0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan19 halaman

Konseling Kontrasepsi: Metode dan Manfaat

Diunggah oleh

Dian Efendi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan19 halaman

Konseling Kontrasepsi: Metode dan Manfaat

Diunggah oleh

Dian Efendi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KELOMPOK

KONSELING KONTRASEPSI
DENGAN METODE SEDERHANA,ALAMI,MODERN,
DAN KONTRASEPSI DARURAT

Kelompok 9
Risti Septiani (230609099)
Rusi hardianti
Sri Hartati
Suryati
Yuni Indah Sari
Yuyun Liriani

PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN ALIH JENJANG


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ABDI NUSANTARA
JAKARTA
TAHUN 2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-
Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah dengan judul “Konseling Kontrasepsi
Dengan Metode Sederhana,Alami,Modern,Dan Kontrasepsi Darurat ”dan dikerjakan tepat
pada waktunya. Makalah ini disusun dalam rangka untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Kb dan Pelayanan Kontrasepsi.
Kami berterima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah ini yang senantiasa
telah membimbing dan mengarahkan dalam proses pembuatan tugas serta teman-teman yang
selalu memberi dukungan dalam proses penyelesainya tugas ini.

Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan


makalah ini sehingga mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca
agar dapat membantu kami membuat tugas makalah yang baik dikemudian [Link]
tugas makalah ini kami buat, semoga apa yang tertuang dalam makalah ini dapat memberikan
informasi yang bermanfaat terutama bagi kelompok kami dan para pembaca. Untuk itu kami
mengucapkan banyak terima kasih.

Jakarta,05 Oktober 2024

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Menurut data World Health Organization (WHO), secara global pada tahun 2017,
pengguna kontrasepsi modern telah meningkat yaitu 63% dari Pasangan Usia Subur
(PUS).2 Sedangkan pada tahun 2019 sebanyak75,7 % dengan di antara 1,9 miliar PUS
(15-49 tahun), melaporkan1,1miliar membutuhkan keluarga berencana, dari jumlah
tersebut 842juta menggunakan metode kontrasepsi, dan 270 juta unmet need. Secara
regional di Eropa, Amerika Latin dan Karibia, dan Amerika Utarapenggunaan kontrasepsi
berada di atas 70%, sedangkan Afrika Tengah dan Barat berada di bawah 25%. Di negara
berkembang melaporkan sekitar 885juta wanita ingin menghindari kehamilan dan sekitar
671 juta menggunakan kontrasepsi modern.
Sedangkan di Indonesia KB aktif di antara PUStahun2019 sebesar 62,5%,
mengalami penurunan pada tahun 2018 yaitu sebesar 63,27% dan tahun 2017
menunjukan angka yang lebih tinggi yaitu sebesar 63,6%. Berdasarkan pola dalam
pemilihan jenis alat kontrasepsi, sebagianbesar peserta KB aktif menggunakan
kontrasepsi hormonal dan bersifat jangka pendek dengan penggunaan terbanyak pada
suntikan dan pil bahkansangat dominan (lebih dari 80%) dibanding metode lainnya;
Suntikan(63,7%), Pil (17,0%), IUD/AKDR (7,4%), Implan (7,4%), Kondom(1,2%)
MOW (2,7%) MOP (0,5%). Padahal suntikan dan pil termasuk dalam metode kontrasepsi
jangka pendek sehingga tingkat efektifitas suntikan dan pil dalam pengendalian
kehamilan lebih rendah dibandingkan jenis kontrasepsi lainnya.
Kontrasepsi adalah cara untuk menjarangkan kehamilan, menunda kehamilan pada
usia muda yang berisiko tinggi mengalami masalahkesehatan, dan mencegah kehamilan
di antara wanita lansia yang juga menghadapi peningkatan risiko dengan menggunakan
alat atau obat.1 Terdapat 2 metode kontrasepsi yaitu Metode Kontrasepsi Jangka
Panjang(MKJP), misal susuk/implant, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim(AKDR) atauIntra
Uterine Device (IUD), Metode Operasi Pria (MOP), dan MetodeOperasi Wanita (MOW);
dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang(Non MKJP), yaitu pil, kondom, suntik, dan
selain MKJP.
Kontrasepsi adalah tindakan untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi dapat berupa
alat, pengobatan, prosedur, atau perilaku. Kontrasepsi memungkinkan seorang wanita
mengendalikan kesehatan reproduksinya dan memberi wanita tersebut kemampuan untuk
menjadi peserta aktif dalam perencanaan keluarga. Ulasan ini tidak akan membahas
aborsi karena aborsi bukanlah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan. Metode
kontrasepsi adalah kemajuan teknologi yang dimaksudkan untuk mengatasi biologi. Abad
ke-20 telah menyaksikan kemajuan terbesar dalam kesehatan reproduksi wanita yang
memperluas pilihan medis, alat, dan bahkan prosedur. Ulasan ini akan berfokus pada
pengobatan, alat, dan prosedur yang tersedia bagi pasangan untuk mencegah kehamilan.
Ulasan ini tidak akan berfokus pada perilaku dan metode penghalang yang tersedia.
Ketika mempertimbangkan metode kontrasepsi, konseling harus mencakup efisiensi,
keamanan, penerimaan, dan ketersediaan (termasuk aksesibilitas dan keterjangkauan).
Memberikan informasi secara sukarela tentang pilihan metode kontrasepsi merupakan
prinsip panduan yang penting, dan konseling kontrasepsi, jika dapat dikaitkan, merupakan
kontributor yang nyata terhadap keberhasilan penggunaan metode kontrasepsi. Konseling
Keluarga Berencana (KB) adalah proses di mana seorang konselor memberikan
informasi, dukungan, dan bimbingan kepada individu atau pasangan yang ingin
menggunakan metode kontrasepsi.
Tujuan dari konseling KB adalah untuk membantu mereka membuat keputusan yang
tepat tentang pengendalian kelahiran sesuai dengan kebutuhan dan situasi mereka.
Konseling KB adalah bagian penting dari layanan kesehatan reproduksi yang membantu
individu dan pasangan untuk merencanakan keluarga dengan cara yang sehat dan
bertanggung jawab. Melalui proses ini, mereka dapat mendapatkan pengetahuan dan
dukungan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat terkait kontrasepsi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


a. Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi?
b. Apa tujuan dari Kontrasepsi?
c. Apa manfaat dari Kontrasepsi
d. Apa jenis-jenis Kontrasepsi?
e. Bagaimana syarat-syarat Kontrasepsi?
f. Apa Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Kontrasepsi?
1.3 TUJUAN
a. Untuk mengetahui apa itu kontrasepsi
b. Untuk mengetahui apa tujuan dari Kontrasepsi
c. Untuk mengetahui apa manfaat dari Kontrasepsi
d. Untuk mengetahui apa jenis-jenis Kontrasepsi
e. Untuk mengetahui Bagaimana syarat-syarat Kontrasepsi
f. Untuk mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Kontrasepsi

1.4 MANFAAT
Untuk menambah wawasan bagi mahasiswa mengenai konseling kontrasepsi Dengan
metode sederhana,alami,modern,dan kontrasepsi darurat.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kontrasepsi
Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti
“melawan” atau “mencegah”, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur
yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari konsepsi
adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan
antara sel telur dengan sel sperma. Untuk itu, berdasarkan maksud dan tujuan
kontrasepsi, maka yan membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif
melakukan hubungan seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun
tidak menghendaki kehamilan. Kontrasepsi adalah usaha - usaha untuk mencegah
terjadinya kehamilan, usaha itu dapat bersifat sementara dapat bersifat permanen.
Adapun akseptor KB menurut sasarannya, meliputi:
a. Fase Menunda Kehamilan Masa menunda kehamilan pertama sebaiknya dilakukan
oleh pasangan yang istrinya belum mencapai usia 20 [Link] usia di bawah
20 tahun adalah usia yang sebaiknya menunda untuk mempunyai anak dengan
berbagai [Link] kontrasepsi yang diperlukan yaitu kontrasepsi dengan
pulihnya kesuburan yang tinggi, artinya kembalinya kesuburan dapat terjamin 26
Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi 100%. Hal ini penting karena pada masa ini
pasangan belum mempunyai anak, serta efektifitas yang tinggi. Kontrasepsi yang
cocok dan yang disarankan adalah pil KB, AKDR.
b. Fase Mengatur/Menjarangkan Kehamilan Periode usia istri antara 20 - 30 tahun
merupakan periode usia paling baik untuk melahirkan, dengan jumlah anak 2
orang dan jarak antara kelahiran adalah 2 – 4 [Link] kontrasepsi yang
diperlukan yaitu efektifitas tinggi, reversibilitas tinggi karena pasangan masih
mengharapkan punya anak [Link] dapat dipakai 3-4 tahun sesuai jarak
kelahiran yang direncanakan.
c. Fase Mengakhiri Kesuburan Sebaiknya keluarga setelah mempunyai 2 anak dan
umur istri lebih dari 30 tahun tidak hamil. Kondisi keluarga seperti ini dapat
menggunakan kontrasepsi yang mempunyai efektifitas tinggi, karena jika terjadi
kegagalan hal ini dapat menyebabkan terjadinya kehamilan dengan resiko tinggi
bagi ibu dan anak. Di samping itu jika pasangan akseptor tidak mengharapkan
untuk mempunyai anak lagi, kontrasepsi yang cocok dan disarankan adalah
metode kontap, AKDR, implan, suntik KB dan pil KB.

2.2 Tujuan Kontrasepsi


a. Mengatur Jumlah Anak: Membantu pasangan merencanakan berapa banyak anak
yang ingin dimiliki dan kapan waktu yang tepat untuk memiliki anak.
b. Meningkatkan Kesehatan Reproduksi: Dengan menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, kontrasepsi dapat membantu mengurangi risiko kesehatan yang
mungkin terkait dengan kehamilan dan persalinan.
c. Meningkatkan Kualitas Hidup: Memberikan pasangan kontrol atas reproduksi
mereka, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pendidikan, karier, dan aspek
lain dalam hidup
d. Mengurangi Risiko Penyakit Menular Seksual (PMS): Beberapa metode
kontrasepsi, seperti kondom, juga berfungsi sebagai pelindung terhadap PMS.
e. Memberdayakan Perempuan: Memberikan perempuan pilihan dan kontrol lebih
besar atas tubuh dan kehidupan mereka.
f. Mencegah Kehamilan Remaja: Kontrasepsi dapat membantu mengurangi angka
kehamilan di kalangan remaja, yang seringkali dapat membawa dampak negatif
bagi kesehatan dan pendidikan mereka.

2.3 Manfaat kontrasepsi


Alat kontrasepsi memiliki banyak manfaat bagi wanita yang ingin mencegah
kehamilan yang tidak mereka inginkan. Namun, khusus alat kontrasepsi hormonal,
seperti pil KB, implan, dan IUD, memberikan manfaat lain di luar pencegahan
kehamilan, di antaranya:
a. Mengatur siklus menstruasi. Alat kontrasepsi hormonal dapat menyeimbangkan
fluktuasi hormon yang terjadi sepanjang siklus menstruasi. Metode ini dapat
membantu mengatasi masalah menstruasi seperti pendarahan yang berat,
menstruasi tidak teratur, bahkan mengatasi gejala sindrom ovarium polikistik
(PCOS).
b. Mengurangi rasa sakit menstruasi. Sekitar 31 persen wanita yang menggunakan
pil KB merasakan adanya pengurangan nyeri haid.
c. Mencegah jerawat hormonal. Fluktuasi hormon seringkali memicu jerawat. Pil
KB yang mengandung estrogen dan progesteron (pil KB kombinasi) merupakan
obat jerawat yang paling efektif.
d. Mengurangi risiko kanker rahim. Manfaat jangka panjang menggunakan alat
kontrasepsi hormonal yaitu mengurangi risiko kanker rahim. Wanita yang
mengonsumsi pil KB kombinasi 50 persen lebih kecil kemungkinannya terkena
kanker rahim.
e. Mengurangi risiko kista ovarium. Dengan mencegah ovulasi, alat kontrasepsi
hormonal dapat mencegah pembentukan kista di ovarium. Selain itu, dapat
mencegah bekas kista agar tidak tumbuh lagi.
f. Mengelola endometriosis. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal membantu
karena memungkinkan kamu untuk melewatkan menstruasi. Penggunaan Pil KB
dan IUD yang berkelanjutan biasanya merupakan pilihan yang baik untuk
menangani endometriosis.
g. Mengurangi risiko anemia. Beberapa wanita mengalami pendarahan yang berat
selama menstruasi. Alat kontrasepsi hormonal dapat membantu dengan
melewatkan menstruasi, sehingga mencegah terjadinya anemia yang berkaitan
dengan menstruasi.
2.4 Jenis kontrasepsi
a. Kontrasepsi sederhana
1. Pengertian Metode sederhana
Metode sederhana dalam konteks kontrasepsi merujuk pada teknik atau alat yang
mudah dipahami dan diakses, serta tidak memerlukan prosedur medis yang
kompleks atau biaya tinggi. Metode ini biasanya memiliki langkah-langkah yang
jelas dan dapat dilakukan tanpa bantuan profesional kesehatan, meskipun konsultasi

tetap dianjurkan.
2. Ciri-Ciri Metode Sederhana
 Mudah Dipahami: Langkah-langkahnya jelas dan tidak rumit.
 Biaya Rendah: Tidak memerlukan pengeluaran besar atau peralatan mahal.
 Aksesibilitas: Dapat diakses oleh banyak orang tanpa memerlukan resep atau
prosedur medis.
 Fleksibilitas: Bisa digunakan dalam berbagai situasi dan oleh berbagai pasangan.
3. Macam kontrasepsi Sederhana
Tanpa Alat
a. MAL
1) Pengertian
Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah metode kontrasepsi alami bersifat
sementara yang dapat digunakan setelah persalinan. MAL memiliki cara kerja
berupa penekanan ovulasi. Peningkatan hormon prolaktin (hormon pembentukan
ASI) usai persalinan menyebabkan penurunan hormon lain seperti LH dan
estrogen yang yang diperlulan untuk pemeliharan siklus menstruasi sehingga
ovulasi (pematangan sel telur) tidak terjadi.
2) Syarat Metode MAL
 Ibu harus menyusui bayi secara eksklusif, yang berarti penuh atau hampir
penuh selama 24 jam dalam sehari termasuk malam hari. Ibu harus menyusui
bayi selama 8 kali sehari atau lebih, biasanya sebanyak 10-12 kali dalam
sehari. Hindari jarak antar menyusui lebih dari 4 jam. Bayi harus menghisap
payudara ibu secara langsung.
 Apabila bayi berusia kurang dari 6 bulan maka kebutuhan akan MPASI
meningkat dan frekuensi pemberian asi akan berkurang.
 Ibu harus dalam masa belum mengalami menstruasi. Jika ibu sudah mengalami
menstruasi maka metode ini tidak dapat digunakan lagi karena ovulasi dapat
terjadi setelah menstruasi. Pendarahan sebelum 56 hari paska salin belum
dianggap sebagai haid. Pada ibu yang menyusui secara eksklusif ovulasi tidak
akan terjadi sampai 10 minggu pasca persalinan.

3) Keuntungan Mal

 MAL sebagai kontrasepsi memiliki banyak keunggulan baik bagi ibu maupun
bayi. Bagi ibu menyusui secara eksklusif dapat mengurangi kejadian
pendarahan setelah persalinan. MAL tidak memiliki efek samping sistemik bagi
ibu.
 Untuk bayi pemberian ASI secara ekslusif dapat meningkatkan daya tahan
tubuh karena ASI mengandung antibodi yang dibutuhkan oleh bayi. Selain itu,
bayi juga mendapatkan gizi yang terbaik dari nutrisi yang terdapat pada ASI.
Yang paling penting, MAL meningkatkan hubungan psikologis antara ibu dan
bayi.

4) Kelemahan
MAL memiliki risiko kehamilan yang tinggi bila ibu tidak menyusui bayinya
secara benar. Bila metode dilakukan secara benar risiko kehamilan kurang 5 dari
1 di antara 100 ibu dalam 6 bulan paska persalinan.

5) Hambatan
Hambatan yang biasa ditemui ibu saat menggunakan metode MAL adalah
kurangnya persiapan menyusui sesaat setelah melahirkan. MAL dapat berhasil
jika Ibu segera menyusui dalam 30 menit sampai 1 jam paska persalinan. Selain
itu pola pemberian ASI berupa on demand atau menyusui setiap saat bayi
membutuhkan dan langsung dari kedua payudara ibu.

b. Metode Kalender
1) Pengertian
Metode KB kalender dapat digunakan sebagai cara untuk
mencegah kehamilan atau kontrasepsi alami. Dengan membantu kamu
menentukan hari terbaik untuk menghindari hubungan intim tanpa kondom.
Beberapa wanita memilih untuk menggunakan metode ini jika memiliki riwayat
medis yang kompleks, sehingga membatasi pilihan metode kontrasepsi yang
bisa digunakan.
2) Cara Kerja Metode KB Sistem Kalender
 Mengetahui Siklus Menstruasi: Penting untuk mengetahui durasi siklus
menstruasi, yaitu jumlah hari dari hari pertama haid hingga hari pertama haid
berikutnya. Siklus menstruasi rata-rata berlangsung antara 28 hingga 32 hari,
meskipun bisa bervariasi.
 Menghitung Hari Subur:
 Hari ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi
berikutnya.
 Pasangan dapat menghitung hari subur dengan mengidentifikasi rentang
hari yang mungkin memiliki ovulasi, biasanya 2-3 hari sebelum dan
sesudah ovulasi.
 Menghindari Hubungan Seksual: Untuk menghindari kehamilan, pasangan
sebaiknya menghindari hubungan seksual tanpa perlindungan pada hari-
hari subur tersebut.
3) Keunggulan
 Biaya Rendah: Tidak memerlukan alat atau obat, sehingga tidak ada biaya
tambahan.
 Naturalisme: Menggunakan pemahaman alami tentang siklus tubuh.
 Meningkatkan Kesadaran: Membantu pasangan memahami siklus menstruasi
dan kesuburan.
4) Keterbatasan
 Ketidakpastian: Metode ini tidak selalu akurat, terutama jika siklus
menstruasi tidak teratur.
 Risiko Kehamilan: Ada risiko lebih tinggi untuk kehamilan jika pasangan
tidak menghitung dengan benar.
 Memerlukan Disiplin: Pasangan perlu sangat disiplin dalam mencatat siklus
dan menghindari hubungan seksual pada hari-hari subur.
c. Metode Suhu Basal
1) Pengertian
Suhu basal tubuh (SBT) adalah suhu tubuh yang diukur ketika tubuh dalam
keadaan istirahat, biasanya segera setelah bangun tidur di pagi hari sebelum
melakukan aktivitas apa pun. Metode pemantauan suhu basal sering
digunakan dalam perencanaan keluarga dan kontrasepsi alami untuk
mengidentifikasi periode subur dalam siklus menstruasi.
2) Cara Kerja Suhu Basal
 Pengukuran Suhu:
 Ukur suhu basal tubuh setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur,
menggunakan termometer digital. Pastikan untuk melakukan pengukuran
pada waktu yang sama setiap hari untuk hasil yang konsisten.
 Mencatat Suhu Catat hasil pengukuran dalam grafik atau jurnal untuk
melacak perubahan suhu dari hari ke hari.
 Menentukan Ovulasi
Suhu basal cenderung meningkat sekitar 0,2 hingga 0,5 derajat Celsius
setelah ovulasi terjadi, karena peningkatan hormon progesteron. Dengan
mengamati pola ini, Anda dapat mengidentifikasi kapan ovulasi terjadi
dan periode subur.

3) Keunggulan
 Biaya Rendah: Hanya memerlukan termometer, tanpa biaya tambahan
untuk alat kontrasepsi.
 Meningkatkan Kesadaran: Membantu perempuan memahami siklus
menstruasi dan waktu subur mereka
 Naturalisme: Tidak melibatkan penggunaan hormon atau alat kontrasepsi
4) Keterbatasan
 Ketepatan: Hasil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti
penyakit, stres, atau kurang tidur.
 Konsistensi: Memerlukan disiplin untuk melakukan pengukuran setiap
hari.
 Tidak Selalu Akurat: Bagi perempuan dengan siklus tidak teratur,
metode ini mungkin kurang efektif.
d. Coitus Interruptus
1) Pengertian
Coitus interruptus sebenarnya adalah praktik menarik penis dari vagina
sebelum mencapai orgasme dan ejakulasi.
2) Cara Kerja Coitus Interruptus
Pasangan melakukan hubungan seksual seperti biasa, tetapi pria harus
menarik penis keluar sebelum mencapai ejakulasi. Ini bertujuan untuk
mencegah sperma memasuki vagina dan, dengan demikian, mengurangi
kemungkinan terjadinya kehamilan.
3) Keuntungan Coitus Interruptus
 Tanpa Biaya: Tidak memerlukan alat atau obat, sehingga tidak ada biaya
tambahan.
 Mudah Diterapkan: Dapat dilakukan tanpa memerlukan alat kontrasepsi
formal atau resep.
 Tidak Mengganggu Kesuburan: Tidak mempengaruhi kesuburan jangka
panjang karena tidak melibatkan hormon atau prosedur medis.
4) Keterbatasan
 Efektivitas Rendah: Metode ini memiliki tingkat kegagalan yang lebih
tinggi dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Ada risiko kehamilan
jika ejakulasi tidak ditarik keluar tepat waktu.
 Mengandalkan Kontrol Pria: Keberhasilan metode ini sangat tergantung
pada kemampuan pria untuk menarik diri pada saat yang tepat, yang bisa
menjadi tantangan dalam praktik.
 Sperma di Pra-ejakulasi: Ada kemungkinan bahwa cairan pra-ejakulasi
(pre-cum) mengandung sperma, yang dapat menyebabkan kehamilan
meskipun ejakulasi ditarik keluar.
 Kurangnya Perlindungan dari PMS: Metode ini tidak melindungi terhadap
penyakit menular seksual.

Kontrasepsi Sederhana Dengan Alat

a. Kondom
1) Pengertian
Kondom adalah alat penghalang yang digunakan selama hubungan seksual
untuk mencegah sperma memasuki vagina dan mengurangi risiko
kehamilan. Selain itu, kondom juga melindungi dari penyakit menular
seksual (PMS)
2) Jenis Kondom
 Kondom Pria:
Terbuat dari lateks, poliuretan, atau bahan lain yang fleksibel. Dikenakan
di penis saat ereksi.
Komdom Wanita
Terbuat dari poliuretan atau nitril, dimasukkan ke dalam vagina sebelum
hubungan seksual. Memiliki bentuk seperti kantong dan memiliki cincin
di kedua ujungnya untuk membantu menjaga posisinya.
3) Keuntungan
 Efektivitas: Jika digunakan dengan benar, kondom sangat efektif dalam
mencegah kehamilan dan melindungi dari PMS.
 Aksesibilitas: Mudah didapatkan di apotek, supermarket, atau tempat
kesehatan.
 Tidak Mengganggu Kesuburan: Tidak mempengaruhi kesuburan jangka
panjang.
 Tanpa Efek Samping Hormonal: Tidak melibatkan hormon, sehingga
cocok bagi mereka yang sensitif terhadap perubahan hormonal
4) Keterbatasan
 Kemungkinan Sobek: Kondom dapat sobek atau lepas jika tidak
dipasang dengan benar.
 Pengerasan: Beberapa orang mungkin merasa kurang sensasi saat
menggunakan kondom.
 Alasan Alergi: Beberapa orang mungkin alergi terhadap lateks, meskipun
ada pilihan kondom non-lateks.
b. Kontrasepsi modern
Kontrasepsi modern mencakup berbagai metode yang dirancang untuk
mencegah kehamilan dengan cara yang lebih efektif dan nyaman
dibandingkan metode tradisional. Berikut adalah beberapa jenis kontrasepsi
modern
a. Pil Kontrasepsi (Kontrasepsi Oral)Pil yang mengandung hormon
(estrogen dan progestin) untuk mencegah ovulasi, Keuntungan Sangat
efektif jika digunakan dengan benar, dapat mengatur siklus menstruasi,
dan mengurangi gejala nyeri haid.
b. Implan Kontrasepsi Batang kecil yang dimasukkan di bawah kulit
lengan atas, melepaskan hormon progestin secara bertahap.
Keuntungan: Efektif selama 3-5 tahun dan tidak memerlukan perhatian
sehari-hari.
c. IUD (Intrauterine Device) Alat kecil yang dimasukkan ke dalam rahim
oleh tenaga medis. Ada dua jenis: IUD hormonal dan IUD
tembaga,Keuntungan: Efektif untuk 3-10 tahun, tergantung jenisnya,
dan tidak memerlukan pemeliharaan harian.
d. Kondom
Alat penghalang yang dipakai pada penis (kondom pria) atau
dimasukkan ke dalam vagina (kondom wanita),keuntungannya
Melindungi dari PMS dan kehamilan, serta mudah didapat.
e. Metode Suntik
Suntikan hormon progestin yang diberikan setiap 3 bulan untuk
mencegah ovulasi keuntungannya tidak memerlukan perhatian harian
dan sangat efektif.
f. Patch Kontrasepsi
Pita kecil yang ditempelkan di kulit dan mengeluarkan hormon ke
dalam aliran darah Keuntungan: Dikenakan selama satu minggu dan
kemudian diganti setiap minggu.
g. Vaginal Ring (Cincin Kontrasepsi)
Cincin fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina dan melepaskan
hormon,Keuntungan Dikenakan selama 3 minggu, kemudian dilepas
selama 1 minggu.
h. Sterilisasi
Prosedur permanen untuk mencegah kehamilan, termasuk tubektomi
untuk wanita dan vasektomi untuk pria,Keuntungan: Efektif jangka
panjang dan tidak memerlukan metode kontrasepsi lain.
c. Kontrasepsi darurat
1. Pengertian
Kontrasepsi darurat adalah metode yang digunakan untuk mencegah
kehamilan setelah hubungan seksual yang tidak dilindungi atau kegagalan
metode kontrasepsi lainnya (misalnya, kondom yang sobek). Berikut
adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kontrasepsi darurat
2. Jenis Kontrasepsi Darurat
 Pil Kontrasepsi Darurat (Emergency Contraceptive Pills - ECPs):
Deskripsi: Terdapat dua jenis utama:
 Levonorgestrel: Efektif jika diminum dalam waktu 72 jam setelah
hubungan seksual, tetapi dapat bekerja hingga 5 hari setelahnya.
 Ulipristal acetate: Efektif hingga 120 jam (5 hari) setelah hubungan
seksual. Cara Kerja: Menghambat atau menunda ovulasi. Jika ovulasi
sudah terjadi, ECP tidak akan efektif.
 IUD Tembaga (Copper IUD)
Alat kontrasepsi yang dapat dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga
medis dalam waktu 5 hari setelah hubungan seksual tanpa
[Link] Kerja: Mengubah lingkungan di rahim untuk
mencegah sperma fertilisasi dan mengganggu proses implantasi jika
terjadi.

3. Keuntungan
 Efektivitas: Jika digunakan dalam jangka waktu yang tepat, terutama
IUD, sangat efektif dalam mencegah kehamilan.
 Aksesibilitas: ECP tersedia di apotek dan klinik tanpa resep di banyak
tempat. IUD perlu dimasukkan oleh tenaga medis.
 Tidak Mengganggu Kesuburan: Kontrasepsi darurat tidak
mempengaruhi kesuburan jangka panjang.
4. Keterbatasan
 Tidak 100% Efektif: Meskipun sangat efektif, tidak ada metode
kontrasepsi yang menjamin 100% pencegahan kehamilan.
 Efek Samping: Penggunaan ECP dapat menyebabkan mual, pusing,
sakit kepala, atau perubahan siklus menstruasi.
 Bukan Metode Reguler: Kontrasepsi darurat sebaiknya tidak digunakan
sebagai metode kontrasepsi rutin, tetapi hanya untuk situasi darurat.

2.5 Syarat Kontrasepsi


a. aman pemakaiannya dan dapat dipercaya.
b. efek samping yang merugikan tidak ada.
c. kerjanya dapat diatur menurut keinginan.
d. tidak mengganggu hubungan persetubuhan.
e. tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol ketat selama pemakaian.
f. cara penggunaannya sederhana
g. harganya murah supaya dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
h. dapat diterima oleh pasangan suami istri.
2.6 Faktor-faktor yang memepengaruhi Kontrasepsi
Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada penelitian ini antara
lain:
a. Umur
Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam
pemakaian alat kontrasepsi, dimana mereka yang berumur tua mempunyai peluang
lebih kecil untuk menggunakan kontrasepsi dibanding yang berumur muda.

b. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan baik
pengetahuan maupun presepsi seseorang terhadap pentingnya sesuatu hal
termasuk penggunaan alat kontrasepsi.
c. Pekerjaan
Pekerjaan ibu berkaitan erat dengan pendapatan keluarga,Pekerjaan merupakan
aktivitas yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupan pribadi
maupun keluarga. Berbagai hasil penelitian menunjukkan hubungan yang erat
antara tingkat pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan maupun
upaya pencegahan. Seseorang mungkin tidak menjaga kualitas kesehatannya
karena keterbatasan biaya. Pola hubungan yang biasa terjadi, semakin tinggi
penghasilan seseorang maka semakin tinggi pula upaya pencegahan dan
pemanfaatan pelayanan kesehatan.
d. Jumlah Anak (Paritas) Jumlah anak hidup yang dimiliki seorang wanita akan
memberikan pengalaman dan pengetahuan sehingga wanita dapat mengambil
keputusan yang tepat tentang cara atau alat kontrasepsi yang akan dipakai.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Konseling merupakan unsur yang penting dalam pelayanan keluarga berencana dan
kesehatan reproduksi karena melalui konseling klien dapat memilih dan memutuskan jenis
kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya serta meningkatkan keberhasilan
KB. Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek pelayanan
keluarga berencana dan bukan hanya informasi yang diberikan pada satu kesempatan yakni
pada saat pemberian pelayanan. Teknik konseling yang baik dan informasi yang memadai
harus diterapkan dan dibicarakan secara interaktif sepanjang kunjungan klien dengan cara
yang sesuai dengan budaya yang ada.

kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti “melawan” atau
“mencegah”, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan
sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari konsepsi adalah
menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel
telur dengan sel sperma. Untuk itu, berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi, maka yan
membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-
duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Kontrasepsi adalah
usaha - usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha itu dapat bersifat sementara dapat
bersifat permanen. Adapun akseptor KB menurut sasarannya, meliputi: a. Fase Menunda
Kehamilan, Fase Mengatur/Menjarangkan Kehamilan, Fase Mengakhiri Kesuburan.

3.2 Saran

Kontrasepsi merupakan alat yang penting untuk mengatur kehamilan dan kesehatan
reproduksi. Pemilihan metode yang tepat bergantung pada berbagai faktor, termasuk
kesehatan, preferensi pribadi, dan tujuan keluarga. Konsultasi dengan tenaga kesehatan
sangat dianjurkan untuk mendapatkan informasi dan saran yang sesuai.

DAFTAR PUSTAKA
Shin,[Link] Nasional Irlandia (NIH)

dr. Rizal Fadlhi.2023. Alat [Link] Media Dokter Investama. Diakses pada tanggal 06-
10-2024 pada jam 11.00

dr. Rizal Fadlhi.2022. Pahami Perhitungan KB Kalender untuk Cegah Kehamilan .[Link]
Media Dokter Investama. Diakses pada tanggal 06-10-2024 pada jam 12.00
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Withdrawal method (coitus interruptus). Diakses pada tanggal 05-
10-2024 jam 10.00

Matahari,[Link],[Link],[Link]
Ajar Keluarga Berencana Dan
[Link]. CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai