0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Hakikat dan Pengembangan Pembelajaran Fisika

Diunggah oleh

chamilael1706
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Hakikat dan Pengembangan Pembelajaran Fisika

Diunggah oleh

chamilael1706
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA
A. KAJIAN TEORITIS
1. Hakikat Pembelajaran Fisika
Pembelajaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
diartikan sebagai perbuatan yang menjadikan belajar. Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, “Pembelajaran adalah proses interaksi
antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam
lingkup belajar”. Dengan demikian, pembelajaran dapat dimaknai
sebagai proses yang memberikan fasilitas kepada peserta didik
dengan tujuan membantu peserta didik dalam ruang lingkup belajar
(Hanafy, 2014). Dalam pembelajaran dilakukan pengaturan dan
pengorganisasian lingkungan sekitar agar mendorong peserta didik
untuk melakukan proses belajar (Pane & Dasopang, 2017).
Pembelajaran harus menghasilkan proses belajar dan mengajar.
Belajar dilakukan oleh peserta didik dengan perencaaan yang
sistematis, sedangkan mengajar dilakukan dengan tujuan utamanya
adalah menyampaikan informasi kepada peserta didik (Nasution,
2017). Menurut Oemar Hamalik (2003: 77) proses pembelajaran
diindikasikan dengan adanya interaksi antara berbagai komponen.
Komponen tersebut meliputi tujuan pembelajaran, peserta didik, guru,
perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, media
pembelajaran, dan evaluasi pengajaran. Selain itu, pembelajaran juga
dapat dipandang sebagai kegiatan guru yang terprogram untuk
menjadikan peserta didik belajar dengan aktif yang menekankan pada
penyediaan sumber belajar (Majid, 2015). Kegiatan pembelajaran
mencakup tiga aspek yaitu kognitif, afektif, psikomotor. Dalam
mencapai ketiga aspek tersebut maka diperlukan beberapa komponen.
Ketersediaan sumber belajar dan perangkat pembelajaran menjadi
salah satu komponen penting dalam melakukan proses pembelajaran,
karena sumber belajar dan perangkat pembelajaran dijadikan sebagai
acuan untuk pembelajaran yang terstruktur(Adi, 2018).
Ada dua sudut pandang dalam pembelajaran yakni pembelajaran
sebagai suatu sistem dan pembelajaran sebagai suatu proses.
Pembelajaran sebagai sistem merupakan pembelajaran yang terdiri
dari sejumlah komponen yang terorganisasi antara lain mencakup
tujuan pembelajaran, media pembelajaran, pengorganisasian kelas,
evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran. Sedangkan
pembelajaran sebagai proses adalah pembelajaran yang meliputi
kegiatan guru yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai
evaluasi (Faizah, 2017). Adapun proses pembelajaran dari masing-
masing kegiatan pembelajaran:
a. Persiapan
Persiapan dalam pembelajaran dimulai dari perencanaan
program pengajaran tahunan, semester, dan persiapan mengajar.
b. Pelaksanaan kegiatan
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran mengacu pada persiapan
pembelajaran yang dipengaruhi oleh pendekatan, strategi, model,
metode, dan teknik yang dirancang penerapannya.
c. Evaluasi
Evaluasi bertujuan untuk menindaklanjuti pembelajaran yang
telah dikelola dengan pengayaan atau remidial.
Fisika menjadi salah satu cabang ilmu sains yang paling
fundamental untuk menjelaskan prinsip dasar berlakunya alam
semesta (Young & Freedman, 2012). Fisika sebagai subjek ilmu yang
berusaha menjelaskan keteraturan alam semesta juga dituntuk untuk
menjelaskan bagaimana peran Tuhan dalam keteraturan
tersebut (Murdani, 2020) . Koballa & Chiapetta, (2010) menyatakan
bahwa fisika sebagai bagian dari sains pada hakikatnya merupakan 1)
pengumpulan pengetahuan (a body of knowledge),2) cara atau jalan
berpikir (a way of thinking), 3) cara untuk penyelidikan (a way of
investigating) tentang alam semesta ini, 4) interaksi dengan teknologi
dan sosial (it’s interaction with technology and society).
Secara umum terdapat tiga hakikat Fisika yaitu Fisika sebagai
produk, Fisika sebagai proses, dan Fisika sebagai sikap. Produk di
dalam fisika berasal dari hasil penemuan berbagai kegiatan
penyelidikan oleh ilmuwan yang diinventarisir, dikumpulkan, dan
disusun secara sistematik menjadi sebuah kumpulan pengetahuan
berupa prinsip, hukum, rumus, teori, dan model
(Murdani, 2020; Kemdikbud, 2020)
. Pemahaman fisika sebagai proses sangat berkaitan
dengan kata-kata kunci fenomena, dugaan, pengamatan, pengukuran,
penyelidikan dan publikasi (Sutrisno, 2016). Oleh karena itu, guru
dalam proses pembelajaran bertugas untuk membimbing peserta didik
dalam memenuhi hal tersebut (Murdani, 2020) . Menurut Sutrisno
(2006), Fisika sebagai sikap adalah sikap ilmiah yang terdiri dari: (1)
sikap ingin tahu, (2) peduli, (3) bertanggung jawab, (4) jujur, (5)
terbuka, dan (6) bekerja sama. Sikap tersebut muncul setelah diawali
dengan kegiatan-kegiatan kreatif seperti pengamatan, pengukuran dan
penyelidikan atau percobaan yang memerlukan proses mental dan
sikap yang berasal dari pemikiran.
Konsep ilmu fisika sering digunakan dalam bidang lain seperti
kimia, biologi, geologi, dan teknik. (Young & Freedman, 2012; Serway &
Jewett, 2004). Dengan mempelajari fisika peserta didik diharapkan
dapat mengembangkan kemampuan analisis serta daya nalar melalui
pengetahuan yang diperoleh untuk memahami permasalahan yang
berkaitan erat dengan alam (Arini & Juliadi, 2018). Pembelajaran fisika
bertujuan agar peserta didik dapat memahami, menganalisis, dan
mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan lingkungan dan
sekitarnya (Azizah, Yuliati, & Latifah, 2015). Proses pembelajaran fisika
harus mampu memberi kesempatan pada peserta didik untuk terlibat
aktif dalam proses-proses ilmiah, keterampilan proses sains, dan
melatih higher order thinking skills (Liliasari, 2011). Dengan demikian
peserta didik dapat menggunakan keterampilannya baik psikomotorik
maupun kognitif, serta memberi dorongan bagi pemikiran yang
bersifat objektif, kreatif, dan sistematis (Pratama & Istiyono, 2015).
2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Trianto (2011) menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran
merupakan komponen perangkat yang digunakan dalam mengelola
proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi secara maksimal.
Perangkat pembelajaran merupakan komponen penting dalam
pelaksanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
(Rusman, 2012). Perangkat pembelajaran menjadi acuan bagi guru
untuk melakukan proses pembelajaran baik di dalam kelas, di
lingkungan sekitar sekolah, maupun pemanfaatan laboratorium
sebagai tempat melakukan praktikum (Warsodirejo et al. 2019 ; Wati,
2020).
Menurut permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar
Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa penyusunan
perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan
pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru
berfungsi untuk memudahkan kegiatan pembelajaran (Fathurrohman,
2012). Perangkat pembelajaran berupa RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran), silabus, Lembar Kerja, buku ajar, media pembelajaran,
dan instrument evaluasi (Trianto, 2011). Pada penelitian ini hanya akan
mengembangkan perangkat pembelajaran terintegrasi sains agama
berupa Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKP).

3. E -LKPD (Elektronic Lembar Kerja Peserta Didik)


a. Pengertian E-LKPD
Lembar kerja peserta didik (LKPD) adalah panduan peserta
didik yang berisi petunjuk atau langkah - langkah kegiatan
penyelidikan, praktikum, dan pemecahan masalah (Trianto, 2011;
Adriantoni, 2016). LKPD adalah salah satu bahan ajar yang memuat
materi, ringkasan, dan langkah – langkah pelaksanaan tugas
sebagai panduan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar
(Dachi & Perdana, 2021). Menurut Noprinda dan Sholeh (2019) LKPD
didefinisikan sebagai perangkat pembelajaran yang digunakan
pendidik untuk meningkatkan kekatifan peserta didik dalam
pembelajaran guna membentuk kemampuan dasar agar sesuai
dengan indikator pencapaian belajar.
Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) adalah
perangkat pembelajaran berbantuan internet yang tersusun secara
sistematis dalam pembelajaran tertentu yang disajikan dalam
bentuk elektronik (Sari, 2019). Zahroh & Yuliani (2021) menyatakan
bahwa E-LKPD merupakan salah satu perangkat pembelajaran
digital sebagai latihan untuk peserta didik yang dapat diakses
dengan mudah menggunakan laptop, PC, dan smartphone. E-LKPD
menampilkan video, gambar, teks, dan soal - soal yang dapat
dijawab langsung oleh peserta didik (Yurike, et al. 2021; Yuniasih
&Nita, 2021).

Berdasarkan penjelasan dan definisi yang dikemukakan


sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik
Elektronik (E-LKPD) merupakan perangkat pembelajaran berupa
petunjuk kegiatan belajar peserta didik seperti penyelidikan,
praktikum, dan pemecahan masalah yang memuat materi maupun
soal latihan dengan dilengkapi gambar dan video digital sehingga
mampu membuat peserta didik terlibat aktif dalam proses
pembelajaran.

b. Manfaat dan Fungsi LKPD


Manfaat dan fungsi LKPD menurut Prastowo (2014); Widjajanti
(2008) adalah sebagai berikut :
1. Sebagai pedoman bagi pendidik untuk mengarahkan pengajaran
atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu sebagai kegiatan
belajar mengajar.
2. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses
pembelajaran.
3. Membantu peserta didik dalam pemahaman dan penguasaan
konsep.
4. Melatih peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan
keterampilan proses.
5. Menumbuhkan minat serta perhatian peserta didik.
6. Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan
masalah
7. Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi
dan menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui
kegiatan belajar yang sistematis.
c. Langkah – Langkah Penyusunan LKPD
Terdapat beberapa langkah yang dikembangkan dalam
penyusunan LKPD menurut Prastowo (2014) yaitu : 1) menganalisis
kurikulum, 2) menyusun peta kebutuhan LKPD, 3) menentukan judul
LKPD, 4) menentukan capaian pembelajaran dan indikator, 5)
menentukan tema dan materi pokok, 6) menentukan instrumen
penilaian, 7) menyusun materi, dan 8) memerhatikan struktur LKPD.
Menurut Nurdin dan Adriantoni (2016), langkah – langkah
penyusunan LKPD adalah : 1) menentukan indikator dan tujuan
pembelajaran untuk dimodifikasi ke bentuk pembelajaran dengan
LKPD, 2) menentukan keterampilan proses terhadap tujuan
pembelajaran, 3) melakukan kegiatan yang harus dilakukan peserta
didik sesuai degan indikator dan tujuan pembelajaran, 4)
menentukan sumber belajar dan perolehan hasil sesuai tujuan
pembelajaran.
d. Pengembangan E-LKPD
LKPD identik dengan lembaran – lembaran tugas peserta didik
dalam bentuk cetak. Perkembangan teknologi di abad 21
mendorong untuk dilakukan inovasi penyajian LKPD dalam bentuk
elektronik atau E-LKPD (Fuadah, 2021). Batasan umum yang dapat
menjadi acuan ketika menentukan rancangan E-LKPD adalah
menggunakan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dapat
dibaca dengan jelas dan mudah, serta hindari tulisan yang terlalu
memadati halaman E-LKPD sehingga fokus perhatian peserta didik
tidak teralihkan (Prastowo, 2014).
E-LKPD dapat dibuat menggunakan aplikasi pendukung dan
situs web. Pada penelitian ini E-LKPD yang akan dikembangkan
memanfaatkan aplikasi canva dan situs web liveworksheet. Canva
adalah platform desain grafis berasal dari Australia di tahun 2013
yang digunakan untuk membuat grafik media sosial, presentasi,
poster, dokumen, dan konten visual lainnya (Tonra et al,. 2023).
Menurut Junaedi (2022) dan Putra et al (2022) canva bisa
membantu memfasilitasi lingkungan belajar dan membantu guru
dalam memperkuat kreativitas kelas. Melalui canva, E-LKPD dapat di
desain dengan menarik sesuai dengan materi pada saat itu. Produk
e-LKPD yang dihasilkan dari canva berupa file pdf dapat di upload
ke suatu web bernama liveworksheet. Livewroksheet adalah situs
web pendidikan yang diciptakan oleh Victor gayol pada tahun 2016
sebagai teknologi baru dalam pembelajaran yang digunakan untuk
mengubah LKPD cetak menjadi LKPD yang disajikan secara online
dan interaktif (Amalia, et al., 2022; Khairunnisa, 2023).
e. Syarat Kelayakan E-LKPD

Anda mungkin juga menyukai