ANALISIS PROSES INTERAKSI
Initial klien : Sdr.A
Usia : 27 Tahun
Interaksi ke- : 1 (fase 1 dan 2)
Lingkungan :
a. Klien berada dirumah (Desa Srigonco) dengan ibu pasien
b. Klien berada diteras rumah
c. Pada saat dikaji, posisi klien berhadapan dengan perawat dan didampingi oleh ibu klien
Deskripsi klien :
a. Penampilan klien tampak kotor, lusuh
b. Rambut klien kotor, berwarna hitam
c. Warna kulit sawo matang
d. Suku bangsa Jawa
e. Pada saat dikaji, klien tampak sedikit gelisah, kontak mata kurang, postur tubuh menunduk
Tujuan interaksi :
a. Dapat saling mengenal nama saat orientasi
b. Dapat terjadi hubungan saling percaya
c. Supaya pengumpulan data pengkajian bisa sesuai
d. Supaya bisa melakukan SP untuk klien
Waktu interaksi :
a. Dilakukan pada Selasa, 24 September 2024
b. Dilakukan pada pukul 10.00-10.15
============================================================================================================
Nama klien : Sdr.A
Ruang : Desa Srigonco
No. RM :
ANALISA PROSES INTERAKSI
FASE ORIENTASI
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON-VERBAL ANALISIS BERPUSAT ANALISIS BERPUSAT RASIONAL
PADA KLIEN PADA PERAWAT
P: “Assalamualaikum, selamat P: Sambil tersenyum dan Klien kelihatan gelisah Klien menerima perawat Tindakan yang dilakukan
pagi mas” menjabat tangan klien saat berkomunisasi dengan berjabat tangan dapat membuat klien
K: “Waalaikumsalam” K: Ekspresi datar kontak mata kurang menjadi lebih tenang, dan
postur tubuh menunduk dapat terjalin hubungan
saling percaya
P: “Boleh saya berkenalan P: sambil tersenyum Klien kelihatan gelisah Klien menjawab Agar klien dan perawat bisa
dengan mas?” KP: tersenyum kepada perawat saat berkomunisasi pertanyaan perawat saling mengenal
K: “iya, masuk”. kontak mata kurang
postur tubuh menunduk
P: “Nama saya Putri, saya P: sambil tersenyum Klien kelihatan gelisah Klien menerima perawat Agar keluarga klien dan
mahasiswa Keperawatan Stikes K : postur tubuh menunduk saat berkomunisasi perawat bisa saling
Widyagama Husada Malang kontak mata kurang mengenal nama
mahasiswanya pak Bagyo. Saya postur tubuh menunduk
sedang praktik di sini dari pukul
10:00-10:15 pagi nanti. Kalau
boleh saya tahu, nama ibu siapa
dan senangnya dipanggil
dengan sebutan apa?”
K : “aan”
P: “Bagaimana perasaan mas P: sambil tersenyum Keluarga klien terlihat klien menerima perawat Agar keluarga klien bisa
hari ini ?” K: postur tubuh menunduk tenang terbuka kepada perawat
K: “gatau mbak bingung”
P: “Bagaimana tidurnya mas P: Sambil tersenyum Keluarga klien Klien menerima perawat Agar keluarga klien terbuka
semalam? Apa ada keluhan? K: “postur tubuh menunduk” menerima perawat kepada perawat
K: “gak bisa tidur saya mbak”
P: “Boleh kita ngobrol sebentar P: sambil tersenyum Klien kelihatan tenang, Klien menerima perawat Agar dapat membuat
di sini mas?” KP: “postur tubuh menunduk” senang dan menjawab keluarga klien tidak takut
K: “iya mbak” salam
P: “Berapa lama kira-kira kita P: sambil tersenyum Klien tenang Klien menerima perawat Agar perawat bisa
bisa ngobrol? mas maunya KP: ekspresi datar membuat keluarga klien
berapa menit? 10-15 menit ngobrol dengan mudah
bisa?
K: “Bisa”.
P: “Di mana kita bisa duduk? Di P: sambil tersenyum Klien tenang Klien menerima perawat Agar perawat bisa
sini saja ya? KP: postur tubuh menunduk membuat klien ngobrol
K: “Iya mbak” dengan mudah
ANALISA PROSES INTERAKSI
FASE KERJA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON-VERBAL ANALISIS BERPUSAT ANALISIS BERPUSAT RASIONAL
PADA KLIEN PADA PERAWAT
P: “Bagaimana mas P: melihat ke arah klien sambil Keluarga klien tenang Klien dapat focus pada Membuat klien menjadi
keadaannya? Apa ada keluhan tersenyum Klien datar tampak pembicaraan lebih tenang, dan dapat
saat ini?” KP: melihat ke arah perawat dan agresif terjalin hubungan saling
K: “Tidak ada mbak” tersenyum percaya
K : ekspresi klien datar tampak
menunduk
P: “Bagaimana hubungan P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien tenang dan agak Agar dapat mengetahui
dengan keluarga atau teman K: Sedikit gelisah datar tampak agresif sedikit bingung alasan klien mengalami
K: “Saya merasa malu tidak gangguan jiwa
percaya diri, malas berkegiatan”
P: “Mas tidak perlu merasa malu P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
karena mas tidak melakukan K: Sedikit gelisah datar pembicaraan alasan klien mengalami
kesalahan, sekarang coba mas gangguan jiwa
sebutkan kegiatan apa yang
biasanya sering dilakukan?”
K: “saya biasanya menyapu
disuruh ibuk.”
P: “Wahh bagus sekali, coba P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
sekarang mas pratekkan cara K: menyapu lantai pembicaraan alasan klien mengalami
menyapu bagaimana? gangguan jiwa
K:”iya mbak”
P: “Nah itu tadi adalah cara agar P: melihat ke arah klien Klien mulai tenang Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
masnya tidak merasa malu dan K : melihat ke arah perawat pembicaraan alasan klien mengalami
lebih percaya diri dengan gangguan jiwa
melakukan kegiatan positif
seperti menyapu”
K: “oh iya mbak”
ANALISA PROSES INTERAKSI
FASE TERMINASI
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON-VERBAL ANALISIS BERPUSAT ANALISIS BERPUSAT RASIONAL
PADA KLIEN PADA PERAWAT
P: “Bagaimana perasaan mas P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Mengevaluasi keadaan
setelah kita ngobrol tadi? K: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi klien setelah berinteraksi
K: “Senang mbak” dengan perawat
P: “Setelah kita ngobrol tadi, P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
coba sebutkan cara untuk lebih K: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi
percaya diri dan untuk
mengurangi rasa malu”
KP: “Dengan melakukan
kegiatan positif seperti menyapu
rumah”
P: “Bagaimana kalau besok pagi P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
kita ngobrol lagi tentang K: melihat ke bawah tenang pembicaraan evaluasi
perasaan putus asa yang mas
alami?”
K: “iya mbak bisa”
P: “Kira-kira jam berapa ya? P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
Bagaimana kalau jam 10:00, K: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi
bisa?”
K: “Bisa mbak"
P: “Kira-kira tempat yang P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
nyaman untuk ngobrol besok di K: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi
mana ya atau masih di sini?
Sampai jumpa besok”
K: “Di sini saja”