0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan19 halaman

Pemanfaatan Capcut dalam Pembelajaran

Maulana Adv

Diunggah oleh

Rido Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan19 halaman

Pemanfaatan Capcut dalam Pembelajaran

Maulana Adv

Diunggah oleh

Rido Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur Alhamdulillah senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT,


yangtelah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini guna memenuhi tugas mata pelajaran teknologi informasi komunikasi
(TIK) tentang Aplikasi capcut dengan judul "Pemanfaatan Aplikasi Capcut dalam
Pembelajaran Digital: Meningkatkan Keterlibatan dan Pemahaman Siswa di Era
Teknologi"

Saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna
dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena
itu, saya mengharapkan segala bentuk saran dan masukan bahkan kritik yang
membangun dari berbagai pihak. Saya berharap semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi saya sendiri sebagai penulis dan juga bagi orang lain.

wassalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh.

Lubuk Sikaping, 28 September 2024

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................i

DAFTAR ISI.................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar
Belakang............................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah..............................................................................................................5
C. Tujuan................................................................................................................6

BAB II PEMBAHASAN

A. Aplikasi
Capcut................................................................................................................7
B. Tingkat Aksesibilitas Teknologi dan Kesenjangan Digital di Antara Siswa
Dalam Penggunaan Aplikasi Capcut Dalam Pembelajaran...............................8

C. Kesiapan dan Keterampilan Guru dalam Mengintegrasikan Aplikasi Capcut


ke Dalam Metode Pembelajaran……..............................................................10
D. Dampak Penggunaan Capcut terhadap Konsentrasi Belajar Siswa, serta
Pencegahan Potensi Kecanduan Capcut……………………………………..13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan......................................................................................................15
B. Saran…………………………………………………...………………….....15

DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................................................17

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan di era digital berkaitan dengan kegiatan pembelajaran
melalui digital, dengan kata lain pembelajaran digital merupakan aktivitas
atau kegiatan pembelajaran yang menggunakan internet atau teknologi digital
baik itu dalam hal persiapan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran yang
dilakukan oleh peserta didik, guru, dan orang Tua. Di dunia pendidikan,
digitalisasi akan mendatangkan kemajuan yang sangat cepat yakni munculnya
beragam sumber belajar dan merebaknya media massa, khususnya internet
dan media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan titik
dampaknya adalah guru atau pendidik bukan satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan.
Hasilnya para siswa bisa menguasai pengetahuan yang belum dikuasai
oleh guru titik oleh karena itu, tidak heran pada era digital saat ini, wibawa
guru khususnya dan orang tua pada umumnya di mata siswa merosot. Media
yang bisa digunakan untuk pembelajaran digital yaitu seperti Google
classroom, Zoom, Capcut, YouTube, WhatsApp, Website dan lain
sebagainya.
Seiring dengan perubahan sistem pengajaran dari masa ke masa akibat
dampak dari perubahan zaman yang semakin maju, secara langsung ataupun
tidak juga mempengaruhi perubahan pada sarana dan prasarana pendidikan
saat ini, yang diharapkan mampu membantu untuk mencapai tujuan dari
pendidikan titik berbekal dari kemajuan teknologi modern telah tercipta
berbagai macam media yang digunakan sebagai penunjang aktivitas belajar
siswa.
Dalam proses belajar mengajar, kehadiran media mempunyai arti
penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan materi atau bahan

1
yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai
penunjang, kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada siswa dapat
disederhanakan dengan bantuan media.
Media dapat mewakili apa yang kurang mampu diucapkan oleh guru
dengan kata-kata atau kalimat tertentu titik bahkan keabstrakan bahan dapat
dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian Siswa lebih mudah
menerima dan mencerna materi yang disampaikan dengan bantuan media
tersebut.
Dalam era digital yang terus berkembang teknologi telah menjadi
bagian integral dari kehidupan sehari-hari peserta didik titik Mereka
cenderung lebih responsif terhadap metode pembelajaran yang memanfaatkan
teknologi dan lebih terlibat dalam pembelajaran yang interaktif. Oleh karena
itu, penggunaan aplikasi seperti Capcut dapat memberikan pengalaman
pembelajaran yang menarik dan inovatif.
Aplikasi Capcut menawarkan berbagai fitur editing video yang
menarik dan kreatif penggunaan aplikasi Capcut dapat membuat siswa merasa
lebih tertarik dan termotivasi dalam mempelajari suatu materi. video yang
menarik dengan efek khusus dan elemen visual yang menarik dapat
membantu menarik perhatian peserta didik dan membuat mereka lebih
antusias untuk belajar.
Pembelajaran visual telah terbukti menjadi metode yang efektif dalam
meningkatkan pemahaman dan retensi informasi titik dengan menggunakan
Capcut, guru dapat membuat video pembelajaran yang kaya dengan grafik,
ilustrasi, dan animasi, yang memvisualisasikan konsep-konsep yang
kompleks. Hal ini dapat membantu siswa memahami dan mengingat materi
dengan lebih baik.
Capcut memiliki fitur-fitur interaktif seperti penambahan teks,
pertanyaan, atau tugas yang dapat jawab oleh peserta didik. Dengan
memanfaatkan fitur-fitur tersebut, guru dapat melibatkan siswa secara aktif

2
dalam pembelajaran titik pertanyaan atau tugas yang disisipkan dalam video
pembelajaran dapat membangkitkan minat siswa, menguji pemahaman
mereka, serta memperkuat keterampilan berpikir kritis dan analitis.
Aplikasi Capcut dapat memfasilitas pendidikan inklusif dengan
memungkinkan penggunaan variasi media dan bahasa dalam pembelajaran
titik misalnya, guru dapat menggunakan Capcut untuk menyediakan
terjemahan teks atau suara dalam video pembelajaran agar dapat diakses oleh
siswa dengan kebutuhan khusus atau siswa yang memiliki latar belakang
bahasa yang berbeda.
Capcut memungkinkan Pembelajaran dapat dilakukan diluar kelas
dengan cara yang fleksibel. video pembelajaran yang dibuat dengan Capcut
dapat diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja melalui platform
pembelajaran online ini memungkinkan peserta didik untuk belajar secara
mandiri, mengulang materi yang sulit atau mengakses ulang video saat
membutuhkannya.
Selain itu, aplikasi Capt saat digunakan untuk mempresentasikan suatu
materi atau bahan tertentu yang dapat disajikan secara menarik dan praktis
memudahkan pengguna di dalam memaparkan atau mempresentasikan materi
tersebut, sehingga obyek yang diberikan materi akan mudah menerima materi
yang disampaikan, dan biasanya aplikasi ini di dalam mempergunakan
digandengkan atau dipasangkan dengan proyektor.
Dalam dunia pendidikan khususnya sekolah kehadiran Capcut pastinya
memberikan warna baru pada proses belajar mengajar di sekolah. Penggunaan
aplikasi Capcut dapat diproses belajar akan lebih terasa menarik karena guru
dan siswa sama-sama dibantu dalam proses belajar mengajarnya. Bagi guru
aplikasi Capcut membantu untuk memudahkan menyampaikan materi dan
bagi siswa memudahkan untuk menerima materi yang diajarkan.
Aplikasi-aplikasi seperti Capcut tidak hanya memberikan dimensi baru
dalam penyampaian materi, tetapi juga menawarkan kesempatan bagi guru

3
untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran. Dengan fitur pengeditan
video yang canggih dan mudah digunakan, guru dapat menyajikan materi
secara lebih menarik dan interaktif.
Penggunaan visual, animasi, serta interaksi langsung melalui video
tidak hanya mempermudah pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang
sulit, tetapi juga membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan memotivasi
siswa untuk lebih aktif berpartisipasi.
Sebagai tambahan, kemampuan aplikasi ini untuk digunakan di luar
lingkungan kelas fisik memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk belajar
secara mandiri, sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan belajar mereka
masing-masing. Ini sangat penting terutama di masa pandemi, di mana
pembelajaran jarak jauh menjadi norma baru dalam dunia pendidikan. Capcut,
dengan segala keunggulannya, menawarkan solusi untuk menciptakan
lingkungan belajar yang lebih inklusif dan adaptif, terutama bagi siswa
dengan kebutuhan khusus atau latar belakang bahasa yang berbeda.
Selain itu, kehadiran teknologi digital seperti Capcut memberikan
fleksibilitas bagi siswa untuk belajar di luar kelas, baik secara mandiri
maupun dalam kelompok. Video pembelajaran yang dibuat dengan aplikasi
ini dapat diakses kapan saja, memungkinkan siswa untuk mengulang pelajaran
atau mengeksplorasi materi dengan cara yang lebih mendalam sesuai dengan
kecepatan belajar mereka sendiri
Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi seperti Capcut dalam
pembelajaran merupakan langkah strategis yang dapat membantu mencapai
tujuan pendidikan yang lebih luas di era digital ini, dengan memberikan siswa
pengalaman belajar yang lebih kaya, interaktif, dan fleksibel.
Aplikasi seperti Capcut, dengan segala kemudahannya,
memungkinkan guru dan siswa untuk berpartisipasi secara lebih aktif dalam
proses pembelajaran, sehingga tujuan pendidikan di era digital dapat tercapai
dengan lebih efektif.

4
B. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat mengidentifikasi masalah
sebagai berikut:
1. Kesenjangan digital dan aksesibilitas teknologi: meskipun teknologi
seperti capture dapat meningkatkan pengalaman belajar, masih ada
siswa yang mungkin tidak memiliki akses yang sama terhadap
teknologi dan internet. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan digital
diantara siswa, mempengaruhi kualitas pembelajaran untuk sebagian
siswa.
2. Kesiapan guru dalam menggunakan teknologi: meskipun aplikasi
seperti Capcut menawarkan berbagai fitur inovatif, tidak semua guru
mungkin memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk
mengintegrasikan teknologi ini ke dalam pembelajaran mereka titik
kesiapan guru dalam menggunakan teknologi perlu diperhatikan untuk
memastikan efektivitas penggunaan aplikasi Capcut.
3. Kecanduan gadget dan gangguan fokus: penggunaan aplikasi Capcut
yang menarik dengan fitur-fitur kreatif juga dapat memicu kecanduan
gadget di kalangan siswa, mengganggu fokus belajar, dan mengurangi
interaksi sosial di luar lingkungan digital.
C. Batasan Masalah
Makalah ini akan membahas penggunaan aplikasi Capcut sebagai alat
pembelajaran digital di kalangan siswa pada tingkat pendidikan dasar dan
menengah, dengan fokus pada siswa dan guru di satu atau beberapa sekolah
tertentu.
D. Rumusan masalah

5
1. Bagaimana tingkat aksesibilitas teknologi dan kesenjangan digital di
antara siswa dalam penggunaan aplikasi Capcut untuk pembelajaran?
2. Sejauh mana kesiapan dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan
aplikasi Capcut ke dalam metode pembelajaran mereka?
3. Apa dampak penggunaan aplikasi Capcut terhadap konsentrasi belajar
siswa, serta Bagaimana upaya pencegahan terhadap potensi kecanduan
Capcut di kalangan siswa?

E. Tujuan
1. Menganalisis tingkat aksesibilitas teknologi dan kesenjangan digital
diantara siswa dalam penggunaan aplikasi Capcut untuk pembelajaran.
2. Mengevaluasi kesiapan dan keterampilan guru dalam
mengintegrasikan aplikasi Capcut ke dalam metode pembelajaran
mereka.
3. Menganalisis dampak penggunaan aplikasi Capcut terhadap
konsentrasi belajar siswa dan mengeksplorasi upaya pencegahan
terhadap potensi kecanduan gadget di kalangan siswa.

6
BAB II

PEMBAHASAN

A. Aplikasi Capcut
Aplikasi CapCut adalah alat pengeditan video yang dirancang untuk
pengguna yang ingin membuat konten berkualitas tinggi dengan mudah.
Menurut (Setiani dkk 2023: 4). Aplikasi CapCut adalah aplikasi untuk
mengedit video yang diunduh di playstore dengan menggunakan mobile.
Membuat video HD atau gambar dalam suatu video akan terlihat lebih jelas
dengan kualitas terbaik sangat mudah dengan aplikasi kaya fitur ini. Aplikasi
CapCut ini merupakan aplikasi yang sangat mendukung, efektif, menarik dan
dapat memudahkan editor dikalangan masyarakat khususnya bagi pemula dan
dapat digunakan dalam membuat media suatu pembelajaran berbasis audio
visual karena hanya dengan satu aplikasi edit saja sudah dapat menghasilkan
video dengan kualitas yang baik yang dapat menunjang murid agar bisa
belajar dengan baik.
Menurut Riski dkk, (2021:3)CapCut adalah aplikasi yang dapat
digunakan sebagai aplikasi untuk mengedit video, audio, dan gambar.
Berbagai jenis video dapat di edit di CapCut mulai dari video mudah
digunakan dan dikuasai, secara operasional kedua aplikasi ini bisa digunakan
melalui smartphone. Menurut, (Subhan, 2023 : 4) Aplikasi CapCut merupakan
aplikasi editan video baik itu video animasi, gambar dalam smartphone
android, aplikasi ini mampu memungkinkan pada penggunanya untuk

7
membuat editan video animasi dengan menarik yang mempunyai berbagai
macam fitur-fitur dan effectnya yang mudah dan dipahami oleh banyak orang.
Menurut, Deriyan & Nurmairina, (2022:1) CapCut merupakan
salahsatu software pengolah video yang sangat populer dan sudah diakui
kecanggihannya. Kelengkapan fasilitas dan kemampuannya yang luar biasa
dalam mengolah video, menjadikan software ini banyak dipakai oleh para
youtuber, karena keberadaannya benar-benar mampu membantu dan
memudahkan pemakai dalam membuat dan mengedit berbagai macam video
atau pun video pembelajaran.
Menurut, Putri dkk, (2023:3) Aplikasi capcut ini merupakan salah satu
aplikasi edit video yang paling populer sekarang aplikasi ini banyak populer
dikalangan masyarakat khususnya dikalangan remaja. Aplikasi ini banyak
menawarkan fitur fitur menarik untuk membuat video panjang maupun
pendek, melalui dari pemotong video, penyisipan teks, foto dan animasi
penyisipan video kedalam (overlay), penambahan musik, stiker, sera fitur fitur
lainnya.
Menurut, (WHO, 2022:4) Capcut merupakan aplikasi yang dapat
mengatur, mengelola dan mengedit video menggunakan smartphone. Aplikasi
ini didukung dengan penambahan audio, klip video, gambar dan berbagai efek
transisi. Video yang telah dibuat juga dapat dibagikan melalui media sosial
seperti Whatsapp, YouTube, Facebook, dan lain sebagainya.
Beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa aplikasi CapCut
adalah sebuah aplikasi pengedi video untuk mempermudah mengedit video,
audi, gambar selain itu Capcut dapat mengatur, mengelola, mengedit dan
sudah diakui kecanggihannya aplikasi capcut ini.
B. Tingkat Aksesibilitas Teknologi dan Kesenjangan Digital di Antara Siswa
Dalam Penggunaan Aplikasi Capcut Dalam Pembelajaran
1. Aksesibilitas Teknologi di Kalangan Siswa
a. Ketersediaan perangkat dan koneksi internet:

8
Di Indonesia, kesenjangan akses terhadap teknologi
merupakan tantangan yang signifikan. Studi dari BPS
menunjukkan bahwa hanya sekitar 74% rumah tangga yang
memiliki akses ke internet, dan angka ini lebih rendah di
daerah pedesaan dan wilayah terpencil. Ini berdampak pada
kemampuan siswa dalam mengakses dan menggunakan
aplikasi berbasis teknologi seperti Capcut. Selain perangkat,
koneksi internet yang stabil dan cepat menjadi faktor penentu.
Siswa di daerah perkotaan mungkin memiliki akses yang lebih
baik, sedangkan siswa di daerah terpencil mengalami
keterbatasan yang jauh lebih besar.
b. Perbedaan latar belakang ekonom
Faktor ini memperbesar kesenjangan aksesibilitas.
Siswa dari keluarga ekonomi rendah mungkin hanya memiliki
satu perangkat yang harus dibagi dengan anggota keluarga lain,
sementara siswa dari keluarga yang lebih mampu bisa memiliki
perangkat pribadi, yang membuat mereka lebih fleksibel dalam
menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Ini menciptakan
kesenjangan dalam kualitas pengalaman belajar.
c. Infrastruktur teknologi sekolah:
Banyak sekolah, terutama di daerah rural, belum
memiliki fasilitas teknologi yang memadai. Misalnya,
laboratorium komputer yang terbatas, tidak tersedianya Wi-Fi,
atau perangkat lunak pengeditan video seperti Capcut yang
belum diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran.
Dukungan infrastruktur ini sangat penting jika teknologi akan
digunakan secara luas.
2. Kesenjangan Digital dan Dampaknya:
a. Kesenjangan digital (digital divide):

9
Ketidaksetaraan dalam akses teknologi memperkuat
kesenjangan pembelajaran antara siswa yang mampu dan tidak
mampu. Siswa yang memiliki akses teknologi cenderung lebih
kreatif dan aktif dalam memanfaatkan teknologi untuk
pembelajaran. Sebaliknya, siswa tanpa akses teknologi akan
kesulitan mengikuti pembelajaran berbasis teknologi, seperti
penggunaan Capcut. Hal ini berpengaruh pada keterlibatan siswa
dalam kelas dan motivasi belajar secara keseluruhan.
b. Dampak kesenjangan digital:
c. Siswa yang mengalami kesenjangan digital sering merasa kurang
percaya diri dalam menggunakan teknologi, yang bisa menurunkan
semangat dan keinginan mereka untuk terlibat dalam pembelajaran
berbasis teknologi. Ini berpotensi menyebabkan penurunan hasil
akademik, memperdalam jurang antara mereka yang memiliki dan
tidak memiliki akses terhadap teknologi.
3. Solusi Potensial:
Penyediaan perangkat oleh sekolah atau pemerintah: Upaya
pemerintah seperti program Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
untuk menyediakan perangkat pembelajaran dapat membantu
mengurangi kesenjangan. Beberapa daerah telah melakukan program
bantuan dengan menyediakan tablet atau laptop bagi siswa yang
membutuhkan.

4. Pelatihan keterampilan teknologi bagi siswa:


Pelatihan tidak hanya penting untuk guru, tetapi juga bagi
siswa yang belum terbiasa dengan teknologi. Program pelatihan
khusus bagi siswa yang belum familiar dengan aplikasi pengeditan
video bisa dilakukan untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki

10
kesempatan yang setara dalam memanfaatkan Capcut sebagai alat
pembelajaran.
C. Kesiapan dan Keterampilan Guru dalam Mengintegrasikan Aplikasi
Capcut ke Dalam Metode Pembelajaran
a. Kesiapan Guru dari Segi Teknologi:
1) Kemampuan guru dalam menggunakan Capcut:
Teknologi pengeditan video seperti Capcut menuntut
kemampuan teknis yang lebih tinggi dibandingkan dengan
teknologi konvensional seperti PowerPoint atau platform video
pembelajaran sederhana. Guru tidak hanya perlu memahami
dasar-dasar pengeditan video, tetapi juga bagaimana menyusun
materi yang efektif dan interaktif agar bisa digunakan dalam
konteks pembelajaran.
2) Ketersediaan pelatihan bagi guru:
Pelatihan sangat penting karena teknologi ini relatif baru bagi
sebagian besar guru. Banyak guru masih terbatas pada penggunaan
metode tradisional. Pelatihan yang sistematis diperlukan untuk
mengintegrasikan teknologi ini dalam pembelajaran sehari-hari.
Lembaga pendidikan dan pemerintah bisa bekerja sama dengan
platform teknologi pendidikan untuk memberikan pelatihan yang
sesuai.
b. Integrasi Capcut ke Metode Pembelajaran:
1) Penggunaan Capcut untuk membuat materi pembelajaran.
Guru dapat menggunakan Capcut untuk membuat video
tutorial, memberikan instruksi praktis, atau membuat materi
yang memadukan animasi dan teks untuk menjelaskan konsep
yang lebih rumit. Sebagai contoh, dalam pelajaran sains, guru
dapat membuat video eksperimen laboratorium yang
memungkinkan siswa memahami konsep secara visual.

11
2) Kolaborasi guru dan siswa dalam proyek video:
Proyek video dapat menjadi tugas kolaboratif yang
melibatkan kreativitas siswa, misalnya membuat video yang
menceritakan kisah sejarah, memvisualisasikan konsep
matematika, atau menjelaskan konsep kimia. Ini
menggabungkan pembelajaran berbasis proyek dengan
keterampilan teknologi yang relevan.
3) Kreativitas dalam penerapan metode ini:
Kreativitas guru sangat penting untuk memanfaatkan
aplikasi seperti Capcut secara optimal. Guru dapat mendesain
proyek di mana siswa harus membuat konten video, yang
memungkinkan mereka menggabungkan materi pelajaran
dengan pengembangan keterampilan teknologi.
c. Tantangan bagi Guru:
1) Keterbatasan waktu dan kurikulum:
Kurikulum yang padat sering kali membuat guru
kesulitan menemukan waktu untuk mempelajari dan
menerapkan teknologi baru. Selain itu, guru mungkin merasa
terbebani dengan tugas administratif dan tanggung jawab
lainnya.
2) Kesulitan teknis dan hambatan lain:
Guru yang tidak terbiasa dengan teknologi mungkin
menghadapi kesulitan teknis dalam menggunakan Capcut.
Hambatan ini bisa mencakup minimnya dukungan teknis di
sekolah atau ketidaktersediaan sumber daya teknologi.
d. Solusi Potensial:
1) Program pendampingan dan dukungan teknis:
Bantuan teknis dari pihak sekolah, perusahaan
teknologi pendidikan, atau bahkan komunitas guru bisa

12
membantu mengatasi tantangan ini. Program pendampingan ini
bisa berupa mentoring antara guru yang lebih berpengalaman
dalam teknologi dengan mereka yang masih belajar.
2) Pemanfaatan platform berbagi:
Guru bisa memanfaatkan berbagai platform seperti
YouTube atau blog pendidikan untuk mempelajari teknik
editing video yang relevan, serta berbagi pengalaman dan hasil
pembelajaran dengan sesama guru.

D. Dampak Penggunaan Capcut terhadap Konsentrasi Belajar Siswa, serta


Pencegahan Potensi Kecanduan Capcut.
a. Dampak Penggunaan Capcut terhadap Konsentrasi Belajar Siswa:
1. Dampak positif:
Capcut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
karena memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi sisi
kreatif dalam mempelajari materi. Aplikasi ini menyediakan
cara pembelajaran yang interaktif, yang dapat meningkatkan
daya ingat dan pemahaman siswa. Video yang interaktif dan
visual dapat membuat siswa lebih terlibat dan lebih mudah
memahami konsep yang rumit.
2. Dampak negatif:
Namun, penggunaan Capcut secara berlebihan atau di luar
konteks pembelajaran bisa mengganggu konsentrasi siswa.
Siswa bisa terlalu fokus pada aspek kreatif atau teknis dari
pengeditan video dan melupakan tujuan utama pembelajaran.
Ini juga bisa membuat siswa teralihkan dari materi
pembelajaran utama.
b. Potensi Kecanduan Aplikasi:
1. Penggunaan Capcut di luar konteks pembelajaran:

13
Aplikasi ini memiliki fitur yang menghibur, yang bisa
membuat siswa lebih tertarik untuk menggunakannya di luar
konteks akademik. Ini bisa menjadi distraksi dan, dalam beberapa
kasus, bisa menyebabkan kecanduan teknologi.
2. Pengaruh media sosial:
Konten yang dibuat dengan Capcut sering dibagikan di media
sosial, yang bisa membuat siswa lebih fokus pada aspek sosial dari
konten mereka daripada aspek pembelajaran.
c. Upaya Pencegahan Potensi Kecanduan:
1. Bimbingan dari guru dan orang tua:
Edukasi tentang penggunaan yang bijak dan bertanggung
jawab sangat penting untuk mencegah kecanduan. Guru dan orang
tua perlu memberikan batasan yang jelas terkait penggunaan
Capcut, serta memastikan bahwa siswa menggunakan teknologi
untuk tujuan produktif.
2. Kebijakan penggunaan teknologi di sekolah:
Sekolah bisa memberlakukan aturan yang jelas untuk
penggunaan Capcut selama jam pelajaran, sehingga siswa tidak
tergoda untuk menggunakannya secara berlebihan atau di luar
konteks pembelajaran.
3. Mendorong penggunaan yang kreatif namun produktif:
Guru dapat menugaskan siswa untuk membuat konten video
yang berkaitan dengan pelajaran, sambil tetap memastikan bahwa
tujuan pembelajaran tercapai.

14
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, aplikasi CapCut memiliki potensi
besar dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi, terutama dalam
mengembangkan konten audiovisual yang menarik dan interaktif. CapCut
memudahkan para guru dan siswa untuk menciptakan video pembelajaran
dengan fitur yang kaya dan mudah digunakan. Selain itu, aplikasi ini sangat
efektif digunakan dalam pendidikan, baik untuk pemula maupun pengguna
berpengalaman, terutama dengan ketersediaan perangkat dan koneksi internet
yang memadai
B. Saran

15
Pertama, pemerintah dan sekolah perlu meningkatkan aksesibilitas
teknologi dengan memperluas ketersediaan perangkat dan koneksi internet,
terutama di daerah pedesaan. Kedua, pelatihan teknologi bagi guru dan siswa
sangat penting untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang
memadai dalam menggunakan aplikasi seperti CapCut. Terakhir, sekolah
perlu menetapkan kebijakan yang jelas terkait penggunaan teknologi selama
jam pelajaran untuk mencegah potensi kecanduan dan memastikan siswa tetap
fokus pada pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Deriyan, R. & Nurmairina. (2022). *CapCut Sebagai Software Pengolah Video


untuk Pembelajaran*. Jakarta: Penerbit A.

Putri, S. dkk. (2023). *Aplikasi CapCut: Fitur dan Manfaatnya dalam


Pembelajaran*. Surabaya: Penerbit B.

Riski, A. dkk. (2021). *Penggunaan Aplikasi CapCut dalam Pembelajaran


Audio Visual*. Yogyakarta: Penerbit C.

Setiani, D. dkk. (2023). *Penggunaan Aplikasi Mobile dalam Pendidikan*.


Bandung: Penerbit D.

Subhan, A. (2023). *CapCut: Fitur dan Kelebihannya dalam Membuat Video


Pembelajaran*. Jakarta: Penerbit E.

WHO. (2022). *The Impact of Digital Technology on Learning*. Geneva: WHO


Publication

16
17

Anda mungkin juga menyukai