0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Pengaruh Gaya Hidup dan Label Halal pada Kosmetik Wardah

Diunggah oleh

033Naisya Rahma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Pengaruh Gaya Hidup dan Label Halal pada Kosmetik Wardah

Diunggah oleh

033Naisya Rahma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

53

JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

PENGARUH GAYA HIDUP, LABEL HALAL DAN IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN


PEMBELIAN DAN MINAT BELI ULANG KOSMETIK WARDAH

Oleh
Kurniawan Yunus Ariyono1, Sukma Irdiana2, Mohammad Noor Khairullah3
1,2,3Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Email: 1ariyonoary45@[Link], 2sukmapasah@[Link],


3mohnoorkhairullah@[Link]

Article History: Abstract: Kosmetik wardah merupakan salah satu


Received: 28-05-2023 kosmetik berlabel halal pertama kali di Indonesia.
Revised: 15-06-2023 Mayoritas warga muslim membuat mereka memilih
Accepted: 01-07-2023 produk sebelum membeli. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh baik secara langsung dan
tidak langsung antara gaya hidup, label halal dan iklan
Keywords: terhadap minat beli ulang melalui keputusan
Gaya Hidup, Label Halal, pembelian. Jumlah responden dalam penelitian ini
Iklan, Keputusan Pembelian, sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan pada
Minat Beli Ulang konsumen kosmetik wardah di Kabupaten Lumajang.
Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel
accidental sampling. Teknik analisis data yang
digunakan adalah path analisis. Hasil penelitian
mengatakan bahwa gaya hidup, label halal dan iklan
berpengaruh terhadap minat beli ulang dan keputusan
pembelian. Sedangkan secara mediasi gaya hidup dan
label halal memberikan pengaruh mediasi secara
sempurna terhadap minat beli ulang melalui
keputusan pembelian. Namun iklan tidak dapat
memberikan pengaruh mediasi terhadap minat beli
ulang melalui keputusan pembelian.

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan pada
dunia industrinya, satu diantaranya adalah industri kosmetik (Maria & Pandoyo, 2020). Hal
ini terjadi dikarenakan adanya permintaan dari pasar yang cukup besar seiring dengan
permintaan kaum wanita menjadikan perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama.
Kosmetik Wardah merupakan salah satu kosmetik yang memberikan variasi produk
dimana pada setiap produknya memiliki keunikan dan kelebihan sehingga setiap produk
akan menempati pilihan konsumen terbanyak yang berbeda-beda (Worotitjan, 2014).
Namun meskipun begitu, hal ini merupakan tanggung-jawab besar bagi Wardah bagaimana
caranya agar selalu menciptakan inovasi produk yang selalu bervariasi agar konsumen
merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya. Kosmetik Wardah telah menjadi gaya hidup
yang berorientasi pada modern islami (Sonia Cipta Wahyurini & Trianasari, 2020).
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
54
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

Perkembangan gaya hidup berorientasi pada modern islami dapat dilihat dari beberapa
fenomena seperti masyarakat semakin kritis dalam menilai kehalalan produk yang akan
dikonsumsi (Hoiriyah & Chrismardani, 2021).
Labelisasi halal pada kosmetik Wardah diperlukan dalam setiap produk kosmetik
yang diproduksi. Karena dengan intensitas kegiatan yang cukup tinggi di era sekarang ini,
membuat para wanita mencari produk kosmetik yang sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan mereka yaitu produk yang aman agar dapat terus membuat kulit tetap terjaga,
sehat dan cerah. Produk halal adalah produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan
syariat Islam mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk (Fathurrahman & Anggesti, 2021).
Munculnya Wardah sebagai kosmetik halal, membuat para pesaingnya dari produk
kosmetik lokal lainnya membuat hal yang tidak jauh berbeda. Ketika kita melihat produk
kecantikan, terutama di Indonesia dengan menggunakan kata “halal” menjadi patokan
tersendiri terhadap kaum muslim, jika ingin pakai kosmetik yaitu kosmetik yang halal dan
belum tentu sama dengan kaum non muslim (Sahir et al., 2016). Hal tersebut tentu
menimbulkan pemikiran apakah label halal yang dicantumkan sudah dapat diterima
dengan baik bagi konsumennya agar membuat yang menggunakannya selalu merasa puas
dan ingin membelinya kembali (Gustini & Istiqomah, 2020).
Kosmetik Wardah memiliki stimulus tersendiri dalam menyampaikan informasi
kepada masyarakat melalui iklan dengan tujuan masyarakat mengetahui produk wardah
dan memilih produk tersebut untuk dikonsumsi (Prawira et al., 2019). Maka dari itu,
sebuah iklan perlu dikaji sehingga dapat menjadi media promosi efektif yang tidak hanya
membangun kesadaran akan suatu merek tetapi juga mempengaruhi keputusan pembelian
dari audiens iklan (Dewanti & Sylvie, 2010). Oleh karenanya, peneliti ingin mengetahui
“Pengaruh gaya hidup, label halal dan iklan terhadap keputusan pembelian dan minat beli
ulang.”

LANDASAN TEORI
Theory Of Planned Behavior (TPB)
Theory Of Planned Behavior (TPB) atau Teori Perilaku yang Direncanakan merupakan
teori yang menjelaskan tentang penyebab timbulnya intensi berperilaku. Menurut TPB,
intensi berperilaku ditentukan oleh tiga determinan utama, yaitu sikap, norma subjektif,
dan control perilaku yang dirasakan. Sampai saat ini, teori ini banyak digunakan dalam
bergam keilmuan yang membahas mengenai perilaku dan isu lingkungan. TPB merupakan
teori yang cukup kuat dan sederhana dalam memprediksi dan atau menjelaskan perilaku.
TPB adalah teori yang menjelaskan tentang intensi, yaitu seberapa keras individu mencoba
dan seberapa besar usaha yang dikorbankan dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu,
pada dasarnya konsep dasar TPB adalah presiksi intensi yang apabila tidak ada masalah
serius, maka akan terwujud dalam bentuk actual behavior.
Dalam Theory Of Planned Behavior yang merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned
Action dinyatakan bahwa intensi bisa diprediksi dari tiga elemen pembentuk, yaitu sikap,
norma subyektif dan control perilaku yang dirasakan. Control perilaku yang dipersepsikan
adalah elemen terakhir yang ditemukan sebagai timbulnya intensi dan telah terbukti dapat
meningkatkan kemampuan prediksi dari Theory of Reasoned Action (TRA). Hal ini

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
55
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

disebabkan karena selain sikap dan norma subyektif, perilaku individu juga dipicu oleh
non-volitional control, yaitu perasaan individu tentang ada atau tidak adanya sumber daya
dan kesempatan yang mendukung.

Minat Beli Ulang


Minat beli ulang menunjukkan keinginan pembeli untuk melakukan kunjungan ulang
di masa yang akan datang. Perilaku pembelian ulang seringkali dikaitkan dengan loyalitas.
Namun keduanya berbeda. Perilaku pembelian ulang hanya menyangkut pembelian ulang
merek tertentu yang sama secara berulang-ulang, sedangkan loyalitas merek
mencerminkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu (Humairoh et al., 2023).
Menurut Ferdinand dalam (Munir & Putri, 2022) terdapat tiga indikator minat beli
ulang yaitu:
1. Minat referensial – kesediaan konsumen untuk merekomendasikan produk yang telah
dikonsumsinya kepada orang lain.
2. Minat preferensial – perilaku konsumen yang menjadikan produk yang telah
dikonsumsinya sebagai pilihan utama.
3. Minat eksploratif – keinginan konsumen untuk selalu mencari informasi mengenai
produk yang diminatinya.

Keputusan Pembelian
Menurut (Fathurrahman & Anggesti, 2021) mengemukakan bahwa keputusan
pembelian adalah suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan,
teknologi, politik, budaya, produk, harga, lokasi, promosi, physical evidence, people,
process. Sehingga membentuk sikap pada konsumen untuk mengolah segala informasi dan
mengambil kesimpulan berupa respons yang muncul produk apa yang akan dibeli.
Menurut (Gustini & Istiqomah, 2020) ada 4 indikator dalam keputusan pembelian yaitu:
1. Sesuai kebutuhan. Pelanggan melakukan pembelian karena produk yang ditawarkan
sesuai yang dibutuhkan dan mudah dalam mencari barang yang dibutuhkan.
2. Mempunyai manfaat. Produk yang dibeli sangat berarti dan bermanfaat bagi konsumen.
3. Ketepatan dalam membeli produk. Harga produk sesuia kualitas produk dan sesuai
dengan keinginan konsumen.
4. Pembelian berulang. Keadaan dimana konsumen merasa puas dengan transaksi
sebelumnya sehingga berniat selalu melakukan transaksi dimasa yag akan datang.

Gaya Hidup
Menurut (Puranda & Madiawati, 2017) gaya hidup adalah pola hidup seseorang di
dunia yang diekspresikan dalam aktifitas, minat dan opininya. Gaya hidup menunjukan
keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup
menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia.
Sedangkan menurut Setiadi gaya hidup adalah secara luas diidentifikasikan sebagai cara
hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktifitas)
apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang
mereka pikirkan tentang diri mereka semdiri dan juga sekitarnya (pendapat).

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
56
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

Menurut (Hoiriyah & Chrismardani, 2021) terdapat tiga indikator gaya hidup yaitu:
1. Activities (kegiatan)
2. Interest (minat)
3. Opinion (pendapat)
Label Halal
Label halal adalah pemberian tanda halal atau bukti tertulis sebagai jaminan produk
yang halal dengan tulisan Halal dalam huruf Arab, huruf lain dan motor kode dari Menteri
yang dikeluarkan atas dasar pemeriksaan halal dari lembaga pemeriksaan halal yang
dibentuk oleh MUI, fatwa halal dari MUI, sertifikat halal dari MUI sebagai jaminan yang sah
bahwa produk yang dimaksud adalah halal dikonsumsi serta digunakan oleh masyarakat
sesuai dengan ketentuan syariah (Albab Al Umar et al., 2021).
Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan
menyebutkan label dengan setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar,
tulisan, kombinasi keduanya atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke
dalam, ditempelkan pada atau merupakan bagian kemasan pangan. Dengan demikian label
pangan sekurang-kurangnya memuat keterangan (Izzuddin, 2018):
1. Gambar, merupakan tiruan barang (hewan, orang, tumbuhan dan sebagainya) yang
dibuat dengan coretan pensil pada media kertas.
2. Tulisan, merupakan sebuah hasil dari kegiatan menulis yang diharapkan bisa untuk
dibaca.
3. Kombinasi gambar dan tulisan, merupakan sebuah gabungan antara gambar dan
tulisan yang dijadikan menjadi satu bagian utuh.
4. Menempel pada kemasan, yaitu sesuatu yang melekat pada sebuah kemasan (wadah
suatu produk). Pencantuman Label Halal harus mudah dilihat dan dibaca serta tidak
mudah dihapus, dilepas, dan dirusak.
Iklan
Iklan adalah sebuah elemen dari komunikasi, sebab pada mulanya iklan yaitu suatu
proses menyampaikan pesan, yang dimana pesan tersebut berisi informasi mengenai suatu
produk, baik benda ataupun jasa. Iklan dalam menyampaiannya sifatnya persuasif yang
bertujuan untuk memengaruhi massa, pada umumnya iklan disampaikan lewat media
massa baik elektronik ataupun cetak sehingga dapat diterima bagi masyarakat luas secara
serentak. (Prawira et al., 2019).
Menurut (Gustini & Istiqomah, 2020) indikator iklan adalah sebagai berikut:
1. Mission (tujuan) yaitu menetapkan tujuan periklanan yang merujuk pada keputusan
sebelumnya mengenai pasar sasaran, penentuan pasar sasaran, penentuan posisi pasar,
dan bauran promosi. Strategi penentuan posisi pemasaran dan strategi bauran
pemasaran mengidentifikasikan tugas yang harus dilaksanakan periklanan dalam
pelaksanaan program pemasaran keseluruhan.
2. Message (pesan yang disampaikan), idealnya suatu pesan harus mendapat perhatian,
menarik, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan.
3. Media (media yang digunakan), pada dasarnya pemilihan media adalah mencari cara
dengan biaya yang paling efektif untuk menyampaikan sejumlah pemberitahuan yang
dikehendaki kepada pasar sasaran. Pengaruh pemberitahuan iklan terhadap kesadaran
khalayak sasaran tergantung kepada jangkauan, frekuensi dan dampak iklan.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
57
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

METODE PENELITIAN
Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah dengan metode kuantitatif dan kajian
pustaka (Library Research). Mengkaji teori dan hubungan atau pengaruh antar variabel dari
buku-buku dan jurnal baik secara off line di perpustakaan dan secara online yang
bersumber dari Mendeley, Scholar Google dan media online lainnya. Dalam penelitian
kuantitatif, kajian pustaka harus digunakan secara konsisten dengan asumsi-asumsi
metodologis. Artinya harus digunakan secara induktif sehingga tidak mengarahkan
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Salah satu alasan utama untuk
melakukan penelitian kuantitatif yaitu bahwa penelitian tersebut bersifat eksploratif,
(Ghazali, 2011). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis jalur (path
analysis) yang dibantu dengan aplikasi SPSS 21.0 untuk menguji hipotesis, dengan
melakukan pengisian kuesioner melalui google form. Dalam penelitian menggunakan
sampel accidental sampling sebanyak 100 responden konsumen kosmetik Wardah di
Kabupaten Lumajang.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 100 responden. Responden
terdiri dari 69% wanita dan 31% pria dengan mayoritas rentang usia responden sebanyak
21-30 tahun sebanyak 65%, 31-40 sebanyak 20%, dan 41-50 sebanyak 15%. Berdasarkan
perhitungan dan pengujian analisis menggunakan program SPSS 21, maka diperoleh hasil
sebagai berikut:
Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua indicator dari variable, seluruhnya
mempunyai r hitung yang lebih besar dari r minimal 0,3. Dengan demikian bahwa seluruh
butir pertanyaan dinyatakan valid. Sedangkan hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa
semua variable penelitian memiliki Koefisien Cronbach’s Alpha lebih dari 0,6 sehingga hasil
uji reliabilitas dikatan reliable.
Hasil uji normalitas data untuk kedua model persamaan diketahui bahwa nilai nilai
Kolmogorov smirnov lebihbbesarddari`α =`0,05, makaddapat disimpulkan bahwa kedua
data berdistribusi normal.
Hasil uji heterokedastisitas pada dua persamaan diketahui bahwa titik-titik scarrplots
yang menyebar secara acak serta tersebar diatas maupun dibawah`angka`0`padassumbuTY.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut terbebas dari heterokedastisitas.
Hasil uji multikolinearitas pada kedua persamaan menunjukkan bahwa
nilaivVIFuuntukssetiapvvariabel1independenn dalam persamaanmmemilikinnilai1kurang
dari`10ddannnilaittolerancellebihbbesarddari10,100 maka semuavvariabelddalammmodel
tidaktterkenammasalahhmultikolinearitas.
Uji t
Tabel 1 Regresi Linier Berganda I
T Sig Keterangan
Gaya Hidup 6.230 0.000 Signifikan
Label Halal 2.164 0.033 Signifikan
Iklan 2.206 0.030 Signifikan
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Olah data SPSS, 2023
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
58
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

Tabel 2 Regresi Linier Berganda II


T Sig Keterangan
Gaya Hidup 4.182 0.000 Signifikan
Label Halal 2.233 0.021 Signifikan
Iklan 2.109 0.040 Signifikan
Keputusan Pembelian 2.585 0.012 Signifikan
a. Dependent Variable: Minat Beli Ulang
Sumber: Olah data SPSS, 2023

Berdasarkan Tabel 1, dapat dijelaskan bahwa hasil siginfikan uji statistik t untuk
masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh gaya hidup (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Z), diketahui nilai t hitung
(6.230) > ttabel (1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat
pengaruh gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Z). Hal itu terjadi karena
perubahan zaman yang semakin modern sehingga orang-orang berlomba untuk
mengikuti trend gaya hidup.
2. Pengaruh label halal (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Z), diketahui nilai thitung
(2.164) > ttabel (1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat
pengaruh label halal (X2) terhadap keputusan pembelian (Z). Hal ini karena konsumen
merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi produk serta munculnya kepercayaan
dan keinginan untuk membeli.
3. Pengaruh iklan (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Z), diketahui nilai t hitung (2.206) >
ttabel (1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat pengaruh
iklan (X3) terhadap keputusan pembelian (Z). Hal ini menunjukkan semakin tinggi
intensitas iklan suatu produk maka semakin tinggi daya ingat konsumen tentang iklan
tersebut yang berdampak pada keputusan pembelian konsumen.
Berdasarkan Tabel 2, dapat dijelaskan bahwa hasil siginfikan uji statistik t untuk
masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh gaya hidup (X1) terhadap minat beli ulang (Y), diketahui nilai t hitung (4.182) >
ttabel (1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat pengaruh
gaya hidup (X1) terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini karena apabila gaya hidup
seseorang semakin tinggi maka akan berdampak pada minat beli ulang suatu produk.
2. Pengaruh label halal (X2) terhadap minat beli ulang (Y), diketahui nilai t hitung (2.233) >
ttabel (1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat pengaruh
label halal (X2) terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini karena pencantuman label halal
pada suatu produk dapat membuat konsumen makin yakin akan kehalalalan produk
tersebut, sehingga konsumen tidak merasa takut membeli dan membeli terus secara
berulang-ulang.
3. Pengaruh iklan (X3) terhadap minat beli ulang (Y), diketahui nilai thitung (2.109) > ttabel
(1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat pengaruh iklan
(X3) terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini karena iklan merupakan salah satu sarana
promosi yang sering digunakan produsen untuk memasarkan produknya, makin di
kenang produk melalui iklan maka makin tinggi tingkat penjualan. Sehingga dampak
pembelian ulang akan semakin besar pula.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
59
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

4. Pengaruh keputusan pembelian (Z) terhadap minat beli ulang (Y), diketahui nilai t hitung
(2.585) > ttabel (1.661), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti yaitu terdapat
pengaruh keputusan pembelian (Z) terhadap minat beli ulang (Y). hal ini karena
keputusan pembelian konsumen akan suatu produk yang tepat akan berdampak pada
meningkatnya pembelian ulang konsumen.

Uji Sobel
Table 3. Uji Sobel
Endogen Mediasi Eksogen T hitung T Tabel Keterangan
Y Z X1 1.746 1.661 Signifikan
Y Z X2 2.006 1.661 Signifikan
Y Z X3 0.188 1.661 Tidak Signifikan
Sumber: Olah data, 2023

Dari Tabel 3 diatas dapat diperoleh pengaruh mediasi variabel eksogen terhadap
variabel endogen melalui variabel intervening sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil pengujian sobel pengaruh gaya hidup terhadap minat beli ulang
melalui keputusan pembelian didapatkan t hitung sebesar 1,746 lebih besar dari t
Tabel 1,661. Hal ini mengindikasikan bahwa gaya hidup berpengaruh signifikan
terhadap minat beli ulang yang dimediasi keputusan pembelian di kosmetik wardah.
Sehingga hipotesis Ho ditolak yaitu adanya pengaruh gaya hidup terhadap minat beli
ulang yang dimediasi keputusan pembelian.
2. Berdasarkan hasil pengujian sobel pengaruh label halal terhadap minat beli ulang
melalui keputusan pembelian didapatkan t hitung sebesar 2,006 lebih besar dari t
Tabel 1,661. Hal ini mengindikasikan bahwa label halal berpengaruh signifikan
terhadap minat beli ulang yang dimediasi keputusan pembelian di kosmetik wardah.
Sehingga hipotesis Ho ditolak yaitu adanya pengaruh label halal terhadap minat beli
ulang yang dimediasi keputusan pembelian.
3. Berdasarkan hasil pengujian sobel pengaruh iklan terhadap minat beli ulang melalui
keputusan pembelian didapatkan t hitung sebesar 0,188 lebih kecil dari t Tabel 1,661.
Hal ini mengindikasikan bahwa iklan berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang
yang dimediasi keputusan pembelian di kosmetik wardah. Sehingga hipotesis Ho
diterima yaitu tidak adanya pengaruh iklan terhadap minat beli ulang yang dimediasi
keputusan pembelian.

KESIMPULAN
Hasil penelitian diketahui bahwa gaya hidup, label halal dan iklan berpengaruh
terhadap keputusan pembelian kosmetik wardah. Begitupula gaya hidup, label halal, iklan
dan keputusan pembelian berpengaruh terhadap minat beli ulang kosmetik wardah.
Sedangkan secara mediasi gaya hidup dan label halal memberikan pengaruh mediasi secara
sempurna terhadap minat beli ulang melalui keputusan pembelian. Namun iklan tidak
dapat memberikan pengaruh mediasi terhadap minat beli ulang melalui keputusan
pembelian.

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
60
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

Keterbatasan penelitian ini adalah kurangnya jumlah responden yang hanya 100
reponden dan cakupan responden yang kurang luas hanya di sekitar Kabupaten Lumajang.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Albab Al Umar, A. U., Mustofa, M. T. L., Fitria, D., Jannah, A. M., & Arinta, Y. N. (2021).
Pengaruh Label Halal dan Tanggal Kadaluarsa Terhadap Keputusan Pembelian Produk
Sidomuncul. Jesya (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah), 4(1), 641–647.
[Link]
[2] Dewanti, R., & Sylvie, S. (2010). Peran Iklan dan Kelompok Referensi terhadap Minat
Pembelian Ulang Obat Herbal. Binus Business Review, 1(1), 266.
[Link]
[3] Fathurrahman, A., & Anggesti, M. (2021). Pengaruh Gaya Hidup, Label Halal dan Harga
terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik (Studi Kasus pada Produk Safi). JES (Jurnal
Ekonomi Syariah), 6(2), 113. [Link]
[4] Ghazali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivarite dengan Program IBM SPSS 19.
Universitas Diponegoro.
[5] Gustini, S., & Istiqomah. (2020). Pengaruh Iklan Dan Label Halal Produk Wardah
Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Di Desa Bandar Jaya Kecamatan Sekayu.
Jurnal Adminika Volume, 7(1), 20–39.
[6] Hoiriyah, Y. U., & Chrismardani, Y. (2021). Pengaruh Gaya Hidup Halal, Label Halal Dan
Harga Terhadap Keputusan Pembelian Ms Glow (Studi Pada Mahasiswi Universitas
Trunojoyo Madura). Jurnal Kajian Ilmu Manajemen (JKIM), 1(2), 115–120.
[Link]
[7] Humairoh, H., Febriani, N., & Annas, M. (2023). Determinasi Minat Beli Ulang
Konsumen Pada Aplikasi Tiktok. Dynamic Management Journal, 7(1), 71.
[Link]
[8] Izzuddin, A. (2018). Pengaruh Label Halal, Kesadaran Halal Dan Bahan Makanan
Terhadap Minat Beli Makanan Kuliner. Jurnal Penelitian Ipteks, 3(2), 100–114.
[9] Maria, P., & Pandoyo. (2020). Pengaruh Atribut Halal terhadap Keputusan Pembelian
Kosmetik Wardah (Survey pada Karyawan PT. Barclay Products Jakarta). Jurnal
Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Dan Sosial, 1(1), 40–47.
[10] Munir, M., & Putri, A. F. W. (2022). Pengaruh Saluran Distribusi, Gaya Hidup dan
Kelompok Acuan Terhadap Minat Beli Ulang Air Minum Dalam Kemasan Merek Cleo di
Surabaya. ARBITRASE: Journal of Economics and Accounting, 2(3), 88–93.
[Link]
[11] Prawira, M. Y., Butarbutar, M., Nainggolan, L. E., Manajemen, P. S., Pematangsiantar, K.,
Utara, S., Time, C. C., Pematangsiantar, S., Time, C. C., Pematangsiantar, S., Konsumen,
P., & Ulang, M. B. (2019). Pengaruh Iklan Terhadap Minat Beli Ulang Deangan Persepsi
Konsumen Sebagai Variable Intervening Pada Cafe Coffee Time And Seafood
Pematangsiantar. Maker : Jurnal Manajemen, 5(2), 48–60.
[12] Puranda, N. R., & Madiawati, P. N. (2017). Pengaruh perilaku konsumen dan gaya
hidup terhadap proses keputusan pembelian produk kosmetik Wardah. Bisnis Dan
Iptek, 10(1), 25–36.
[Link]

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
61
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

[13] Sahir, S. H., Ramadhan, A., & Tarigan, E. D. S. (2016). Pengaruh Gaya Hidup, Label Halal
Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah Pada Mahasiswa
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area Medan. Jurnal
Konsep Bsnis Dan Manajemen, 3(1), 130.
[14] Sonia Cipta Wahyurini, & Trianasari, N. (2020). Analisis Pengaruh Label Halal Dan
Harga Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah. Jurnal Mitra Manajemen,
4(1), 39–50. [Link]
[15] Worotitjan, H. G. (2014). Konstruksi Kecantikan Dalam Iklan Kosmetik Wardah. Jurnal
E-Komunikasi, 2(2), 1–10.

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
62
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.2, Juli 2023

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)

Anda mungkin juga menyukai