Panduan Lengkap Jenis Oli dan Grease
Panduan Lengkap Jenis Oli dan Grease
I. OIL
1. Fungsi Oli Pelumas Secara Umum
Pelumas, penyekat, pendingin, bantalan, anti karat, pembersih, pemindah tenaga.
(Di jelaskan masing-masing fungsi diatas)
2. Jenis dan Klasifikasi Oli
> Klasifikasi CA, CB, CC, CD, CE, CF, CG, CH ( Api = American Petroleum Institute)
Kinematic Viscosity
@ 40 C, cST 22 32 37 46 68 100
1
Pour Point, C -30 -30 -30 -30 -24 -24
1
evelopment Wara - Adaro
pemindah tenaga.
roleum Institute)
Sirius X
40
40
139
14
0,890
230
226
-18
CF 4
n - Viscosity Grade )
l
1
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
2
Vapour Lock Temperature 260
2
2
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Contoh : 15W40, ( Untuk ambeient temp -10 C oli tsb mempunyai kekentalan SAE 15 W -
> Detiriorasi adalah peristiwa rusaknya oli karena pengaruh didalam oli itu sendiri.
> Deterioration,…degrade of quality of oil cause oxidation, high temp, high load -
> Demulsibility adalah sifat kemampuan oli untuk memisahkan dari air.
9. Viscosity Index ( VI )
> Adalah suatu angka yang menunjukkan kesetabilan viscosity oli thd perubahan suhu.
> VI = 1 ~ 29 Rendah
> VI = 30 ~ 79 Sedang
3
nt Wara - Adaro
temperatur.
3
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Filling Methode, Jangan membiarkan pipa isap pump menyentuh bagian dasar -
12. Pengertian dan fungsi additive ( additive asli dari oli) dan tambahan
> Additive adalah zat campuran yang ditambahkan pada base oil untuk mempertinggi -
alkaline dithicarbamates)
4
> Viscosity Index (pencegah menurunnya viscosity pada high temp).
4
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Tujuan dimasukkanya basa di dalam oli adalah untuk menetralkan asam yang timbul -
H2O, CO2, SO2, CO, Nox , dan SO2 yang sempat turun ke oil pan akibat -
kebocoran ring piston, akan bereaksi dengan uap air yang ada di oli pan, -
H2SO4, merupakan asam dan akan merusak daya lumas oli dan menimbulkan,
korosi, maka harus dinetralkan dengan basa, dan basa yang dipakai adalah -
Lama-kelamaan kandungan basa akan habis di dalam oli, dan dikatakan angka -
TBN-nya sudah turun, dan angka minimal yang diijinkan di indonesia adalah 12.
dengan komposisi spesifik sehingga menghasilkan base stock oil dengan kualitas -
yang terencana dan ter-prediksi kehandalannya. Sehingga oli ini sangat bermutu tinggi,
dan mempunyai Viscosity Index yang lebih tinggi dari Mineral Base Stocks Oil yang -
Contoh : Top One, Power Up, Omega, bahkan beberapa produsen oli besar di dunia juga-
II. GREASE
1. Fungsi Grease secara umum adalah :
> Sebagai pelumas padat.
5
dengan angka kekentalan dari : 000, 00, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,
5
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Colour Black
NLGI Consistency 2
Base Oil
Kinematics Viscosity
@ 40 C, cST 460
Cone Penetration
265/295
Worked @ 25 C, 0,1 mm
3. Aplikasi Grease
> Pada dasarnya aplikasi grease, adalah berbeda didalam penggunaanya, dan -
Misalnya, grease bagiann dalam, luar, untuk bearing, gear, terbuka, tertutup dll.
Contoh : Shell Albida HD2, adalah grease untuk aplikasi high performance high -
Contoh : Shell Albida HDX2, adalah grease untuk apilkasi high performance -
Contoh : Shell Maleaus GL, adalah grease untuk aplikasi, free extreme pressure -
Contoh : Shell Retinax Grease LX, adalah grease untuk aplikasi, high temp -
6
wheel bearing grease.
6
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
4. Handling Grease
> Simpan ditempat yang terlindung dari panas matahari dan hujan.
III. FUEL
> Untuk daerah dingin / Eropa adalah Fuel Light Oil ASTM D 975 No.1
> Apabila kadar sulfur didalam fuel 0,5 ~1 %, maka jadwal penggantia oli -
> Apabila kadar sulfur didalam fuel >1%, maka jadwal penggantian oli adalah -
lebih besar jika fuel bercampur dengan kerosene, dan merusak komponen fuel system.
> Kerosene mempunyai kadar sulfur yang tinggi, sehingga pembentukan asam didalam -
4. Fuel Handling
> Penyimpanan harus terlindung dari panas matahari dan hujan.
> Jika fuel didalam drum, pemasangan pompa isap tidak boleh menyentuh dasar drum -
IV. WATER
7
> Gunakan City Water.
7
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Anti freeze pada unit-unit Komatsu yang di-rekomendasi adalah Ethylene Glycol Base.
Contoh : AF-ACL dan AF-PTL dari Komatsu, AF engine Coolant dari Caltex,
> Sebelum dicampurkan ke dalam air radiator, terlebih dahulu harus diketahui pH air -
V. FILTER
1. Fungsi
> Sebagai penyaring.
2. Klasifikasi
ISO > Platted Paper Element.
> Screen.
> Strainer.
3. Filtering Area
> Luas bidang penyaringan filter.
4. Mesh dan Micron
> Mesh : Jumlah pori-pori perluasan Inchi dari sebuah filter.
8
> Terbungkus rapi dan tidak terbuka packing-nya.
8
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> INTRODUCTION
> Fuel banyak menimbulkan efek pada engine dari sekedar menghasilkan power.
> Juga menimbulkan cost operating yang sangat besar.
> Ketidak-beruntungan kadang terjadi ketika fuel cost naik tetapi kualitas yang -
memadai dari fuel tersebut tidak tersedia atau bermutu rendah.
> Fuel yang tidak baik kualitasnya sering membuat premature engine failure.
> Fuel di dalam engine adalah memproduksi power , dengan cara dikabutkan lalu
bercampur dengan udara yang bertemperatur tinggi, hasil kompresi piston di dalam
silinder, sehingga terjadi pembakaran yang bertekanan tinggi dan mendorong
piston-menuju ke bawah, dan menghasilkan power yang di transfer Crankshaft ke
Power-train.--
> Fuel yang sempurna akan terbakar secara komplit, tanpa meninggalkan residu
dan asap. Tetapi tidak fuel yang sesempurna itu.
9
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Heavy fuel akan menghasilkan banyak energy pada pembakaran, tetapi akan meninggalkan -
pembentukan deposit, pada ruang bakar, ring piston dan silinder liner, tentunya hal ini -
akan memperpendek umur engine, maka heavy fuel juga harus dihindari.
> Viscosity
> Viscosity berarti hambatan zat cair untuk mengalir, high viscosity pada fuel berarti fuel -
> Contoh rekomendasi mengenai viscosity fuel pada engine Caterpillar, yaitu 1,4 s/d 20 cST -
dengan kenaikkan temperature 20 derajat celcius dari feed pump sampai nozzle / injector.
> Cloud point adalah titik dimana, ada asap timbul pada fuel yang disebabkan karena -
temperature drop. Dimana hal ini akan menyebabkan lilin didalam kandungan fuel akan -
terbentuk secara alami sehingga menyebabkan filter buntu dan fuel terhenti mengalir -
ke Engine.
> Pour point adalah titik dimana, fuel menjadi beku, pour point juga ditentukan oleh -
kandungan lilin ( wax or paraffin ) didalam fuel ketika proses penyulingan ( refine ) minyak -
mentah ( crude oil ). Dengan bekunya fuel berarti suply fuel ke Engine berhenti.
> Water
> Air didalam fuel, dapat terjadi ketika proses pengiriman ataupun kondensasi ketika fuel -
di dalam tangki penyimpanan (main tank). Air garam dapat terjadi terutama pada engine -
Marine, yang dapat menyebabkan korosi secara berlebihan, juga air dapat menyebabkan -
berkurangnya pelumasan di dalam fuel system, dan menyebabkan juga endapan lumpur -
> Sediment
> Sediment di dalam fuel, dapat terdiri dari karat,endapan, terak welding, gram, lumpur -
yang sering didapatkan di fuel tanks atau masuk melalui fuel tank. Sediment menyebabkan -
> Kontaminasi dengan sludge dan fibers dapat terjadi ketika proses distribusi dan penyimpanan -
tranportasi lewat tongkang, distribusi melalui pipa-pipa penyalur. Kesemuanya ini adalah -
faktor-faktor penyebab adalanya sludge dan fiber di dalam fuel. Hal ini akan menyebabkan -
10
life time filter menurun, strainer buntu, filter cepat kotor.
10
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Asphaltenes
> Asphaltenes adalah komponen dari bahan asphalt yang merupakan bahan yang tidak
bisa larut di dalam diesel fuel tetapi larut pada gasoline (bensin). Asphalt menyebabkan
filter buntu, kadang-kadang juga asphalt banyak mengandung partikel metal seperti
nickel, iron, vanadium. Pembersihan turbin side pada turbocharger adalah perlu untuk
membersihkan deposit partikel-partikel tersebut. Asphlatenes atau komponen bahan
asphalt tidak terdapat pada fuel yang dihasilkan dari proses refine (penyulingan minyak
mentah).
> Microorganism in Fuel
> Air dan fuel adalah merupakan media untuk pertumbuhan bakteri. Sebuah bentuk
kehidupan yang sederhana pada air dan masuk ke dalam fuel. Mikroorganisma, fungi
ataupun bakteri di dalam fuel akan menyebabkan filter buntu dan korosi. Untuk
menghindari pertumbuhan bakteri di dalam fuel disamping jangan sampai menyimpan fuel
dalam waktu yang terlalu lama dan me-minimize kontak fuel dengan air, adalah dengan
mencampurkan semacam bahan aditive untuk membunuh atau menghambat
pertumbuhan bakteri tersebut.
11
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Vanadium
> Vanadium adalah metal yang biasanya terdapat pada heavy fuels. Vanadium
menyebabkan korosi yang tinggi sewaktu proses pembakaran, atau pada logam-logam
yang panas misalnya kalau di dalam komponen engine adalah terdapat pada exhaust
seat valve, exhaust valve, turbin turbocharger. Bahan vanadium yang panas ketika
pembakaran akan meleleh dan larut menempel pada exhaust valve (contoh), dan
mengambil lapisan oxide, sehingga akan mempercepat korosi pada valve. Korosi bahan
vanadium pada komponen engine dapat dicegah dengan cara membatasi exhaust
temperature, atau jangan sampai terjadi excessive exhaust temperature.
> Ash
> Ash adalah metal atau kontaminasi lain didalam fuel yang tidak bisa terbakar.
Penumpukan ash dapat menyebabkan over heat lokal pada permukaan logam seperti,
valve seat. Ash di dalam fuel dan ash deposits dapat menyebabkan abrasive wear pada
cylinder liner, piston rings, valve seats, injection pump, injector dan turbocharger.
> Aromatics
> Aromatics adalah perputaran structure kimia yang besar di dalam fuel dan sangat sukar
untuk terbakar. Fuel dengan aromatics yang tinggi akan memproduksi exhaust smoke
yang tinggi, dan biasanya angka cetane natural-nya rendah.
12
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Air
> Kandungan udara bisa terjadi di dalam fuel, bisa juga karena fuel lines bocor, terutama
suction lines. Udara di dalam fuel menyebabkan susah start, low power, smokes
problem.
> Gums and resins, adalah kandungan semacam lem dan damar yang ada di dalam fuel
yang terjadi karena adanya proses oxidation. Juga terjadi akibat penyimpanan yang
terlau lama. Kandungan gums dan resins akan menyebabkan kebuntuan pada fuel
injection lines dan mempercepat filter buntu.
> Centrifuging
> Heating
> Venting
13
> Additives
13
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Fuel Properties and Characteristics Permissible Fuels As Delivered To The Fuel System
Cetane Number or Cetane Index, (ASTM D613 or
Min. 35
calculated index) ( PC Engines )
14
14
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
VI. OIL
1. Understanding Oil
> Function
> Oli berfungsi nsebagai penyedia pelumasan yang cukup memadai untuk engine,
sebagai pembersih engine, menghindarkan dari karat dan korosi, sebagai pendingin dan
penyekat, sebagai pembentuk oil film sebagai bantalan "metal to metal contact" pada
komponen engine juga untuk mengurangi gesekan dan keausan.
> Base Stocks adalah bahan dasar oli, disini di bedakan atas 2 jenis, yaitu Base Mineral
yaitu dari minyak bumi dan Base Synthetic Oil berasal dari proses kimia dan vegetable
stocks. Bahan dasar oli ini menyediakan bahan basic lubrication, tetapi tanpa diberi
addtive, maka oli akan cepat rusak dan ter-detirioras dengan cepat pula.
> Mineral stocks oil berasal dari refinery minyak mentah atau minyak bumi. Pemilihan
dari bahan dasar minyak mentah dan proses refinery akan menentukan base stocks oil
characteristic. Dengan memperbanyak kandungan parafine wax (lilin) atau Parafine
crudes, maka akan didapatkan HVI atau High Viscosity Index. Untuk MVI atau Medium
Viscosity Index adalah napthenic crudes dan untuk LVI atau Low Viscosity index adalah
kandungan wax-nya yang sedikit. Mineral Stocks oil adalah oil pelumas yang umum
digunakan, disamping baik dalam penyedian juga sangat ekonomis dipertimbangkan dari
segi biaya.
> Additives
> Additives atau bahan tambah yang dicampurkan kedalam base oil adalah untuk
memodifikasi base oil agar mempunyai kemampuan atau performance sesuai dengan
yang dibutuhkan. Dibawah ini adalah additives yang biasa di gunakan :
Detergent
Detergents adalah additive untuk pembersih engine mencegah terjadinya deposits, dari
material-material yang tidak bisa dilarutkan. Bahan detergents yang banyak diguanakan
sekarang ini adalah metallic salts, yang antara lain jenisnya adalah sulfonats, phenats,
phosphonats atau salycylates.
15
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Detergent
Detergents adalah additive untuk pembersih engine mencegah terjadinya deposits, dari
material-material yang tidak bisa dilarutkan. Bahan detergents yang banyak diguanakan
sekarang ini adalah metallic salts, yang antara lain jenisnya adalah sulfonats, phenats,
phosphonats atau salycylates.
Alkalinity
Untuk menetralisir asam pada oli, yang terjadi pada proses pembakaran dan oksidasi
untuk dinetralkan menjadi material yang tidak berbahaya bagi system pelumas.
Oxidation Inhibitors
Mencegah meningkatnya viscosity akibat terbentuknya asam organic dari proses oksidasi
dan terbentuknya material carbon.
Dispersant
Adalah pencegah terbentuknya endapan lumpur, dengan cara membuat material
kontaminasi tetap tersebar di dalam oli, atau dengan kata lain tetap terbentuk suspensi oli
dengan bahan kontaminasi. Dispersant agents antara lain adalah, zinc dithiphosphates,
phenates sulfides, aromatics amines, sulfurid esters, dan hindered phenols.
Anti-wear
Mengurangi gesekan, dengan membentuk oil film, di permukaan metal, dan melindungi
dari korosi. Anti-wear agent antara lain adalah, alkaline detergents, zinc dithiphosphates,
dan dithicarbamates.
Pour-point Dipersant
Menjaga oli tetap berbentuk fluid pada suhu rendah, dengan mencegah terbentuknya
gumpalan wax atau lilin. Pour-point dispersant agents antara lain adalah,
polymethacrylates, styrene based polysters, crosslinked, alkyl phenols, dan alkyl
napthanlenes.
Ash adalah material sisa atau endapan di dalam oil yang tidak bisa terbakar. Ash ini
terdiri dari kandungan-kandungan additive oli, atau kandungan logam-logam yang lain
sebagai sumber terbentuknya ash. Terlalu banyak kandungan ash di dalam oli akan
menyebabkan terganggunya efisiensi dan power engine.
> Viscosity
Viscosity adalah salah satu hal yang terpenting di dalam oli. Viscosity dapat berarti juga
hambatan oli untuk mengalir. Viscosity berhubungan langsung tentang baik tidaknya
pembentukan oil film di metal surface yang langsung kontak dengan metal yang lain.
Viscosity yang terlau rendah menyebabkan pembentukan oil film yang kurang sempurna,
sebaliknya viscosity yang terlalu tinggi menyebabkan beratnya oli untuk mengalir dan
kurang cepat sampai ke komponen-komponen bergerak yang segera membutuhkan
pelumasan.
2. Dirt : Dirt atau debu/kotoran dapat datang dari hembusan udara kompresi atau carbon
bekas pembakaran, yang turun melalui oil film yang di scrap oleh piston ring menuju oil
pan. Dirt dapat juga masuk melalui gasket-gasket yang rusak di engine.
3. Soot : Soot adalah termasuk bagian dari fuel yang terbakar. Asap hitam dan air filter
yang kotor adalah indikasi adanya fuel soot. Combustion system design juga merupakan
kontribusi adanya fuel soot ini. Soot menyebabkan oli berwarna hitam, dan dijaga tetap
sebagai suspensi oleh dispersant additive. Oli akan terdegradasi dengan cepat jika fuel
soot ini meningkat dan juga mempercepat keausan.
4. Fuel : Fuel di dalam oli dikenal dengan "fuel dilution", adalah adanya kontaminasi fuel
secara langsung di dalam oli, hal ini disebabkan oleh fuel system yang tidak sempurna,
misalnya over fuel melalui nozzle, kerusakan pada plunger fuel injection pump.
5. Water : Air di dalam oli dapat dihasilkan dari uap air hasil pembakaran, juga melalui
kondensasi uap air di dalam crankcase, terutama ketika operasi di suhu lingkungan yang
rendah.
6. Ethylene glycol / anti freeze : Kontaminasi ini menunjukkan adanya kebocoran
coolant / air pendingin ke dalam oli dan problem ini harus ditangani dengan segera.
Kontaminasi ini dapat menyebakan pembentukan lumpur dan filter buntu.
17
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
> Degradation
Hal lain yang membuat oli menurun kualitasnya adalah degradation, tidak seperti kontaminasi
yaitu material yang secara langsung dapat dilihat di dalam oli melalui laboratorium.
Degradation disebabkan oleh low jacket water temperature, high humidity, oil consumption,
engine load, dan pemilihan fuel yang kurang tepat serta poor maintenance. Ada 3 hal yang
menunjukkan oli ter-degradation, yaitu oxidation products, sulfur products, dan nitration
products.
1. Wear Analysis : Diagnostic test yang didesign, untuk mengidentifikasi dan mengukur
contamination dan degradation. Pada wear analysis ini terdeteksi juga jenis-jenis material
kontaminasi dan selanjutnya dapat diprediksi komponen-komponen engine yang
mengalami keausaan.
2. Chemical and Physical Test : Mendeteksi adanya water, fuel dan antifreeze di
dalam oli, dan menentukan apakah kandungan tersebut melebihi batas atau tidak.
3. Oil Condition Analysis : Test ini disebut juga infrared analysis, untuk mendeteksi
dan mengukur kandungan fuel soot dan sulfur, oxidation dan nitration products. Infrared
analysis juga dapat digunakan untuk menentukan reduce, maintain or extend oil change
intervals dalam kondisi aplikasi yang khusus (operation).
18
Development Wara - Adaro
18
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
VII. COOLANT
7% Others
>>> Function : Remove the proper amount of heat to keep the engine running at correct operating temperatures.
>>> Proper cooling system design and maintenance is an importance part of the satisfactory operation and service o
an engine. Understanding how the cooling system works can help reduce owning and operating cost.
>>> The others component of the machine that remove heat from cooling system…..after coolers, transmission oil co
hydraulic oil cooler, torque converter / retarder oil cooler..etc.
19
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Coolant Boils Depends on Three Factors, Altitude, Pressure and Anti Freeze Contents
12000 3700
10000 3000
8000 2400
6000 1800
4000 1200
2000 600
sea level 0
20
Boiling Point of Water ( Without Anti Freeze )
20
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Understanding of Cooling System
>>> A cooling system regulates temperature by transfering heat from the engine to the coolant and , eventually , into
>>> A major factor of heat transfer is the difference between the temperature of coolant inside the radiator and
the temperature of surrounding air. High difference means increase the rate of heat transfer.
>>> If it starts, to boil or steam, coolant is phused out of the radiator's pressure relief valve.
Boiling Point of Coolant at Varying Antifreeze (Concentrations) Higher ethylene glycol concentrations is higher
% Concentrations Temperature Boil boiling point temperature. However , ethylene
20 103' Celcius glycol is less effective at transfering heat than
30 104' Celcius water. Correct concentration of ethylene glycol
40 106' Celcius is crucial.
50 108' Celcius
60 111' Celcius
21
21
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Coolant Properties
>>> Generally, a coolant mixture consist of water combined with suplemental coolant additive.
>>> Actually water source contains contaminant levels to various degrees, and this contaminants form acids or scale
that can reduce cooling system service life.
Sulfate (SO4), gr/gal (ppm) 5,9 (100) max D516b, D516d, D4327
>>> Water can be used in a coolant mixture if contaminant levels are not excessive.
22
22
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Coolant Properties
>>> Antifreeze , include anti foam, protection against metal corrosion ( Additive ).
Even when an over concetration does occur, inhibitor can drop out of solution.
This over concentration can causethe following problems in cooling system:
>>> reduction in heat transfer due to chemical deposits, chemical precipitates and silica gel.
>>> premature water pump seal leakage or failure due to precipitates and chemical deposits on the seal face.
23
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Functional Effects of Cooling System
Corrosion is a chemical or electrochemical action that gradually wears away metal surfaces -
in the cooling system.
>>> Type of corrosion are pitting and cavitation errosion, rust, acidity-alkalinity imbalance, and
galvanic and electrolytic corrosion.
>>> 1 Ampere of current flowing for thirty hours remove one ounce of iron.
>>> Cavitation……occur when explosion of air bubbles remove metal oxide of cylinder wall.
24
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Functional Effects Cylinder wall Cylinder wall Cylinder wall
Coolant
Eventually, a pit can become deep to break through the
cylinder wall and allow coolant to leak in to cylinder
Piston
- Multiplies vibration when the engine is lugged.
25
Piston
25
Functions Effects Mechanic Development Wara-Adaro
Functional Effects of Cooling System
Rust
>>> Caused by oxidation witih the cooling syetem.
>>> Heat and moist air accelerate this rust process.
>>> Rusting leaves residual scale deposits that can clog the cooling system.
>>> Accelerate wear and reduces the efficiency of heat transfer.
Acidity- 14,0
Progressively More
Alkalinity
Avoid Alkaline Corrosion of
Imbalance
Aluminum and Solder Material
11,0
10,5
Range
Desired
8,5
7,0
Progressively More
Acidic Corrosion of
Material
pH Level 1,0
26
26
Functional Effects Mechanic Development Wara - Adaro
Functional Effects of Cooling System
Galvanic and Electrolity Corrosion
Electrolity Corrosion
>>> Occurs when the source of current flow through the coolant is external.
>>> Cause by bad grounding between engine and chasiss.
>>> Should be 0.3 ohm resitance between electrical component and battery negative.
>>> Aluminum material parts are susceptible to electrolytic corrosion.
AL
Corrosion Area
Coolant Coolant
27
lopment Wara - Adaro
27
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
>>> Scale and deposits reduce heat transfer ( cooling system efficiency).
Aeration
Aeration become when air leakage into the cooling system.
>>> Causes foaming/bubbles in cooling system.
>>> Foaming and bubbles promotes pitting cooling system component ( water pump )
>>> Bubbles and foam increase significantly if the exhaus gas enter the cooling system.
28
lopment Wara - Adaro
e-
ump )
ystem.
28
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
Coolant-Related Failures
>>> Overheating typically causes cracking of cylinder heads and cylinder block, and seizure of pistons.
>>> Overcooling typically causes sludge formation and carbon build-up.
29
Wara - Adaro
e of pistons.
w.
29
Maintenance Basic Mechanic Development Wara - Adaro
UMUM
Engine Low Idle
Engine High Idle
Rated Speed
Stall Speed
Hydraulic Stall Speed
Full Stall Speed
Modulating Time
Compression Pressure
Blow by Pressure
Engine Hunting
Turbocharger Play
Boost Pressure
Hydraulic Drift
Internal Leakage of Pump
Relief Pressure
Safety Pressure