0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan12 halaman

Pencegahan Penyakit TBC di Antapani

Diunggah oleh

sarahannisar.doc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan12 halaman

Pencegahan Penyakit TBC di Antapani

Diunggah oleh

sarahannisar.doc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN

“ UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TBC (TUBERKULOSIS)”


DI POSYANDU RW 08 KELURAHAN ANTAPANI TENGAH

Disusun oleh:
Nissa Destyani
4003170032

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN


STIKES DHARMA HUSADA BANDUNG
2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


TBC merupakan penyakit yang diakibatkan infeksi kuman mikobakterium
tuberkulosis yang sering menyerang organ paru-paru. Selain itu kuman mikobakterium
tuberkulosis dapat menyerang organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening,
usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC juga merupakan penyakit yang dapat
mengakibatkan kematian. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat percikan dahak di
saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin yang terhirup oleh orang-orang di
sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC
akan tertular.
Pada seseorang yang memiliki tubuh daya tahan tubuh tinggi dan gizi yang
baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur".
Namun, pada seseorang yang mengalami kekurangan gizi dan daya tahan tubuh
menurun akan lebih mudah terinfeksi TBC karena mengakibatkan kuman TBC yang
"tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).
Mengingat penyakit TBC ini merupakan penyakit menular dan dapat
menimbulkan kematian. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk melakukan sebuah
kegiatan “Pendidikan Kesehatan tentang Upaya Pencegahan Penyakit TBC” yang
diharapkan masyarakat dapat menginformasikan dan memahami penyakit TBC serta
mengetahui cara pencegahan penyakit TBC. Sehingga masyarakat dapat melakukan
pencegahan sejak dini dan dapat mencegah penularan lebih lanjut yang dapat
mengakibatkan dampak yang lebih buruk.
BAB II
PEMBAHASAN

Topik : Upaya Pencegahan Penyakit Tuberculosis (TBC)


Sasaran : Masyarakat RW 08 Antapani Tengah
Hari / Tanggal : Selasa, 11 Februari 2020
Waktu : 08.00- selesai
Tempat : Posyandu RW 08 Kelurahan Antapani Tengah

2.1 Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan mengenai TBC selama 30
menit diharapkan masyarakat dapat memahami tentang penyakit TBC dan dapat
mengetahui cara mencegah penularan penyakit TBC.

2.2 Tujuan Instruksional Khusus


Setelah penyuluhan selama 1 x 30 menit, masyarakat diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian TBC.
2. Menjelaskan penyebab TBC.
3. Menjelaskan cara penularan TBC.
4. Menjelaskan tanda dan gejala TBC.
5. Menjelaskan pengobatan TBC.
6. Melaksanakan cara pencegahan TBC.

2.3 Materi Penyuluhan


Terlampir

2.4 Metode
1. Ceramah
2. Diskusi/ tanya jawab

2.5 Media
a. Leaflet
2.6 Proses Pelaksanaan
NO. TAHAP KEGIATAN KEGIATAN PESERTA
1. Pembukaan  Mengucapkan salam  Menjawab salam
( 5 menit )  Memperkenalkan diri  Mendengarkan
 Menjelaskan tujuan
pendidikan kesehatan
 Apersepsi dengan cara
menggali pengetahuan yang
dimiliki masyarakat tentang
penyakit tuberculosis

2. Pelaksanaan  Menjelaskan materi  Mendengarkan


( 15 menit ) penyuluhan secara
berurutan dan teratur.
 Materi :
1) Pengertian TBC.
2) Penyebab TBC.
3) Cara penularan TBC.
4) Tanda dan gejala TBC.
5) Pengobatan TBC.
6) Cara pencegahan TBC.

3. Evaluasi  Menyimpulkan inti  Mendengarkan


(5 menit) penyuluhan.  Bertanya
 Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya.
 Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
menjawab pertanyaan yang
dilontarkan.
4. Penutup  Menyampaikan terimakasih  Mendengarkan
(5 menit) atas perhatian dan waktu  Menjawab salam
yang telah di berikan
kepada peserta
 Mengucapkan salam

2.7 Pengorganisasian
Pemateri : Nissa Destyani
Pembimbing Akademik : Drs. Supriadi, [Link]., Sp. Kom
Pembimbing Klinik : Ema Sartika [Link]., Ners

2.8 Materi
a. Pengertian TBC
Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang terutama disebabkan oleh
Mycrobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi
dapat menyebar hampir kesetiap bagian tubuh, termasuk ginjal, usus, kulit,
persendian, tulang, kelenjar limfe dan otak. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10
minggu setelah pemajaran. (Kapita Selekta Kedoteran FUI, Edisi ke tiga jilid I).
TBC atau dikenal juga dengan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan
oleh basil tahan asam disingkat BTA, nama lengkapnya Mycobacterium
tuberculosis.
Tuberculosis berasal dari bahasa Latin “Tuberkel” yang artinya tonjolan kecil
dan keras yang terbentuk sewaktu sistem kekebalan tubuh membangun dinding
pengaman untuk membungkus bakteri Mycobacterium tuberculosis di dalam paru-
paru.
b. Penyebab TBC
Seperti yang telah dijelaskan di atas, Tuberculosis disebabkan oleh Basil
Tahan Asam atau bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di dalam jaringan tubuh,
bakteri Mycobacterium tuberculosis berada dalam keadaan dormant, yaitu tidak aktif
atau tertidur dalam waktu beberapa tahun. Mycobacterium tuberculosis akan mati
dengan cepat jika terkena sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup
selama beberapa jam bila berada di tempat yang gelap dan lembab.
c. Cara Penularan TBC
Tuberculosis ditularkan melalui droplet (percikan dahak) atau titik-titik air
dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberculosis. Bakteri TBC
terhisap melalui saluran pernapasan masuk ke dalam paru, kemudian bakteri masuk
lagi ke saluran limfe paru dan dari ini bakteri TBC menyebar ke seluruh tubuh
melalui aliran darah. Melalui aliran darah inilah bakteri TBC menyebar ke berbagai
organ tubuh. Di dalam tubuh, kuman TBC dilawan oleh daya tahan tubuh. Jika daya
tahan tubuh lemah, orang tersebut menjadi sakit TBC. Jika daya tahan tubuh kuat,
orang tersebut tetap sehat.

d. Tanda dan Gejala TBC


Gejala Umum :
1) Batuk lebih dari tiga minggu (dapat disertai dengan darah).
2) Batuk menahun dan berlendir., terutama waktu bangun tidur.
3) Demam/meriang lebih dari satu bulan.
4) Berkeringat pada malam hari.
5) Terdapat rasa sakit pada dada.
6) Berat badan turun dan badan semakin lemah dalam beberapa tahun berturutan.
7) Pada anak-anak seringkali dapat diraba di tepi kanan atau kirinya terdapat
benjolan (pembengkakan kelenjar-kelenjar).
Gejala Khusus :
1) Tergantung dari organ tubuh mana yang terserang, bila terjadi sumbatan
sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar
getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas
melemah yang disertai sesak.
2) Jika ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan
keluhan sakit di dada.
3) Jika mengenai tulang, akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu
saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara
ini akan keluar cairan nanah.
4) Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut
sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi,
adanya penurunan kesadaran, dan kejang-kejang.
e. Pengobatan TBC
Pengobatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal/intensif dan tahap
lanjutan. Lama pengobatan 6-8 bulan, tergantung berat ringannya penyakit.
Penderita harus minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai
dinyatakan sembuh. Dilakukan tiga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui
perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap awal,
sebulan sebelum akhir pengobatan dan pada akhir pengobatan.
Pengobatan TB bertujuan untuk menyembuhkan pasien, mencegah kematian,
mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya
resistensi kuman terhadap OAT.
Prinsip-prinsip pengobatan TBC :
1) OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dalam jumlah
cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan. Jangan gunakan OAT
tunggal (monoterapi). Pemakaian OAT-Kombinasi Dosis Tetap (OAT-KDT)
lebih menguntungkan dan sangat dianjurkan.
2) Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat, dilakukan pengawasan
langsung (DOT = Directly Observed Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan
Obat (PMO).
3) Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap yaitu :
 Tahap awal (intensif)
 Pada tahap intensif (awal) pasien mendapat obat setiap hari dan perlu
diawasi secara langsung untuk mencegah terjadinya resistensi obat.
 Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat, biasanya
pasien menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2 minggu.
 Sebagian besar pasien TB BTA positif menjadi BTA negatif (konversi)
dalam 2 bulan.
 Tahap Lanjutan
 Pada tahap lanjutan pasien mendapat jenis obat lebih sedikit, namun
dalam jangka waktu yang lebih lama.
 Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister sehingga
mencegah terjadinya kekambuhan.
f. Pencegahan TBC
Cara pencegahan agar terhindar dari penyakit TBC yaitu :
1) Menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin.
2) Makan makanan tinggi kalori dan protein.
Misalnya : daging, telur, tempe, oncom, telur, keju, susu, ikan laut, dan lain-
lain.
3) Olahraga teratur.
4) Istirahat yang cukup.
5) Mengkonsumsi multivitamin yang membantu menjaga daya tahan
tubuh. Misalnya vitamin C.
6) Biasakan mencuci tangan.
7) Pisahkan barang-barang yang digunakan oleh penderita.
8) Berhenti merokok, hindari minum minuman beralkohol.
9) Mengatur sistem sirkulasi udara di rumah.
10) Membiarkan jendela terbuka agar sinar matahari dapat masuk.
11) Menggunakan masker saat kontak atau berada di dalam suatu ruangan dengan
penderita TBC.
12) Pemberian vaksin BCG ( Bacillus Calmette Guerin ) pada bayi sejak usia baru
lahir sampai umur 2 bulan.
Etika Batuk:
1) Gunakan masker
2) Tutup hidung dan mulut dengan menggunakan lengan anda
3) Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan
4) Segera buang tisu yang sudah dipakai
5) Cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun.

2.9 Sumber
Arif Mansjoer. 1999. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1 Edisi [Link] : Media
aesculapius FKUI.

Sudarto. 1996. Penyakit-Penyakit Infeksi di Indonesia. Jakarta : Widya Medika.


BAB III
HASIL EVALUASI
3.1 Evaluasi Struktur
a. Kesiapan penyuluhan.
b. Kesiapan SAP.
c. Kesiapan media : Leaflet.
d. Peserta penyuluhan hadir di tempat.
e. Penyelenggaraan penyuluhan.
f. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.

3.2 Evaluasi Proses


a. Tahap dimulai dengan waktu yang direncanakan.
b. Peserta peyuluhan antusias terhadap penyuluhan.
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
d. Suasana dalam penyuluhan tertib .
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum acara diakhiri.

3.3 Evaluasi Hasil


a. Peserta mampu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang baik dan benar
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
mikobakterium tuberkulosis dan berpotensi menyerang paru-paru. Jumlah pendetita TBC
ini dapat terus bertambah mengingat penularan TBC cukup mudah melalui udara. TBD
dapat menular saat penderita membuang dahak sembarangan atau percikan dahak si
penderita TB ketika batuk tidak menggunakan masker. Jika daya tahan tubuh kita lemah
maka kita akan terkena penyakit ini. Maka dari itu perlu encegahan supaya tidak ada
penderita TBC lainnya.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 11
Februari 2020, 75% peserta tampak antusias dalam memperoleh informasi tentang upaya
pencegahan penyakit TBC. Sekitar 100% peserta tampak puas dengan hasil diskusi
tentang upaya pencegahan penyakit TBC. Peserta pun dapat mengikuti berjalannya acara
dan dapat memahami pentingnya pencegahan penyakit TBC.
Strategi penyuluhan pada masyarakat tentang upaya pencegahan penyakit
TBC merupakan upaya promotif dan preventif pencegahan terjadinya penyakit TBC
sehingga meminimalkan angka kematian pada pasien TBC.

4.2 Saran
Dengan adanya pendidikan kesehatan ini diharapkan dapat meberi manfaat
bagi peserta, namun tidak hanya berpatokan pada pendidikan kesehatan ini, yakni dapat
termotivasi untuk memanfaatkan materi yang telah diberikan.
LAMPIRAN
DOKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai