BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru. Program kelas tidak akan berarti
bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. Untuk itu peranan guru sangat menentukan
karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan di antara siswa di dalam suatu kelas.
Semua usaha yang dilakukan guru di dalam pembelajaran mengacu pada bagaimana
memfasilitasi siswa mencapai kompetensi yang sudah [Link] kompetensi
tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan secara langsung di dalam pembelajaran. Oleh
sebab itu guru mestinya pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpartisipasi secara
aktif di dalam proses pembelajaran.
Di dalam keterampilan mengajar yang Beraneka ragam begitu banyak Variasi yang
bisa digunakan agar pemahaman siswa bisa terfokus pada pembelajaran. Ada banyak cara
yang dapat dilakukan untuk membuat variasi dalam pembelajaran diantaranya Variasi
Gaya Mengajar, Variasi dalam menggunakan media,Variasi dalam interaksi antara guru
dengan siswa. Hal ini di perlukan agar pembelajaran bisa dilaksanakan secara maksimal
karena kebutuhan setiap dalam memahami materi pelajaran tidak sama. Dalam
pelaksanaanya variasi harus dimiliki oleh setiap orang yang sedang mengajar karena hal
ini betujuan agar anak didik bisa lebih memahami apa yang disampaikan dalam
pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan.
Partisipasi siswa di dalam pembelajaran sebaiknya diberikan tanggapan balik oleh
guru sehingga siswa termotivasi untuk mengulangi aktivitas tersebut dengan kualitas yang
lebih [Link] yang diberikan guru sesaat setelah siswa berpartisipasi disebut
penguatan atau [Link] berbeda dengan reward. Reward merupakan
hadiah keberhasilan siswa yang mencapai hasil memuaskan dalam kegiatan pembelajaran.
Berbagai bentuk penguatan dapat dikombinasikan oleh guru, sehingga tidak terkesan
mengada-ada, tidak alami atau tidak spontan.
Keterampilan dasar memberikan penguatan perlu dimiliki oleh seorang guru, karena
terkadang guru suka bersikap dingin terhadap respon yang diberikan siswa ketika di
[Link] pemikiran tersebut tidak [Link] hal ini dapat mengakibatkan
melemahnya motivasi dalam belajar. Tanpa motivasi, mungkin tidak akan tercipta
pembelajaran yang [Link] karena itu dalam makalah ini penulis akan mencoba
1
membahas tentang ketrampilan mengadakan Variasi dan memberikan penguatan dalam
pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Variasi?
2. Apa tujuan dan manfaat dariketrampilan variasi?
3. Bagaimana prinsip dalam penggunaan variasi?
4. Apa saja komponen-komponen dalam ketrampilan variasi?
5. Apakah yang dimaksud dengan penguatan dalam pembelajaran?
6. Apakah komponen-komponen yang terdapat dalam pemberian penguatan?
7. Bagaimana prinsip penggunaan penguatan?
8. Bagaimana cara penggunaan pemberian penguatan dalam pembelajaran?
9. Apa saja kelebihan dalam pemberian penguatan dalam pembelajaran?
10. Apa saja kelemahan dalam pemberian penguatan dalam pembelajaran?
C. Tujuan
1. Mengerti mengenai pengertian dari Variasi.
2. Mengerti mengenai tujuan dan manfaat dariketrampilan variasi.
3. Mengerti mengenai prinsip dalam penggunaan variasi.
4. Mengerti mengenai komponen-komponen dalam ketrampilan variasi.
5. Mengetahui pengertian dari penguatan dalam pembelajaran.
6. Mengetahui komponen-komponen yang terdapat dalam pemberian penguatan.
7. Mengetahui prinsip penggunaan penguatan.
8. Mengetahui cara penggunaan pemberian penguatan dalam pembelajaran.
9. Mengetahui kelebihan dalam pemberian penguatan dalam pembelajaran.
10. Mengetahui kelemahan dalam pemberian penguatan dalam pembelajaran.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Variasi Gaya Mengajar
Variasi adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar
yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid, sehingga dalam situasi belajar
mengajar, murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi.
Menghilangkan kebosanan, meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya
belajar siswa yang beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa. Dari definisi di
atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa variasi gaya mengajar adalah pengubahan tingkah
laku, sikap dan perbuatan guru dalam kontek belajar mengajar yang bertujuan untuk
mengatasi kebosanan siswa, sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap
pelajarannya. Dan ini bisa dibuktikan melalui ketekunan, antusiasme, keaktifan mereka
dalam belajar dan mengikuti pelajarannya di kelas.
Anak tidak bisa dipaksakan untuk terus menerus memusatkan perhatiannya dalam
mengikuti pelajarannya, apalagi jika guru saat mengajar tanpa menggunakan variasi alias
monoton yang membuat siswa kurang perhatian, mengantuk, dan bosan. Untuk mengatasi
kebosanan siswa tersebut perlu adanya variasi, dalam keterampilan mengadakan variasi
dalam proses belajar mengajar ada tiga aspek, yaitu :
a. Variasi gaya mengajar
b. Variasi dalam menggunakan media
c. Variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa.
Dari ketiga aspek ini, penulis hanya membahas atau menguraikan tentang variasi gaya
mengajar. Variasi ini meliputi : variasi suara, variasi gerak badan atau mimik, kontak
pandang, ekspresi wajah, penekanan atau kesenyapan, pergantian atau posisi guru. Dengan
adanya penggunaan variasi gaya mengajar ini diharapkan dalam proses belajar mengajar
akan menjadi dinamis dan meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan keinginan
(minat) belajar siswa.
B. Tujuan Variasi Gaya Mengajar dan Manfaat Variasi Gaya Mengajar
a. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar
yang relevan.
b. Untuk memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat ingin tahu dan ingin
menyelidiki siswa tentang hal-hal baru.
3
c. Untuk memupuk dan membentuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah
dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang baik.
d. Guna memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran
yang
C. Prinsip Penggunaan Variasi
Dalam proses belajar mengajar, kegiatan siswa menjadi pusat perhatian guru. Untuk
itu agar kegiatan pengajaran dapat merangsang siswa untuk aktif dan kreatif belajar tentu
saja diperlukan lingkungan belajar yang [Link] satu upaya kearah itu adalah
dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam mengajar.
Prinsip-prinsip tersebut adalah :
a. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan
tujuan yang hendak dicapai.
b. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan, sehingga tidak akan
merusak perhatian siswa dan tidak menganggu proses belajar mengajar.
c. Direncanakan secara baik dan eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran. Jadi
penggunaan variasi ini harus benar-benar berstruktur dan direncanakan.
D. Komponen-Komponen Ketrampilan Mengadakan Variasi
1. Variasi gaya mengajar guru ini meliputi
a. Variasi suara(Teacher Voice)
Variasi suara dalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dan tinggi
menjadi rendah, dari cepat menjadi [Link] guru pada saat menjelaskan
materi pelajaran hendaknya bervariasi, baik dalam intonasi, volume, nada dan
kecepatan.
b. Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence)
Kesenyapan adalah suatu keadaan diam secara tiba-tiba demi pihak guru
ditengah-tengah menerangkan [Link] kesenyapan tersebut merupakan alat
yang baik untuk menarik perhatian siswa. Dengan keadaan senyap atau diamnya
guru secara tiba-tiba bisa menimbulkan perhatian siswa, sebab siswa begitu tahu
apa yang terjadi dan demikian pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada
siswa alangkah bagusnya apabila diberi waktu untuk berfikir dengan memberi
kesenyapan supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang
mungkin ia hafal, sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan
4
[Link] waktu bagi siswa digunakan untuk mengorganisasi jawabannya
agar menjadi lengkap. Tapi jika seorang guru tidak memberikan kesenyapan atau
waktu kepada siswa untuk berfikir dalam menjawab pertanyaannya siswa akan
menjawab dengan asal alias asal bicara, sehingga jawabannya kurang tepat dengan
pertanyaan. Untuk itu seyogyanya guru memberikan kesenyapan terhadap siswa
untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya supaya jawabannya
sempurna dan tepat.
c. Pemusatan perhatian(focusing)
Perhatian menurut Ghozali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun
semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek.
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai
perhatian terhadap bahan yang diajarinya, jika materi yang disampaikan oleh guru
iru tidak menjadi perhatian siswa, maka bisa menimbulkan kebosanan, sehingga
tidak lagi suka [Link] memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek yang
penting atau aspek kunci, guru dapat menggunakan atau memberikanperingatan
dengan bentuk [Link] : “Perhatikan baik-baik”, “Jangan lupa ini
dicatat dengan sungguh-sungguh” dan sebagainya.
d. Kontak pandang(eye contact)
Ketika proses belajar mengajar berlangsung, jangan sampai guru menunduk
terus atau melihat langit-langit dan tidak berani mengadakan kontak mata dengan
para siswanya dan jangan sampai pula guru hanya mengadakan kontak pandang
dengan satu siswa secara terus menerus tanpa memperhatikan siswa yang lain.
sebaliknya bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan
pandangannya keseluruh kelas atau siswa, sebab menatap atau memandang mata
setiap anak disik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan
menghindari hilangnya kepribadian.
e. Gerakan anggota badan atau mimic
Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakankepala, gerakan tangan dan
anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi,
gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan
lisan yang dimaksudkan untuk memperjelaspenyampaian [Link] akan lebih
jelas dalam memahami sesuatu menggunakan indera pendengar dan disertai indera
penglihatan atau mata, semakin banyak indera yang digunakan hasilnya semakin
baik.
5
f. Perpindahan posisi guru
Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik
perhatian anak didik, dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah
selalu diingat oleh guru, bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara
berlebihan. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru, lakukan
saja secara wajar agar siswa bias memperhatikan.
2. Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran
Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut:
a. Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat(visual aids):alat atau media yang
termasuk kedalam jenis ini ialah yang dapat dilihat, atau antara lain grafik, bagan,
poster, diorama,specimen, gambar film, slide.
b. Variasi alat atau bahan yang dapat didengar(auditif aids): suara guru termasuk
kedalam media komunikasi yang utama didalam kelas.
c. Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan (motorik):
Penggunaan alat yang termasuk kedalam jenis ini akan dapat menarik perhatian
siswa dan dapat melibatkan siswaalam membentuk dan memeragakan kegiatannya,
baiksecara perseoranganataupun secara kelompok.
d. Variasi alata atau bahan yang dapat didengar, dilihat, dan diraba (audio, visual
aids): penggunaan alat jenis ini merupakan tingkat yang paling tinggi melibatkan
semua indera yang kita miliki.
3. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa Pola interaksi guru dengan murid
dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya, mulai dari kegiatan
yang didominasi oleh guru sampai kegiatan mandiri yang dilakukan oleh siswa.
a. Polaguru-murid (komunikasi sebagai aksi/satu arah) komunikasi sebagai aksi (satu
arah)
b. Pola guru--murid-guru ada balikan (feedback)bagi guru, tidak ada interaksi antar
siswa(komunikasi sebagai interaksi)
c. Pola gu baru-murid-murid: ada balikan bagi guru siswa saling belajar satu sama
lain.
d. Pola guru-murid,murid-guru,murid-murid: interaksi optimal antarr guru dengan
murid dan antara murid (komunikasi sebagai transaksi, multi arah)
6
e. melingkar: setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan sambutan atau
jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali apabila setiap siswa belum
mendapat giliran.
E. Pengertian Penguatan
Penguatan adalah respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali perilaku [Link] rangka pengelolaan kelas, dikenal
penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif adalah penguatan yang
bertujuan untuk mempertahankan dan memelihara perilaku positif, sedangkan penguatan
negatif merupakan penguatan perilaku dengan cara menghentikan atau menghapus
rangsangan yang tidak menyenangkan. Misalnya dalam penguatan negatif, guru
memberikan sindiran kepada siswa yang tidak memperhatikan saat guru tersebut
menerangkan suatu materi pelajaran.
Manfaat penguatan bagi siswa, antara lain.
1. Meningkatnya perhatian dalam belajar.
2. Membangkitkan dan memelihara perilaku.
3. Menumbuhkan rasa percaya diri.
4. Memelihara suasana belajar yang kondusif.
Keterampilan memberikan penguatan merupakan keterampilan yang harus dikuasai
oleh guru karena penguatan yang diberikan kepada siswa akan membangkitkan semangat
dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Semangat siswa yang tinggi akan meningkatkan
daya tangkap ilmu sehingga nantinya tujuan yang ingin dicapai oleh guru dapat diraih
dengan baik.
Penguatan harus dilakukan secara merata kepada siswa yang baik ataupun kurang
baik perilakunya. Guru tidak boleh membeda-bedakan dalam memberikan penguatan.
F. Komponen-Komponen Yang Terdapat Dalam Pemberian Penguatan
1. Penguatan Verbal
Salah satu bentuk penguatan yang bisa diberikan oleh guru untuk memotivasi
siswa agar berpartisipasi dalam pembelajaran adalah lewat [Link] ungkapan
kata-kata yang dilontarkan guru untuk menanggapi balik aktivitas siswa termasuk ke
dalam penguatan verbal.
Beberapa contoh pemberian penguatan verbal.
a. Guru bertanya ,“Konsep apa yang diterapkan pada kapal laut?”
7
Beny mengacungkan tangan dan menjawab, “Hukum Archimedes, Bu!!”
Guru menanggap balik, “Ya benar. Bagaimana bunyi Hukum Archimedes?”
Beny menjawab, “Setiap benda padat yang dimasukan ke dalam zat cair akan
mendapat gaya ke atas seberat zat cair yang [Link] ke atas itulah yang
membuat kapal terapung di dalam air.”
Guru menanggapi, “Hebat Beny. Kita beri tepuk tangan buat Beny.”
b. Pada saat belajar tentang tekanan, guru mengajukan pertanyaan, “Mengapa ujung
paku dibuat runcing?”
Sally menjawab, “Karena ujung paku yang runcing memiliki luas penampang
kecil, sehingga tekanan terhadap benda menjadi besar.”
Guru menanggap balik, “Iya, lengkap sekali jawaban Santi,” atau “Betul, tepat
sekali!!”
Beragam ucapan-ucapan lain yang bisa dilontarkan guru secara spontan, kata
yang digunakan diusahakan bervariasi agar tetap segar dan bersemangat. Dengan
ucapan atau tanggapan balik tersebut siswa merasa terpuji, dihargai, diberikan
perhatian, dan yang tidak kurang pentingnya adalah siswa merasa bahwa belajar
tersebut sangat bermanfaat bagi dia.
2. Penguatan Non Verbal
Memberikan tanggapan balik yang bertujuan agar siswa terdorong untuk lebih
berprestasi, tidak terbatas dalam bentuk ucapan [Link] bentuk pemberian
penguatan yang dapat dipilih oleh guru, sehingga tidak membosankan bagi
[Link]-bentuk perbuatan tersebut dapat dibedakan dalam kategori berikut.
a. Mimik dan gerak badan
Komunikasi akan berjalan dengan baik apabila dua orang atau lebih yang
berinteraksi saling berhadapan. Selama proses interaksi tersebut dipertahankan
agar mimik muka atau wajah tidak cemberut, dingin, tanpa ekspresi, dan tampilan-
tampilan lain yang menimbulkan kesan tidak simpatik. Selama proses
pembelajaran, interaksi antara siswa dengan guru berlangsung terus menerus
selama waktu 2 x 40 menit atau 2 x 45 menit.
Selama selang waktu yang relatif panjang tersebut diharapkan siswa
berpartisipasi secara aktif dan untuk mempertahankan kondisi positif tersebut guru
secara berkesinambungan memberikan berbagai [Link] satu bentuk
penguatan tersebut adalah mimik. Senyuman, anggukan, gelengan yang
mengisyaratkan rasa takjub dengan tanggapan siswa, mengangkat kedua alis,
8
acungan jempol, dan lain-lain. Variasi-variasi tersebut dapat dipilih dan
divariasikan guru selama proses pembelajaran berlangsung.
b. Mendekati
Setiap siswa memiliki kecenderungan yang sangat mungkin berbeda dengan
temannya. Ada siswa yang senang dipuji dan dibesarkan hatinya dengan kata-kata
manis dan simpatik, ada siswa yang puas hanya dengan senyuman atau tatapan bangga
sesaat dari gurunya. Tapi ada siswa yang berharap lebih dari [Link] lebih senang
kalau guru berada di sampingnya saat memberikan penguatan ([Link], 2012).
Tipe siswa yang lebih suka didekati [Link] guru berusaha
memenuhi harapan tersebut. Karena tidak berat bagi guru untuk berpindah dari depan
ke tempat siswa yang baru saja memberi tanggapan atau jawaban dari pertanyaan yang
diberikan, atau memberi penjelasan. Mendekati di sini bukan sekedar berdekatan secara
fisik, tetapi digabung dengan bentuk penguatan yang lain, sehingga tidak terkesan
hambar atau dingin.
c. Sentuhan
Kontak fisik atau sentuhan yang diberikan oleh guru suatu kebanggaan
tersendiri bagi sekelompok siswa. Bagi siswa yang sudah memberikan jawaban
pertanyaan, melengkapi jawaban temannya atau memberi penjelasan, tanggapan bahkan
kritikan atau meralat argumentasi temannya, guru dapat memberikan penguatan dengan
menyalami, menepuk-nepuk pundak siswa, membelai kepala siswa atau sentuhan lain
yang membuat siswa bangga dan ingin tampil lebih baik lagi.
d. Kegiatan yang menyenangkan hati siswa
Guru yang profesional berusaha mengenal kecenderungan dan karakter semua
siswanya. Guru berusaha mengetahui hal-hal seperti apa yang lebih disenangi oleh
siswa. Sehingga apabila diberikan suatu tugas, mereka merasa senang melakukannya.
Sehubungan dengan pemberian penguatan di dalam pembelajaran fisika guru
juga dapat memilih aktivitas yang membuat siswa senang. Misalnya, mengajukan
pertanyaan yang bersifat kompetisi dalam menjawab, memperagakan sesuatu di depan
kelas, mengerjakan latihan berbentuk teka-teki silang, melakukan studi tour, atau
memberikan tugas proyek dan banyak lagi aktivitas lain yang dapat dipilih dan
divariasikan.
Bentuk kegiatan yang dipilih oleh guru disesuaikan dengan kesenangan siswa
di dalam belajar [Link], apabila kelas tersebut dinominasi oleh siswa yang
senang berolahraga. Pada saat mempelajari gerak dalam bidang, guru membawa siswa
9
ke lapangan untuk memperagakan berbagai bentuk gerak parabola, gerak melingkar,
ataupun gerak pada bidang miring.
e. Simbol atau benda
Bentuk lain dari penguatan non verbal adalah simbol atau pemberian hadiah
berbentuk benda. Misalnya guru mempersiapkan mainan kecil dan lucu atau alat tulis,
atau mungkin hanya permen untuk dibagikan kepada siswa yang berpartisipasi secara
aktif di dalam pembelajaran.
Bagi siswa yang mendapatkan hadiah, pemberian tersebut akan mendorong
dia untuk tampil lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan siswa yang lain menjadi lebih
bersemangat, juga ingin mendapat hadiah. Karena hadiah tersebut melambangkan
prestasi mereka dalam belajar [Link] dapat memberi kebanggaan dan
mendorong semangat mereka untuk lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya.
f. Penguatan tak penuh
Pada penguatan ini, siswa yang menyampaikan pendapat yang kurang benar
atau tidak benar tidak langsung disalahkan secara kasar tetapi dengan memberikan
penguatan tetapi tidak penuh, misalnya “Jawabanmu sudah baik, tetapi masih kurang
tepat”. Kemudian guru meminta siswa lain untuk menyempurnakan atau menambahkan
sehingga siswa tadi mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya benar, namun juga
tidak salah ([Link], 2012).
G. Prinsip Penggunaan Penguatan
Supaya penguatan yang diberikan oleh guru tepat [Link] penguatan di
dalam pembelajaran harus memperhatikan beberapa prinsip pemberian penguatan, sebagai
berikut.
1. Hangat dan Antusias
Guru adalah pemberi semangat bagi siswanya. Semangat tentu saja tidak
mampu diberikan oleh orang yang kurang atau tidak bersemangat. Aktivitas yang
bertujuan memberikan semangat tersebut juga tidak akan sampai pada sasaran, apabila
pemberiannya dilakukan tanpa dukungan kehangatan. Kehangatan yang ditampilkan
oleh guru secara psikologis berdampak positif terhadap [Link] tersebut
dapat mencairkan suasana kaku, diam, ramai, dan tegang menjadi kondusif.
Sikap antusias dalam batas kewajaran atau tidak berlebihan punya makna
sendiri di hati siswa. Melihat gurunya antusias, siswa yang tadinya malas, mengantuk,
capek, atau melakukan aktivitas lain menjadi tertarik ikut di dalam pembelajaran. Jadi
10
apabila sebelumnya hanya sebagian siswa yang aktif di dalam pembelajaran, sikap
antusias yang ditampilkan guru dapat menarik yang belum aktif menjadi aktif.
2. Kebermaknaan
Penguatan yang diberikan oleh guru sangat berarti atau bermakna bagi siswa.
Mereka merasa lebih percaya diri, merasa dihargai, merasa diperhatikan, merasa
berhasil dalam belajar, merasa terpuji dan [Link] ini berdampak terhadap
mental [Link] jadi lebih berani mengemukakan pendapatnya, meningkat rasa
ingin tahunya, dan lebih percaya [Link] demikian diharapkan partisipasinya
menjadi lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Bila guru melakukan penguatan secara tepat dan terus menerus, rasa ingin tahu
siswa terpenuhi, akibatnya mereka merasakan bahwa belajar fisika membuat mereka
jadi tahu banyak [Link] yang mereka ketahui tersebut membantu mereka menjawab
pertanyaan tentang suatu kejadian, yang mungkin sebelumnya membuat mereka
penasaran atau bingung.
3. Menghindari respon negatif
Kadangkala siswa kurang baik dalam mengungkapkan buah pikirannya di
dalam kelas atau bahkan bisa jadi pendapat tersebut [Link] guru profesional
berusaha membesarkan hati siswa dengan tanggapan yang [Link] langsung
menyalahkan atau menghakimi siswa di hadapan [Link].
a. Guru tahu ada siswa yang kurang memperhatikan pada saat memperagakan. Guru
berpikir mungkin si siswa sudah paham, jadi demonstrasi itu tidak menarik buat dia.
b. Guru menganggap semua siswa sudah paham dan bersiap untuk memberi
kesempatan kepada siswa untuk berlatih menggunakan jangka sorong.
c. Guru menunjuk siswa yang tadinya tidak memperhatikan untuk membaca hasil
pengukuran dan menyampaikan kepada teman-temannya.
d. Siswa tersebut tidak tahu cara membacanya, sehingga kebingungan.
Pada kejadian seperti ini, seorang guru professional guru tidak langsung
menyalahkan atau memarahi siswa karena tidak memperhatikan sewaktu guru
menerangkan pelajaran. Guru bisa menunjuk siswa lain untuk melaksanakan tugas itu
dan siswa tadi disuruh memperhatikan.
Kepada siswa yang menggantikan tugas tadi guru memberi penguatan dan
kepada siswa pertama. Guru memberikan dorongan agar belajar lebih tekun atau lebih
serius dari sebelumnya. Guru tidak perlu mengeluarkan ucapan, “Makanya perhatikan
saat saya menerangkan, jangan sok tahu!!”
11
Ucapan atau tanggapan negatif dapat merusak kondisi kelas. Tidak hanya
siswa yang mendapat perlakuan tidak enak saja yang terpengaruh, siswa lain akan ikut
terkena dampaknya. Perasaan tenang yang dirasakan siswa-siswa lain bisa berubah
menjadi tertekan, takut, cemas, dan was-was akan menghantui mereka. Suasana yang
tadinya santai dan nyaman bagi sebagian siswa berubah menjadi menegangkan.
Akibatnya mereka tidak konsentrasi lagi mengikuti pelajaran. Khawatir hal yang sama
menimpa mereka.
Siswa yang menerima perlakuan atau tanggapan yang tidak mengenakan atau
bersifat negatif, bukannya akan menjadi bersemangat. Tetapi malah semakin
[Link] malu dengan guru dan [Link] diadili, dipersalahkan,
dinilai tidak mampu, dan berbagai perasaan [Link] dapat berakibat tumbuhnya rasa
antipati terhadap guru dan pelajaran fisika dan menimbulkan ketidaknyamanan dan
lebih ekstrim lagi menimbulkan dendam dan rasa [Link] sebaiknya guru tidak
pernah memberikan tanggapan negatif terhadap siswa. Guru boleh menghukum atau
memarahi siswa, tetapi harus dengan santun dan penuh rasa kasih orang tua kepada
siswanya ([Link], 2013).
4. Pemberian penguatan dengan segera
Penguatan seharusnya diberikan dengan segera setelah muncul tingkah laku
atau respon dari [Link] yang ditunda pemberiannya, cenderung
menyebabkan menjadi kurang [Link] dampak positif yang diharapkan tidak
menurun bahkan hilang, penguatan haruslah diberikan segera setelah siswa
menunjukkan respon yang diharapkan. Dengan kata lain, tidak ada waktu tunggu
antara respon yang ditunjukkan dengan penguatan yang diberikan.
5. Variasi bentuk penguatan
Proses pembelajaran yang bersifat tatap muka berlangsung 1 atau 2 jam
pelajaran, sekitar 40 atau 45 sampai 80 atau 90 menit. Waktu yang cukup lama untuk
menjaga interaksi positif berlangsung secara terus menerus, atau untuk
mempertahankan semangat belajar.
Banyak aktivitas dan tugas yang bisa diberikan guru selama selang waktu
[Link] saja beragam pula pertisipasi yang bisa diberikan oleh [Link]
sumbangan pikiran siswa layak diberikan penghargaan, semua siswa berhak
mendapatkan [Link] tidak membosankan dan selalu hidup, guru harus pintar
memvariasikan berbagai bentuk penguatan. Kadang mengatakan bagus, pada
kesempatan lain mengacungkan jempol, berikutnya tersenyum sambil menganggukan
12
kepala, lalu mendekati siswa, begitu seterusnya. Sehingga ucapan atau tanggapan yang
sama tidak keluar berulang-ulang dalam waktu terbatas ([Link], 2013).
H. Cara Penggunaan Pemberian Penguatan Dalam Pembelajaran
Ada dua cara dalam menggunakan penguatan, antara lain.
1. Penguatan kepada pribadi tertentu
Penguatan harus jelas kepada siapa ditujukan. Karena apabila tidak, akan
kurang efektif. Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan, guru terlebih dahulu
menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya.
2. Penguatan kepada kelompok
Penguatan dapat pula diberikan kepada sekelompok siswa, misalnya “Bapak
sangat senang kalian menyelesaikan tugas ini dengan baik”.Dapat juga memberikan
sebuah penghargaan lain ([Link], 2012).
I. Kelebihan Dalam Pemberian Penguatan Dalam Pembelajaran
Pemberian penguatan dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa kelebihan
atau manfaat apabila dapat dilakukan dengan tepat, antara lain.
1. Dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi.
2. Dapat mendorong siswa untuk berbuat baik dan produktif.
3. Dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa itu sendiri.
4. Dapat meningkatkan cara belajar siswa menjadi aktif.
5. Dapat mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya secara mandiri.
Kelebihan-kelebihan dalam memberikan penguatan bergantung pada guru yang
memberikan penguatan. Apabila guru tersebut sesuai dalam memberikan penguatan, maka
proses pembelajaran akan tercapai secara maksimal.
J. Kelemahan Dalam Pemberian Penguatan Dalam Pembelajaran
Walaupun pemberian penguatan sifatnya sederhana dalam pelaksanaannya, namun
dapat pula pemberian penguatan yang diberikan kepada siswa justru membuat siswa
enggan belajar karena penguatan yang diberikan tidak sesuai dengan tindakan yang
dilakukan siswa tersebut.
Pemberian penguatan yang berlebihan juga akan berakibat fatal. Misalnya, pemberian
penguatan berupa hadiah secara terus-menerus dapat mengakibatkan siswa menjadi
bersifat materialistis
13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Variasi adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar yang
ditujukan untuk mengatasi kebosananmurid, sehingga dalam situasi belajar mengajar.
Murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi.
2. Tujuan Variasi Gaya Mengajar dan Manfaat Variasi Gaya Mengajar:
a. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar
yang relevan.
b. Untuk memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat ingin tahu dan ingin
menyelidiki siswa tentang hal-hal baru.
c. Untuk memupuk dan membentuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan
sekolah dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar
yang baik.
d. Guna memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima
pelajaran yang
3. Prinsip penggunaan variasi
a. hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan
yang hendak dicapai.
b. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan, sehingga tidak akan
merusak perhatian siswa dan tidak menganggu proses belajar mengajar.
c. Direncanakan secara baik dan eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran. Jadi
penggunaan variasi ini harus benar-benar berstruktur dan direncanakan.
4. Komponen-komponen ketrampilan mengadakan variasi sebagai berikut
a. Variasi suara(Teacher Voice)
b. Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence)
c. Pemusatan perhatian(focusing)
d. Kontak pandang(eye contact)
e. Gerakan anggota badan atau mimic
f. Perpindahan posisi guru
Penguatan adalah respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali perilaku itu. Komponen-komponen yang terdapat
dalam pemberian penguatan, antara lain penguatan verbal dan penguatan non verbal.
Penguatan verbal adalah respon yang ditunjukkan secara lisan atau ucapan terhadap
14
suatu [Link] non verbal adalah respon yang ditunjukkan dengan perbuatan-
perbuatan yang berupa mimik, gerak badan, mendekati siswa, menyentuh, hal yang
menyenangkan hati siswa, simbol atau benda, dan penguatan tak penuh.
Pemberian penguatan di dalam pembelajaran harus memperhatikan beberapa
prinsip pemberian penguatan, antara lain memberikan kehangatan, keantusiasan,
kebermaknaan, menghindari respon negatif, pemberian penguatan dengan segera, dan
memvariasikan bermacam-macam bentuk penguatan.
Ada dua cara dalam menggunakan penguatan, antara lain penguatan kepada
pribadi tertentu dan penguatan kepada kelompok. Pemberian penguatan dalam proses
pembelajaran mempunyai beberapa kelebihan apabila dapat dilakukan dengan tepat,
antara lain dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi, dapat
mendorong siswa untuk berbuat baik dan produktif, dapat menumbuhkan rasa
kepercayaan diri siswa itu sendiri, dapat meningkatkan cara belajar siswa menjadi aktif,
dan dapat mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya secara mandiri.
15
DAFTAR PUSTAKA
Moh. Uzer Usman 2002,Menjadi guru professional,Bandung,PT Remaja Rosdakarya.
[Link]
proses-pembelajaran/
[Link]
[Link]
16