0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Analisis Keuntungan dan Biaya Optimal

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Analisis Keuntungan dan Biaya Optimal

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JAWABAN TUGAS 1 RISET OPERASI

!).
Untuk menentukan waktu terbaik mengganti kendaraan operasional berdasarkan nilai rata-
rata, kita dapat menghitung biaya tahunan rata-rata yang terdiri dari penyusutan (penurunan
nilai kendaraan) dan biaya pemeliharaan setiap tahunnya. Tahun di mana biaya tahunan
rata-rata ini paling rendah akan menjadi tahun yang optimal untuk penggantian kendaraan.

Langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut:

1. Hitung Penyusutan (Penurunan Nilai) Tahunan:


Penyusutan atau penurunan nilai tahunan adalah selisih antara harga awal dan harga jual
pada akhir tahun tersebut.

2. Hitung Biaya Tahunan Total:


Biaya tahunan total untuk setiap tahun adalah penjumlahan penyusutan tahunan dan
biaya pemeliharaan.

3. Hitung Biaya Tahunan Rata-rata:


Biaya tahunan rata-rata untuk setiap tahun adalah biaya tahunan total kumulatif sampai
tahun tersebut, dibagi dengan jumlah tahun yang bersangkutan.

Mari kita hitung untuk setiap tahun.

Data yang Diberikan:

- Harga Perolehan Kendaraan (Awal) = Rp 150.000.000


- Harga Jual dan Biaya Pemeliharaan per Tahun:

Tahun Harga Jual (Rp) Biaya


Pemeliharaan
(Rp)
1 125.000.000 1.000.000
2 110.000.000 1.500.000
3 85.000.000 2.500.000
4 60.000.000 3.000.000

Mari kita hitung biaya tahunan rata-rata untuk setiap tahun.


Hasil perhitungan biaya tahunan rata-rata untuk setiap tahun adalah sebagai berikut:

- Tahun 1: Rp 26.000.000
- Tahun 2: Rp 33.750.000
- Tahun 3: Rp 45.000.000
- Tahun 4: Rp 57.000.000

Biaya tahunan rata-rata paling rendah terjadi pada tahun ke-1, yaitu Rp 26.000.000. Oleh
karena itu, disarankan agar perusahaan mengganti kendaraan operasional pada akhir tahun
pertama untuk meminimalkan biaya rata-rata.

2),
Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan model Economic Order Quantity
(EOQ), yang bertujuan untuk menemukan jumlah pesanan paling ekonomis dalam
memenuhi permintaan dengan meminimalkan total biaya pemesanan dan penyimpanan.

Diketahui:
- Permintaan per tahun ((D)) = 30.000 kg
- Biaya pemesanan per kali ((S)) = Rp 20.000
- Biaya penyimpanan per unit per tahun ((H)) = Rp 300

Rumus EOQ:
EOQ dihitung dengan rumus:

√2 𝑥 𝐷 𝑥 𝑆
𝐸𝑂𝑄 =
𝐻

Setelah mendapatkan EOQ, kita bisa menentukan jangka waktu antara pesanan dengan
menghitung waktu antara pemesanan ((T)):

𝐸𝑂𝑄
𝑇= 𝑥 365
𝐷

Mari kita hitung jumlah pembelian yang paling ekonomis (EOQ) dan jangka waktu antara
pemesanan.

a. Jumlah pembelian yang paling ekonomis (EOQ): 2.000 kg per pesanan.


b. Jangka waktu antara pesanan satu dan berikutnya agar pemesanan ekonomis: sekitar 24
hari.

Dengan memesan 2.000 kg setiap 24 hari, pedagang beras dapat memenuhi permintaan
tahunan dengan biaya yang paling ekonomis.

3),

Untuk menyelesaikan masalah ini menggunakan metode grafik dalam program linear, kita
akan menentukan model matematika berdasarkan batasan yang diberikan dan fungsi
objektif. Berikut langkah-langkahnya:

1. Definisikan Variabel Keputusan


x = jumlah produk roti coklat
y = jumlah produk roti keju

2. Fungsi Objektif (Maksimasi Laba)


Fungsi objektif untuk memaksimalkan laba adalah:

{Max Z} = 1500x + 1000y

3. Batasan-Batasan
Berdasarkan penggunaan bahan baku:
- Setiap roti coklat membutuhkan 2 kg bahan baku A, dan setiap roti keju membutuhkan 1
kg bahan baku A. Dengan bahan baku A terbatas sebanyak 6.000 kg, batasannya adalah:

2x + y ≤ 6000

- Setiap roti coklat membutuhkan 1 kg bahan baku B, dan setiap roti keju membutuhkan 3
kg bahan baku B. Dengan bahan baku B terbatas sebanyak 9.000 kg, batasannya adalah:

x + 3y ≤ 9000

- Non-negativitas (jumlah roti tidak boleh negatif):

x ≥ 0 dan y ≥ 0
4. Tentukan Titik Potong dan Gambar Grafik
Selanjutnya, kita akan mencari titik-titik potong untuk menggambar grafik batasan,
kemudian menentukan nilai fungsi objektif di titik-titik yang memenuhi batasan. Mari kita
lakukan perhitungan ini.

Dari hasil perhitungan dan grafik, kita memiliki titik-titik sudut feasible berikut beserta
laba yang dihasilkan:

1. Titik (1800, 2400) dengan laba = Rp 5.100.000


2. Titik (0, 3000) dengan laba = Rp 3.000.000
3. Titik (3000, 0) dengan laba = Rp 4.500.000

Kesimpulan
Jumlah produk yang menghasilkan laba maksimum adalah 1.800 roti coklat dan 2.400 roti
keju, dengan laba maksimum sebesar Rp 5.100.000.

Anda mungkin juga menyukai