0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan7 halaman

KAK FS RDF - Edited

Diunggah oleh

Yose Ra Abdul Azis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan7 halaman

KAK FS RDF - Edited

Diunggah oleh

Yose Ra Abdul Azis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

TERM OF REFERENCES (TOR)

SATUAN KERJA:
DINAS LINGKUNGAN HIDUP

PROGRAM:
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

SUB KEGIATAN:
PENANGANAN SAMPAH MELALUI PENGANGKUTAN

PEKERJAAN:
JASA KONSULTANSI BERORIENTASI LAYANAN-JASA STUDI PENELITIAN DAN BANTUAN TEKNIK
(PENYUSUNAN FS REFUSE DERIVED FUEL (RDF))

SUMBER DANA:
APBD KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2024

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

DINAS LINGKUNGAN HIDUP


2024
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Uraian Pendahuluan

1. Latar Belakang Timbulan sampah Kota Tangerang sebesar 1.500 ton -


1.700 ton per hari dan sebagian besar berakhir di TPA Rawa
Kucing. Sebagai satu-satunya tempat pemrosesan akhir
sampah di Kota Tangerang, TPA Rawa Kucing saat ini sudah
berada pada kondisi kritis. Dengan luas lahan sebesar 32
hektar, diperkirakan kapasitas TPA Rawa Kucing hanya
cukup untuk menampung sampah tidak sampai 2 tahun lagi.
Pengelolaan sampah di sumber perlu dirancang secara
matang agar kinerja pengurangan sampah tercapai sesuai
dengan target yang telah ditentukan dalam Jakstrada maupun
RPJMD serta dapat memperpanjang usia operasional TPA
Rawa Kucing. Diharapkan hanya sampah residu saja yang
dibuang ke TPA Rawa Kucing. Berkaitan dengan besarnya
volume sampah yang harus dikelola di sumber, maka
memerlukan pengolahan sampah yang diintegrasikan dengan
teknologi yang mampu dan teruji dalam mengolah sampah
dengan kapasitas besar.
Teknologi pengolahan sampah Refuse Derived Fuel
(RDF) merupakan sebuah upaya untuk mengolah sampah
padat menjadi bahan bakar alternatif yang dapat digunakan
dalam pembangkit listrik atau mengurangi ketergantungan
industri terhadap bahan bakar fosil. Keuntungan dari
teknologi pengolahan sampah menjadi RDF di antaranya
pengurangan volume sampah yang dibuang, pengurangan
emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan pembakaran
langsung sampah, dan memanfaatkan sumber daya yang
sebelumnya dianggap sebagai limbah. Namun, teknologi ini
juga memerlukan investasi awal yang signifikan dalam
pembangunan infrastruktur dan teknologi pemrosesan yang
canggih. Selain itu memerlukan offtaker yang akan
memanfaatkan RDF lebih lanjut baik industri semen maupun
PLTU.

2. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan kegiatan Penyusunan Feasibility Study
(FS) atau studi kelayakan ini adalah untuk menilai kelayakan
suatu proyek atau bisnis:
 Membantu dalam perencanaan bisnis
 Menentukan keperluan dana
 Membantu meyakinkan investor
 Menghindari risiko operasional
 Memahami bagian-bagian proyek secara utuh
 Menemukan solusi atas masalah yang mungkin muncul
 Analisis angka Return of Investment (ROI) yang akan
didapatkan

3. Sasaran Sasaran pelaksanaan kegiatan Penyusunan Feasibility Study


(FS) RDF adalah untuk menilai kelayakan pelaksanaan
proyek meliputi:
 Menentukan kebutuhan dana
 Membantu meyakinkan investor
 Menghindari risiko operasional
 Memahami bagian-bagian proyek secara utuh
 Menemukan solusi atas masalah yang mungkin muncul
 Memastikan peluang pasar sebelum menjalankan suatu
proyek
 Mempersempit alternatif bisnis
 Membuat dokumentasi tentang manfaat dan kerugian
dari inisiatif proyek yang diusulkan

4. Lokasi Kegiatan Wilayah Kota Tangerang

5. Sumber Pendanaan Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD Kota
Tangerang Tahun Anggaran 2024.

6. Nama dan Organisasi Nama Pejabat Pembuat Komitmen

Pejabat Pembuat (PPK): Supriyatno, S. T., M. Si


Komitmen (PPK) Proyek/Satuan Kerja:
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang
Data Penunjang

7. Data Dasar  Masterplan Persampahan Kota Tangerang


 Perda No. 2 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah

8. Standar Teknis Standar Teknis yang digunakan mengikuti yang telah


ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang
9. Studi – Studi Terdahulu -

10. Referensi Hukum Dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah :

11. Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan Penyusunan Feasibility Study (FS)


RDF meliputi:
 Analisis lingkungan dan situasi
 Analisis permintaan
 Analisis kebutuhan
 Analisis keuangan
 Analisis kelayakan teknis
 Analisis kelayakan ekonomi
 Analisis kelayakan lingkungan
 Analisis kelayakan sosial
 Penyusunan laporan FS

12. Keluaran Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah


tersedianya laporan Penyusunan Feasibility Study (FS)
RDF sebanyak 5 buku dan dalam bentuk soft copy.

13. Peralatan, Material, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyediakan:


Personil dan Fasilitas
1. Data penunjang di lingkungan satuan kerjanya yang
dari Pejabat Pembuat
dibutuhkan untuk mendukung kegiatan.
Komitmen
2. Surat Pengantar ke OPD terkait dan pihak lain untuk
pengumpulan data sekunder.
3. Fasilitas ruang rapat untuk diskusi pembahasan laporan
hasil kegiatan.

Penyedia Jasa Konsultansi wajib menyediakan segala


14. Peralatan dan Material
dari Penyedia Jasa keperluan peralatan dan material yang dibutuhkan dalam
Konsultansi pelaksanaan pekerjaan yang tidak disediakan oleh
pengguna jasa (Pejabat Pembuat Komitmen).
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;
c. Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi
Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan;
d. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah;
15. Lingkup Kewenangan 1. Penyedia Jasa Konsultansi bertanggung jawab secara
Penyedia Jasa
profesional atas pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan
kode tata laku yang berlaku.
2. Tanggung jawab Penyedia Jasa Konsultansi meliputi:

a. Produk yang dihasilkan harus memenuhi


persyaratan standar yang berlaku.
b. Produk yang dihasilkan harus mengakomodasi
batasan-batasan yang diberikan seperti
pembiayaan, waktu penyelesaian, dan mutu
pekerjaan.

16. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan Jasa Konsultansi Berorientasi


Penyelesaian Kegiatan Layanan-Jasa Studi Penelitian dan Bantuan Teknik
(Penyusunan Feasibility Study (FS) RDF adalah 2 bulan.

17. Personil Posisi dan kualifikasi personil tenaga ahli dan tenaga
pendukung yang dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan
Penyusunan Feasibility Study (FS) RDF adalah sebagai
berikut:

Jumlah Orang
No. Posi Kualifikasi Bulan
si
A. TENAGA AHLI
1. Ahli Perencanaan Wilayah/Kota Ahli Madya S-1 SKA/SKK, Sarjana 1 orang 1 bulan
Perencanaan Wilayah/Kota,
pengalaman minimal 2 Tahun di
bidang Perencanaan Wilayah dan
penyusunan studi kelayakan

2. Ahli Ekonomi Ahli Madya S-1 Non SKA/SKK, 1 orang 1 bulan


Sarjana Ekonomi/Akuntansi,
pengalaman minimal 3 Tahun di
bidang perekonomian/akuntansi

3. Ahli Lingkungan Ahli Madya S-1 SKA/SKK, Sarjana 1 orang 1 bulan


Teknik Lingkungan, pengalaman
minimal 3 Tahun di hukum/sosial

B. TENAGA PENDUKUNG
1. Operator Komputer S-1 semua jurusan, menguasai program 1 orang 1 bulan
microsoft office
18. Jadwal Tahapan Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
Pelaksanaan
Kegiatan
Bulan Ke - 1 Bulan Ke - 2
No. Jenis Tahapan
M1 M2 M3 M4 M3 M4
Rapat Persiapan dan
1
Koordinasi
Pembentukan Tim dan
2
Rencana Kerja
Pengumpulan Data Primer
3
dan Sekunder
Identifikasi dan Survei
4
Lokasi
Analisis dan Pengolahan
5
Data

6 Penyusunan Laporan Akhir

Laporan

19. Laporan Awal Laporan Awal memuat detail rencana kegiatan dan metode dalam
Penyusunan Feasibility Study (FS) RDF. Laporan Awal harus
diserahkan setelah analisis kajian sebanyak 1 eksemplar.

20. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat : (Penyusunan Feasibility Study (FS) RDF).
Laporan Akhir harus diserahkan selambat-lambatnya : pada saat
berakhirnya Kontrak pekerjaan sebanyak 5 (lima) eksemplar.

21. Buku Data -

22. Buku Gambar -

Hal-hal Lain
23. Produksi Dalam Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus
Negeri dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dalam KAK dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri.

24. Ahli Pengetahuan Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk
menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan.
25. Kualifikasi Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh Penyedia Jasa Konsultansi adalah
memiliki ijin usaha klasifikasi KBLI 71102 Aktivitas Keinsinyuran
dan Konsultansi Teknis YBDI atau KBLI 74909 Aktivitas
Profesional, Ilmiah, dan Teknis Lainnya YTDL sesuai dengan
Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2020 tentang
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Tangerang, 17 Oktober 2024

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)

Supriyatno, S. T., M. Si
NIP. 19790319 200901 1 003

Anda mungkin juga menyukai