Prosiding Seminar Nasional Kesehatan ISSN: 2684-9518
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Surabaya, 9 Nopember 2019
Analisis Uji Image Uniformity Perangkat Computed
Radiography (CR) Dengan Pengolahan Citra Digital
Yudhi Frasetya, Bambang Guruh Irianto, Tri Bowo Indrato
Jurusan Teknik Elektromedik Poltekkes Kemenkes, Surabaya
Jl. Pucang Jajar Timur No. 10, Surabaya, 60245, Indonesia
yudhifrasetya@[Link], bgi_dha@[Link], tribowo.tem81@[Link],
Abstrak—Computed Radiography (CR) merupakan sistem radiografi yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dengan
pengolahan citra untuk menangani ketidaktetapan kualitas citra. Citra adalah representasi optis dari sebuah obyek yang disinari oleh
sumber radiasi. Keluaran citra yang buruk dapat mengakibatkan informasi yang hilang atau tidak tampak dan memberikan dosis
radiasi tambahan bagi pihak yang terkait di dalam pemeriksaan. Kualitas citra dapat dijaga dengan melakukan kontrol kualitas (QC),
dan salah satu aspek kontrol kualitas (QC) adalah uji image uniformity pada citra computed radiography (CR). Image uniformity
merupakan tingkat keseragaman yang diperoleh pada citra computed radiography (CR). Image uniformity menentukan kualitas citra
pada pemeriksaan radiologi untuk memperoleh informasi diagnostik yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
nilai penyimpangan dari duah image plate yang diuji dan mengetahui laik atau tidak image plate yang digunakan sebagai diagnosa.
Pada penelitian ini menggunakan dua buah image plate ukuran 35 x 43 dengan nomor ID 9104509211 dan 9104509214. Dua buah image
plate dieksposi dengan variasi tegangan tabung 50, 53, 60, 70 kV serta kuat arus dan waktu 10, 22, 28, 40 mAs. Data dari citra yang
diuji diambil berupa format file DICOM yang kemudian diolah dan dianalisa dengan perangkat lunak Matlab. Setelah dianalisa, nilai
penyimpangan yang diperoleh pada image plate ID 9104509211 berkisar antara 0,02% - 1,88% dan image plate ID 9104509214 berkisar
antara 0,01% - 1,81% pada minggu ke 7. Hasil analisa menunjukkan image plate yang digunakan laik pakai karena masih dalam batas
toleransi sebesar 10% yang ditetapkan AAPM.
Kata Kunci—Computed Radiography; Citra; Image Plate; Image Uniformity; Matlab
I. PENDAHULUAN melakukan Quality Control (QC). Salah satu aspek QC yang
dilakukan pada perangkat CR adalah menguji image uniformity
pada citra CR. Uji image uniformity pada perangkat CR dapat
Computed Radiography (CR) merupakan salah satu teknik dilakukan dengan metode pengolahan citra digital.
Digital Radiography menggunakan detektor photostimulable
storage phosphor (PSP) yang dapat mengakuisisi data dan D. R. Ningtias [2] melakukan penelitian pembuatan dan
menampilkan citra pada monitor. Berbeda dengan radiografi penghitungan kualitas citra digital menggunakan program
konvensional yang menggunakan film screen sebagai media Modulation Transfer Function (MTF) pada sistem CR untuk
penampil citra, pada CR proses pengumpulan, pengolahan, kegiatan Quality Control (QC). MTF digunakan untuk
penampilan dan penyimpanan citra radiografi menggunakan menganalisis resolusi spasial citra digital. Pada penelitian ini
image plate yang terbuat dari bahan fosfor. Bentuk format citra menggunakan phantom tembaga ukuran 15 x 15 cm dengan
yang dihasilkan oleh CR adalah dalam bentuk DICOM (Digital tebal 1 mm, phantom dieksposi dengan variasi tegangan tabung
Imaging and Communication in Medicine). Format citra 50, 60, 70 dan 81 kV serta variasi arus tabung 1.6, 2, 4, 8, 16
DICOM memiliki keunggulan yaitu bila dilakukan pembesaran dan 32 mAs. Dari hasil penelitian didapat semakin tinggi
citra maka tidak akan mengalami perubahan nilai piksel dan tegangan yang digunakan, maka kualitas citra semakin baik
resolusinya tetap. Citra adalah representasi optis dari sebuah dengan arus optimal pada rentang 4 – 8 mAs dengan rata – rata
obyek yang disinari oleh sumber radiasi. Citra yang dihasilkan nilai reolusi spasial 7,26 lp/mm. Arnefia Mei Yusnida [3]
oleh CR termasuk dalam tipe citra digital. Citra digital melakukan penelitian uji image uniformity pada CR dengan
merupakan citra yang dihasilkan dari pengolahan pengolahan citra digital. Pada penelitian ini menggunakan
menggunakan komputer, dengan cara merepresentasikan citra image plate ukuran 35 x 35 dengan plate ID 9103073519,
secara numerik. Citra ditampilan dalam bentuk matrik (kolom image plate dieksposi dengan kondisi tegangan tabung 80 kV
dan baris). Satu elemen matrik disebut picture element (pixel) dan variasi kuat arus dan waktu 40, 50, 60 mAs. Pengolahan
yang menunjukkan nilai tingkat keabuan (grey level) dari citra menggunakan perangkat lunak Matlab dan menentukan
elemen citra. Keluaran citra yang buruk oleh perangkat CR Region of Interest (ROI) sebagai titik pengukuran. Dari hasil
dapat mengakibatkan penyinaran ulang dan memberikan dosis penelitian diperoleh deviasi rata – rata piksel tiap ROI yang
radiasi tambahan yang akan merugikan pihak terkait dalam dihasilkan oleh citra uji berkisar antara 0,17% - 1,03% dari rata
pemeriksaan. Kualitas citra yang baik akan memberikan rata keseluruhan. Nilai tersebut masih dalam batas toleransi
diagnosa yang tepat, karena tidak ada informasi yang hilang yang ditetapkan oleh American Association of Physicists in
atau tidak tampak [1]. Kualitas citra dapat dijaga dengan
[Link] 173
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan ISSN: 2684-9518
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Surabaya, 9 Nopember 2019
Medicine (AAPM) sebesar 10%, sehingga image plate yang
diuji dikatakan laik untuk digunakan.
Didasari permasalahan diatas, maka objek penelitian ini
adalah mengembangkan uji image unifomirty pada perangkat
CR dengan pengolahan citra digital dengan penambahan
tercatatnya banyak penggunaan image plate yang diuji.
Sehingga pada penelitian ini diharapkan dapat mengetahui
pengaruh banyak jumlah penggunaan image plate terhadap
nilai deviasi rata – rata piksel dari citra image plate yang diuji.
Gambar. 1. Diagram blok penelitian
Studi ini menyiratkan bahwa uji image uniformity perangkat
CR yang merupakan salah satu aspek Quality Control (QC) C. Diagram Alir
untuk memastikan kualitas citra yang dihasilkan perangkat CR Tahap penelitian seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 2.
baik dapat dilakukan oleh user (radiografer) maupun teknisi Untuk setiap kaset CR yang digunakan, baik itu kaset CR baru
penanggung jawab alat kesehatan di Rumah Sakit maupun kaset CR lama A dan B sebelum dilakukan
(elektromedis) tanpa biaya dan hanya menggunakan perangkat pengambilan data (citra) diatur luas penyinaran (kolimasi)
lunak sebagai pengolah citra digital. seukuran luas ukuran kaset CR yang digunakan. Jika luas
II. BAHAN-BAHAN DAN METODE kolimasi yang diatur sudah sesuai, selanjutnya atur tegangan
tabung serta kuat arus dan waktu yang digunakan. Pada
A. Setting Percobaan penelitian ini menggunakan 4 variasi faktor eksposi, yaitu 53
Penelitian ini menggunakan satu unit perangkat CR dan kv 10 mAs, 50 kV 40 mAs, 60 kV 28 mAs, 70 kV 22 mAs
pesawat rontgen konvensional dimana pengambilan data dengan FFD 100 cm. Kaset CR yang telah dieksposi
dilakukan selama ± 12 minggu . selanjutnya diproses oleh reader CR dan ditampilkan berupa
citra pada layar monitor CR. Setiap faktor eksposi diambil
1) Bahan dan Alat
data (citra) sebanyak 5 kali. Masing – masing dari citra yang
Penelitian ini menggunakan pesawat rontgen konvensional
diperoleh kemudian diambil data berupa format file DICOM
pabrikan Hitachi Radnext 50, perangkat CR pabrikan
Carestream dengan image plate ukuran 35 x 43 dan perangkat yang selanjutnya diolah dan dianalisa dengan perangkat lunak
lunak Matlab. Matlab.
Sedangkan pada Gambar 3, menjelaskan diagram alir
2) Eksperimen mengenai proses penelitian kaset CR lama A dan B. Sebelum
Dalam penelitian ini, eksposi pada IP dilakukan tanpa pengambilan data pertama, kaset CR lama A dan B dicatat
obyek. Eksposi dilakukan pada tegangan tabung 50, 53, 60, 70 jumlah total penggunaannya. Selanjutnya, diambil data (citra)
kV dan kuat arus dan waktu 10, 22, 28, 40 mAs. Jarak antara dengan variasi faktor eksposi yang digunakan. Masing –
sumber – image plate (FFD) adalah 100 cm. Pada setiap masing faktor eksposi yang digunakan diambil data (citra)
variasi tegangan tabung serta kuat arus dan waktu yang sebanyak 5 kali. Perlakuan berlanjut hingga minggu ke 12,
digunakan akan diperoleh citra digital. yang mana di setiap minggunya sebelum melakukan
Selanjutnya, citra digital yang dihasilkan akan diolah dan pengambilan data tetap mencatat jumlah total penggunaan
dianalisa nilai image uniformitynya oleh perangkat lunak kaset yang diuji. Sehingga setiap pengambilan data dapat
Matlab. Pada perangkat lunak Matlab, ditentukan posisi ROI diketahui kaset yang diuji tersebut di penggunaan yang ke
dan menghitung nilai rata – rata. Daerah yang digunakan berapa kali.
sebagai ROI meliputi empat kuadran dan di pusat berkas
eksposi.
B. Diagram Blok
Dalam penelitian ini, pesawat rontgen (x – ray) digunakan
sebagai sumber radiasi. Menggunakan tiga buah kaset ukuran
35 x 43 yang menghasilkan ukuran piksel 2048 x 2500. Kaset
CR baru digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui
kondisi awal uniformity pada image plate yang belum pernah
digunakan untuk pemeriksaan (diagnosa). Kaset CR lama A
dan B ini sebagai fokus penelitian, yang di setiap minggu nya
diambil data (citra) untuk diolah dan dianalisa. Kolimasi untuk
pengambilan citra sama dengan luas ukuran kaset. Hasil
eksposi pada kaset kemudian diproses oleh reader CR dan
ditampilkan citra pada layar monitor perangkat CR.
Selanjutnya, file citra yang diperoleh berupa format file
DICOM dikirim ke flashdisk. File yang diperoleh kemudian
diolah dan dianalisa menggunakan perangkat lunak Matlab
untuk mengetahui nilai image uniformitynya.
Gambar.2. Diagram alir penelitian
[Link] 174
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan ISSN: 2684-9518
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Surabaya, 9 Nopember 2019
Pada Gambar 4. merupakan citra yang diuji serta hasil crop
pada 5 ROI yang sudah ditentukan. Daerah yang digunakan
sebagai ROI meliputi kiri atas, kanan atas, kiri bawah, kanan
bawah dan tengah dari gambar (citra) sesuai perintah yang
ditulis pada program. Kaset CR yang digunakan pada
penelitian menghasilkan ukuran piksel 2048 x 2500. ROI
sebagai sampel pengujian diambil dengan luasan 400 x 400.
Nilai grey level yang diperoleh pada masing – masing piksel
gambar (citra) menggambarkan respon IP terhadap radiasi
sinar X. Data yang diperoleh dari citra yang diuji ditampilkan
pada Tabel 1. – 8.
Tabel 1. Data citra kaset A dengan faktor eksposi 53 kV, 10 mAs
Deviasi
Minggu
ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
0.88 0.09 1.38 1.01 0.42
0.86 0.18 1.42 1.11 0.38
2 0.89 0.13 1.42 1.07 0.40
0.88 0.15 1.42 1.09 0.40
0.91 0.17 1.43 1.11 0.41
1.06 0.10 1.79 0.98 0.35
1.07 0.13 1.80 0.96 0.36
5 1.09 0.13 1.80 0.96 0.38
1.08 0.12 1.78 0.96 0.37
1.05 0.13 1.81 0.97 0.35
1.14 0.17 1.80 0.95 0.46
1.12 0.16 1.81 0.95 0.44
7 1.13 0.13 1.80 0.98 0.44
1.10 0.15 1.79 0.97 0.43
1.10 0.12 1.79 0.98 0.42
Tabel 2. Data citra kaset A dengan faktor eksposi 50 kV, 40 mAs
Deviasi
Minggu
ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
0.75 0.09 1.30 0.93 0.28
0.75 0.11 1.30 0.95 0.30
2 0.73 0.09 1.30 0.92 0.26
0.91 0.15 1.55 0.80 0.30
0.95 0.11 1.56 0.83 0.32
5 0.96 0.13 1.56 0.81 0.33
0.95 0.07 1.56 0.86 0.31
0.97 0.12 1.56 0.82 0.35
0.96 0.08 1.54 0.86 0.36
0.99 0.07 1.55 0.86 0.38
7 0.99 0.06 1.54 0.88 0.38
Gambar.3. Diagram alir penelitian kaset CR lama A dan B 1.01 0.05 1.55 0.89 0.40
1.01 0.04 1.54 0.89 0.40
Tabel 3. Data citra kaset A dengan faktor eksposi 60 kV, 28 mAs
III. HASIL Deviasi
Minggu
ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
0.68 0.04 1.31 0.87 0.21
Pada penelitian ini, pengolahan dan analisa dari citra yang 0.71 0.01 1.30 0.83 0.23
diuji menggunakan perangkat lunak Matlab. Dari perintah 2 0.69 0.00 1.31 0.83 0.21
program yang dijalankan akan menampilkan hasil seperti
Gambar 4.
0.80 0.18 1.53 0.75 0.20
0.84 0.18 1.54 0.74 0.23
5 0.82 0.18 1.53 0.74 0.21
0.82 0.18 1.53 0.74 0.21
0.83 0.16 1.53 0.75 0.21
0.86 0.15 1.54 0.79 0.26
0.87 0.15 1.54 0.79 0.27
7 0.89 0.15 1.54 0.78 0.28
0.88 0.13 1.54 0.80 0.27
0.90 0.14 1.54 0.79 0.29
Gambar.4. Hasil running program Matlab
[Link] 175
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan ISSN: 2684-9518
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Surabaya, 9 Nopember 2019
Tabel 4. Data citra kaset A dengan faktor eksposi 70 kV, 22 mAs Tabel 7. Data citra kaset B dengan faktor eksposi 60 kV, 28 mAs
Deviasi Deviasi
Minggu Minggu
ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
0.71 0.11 1.35 0.72 0.20 1.17 0.37 0.38 0.56 0.97
0.71 0.12 1.35 0.72 0.20 1.19 0.43 0.37 0.60 0.98
2 0.70 0.10 1.35 0.74 0.19 2 1.19 0.42 0.37 0.59 0.99
0.84 0.32 1.55 0.61 0.22 1.39 0.36 0.19 0.34 1.18
0.88 0.29 1.55 0.62 0.25 1.38 0.38 0.18 0.36 1.17
5 0.90 0.28 1.54 0.63 0.27 5 1.38 0.36 0.18 0.34 1.17
0.90 0.28 1.55 0.64 0.28 1.39 0.36 0.17 0.33 1.19
0.85 0.31 1.54 0.61 0.23 1.39 0.35 0.16 0.32 1.19
0.87 0.25 1.55 0.69 0.25 1.45 0.41 0.08 0.36 1.31
0.90 0.20 1.55 0.74 0.29 1.48 0.41 0.08 0.34 1.34
7 0.86 0.25 1.55 0.68 0.24 7 1.49 0.44 0.08 0.38 1.34
0.87 0.28 1.53 0.65 0.26 1.49 0.43 0.08 0.36 1.34
0.91 0.25 1.53 0.67 0.29 1.50 0.43 0.08 0.36 1.34
Tabel 8. Data citra kaset B dengan faktor eksposi 70 kV, 22 mAs
Tabel 5. Data citra kaset B dengan faktor eksposi 53 kV, 10 mAs
Deviasi
Deviasi Minggu
Minggu ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
1.14 0.27 0.43 0.49 0.93
1.53 0.60 0.29 0.73 1.36
1.14 0.27 0.43 0.49 0.92
1.52 0.58 0.30 0.73 1.37
2 1.16 0.27 0.43 0.47 0.93
2 1.53 0.60 0.30 0.74 1.36
1.54 0.58 0.29 0.71 1.37
1.50 0.61 0.34 0.77 1.32
1.81 2.35 0.42 2.47 2.11
1.74 0.58 0.12 0.53 1.56
1.38 0.27 0.21 0.25 1.16
1.78 0.56 0.13 0.51 1.61
5 1.39 0.24 0.20 0.23 1.18
5 1.87 0.58 0.11 0.48 1.66
1.39 0.29 0.20 0.28 1.18
1.86 0.57 0.11 0.48 1.66
1.41 0.28 0.20 0.27 1.21
1.83 0.57 0.11 0.47 1.63
1.45 0.29 0.10 0.23 1.30
1.89 0.59 0.03 0.44 1.77
1.48 0.31 0.09 0.25 1.32
1.89 0.60 0.03 0.45 1.77
7 1.48 0.32 0.09 0.25 1.33
7 1.88 0.53 0.02 0.39 1.76
1.49 0.34 0.09 0.27 1.34
1.87 0.57 0.03 0.42 1.75
1.49 0.33 0.09 0.26 1.33
1.88 0.55 0.03 0.41 1.77
Tabel 6. Data citra kaset B dengan faktor eksposi 50 kV, 40 mAs
Deviasi
IV. PEMBAHASAN
Minggu
ROI A ROI B ROI C ROI D ROI E
1.27 0.50 0.37 0.66 1.06 Dari hasil pengolahan citra yang diuji menggunakan
1.23 0.49 0.37 0.67 1.03 perangkat lunak Matlab, diperoleh hasil pada kaset CR A
2 1.24 0.49 0.36 0.68 1.06
dengan faktor eksposi 53 kV, 20 mAs deviasi rata – rata
berkisar antara 0,01% - 1,81%, pada faktor eksposi 50 kV, 40
1.46 0.43 0.17 0.40 1.26 mAs deviasi rata – rata berkisar antara 0,01% - 1,56%, pada
1.48 0.46 0.18 0.42 1.26 faktor eksposi 60 kV, 28 mAs deviasi rata – rata berkisar antara
5 1.50 0.48 0.17 0.44 1.28 0,01% - 1,54%, pada faktor eksposi 70 kV, 22 mAs deviasi rata
1.48 0.48 0.16 0.44 1.27 – rata berkisar antara 0,1% - 1,53%. Sementara pada kaset B
1.49 0.47 0.17 0.43 1.28 dengan faktor eksposi 53 kV, 10 mAs deviasi rata – rata
1.57 0.48 0.05 0.40 1.44
berkisar antara 0,02% - 1,88%, pada faktor eksposi 50 kV, 40
1.58 0.51 0.06 0.42 1.44
7 1.61 0.51 0.05 0.42 1.46
mAs deviasi rata – rata berkisar antara 0,05% - 1,61%, pada
1.58 0.51 0.05 0.42 1.45 faktor eksposi 60 kV, 28 mAs deviasi rata – rata berkisar antara
1.58 0.41 0.05 0.33 1.44 0,08% - 1,5%, pada faktor eksposi 70 kV, 22 mAs deviasi rata
– rata berkisar antara 0,09% - 1,49%. Nilai deviasi yang
diperoleh dari berbagai faktor eksposi yang digunakan masih
dalam batas toleransi untuk pengujian image uniformity dari
AAPM No 93 Tahun 2006 sebesar 10%.
Dari hasil yang telah diolah, terlihat adanya kenaikan nilai
deviasi rata – rata pada setiap faktor eksposi yang digunakan di
setiap minggunya. Tetapi kenaikan dari nilai deviasi rata – rata
itu tidak selalu cenderung naik, ada di beberapa pengambilan
data nilai deviasi rata – rata lebih rendah dari pengambilan data
(citra) yang sebelumnya di minggu yang sama. Selisih
perbedaan nilai deviasi rata – rata di setiap minggu juga tidak
lebih dari 0,1%.
[Link] 176
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan ISSN: 2684-9518
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Surabaya, 9 Nopember 2019
Di beberapa titik ROI juga didapatkan hasil nilai deviasi
rata – rata di setiap minggunya mengalami penurunan.
Terutama pada kaset CR B. Nilai deviasi rata – rata semakin
mendekati 0,0%, sehingga dapat dikatakan pada titik ROI
tersebut sebaran data homogen. Sehingga dapat dikatakan
uniformitynya sangat baik.
Penelitian ini mencoba untuk menunjukkan adanya
pengaruh banyak penggunaan kaset terhadap uniformity kaset
CR, akan tetapi pengaruh dari banyaknya penggunaan kaset
CR tidak terlalu signifikan. Pada variasi faktor eksposi yang
digunakan dalam penelitian ini juga didapatkan nilai deviasi
rata – rata tidak berbeda jauh. Adanya penurunan nilai deviasi
rata – rata di beberapa titik ROI terutama pada kaset CR B bisa
disebabkan oleh faktor eksternal. Salah satunya yaitu kesalahan
perlakuan peneliti dalam pengambilan data (citra) atau bisa
disebabkan faktor lain.
V. KESIMPULAN
Dari hasil pengujian dengan menggunakan perangkat lunak
Matlab dengan beberapa faktor eksposi yang digunakan pada
kaset CR A didapatkan nilai deviasi rata – rata antara 0,01% -
1,81% dan kaset CR B nilai deviasi rata – rata antara 0,02% -
1,88% yang berarti kaset CR yang diuji dapat dikatakan laik
digunakan untuk pemeriksaan radiologi karena masih dalam
batas toleransi yang ditetapkan AAPM sebesar 10%.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Strauss, L. J., 2012. Image Quality Depedence on Image Processing
Software in Computed Radiography. Department of Medical
Physics, University of The Free State, Bloemfontein.
[2] D. R. Ningtias, S. Suryono dan Susilo, 2016. Pengukuran Kualitas
Citra Digital Computed Radiography Menggunakan Program
Pengolah Citra. Jurnal, Semarang : Universitas Diponegoro.
[3] Arnefia Mei Yusnida dan Suryono, 2014. Uji Image Uniformity
Perangkat Computed Radiography Dengan Pengolahan Citra
Digital. Jurnal, Semarang : Universitas Diponegoro.
[4] Indah Annisa, 2012. Optimasi Citra Fantom Rando Man
Menggunakan Computed Radiography Agfa Tipe PSP MID 4.0
Untuk Pemeriksaan Kepala PA, Thorax PA dan Abdomen AP. Tesis,
Jakarta : Universitas Indonesia.
[5] Artz, D. S. (1997). Computed Radiography for the Radiological
Technologist. Seminars in Roentgenology, 32(1), 12-24.
[6] Korner, M., Weber, C. H., Wirth, S., Pfeifer, K. J., Reiser, M. F., &
Treitl, M. (2007). Advances in Digital Radiography: Physical
Principles and System Overview 1. Radiographics, 27(3), 675-686.
[7] Wijaya, M. C. H., 2007. Pengolahan Citra Digital Menggunakan
Matlab Image Processing Toolbox. Skripsi. Surabaya: Institut
Teknologi Sepuluh Nopember.
[8] American Association of Physicists in Medicine. 2006. Acceptance
Testing and Quality Control Storage Phospor Imaging System.
Collage Park: American Association of Physicists in Medicine
[9] "Quality Control In Radiography", Uniformity of CR Processing, 3
April 2015, <[Link]
[diakses pada 3 November 2019 19:00]
[Link] 177