Konsep Dasar Manajemen SDM Efektif
Konsep Dasar Manajemen SDM Efektif
Puji dan syukur senantiasa saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, bimbingan dan hidayah-Nya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Adapun judul dari makalah ini adalah “Konsep Dasar MSDM”
Makalah ini merupakan hasil kerja yang maksimal sesuai dengan tenaga dan kemampuan
yang saya miliki, namun saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan dan kelemahannya. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya adalah segala sesuatu yang merupakan aset perusahaan untuk mencapai
tujuannya. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikategorikan atas empat tipe sumber daya,
seperti Finansial, Fisik, Manusia dan Kemampuan Teknologi.
Sumber daya finansial merupakan salah satu unsur penting dalam rangka membentuk
perusahaan yang maju dan terus berkembang karena berhubungan dengan saham yang merupakan
modal utama dalam membangun sebuah perusahaan dan mengembangkan serta melanjutkan
perusahaan tersebut.
Sumber daya fisik merupakan sumber daya yang menyangkut penunjang secara fisik
berdirinya suatu perusahaan seperti alat-alat kelengkapannya. Sumber daya manusia merupakan
sektor sentral dan penting dalam rangka pencapaian tujuan di suatu perusahaan, karena dengan adanya
kemampuan skill para pekerja dan kualitas sumber daya manusia dapat menggerakan perusahaan
dengan baik dan benar.
B. Rumusan Masalah
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi para wirausahawan Makalah ini dapat menambah wawasan mengenai manajemen
sumber daya manusia dan dapat menggugah untuk dapat terus meningkatkan kualitas sumber
daya manusia dalam usahanya.
2. Bagi rekan-rekan mahasiswa Makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai
manajemen sumber daya manusia yang merupakan salah satu materi dalam mata kuliah
pengantar manajemen.
3. Bagi Pembaca Makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca mengenai manajemen
sumber daya manusia dan agar para pembaca dapat mengimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari.
E. Sistematika Penulisan
Sistematika uraian makalah ini terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan yang meliputi latar
belakang masalah, tujuan, sistematika uraian. Kedua isi atau kajian teori dan pembahasan. Ketiga
penutup yang berisi kesimpulan dan saran dilengkapi dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
BAB II
KONSEP DASAR MSDM
Tugas MSDM berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang
dimilikinya seefektif mungkin sehingga dapat diperoleh sumber daya manusia yang puas (atisfied)
dan memuaskan (satisfactory) bagi organisasi . MSDM merupakan bagian darimnajemen umumnya
yang menfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia . Perhatian ini mencakup fungsi manajerial,
fungsi operasional, dan peran serta kedudukan sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan- tujuan
organisasi secara terpadu.
Lingkup MSDM meliputi semua aktifitas yang berhubungan dengan sumber daya manusia
dalam organisasi seperti yang dikatakan Russel & Bernadin bahwa “… all decisions which affect the
workforce concern the organization’s human resource management function. Aktivitas-aaktivitas
yang berkaitan dengan MSDM ini secara umum mencakup:
1) Rancangan Organisasi
Perencanaan sumber daya manusia
Analisis pekerjaan
Rancangan pekerjaan
Tim kerja (sistem sosioteknik)
Sistem informasi
2) Staffing
Rekrut/interview/mempekerjakan
Affiirmative action
Promosi/pemindahan/separasi
Pelayanan-pelayanan outplacement
Pengangkatan /orientasi
Metode-metode selksi pekerja
3) Sistem Reward,tunjangan-tunjangan, dan pematuhan/ compliace.
Pelayanan-pelayanan kesehatan
Prosedur-prosedur pengaduan
Administrasi kompensasi
Administrasi pengupahan /penggajian
Administrasi tujangan asuransi
Rencana-rencana pembagian keuntungan/pensiun
Hubungan –hubungan kerja
4) Manejemen Performansi
Penilaian manejemen/MBO
Program peningkatan/ Produktivitas
peniaian performansi yskang difokuskan pada klien
Tujuan untuk apa perkumpulan didirikan dan dicapai secara efesien dan efektif.
Tujuan semua peawai dilayani sampai yingkat yang optimal.
Tujuan masyarakat diperhatikan dan dilayani dengan baik.
Secara sederhana pengertian MSDM adalah mengelola sumber daya manusia. MSDM
masalah-masalah yang berkaitan dengan pembinaan , penggunaan dan perlindungan sumber daya
manusia. MSDM sebenarnya merupakan suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur
manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial, yang perlu dikembangkan sedemikian rupa
seingga mampu memberikan konstibusi yang maksiml bagi organisasi dan bagi pengembangan
dirinya.
Dari konsep dan pengertian yang diungkapkan oleh para pakar tersebut maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut.
Manajemen sumber daya manusia didefenisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan
fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, & controling, dalam setiap aktivitas/
fungsi operasional SDM mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan,
penempatan yang meliputi promosi, demosi, dan transfer, penilaian kerja, pemberian kompensasi,
hubungan industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi
produktif dari SDM organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efesien.
Pentingnya MSDM
Pentingnya MSDM dapat disoroti dari berbagai perspektif. Moses K. Kiggundu, misalnya,
menyoroti relevansi dan pentingnya MSDM ini dari empat perspektif yaitu:
Perspektif Politik
Dalam perspektif ini relevansi dan pentingnya MSDM bertitik tolak dari keyakinan
bahwa sumber daya manusia merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh suatu organisasi.
Perspektif Ekonomi
Dari perspektif ekonomi ini orang beranggapan bahwa pemahaman MSDM tidak lain
karena untuk kepentingan ekonomi semata-mata. MSDM dianggap lebih erat kaitannya
dengan ekonomi. Anggapan yang demikian dijustifikasikan oleh kenyataan bahwa manusia
sering dipandan sebagai salah satu faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa oleh
satuan-satuan ekonomi.
Perspektif Teknologi
Relevansi dan pentingnya MSDM tidak terlepas dari berbagai perkembangan dan
kemajuan yang dicapai dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak dari berbagai
kemajuan tersebut dapat bersifat positif dan negatif.
Perspektif Sosial
Dua alasan utama yang mendasari perspektif ini pertama karena harkat dan martabat
manusia. Kedua sulit diperoleh suatu sistem MSDM yang bebas nilai.
Sumberdaya manusia kususnya mutlak perlu guna lebih menjamin bahwa setiap
organisasi semakin mampu memperhitungkan factor-faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan
organisasi yang bersangkutan yang bersangkutan di masa depan.
Setiap organisasi pasti menghadapi berbagai tantangan yang menyangkut banyak segi
kehidupan organisasional, termasuk tantangan di bidang sumber daya manusia. Dapat
dikategorikan pada tiga jenis utama, yaitu tantangan yang bersifat external yang meskipun tidak
langsung menyangkut sumber daya manusia tetapi mempunyai dampak yang kuat, tantangan yang
bersifat internal, dan situasi ketenaga kerjaan dalam organisasi yang bersangkutan sendiri.
Bidang Ekonomi bahwa situasi perekonomian secara makro tadak bisa tidak harus
diperhitungkan meskipun suatu organisasi mungkin tidak dapat berbuat banyank dalam hal
mengambil langkah-langkah tertentu untuk empengaruhi situasi nyata yang dihadapinya.
Tingkat suku bunga dan lain sebagainya merupakan aspek-aspek perekonomian yang harus selalu
diperhitungkan. Alasannya antara lain iyalah karena sifat perekonomian dewasa ini yang ditandai
oleh ketergantungan bukan hanya pada tingkat domistik, akan tetapi juga pada tingkat,
multilateral, regional dan bahkan global. Berarti bahwa resonansi suatu gejala ekonomi disustu
Negara atau wilayah terasa dengan segera di Negara atau wilayah lain.
Bidang sosial bahwa selalu terjadi pergeseran nilai-nilai sosial yang dianut oleh
masyarakat. Salah satu contoh pergeseran nilai yang berpengaruh pada menejemen sumberdaya
manusia adalah persepsi tentang peranan wanita. Pergeseran nilai tersebut terjadi karena
merupakan kenyataan bahwa dewasa ini berkat terbukanya kesempatan yang sama bagi peria dan
wanita untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi , semakain banyak wanita karier
dalam berbagai bidang profesi. Banyak wanita karier yang berkarya dalam aneka ragam
organisasi karena keinginan untuk mengabdikan pengetahuannya kepada masyarakat. Memang
pada kalanya tekanan ekonomi menjadi factor penyebab para wanita turut menjadi pencari
nafkah, seperti dalam hal penghasilan suami dirasakan belum memadai guna memenuhi berbagai
kebutuhan keluarga yang bersangkutan. Contoh lain adalah perubahan nilai tentang jumlah anak
dan usia yang tepat untuk menikah. Yang jelas perubahan-perubahan tersebut berakibat pada
menejemen sumberdaya manusia, termasuk perencanaannya, baik secara makro, yaitu pada
tinhkat nasional, maupun pada tingkat mikro, yaitu pada tingkat organisasional.
Bidang politik resonansi perubahan yang terjadi dibidang politik terasa pula pada semua
bidang dan segi kehidupan, pada tingkat individual, tingkat organisasional, tingkat masyarakat
dan tingkat Negara. Misalnya jika terjadi perubahan dalam pemegang kendali kekuasaan
pemerintahan Negara, baik yang berlangsung secara demokratik. Berhasilnya organisasi politik
tertentu mengalahkan partai yang sedang berkuasa dalam pemilihan umum maupun Karena
terjadinya coup d’etat baik berdarah maupun tidak atau melalui revolusi tidak mustahil perubahan
dibidang politik, mungkin secara sangat mendasar.
Dengan mengambil organisasi niaga sebagai contoh, beberapa faktor yang nerupakan
tantangan internal antara lain, adalah:
a. Rencana strategic
b. Anggaran
c. Ekstimasi produksi dan penjualan
d. Usaha atau kegiatan baru
e. Rancangan bangun organisasi dan tugas pekerjaan
a) Pemensiunan
Karena terjadinya proses alamiah yang tidak mungkin dicegah, setiap pekerja pada
saat tertentu akan mencapai usia pensiun. Dalam teori manajemen sumber daya manusia pada
dasarnya dikenal dengan dua jenis pensiunan.
1. Pensiunan suka rela diberlakukan karena satu dari dua kemungkinan, apabila ada anggota
organisasi yang minta berhenti dari organisasi dengan hak pensiun terlepas dari alsan yang
diberikan untuk mengajukan permintaan tersebut.
Keinginan seperti itu biasanya dikabulkan apabila berbagai syarat kepegawaian telah
terpenuhi, seperti menggabungkan masa kerja dengan usia seseorang.
2. Pensiun yang diharuskan
Karena pertimbangan organisasi mendorong karyawannya untuk segera memasuki
masa pensiun dengan memperoleh hak-hak pensiun tertentu.
b) Pemberhentian
Satu hal yang tidak mungkin dicegah dan pastinya selalu terjadi dalam kehidupan
organisasional ialah adanya pekerja yang mengajukan permohonan berhenti. Tentunya
berbagai alasan digunakan untuk mengajukan permohonan seperti itu, seperti alasan pribadi,
pertimbangan keluarga atau karena pindah kerja ketempat atau organisasi lain. Terjadinya
“turn over” seperti itu pada tingkat tertentu merupakan hal yang wajar. Bahkan ada kalanya
perlu terjadi.
Pada dasarnya pemutussan hubungan kerja merupakan tindakan yang sejauh mungkin
harus diusahakan jangan sampai terjadi. Akan tetapi pengalaman menunjukkan bahwa
pemutusan hubungan kerja sering tidak terelakkan bahkan sering terjadi.
d) Cuti panjang
Suatu bentuk cuti panjang yang biasanya diberikan oleh organisasi kepada para
pegawainya yang telah bekerja terus menerus untuk satu kurun waktu yang panjang dengan
prestasi yang memuaskan. Contohnya: organisasi yang biasa menempuh kebijaksanaan adalah
lembaga pendidikan tinggi bagi tenaga akademik dalam lingkungannya.
Selama yang bersangkutan mengambil cuti panjang itu gajinya tetap dibayarkan
secara penuh dan waktu cuti itu diperhitungkan pula untuk masa kerja yang bersangkutan.
Berbagai jenis organisasi diluar lembaga-lembaga pendidikan tinggi tidak mustahil menenpuh
kebijaksanaan serupa. dalam hal demikian biasanya tiga hal terjadi, yaitu:
2. Tantangan Global.
3. Tantangan Teknologi.
Tiga aspek penting dari sistem pekerjaan berkinerja tinggi adalah terkait dengan:
Sejarah Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
perkembangan managemen pada umumnya. Sebelum permulaan abad kedua puluh manusia tidak
dihargai karena dianggap sebagai salah satu faktor produksi yang disamakan dengan mesin, uang,
metode dan sebagainya. Majikan lebih mementingkan atau memberikan perhatian pada sumber daya
alam dari pada sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan pada masa tersebut manusia masih banyak
yang belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang mamadai, sehingga perhargaan pada
manusia masih rendah dipicu pula jumlah tenaga kerja yang berlebihan, padahal lapangan kerja sangat
sedikit.
Dalam perkembangan selanjutnya perhatian terhadap faktor msnusia sebagai sumber daya
manusia jauh lebih besar. Hal ini disebabkan oleh perkembangan pengetahuan manajemen, organisasi
serikat kerja yang lebih aktif dan adanya kekurangan tenaga kerja. Adanya faktor di atas, pada sekitar
tahun 1950-an para ahli mengkaji kembali pentingnya peranan sumber daya manusia dalam kegiatan
organisasi.
Manajemen sumber daya manusia muncul begitu manusia berkumpul untuk sebuah tujuan
yang sama. Aktivitas MSDM berawal dari tahun 1915 ketika militer Amerika Serikat
mengembangkan suatu korps pengujian psikologi, suatu tim penguji serikat buruh dan suatu tim
semangat kerja (Suharyanto:2005). Beberapa orang yang terlatih dalam praktek-praktek di ketiga tim
tersebut kemudian menjadi manajer-manajer personalia di bidang industri.
Satu hal yang pasti dari perkembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, ada
perubahan yang nyata dari fungsi utama Manajemen Sumber Daya Manusia. Perubahan dari
spesialisasi bidang penanganan pekerja, menjadi bagian yang terintegrasi dengan bidang-bidang lain
di dalam organisasi. Kebijakan yang diambil oleh bagian Manajemen Sumber Daya Manusia kini
lebih erat berhubungan dengan rencana strategis perusahaan, atau kebijakan perusahaan. Bagian SDM
harus mampu mewujudkan rencana strategis organisasi ke dalam bentuk tenaga kerja dan segala hal
yang terkait dengannya, yang sesuai untuk organisasi.
Sebelum ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia berkembang seperti saat ini, dulu
Manajemen SDM lebih terfokus pada hal-hal seperti kegiatan administrasi bagian karyawan, yakni
dalam masalah perekrutan, pelatihan dan pengupahan dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dari
pengelolaan SDM yang baik dapat dipastikan bahwa karyawan yang direkrut telah memenuhi kriteria
yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan bagian produksi, bagian fungsional lainnya dan menerima
imbalan yang sesuai.
Beberapa ahli menyatakan, bahwasanya tidak ada perbedaan antara Manajemen Sumber Daya
Manusia dan Manajemen Personalia. Kedua istilah tersebut dapat digunakan secara bergantian,
dengan tanpa perbedaan pada maknanya. Kenyataannya, istilah-istilah tersebut sering digunakan
bergantian dalam iklan lowongan pekerjaan dan deskripsi pekerjaan.
Bagi mereka yang menyadari perbedaan antara Manajemen Personalia dengan Manajemen
SDM, perbedaan tersebut dapat dideskripsikan sebagai perbedaan secara filosofi. Manajemen
Personalia lebih mengarah ke kegiatan adiministrasi, sistem penggajian dan pengupahan, mematuhi
hukum ketenagakerjaan, dan memegang beberapa tugas yang terkait. Di sisi lain, Manajemen Sumber
Daya Manusia bertanggungjawab untuk mengatur keadaan pekerja sebagai salah satu sumber daya
utama yang dapat berkontribusi untuk kesuksesan suatu organisasi.
Ketika perbedaan antara Manajemen Personalia dan Manajemen SDM disadari, Manajemen
SDM dilihat memiliki cakupan yang jauh lebih luas dari Manajemen Personalia. Manajemen SDM
dikatakan harus menyertakan dan mengembangkan tugas-tugas Manajemen Personalia, sembari
mencari dan menciptakan juga mengembangkan tim pekerja yang dapat mendatangkan keuntungan
bagi organisasi. Tujuan utama dari Manajemen SDM adalah membuat pekerja mampu bekerja pada
tingkat efisiensi paling tinggi.
Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, dapat dilihat bahwa sebenarnya, Manajemen
Personalia merupakan bagian tak terpisahkan dari Manajemen SDM. Hanya saja, terkadang perlu
dijabarkan perbedaan antara Manajemen Personalia dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Pada
akhirnya, kedua bentuk Manajemen tersebut merupakan salah satu modal bagi organisasi, untuk
mencapai stabilitas organisasi dan tujuan utama organisasi yang paling tinggi.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad ke-20 manusia
dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak oleh majikan, hingga saat
ini peningkatan kualitas sumber daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak
mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka
negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain.
MSDM yaitu perencanaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja,
pemberian kompensasi, pemeliharaan tenaga kerja, dan pemberhentian. Urgensi adanya MSDM yaitu
karena MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi
dapat dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam organisasi, meningkatkan kinerja,
mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas.
2. Saran
Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi seluruh Mahasiswa khususnya
para pembaca agar tergugah untuk terus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam
usahanya, dan dapat menambah pengetahuan bagi rekan-rekan mahasiswa. Demi penyempurnaan
makalah ini, Kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif.
DAFTAR PUSTAKA
Manullang.M.
Dasar-Dasar Manajemen.
, Cetakan ketiga belas, Bumi Aksara, Jakarta. Farida. 2010. Diunduh dari:
http: //[Link]