Form Checklist Assessment KRIS
Nama Cabang :
Jumlah Tempat Tidur : 18 Tempat tidur
No. Indikator
1 Bahan bangunan di RS tidak memiliki porositas
yang tinggi
2 Ventilasi udara
3 Pencahayaan ruangan
4 Kelengkapan TT
5 Tersedia nakas 1 buah per TT
6 Dapat mempertahankan dengan stabil suhu
ruangan 20-26oC
7 Ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia,
jenis penyakit (infeksi, non infeksi, bersalin)
8 Kepadatan ruang rawat dan kualitas TT bagi KRIS JKN
9 Tirai / partisi
10 Kamar mandi di dalam ruangan inap
11 Kamar mandi sesuai dengan standar
aksesabilitas
12 Outlet oksigen
Rincian
1. Dinding ranap bukan gypsum
1. Ranap memiliki jendela/boven/exhaust
2. Menjamin pertukaran udara untuk mekanik minimal pertukaran 6 kali per jam dan untuk
ventilasi alami harus lebih dari nilai tersebut.
3. Ventilasi udara harus memenuhi standar frekuensi pertukaran udara sebagaimana
ditetapkan dalam kriteria melalui pengukuran menggunakan alat bantu velocitymeter /
anemometer.
1. Mengoptimalkan pencahayaan alami, jika pencahayaan buatan maka intensitas
pencahayaannya 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk tidur.
1. Minimal 2 kotak kontak dan tidak boleh percabangan/sambungan langsung tanpa pengamanan aru
2. Nurse call yang terhubung dengan nurse
1. Pengaturan suhu dalam ruangan rawat inap harus berada pada rentang 20 hingga 26
derajat celcius (harus ada AC).
(dibuat zoning pembagian dan diberi signage)
T bagi KRIS JKN
a. Antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter
b. Jumlah maksimal TT per ruangan sebanyak 4 TT
c. Tempat tidur, dapat disesuaikan (adjustable), 200 x 90 x (50-80) cm
d. Jenis TT 1 atau 2 crank sesuai kebutuhan pelayanan
1. Jarak tirai 30 cm dari lantai
2. Panjang minimal 200 cm
3. Bahan tidak berpori, berwarna cerah dan mudah dibersihkan (tirai anti darah)
4. Rel dibenamkan menempel di plafon atau menggantung porosif.
1. Pintu terbuka arah keluar
1. Ada tulisan "Disable" pada bagian luar
2. Memiliki ruang gerak yang cukup untuk pengguna kursi roda (Ukuran ?)
3. Dilengkapi pegangan rambat (handle stainless)
4. Permukaan lantai tidak licin dan tidak boleh menyebabkan genangan
5. Dianjurkan memiliki tombol bantuan (nurse call) darurat pada tempat yang mudah digapai
6. batas Lantai kamar mandi dan ruangan rawat inap memiliki ramp
1. Outlet oksigen tersentral (wall duct di setiap kepala TT)
2. Stopkontak minimal 2
Ada, lengkap Tidak lengkap Tidak ada Usulan Solusi
✘
a pengamanan arus
✘
Harus ada penggantian tirai di
ruangan rawat inap karena bahan
tirai tidak sesuai dengan tirai yang
✘ anti darah
rel tidak menempel di plafon
karena jenis bahan tirai terlalu
berat yang mengakibatkan rel tirai
✘
yang menempel ke plafond sering
ambruk, usulannya perlu di ada
penggantian satu set rel dan tirai
yang berbahan anti darah
✘
untuk toilet rawat inap sudah
menggunakan nurse call, dan untuk
✘
toilet "Disable" mungkin perlu ada
ah digapai pemasangan instalasi nurse call