0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan10 halaman

Diagnosa Hama Padi: Forward & Backward Chaining

Diunggah oleh

qwwcz2whbz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan10 halaman

Diagnosa Hama Padi: Forward & Backward Chaining

Diunggah oleh

qwwcz2whbz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA PADI MENGGUNAKAN

METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING

JURNAL

DOSEN PENGAMPU : RAMLAH, [Link], [Link].

OLEH:

MARETHA NADIKA PUTRI


NIM. 231230032

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK
TAHUN 2023
SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA PADI MENGGUNAKAN
METODE FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING
Wahyu Nugroho, Rachmat Wahid Saleh, Syarifah Putri Agustini
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Muhammadiyah Pontianak
Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Pontianak, Indonesia
e-mail : ¹ wahyunugroho@[Link]
² rachmatwahidsaleh@[Link]
³ syarifahpurtiagustini@[Link]

ABSTRAK
Padi merupakan salah satu tanaman yang dapat ditemui di seluruh dunia. Di Indonesia beras merupakan makanan
pokok. Seperti yang dapat diketahui bahwa hama juga dapat menyerang padi sehingga hasil produksi di Indonesia
mengurang secara drastis. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membuat aplikasi sistem pakar yang dapat
mendiagnosa hama yang menyerang tanaman padi, dan diatasi dengan menggunakan metode forward chaining dan
backward chaining. Forward chaining yang bekerja untuk mengumpulkan atau menyatukan informasi kemudian
mencari kesimpulan apa yang dapat diambil dari masalah tersebut, sedangkan metode backward chaining yaitu untuk
menyediakan berbagai informasi dari data yang ada. Manfaat dari menggunakan metode tersebut yaitu dapat
mengurangi resiko gagal panen yang diakibatkan oleh hama yang menyerang tanaman padi.

Kata Kunci : Sistem Pakar, Tanaman Padi, Forward Chaining, Backward Chaining,

ABSTRACT
Rice is a plant that can be found throughout the world. In Indonesia, rice is a staple food. As is known, pests can
also attack rice so that production results in Indonesia are reduced drastically. The purpose of this paper is to create an
expert system application that can diagnose pests that attack rice plants, and overcome them using Forward Chaining
and Backward Chaining methods. Forward Chaining works to collect or combine information and then look for
conclusions that can be drawn from the problem, while the Backward Chaining method is to provide various
information from existing data. The benefit of using this method is that it can reduce the risk of crop failure caused by
pests attacking rice plants.

Keywords : Expert System, Rice Plants, Forward Chaining, Backward Chaining,


1. PENDAHULUAN
Padi merupakan tanaman yang paling sering ditemukan di seluruh dunia, karena padi adalah makanan pokok bagi semua
orang terutama masyarakat Indonesia. Padi diyakini berasal dari India atau Indocina, dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek
moyang yang migrasi dari daratan Asia pada 1500 SM. Padi menjadi organisme model dalam kajian genetika tumbuhan karena
memiliki dua alasan yaitu, kepentingannya bagi umat manusia dan ukuran kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6-2.3 x 10² pasangan
basa. Indonesia merupakan negara penghasil beras terbesar ke-3 di dunia dengan hasil panen sebesar 54,65 juts ton gabah kering
giling[1]. Produksi padi di Indonesia pada 2006 mencapai 54 juta ton dan pada 2007 mencapai 57 juta ton, meleset dari target awal
sebesa 60 juta ton akibat terjadinya kekeringan. Selain itu sering terjadi kerugian yang diakibatkan karena adanya penyakit tanaman
yang terlambat terdiagnosis dan sudah mencapai tahap yang parah hingga menyebabkan gagal panen[2][3]. Oleh karena itu upaya
peningkatan produksi harus diperhatikan[4]. Didalam penyusunan sistem pakar ini, mampu mempadukan kaidah-kaidah sehingga
dapat menarik kesimpulan dengan basis pengetahuan yang diberikan ahli pakar dalam bidang tertentu, paduan tersebut disimpan
ke dalam perangkat komputer dab digunakan sebagai proses oengambilan keputusan untuk menyelesaikan permasalahan tentang
hama[5]. Hal tersebut menunjukan bahwa suatu sistem yang dapat dijadikan sebuah alat untuk mencegah hama menyerang tanaman
padi, sistem pakar menggunakan metode Forward Chaining dan Backward Chaining untuk melindungi tanaman padi[6]. This
research use certainty factor method, that is method of certainty(trust), diagnosis of symptoms of the disease will obtain certainty
of disease rice plant and provide solutions[7]. Terdapat penelitian yang telah merancang sisitem pakar untuk mendeteksi penyakit
tanaman padi diantaranya, penelitian mengenai E-Rice yaitu suatu sistem pakar yang mendiagnosa penyakit tanaman padi
menggunakan algoritma berbasis rule based. Kelemahan pada penelitian ini yaitu hasil survey bukan bersumber dari ahli pakar padi
melainkan dari hasil nilai responder[8]. The main concern of the present study is in the design and development of such an expert
system. The system background starts with the collection of disease symptoms of the rice plant appearing during their life span
from agriculture experts, plant pathologists and literature and then the acquired knowledge is represented to develop expert system
in prolog based system shell ESTA[9] Proses melibatkan penulisan beberapa rule yang mengatur sub goal, sistem yang memiliki
hipotesa keluaran dan data. Sedangkan metode backward chaining memiliki kelebihan yaitu lebih terfokus dan mencoba
menghindari jalur yang tidak perlu dari reasoning[10]. Sistem pakar dirancang berbasis aturan dengan metode inferensi forward
chaining dan backward chaining serta diimplementasikan ke dalam bentuk website yang bertujuan memberikan kemudahan akses
bagi pengguna[11]. An expert system for rice plants also based in addition to web-based desktop. Knowledge of Food Crops and
Horticulture in carrying out their duties more efficiently[12]. Specifically, to develop a mobile application that can provide
information to farmers the cause of diseases such as bacteria, fungi, and viruses[13]. Comparative techniques of forward and
backward chaining in applied because the data and facts in conducting the research process has been obtained, and from the data
or facts can be mae system that will provide conclusion or solution based on a collection of data and facts[14]. Hasil sistem yang
telah dibuat akan menampilkan informasi penyakit dan hama, menampilkan hasil diagnosa disertai solusi berdasarkan gejala yang
dipilih oleh pengguna, serta penjelasan mengenai gejala yang ada sehingga dapat mudah dipahami[15]. Dengan mengambil
pengetahuan yang disimpan dalam domain tertentu, seorang pemakai yang tidak berpengalaman pun dapat memecahkan suatu
masalah yang rumit dan bisa mengambil keputusan yang tepat dan akurat seperti yang dapat dilakukan oleh seorang pakar[16].
2. METODE
Penelitian ini menggunakan laptop untuk mempermudah melakukan penelitian dengan sepesifikasi ASUS X453M, prosesor
Intel Celeron N2830, RAM 4GB, dan Hard disk 500GB. Dengan menggunakan data hama padi yang diapat dari narasumber berupa
buku. Jika alat dan bahan sudah terkumpul, maka dapat dilanjutkan dengan menyusun beberapa langkah yang akan dilakukan yaitu:

Gambar 1 Langkah-Langkah Penelitian


Penjelasan Langkah-langkah pada Gambar 1 sebagai berikut :
1. Pengumpulan Data, yaitu mencari data yang sesuai dengan judul dimulai dari Studi Literatur, Wawancara dan Tinjauan
Langsung Kelapanagn
a. Studi Literatur, mencari data dari buku, jurnal dan web yang sesuai dengan materi.
b. Wawancara, mengumpulkan data tentang hama yang menyerang tanaman padi.
c. Observasi, meninjau langsung ke lokasi dengan mencocokan data yang diambil ketika di wawancara dan data
yang ada di lokasi
2. Analisis Perancangan Sistem, merupakan uraian sistem informasi yang mengidentifikasi masalah dan hambatan yang
terjadi sehungga dapat merancang sistem pakar diagnosa hama padi beserte penanganan dalam bentuk web, dengan
melakukan :
a. Mengidentifikasi masalah yang dibangun yaitu diagnosa hama padi.
b. Mengumpulkan data yang diperlukan dalam membangun sistem pakar berupa nama hama, gejala-gejala dan
penanganan hama tersebut.
c. Menampilkan gejala-gejala hama yang menyerang beserta penanganannya.
d. Penelitian ini menggunakan metode Forward Chaining dan Backward Chaining. Metode forward chaining
digunakan dalam diagnosa hama padi, sedangkan metode backward chaining digunakan dalam diagnosa hama
padi dan pencegahan hama padi.
3. Implementasi, merupakan sistem yang dibangun sesuai rancangan yang telah dibuat sebelumnya dengan analisa kebutuhan
yang terkait, seperti merancang komponen/tools/bahasa pemograman yang dipakai.
4. Pengolahan Data, ini dilakukan dengan dua metode yaitu :
a. Metode Forward Chaining, proses pencarian dengan berangkat dari kiri ke kanan, dari pesimis menuju kepada
kesimpulan akhir.
b. Metode Backward Chaining, strategi pencarian yang arahnya kebalikan dari runut maju (forward chaining).
Proses ini dimulai dari kesimpulan yang menjadi solusi permasalahan yang dihadapi.
5. Pengujian, berfungsi untuk mengetahui seluruh bagian sistem ini telah bekerja sesuai yang diinginkan, jika tidak maka
akan dilakukan perbaikan pada bagian yang tidak bekerja sesuai dengan keinginan
(eror), pengujian dilakukan menggunakan metode black box, yaitu didasarkan pada fungsi-fungsi tampilan web. Bagian
yang diuji berupa halaman login, halaman penguji metode forward chaining dan backward chaining. Pengujian ini
merupakan pengujian data dari pakar dan data di lapangan.
6. Analisa Hasil,merupakan langkah terakhir dimana aplikasi telah selesai dibuat dan dapat digunakan.
3. HASIL DAN ANALISIS
3.1 Analisis Masalah
Serangan hama padi yang sering terjadi dibeberapa daerah di Indonesia menyebabkan para petani mengalami gagal panen,
hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan para petani dalam melihat gejala-gejala awal hama yang tanaman padi dan cara
menanggulangi hama tersebut, maka dari itu penulisan ini dibuat agar dapat mengatasi masalah hama yang menyerang padi.
3.2 Analisis Data
1. Analisi Data Hama
Tabel 1 Kode Hama dan Nama Hama
Kode Hama Nama Hama
P1 Penggerek batang
P2 Hama ganjur
P3 Lalat padi
P4 Hispa padi
P5 Hama Putih
P6 Penggulung dan pelipat daun
P7 Ulat tentara kelabu dan ulat tentara coklat hitam
P8 Walang sangit
P9 Trips padi
P10 Orang-orang
P11 Kepindung tanah
P12 Wereng coklat
P13 Penyakit noda palsu
P14 Tikus
2. Analisis Data Penanganan
Tabel 2 Kode Penganan dan Penanganan
Kode penanganan Penanganan
S1 1. Dengan menggunakan perangkan lampu
2. Melakukan penyemprotan dengan insektisida
S2 1. Menggunakan lampu perangkap
2. Melakukan Penyemprotan dengan insektisida
3. Mengatur jarak tanam padi
4. Penyiangan tanaman padi
S3 1. Melakukan penyemprotan dengan insektisida
2. Menggunakan lampu perangkap
3. Menanam padi sebelum musim hujan
S4 1. Melakukan penyemprotan insektisida
S5 1. Melakukan penyemprotan insektisida
S6 1. Melakukan pemupukan yang berimbang
2. Memungut telur atau ulat dari hama ini yang kelihatan di tanaman
3. Melakukan penyemprotan pestisida
S7 1. Melakukan penyemprotan insektisida
S8 1. Melakukan penyemprotan insektisida
2. Memberikan gulma di pematang tanaman dan di sekeliling tanaman padi
S9 1. Melakukan penyemprotan insektisida
S10 1. Melakukan penyemprotan insektisida
2. menangkap dan membunuh hama orong-orong sebelum melakukan
penanaman padi
S11 1. Melakukan penyemprotan insektisida
S12 1. Menggunakan bawang putih sebagai pestisida pada tanaman padi
2. Menjaga jarak tanaman padi
S13 1. Pengurangan penggunaan pupuk urea
2. Penggunaan teknik penanaman jajar legowo
3. Memusnahkan malai yang sakit
S14 1. Melakukan penangkapan
2. Meracun atau menghalau tikus meliputi daerah yang luas
3.3 Activity Diagram
Activity Diagram digunakan untuk mendefinisikan atau mengelompokkan alur tampil dari sebuah sistem.

Admi Siste
n m
Menampilkan
Masuk halaman halaman
aplikasi aplikasi
Masukkan user Validasi login?
Sala
name h

Menekan Bena
button r
Menampilkan halaman admin

Gambar 1 Activity Login Admin

user Sistem

Masuk halaman home

Menekan button Menampilkan data


hama
Memilih hama yang akan
didiagnosa Menampilkan pertanyaan

Menekan button diagnosa Menampilkan hasil dari


diagnosa
Menjawab pertanyaan

Menekan button diagnosa

Gambar 2 Penanganan Hama


Admin Sistem

Masuk halaman admin

Menekan button data Menampilkan data hama,


hama tambah data, edit data dan
ingin melakukan ya hapus data

tidak
Menampilkan data
Menekan button data data gejala, tambah
data, edit data dan
gejala hapus data
ya
tidakmelakukan
ingin

Menekan button data


Menampilkan data
penanganan
penanganan, tambah
ingin melakukan data, edit data dan hapus
crud penanganan? data
ya
tidak

Menekan button data


user Menampilkan data user,
tambah data, edit data
tidak ingin melakukan
dan hapus data
ya

Gambar 3 CRUD Data Aplikasi


3.4 Hasil
Implementasi dilakukan dengan menerapkan metode yang digunakan pada sistem yaitu metode Forward Chaining dan
Backward Chaining dalam membangyn aplikasi sistem diagnosa hama pada tanaman padi, aplikasi ini dibangun berbasis website.
Antarmuka aplikasi terdiri dari antarmuka admin dan pengguna.
3.5 Pengujian Blackbox
Tsbel 3.5 Tabel Pengujian Pakar dan Sistem
Nama penyakit Diagnosa pakar Diagnosa sistem

Penggerek batang 3 2
Hama ganjur 3 3
Lalat padi 3 3
Hispa padi 3 2
Hama putih 3 3
Penggulung dan pelipat daun 3 3
Ulat tentara kelabu dan ulat tentara coklat putih 3 3
Walang sangit 3 3
Trips padi 3 2
Orong-orong 3 3
Kepinding tanah 3 2
Wereng cokelat 3 2
Penyakit noda palsu 2 2
Tikus 3 3
Jumlah hasil diagnosa 41 41
Jumlah keakuratan 36
Jumlah ketidak akuratan 5

Tabel 3.5 Pengujian Blackbox Admin

Berhasil
No Proses Yang Diuji Hasil Yang Diharapkan Ya Tidak
Menampilkan Halaman Login Admin √
1 Login
Menampilkan Dashboard Admin √
2 Dashboard Admin
3 Lihat Data Hama Menampilkan Data Hama √
Menampilkan Form Hama √
4 Tambah Data Hama
5 Edit Hama Menampilkan Form Edit Hama √
6 Hapus Kriteria Menghapus Data Hama √
7 Lihat Data Gejala Menampilkan Data Gejala √
Menampilkan Form Tambah Data Gejala √
8 Tambah Data Gejala
Menampilkan Form Edit Data Gejala √
9 Edit Data Gejala
Menghapus Data Gejala √
10 Hapus Data Gejala

Lihat Data Penanganan Menampilkan Data Penanganan √


11
Menampilkan Form Tambah Penanganan √
12 Tambah Penanganan
Menampilkan Form Edit Penanganan √
13 Edit Penanganan
Menghapus Data Penanganan √
14 Hapus Penanganan
15 Diagnosa Hama Menampilkan Data Gejala √

16 Diagnosa Menampilkan Hasil Diagnosa √

17 Penanganan Hama Menampilkan Data Hama √

18 Diagnosa Menampilkan Pertanyaan Dan Pilihan √


Gejala
19 Submit Gejala Menampilkan Hasil Diagnosa Dan √
Penanganan
20 Lihat Data User Menampilkan Data User √

21 Tambah User Menampilkan Form Tambah User

22 Edit Data User Menampilkan Form Edit User √

23 Hapus Data User Menghapus Data User √

24 Logout Keluar Dari Halaman Admin √

Pengujian Blackbox Admin bahwa semua proses pada sisi admin berjalan dengan sebagaimana mestinya sesuai dengan
yang diharapkan pada proses perancangan sistem.
Tabel 3.6 Pengujian Blackbox user

No Proses Yang Diuji Hasil Yang Diharapkan Berhasil


Ya Tidak
1 Login Menampilkan Halaman Login User √
2 Diagnosa Hama Menampilkan Data Gejala √
3 Diagnosa Menampilkan Hasil Diagnosa √
4 Penanganan Hama Menampilkan Data Hama √
5 Diagnosa Menampilkan Pertanyan Dan Pilihan √
Gejala
6 Submit Gejala Menampilkan Hasil Diagnosa Dan √
Penanganan
7 Logout Keluar Dari Halaman Dashboard √
Pengguna

Pengujian Blackbox user menjelaskan semua proses pada sisi pengguna berjalan dengan sebagaimana mestinya seperti
yang diharapkan pada proses perancangan sistem.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat diberikan kesimpulan bahwa, sistem pakar diagnosis yang
dibuat dengan metode Forward Chaining dan Backward Chaining berbasis web untuk membantu petani agar lebih
mudah mendekteksi hama atau penyakit yang dapat menyerang tanaman padi.
Daftar Pustaka
[1] P. M. Guarango, “No Title‫העינים לנגד שבאמת מה את לראות קשה הכי‬,” ‫הארץ‬, no. 8.5.2017, pp. 2003–2005, 2022.
[2] A. S. Honggowibowo, “Sistem Pakar Diagnosa Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining,”
Telkomnika, vol. 7, no. 3, pp. 187–194, 2009.
[3] P. D. S. Nur Azizah1, Syarah2, “Nur, Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar … 63,” Csrid J., vol. 5, pp.
63–74, 2013.
[4] S. Sholikhah, D. Kurniadi, and A. Riansyah, “Sistem Pakar Menggunakan Metode Forward Chaining untuk
Diagnosa Hama dan Penyakit Tanaman Padi,” Sultan Agung Fundam. Res. J., vol. 2, no. 2, pp. 103–110,
2021, [Online]. Available: [Link]
[5] R. Rojak and R. Setiawan, “Pengembangan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit dan Hama Pada
Tanaman Padi,” J. Algoritm., vol. 14, no. 2, pp. 546–552, 2015, doi: 10.33364/algoritma/v.14-2.546.
[6] J. Kuswanto, “Sistem Pakar Untuk Perlindungan Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,”
Edutic - Sci. J. Informatics Educ., vol. 7, no. 1, pp. 31–39, 2020, doi: 10.21107/edutic.v7i1.8805.
[7] Minarni and A. Fadhillah, “Expert System in Detecting Rice Plant Diseases,” J. Dyn., vol. 2, no. 1, pp. 11–
15, 2017.
[8] D. M. L Tobing, E. Pawan, F. E. Neno, and K. Kusrini, “Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Tanaman
Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” Sisfotenika, vol. 9, no. 2, p. 126, 2019, doi:
10.30700/jst.v9i2.440.
[9] P. S. K. Patra, D. P. Sahu, and I. Mandal, “An Expert System for Diagnosis Of Human Diseases,” Int. J.
Comput. Appl., vol. 1, no. 13, pp. 71–74, 2010, doi: 10.5120/279-439.
[10] W. Nugroho and S. Sumirah, “Sistem Pakar Diagnosa Hama Padi Menggunakan Metode Forward Chaining
Dan Backward Chaining,” J. Tek., vol. 14, no. 2, p. 103, 2022, doi: 10.30736/jt.v14i2.869.
[11] R. T. P. Febrianta Surya Nugraha, Febryan Hari Purwanto, Mayadi, Miftahul Huda, Muhammad Misbahul
Munir, “Perancangan Antarmuka Sistem Pakar Penyakit Padi Berbasis Web Design for Expert System
Interface of Web-Based Rice Disease,” J. Ilm. SISFOTENIKA, vol. 7, no. 2, p. 143, 2017.
[12] J. Triono and T. Tristono, “Expert System Identification of Pest and Diseases of Rice using Html5,” Int. J.
Adv. Res. Comput. Sci., vol. 7, no. 3, pp. 60–63, 2016.
[13] R. C. Morco, M. J. S. Corpuz, F. B. Calanda, J. E. Avestro, J. A. Bonilla, and J. M. Angeles, “e-RICE: An
Expert System using Rule-Based Algorithm to Detect, Diagnose, and Prescribe Control Options for Rice
Plant Diseases in the Philippines,” ACM Int. Conf. Proceeding Ser., no. December, pp. 49–54, 2017, doi:
10.1145/3168390.3168431.
[14] D. Sitanggang et al., “Application of forwardchaining method to diagnosis of onion plant diseases,” J. Phys.
Conf. Ser., vol. 1007, no. 1, 2018, doi: 10.1088/1742-6596/1007/1/012048.
[15] H. Sunjani, S. Sucipto, and ..., “Disease Idenification of Rice Plants Using The Forward Chaining Method,”
Pros. SEMNAS …, pp. 161–168, 2019, [Online]. Available:
[Link]
[16] E. Paper 18 -Puspita, T. Baidawi, and S. Informasi, “Sistem Pakar Identifikasi Penanggulangan Hama Dan
Penyakit Pada Anggrek Phalaenopsis Berbasis Web,” Semin. Nas. Inov. dan Teknol., pp. 6–10, 2013.

Anda mungkin juga menyukai