0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan3 halaman

Prosedur Penanganan Asma Akut Berat

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan3 halaman

Prosedur Penanganan Asma Akut Berat

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASMA AKUT BERAT

No. Dokumen : 22 /SOP.03 /[Link]/ 13/I I/2024


No. Revisi : 0
SOP
Tanggal Terbit : 15 Pebruari 2024
Halaman : 1/2

PUSKESMAS Edduardus Bewa,[Link]


WOLOWARU NIP.198105162006041010

1. Pengertian Asma akut berat episode perburukan gejala yang progresif dari sesak,
batuk, mengi, atau rasa berat di dada atau kombinasi gejala tersebut

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah bagi petugas di puskesmas


Wolowaru dalam penatalaksanaan kasus Asma berat di puskesmas.

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Wolowaru Nomor : 13/SK.03/[Link]

/ 13 /II/2024 Tentang Pelayanan Klinis

4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.01.07/MENKES/1186/2022 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di FKTP;

5. Prosedur /
1. Petugas melakukan anamnese dengan gejala khas asma:
Langkah –
a) Apakah mengi, sesak ,dada terasa berat?
langkah
b) Apakah gejala sering memburuk dimalam hari atau pagi dini
hari?
c) Apakah gejala dipicu oleh infeksi virus, pajanan allergen,
perubahan cuaca, tertawa atau iritan seperti asap kendaraan,
rokok atau bau yang sangat tajam?
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pasien asma biasanya normal. Abnormalitas yang
paling sering di temukan adalah mengi ekspirasi saat pemeriksaan
auskultasi, tetapi ini bisa saja hanya terdengar saat ekspirasi paksa.
Mengi dapat juga tidak terdengar selama eksaserbasi asma yang
berat, karena penurunan aliran napas yang di kenal dengan “silent
chest”

3. Petugas menegakan diagnosa dengan asma sedang - berat


4. Petugas memberikan terapi awal
 Berikan oksigen untuk mencapai saturasi ≥ 0%
 Inhalasi Agonis Beta-2 kerja singkat secara kontinue dalam 1
jam
 Glukokortikosteroid sistemik jika pasien tak ada respos segera
atau sebelumnya pasien telah mendapat Glukokortikosteroid
oral atau jika serangan berat
 Re-evaluasi setelah 1 jam , pemeriksaan fisis, satuarsi
 Jika membaik (gejala membaik) perbaikan dengan agonis beta 2
dan bertahan selama 4 jam, lanjutkan agonis Beta -2 inhalasi
setiap 3-4 jam untuk 24-48 jam. Alternatif bronkodilator oral
setiap 6-8 jam
 Steroid inhalasi diteruskan dgn dosis tinggi (bila sedang
menggunakan steroid inhalasi) selama 2 minggu kemudian
kembali ke dosis sebelumnya.
 Respon buruk jika gejala menetap atau bertambah berat
beratberikan agonis Beta-2 diulang tambahkan
Glukokortikosteroid sistemik ►rujuk
5. Petugas memberikan informasi kepada individu dan keluarga
mengenai seluk beluk penyakit, sifat penyakit ,perubahan penyakit
(apakah membaik atau memburuk).
6. Petugas menganjurkan pasien untuk melakukan kontrol secara
teratur antara lain untuk menilai dan monitor berat asma secara
berkala.
7. Petugas menganjurkan ke pasien untuk melakukan pola hidup sehat.
8. Petugas menjelaskan ke pasien pentingnya melakukan pencegahan
dengan: menghindari setiap pencetus.
9. Petugas mendokumentasikan pada status pasien dan buku register.

6. Bagan Alir
-

7. Unit Terkait UGD

8. Dokumen Terkait Kartu kunjungan, kartu jaminan kesehatan nasional, kartu tanda pengenal,
rekam medis, register loket pendaftaran, register Pustu dan Poskesdes

9. Rekam Histori -
Perubahan

Anda mungkin juga menyukai