Alat-alat Tangan
S
eorang teknisi auto bodi memerlukan berbagai macam alat
bantu dalam mengerjakan perbaikan kendaraan. Dalam
bengkel bodi kendaraan (auto body) biasanya memiliki
peralatan kerja hidrolik, pneumatik, car lift, peralatan kelistrikan maupun
alat-alat tangan. Jumlah dari peralatan tidak hanya bijian, namun kadang
ratusan alat yang dimiliki. Namun demikian penataan alat sangat
diperhatikan dan dimasukkan dalam kategori tempat yang sudah
ditentukan. Misalnya saja, alat tangan dikumpulkan dan disimpan dalam
kotak alat tertentu, alat-alat penumatik dalam kotak tersendiri dan lain
sebagainya. Dengan penataan ini maka dalam menggunakan maupun
merawat alat akan lebih baik.
Gambar [Link] Set Box
Alat tangan adalah alat bantu yang sangat penting dan selalu
digunakan oleh mekanik dalam melaksanakan pekerjaan servis ketika
membuka, mengencangkan, melepaskan, merakit, maupun menyetel
berbagai komponen kendaraan. Peralatan tangan pada perbaikan bodi
kendaraan yang utama adalah palu dan dolly. Walaupun peralatan lain
71
Teknik Bodi Otomotif
banyak yang digunakan, namun seorang ahli perbaikan bodi, haruslah
menguasai ketrampilan dalam menggunakan palu dan dolly. Untuk
mempermudah pekerjaan, kemudian peralatan tangan bertambah banyak
untuk kesempurnaan dan kemudahan dalam perbaikan bodi.
Bab ini menguraikan beberapa alat tangan yang sering digunakan
dalam pekerjaan bodi kendaraan, meliputi obeng, kunci-kunci, alat
pemotong, palu, dolly, pahat, penitik, skrap, ragum dan sebagainya. Untuk
menjaga keawetan alat tangan ini, diperlukan pengetahuan dari mekanik
terhadap karakteristik alat, cara menggunakan alat serta perawatan alat
yang dilakukan.
5.1. Obeng
Fungsi dari obeng adalah alat tangan untuk mengencangkan atau
melepaskan baut atau sekrup pada bidang tertentu.
Gambar 5.2. Variasi Obeng
Ada 3 jenis obeng, yaitu obeng biasa, obeng offset dan obeng
ketok. Ketiga jenis obeng ini memiliki ujung positif (+) dan ujung negatif
(-), dengan beberapa ukuran, lancip, sedang dan tumpul.
Gambar 5.3. Bagian dari Obeng
72
Alat-alat Tangan
Obeng biasa memiliki konstruksi yang terdiri dari pemegang,
batang dan ujung (kepala). Pemegang dari obeng ada yang fixed atau
mati, tetapi ada pula yang dapat dilepas. Demikian pula ujung dari obeng,
saat ini banyak beredar obeng yang dapat diganti ujungnya, sedangkan
pemegang dan batangnya fixed. Dalam menggunakan obeng, gunakan
jenis dan ukuran yang tepat, karena bila tidak, maka akan merusak atau
membuat cacat baut, skrup atau bahkan obeng itu sendiri.
Obeng offset merupakan obeng khusus, dimana bilahnya
sekaligus menjadi tangkai. Kedua ujung dari obeng ini memiliki mata
dengan bentuk positif (+) dan ujung negatif (-). Obeng jenis ini digunakan
untuk membuka atau mengencangkan baut/ mur pada daerah yang sulit
dijangkau dengan obeng biasa.
Gambar 5.4. Bentuk Mata Obeng
Obeng ketok memiliki fungsi yang sama dengan obeng lainnya,
namun digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur
yang memiliki kekencangan pengerasan yang tinggi. Prinsipnya adalah
menggunakan tenaga kejut dalam membuka baut atau mur dari
komponen. Konstruksinya terdiri dari pemegang yang mempunyai
penyetel untuk mengencangkan atau mengendorkan baut, kemudian hub
(sambungan) dan mata obeng, juga dengan beberapa ukuran, tumpul,
sedang dan lancip. Cara menggunakan obeng ketok adalah dengan
memastikan mata obeng terpasang kuat pada baut/ mur kemudian
memasang hub dan pemegang, serta memukul pemegang obeng dengan
mendadak sehingga mata obeng akan berputar untuk mengencangkan
atau membuka baut.
73
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 5.5. Penggunaan Ketok
5.2. Kunci Pas dan Ring
Gambar 5.6. Jenis Kunci Ring dan Pas
Kunci pas dan kunci ring digunakan untuk mengencangkan atau
membuka baut atau mur yang berbentuk segi enam (hexagonal) dari
komponen kendaraan. Ukuran kunci pas dan ring biasanya memiliki
ukuran metrik dengan kombinasi (dalam mm) 6-7, 8-9, 10-11, 12-13, 14-
15, 16-17, 18-19, 20-22, dan 24-27. Namun ada juga kombinasi kunci
bawaan kendaraan memiliki kombinasi (dalam mm) terdiri dari 10-12, 14-
17. Ada juga ukuran kunci dalam satuan inggris inchi (in).
74
Alat-alat Tangan
Gambar 5.7. Pilih Kunci yang Pas
Pada penggunaannnya, usahakan selalu menggunakan kunci
sesuai dengan ukuran yang tepat, karena jika tidak maka akan merusak
kepala baut atau mur, bahkan kunci sendiri juga bisa mengalami
kerusakan. Selain itu, sebisa mungkin menggunakan kunci ring terlebih
dahulu sebelum kunci pas kalau memungkinkan, sebab kunci ring
memiliki persinggungan 6 titik pada kepala baut/ mur, sedangkan pada
kunci pas hanya 2 titik.
5.3. Kunci Sock
Seperti halnya alat tangan diatas, kunci sock juga berfungsi untuk
membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki torsi
pengencangan yang tinggi. Penggunaannya harus menggunakan handle
(pegangan) tersendiri.
Dalam satu box kunci sock, terdiri dari mata sock, handle serta
sambungan-sambungan dan joint.
75
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 5.8. Kunci Sock Set
a. Mata sock
Mata sock terdiri dari sock segi duabelas, segi delapan dan segi
enam. Sedangkan variasi bentuknya, ada yang panjang maupun pendek.
Biasanya mata sock memiliki ukuran 10-33 mm atau 7/16W-1/4W dan
3/16W-3/4W.
Gambar 5.9. Jenis Mata Sock
76
Alat-alat Tangan
Gambar 5.10. Kunci Sock
b. Sliding handle
Sliding handle merupakan salah satu alat pemegang mata sock
yang yang bisa digeser posisinya sepanjang batang handle. Hal ini
menguntungkan apabila digunakan pada area kerja yang sempit.
Gambar 5.11. Sliding handle
c. Speed handle
Speed handle memiliki keuntungan bisa memutar baut dengan
cepat, karena prinsipnya sama dengan menggunakan bor tangan manual.
Untuk baut-baut yang panjang, tidak perlu melepas dan memasang
handle pada mata sock.
Gambar 5.12. Speed handle
77
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 5.13. Penggunaan speed handle
d. Ratchet handle
Pemegang mata sock jenis ini memiliki penyetel arah putaran
yang mengunci, digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut
Gambar 5.14. Rachet handle
e. Extension
Alat ini hanya merupakan alat bantu penyambung antara
pemegang (handle) dengan mata sock. Extension ini memiliki panjang
yang bervariasi misal 3, 6 dan 12 inchi.
Gambar 5.15. extension
78
Alat-alat Tangan
Gambar 5.16. extension
f. Nut spinner
Merupakan alat pemegang (handle) yang memiliki ujung bebas
bergerak, yang memudahkan untuk mengencangkan atau membuka baut-
baut yang rumit.
Gambar 5.17. Nut spinner
g. Universal joint
Kadang kita menemui suatu keadaan dimana saat
mengencangkan atau membuka tidak dalam posisi tegak lurus dan
kesulitan dalam memutar, hal ini dapat diantisipasi menggunakan
universal joint, yang merupakan sambungan multi engsel.
Gambar 5.18. Universal Joint
5.4. Kunci Heksagonal dan Kunci Bintang
Kunci heksaginal dan kunci bintang pada prinsipnya hampir sama
dengan kunci sock atau obeng, berfungsi untuk membuka dan melepas
baut/sekrup dengan bentuk kepala heksagonal atau berbentuk bintang.
Kunci tipe ini mempunyai ukuran bebrapa ukuran dan menganut standar
metrik dan inchi. Didalam prakteknya penggunaan baut atau sekrup ini
sudah sangat luas dalam kontruksi permesinan.
79
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 5.18. Kunci Heksagonal (kunci L)
Gambar 5.19. Kunci Bintang
5.5. Kunci Inggris
Kunci inggris adalah kunci untuk melepas atau memasang
mur/baut yang dapat disetel menyempit atau melebar menyesuaikan
dengan ukuran mur atau bautnya. konstruksinya terdiri dari rahang diam,
rahang geser ulir penyetel dan lengan. Apabila ulir penyetel diputar
rahang geser akan bergerak menyempit atau melebar.
80
Alat-alat Tangan
Gambar 5.20. Kunci Inggris
Gambar 5.21. Variasi kunci Inggris
Gambar 5.22. Penggunaan Kunci Inggris yang Salah
81
Teknik Bodi Otomotif
Penggunaan kunci ini sangat tidak dianjurkan, digunakan hanya
pada saat tertentu saja. Melepas atau memasang mur/baut dianjurkan
dengan kunci ring atau kunci sock, karena jika terlalu sering
menggunakan kunci inggris dapat mengakibatkan sudut heksagonal mur
atau kepala baut lebih cepat tumpul sehingga menjadi bundar (selek).
Kunci inggris juga mempunyai nomor ukuran yang menunjukan lebar
jangkauan rahangnya.
5.6. Kunci Pipa
Kunci pipa biasa digunakan untuk melapas dan memasang pipa
dengan sambungan ulir atau memgang benda silindris lainnya,
konstruksinya hampir sama dengan kunci inggris, mempunyai rahang
diam dan rahang geser serta ulir penyetel. Perbedaanya pada kedua
rahang kunci pipa mempunyai gerigi untuk menahan pipa supaya tidak
bergeser/lepas saat dijepit oleh kunci.
Gambar 5.23. Kunci Pipa
Gambar 5.24. Penggunaan Kunci Pipa
5.7. Kunci Momen (Torque wrench)
Pada kendaraan, baut dan mur harus dikencangkan sesuai
dengan kebutuhan, karena apabila ikatannya tidak kuat maka ikatan akan
lepas dan menimbulkan kecelakaan. Demikian juga bila ikatan terlalu kuat
melebihi batas yang diijinkan, baut atau mur akan melebihi batas
elastisitasnya dan memungkinkan patah, sehingga juga bisa menimbulkan
kecelakaan.
82
Alat-alat Tangan
Untuk mengetahui apakah besarnya momen pengerasan sudah
tepat atau belum, maka dapat dilakukan menggunakan kunci momen.
Sebelum menggunakan kunci momen, baut atau mur terlebih dahulu
dikencangkan dengan kunci sesuai dengan kekuatan tangan saja. Saat ini
terdapat 3 jenis kunci momen, yaitu tipe penyetel mikrometer (micrometer
setting), model batang jarum (deflecting beam), dan model dial indikator
(dial indicating).
Gambar 5.25. Kunci Momen Mikrometer
Tipe penyetel mikrometer diatas memiliki konstruksi hub mata
sock, penyetel arah putaran, batang, skala ukur (yang mirip dengan dial
indikator) sistem Inggris ataupun metrik, pegangan kunci momen dan
pengunci sekaligus alat pemutar yang disembunyikan masuk dalam
pegangan kunci momen. Apabila kita menginginkan torsi pengencangan 6
kg/cm2, maka pada ujung pemegang terdapat pengunci yang tarik keluar
dan kemudian sekaligus untuk memutar penyetel, sampai menunjukkan
angka 6 kg/cm2, setelah itu kunci dimasukkan kembali. Apabila torsi
pengencangan telah melebihi torsi yang kita tetapkan, maka akan terjadi
loss (bunyi thek-thek) pada kunci momen tersebut.
Gambar 5.26. Kunci Momen Jarum
Tipe batang jarum memiliki konstruksi hub mata sock, jarum
penunjuk, skala ukur dan pegangan. Baut yang kencangkan sampai pada
skala ukur tertentu, langsung dibaca pada kunci momen yang ditunjukkan
oleh jarum. Oleh karena itu perlu ketelitian dan kecermatan dalam
mengencangkan baut, sekaligus melihat ukuran torsi pengencangan pada
alat.
83
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 5.27. Kunci Momen Dial
Tipe yang ketiga di atas adalah dial indikator memiliki konstruksi
hub mata sock, dial indikator dan pegangan. Hampir sama dengan model
batang jarum, torsi pengencangan langsung dibaca pada dial ketika
sedang mengencangkan baut atau mur.
Gambar 5.28. Penggunaan Kunci Momen
5.8. Tang
Tang merupakan salah satu peralatan bengkel yang spesial,
karena merupakan salah satu kunci yang dapat distel atau diatur. Fungsi
dari tang adalah untuk memegang, memotong, melepas dan memasang
komponen dan lain sebagainya. Penggunaan tang yang tidak sesuai,
misal dipukul, akan merusak alat itu sendiri maupun komponen yang
dilakukan perbaikan.
Terdapat beberapa jenis tang diantaranya adalah tang betet (vise
grip) untuk menahan atau menjepit, menyatukan saat menyambung
dengan las, tang potong untuk memotong kawat dan sebagainya, tang
poligrip untuk melepas kepala baut yang sudah aus, tang snap ring atau
circlip untuk melepas atau memasang circlip, ada dua macam yaitu circlip
internal dan circlip external, tang moncong panjang (long nose/needle
nose) untuk menjepit saat melepas/memasang benda-benda kecil yang
sulit dipegang oleh tangan, tang kombinasi mempunyai fungsi lebih
beragam bisa memotong, menjepit dan sebagainya merupakan gabungan
dari fungsi berbagai jenis tang.
84
Alat-alat Tangan
Berikut ini berbagai macam tang dan penggunaannya
Gambar 5.29. Tang Kombinasi dan Pemotong Sisi
Gambar 5.30. Tang lancip dan tang rivet
Gambar 5.31. Tang Betet dan tang Balancer
Gambar 5.32. Tang Baterai
5.9. Gunting dan Pemotong Plat
Pemotong plat ini bisa berbentuk gunting atau cutter atau pisau,
yang digunakan untuk memotong plat-plat yang tipis. Dalam proses
perbaikan bodi kendaraan, pemotong plat ini sangat diperlukan bila
melakukan perbaikan-perbaikan kecil atau memperbaiki bodi yang
keropos.
85
Teknik Bodi Otomotif
Sedangkan untuk pemotongan lembaran plat yang tebal
menggunakan alat khusus.
Ada berbagai macam gunting, baik untuk memotong lurus atau
memotong yang berbentuk kurva.
Gambar 5.33. Gunting Lurus
Gambar 5.34. Gunting Kurva
Gambar 5.35. Gunting lengkung
5.10. Palu
Palu adalah alat bantu untuk memukul benda kerja yang aman,
konstruksinya terdiri dari kepala palu yang keras terbuat dari baja karbon
(0.60-0.80%) tersedia dalam beberapa ukuran antara 150-1500 gr, Serta
gagang yang disesuaikan dengan ukuran kepala palu. Kepala palu terdiri
dari dua permukaan yang bisa dipergunakan untuk memukul.
86
Alat-alat Tangan
Gambar 5.36. Palu kepala ball-pen
Gambar 5.37. Palu kepala cross pen
Bentuk, model, dan ukuran berat palu berbeda-beda sesuai
dengan kebutuhan penggunaanya. Model dan ukuran palu dibedakan
menjadi dua kelompok, model umum dan model khusus. Model yang
umum dipakai adalah palu model ujung bulat (ball-pein), palu model ujung
menyilang (cross-pein) dan palu model ujung lurus (stright-pein).
Gambar 5.38. Palu Cakar
87
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 5.39. Palu Martil
Palu model khusus dibuat untuk penggunaan khusus misalnya
perbaikan bodi kendaraan, untuk menempa, meratakan plat atau
membentuk plat.
Palu khusus lainnya yaitu kepala palu lunak yang terbuat dari
tembaga, kuningan, kaleng, timbal, plastik, karet, kayu dan sebagainya.
Digunakan untuk memukul benda-benda yang permukaanya halus
sehingga tidak rusak saat dikerjakan.
Gambar 5.40. Palu Karet
Gambar 5.41. Palu Plastik
Gambar 5.42. Palu Kayu
88