0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Analisis Interaksi Klien Ny.S di Desa Srigonco

Diunggah oleh

Putri Febrianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Analisis Interaksi Klien Ny.S di Desa Srigonco

Diunggah oleh

Putri Febrianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PROSES INTERAKSI

Initial klien : Ny.S


Usia : 32 Tahun
Interaksi ke- : 1 (fase 1 dan 2)
Lingkungan :
a. Klien berada dirumah (Desa Srigonco) dengan ibu pasien
b. Klien berada diteras rumah
c. Pada saat dikaji, posisi klien berhadapan dengan perawat dan didampingi oleh ibu klien
Deskripsi klien :
a. Penampilan klien tampak kotor, lusuh
b. Rambut klien kotor, berwarna hitam
c. Warna kulit sawo matang
d. Suku bangsa Jawa
e. Pada saat dikaji, klien tampak sedikit gelisah dan agresif, kontak mata kurang
Tujuan interaksi :
a. Dapat saling mengenal nama saat orientasi
b. Dapat terjadi hubungan saling percaya
c. Supaya pengumpulan data pengkajian bisa sesuai
d. Supaya bisa melakukan SP untuk klien
Waktu interaksi :
a. Dilakukan pada Rabu, 25 September 2024
b. Dilakukan pada pukul 10.00-10.15
============================================================================================================
Nama klien : Ny.S
Ruang : Desa Srigonco
No. RM :
ANALISA PROSES INTERAKSI
FASE ORIENTASI
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON-VERBAL ANALISIS BERPUSAT ANALISIS BERPUSAT RASIONAL
PADA KLIEN PADA PERAWAT
P: “Assalamualaikum, selamat P: Sambil tersenyum dan Keluarga klien kelihatan Keluarga klien menerima Tindakan yang dilakukan
pagi bu” menjabat tangan klien tenang dan menjawab perawat dengan berjabat dapat membuat klien
KP: “Waalaikumsalam, selamat K: Ekspresi datar salam tangan menjadi lebih tenang, dan
pagi” dapat terjalin hubungan
saling percaya

P: ““Ibu boleh saya kenalan P: sambil tersenyum Keluarga klien terlihat Keluarga klien menerima Agar klien dan perawat bisa
dengan Ny. S?”. KP: tersenyum kepada perawat tenang walaupun terlihat perawat saling mengenal
KP: “Boleh, silahkan masuk”. agak sedikit bingung

P: “Nama saya Putri, saya P: sambil tersenyum Keluarga klien terlihat Keluarga klien menerima Agar keluarga klien dan
mahasiswa Keperawatan Stikes K : ekspresi datar dan gelisah tenang perawat dengan senang perawat bisa saling
Widyagama Husada Malang mengenal nama
mahasiswanya pak Bagyo. Saya
sedang praktik di sini dari pukul
10:00-10:15 pagi nanti. Kalau
boleh saya tahu, nama ibu siapa
dan senangnya dipanggil
dengan sebutan apa?”
K : “Sri”
P: “Bagaimana perasaan Ny.S P: sambil tersenyum Keluarga klien terlihat Keluarga klien menerima Agar keluarga klien bisa
hari ini ?” K: ekspresi datar tenang perawat terbuka kepada perawat
K: “......”
P: “Bagaimana tidurnya Ny.S P: Sambil tersenyum Keluarga klien Klien tenang Agar keluarga klien terbuka
semalam? Apa ada keluhan? K: “Ekspresi datar menerima perawat kepada perawat
KP: “kalo malam itu gak bisa
tidur mbak sering keluar rumah”
P: “Boleh kita ngobrol sebentar P: sambil tersenyum Keluarga klien kelihatan Keluarga klien menerima Agar dapat membuat
di sini bu?” KP: tersenyum tenang, senang dan perawat dengan senang keluarga klien tidak takut
KP: “Boleh, mbak” menjawab salam
P: “Berapa lama kira-kira kita P: sambil tersenyum Klien tenang Keluarga klien menerima Agar perawat bisa
bisa ngobrol? Ibu maunya KP: ekspresi datar perawat membuat keluarga klien
berapa menit? 10-15 menit ngobrol dengan mudah
bisa?
KP: “Bisa”.
P: “Di mana kita bisa duduk? Di P: sambil tersenyum Klien tenang Keluarga klien menerima Agar perawat bisa
sini saja ya? KP: ekspresi datar perawat membuat klien ngobrol
KP: “Iya mbak, disini tidak apa- dengan mudah
apa”
ANALISA PROSES INTERAKSI
FASE KERJA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON-VERBAL ANALISIS BERPUSAT ANALISIS BERPUSAT RASIONAL
PADA KLIEN PADA PERAWAT
P: “Bagaimana bu keadaan P: melihat ke arah klien sambil Keluarga klien tenang Klien dapat focus pada Membuat klien menjadi
Ny.S? Apa ada keluhan saat tersenyum Klien datar tampak pembicaraan lebih tenang, dan dapat
ini?” KP: melihat ke arah perawat dan agresif terjalin hubungan saling
KP: “kalo gak dituruti ngamuk – tersenyum percaya
ngamuk mbak barang K : ekspresi klien datar tampak
didekatnya itu dibanting semua agresif
bapaknya hampir kena pukul”.
P: “Apakah ada yang P: melihat ke arah klien Klien terlihat sedikit Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
mengganggu pikiran Ny.S?” KP: melihat ke arah perawat gelisah datar tampak pembicaraan alasan klien mengalami
KP: “ yawes ngunu iku mbak K: Sedikit gelisah mondar – agresif gangguan jiwa
Biasane lek disuruh mimik obat mandir
iku gak gelem obate dibuak
ngamuk – ngamuk wes tiap hari
kayak gitu”.
P: “Seberapa sering Ny.S marah P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien tenang dan agak Agar dapat mengetahui
– marah bu?” KP: melihat ke arah perawat datar tampak agresif sedikit bingung alasan klien mengalami
KP: “sering mbak tiap hari gitu K: Sedikit gelisah gangguan jiwa
terus mbak”
P: “Berapa kali sehari Ny.S bisa P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
marah – marah kayak gitu? Atau KP: melihat ke arah pasien datar tampak agresif pembicaraan alasan klien mengalami
berapa kali seminggu bu?” K: Sedikit gelisah gangguan jiwa
KP: “sering mbak tiap hari gitu
terus mbak kadang teriak teriak
gitu misuh – misuh mbak.”
P: “Biasanya kalo lagi marah P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
gitu apa yang membuat Ny.S KP: melihat ke arah pasien datar tampak agresif pembicaraan alasan klien mengalami
tenang lagi bu? K: Sedikit gelisah gangguan jiwa
KP: “yawes tak jarno ae mbak
lek dipenging tambah ngamok
mbak”
P: “Apakah dengan cara itu P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
kemarahannya bisa hilang bu?” KP: melihat ke arah pasien datar tampak agresif pembicaraan alasan klien mengalami
KP: “nggak seh mbak pancet ae K: Sedikit gelisah gangguan jiwa
ngamok – ngamok”
P: “Bu, ada empat cara untuk P: melihat ke arah klien Klien sedikit gelisah Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
mengontrol kemarahan. KP: melihat ke arah perawat klien tampak agresif pembicaraan alasan klien mengalami
Pertama, bisa melampiaskan K : memukul bantal gangguan jiwa
kemarahan tersebut dengan
memukul bantal atau kasur.
Kedua, dengan cara mengobrol
dengan orang lain.
Ketiga, dengan melakukan
kegiatan yang sudah terjadwal.
Keempat, dengan minum obat
secara teratur. Bagaimana kalau
kita belajar satu cara dulu, yaitu
memukul bantal?”
KP: “owalah nggeh mbak”
P: “Baik bu, caranya seperti ini P: melihat ke arah klien Klien tampak datar Klien dapat focus pada Agar dapat mengetahui
bu ketika kemarahan itu muncul KP: melihat ke arah klien tampak agresif pembicaraan alasan klien mengalami
ibu bisa siapkan bantal untuk K: Sedikit tenang gangguan jiwa
Ny.S. Coba Ny.S peragakan !”
“Bagus Bu coba lagi”
K:”.......”
ANALISA PROSES INTERAKSI

FASE TERMINASI

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON-VERBAL ANALISIS BERPUSAT ANALISIS BERPUSAT RASIONAL


PADA KLIEN PADA PERAWAT
P: “Bagaimana perasaan ibu P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Mengevaluasi keadaan
setelah kita ngobrol tadi? KP: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi klien setelah berinteraksi
KP: “Senang mbak, ada yang dengan perawat
bisa mengajari”
P: “Setelah kita ngobrol tadi, P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
coba sebutkan cara untuk KP: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi
mengontrol kemarahan”
KP: “memukul bantal,
mengobrol, dan minum obat”

P: “Bagaimana kalau besok pagi P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
kita ngobrol lagi tentang cara KP: melihat ke bawah tenang pembicaraan evaluasi
mengontol halusinasi Ny.S
apakah bisa?”
KP: “Bisa”

P: “Kira-kira jam berapa ya? P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
Bagaimana kalau jam 10:00, KP: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi
bisa?”
KP: “Bisa mbak"
P: “Kira-kira tempat yang P: melihat ke arah klien Klien tampak sedikit Klien dapat focus pada Klien tenang
nyaman untuk ngobrol besok di KP: melihat ke arah perawat tenang pembicaraan evaluasi
mana ya atau masih di sini?
Sampai jumpa besok”
KP: “Di sini saja”

Anda mungkin juga menyukai