RPP Zat Aditif dan Adiktif Kelas VIII
RPP Zat Aditif dan Adiktif Kelas VIII
(RPP)
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.6 Menjelaskan berbagai zat 3.6.1 Menyebutkan jenis-jenis zat aditif
aditif dalam makanan dan 3.6.2 Memberi contoh zat aditif alami dan buatan
minuman, zat adiktif, serta 3.6.3 Menyelidiki pewarna alami dan buatan pada
dampaknya terhadap makanan dan minuman
kesehatan 3.6.4 Mengidentifikasi berbagai zat aditif dalam
makanan dan minuman
3.6.5 Menganalisis perbedaan pemanis alami dan
buatan pada makanan dan minuman
3.6.6 Menemukan solusi pengganti zat aditif buatan
3.6.7 Mengajukan usul cara mencegah dampak negatif
zat aditif buatan
3.6.8 Menyebutkan jenis-jenis zat adiktif
3.6.9 Menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam tubuh
3.6.10 Menjelaskan dampak penggunaan zat adiktif bagi
kesehatan
3.6.11 Membuat model tentang bahaya rokok bagi
kesehatan
3.6.12 Menganalisis dampak penyebaran narkoba di
masyarakat
3.6.13 Menjelaskan beberapa upaya untuk menjaga diri
dari bahaya narkoba
3.6.14 Mengemukakan upaya dalam menangani pecandu
zat adiktif
4.6 Membuat karya tulis 4.6.1 Membuat karya tulis tentang dampak penggunaan
tentang dampak zat aditif dan penyalahgunaan zat adiktif bagi
penyalahgunaan zat aditif kesehatan
dan zat adiktif bagi
kesehatan
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatann pedagogik genre, saintifik, dan CLIL
peserta didik dapat :
D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
a. Fakta:
Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk
meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan kemenarikan makanan dan
minuman.
Zat aditif terdapat dalam bahan pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi
aroma, pengental, dan pengemulsi.
Zat aditif ada yang berjenis alami dan buatan. Penggunaan bahan aditif alami
lebih aman dibandingkan bahan aditif buatan. Penggunaan bahan aditif buatan
harus menggunakan bahan yang diizinkan oleh pemerintah dan dalam jumlah
tertentu yang diizinkan.
Contoh pewarna alami misalnya pewarna dari daun suji dan pandan, sedangkan
pewarna buatan misalnya tartrazine. Pengawetan dapat dilakukan secara fisik,
misalnya melalui pemanasan atau penyinaran, dan secara kimia misalnya dengan
pemberian natrium benzoat maupun garam. Contoh bahan pemanis alami
misalnya gula, sedangkan pemanis buatan misalnya aspartam, siklamat, dan
sakarin. Contoh penyedap alami misalnya bunga cengkeh, sereh, kayu manis,
garam, bawang putih, sedangkan penyedap buatan misalnya MSG.
Zat adiktif merupakan bahan makanan atau minuman yang dapat menimbulkan
kecanduan pada penggunanya. Zat adiktif dibedakan menjadi narkotika,
psikotropika, zat psiko-aktif lainnya.
b. Konsep
Contoh narkotika adalah heroin, kokain, dan morfin. Contoh psikotropika adalah
ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan LSD. Contoh zat psiko-aktif lain adalah
kafein, nikotin, dan alkohol.
Bahan-bahan adiktif yang termasuk kelompok narkotika tidak boleh digunakan
karena memiliki efek yang sangat membahayakan bagi penggunanya.
Penggunaan zat adiktif dapat menyebabkan ketagihan.
Dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan di antaranya jangka pendek dapat
menyebabkan rasa nyaman, ketegangan berkurang, menghilangkan rasa nyeri,
timbul rasa cemas dan gembira, jantung berdebar, halusinasi, dan sebagainya.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, daya pikir
berkurang, daya tahan tubuh menurun, kerusakan sistem saraf, anemia, penyakit
jantung, gangguan jiwa, dan kematian.
c. Prinsip
Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta
dampaknya terhadap kesehatan.
d. Prosedur
Membuat karya tulis tentang dampak penggunaan zat aditif dan penyalahgunaan
zat adiktif bagi kesehatan
E. Metode Pembelajaran
F. Media Pembelajaran
1. Media LCD projector,
2. Laptop,
3. Bahan Tayang
G. Sumber Belajar
1. Teks Siswa,
2. Buku Pegangan Guru,
3. Modul/bahan ajar,
4. internet,
5. Sumber lain yang relevan
H. Langkah-langkahPembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
Guru : menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta
membiasakan membaca dan memaknai (Literasi))
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
pada kelas VII
Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang
akan dilakukan.
Motivasi
Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh,
maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat
itu.
Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan
KKM pada pertemuan yang berlangsung
Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.
Mengulang
Saling tukar informasi tentang :
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat
dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan
cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui
berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar
dan belajar sepanjang hayat.
Data Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam
processing diskusi kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah
(pengolahan (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi
Data) dan bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat
diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur,
tanggung jawab, percaya diri dan pantang menyerah) apabila ada
yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
Berdiskusi tentang data :
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan
sebelumnya.
Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai :
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan
(pembuktian) memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada
buku sumber melalui kegiatan :
Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang
bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin,
taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
membuktikan :
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-
sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh
peserta didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan
kesimpulan) hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
tentang :
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain
diberi kesempatan untuk menjawabnya.
Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan
hasil pengamatan secara tertulis tentang :
Zat Aditif
Jenis-jenis zat aditif
Zat aditif alami dan buatan
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 menit ) Waktu
Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah
disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa
terhadap materi pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku
jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli
lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
Membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Membiasakan
sikap bertanggung jawab dan peduli dengan tugas yang diberikan
(Karakter)
Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik
yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi
nomor urut peringkat, untuk penilaian projek.
Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran
Abad 21
Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan (jika diperlukan).
Mengagendakan pekerjaan rumah. Membiasakan sikap bertanggung jawab
dan peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Memberi salam. Sikap disiplin dan mengamalkan ajaran agama yang dibuat
(Karakter)
Kegiatan Inti 60
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
pemberian permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
rangsangan) pantang menyerah (Karakter) pada topic
Zat Aditif dalam makanan dan minuman
dengan cara :
Melihat (tanpa atau dengan alat)/menayangkan gambar/foto,
Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur
dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik diminta untuk mengamati penayangan gambar yang
disajikan oleh guru maupun mengamati gambar yang terdapat
pada buku Guru Atau Buku siswa seperti gambar di bawah ini :
Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
mengamati gambar/foto tentang
Zat Aditif dalam makanan dan minuman
yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video yang
disajikan oleh guru seperti gambar di bawah ini :
2. Pertemuan Ke-2 (2 x 40 menit ) Waktu
Kegiatan Inti 60
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
pemberian permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan
rangsangan) pantang menyerah (Karakter) pada topic
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
dengan cara :
Melihat (tanpa atau dengan alat)/menayangkan gambar/foto,
Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati
permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur
dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik diminta untuk mengamati penayangan gambar yang
disajikan oleh guru maupun mengamati gambar yang terdapat
pada buku Guru Atau Buku siswa seperti gambar di bawah ini :
Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam
mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
mengamati gambar/foto tentang
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video yang
disajikan oleh guru seperti gambar di bawah ini :
Mengulang
Saling tukar informasi tentang :
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik
atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam
processing diskusi kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah
(pengolahan (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi
Data) dan bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat
diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya dan bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur,
tanggung jawab, percaya diri dan pantang menyerah) apabila ada
yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik memberikan bantuan
secara klasikal.
Berdiskusi tentang data :
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai :
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi
(pembuktian) hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber
melalui kegiatan :
Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan :
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta
didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil
kesimpulan) analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang :
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain
diberi kesempatan untuk menjawabnya.
Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil
pengamatan secara tertulis tentang :
Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur,
tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
Membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Membiasakan sikap
bertanggung jawab dan peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik yang
selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut
peringkat, untuk penilaian projek.
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 menit ) Waktu
Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama
yang baik Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Abad 21
Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan
(jika diperlukan).
Mengagendakan pekerjaan rumah. Membiasakan sikap bertanggung jawab dan
peduli dengan tugas yang diberikan (Karakter)
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Memberi salam.
Tabel 5.5 Kisi-kisi Pencapaian Kompetensi Melalui Kegiatan Peserta Didik pada
Bab 5 Zat Aditif dan Zat Adiktif
Ranah Kognitif
Fitur Materi
C1 C2 C3 C4 C5 C6
Ayo, Kita Zat aditif dalam makanan
Lakukan dan minuman
Pewarna alami dan
buatan pada makanan dan
minuman
Dampak negatif zat aditif
dalam makanan dan
minuman bagi kesehatan
Model bahaya rokok
Ayo, Kita Solusi pengganti MSG
Diskusikan Alasan pengedar narkoba
harus ditangkap atau
dihukum
Kode pewarna makanan
Ayo, Kita Informasi cara membuat
Cari Tahu gula kelapa
Perbedaan rasa pemanis
alami dan buatan
Ayo, Kita Zat aditif pada makanan
Pikirkan dan minuman di
lingkungan sekolah
Ayo, Kita Dampak penggunaan zat
Kerjakan aditif dan penyalahgunaan
Proyek zat adiktif bagi kesehatan
b. Uji Kompetensi
Kisi-kisi pencapaian kompetensi peserta didik melalui pengerjaan soal-soal pada uji
kompetensi bab zat aditif dan zat adiktif dapat dilihat pada Tabel 5.6.
Tabel 5.6 Kisi-kisi Pencapaian Kompetensi Melalui Pengerjaan Soal-soal pada Uji
Kompetensi Bab 5 Zat Aditif dan Zat Adiktif
Mengetahui
Kepala MTSN 7 Blitar Guru Mata Pelajaran
1. Morfin
Morfin berasal dari kata morpheus (dewa mimpi) adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat yang ditemukan
pada opium. Jenis-jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat sebagai penghilang rasa sakit.
- Menimbulkan euforia
- Kebingungan
- Berkeringat
2. Heroin/putaw
Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah heroin. Heroin dihasilkan dari pengolahan morfin secara kimiawi.
Akan tetapi, reaksi yang ditimbulkan heroin menjadi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri, sehingga
mengakibatkan zat ini sangat mudah menembus ke otak.
- Suka menyendiri
- Sering tidur
3. Kokain
Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah kokain. Kokain merupakan berasal dari tanaman Erythroxylon coca di
Amerika Selatan. Biasanya daun tanaman ini dimanfaatkan untuk mendapatkan efek stimulan, yaitu dengan
cara dikunyah. Kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
- Mengalami paranoid
4. Ganja/Kanabis/Mariyuana
Jenis-jenis narkoba lainnya yakni ganja. Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan
budi daya yang menghasilkan serat dan kandungan zat narkotika terdapat pada bijinya. Jenis-jenis narkoba
ini dapat membuat si pemakai mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Tumbuhan ini telah dikenal manusia sejak lama. Seratnya digunakan sebagai bahan pembuat kantung, dan
bijinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak. Awalnya, tanaman ini hanya ditemukan di
negara-negara beriklim tropis. Namun belakangan ini, di negara-negara beriklim dingin pun telah banyak
membudidayakan tanaman ini, yaitu dengan cara dikembangkan di rumah kaca.
- Berkeringat
- Sering berfantasi
- Euforia
Ganja merupakan salah satu jenis narkotika yang dapat mengakibatkan kecanduan. Jika pemakaiannya
dihentikan, si pemakai sering mengalami sakit kepala, mual yang berkepanjangan, sering merasa kelelahan
dan badan menjadi lesu.
Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah LSD. LSD adalah jenis narkotika yang tergolong halusinogen.
Biasanya berbentuk lembaran kertas kecil, kapsul, atau pil.
- Mengalami demam
6. Opiat/opium
Jenis-jenis narkoba lainnya adalah Opium. Opium adalah zat berbentuk bubuk yang dihasilkan oleh tanaman
yang bernama papaver somniferum. Kandungan morfin dalam bubuk ini biasa digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit.
- Birahi meningkat
7. Kodein
Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah kodein. Kodein adalah sejenis obat batuk yang biasa digunakan atau
diresepkan oleh dokter, namun obat ini memiliki efek ketergantungan bagi si pengguna.
- Mengalami euforia
- Mudah mengantuk
- Mengalami hipotensi
- Mengalami depresi
- Sering sembelit
Psikotropika
Barang bukti ekstasi diperlihatlan saat rilis penyelundupan narkoba jaringan Malaysia di Gedung BNN,
Jakarta, Selasa (16/10). BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 14,6 kg sabu dan 63.573 ekstasi dari 4
kasus berbeda. ([Link]/Immanuel Antonius)
1. Ekstasi
Jenis-jenis narkoba di antaranya adalah ekstasi. Ekstasi adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai
obat yang dapat mengakibatkan penggunanya menjadi sangat aktif. Ekstasi dapat berbentuk tablet, pil, serta
serbuk. Nama Lain dari psikontropika jenis ini adalah inex, Metamphetamines.
- Timbulnya euforia
- Mengalami mual
- Dehidrasi
- Terganggunya daya ingat dan jika dipakai dalam jangka panjang dapat merusak otak
2. Sabu-sabu
Jenis-jenis narkoba lainnya adalah sabu-sabu. Sabu-sabu merupakan zat yang biasanya digunakan untuk
mengobati penyakit yang parah, seperti gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi.
- Jantung berdebar-debar
- Mengalami insomnia
- Timbul euforia
- Kekurangan kalsium
3. Nipam
Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah Nipam. Nipam adalah sejenis pil koplo yang dikonsumsi untuk
mengurangi anseitas. Biasanya digunakan secara bersamaan dengan minuman beralkohol yang sebenarnya
dapat berisiko bahaya bagi penggunanya.
- Jalan sempoyongan
- Kurang fokus
- Turunnya kesadaran
Zat Adiktif
Zat adiktif merupakan zat yang berbahaya, yang diperoleh dari bahan-bahan alamiah baik semi sintetis
maupun sintetis. Zat ini dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang bekerja mengganggu sistem saraf
pusat. Contoh zat adiktif adalah lem, aceton, ether dan sebagainya.
1. Alkohol / etanol
Jenis-jenis narkoba dari zat adiktif adalah alkohol. Alkohol adalah senyawa organik yang memiliki gugus
hidroksil yang terikat pada atom karbon. Alkohol mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing berupa karbon
yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat
anaestetik yang dihisap.
- Teler/mabuk
- Menyebabkan kegagalan pernapasan akut seperti yang terjadi pada bahaya formalin.
- Menghilangkan kesadaran
2. Nikotin
Jenis-jenis narkoba lainnya adalah nikotin. Nikotin adalah senyawa kimia yang dihasilkan secara alami oleh
tumbuh-tumbuhan sejenis suku terung-terungan seperti tembakau dan tomat. Nikotin merupakan salah satu
racun saraf. Jenis zat ini biasanya digunakan untuk bahan baku pembuatan insektisida.
Pada seorang perokok, proses kerja nikotin adalah masuk ke dalam paru-paru untuk selanjutnya diserap
aliran darah. Dalam waktu kurang lebih 8 detik, zat ini akan sampai ke otak untuk selanjutnya merubah kerja
otak. Proses penyebaran racun ini berlangsung cepat karena bentuknya mirip dengan acetylcholine yang
normal terdapat di dalam otak.
- Meningkatnya kadar gula dalam darah seperti bahaya mengkonsumsi gorengan secara rutin.
- Menimbulkan euforia
- Dapat mengakibatkan kanker dan stroke seperti bahaya makan mie instan terlalu sering.
3. Kafein
Jenis-jenis narkoba selanjutnya adalah kafein. Kafein adalah zat adiktif yang bekerja untuk mempengaruhi
sistem metabolisme dan saraf pusat. Kafein digunakan sebagai pengurang rasa lelah serta untuk mencegah
atau mengurangi rasa kantuk.
Bagi para atlet, kafein biasanya dapat meningkatkan daya tahan agar kuat dalam berlari. Namun zat ini
adalah penyebab asma dan makanan untuk penderita asam lambung yang harus di hindari. Kafein dapat
menyebabkan efek kecanduan bagi penggunanya. Biasanya zat ini terdapat pada kopi dan teh.
- Saat pengguna mulai menghentikan pemakaian zat ini, maka dapat menimbulkan pusing, ngantuk,
pemarah, serta timbul kecemasan.
- Gangguan mood
- Meningkatnya stres
- Insomia
- Gangguan prostat
10 Dampak Buruk Narkoba bagi Kesehatan
Manusia
Akhir-akhir ini sering kita lihat berita penangkapan atas kasus penyalahgunaan narkoba baik dari
kalangan masyarakat umum hingga artis ibukota.
Sebenarnya apa sih narkoba? Seburuk apa dampaknya bagi kehidupan manusia sampai-sampai
beberapa orang terpaksa keluar masuk rehabilitasi. Yuk simak artikel berikut untuk tahu lebih
banyak tentang dampak buruk narkoba.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif. Di dunia medis narkoba
merupakan obat-obatan berbahaya dan dalam penggunaannya memerlukan resep dokter.
Obat-obatan tersebut biasanya digunakan oleh pasien yang mengalami kesakitan luar biasa
misalnya karena sakit kanker usus besar. Konsumsi obat tersebut dapat meringankan rasa sakit atau
membuat penderita merasa tenang.
Pada beberapa kasus, penderita merasa ingin mengkonsumsi obat tersebut terus menerus dan
dalam dosis yang lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini yang disebut kecanduan dan mengarah
pada penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.
Dilihat dari definisinya, narkotika adalah obat berbahaya yang dapat mengurangi bahkan
menghilangkan kesadaran dan rasa sakit, misalnya ganja. Psikotropika adalah obat yang
menyebabkan gangguan pada sistem syaraf pusat sehingga mempengaruhi
kondisi mental pengguna, misalnya heroin.
Zat adiktif adalah obat yang membuat penggunanya merasa ketergantungan baik fisik maupun
psikologis misalnya rokok dan alkohol. Setelah tahu perbedaan dari ketiganya, kamu perlu tahu
dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba yaitu sebagai berikut:
Penggunaan obat depresan biasanya oleh penderita yang memiliki gangguan psikis.
Penyalahgunaan obat depresan menyebabkan penggunanya merasa tenang dan tertidur.
Namun tidur mereka berbeda dengan tidur orang pada umumnya. Jadi, meskipun mereka nampak
tertidur sebenarnya organ-organ dalam tubuh mereka masih aktif beraktivitas.
2. Mengalami Halusinasi
Masih ingatkan dengan berita tentang ganja gorilla yang pernah booming waktu lalu? Dampak
buruk penggunaan dari ganja jenis ini adalah halusinasi. Sebab halusinasi, pengguna tidak dapat
membedakan mana kenyataan dan mana khayalan.
Halusinasi merupakan penggambaran yang tidak tepat dari pancaindera terhadap suatu objek.
Penderita dengan halusinasi pada beberapa kasus mengalami ketakutan pada sesuatu hal atau biasa
disebut paranoid. Halusinasi dapat terjadi saat mengkonsumsi obat atau pada saat menghentikan
obat secara mendadak (sindroma putus obat). Apabila keinginannya tidak terpenuhi penderita akan
merasa mudah tersinggung dan tertekan.
3. Merasa Terstimulasi
Beberapa artis mengaku bila mengkonsumsi narkoba dapat membuat badan lebih fit bahkan ide
mengalir dengan lancar. Padahal hal ini justru membahayakan tubuh. Organ tubuh manusia ibarat
mesin.
Mesin yang terus menerus dipakai maka akan mudah aus dan rusak. Begitulah tubuh pengguna
narkoba. Meskipun merasa fit, sebenarnya organ-organ tubuhnya perlahan-lahan kelelahan
karena bekerja sangat berat.
4. Merasa Kecanduan
Karena memiliki sifat adiktif, penggunanya cenderung ingin mengkonsumsi dalam jumlah yang
lebih banyak. Apabila konsumsi melebihi batas normal, pengguna dapat mengalami sakaw atau
overdosis yang berujung pada kematian.
Kinerja organ pernapasan pasti terganggu apabila terdapat zat asing yang masuk melalui hidung.
Gangguan tersebut dapat berupa sesak napas, infeksi paru-paru dan gangguan
sistem pernapasan lainnya. Coba bayangkan, secara tidak sengaja debu masuk ke hidung saja dapat
menyebabkan flu, apalagi obat-obatan berbahaya?
Pada tahap awal penderita memang merasa lebih kreatif dan produktif. Namun pada suatu titik
dimana muncul keinginan konsumsi narkoba dalam jumlah yang lebih banyak, di situ pengguna
akan berubah fokus.
Yang awalnya bagaimana berkarya menjadi bagaimana cara mendapatkan narkoba. Hal ini
disebabkan oleh rusaknya sistem saraf pusat oleh narkoba. Pemakaian narkoba jangka Panjang
dapat merusak sel-sel syaraf terutama diotak. Kematian sel otak tidak dapat diperbaiki sehingga
mengganggu system penghantaran sinyal yang berakibat pada menurunnya mengolah informasi dan
menyimpannya di hippocampus.
7. Meracuni Tubuh
Penderita mulai keracunan oleh narkoba adalah saat tenggorokannya terasa terbakar. Narkoba
sebenarnya adalah racun bagi tubuh. Segala hal yang berbahaya bagi manusia pasti akan disaring
oleh organ hati.
Apabila racun yang disaring semakin banyak tentunya menyebabkan hati bekerja ekstra. Apabila
fungsi hati tidak maksimal lagi risiko tubuh keracunan semakin tinggi. Racun tersebut juga dapat
merusak organ penting lain seperti ginjal,jantung dan otak.
8. Disfungsi Seksual
Penggunaan narkoba dapat mengurangi keinginan untuk berhubungan seksual. Hal ini karena zat-
zat dalam narkoba mengganggu kerja hormon reproduksi baik pada pria maupun wanita. Pada suatu
waktu, narkoba dapat menyebabkan kemandulan pada penggunanya.
Narkoba adalah zat-zat yang berbahaya. Penggunanya akan selalu merasa ingin
menambah dosis sehingga kinerja organ tubuh semakin berat.
Kerja keras yang terus menerus ini merusak organ-organ tubuh. Organ tubuh yang rusak, misalnya
hati, dapat menyebabkan tubuh rentan keracunan.
Perasaan tenang yang diakibatkan oleh narkoba efeknya hanya sementara. Pengguna akan terus
merasa ingin menambah dosis obat berbahaya tersebut. Efek dari ketergantungan itu adalah merasa
tidak nyaman atau percaya diri apabila belum mengkonsumsi narkoba.
Disclaimer: Penjelasan di atas berguna agar kamu mengerti bahaya dan dampak buruk narkoba.
Saat ini semakin banyak narkoba jenis baru yang menimbulkan efek yang sama.
Dengan mengetahui dampak narkoba, selain menghindari penggunaan narkoba, diharapkan kamu
juga dapat berhati-hati dengan obat-obatan yang mungkin merupakan narkoba jenis baru.
Svar
Retweet
Like