0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan1 halaman

Pathway RDS pada Bayi Baru Lahir

Diunggah oleh

tzsfjvt4w7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan1 halaman

Pathway RDS pada Bayi Baru Lahir

Diunggah oleh

tzsfjvt4w7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK

PATHWAY RDS
1
Respiratory Distress Syndrome adalah suatu kondisi syndrome pada bayi baru lahir yang ditandai adanya ketidakmatangan paru-
paru, system surfaktan yang tidak berkembang/mengalami defisiensi, kondisi paru yang yang tidak lengkap secara structural
maupun fungsional serta komplien dinding dada yang tinggi. Hal yang memperburuk kondisi RDS antara lain adalah edema paru,
perfusi berlebih akibat kepatenan duktur arteriosus.

Intervensi Perfusi Perifer Tidak Efektif


Intervensi Resiko Perfusi Serebral
Identifikasi rencana transfusi
Tifak Efektif
Monitor tanda-tanda vital
sebelum, selama dan setelah
Identifikasi penyebab peningkatan
tranfusi
Tekanan Intrakranial (TIK)
Lakukan pengecekan
Monitor tanda dan gejala Intervensi Pola Nafas Tidak Efektif
ganda(double check) pada label
peningkatan TIK Monitor kecepatan aliran oksigen
darah
Monitor Mean Arterial Pressure Bersihkan sekret pada mulut dan
Berikan Nacl 0,9% 50-100 ml
(MAP) hidung
sebelum transfusi dilakukan
Monitor status pernapasan Pertahankan kepatenan jalan nafas
Atur kecepatan aliran transfusi
Monitor intake dan output cairan Berikan terapi oksigen
sesuai produk darah
Kolaborasi pemberian obat-obatan
Dokumentasi tanggal, waktu,
darah, durasi dan respon
transfusi

Intervensi Gangguan Pertukaran Gas Intervensi Ikterik Neonatus


Monitor posisi alat terapi oksigen dengan Intervensi Resiko Defisit Nutrisi Intervensi Resiko Hipovolemia
memastikan posisi masker CPAP berada Identifikasi status nutrisi Monitor sklera ikterik dan
pada hidung pasien dalam posisi yang
melalui pengukuran BB/U Kaji keadaan umum kulit bayi
tepat
pada cut off z score dari WHO Awasi masukan, haluaran dan Monitor suhu dan tanda-
Monitor aliran oksigen secara periodik
dan pastikan fraksi yang diberikan cukup Identifikasi kebutuhan kalori monitor intake output tanda vital setiap 4 jam
dengan memastikan saturasi oksigen Pantau TTV anak (TD, nadi,
dan jenis nutrien sekali
normal dengan jumlah oksigen yang suhu) secara berkala
diberikan
Identifikasi perlunya Monitor efek samping
penggunaan selang Observasi status hidrasi (mis.
Pertahankan kepatenan jalan napas fototerapi
dengan memperhatikan posisi pasien, nasogastrik/orogastrik dengan kulit kering, membran
posisi alat bantu napas, dan tanda-tanda mukosa, turgor kulit) dan Siapkan lampu fototerapi
memeriksa sucking reflex
vital dalam rentang normal; memonitor pengisian kapiler Lepaskan pakaian kecuali
efektifitas terapi oksigen dengan Monitor asupan makanan
Kolaborasi terapi cairan popok
mengecek oksimetri dengan mengecek ada
Monitor tanda-tanda hipoventilasi tidaknya residu pada OGT parenteral sesuai program. Berika penutup mata dan
Monitor tanda dan gejala toksikasi
atau bayi mengalami muntah, mengukur jarak antara
oksigen (seperti batuk, sesak, rhonki
basah) dan atelektasis yang ditandai dan memonitor hasil lampu dan permukaan kulit
dengan sianosis, batuk mengi, napas laboratorium khususnya bayi (30 cm atau tergantung
pendek, dan takikardia angka albumin. spesifikasi lampu fototerapi)
Kolaborasikan penentuan dosis oksigen.

REFERENSI
Audila, H., Fajri, N., & Septiana, N. (2024). Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. R dengan Respiratory Distress Syndrome dan Infection of Newborn di Ruang Perawatan Intensif RSUD

Banda Aceh. IJM: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 2(6), 915-924

Ernawati, Y., Rukayah, S., Amelia, L., Suprihatin, K., Romana, A. B. Y. H., & Nurhayati, R. (2023). Asuhan keperawatan pada bayi dengan risiko tinggi. Jakarta: IKAPI

Kusumaningsih, F. S., Riyantini, Y., Devi, N. L. P. S., Rasmita, D., Noviana, U., Fabanjo, I. J., ... & Purwati, N. H. (2023). Asuhan Keperawatan Anak dengan Kelainan Konginetal dan Bayi

Resiko TInggi . PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Wiwin, N. W. (2020). Hubungan Usia Ibu dan Asfiksia Neonatorum dengan Kejadian Respiratory Distress Syndrome (RDS) pada Neonatus di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Borneo Studies and Research, 1(3), 1824-1833.

Anda mungkin juga menyukai