Hafizh: Hi, Mutia. Why didn’t you come to school yesterday?
(Hafizh: Hai, Mutia. Kenapa kamu enggak datang ke sekolah kemarin?)
Mutia: I was too sick and couldn’t make it to school.
(Mutia: Saya sakit dan enggak bisa datang ke sekolah.)
Hafizh: Oh, I’m sorry. I didn’t know that you were sick. We had a bahasa Inggris quiz and it was so
dificult.
(Hafizh: Maaf, saya enggak tahu kalau kamu sakit. Kita ada ulangan bahasa Inggris dan ulangannya
sangat sulit.)
Mutia: Really?
(Mutia: Benarkah?)
Hafizh : Correct
(Hafizh : Benar)
Mutia : Can I take a supplementary English test?
(Mutia : Bisakah saya mengikuti tes bahasa Inggris tambahan?)
Hafizh : Yes, you can meet Mr. Rauf at school tomorrow
(Hafizh : Ya, kamu bisa bertemu Pak Rauf di sekolah besok)
Mutia : OK, tomorrow I will meet Mr. Rauf at school
(Mutia : Ya, kamu bisa bertemu Pak Rauf di sekolah besok)
Hafizh: we all got bad grades. Mr. Anggi also taught us a new material yesterday.
(Hafizh: Ya, kita semua mendapatkan nilai buruk. Pak Anggi juga mengajari kami materi baru, loh,
kemarin.)
Mutia: Do you mind if I borrow the notes from yesterday? I don’t want to miss out about the
material.
(Mutia: Apakah kamu keberatan jika aku meminjam catatan kemarin? Aku enggak mau ketinggalan
materi.)
Hafizh: No, sure, here are the notes.
(Hafizh: Tidak, tentu boleh, ini catatannya.)
Mutia: Thanks a lot. I will return it tomorrow morning.
(Mutia: Terima kasih banyak. Saya bakal mengembalikannya besok pagi.)
Hafizh: Ok, no problem.
(Hafizh: Baiklah, tidak masalah.)
Habib: Look at those kids! They are adorable, aren’t they?
(Lihatlah anak-anak itu! Mereka menggemaskan, kan?)
Hessel: Yes, they are. Look at their happy faces! They are really enjoying playing with each
other.
(Ya, mereka menggemaskan. Lihatlah wajah gembira mereka! Mereka benar-benar
menikmati bermain bersama-sama)
Habib: Of course, they are. They are kids, after all. They love playing.
(Tentu saja mereka menikmatinya. Lagi pula mereka kan anak-anak. Mereka senang
bermain)
Hessel: Seeing them playing brings me back to the memories when I was still a kid playing
with my friends.
(Melihat mereka bermain mengingatkanku kepada kenangan ketika aku masih kecil bermain
bersama teman-temanku)
Habib: Yeah, me too. Hey, what games did you play as a kid?
(Ya, aku juga. Hei, permainan apa yang kamu mainkan saat kamu kecil?)
Hessel: I played hide and seek, jump ropes, fort game, and jacks. You also probably know all
of those games.
(Aku bermain petak umpet, lompat tali, benteng, dan bekel. Kamu juga mungkin tahu
permainan-permainan tersebut)
Habib: Yes, I do. I played them too when I was a kid. I also played board games, you know,
like Snake and Ladder, Monopoly, and ludo.
(Ya, aku tahu. Aku juga bermain permainan-permainan itu ketika masih kecil. Aku juga
bermain permainan papan, kau tahu, seperti, ular tangga, Monopoli, dan ludo)
Hessel: Oh yes board games. I remember when I was a fourth grader my mom and I played
Scrabble a lot. She said that playing Scrabble would have improved my English.
(Oh ya permainan papan. Aku ingat waktu aku kelas 4 ibuku dan aku sering bermain
Scrabble. Ibuku bilang bermain Scrabble dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisku)
Habib: Don’t you still like playing Scrabble now?
(Bukannya sekarang kamu masih suka bermain Scrabble, ya?)
Hessel: Yes, I do because I really like it. Is there any game that you still like playing now?
(Ya karena aku suka Scrabble. Apakah ada permainan yang masih kamu suka mainkan
sekarang?)
Habib: I still play ludo, but I play it on my phone now.
(Aku masih bermain ludo, tetapi sekarang aku memainkannya di HP)
Hessel: Technology really takes over, huh? I also play Scribble on my phone. (Teknologi
benar-benar mengambil alih, ya kan? Aku juga bermain Scribble di HP-ku)
Habib: Technology might take over the game world, but it can’t give us the same feeling of
happiness that our friends gave us when we were playing with them. (Teknologi bisa saja
mengambil alih dunia permainan, tetapi teknologi tidak dapat memberikan kita perasaan
bahagia yang sama yang diberikan oleh teman-teman kita ketika kita bermain bersama
mereka)
Hessel: Agree! (Setuju!)