Analisis Forensik Aplikasi Pelacak Android
Analisis Forensik Aplikasi Pelacak Android
===========================================================================================
Analisis Digital Forensic Aplikasi Pelacak Nomor Handphone
Android Pihak Ketiga Menggunakan Metode Statis Dan
Dinamis
Digital Forensic Analysis Of Third Party Android Cellphone Number Tracker
Applications Using Static And Dynamic Methods
Indra Gunawan*1, Oei Gregorius Grasia2
1,2,3 Program Studi Informatika, Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu
e-mail: *1 igunsttr@[Link]
I. PENDAHULUAN
Teknologi informasi pada dasarnya dibutuhkan manusia untuk mempermudah
kegiatannya tanpa perlu membuang tenaga serta biaya dan dapat memberikan hasil yang
maksimal secara cepat dan akurat. Salah satunya yaitu dengan menggunakan Handphone
Android. Teknologi yang sedang banyak dicari manusia saat ini untuk mengetahui
informasi yang dicari adalah aplikasi pelacak nomor seluler. Hal ini dikarenakan banyaknya
kasus penipuan menggunakan nomor-nomor yang tidak dikenal yang sering menghubungi
==========================================================================================
SENDIKO 2023 | 97
Analisis Digital Forensik menggunakan Metode Statis Dan Dinamis (Indra Gunawan)
===========================================================================================
dan membuat tidak nyaman. Banyaknya aplikasi pelacak nomor seluler ini dan
bermunculan aplikasi-aplikasi baru membuat pengguna Smartphone Android terkadang
salah memilih aplikasi yang aman untuk Smartphone Android mereka, salah satunya
aplikasi pelacak nomor seluler dari pihak ketiga. Misalnya pada aplikasi GetContact Mod,
Truecaller Mod, Phone Number Locator, Showcaller, dan phone Number Tracker. Kelima
aplikasi tersebut juga tidak dapat diunduh di Play Store dikarenakan belum memiliki izin
resmi. Aplikasi tersebut hanya dapat diunduh lewat situs web/apk dari pihak ketiga. Seperti
yang kita ketahui bahwa mengunduh aplikasi dari pihak ketiga sangat beresiko
dibandingkan mengunduh aplikasi lewat Situs Resmi.
Ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan analisis
digital Forensic, antara lain yaitu penelitian pertama oleh Melania, D.E dan Gunawan, I. [5]
yang berjudul “Analisis Keamanan Aplikasi Android Non Playstore Dengan Metode Digital
Forensic Pendekatan Statis Dan Dinamis”. Penelitian kedua oleh Krisdayanti, N dan
Gunawan, I. [2] yang berjudul “Analisis Keamanan Aplikasi Chat Android Pihak Ketiga
Atau Non Playstore Menggunakan Digital Forensics” . Penelitian ketiga oleh (Gazhi, Erza.,
2018) dengan judul “Permission-based Privacy Analysis for Android Applications”.
Perbedaan penelitian berikut dengan penelitian sebelumnya adalah penulis akan membuat
kebaharuan dari penelitian sebelumnya yaitu GetContact Mod, Truecaller Mod, Phone
Number Locator, Showcaller, dan phone Number Tracker sebagai studi kasus serta statis
dan dinamis Forensic sebagai metode penelitian ini. Dan proses Forensic pada penelitian ini
menggunakan aplikasi software Wireshark dan Network Miner.
Dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa analisis pelacak lokasi sangat
berguna untuk membantu pengguna smartphone android baru dalam mengatasi hal-hal
yang berbahaya seperti kebocoran lokasi pribadi atau cybercrime. Hal inilah yang membuat
penulis merasa tertarik untuk meneliti dan menganalisis dengan menggunakan metode
statis dan dinamis Forensic dan meletakkan nya kedalam karya ilmiah tugas akhir skripsi
yang berjudul “Analisis Digital Forensic Aplikasi Pelacak Nomor Handphone Android
Pihak Ketiga Atau Non Playstore Menggunakan Metode Statis Dan Dinamis”.
1.1 Level Keamanan Smartphone
Keamanan informasi secara umum bertujuan untuk mengamankan ketiga faktor yaitu
confidentiality, availability, dan integrity [1] yang pada akhirnya diturunkan menjadi
banyak cabang. Keamanan smartphone memiliki cabang-cabang yang banyak. Dalam
pengamanan sistem, banyak yang harus diperhatikan seperti database, keamanan data,
keamanan smartphone, keamanan aplikasi, keamanan jaringan dan keamanan informasi.
Pengamanan smartphone dilakukan berdasarkan level dan sistem. Berdasarkan level,
pengamanan disusun seperti piramida, yaitu keamanan level 0, level 1, level 2, level 3, dan
level 4. Sedangkan berdasarkan system, pengamanan smartphone dibedakan menjadi
network topology, security information management, dan IDS/IPS.
Keamanan Level 0 merupakan keamanan fisik (physical security) atau keamanan tingkat
awal. Apabila keamanan fisik terjaga maka keamanan di dalam smartphone juga akan
terjaga. Keamanan Level 1 terdiri dari database security, data security, dan device security.
Dari pembuatan database dapat dilihat apakah digunakan aplikasi yang sudah diakui
keamanannya. Selanjutnya adalah memperhatikan data security yaitu desain database,
karena pendesain database harus memikirkan kemungkinan keamanan dari database.
Terakhir adalah device security yaitu alat yang dipakai untuk keamanan dari database
tersebut. Keamanan level 2 merupakan keamanan dari segi keamanan jaringan. Keamanan
==================================================================================
98 | Edisi Agustus 2023
Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Komputer
===========================================================================================
ini merupakan tindak lanjut dari keamanan level 1. Keamanan level 3 merupakan
information security. Informasi -informasi seperti kata sandi yang dikirimkan kepada teman
atau file-file yang penting, karena takut ada orang yang tidak sah mengetahui informasi
tersebut. Keamanan Level 4 adalah keseluruhan dari keamanan level 1 sampai level 3.
Apabila satu dari keamanan itu tidak terpenuhi maka keamanan level 4 juga tidak terpenuhi
dikutip oleh [2].
1.2 Digital Forensic
Dalam bahasa Inggris Forensic artinya “yang berhubungan dengan kehakiman atau
peradilan”. Karena memang pada awalnya Forensic berguna untuk mengungkap bukti bukti
yang digunakan dalam kasus peradilan. Bila digabungkan dengan digital yang artinya
sesuatu yang berhubungan dengan komputer atau teknologi informasi. Maka, digital
forensic atau Forensic digital adalah suatu ilmu pengetahuan dan keahlian untuk
mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisa dan menguji bukti bukti digital yang
menjadi kasus untuk ditangani.
Digital forensic merupakan aktifitas penyelidikan yang dilakukan untuk menemukan
bukti digital yang akan memperkuat atau melemahkan bukti fisik dari kasus yang ditangani.
Istilah Forensic digital pada awalnya identik dengan Forensic komputer. tetapi saat ini
berkembang menjadi lebih luas yaitu menganalisa semua perangkat yang dapat menyimpan
data digital. Forensic digital sendiri diperlukan karena biasanya data di perangkat digital
dikunci, diganti, disembunyikan atau bahkan dihapus.
Penggunaan Forensic digital dimulai ketika penggunaan komputasi personal pada akhir
1970-an dan awal 1980-an, kemudian pada tahun 1990-an era dimulainya internet, dan baru
pada awal abad ke-21 negara negara di dunia secara bertahap membentuk kebijakan
terhadap pelaksanaan digital Forensic ini. Adapun tahapan dalam melakukan Forensic
digital ada 5 (lima), yaitu:
1. Identification
Tahap identification atau tahap identifikasi merupakan kegiatan pemilahan barang bukti
tindak kejahatan digital dan pemilahan data-data untuk mendukung proses penyidikan
dalam rangka pencarian barang bukti kejahatan digital. Pada tahap ini didalamnya terdapat
proses identifikasi, pelabelan, perekaman, untuk menjaga keutuhan barang bukti
2. Collection
Tahap collection atau tahap pengumpulan merupakan serangkaian kegiatan
mengumpulkan data-data untuk mendukung proses penyidikan dalam rangka pencarian
barang bukti kejahatan digital. Pada tahap ini didalamnya terdapat proses pengambilan data
dari sumber data yang relevan dan menjaga integritas barang bukti dari perubahan.
3. Examination
Tahap examination atau tahap pemeriksaan ini merupakan tahap pemeriksaan data yang
dikumpulkan secara Forensic baik secara otomatis atau manual, serta memastikan bahwa
data yang didapat berupa file tersebut asli sesuai dengan yang didapat pada tempat kejadian
kejahatan komputer, untuk itu pada file digital perlu dilakukan identifikasi dan validasi file
dengan teknik hashing.
4. Analysis
Tahap analysis atau tahap meneliti ini dilakukan setelah mendapatkan file atau data digital
yang diinginkan dari proses pemeriksaan sebelumnya, selanjutnya data tersebut dianalisis
secara detail dan komprehensif dengan metode yang dibenarkan secara teknik dan hukum
==========================================================================================
SENDIKO 2023 | 99
Analisis Digital Forensik menggunakan Metode Statis Dan Dinamis (Indra Gunawan)
===========================================================================================
untuk dapat membuktikan data tersebut. Hasil analisis terhadap data digital selanjutnya
disebut digunakan sebagai barang bukti digital serta dapat dipertanggungjawabkan secara
ilmiah dan secara hukum.
5. Reporting
Tahap reporting atau tahap pelaporan dilakukan setelah diperoleh barang bukti digital dari
proses pemeriksaan dan dianalisis. Selanjutnya pada tahap ini dilakukan pelaporan hasil
analisis yang meliputi penggambaran tindakan yang dilakukan, penjelasan mengenai tool,
dan metode yang digunakan, penentuan tindakan pendukung yang dilakukan, dan
memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan, metode, tool, atau aspek pendukung
lainnya pada proses tindakan digital Forensic. [2]
II. METODE
2.1 Desain Penelitian
Diagram alir penelitian sangat dibutuhkan untuk melakukan perencanaan proses, analisis
proses, dan dokumentasi proses sebagai pedoman untuk melakukan suatu penelitian.
Berikut diagram alir penelitian yang ditampilkan pada gambar 2.
Start A
Persiapan
Penelitian: Mendapatkan Bukti Digital
1. Observasi
2. Studi literatur
Analisis Bukti Digital yang
didapat
Membuat Latar belakang,
rumusan masalah, tujuan,
manfaat
dan batasan masalah Pelaporan Hasil Analisis Data
==================================================================================
102 | Edisi Agustus 2023
Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Komputer
===========================================================================================
2.3 Metode Pendekatan Dinamis
Metode Dinamis yang dilakukan pada penelitian dilakukan dengan melakukan
pengamatan pada arus lalu lintas jaringan pada perangkat. Metode ini dilakukan
menggunakan aplikasi Wireshark dan Network Miner. Kedua aplikasi tersebut merupakan
aplikasi standar yang digunakan untuk network forensic maupun analisis jaringan [7], [8] [9]
[10].
Berdasarkan gambar 4 Analisis Dinamis merupakan metode analisis aplikasi dengan
menjalankan aplikasi. Keuntungan dari analisis ini yaitu aplikasi yang diuji diperiksa dan
diaktifkan menggunakan mesin virtual untuk selanjutnya dapat dikumpulkan informasi dari
analisis yang dilakukan. Metodologi penelitian dimulai dengan menginstall aplikasi chat
yang akan di uji (GetContact Mod, Truecaller Mod, Phone Number Location, Showcaller,
dan phone Number Tracker). Setelah itu dilanjutkan dengan menginstall Aplikasi Antivirus
di Handphone Android yang akan digunakan untuk menguji.
Setelahnya install aplikasi Wireshark dan NetworkMiner di PC untuk memulai aktifitas
digital forensic. Lalu jalankan aplikasi-aplikasi yang sudah di install untuk memulai
perekaman jaringan di aplikasi pelacak nomor. Setelah selesai merekam jaringan, analisis
hasil rekaman aplikasi pelacak nomor yang sudah dilakukan untuk mendapatkan barang
bukti dari hasil rekaman. Selanjutnya buka hasil rekaman aplikasi pelacak nomor
menggunakan Network Miner, dan carilah dokumen (files), gambar (images), pesan
(Messages) yang bisa terdeteksi di aplikasi Network Miner. Simpulkan bukti-bukti yang di
dapat untuk selanjutnya akan dijadikan bahan pembuatan laporan.
Start A
Membuat Laporan
Install Aplikasi Wireshark dan
Network Miner di PC
End
==========================================================================================
SENDIKO 2023 | 103
Analisis Digital Forensik menggunakan Metode Statis Dan Dinamis (Indra Gunawan)
===========================================================================================
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Penelitian
Pada tahap ini merupakan hasil penelitian untuk Analisis Digital Forensic Aplikasi
Pelacak Nomor Handphone Android Pihak Ketiga Menggunakan Metode Statis dan
Dinamis. Pada setiap aplikasi pelacak nomor handphone mempunyai hasil yang berbeda
yang akan dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu Aplikasi yang normal (Normal
Permissions) dan tidak aman (Dangerous Permissions). Dalam analisis digital Forensic ini
menggunakan perangkat lunak Apk Analyzer dan NetworkMiner. Tahapan awal dalam
analisis digital Forensic ini adalah dengan membuat tabel temuan menggunakan analisis
statis dan dinamis. Kemudian membuat tabel level keamanan dari aplikasi aplikasi yang
dianalisis. Berikut gambaran dari prose pengujian digital Forensic aplikasi pelacak nomor
handphone.
APLIKASI PELACAK
HANDPHONE SOFTWARE ANALISIS
USER NOMOR
ANDROID FORENSIK DATA
HANDPHONE
==================================================================================
106 | Edisi Agustus 2023
Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Komputer
===========================================================================================
storage
7. Izin hak akses aplikasi read call log
8. Izin hak akses aplikasi use credentials
9. Izin hak akses aplikasi system alert
window
10. Izin hak akses aplikasi write call log
11. Izin hak akses aplikasi write external
storage
12. Izin hak akses aplikasi process outgoing
calls
13. Izin hak akses aplikasi read sms
14. Izin hak akses aplikasi receive sms
15. Izin hak akses aplikasi get tasks
16. Izin hak akses aplikasi send sms
17. Izin hak akses aplikasi read phone state
18. Izin hak akses aplikasi call phone
Dinamis
Tidak ditemukan temuan apapun.
IV. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat
keamanan aplikasi pelacak nomor handphone Getcontact, Truecaller, Phone Number
Locator, Showcaller, dan Phone Number Tracker dengan menggunakan metode statis
dinamis. Framework yang digunakan memiliki 6 (enam ) tahapan yaitu : Membuat latar
belakang,rumusan masalah, tujuan, manfaat dan batasan masalah. Dari penelitian yang
dilakukan didapatkan hasil dari tabel risk level menunjukkan bahwa aplikasi Getcontact
memasuki level 4, yang artinya database security, data security dan device security sudah
memiliki keamanan yang sesuai aplikasi pelacak nomor handphone pada umumnya.
Sedangkan pada aplikasi pelacak nomor handphone Truecaller, Phone Number Locator,
Showcaller dan Phone Number Tracker memasuki level 1, yang artinya database, data dan
device security pada aplikasi tersebut belum memiliki keamanan yang sesuai aplikasi
pelacak nomor handphone pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
[1] I. Gunawan, Keamanan Data: Teori dan Implementasi, 1st ed. Sukabumi: Jejak, 2021.
[2] I. Gunawan and N. Krisdayanti, “Analisis Keamanan Aplikasi Chat Android Pihak Ketiga Atau
Non Playstore Menggunakan Digital Forensics,” SIMETRIS, vol. 16, no. 2, Art. no. 2, Dec. 2022,
doi: 10.51901/simetris.v16i2.257.
[3] I. Gunawan and A. Ferriyan, “Analisis Malware Botnet Proteus Pendekatan Static dan Dinamic,”
SIMETRIS, vol. 15, no. 1, pp. 12–17, Jul. 2021, doi: 10.51901/simetris.v15i01.172.
[4] A. Kukuh, Yudatama and I. Gunawan, “Analisis Keamanan Aplikasi Dompet Digital Pendekatan
Statis dan Dinamis,” Jurnal Simetris, vol. 17, no. 1, pp. 18–22, Jun. 2023.
[5] I. Gunawan and D. E. Melania, “Security Analysis of Non Playstore Android Applications with
Digital Forensic Methods Static and Dynamic Approaches | SIMETRIS”, Accessed: Jun. 16, 2023.
[Online]. Available: [Link]
[6] E. Gashi, “Permission-based Privacy Analysis for Android Applications,” 2018. Accessed: Jun. 16,
2023. [Online]. Available: [Link]
==========================================================================================
SENDIKO 2023 | 107
Analisis Digital Forensik menggunakan Metode Statis Dan Dinamis (Indra Gunawan)
===========================================================================================
[7] I. Gunawan, “Analisis Keamanan Wifi Menggunakan Wireshark,” JES (Jurnal Elektro Smart), vol.
1, no. 1, Art. no. 1, Aug. 2021.
[8] I. Gunawan, “Analisis Keamanan Data Pada Website Dengan Wireshark,” JES (Jurnal Elektro
Smart), vol. 1, no. 1, Art. no. 1, Aug. 2021.
[9] C. D. Berliana, T. A. Saputra, and I. Gunawan, “Analisis Serangan dan Keamanan pada Denial of
Service (DOS): Sebuah Review Sistematik,” JIIFKOM (Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer), vol.
1, no. 2, Art. no. 2, Jul. 2022.
[10] I. Gunawan, “Optimasi Model Artificial Neural Network untuk Klasifikasi Paket Jaringan,”
SIMETRIS, vol. 14, no. 2, Art. no. 2, Dec. 2020, doi: 10.51901/simetris.v14i2.135.
==================================================================================
108 | Edisi Agustus 2023