STUDI KASUS
Permasalahan Pembelajaran IPA di SMPN 08 Lebong
A. Permasalahan yang dihadapi
Selama saya menjadi guru IPA di SMPN 08 Lebong, ada beberapa
kasus yang dialami oleh peserta didik dalam pembelajaran IPA. Pertama,
peserta didik bermain-main ketika pembelajaran berlangsung, kedua
peserta didik tidak memiliki pengetahuan dasar IPA, dan ketiga, hanya
beberapa peserta didik yang aktif mengikuti pembelajaran, sedangkan
sisanya terlihat bermalas-malasan dan tidak tertarik mengikuti kegiatan
pembelajaran. Kasus ini penting untuk saya kaji lebih lanjut agar
pembelajaran IPA bisa berjalan dengan efektif dan peserta didik lebih
berminat mengikuti pembelajaran.
Setelah saya melakukan refleksi, ketiga kasus yang muncul dalam
pembelajaran IPA ini disebabkan oleh kurang baiknya perencanaan yang
saya lakukan. Perencanaan pembelajaran yang saya susun belum
mengutamakan kebutuhan peserta didik. Saya juga tidak melakukan
diagnosis gaya belajar peserta didik. Hal ini disebabkan karena kurangnya
pengetahuan dan pemahaman saya terhadap keberagaman kebutuhan
peserta didik. Pembelajaran yang saya lakukan juga masih berpusat pada
guru sehingga mengakibatkan peserta didik tidak aktif mengikuti
pembelajaran.
B. Upaya yang dilakukan
Upaya yang saya lakukan untuk mengatasi permasalahan yang
saya temui, dimulai dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan saya
buat berdasarkan asesmen diagnostik untuk menentukan gaya belajar
peserta didik. Kegiatan ini saya lakukan di awal tahun ajaran, kemudian
hasilnya saya jadikan catatan untuk mennetukan gaya belajar peserta
didik, sehingga perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan
kebutuhan belajar peserta didik. Saya menerapkan perencanaan berbasis
understanding by design (UbD), dengan pendekatan pembelajaran
berdiferensiasi.
Perencanaan disusun mulai dari tujuan pembelajaran, asesmen,
dan kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran disusun berdasarkan
kebutuhan belajar peserta didik, begitu juga dengan asesmennya.
Selanjutnya kegiatan pembelajaran disusun secara berdiferensiasi,
dengan menggunakan media yang beragam, kegiatan pembelajaran yang
menantang, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (active
learning). Saya menyusun kegiatan pembelajaran yang beragam, seperti
kegiatan praktikum, demonstrasi, menonton video, bernyanyi, dan belajar
sambil bermain.
C. Hasil dari upaya yang dilakukan
Setelah melakukan perencanaan dengan mempertimbangkan
keragaman dan kebutuhan peserta didik, pembelajaran IPA menjadi lebih
aktif, peserta didik terlibat penuh dalam kegiatan pembelajaran, sehingga
tidak ada lagi peserta didik yang mengantuk. Pengetahuan dasar mereka
tentang IPA pun bertambah,
D. Pengalaman bermakna