0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan3 halaman

Pendekatan Studi Kelayakan Bisnis

studi kelayakan bisnis diskusi 2

Diunggah oleh

Anastasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan3 halaman

Pendekatan Studi Kelayakan Bisnis

studi kelayakan bisnis diskusi 2

Diunggah oleh

Anastasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Selamat malam, izin menanggapi diskusi 2

Soal:

Dalam proses menentukan tujuan studi kelayakan bisnis, maka dapat dilakukan melalui 2 (dua)
pendekatan studi pasar. Bagaimana menurut Anda penjelasan atas 2 (dua) pendekatan
tersebut? Selain itu, terdapat beberapa bauran pemasaran yang merupakan bagian dari strategi
pemasaran. Apa sajakah dan bagaimana penjabaran atas hal tersebut ditinjau dari aspek
pasar?

Jawaban:

Dalam proses menentukan tujuan studi kelayakan bisnis, ada dua metode pendekatan studi pasar
sebagai berikut:

1. Studi pasar informal


Studi informal yang dimaksud adalah mendapatkan informasi dengan mewawancarai pihak-
pihak yang berhubungan langsung dengan produk sejenis yang selama ini sudah ada di pasaran.
Misalnya, orang-orang dari perusahaan pedagang besar, perantara pesaing, konsumen, dan
orang-orang lain yang berhubungan dengan industri yang bersangkutan. Jika studi informal
dapat menghasilkan data yang dibutuhkan dengan baik dan cukup maka analisis tidak perlu
mengadakan studi lebih lanjut.
2. Studi pasar formal
Manfaat mengetahui tujuan studi secara rinci adalah dapat menentukan jenjang infomasi
penting yang ingin diteliti sehingga dapat direncanakan studi atau penelitian yang akan
dilakukan. Rencana studi tersebut meliputi suatu deskripsi metode yang akan dilakukan untuk
mendapat informasi yang dimaksud; meliputi rencana penelitian proyek secara menyeluruh
yang terdiri dari skedul kerja, waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan studi atau penelitian
tersebut.
a. Data sekunder
Studi pasar secara formal adalah mencari dan mendapatkan data serta menganalisisnya
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan di dalam tujuan. Data
sekunder adalah data yang telah dikumpulkan pada waktu sebelumnya oleh pihak lain atau
pihak yang bersangkutan. Data sekunder bias berasal dari kumpulan informasi dan laporan
perusahaan tahun-tahun sebelumnya, laporan-laporan yang ada di perpustakaan, kantor-
kantor pemerintah, universitas, organisasi profesioanal, dan perdagangan atau sejenisnya.
Data sekunder tersebut bias berupa laporan pemerintah dan terbitan-terbitan misalnya nota
keuangan, repelita, peraturan-peraturan pemerintah, undang-undang, dan sebagainya.
Bentuk lain, misalnya majalah, jurnal, atau hasil-hasil penelitian para ilmuwan.
b. Data primer
Data yang didapatkan langsung dari sumbernya untuk pertama kalinya oleh pihak peneliti
disebut data primer. Jika data sekunder dinilai masih kurang lengkap sehingga belum bias
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan dalam tujuan secara memuaskan
maka diperlukan data primer. Data primer diperoleh dari objek penelitian dengan
melakukan survei atas pihak-pihak yang terlibat atau berhubungan dengan produk yang
akan diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dalam bentuk daftar pertanyaan yang
dikirimkan lewat pos atau diberikan langsung, wawancara langsung (depth interview), atau
wawancara melalui telepon. Setelah mendapatkan data primer dan sekunder, tahap
selanjutnya adalah memproses dan manganalisis data yahnhg meliputi penyuntingan,
pemberian kode, dan tabulasi.

Program pemasaran juga sangat perlu ditentukan oleh manajemen untuk mendukung
strategi pemasaran yang telah ditetapkan. Strategi pemasaran ini menyangkut produk,
harga, saluran distribusi, dan promosi.
Program pemasaran harus menyangkut kualitas produk yang diberikan, penentuan harga
dengan mempertimbangkan berbagai tahap dalam distribusi, saluran distribusi untuk
memudahkan konsumen mendapatkan produk, dan promosi agar konsumen tertarik untuk
membeli produk perusahaan tersebut.
Berikut penjelasan singkat mengenai bauran pemasaran ditinjau dari aspek pasar:
1. Perencanaan produk
Produk adalah unsur yang pertama dan penting dalam bauran pemasaran. Strategi
produk merupakan koordinasi keputusan yang menyangkut bauran produk,
pengelempokan produk, produk secara individu, dan produk jasa.
Hal-hal yang perlu dilakukan perusahaan dalam kebijakan produk adalah pertama,
menentukan merek yang disesuaikan dengan kualitas, penampilan, dan desain produk.
Kedua, pembungkusan yang bertujuan untuk melindungi produk, penghemetan,
kemudahan, dan promosi. Ketiga, pemberian label yang bertujuan untuk identifikasi,
deskripsi, dan promosi produk.
2. Perencanaan harga
Dalam penentuan harga bagi proyek baru ini, perusahaan menghadapi enam tahapan,
yaitu: tahap pertama, perusahaan harus menentukan tujuan perusahaan. Tahap kedua,
perusahaan perlu menentukan skedul permintaan yang menunjukkan jumlah yang bisa
dibeli setiap periode pada setiap pilihan harga. Tahap ketiga, perusahaan
memperkirakan perbedaan biaya setiap tingkat keluaran (output). Tahap keempat,
perusahaan meneliti harga pesaing sebagai dasar untuk menentukan harga. Tahap
kelima, memilih metode penentuan harga. Tahap tarakhir, penentuan harga untuk
proyek baru adalah memilih harga akhir dengan memasukkan unsur psikologis dalam
penentuan harga.
3. Perencanaan saluran distribusi
Akhir-akhir ini produsen tidak menjual langsung produknya kepada pemakai akhir
melainkan melalui penghubung/perantara pemasaran. Perantara yang membeli produk
produsen, memiliki. Dan menjual kembali adalah disebut perantara penjual (merchant
middlemen). Menentukan dan memilih saluran distribusi adalah merupakan pekerjaan
yang paling rumit yang dihadapi oleh perusahaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
merencanakan saluran distribusi adalah bahwa anggota penyalur harus secara rutin
dievaluasi dengan membandigkan prestasi sekarang dengan periode sebelumnya atau
dengan membandingkan prestasi anggota satu dengan anggota lainnya.
4. Perencanaan promosi
Merencanakan dan membuat program promosi menyangkut lima tahapan, yaitu
pertama, perencanaan proram promosi harus mengidentifikasi target audiens yang ingin
dicapai. Kedua, perencana harus mendefinisikan tujuan mengadakan komunikasi dalam
promosi. Ketiga, perusahaan perlu merencanakan ‘pesan’ yang ingin disampaikan.
Keempat, memilih saluran komunikasi baik komunikasi personal (langsung) meliputi
nonpersonal (melalui media). Kelima, memperkirakan anggaran promosinya. Setelah
anggaran promosi berhasil disusun, perlu dialokasikan kepada tiap-tiap alat promosi
(bauran promosi), yaitu iklan, promosi penjualan, publikasi, dan personal selling.

Aspek pasar dalam bauran pemasaran harus disesuaikan dengan karakteristik dan
kebutuhan target pasar agar strategi pemasaran efektif dan menghasilkan penjualan
yang optimal.

Sumber Referensi:

Sri Handaru Yuliati, Tamjuddin. Studi Kelayakan Bisnis (EKMA4311). Ed.3. Tanggerang Selatan:
Universitas Terbuka.

Sekian dan terima kasih.

Anda mungkin juga menyukai