh bahan pemanis alami
misalnya gula, sedangkan pemanis buatan misalnya aspartam, siklamat, dan
sakarin. Contoh penyedap alami misalnya bunga cengkeh, sereh, kayu manis,
garam, bawang putih, sedangkan penyedap buatan misalnya MSG.
 Zat adiktif merupakan bahan makanan atau minuman yang dapat menimbulkan
kecanduan pada penggunanya. Zat adiktif dibedakan menjadi narkotika,
psikotropika, zat psiko-aktif lainnya.
b. Konsep

 Contoh narkotika adalah heroin, kokain, dan morfin. Contoh psikotropika adalah
ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan LSD. Contoh zat psiko-aktif lain adalah
kafein, nikotin, dan alkohol.
 Bahan-bahan adiktif yang termasuk kelompok narkotika tidak boleh digunakan
karena memiliki efek yang sangat membahayakan bagi penggunanya.
Penggunaan zat adiktif dapat menyebabkan ketagihan.
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan di antaranya jangka pendek dapat
menyebabkan rasa nyaman, ketegangan berkurang, menghilangkan rasa nyeri,
timbul rasa cemas dan gembira, jantung berdebar, halusinasi, dan sebagainya.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, daya pikir
berkurang, daya tahan tubuh menurun, kerusakan sistem saraf, anemia, penyakit
jantung, gangguan jiwa, dan kematian.

c. Prinsip
 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta
dampaknya terhadap kesehatan.

d. Prosedur
 Membuat karya tulis tentang dampak penggunaan zat aditif dan penyalahgunaan
zat adiktif bagi kesehatan

2. Materi pembelajaran pengayaan


- Rehabilitasi pecandu narkoba, zat aditif alami dan zat aditif buatan

3. Materi pembelajaran remedial


- Zat Aditif dan Zat Adiktif

E. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Scientific Learning


2. Model Pembelajaran : Group Investigation (GI), Discovery Learning, Creative Problem
Solving (CPS), Problem Based Learning (PBL), Project Based
Learning (PjBL), inkuiri, learning cycle,
3. Metode : Ceramah, Diskusi dan Penugasan

F. Media Pembelajaran
1. Media LCD projector,
2. Laptop,
3. Bahan Tayang

G. Sumber Belajar
1. Teks Siswa,
2. Buku Pegangan Guru,
3. Modul/bahan ajar,
4. internet,
5. Sumber lain yang relevan
H. Langkah-langkahPembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
Guru : menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta
membiasakan membaca dan memaknai (Literasi))
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
pada kelas VII
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang
akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh,
maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat
itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan
KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 100


Sintak menit
Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajara
n
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
pemberian permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
rangsangan) pantang menyerah (Karakter) pada topic
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan alat)/menayangkan gambar/foto,
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur
dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik diminta untuk mengamati penayangan gambar
yang disajikan oleh guru maupun mengamati gambar yang
terdapat pada buku Guru Atau Buku siswa seperti gambar di
bawah ini :

 Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam


mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
mengamati gambar/foto tentang
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video
yang disajikan oleh guru seperti gambar di bawah ini :

 Berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar, peserta


1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
didik diminta untuk mendiskusikan tentang hal-hal
yangingin diketahui.
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung), (literasi)
membaca materi tentang Struktur dan fungsi rangkadari buku
paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan:
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
 Mendengar,
mendengarkan pemberian materi oleh guruyang berkaitan
dengan
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
 Menyimak, Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
menyimak penjelasan pengantar kegiatan secara garis
besar/global tentang materi pelajaran mengenai :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan
(pertanyaan/ dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan
identifikasi belajar Berpikir kritis dan kreatif (4C) dengan sikap jujur , disiplin,
masalah) serta tanggung jawab dan kerja sama yang tingi (Karakter)
 Peserta didik diminta mendiskusikan hasil pengamatannya dan
mencatat fakta-fakta yang ditemukan, serta menjawab
pertanyaanberdasarkan hasil pengamatan yang ada pada buku
paket;
 Pendidik memfasilitasi peserta didik untuk menanyakan hal-hal
yang belum dipahami berdasarkan hasil pengamatan dari buku
paket yang didiskusikan bersama kelompoknya;
 Mengajukan pertanyaantentang :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin
tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat. Misalnya :
 Tahukah kamu apakah zat aditif itu?
Data Peserta didik mengumpulkan berbagai informasi (Berpikir kritis,
collection kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok
(pengumpulan (4C), dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan pantang
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
data) menyerah (Karakter),literasi (membaca) yang dapat mendukung
jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, baik dari buku
paket maupun sumber lain seperti internet; melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian,
 Wawancara dengan nara sumber
 Mengumpulkan informasi
mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber
tentang :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
 Membaca sumber lain selain buku teks, (literasi)
mengeksplor pengetahuannya dengan membaca buku referensi
tentang :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
 Mempresentasikan ulang
 Aktivitas : (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis,
kreatif, berkomunikasi dan bekerjasama (4C))
 Peserta didik melakukan aktivitas sesuai sesuai buku siswa
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu

 Mendiskusikan Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling


berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan rasa ingin tahu
dan pantang menyerah (Karakter)

 Mengulang
 Saling tukar informasi tentang :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat
dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan
cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui
berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar
dan belajar sepanjang hayat.
Data Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam
processing diskusi kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah
(pengolahan (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi
Data) dan bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat
diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur,
tanggung jawab, percaya diri dan pantang menyerah) apabila ada
yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
 Berdiskusi tentang data :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan
sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
 Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan
(pembuktian) memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada
buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang
bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin,
taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
membuktikan :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-
sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh
peserta didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan
kesimpulan) hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
tentang :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain
diberi kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan
hasil pengamatan secara tertulis tentang :
 Zat Aditif
 Jenis-jenis zat aditif
 Zat aditif alami dan buatan
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah
disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa
terhadap materi pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku
jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli
lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
 Membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Membiasakan
sikap bertanggung jawab dan peduli dengan tugas yang diberikan
(Karakter)
 Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik
yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi
nomor urut peringkat, untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran
Abad 21
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan (jika diperlukan).
 Mengagendakan pekerjaan rumah. Membiasakan sikap bertanggung jawab
dan peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
 Memberi salam. Sikap disiplin dan mengamalkan ajaran agama yang dibuat
(Karakter)

2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 10
Guru : menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta membiasakan
membaca dan memaknai (Literasi))
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, pada kelas
VII
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka
peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM
pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 60
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
pemberian permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
rangsangan) pantang menyerah (Karakter) pada topic
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan alat)/menayangkan gambar/foto,
Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur
dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik diminta untuk mengamati penayangan gambar yang
disajikan oleh guru maupun mengamati gambar yang terdapat
pada buku Guru Atau Buku siswa seperti gambar di bawah ini :
 Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
mengamati gambar/foto tentang
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video yang
disajikan oleh guru seperti gambar di bawah ini :
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu

 Berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar, peserta didik


diminta untuk mendiskusikan tentang hal-hal yangingin
diketahui.
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung), (literasi)
membaca materi tentang Struktur dan fungsi rangkadari buku
paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan:
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Mendengar,
mendengarkan pemberian materi oleh guruyang berkaitan dengan
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Menyimak, Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
menyimak penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan
(pertanyaan/ gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar
identifikasi Berpikir kritis dan kreatif (4C) dengan sikap jujur , disiplin, serta
masalah) tanggung jawab dan kerja sama yang tingi (Karakter)
 Peserta didik diminta mendiskusikan hasil pengamatannya dan
mencatat fakta-fakta yang ditemukan, serta menjawab
pertanyaanberdasarkan hasil pengamatan yang ada pada buku
paket;
 Pendidik memfasilitasi peserta didik untuk menanyakan hal-hal
yang belum dipahami berdasarkan hasil pengamatan dari buku
paket yang didiskusikan bersama kelompoknya;
 Mengajukan pertanyaantentang :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin
tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat. Misalnya :
 Sebutkan macam-macam zat aditif ?
Data Peserta didik mengumpulkan berbagai informasi (Berpikir kritis,
collection kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C),
(pengumpulan dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan pantang menyerah
data) (Karakter),literasi (membaca) yang dapat mendukung jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, baik dari buku paket maupun
sumber lain seperti internet; melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian,
 Wawancara dengan nara sumber
 Mengumpulkan informasi
mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber tentang :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Membaca sumber lain selain buku teks, (literasi)
mengeksplor pengetahuannya dengan membaca buku referensi
tentang :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Mempresentasikan ulang
 Aktivitas : (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif,
berkomunikasi dan bekerjasama (4C))
 Peserta didik melakukan aktivitas sesuai sesuai buku siswa
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu

 Mendiskusikan Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling


berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan rasa ingin tahu dan
pantang menyerah (Karakter)
 Mengulang
 Saling tukar informasi tentang :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik
atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu
Data Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam
processing diskusi kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah
(pengolahan (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi
Data) dan bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat
diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur,
tanggung jawab, percaya diri dan pantang menyerah) apabila ada
yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
 Berdiskusi tentang data :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
 Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi
(pembuktian) hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber
melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta
didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil
kesimpulan) analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain
diberi kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil
pengamatan secara tertulis tentang :
 Zat Aditif dalam makanan dan minuman
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur,
tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
 Membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Membiasakan sikap
bertanggung jawab dan peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik yang
selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut
peringkat, untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama
yang baik Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Abad 21
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan
(jika diperlukan).
 Mengagendakan pekerjaan rumah. Membiasakan sikap bertanggung jawab dan
peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
 Memberi salam. Sikap disiplin dan mengamalkan ajaran agama yang dibuat
(Karakter)

3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt


u
Kegiatan Pendahuluan 10
Guru : menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran, menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta membiasakan membaca dan
memaknai (Literasi))
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, pada kelas VII
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
 Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u
peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
 Zat Adiktif
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM
pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 100


Sintak menit
Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajar
an
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
pemberian permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
rangsangan) pantang menyerah (Karakter) pada topic
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan alat)/menayangkan gambar/foto, Berpikir
kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati permasalahan (literasi
membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan pantang menyerah
(Karakter)
Peserta didik diminta untuk mengamati penayangan gambar yang
disajikan oleh guru maupun mengamati gambar yang terdapat pada
buku Guru Atau Buku siswa seperti gambar di bawah ini :

 Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati


permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
pantang menyerah (Karakter)
mengamati gambar/foto tentang
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video yang
disajikan oleh guru seperti gambar di bawah ini :
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u

 Berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar, peserta didik


diminta untuk mendiskusikan tentang hal-hal yangingin diketahui.
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung), (literasi)
membaca materi tentang Struktur dan fungsi rangkadari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan
dengan:
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Mendengar,
mendengarkan pemberian materi oleh guruyang berkaitan dengan
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Menyimak, Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
pantang menyerah (Karakter)
menyimak penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u
tentang materi pelajaran mengenai :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
statemen sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
(pertanyaan/ disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar Berpikir kritis dan
identifikasi kreatif (4C) dengan sikap jujur , disiplin, serta tanggung jawab dan kerja
masalah) sama yang tingi (Karakter)
 Peserta didik diminta mendiskusikan hasil pengamatannya dan
mencatat fakta-fakta yang ditemukan, serta menjawab
pertanyaanberdasarkan hasil pengamatan yang ada pada buku paket;
 Pendidik memfasilitasi peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang
belum dipahami berdasarkan hasil pengamatan dari buku paket yang
didiskusikan bersama kelompoknya;
 Mengajukan pertanyaantentang :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai
dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu
untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya :
 Jelaskan Jenis-jenis zat adiktif ?
 Jelaskan Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan ?
Data Peserta didik mengumpulkan berbagai informasi (Berpikir kritis, kreatif,
collection bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan
(pengumpul rasa ingin tahu, tanggung jawab dan pantang menyerah
an (Karakter),literasi (membaca) yang dapat mendukung jawaban dari
data) pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, baik dari buku paket maupun
sumber lain seperti internet; melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian,
 Wawancara dengan nara sumber
 Mengumpulkan informasi
mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber tentang :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Membaca sumber lain selain buku teks, (literasi)
mengeksplor pengetahuannya dengan membaca buku referensi tentang
:
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Mempresentasikan ulang
 Aktivitas : (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif,
berkomunikasi dan bekerjasama (4C))
 Peserta didik melakukan aktivitas sesuai sesuai buku siswa
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u

 Mendiskusikan Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling


berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan rasa ingin tahu dan
pantang menyerah (Karakter)
 Mengulang
 Saling tukar informasi tentang :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang
lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam diskusi
processing kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah
(pengolahan (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi dan
Data) bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik memperhatikan
dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat diskusi, dan
mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh pekerjaannya dan
bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur, tanggung jawab, percaya
diri dan pantang menyerah) apabila ada yang belum dipahami, bila
diperlukan pendidik memberikan bantuan secara klasikal.
 Berdiskusi tentang data :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
 Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil
(pembuktia pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui
n) kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam membuktikan :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
Generalizati Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
o  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil
3. Pertemuan Ke-3 (3 x 40 menit ) Wakt
u
(menarik analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
kesimpulan) mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi
kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil
pengamatan secara tertulis tentang :
 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
 Jenis-jenis zat adiktif
 Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik
atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran
yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh
menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
 Membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Membiasakan sikap
bertanggung jawab dan peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik yang
selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut
peringkat, untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama
yang baik Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Abad 21
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan
(jika diperlukan).
 Mengagendakan pekerjaan rumah. Membiasakan sikap bertanggung jawab dan
peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
 Memberi salam. Sikap disiplin dan mengamalkan ajaran agama yang dibuat
(Karakter)

4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 10
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
Guru : menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta membiasakan
membaca dan memaknai (Literasi))
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, pada kelas
VII
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka
peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM
pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 60
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
pemberian permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
rangsangan) pantang menyerah (Karakter) pada topic
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan alat)/menayangkan gambar/foto,
Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur
dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik diminta untuk mengamati penayangan gambar yang
disajikan oleh guru maupun mengamati gambar yang terdapat
pada buku Guru Atau Buku siswa seperti gambar di bawah ini :
 Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
mengamati gambar/foto tentang
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video yang
disajikan oleh guru seperti gambar di bawah ini :

 Berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar, peserta didik


diminta untuk mendiskusikan tentang hal-hal yangingin
diketahui.
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung), (literasi)
membaca materi tentang Struktur dan fungsi rangkadari buku
paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan:
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Mendengar,
mendengarkan pemberian materi oleh guruyang berkaitan dengan
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Menyimak, Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
menyimak penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan
(pertanyaan/ gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar
identifikasi Berpikir kritis dan kreatif (4C) dengan sikap jujur , disiplin, serta
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
masalah) tanggung jawab dan kerja sama yang tingi (Karakter)
 Peserta didik diminta mendiskusikan hasil pengamatannya dan
mencatat fakta-fakta yang ditemukan, serta menjawab
pertanyaanberdasarkan hasil pengamatan yang ada pada buku
paket;
 Pendidik memfasilitasi peserta didik untuk menanyakan hal-hal
yang belum dipahami berdasarkan hasil pengamatan dari buku
paket yang didiskusikan bersama kelompoknya;
 Mengajukan pertanyaantentang :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin
tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat. Misalnya :
 Setelah mengetahui bahaya dari narkoba, apakah kamu akan
terus berusaha menghindarkan diri dari bahaya narkoba?
Data Peserta didik mengumpulkan berbagai informasi (Berpikir kritis,
collection kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C),
(pengumpulan dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan pantang menyerah
data) (Karakter),literasi (membaca) yang dapat mendukung jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, baik dari buku paket maupun
sumber lain seperti internet; melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian,
 Wawancara dengan nara sumber
 Mengumpulkan informasi
mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber tentang :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Membaca sumber lain selain buku teks, (literasi)
mengeksplor pengetahuannya dengan membaca buku referensi
tentang :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Mempresentasikan ulang
 Aktivitas : (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif,
berkomunikasi dan bekerjasama (4C))
 Peserta didik melakukan aktivitas sesuai sesuai buku siswa
 Mendiskusikan Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling
berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan rasa ingin tahu dan
pantang menyerah (Karakter)
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu

 Mengulang
 Saling tukar informasi tentang :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik
atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam
processing diskusi kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah
(pengolahan (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi
Data) dan bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat
diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur,
tanggung jawab, percaya diri dan pantang menyerah) apabila ada
yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
 Berdiskusi tentang data :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
 Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai :
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi
(pembuktian) hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber
melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta
didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil
kesimpulan) analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain
diberi kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil
pengamatan secara tertulis tentang :
 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur,
tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
 Membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Membiasakan sikap
bertanggung jawab dan peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik yang
selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut
peringkat, untuk penilaian projek.
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama
yang baik Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Abad 21
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan
(jika diperlukan).
 Mengagendakan pekerjaan rumah. Membiasakan sikap bertanggung jawab dan
peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
 Memberi salam.

I. Penilaian dan Kisi-kisi Pencapaian Kompetensi, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
Penilaian sikap untuk mengembangkan karakter dan keterampilan peserta didik dapat
dilakukan selama pembelajaran berlangsung melalui berbagai aktivitas. Berkaitan dengan
instrumen penilaian guru dapat merujuk pada Bagian Umum Bab 3 Penilaian Pembelajaran
IPA. Penilaian kompetensi pengetahuan dapat dilihat pada kisi-kisi Pencapaian Kompetensi

2. Kisi-kisi Pencapaian Kompetensi


a. Kegiatan Peserta Didik
Kisi-kisi pencapaian kompetensi peserta didik melalui berbagai kegiatan yang telah
dilakukan selama pembelajaran bab aditif dan zat adiktif dapat dilihat pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5 Kisi-kisi Pencapaian Kompetensi Melalui Kegiatan Peserta Didik pada
Bab 5 Zat Aditif dan Zat Adiktif

Ranah Kognitif
Fitur Materi
C1 C2 C3 C4 C5 C6
Ayo, Kita Zat aditif dalam makanan  
Lakukan dan minuman
Pewarna alami dan  
buatan pada makanan dan
minuman
Dampak negatif zat aditif   
dalam makanan dan
minuman bagi kesehatan
Model bahaya rokok 
Ayo, Kita Solusi pengganti MSG 
Diskusikan Alasan pengedar narkoba 
harus ditangkap atau
dihukum
Kode pewarna makanan  
Ayo, Kita Informasi cara membuat 
Cari Tahu gula kelapa
Perbedaan rasa pemanis 
alami dan buatan
Ayo, Kita Zat aditif pada makanan 
Pikirkan dan minuman di
lingkungan sekolah
Ayo, Kita Dampak penggunaan zat 
Kerjakan aditif dan penyalahgunaan
Proyek zat adiktif bagi kesehatan
b. Uji Kompetensi
Kisi-kisi pencapaian kompetensi peserta didik melalui pengerjaan soal-soal pada uji
kompetensi bab zat aditif dan zat adiktif dapat dilihat pada Tabel 5.6.

Tabel 5.6 Kisi-kisi Pencapaian Kompetensi Melalui Pengerjaan Soal-soal pada Uji
Kompetensi Bab 5 Zat Aditif dan Zat Adiktif

Ranah Kognitif No Soal


Indikator Butir Soal
C1 C2 C3 C4 C5 C6
Menentukan pewarna yang cocok A1
digunakan untuk makanan dan minuman
Menentukan pewarna alami A2
Menyebutkan istilah penyakit yang A3
diperbolehkan mengonsumsi pemanis
buatan tanpa kalori
Menjelaskan alasan penggunaan pengawet A4
pada makanan
Menentukan bahan pengganti MSG A5
Menjelaskan cara pengawetan ikan A6
Mengelompokkan zat adiktif berdasarkan A7
pengaruhnya terhadap tubuh
Menyebutkan istilah efek khayal akibat A8
menggunakan obat psikotropika
Menyebutkan zat psiko-aktif dalam kopi A9
Menjelaskan cara mengatasi orang yang A1
kecanduan psikotropika 0
Mengidentifikasi bahan aditif yang biasa B1
ditambahkan pada makanan
Menjelaskan dampak positif dan negatif B2
konsumsi kopi
Menjelaskan alasan dilarangnya peredaran B3
narkotika dan psikotropika
Menjelaskan upaya pemerintah dalam B4
mengurangi peredaran narkoba di
Indonesia
Memberikan pendapat cara menghentikan B5
pengguna narkoba yang sudah kecanduan

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
 Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun
kepada peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian :
remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai
Kompetensi Dasar
 Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum
mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal), misalnya sebagai berikut : Zat
Aditif dan Zat Adiktif
b. Pengayaan
 Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai
KKM atau mencapai Kompetensi Dasar.
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik.
 Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan
pengembangan lebih luas misalnya :
Ada 2 materi pengayaan yakni materi rehabilitasi pecandu narkoba dan
materi pengayaan terkait zat aditif alami dan buatan. Guru dapat memilih
salah satu materi pengayaan tersebut sebagai pembelajaran pengayaan di
sekolah. Penjelasan tentang materi pengayaan adalah sebagai berikut.
1. Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Pernahkah kamu mengetahui orang yang mengalami kecanduan
narkoba? Coba pikirkan bagaimanakah cara untuk mengatasi orang yang
sudah terlanjur kecanduan narkoba? Orang yang sudah terlanjur kecanduan
narkoba sangat sulit untuk disembuhkan, karena gejala kecanduan narkoba
sangat menyakitkan. Orang yang kecanduan narkoba kebanyakan sering
melakukan tindakan kriminal karena mereka akan melakukan segala cara
untuk mendapatkan narkoba. Meskipun pecandu narkoba sulit untuk
disembuhkan, tetapi bukan hal yang tidak mungkin untuk disembuhkan.
Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi pecandu narkoba mari pelajari
materi berikut ini! Mengatasi pecandu narkoba tidak dibawa ke penjara
melainkan dibawa ke pusat rehabilitasi. Berikut tahap-tahap rehabilitasi
untuk mengatasi pecandu narkoba!
Tahap-Tahap Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba
1. Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi)
Tahap ini pecandu diperiksa seluruh kesehatannya baik fisik dan mental
oleh dokter terlatih. Dokter akan memutuskan apakah pecandu perlu
diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau) yang
diderita. Pemberian obat tergantung dari jenis narkoba dan berat ringannya
gejala putus zat. Dalam hal ini dokter butuh kepekaan, pengalaman, dan
keahlian guna mendeteksi gejala kecanduan narkoba tersebut.
2. Tahap rehabilitasi non-medis
Tahap ini pecandu ikut dalam program rehabilitasi. Di Indonesia sudah di
bangun tempat-tempat rehabilitasi, sebagai contoh di bawah Badan Narkotika
Nasional (BNN) adalah tempat rehabilitasi di daerah Lido (Kampus Unitra),
Baddoka (Makassar), dan Samarinda. Di tempat rehabilitasi ini, pecandu
menjalani berbagai program diantaranya program therapeutic communities
(TC), 12 steps (dua belas langkah), pendekatan keagamaan, dan lain-lain.
3. Tahap bina lanjut (after care)
Tahap ini pecandu diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat
untuk mengisi kegiatan sehari-hari. Pecandu dapat kembali ke sekolah
atau tempat kerja namun tetap berada di bawah pengawasan. Untuk setiap
tahap rehabilitasi diperlukan pengawasan dan evaluasi secara terus menerus
terhadap proses pemulihan seorang pecandu.
Beberapa metode terapi dan rehabilitasi yang digunakan untuk
penanganan pecandu narkoba di Indonesia antara lain:
1. Cold turkey; artinya seorang pecandu langsung menghentikan
penggunaan narkoba/zat adiktif. Metode ini merupakan metode
tertua, dengan mengurung pecandu dalam masa putus obat tanpa
memberikan obat-obatan. Setelah gejala putus obat hilang, pecandu
dikeluarkan dan diikutsertakan dalam sesi konseling (rehabilitasi nonmedis).
Metode ini banyak digunakan oleh beberapa panti rehabilitasi
dengan pendekatan keagamaan dalam fase detoksifikasinya.
2. Metode alternatif
3. Terapi substitusi opioda; hanya digunakan untuk pasien-pasien
ketergantungan heroin (opioda). Untuk pengguna opioda hard core
addict (pengguna opioda yang telah bertahun-tahun menggunakan
opioda suntikan), pecandu biasanya mengalami kekambuhan kronis
sehingga perlu berulang kali menjalani terapi ketergantungan.
Kebutuhan heroin (narkotika ilegal) diganti (substitusi) dengan
narkotika legal. Beberapa obat yang sering digunakan adalah
kodein, bufrenorphin, metadon, dan nalrekson. Obat-obatan ini
digunakan sebagai obat detoksifikasi, dan diberikan dalam dosis
yang sesuai dengan kebutuhan pecandu, kemudian secara bertahap
dosisnya diturunkan. Keempat obat tersebut telah banyak beredar di
Indonesia dan perlu adanya kontrol penggunaan untuk menghindari
adanya penyimpangan/penyalahgunaan obat-obatan ini yang akan
berdampak fatal.
4. Therapeutic community (TC); metode ini bertujuan untuk menolong
pecandu agar mampu kembali ke tengah masyarakat dan dapat
kembali menjalani kehidupan yang produktif. Program TC, merupakan
program yang disebut Drug Free Self Help Program. Program ini
mempunyai sembilan elemen yaitu partisipasi aktif, feedback dari
keanggotaan, role modelling, format kolektif untuk perubahan pribadi,
sharing norma dan nilai-nilai, struktur & sistem, komunikasi terbuka,
hubungan kelompok dan penggunaan terminologi unik. Aktivitas
dalam TC akan menolong peserta belajar mengenal dirinya melalui
lima area pengembangan kepribadian, yaitu manajemen perilaku,
emosi/psikologis, intelektual & spiritual, vokasional, dan pendidikan,
keterampilan untuk bertahan bersih dari narkoba.
5. Metode 12 steps; Pecandu yang mengikuti program ini dimotivasi
untuk mengimplementasikan ke 12 langkah ini dalam kehidupan
sehari-hari. Berikut adalah program 12 langkah:
a. Kita mengakui bahwa kita tidak berdaya terhadap adiksi, sehingga
hidup kita menjadi tidak terkendali.
b. Tiba pada keyakinan bahwa kekuatan yang lebih besar dari kita yaitu
Tuhan yang mampu mengembalikan kita kepada kewarasan.
c. Membuat keputusan untuk mengalihkan niat dan kehidupan kita
kepada kasih Tuhan sebagaimana kita memahami Tuhan.
d. Membuat inventaris moral diri kita sendiri secara penuh dan tanpa
rasa gentar.
e. Mengakui kepada Tuhan, kepada diri kita sendiri serta kepada
seorang manusia lainnya, setepat mungkin sifat dari kesalahankesalahan
kita.
f. Menjadi siap secara penuh agar Tuhan menyingkirkan semua
kecacatan karakter kita.
g. Dengan rendah hati meminta Tuhan untuk menyingkirkan
kelemahan-kelemahan kita.
h. Membuat daftar orang-orang yang telah kita sakiti dan menyiapkan
diri untuk menebusnya kepada mereka semua.
i. Menebus kesalahan kita secara langsung kepada orang-orang
tersebut bilamana memungkinkan, kecuali bila melakukannya akan
justru melukai mereka atau orang lain.
j. Secara terus menerus melakukan inventaris pribadi kita dan
bilamana kita bersalah segera mengakui kesalahan kita.
k. Melakukan pencarian melalui doa dan meditasi untuk memperbaiki
kontak sadar kita dengan Tuhan sebagaimana kita memahami
Tuhan, berdoa terus menerus untuk mengetahui niatan Tuhan atas
diri kita dan kekuatan untuk melaksanakannya.
l. Setelah memperoleh pencerahan pribadi sebagai akibat dari
langkah-langkah ini, kita mencoba membawa pesan ini kepada
orang/pecandu lain dan untuk menerapkan prinsip-prinsip ini
dalam semua urusan keseharian kita.
2. Zat Aditif Alami dan Zat Aditif Buatan
Guru dapat meminta peserta didik secara berkelompok untuk membuat/
merancang artikel/bacaan tentang bahan zat aditif (salah satu zat aditif
misalnya pemanis atau pewarna atau lainnya). Setiap kelompok diberi tugas
untuk membuat artikel/bacaan yang berbeda misalnya ada kelompok yang
setuju dengan penggunaan zat aditif alami dan ada kelompok yang setuju
menggunakan zat aditif buatan. Kemudian masing-masing kelompok diminta
untuk mempresentasikan hasil pembuatan artikel/bacaan, dan kelompok
yang memiliki beda pendapat dapat mengemukakan opininya seperti
ada kubu pro dan kontra (kegiatan presentasi ini dilakukan 1 kelompok
pro zat aditif alami dan 1 kelompok pro zat aditif buatan, dan selanjutnya
presentasinya bergantian dengan kelompok lain sampai semua kelompok
mempresentasikan artikelnya).
Interaksi dengan Orangtua
Sesuai dengan materi yang ada di Buku Siswa, ada beberapa hal yang
perlu ada interaksi dengan orang tua, yaitu:
a. Membantu anak menyalurkan bakat dan minat
b. Membantu anak untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat
c. Membantu anak dalam memberikan arahan terkait bahaya narkoba serta cara untuk
menanggulangi agar terhindar dari narkoba.
d. Senantiasa mendampingi anak dalam aktivitas dirumah
e. Selalu mengajak anak untuk sholat berjamaah
f. Memenuhi fasilitas kebutuhan anak di rumah sehingga terkurangi untuk keluar
rumah.

Blitar, 23 Oktober 2019

Mengetahui
Kepala MTSN 7 Blitar Guru Mata Pelajaran

Drs. [Link] HUDI, MA UMI THOYIBAH, [Link]


NIP.19690710 199403 1 002 NIP. 19701021 199803 2 001
Jenis-jenis Narkoba yang Perlu Diketahui
Narkotika adalah zat sintetis maupun semisintetis yang dihasilkan tanaman atau lainnya yang dapat
berdampak pada penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa nyeri. Zat ini dapat menimbulkan
ketergantungan pada penggunanya.

Jenis-jenis narkoba dari narkotika:

1. Morfin

Morfin berasal dari kata morpheus (dewa mimpi) adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat yang ditemukan
pada opium. Jenis-jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat sebagai penghilang rasa sakit.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Menurunnya kesadaran pengguna

- Menimbulkan euforia

- Kebingungan

- Berkeringat

- Dapat menyebabkan pingsan, dan jantung berdebar-debar

- Menimbulkan gelisah, dan perubahan suasana hati

- Mulut kering dan warna muka berubah

- Mengalami kejang lambung

- Produksi air seni berkurang

- Mengakibatkan gangguan menstruasi dan impotensi

2. Heroin/putaw

Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah heroin. Heroin dihasilkan dari pengolahan morfin secara kimiawi.
Akan tetapi, reaksi yang ditimbulkan heroin menjadi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri, sehingga
mengakibatkan zat ini sangat mudah menembus ke otak.

- Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Melambatnya denyut nadi

- Tekanan darah menurun

- Otot menjadi lemas


- Pupil mengecil

- Hilang kepercayaan diri

- Suka menyendiri

- Seringkali berdampak kriminal, misalnya berbohong, menipu

- Kesulitan saat buang air besar

- Sering tidur

- Kemerahan dan rasa gatal pada hidung

- Gangguan bicara (cadel)

3. Kokain

Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah kokain. Kokain merupakan berasal dari tanaman Erythroxylon coca di
Amerika Selatan. Biasanya daun tanaman ini dimanfaatkan untuk mendapatkan efek stimulan, yaitu dengan
cara dikunyah. Kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Dapat memberikan efek kegembiraan yang berlebihan bagi si pengguna

- Sering merasa gelisah

- Menurunnya berat badan

- Timbul masalah pada kulit

- Mengalami gangguan pernafasanSering kejang-kejang

- Sering mengeluarkan dahak

- Mengalami emfisema (kerusakan pada paru-paru)

- Turunnya selera makan

- Mengalami paranoid

- Mengalami gangguan penglihatan

- Sering merasa kebingungan

4. Ganja/Kanabis/Mariyuana

Jenis-jenis narkoba lainnya yakni ganja. Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan
budi daya yang menghasilkan serat dan kandungan zat narkotika terdapat pada bijinya. Jenis-jenis narkoba
ini dapat membuat si pemakai mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Tumbuhan ini telah dikenal manusia sejak lama. Seratnya digunakan sebagai bahan pembuat kantung, dan
bijinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak. Awalnya, tanaman ini hanya ditemukan di
negara-negara beriklim tropis. Namun belakangan ini, di negara-negara beriklim dingin pun telah banyak
membudidayakan tanaman ini, yaitu dengan cara dikembangkan di rumah kaca.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:


- Denyut nadi dan jantung lebih cepat

- Mulut dan tenggorokan terasa kering

- Sulit dalam mengingat

- Sulit diajak berkomunikasi

- Kadang-kadang terlihat agresif

- Mengalami gangguan tidur

- Sering merasa gelisah

- Berkeringat

- Nafsu makan bertambah

- Sering berfantasi

- Euforia

Ganja merupakan salah satu jenis narkotika yang dapat mengakibatkan kecanduan. Jika pemakaiannya
dihentikan, si pemakai sering mengalami sakit kepala, mual yang berkepanjangan, sering merasa kelelahan
dan badan menjadi lesu.

5. LSD atau Lysergic Acid / Acid / Trips / Tabs

Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah LSD. LSD adalah jenis narkotika yang tergolong halusinogen.
Biasanya berbentuk lembaran kertas kecil, kapsul, atau pil.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Sering berhalusinasi mengenai berbagai kejadian, tempat, warna, dan waktu

- Sering terobsesi dengan apa yang ada dalam halusinasinya

- Sering juga mengalami paranoid akibat hal-hal yang dihalusinasikannya

- Denyut jantung dan tekanan darahnya meningkat

- Diafragma mata melebar

- Mengalami demam

- Sering depresi dan merasa pusing

- Memiliki rasa panik dan takut yang berlebihan

- Mengalami gangguan persepsi.

6. Opiat/opium

Jenis-jenis narkoba lainnya adalah Opium. Opium adalah zat berbentuk bubuk yang dihasilkan oleh tanaman
yang bernama papaver somniferum. Kandungan morfin dalam bubuk ini biasa digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:


- Memiliki semangat yang tinggi

- Sering merasa waktu berjalan begitu lambat

- Merasa pusing / mabuk

- Birahi meningkat

- Timbul masalah kulit di bagian mulut dan leher

- Sering merasa sibuk sendiri

7. Kodein

Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah kodein. Kodein adalah sejenis obat batuk yang biasa digunakan atau
diresepkan oleh dokter, namun obat ini memiliki efek ketergantungan bagi si pengguna.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Mengalami euforia

- Sering mengalami gatal-gatal

- Mengalami mual dan muntah

- Mudah mengantuk

- Mulut terasa kering

- Mengalami hipotensi

- Mengalami depresi

- Sering sembelit

- Mengalami depresi saluran pernafasan

Psikotropika

Barang bukti ekstasi diperlihatlan saat rilis penyelundupan narkoba jaringan Malaysia di Gedung BNN,
Jakarta, Selasa (16/10). BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 14,6 kg sabu dan 63.573 ekstasi dari 4
kasus berbeda. ([Link]/Immanuel Antonius)

1. Ekstasi

Jenis-jenis narkoba di antaranya adalah ekstasi. Ekstasi adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai
obat yang dapat mengakibatkan penggunanya menjadi sangat aktif. Ekstasi dapat berbentuk tablet, pil, serta
serbuk. Nama Lain dari psikontropika jenis ini adalah inex, Metamphetamines.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Timbulnya euforia

- Mengalami mual
- Dehidrasi

- Timbul percaya diri yang berlebih

- Sering merasa kebingungan

- Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah

- Mengalami pusing, bahkan pingsan

- Terganggunya daya ingat dan jika dipakai dalam jangka panjang dapat merusak otak

- Mengalami gangguan mental

2. Sabu-sabu

Jenis-jenis narkoba lainnya adalah sabu-sabu. Sabu-sabu merupakan zat yang biasanya digunakan untuk
mengobati penyakit yang parah, seperti gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Jantung berdebar-debar

- Naiknya suhu tubuh

- Mengalami insomnia

- Timbul euforia

- Nafsu makan menghilang

- Kekurangan kalsium

- Mengalami depresi yang berkepanjangan

3. Nipam

Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah Nipam. Nipam adalah sejenis pil koplo yang dikonsumsi untuk
mengurangi anseitas. Biasanya digunakan secara bersamaan dengan minuman beralkohol yang sebenarnya
dapat berisiko bahaya bagi penggunanya.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Mengalami cadel saat berbicara

- Jalan sempoyongan

- Wajah menjadi kemerahan

- Menjadi banyak bicara

- Kurang fokus

- Turunnya kesadaran
Zat Adiktif

Ilustrasi Foto Minuman Keras Vodka (iStockphoto)

Zat adiktif merupakan zat yang berbahaya, yang diperoleh dari bahan-bahan alamiah baik semi sintetis
maupun sintetis. Zat ini dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang bekerja mengganggu sistem saraf
pusat. Contoh zat adiktif adalah lem, aceton, ether dan sebagainya.

Jenis-jenis narkoba dari zat adiktif:

1. Alkohol / etanol

Jenis-jenis narkoba dari zat adiktif adalah alkohol. Alkohol adalah senyawa organik yang memiliki gugus
hidroksil yang terikat pada atom karbon. Alkohol mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing berupa karbon
yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat
anaestetik yang dihisap.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Teler/mabuk

- Menyebabkan kegagalan pernapasan akut seperti yang terjadi pada bahaya formalin.

- Menghilangkan kesadaran

- Dapat mengakibatkan kematian

2. Nikotin

Jenis-jenis narkoba lainnya adalah nikotin. Nikotin adalah senyawa kimia yang dihasilkan secara alami oleh
tumbuh-tumbuhan sejenis suku terung-terungan seperti tembakau dan tomat. Nikotin merupakan salah satu
racun saraf. Jenis zat ini biasanya digunakan untuk bahan baku pembuatan insektisida.
Pada seorang perokok, proses kerja nikotin adalah masuk ke dalam paru-paru untuk selanjutnya diserap
aliran darah. Dalam waktu kurang lebih 8 detik, zat ini akan sampai ke otak untuk selanjutnya merubah kerja
otak. Proses penyebaran racun ini berlangsung cepat karena bentuknya mirip dengan acetylcholine yang
normal terdapat di dalam otak.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Meningkatkan denyut jantung

- Meningkatnya kadar gula dalam darah seperti bahaya mengkonsumsi gorengan secara rutin.

- Menimbulkan efek segar setelah memakainya

- Menimbulkan euforia

- Nafas terasa berat

- Dapat mengakibatkan kanker dan stroke seperti bahaya makan mie instan terlalu sering.

3. Kafein

Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah kafein. Kafein adalah zat adiktif yang bekerja untuk mempengaruhi
sistem metabolisme dan saraf pusat. Kafein digunakan sebagai pengurang rasa lelah serta untuk mencegah
atau mengurangi rasa kantuk.

Bagi para atlet, kafein biasanya dapat meningkatkan daya tahan agar kuat dalam berlari. Namun zat ini
adalah penyebab asma dan makanan untuk penderita asam lambung yang harus di hindari. Kafein dapat
menyebabkan efek kecanduan bagi penggunanya. Biasanya zat ini terdapat pada kopi dan teh.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya:

- Saat pengguna mulai menghentikan pemakaian zat ini, maka dapat menimbulkan pusing, ngantuk,
pemarah, serta timbul kecemasan.

- Gangguan mood

- Meningkatnya stres

- Mempercepat rusaknya tulang

- Meningkatkan gula darah

- Meningkatnya tekanan darah

- Meningkatnya detak jantung

- Insomia

- Meningkatkan kadar asam dalam perut

- Mempercepat penuaan dini

- Gangguan prostat
10 Dampak Buruk Narkoba bagi Kesehatan
Manusia

Akhir-akhir ini sering kita lihat berita penangkapan atas kasus penyalahgunaan narkoba baik dari
kalangan masyarakat umum hingga artis ibukota.

Sebenarnya apa sih narkoba? Seburuk apa dampaknya bagi kehidupan manusia sampai-sampai
beberapa orang terpaksa keluar masuk rehabilitasi. Yuk simak artikel berikut untuk tahu lebih
banyak tentang dampak buruk narkoba.

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif. Di dunia medis narkoba
merupakan obat-obatan berbahaya dan dalam penggunaannya memerlukan resep dokter.

Obat-obatan tersebut biasanya digunakan oleh pasien yang mengalami kesakitan luar biasa
misalnya karena sakit kanker usus besar. Konsumsi obat tersebut dapat meringankan rasa sakit atau
membuat penderita merasa tenang.

Pada beberapa kasus, penderita merasa ingin mengkonsumsi obat tersebut terus menerus dan
dalam dosis yang lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini yang disebut kecanduan dan mengarah
pada penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.

Dilihat dari definisinya, narkotika adalah obat berbahaya yang dapat mengurangi bahkan
menghilangkan kesadaran dan rasa sakit, misalnya ganja. Psikotropika adalah obat yang
menyebabkan gangguan pada sistem syaraf pusat sehingga mempengaruhi
kondisi mental pengguna, misalnya heroin.
Zat adiktif adalah obat yang membuat penggunanya merasa ketergantungan baik fisik maupun
psikologis misalnya rokok dan alkohol. Setelah tahu perbedaan dari ketiganya, kamu perlu tahu
dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba yaitu sebagai berikut:

1. Merasa Tenang dan Tertidur

Penggunaan obat depresan biasanya oleh penderita yang memiliki gangguan psikis.
Penyalahgunaan obat depresan menyebabkan penggunanya merasa tenang dan tertidur.

Namun tidur mereka berbeda dengan tidur orang pada umumnya. Jadi, meskipun mereka nampak
tertidur sebenarnya organ-organ dalam tubuh mereka masih aktif beraktivitas.

2. Mengalami Halusinasi

Masih ingatkan dengan berita tentang ganja gorilla yang pernah booming waktu lalu? Dampak
buruk penggunaan dari ganja jenis ini adalah halusinasi. Sebab halusinasi, pengguna tidak dapat
membedakan mana kenyataan dan mana khayalan.

Halusinasi merupakan penggambaran yang tidak tepat dari pancaindera terhadap suatu objek.
Penderita dengan halusinasi pada beberapa kasus mengalami ketakutan pada sesuatu hal atau biasa
disebut paranoid. Halusinasi dapat terjadi saat mengkonsumsi obat atau pada saat menghentikan
obat secara mendadak (sindroma putus obat). Apabila keinginannya tidak terpenuhi penderita akan
merasa mudah tersinggung dan tertekan.

3. Merasa Terstimulasi

Beberapa artis mengaku bila mengkonsumsi narkoba dapat membuat badan lebih fit bahkan ide
mengalir dengan lancar. Padahal hal ini justru membahayakan tubuh. Organ tubuh manusia ibarat
mesin.

Mesin yang terus menerus dipakai maka akan mudah aus dan rusak. Begitulah tubuh pengguna
narkoba. Meskipun merasa fit, sebenarnya organ-organ tubuhnya perlahan-lahan kelelahan
karena bekerja sangat berat.
4. Merasa Kecanduan

Karena memiliki sifat adiktif, penggunanya cenderung ingin mengkonsumsi dalam jumlah yang
lebih banyak. Apabila konsumsi melebihi batas normal, pengguna dapat mengalami sakaw atau
overdosis yang berujung pada kematian.

5. Mengganggu Kinerja Organ Pernapasan

Kinerja organ pernapasan pasti terganggu apabila terdapat zat asing yang masuk melalui hidung.
Gangguan tersebut dapat berupa sesak napas, infeksi paru-paru dan gangguan
sistem pernapasan lainnya. Coba bayangkan, secara tidak sengaja debu masuk ke hidung saja dapat
menyebabkan flu, apalagi obat-obatan berbahaya?

6. Menurunkan Daya Berpikir

Pada tahap awal penderita memang merasa lebih kreatif dan produktif. Namun pada suatu titik
dimana muncul keinginan konsumsi narkoba dalam jumlah yang lebih banyak, di situ pengguna
akan berubah fokus.

Yang awalnya bagaimana berkarya menjadi bagaimana cara mendapatkan narkoba. Hal ini
disebabkan oleh rusaknya sistem saraf pusat oleh narkoba. Pemakaian narkoba jangka Panjang
dapat merusak sel-sel syaraf terutama diotak. Kematian sel otak tidak dapat diperbaiki sehingga
mengganggu system penghantaran sinyal yang berakibat pada menurunnya mengolah informasi dan
menyimpannya di hippocampus.

7. Meracuni Tubuh

Penderita mulai keracunan oleh narkoba adalah saat tenggorokannya terasa terbakar. Narkoba
sebenarnya adalah racun bagi tubuh. Segala hal yang berbahaya bagi manusia pasti akan disaring
oleh organ hati.

Apabila racun yang disaring semakin banyak tentunya menyebabkan hati bekerja ekstra. Apabila
fungsi hati tidak maksimal lagi risiko tubuh keracunan semakin tinggi. Racun tersebut juga dapat
merusak organ penting lain seperti ginjal,jantung dan otak.
8. Disfungsi Seksual

Penggunaan narkoba dapat mengurangi keinginan untuk berhubungan seksual. Hal ini karena zat-
zat dalam narkoba mengganggu kerja hormon reproduksi baik pada pria maupun wanita. Pada suatu
waktu, narkoba dapat menyebabkan kemandulan pada penggunanya.

9. Penurunan Kekebalan Tubuh

Narkoba adalah zat-zat yang berbahaya. Penggunanya akan selalu merasa ingin
menambah dosis sehingga kinerja organ tubuh semakin berat.

Kerja keras yang terus menerus ini merusak organ-organ tubuh. Organ tubuh yang rusak, misalnya
hati, dapat menyebabkan tubuh rentan keracunan.

10. Kehilangan Rasa Percaya Diri

Perasaan tenang yang diakibatkan oleh narkoba efeknya hanya sementara. Pengguna akan terus
merasa ingin menambah dosis obat berbahaya tersebut. Efek dari ketergantungan itu adalah merasa
tidak nyaman atau percaya diri apabila belum mengkonsumsi narkoba.

Disclaimer: Penjelasan di atas berguna agar kamu mengerti bahaya dan dampak buruk narkoba.
Saat ini semakin banyak narkoba jenis baru yang menimbulkan efek yang sama.

Dengan mengetahui dampak narkoba, selain menghindari penggunaan narkoba, diharapkan kamu
juga dapat berhati-hati dengan obat-obatan yang mungkin merupakan narkoba jenis baru.
Svar

Retweet
Like

Anda mungkin juga menyukai