0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan9 halaman

Analisis Pengendalian Biaya Usaha

Diunggah oleh

Astin Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan9 halaman

Analisis Pengendalian Biaya Usaha

Diunggah oleh

Astin Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA

Dosen pengampu : Ir. Hj. Tini Setiawati, M.T

Disusun oleh :

Kelompok 7

Astin Pratiwi 22262011163

Hany Agustiani 22262011255

Ilham Maulana 22262011295

Nisma Sali 22262011160

Randhika Triyadi Putra 22262011244

TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI BANDUNG
2024
Bab 1
6. Mengapa perlu dilakukan pengendalian biaya?
Karena cost control atau pengendalian biaya berperan penting untuk menjaga kondisi
keuangan perusahaan agar selalu sehat dan terhindar dari defisit. Tujuan utama didirikannya sebuah
perusahaan tentu mencari keuntungan atau profit oriented. Pengendalian biaya merupakan faktor
penting dalam mempertahankan dan meningkatkan profitabilitas. Pengalihdayaan adalah metode
umum untuk mengendalikan biaya karena banyak bisnis merasa lebih murah membayar pihak ketiga
untuk melakukan suatu tugas daripada mengambil pekerjaan di dalam perusahaan.
Bab 2
3. Berikut ini adalah transaksi yang terjadi selama satu periode :
a. Tuan Jhon membuat usaha pembuatan pabrik tahu, untuk memulai usahanya sebesar Rp.
20.000.000,-
b. Untuk memperbesar aktivanya, Tn. Jhon atas nama perusahaan melakukan pinjaman bank
sebesar Rp. 8.000.000,-
c. Tn. Jhon atas nama perusahaan membeli mesin membuat tahun sebesar Rp. 5.000.000,-
d. Tn. Jhon atas nama perusahaan mengangsur utang bank yang timbul dari transaksi (b) sebesar
Rp. 500.000,-
e. Tuan Jhon mengambil uang dari perusahan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp. 5.000.000,-
f. Pada akhir tahun laba yang diperoleh Perusahan yang dimiliki [Link] sebesar Rp.
6.000.000,- dan uang tersebut digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan yang akan
datang
Berikut adalah pencatatan atas transaksi diatas :

Pada catatan transaksi di terjadi kesalahan pencatatan, periksa dan koreksilah sehingga menjadi
pencatatan transaksi yang benar.
JAWABAN :
a. Tuan Jhon membuat usaha pembuatan pabrik tahu, untuk memulai usahanya sebesar Rp.
20.000.000,-

Aktivia = Pasiva
Kas = Modal
20.000.000 = 20.000.000

b. Untuk memperbesar aktivanya, Tn. Jhon atas nama perusahaan melakukan pinjaman bank
sebesar Rp. 8.000.000,-
Kas = Utang + Modal Pribadi
20.000.000 = + 20.000.000
8.000.000 = 8.000.000 +
28.000.000 = 8.000.000 + 20.000.000

c. Tn. Jhon atas nama perusahaan membeli mesin membuat tahun sebesar Rp. 5.000.000,-
Aktivia = Pasiva
Kas + Peralatan = Utang + Modal Pribadi
20.000.000 + = + 20.000.000
8.000.000 + = 8.000.000 +
28.000.000 + = 8.000.000 + 20.000.000
(5.000.000) + 5.000.000 = +
23.000.000 + 5.000.000 = 8.000.000 + 20.000.000

d. Tn. Jhon atas nama perusahaan mengangsur utang bank yang timbul dari transaksi (b) sebesar
Rp. 500.000,-
Aktivia = Pasiva
Kas + Peralatan = Utang + Modal Pribadi
20.000.000 + = + 20.000.000
8.000.000 + = 8.000.000 +
28.000.000 + = 8.000.000 + 20.000.000
(5.000.000) + 5.000.000 = +
23.000.000 + 5.000.000 = 8.000.000 + 20.000.000
(500.000) + = (500.000) +
22.500.000 + 5.000.000 = 7.500.000 + 20.000.000

e. Tuan Jhon mengambil uang dari perusahan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp. 5.000.000,-
Aktivia = Pasiva
Kas + Peralatan = Utang + Modal Pribadi
20.000.000 + = + 20.000.000
8.000.000 + = 8.000.000 +
28.000.000 + = 8.000.000 + 20.000.000
(5.000.000) + 5.000.000 = +
23.000.000 + 5.000.000 = 8.000.000 + 20.000.000
(500.000) + = (500.000) +
22.500.000 + 5.000.000 = 7.500.000 + 20.000.000
(5.000.000) + = + (5.000.000)
17.500.000 + 5.000.000 = 7.500.000 + 15.000.000
f. Pada akhir tahun laba yang diperoleh Perusahan yang dimiliki [Link] sebesar Rp.
6.000.000,- dan uang tersebut digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan yang akan
datang
Aktivia = Pasiva
Kas + Peralatan = Utang + Modal Pribadi
20.000.000 + = + 20.000.000
8.000.000 + = 8.000.000 +
28.000.000 + = 8.000.000 + 20.000.000
(5.000.000) + 5.000.000 = +
23.000.000 + 5.000.000 = 8.000.000 + 20.000.000
(500.000) + = (500.000) +
22.500.000 + 5.000.000 = 7.500.000 + 20.000.000
(5.000.000) + = + (5.000.000)
17.500.000 + 5.000.000 = 7.500.000 + 15.000.000
(6.000.000) + = + (6.000.000)
23.500.000 + 5.000.000 = 7.500.000 + 21.000.000

5. PT. Mochi mempunyai data laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Analisis dan Pengendalian Biaya 36 Dengan data diatas, lakukan perbandingan analisis rasio 2 tahun
pada PT. Mochi dan interprestasikan. Baik rasio likuditas, aktivitas, solvabilitas dan profitabilitas.
Jawaban :
a. Rasio Likuiditas
1) Current Ratio
𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
x 100% =

200,800
Tahun 2020 : 75,000
x 100% = 2,68
184,000
Tahun 2021 : 60,000
x 100% = 3,07

2) Quick Ratio
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 − 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
x 100% =

200,800 − 80,000
Tahun 2020 : 75,000
x 100% = 1,6

184,000 − 70,000
Tahun 2021 : x 100% = 1,9
60,000

3) Cash Ratio
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 +𝐸𝑓𝑒𝑘
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
x 100

200,800 +40,000
Tahun 2020 : 75,000
x 100% = 0,32

184,000 + 45,000
Tahun 2021 : 60,000
x 100% =3,81

Perbandingan dari ke-3 Rasio Likiuiditasnya meningkat dari tahun 2020 ke tahun 2021
yang menunjukan dalam kemampuan [Link] yaitu untuk memenuhi kewajiban jangka
pendek .

b. Rasio aktivitas
1) Turnover inventory
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
x1
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛

800,000
Tahun 2020 : x 1 = 10
80,000

900,000
Tahun 2021 : 70,000
x 1 = 12,86

2) Fixed asset turnover


𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
x1
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

800,000
Tahun 2020 : x 1 = 2,5
320,000

900,000
Tahun 2021 : 360,000 x 1 = 2,5

3) Total asset turnover


𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑎
x1

800,000
Tahun 2020 : 520,800 x 1 = 1,537
900,000
Tahun 2021 : 544,000 x 1 = 1,655

Perbandingan dari ke-3 Rasio Aktivitas meningkat dari tahun 2020 ke tahun 2021 yang
menunjukan peningkatan efisien di dalam pengelolaan piutang dan persediaan dagang .

c. Rasio Solvabilitas
1) Total debt to total asset
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑎
x 100%

75,000
Tahun 2020 : 520,800 x 100% = 0,144

60,000
Tahun 2021 : 544,000 x 100% = 0,11

2) Total debt to equity ratio


𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖
x 100% =

75,000
Tahun 2020 : x 100% = 0,5
150,000

60,000
Tahun 2021 : 150,000 x 100% = 0,4

3) Long term debt to equity ratio


𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐽𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑃𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔
x 100% =
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖

120,800
Tahun 2020 : 150,000 x 100% = 0,805

130,000
Tahun 2021 : x 100% = 0,86
150,000

Perbandingannya dari ke-3 Rasio Solvabilitas mengalami penurunan dari tahun 2020 ke
tahun 2021

d. Rasio Profitabilitas
1) Net profit margin
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
x 100% =
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

300,000
Tahun 2020 : 800,000 x 100% = 0,375

325,000
Tahun 2021 : 900,000 x 100% = 0,361

2) Return on invesment
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
x 100% =
300,000
Tahun 2020 : 520,800 x 100% = 0,57

325,000
Tahun 2021 : 544,000 x 100% = 0,59

3) Return on equity
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖
x 100%

300,000
Tahun 2020 : 150,000 x 100% = 2

325,000
Tahun 2021 : 150,000 x 100% = 2,16

Perbandingan dari ke-3 Rasio Profitabilitas net profit margin mengalami penurunan dari
tahun 2020 ke tahun 2021 , namun pada return on invesment mengalami peningkatan dari
tahun 2020 ke tahun 2021,sedangkan pada return on equity mengalami stabilitas.

Bab 3
2. Dibawah ini klarifikasikan manakah yang termasuk biaya tetap, biaya variabel dan biaya campuran
dan sebutkan alasannya:
Jawaban :
a. Upah pembuat kursi pada usaha mebel
Biaya variabel : biaya upah pembuatan kursi berbeda beda, tergantung jumlah kursi yang di
produksi.
b. Bahan baku tepung di usaha roti
Biaya variabel : karena jumlah produksi roti dapat memengaruhi bahan baku tepung yang
dibutuhkan.
c. Biaya pengirim barang
Biaya variabel : biaya pengiriman barang bervariasi sesuai pengiriman barang, semakin
banyak barang yang dikirim, semakin tinggi biaya pengirimannya.
d. Biaya sewa gedung
Biaya tetap: biaya gedung biasanya tetap tidak terpengaruh dalam penjualan mekipun
produksinya meningkat atau menurun.
e. Biaya asuransi
Biaya tetap: biaya yang dibutuhkan untuk pembayaran cenderung tetap dalam jangka
panjang.
f. Bahan pelumas untuk usaha mobil
Biaya variabel: semakin tinggi jumalah mobil yang diurus, semakin tingi biaya pelumasnya.
g. Gaji supervisor produksi
Biaya tetap: cenderung tetap dalam waktu jangka panjang tidak terpengaruh oleh produksi
yang meningkat atau menurun.
h. Biaya bahan baku kain pada usaha konveksi
Biaya variabel : jumlah pakaian yang di produksi memengaruhi jumlah kain yang
dibutuhkan, maka dari itu disebut biaya variabel.
i. Biaya listrik
Biaya campuran: biaya listrik merupakan biaya campuran karena tergantung
penggunaannya. Biaya listrik bias disebut variabel jika biaya listrik tergantung pada
penggunaan energinya bisa juga dianggap biaya tetap jika perusahaan memiliki kesepakatan
tarif tetap.
j. Biaya air
Biaya campuran: seperti biaya listrik, biaya air juga tergantung pada penggunaannya.
k. Biaya asuransi gedung pabrik
Biaya tetap: cenderung tetap pada jangka waktu tertentu, tidak terpengaruh menurun atau
menaiknya suatu produksi.
l. Biaya pajak bumi dan bangunan
Biaya tetap: cenderung tetap dalam waktu jangka tertentu.
m. Upah penjahit pada usaha konveksi
Biaya variabel : upah penjahit dipengaruhi seberapa besar produksi yang dibuat dan jam
kerja yang dibutuhkan.
n. Biaya pemeliharaan mesin
Biaya campuran : tergantung pada jenis pemeliharaan yang dilakukan. Jika biaya
pemeliharaan tergantung pada penggunaan mesin, maka dapat dianggap sebagai biaya
variabel. Namun, dalam beberapa kasus, biaya pemeliharaan mesin dapat dianggap sebagai
biaya tetap jika dilakukan secara berkala tanpa memperhitungkan penggunaan mesin.
o. Biaya inpeksi
Biaya campuran: tergantung pada bagaimana penggunaannya. Jika biaya inspeksi
tergantung pada jumlah produk yang diinspeksi, maka dapat dianggap sebagai biaya variabel.
Namun, biaya inspeksi dapat dianggap sebagai biaya tetap jika dilakukan secara berkala
tanpa memperhatikan jumlah produk yang diinspeksi.
6. Dibawah ini klarifikasikan manakah yang termasuk biaya gabungan dan biaya bersama serta
berikan alasannya:
Jawaban :

Biaya gabungan adalah biaya yang sulit dipisahkan secara tepat antara dua atau lebih produk
atau departemen. Sedangkan biaya bersama adalah biaya yang bisa dipisahkan dengan jelas
antara dua atau lebih produk atau departemen
a. Biaya iklan :Biaya bersama, karena dapat dipisahkan dengan jelas antara produk atau
departemen yang berbeda.
b. Minyak mentah menjadi berbagai macam produk : Biaya gabungan, karena sulit
dipisahkan dengan tepat antara produk yang dihasilkan dari proses yang sama.
c. Adonan kue menjadi berbagai jenis dan rasa kue : Biaya gabungan, karena sulit
dipisahkan dengan tepat antara berbagai jenis dan rasa kue yang dihasilkan.
d. Gaji manajer pemasaran : Biaya bersama, karena dapat dipisahkan dengan jelas
antara departemen atau produk yang berbeda.
e. Penggilingan padi menjadi beras dan dedak : Biaya gabungan, karena sulit
dipisahkan dengan tepat antara produk beras dan dedak yang dihasilkan dari proses
yang sama.
f. Minyak mentah bumi menjadi minyak dan aspal : Biaya gabungan, karena sulit
dipisahkan dengan tepat antara produk minyak dan aspal yang dihasilkan dari proses
yang sama.
g. Gaji manajer produksi : Biaya bersama, karena dapat dipisahkan dengan jelas antara
departemen atau produk yang berbeda.
h. Komisi pegawai bagian penjualan : Biaya bersama, karena dapat dipisahkan dengan
jelas antara departemen atau produk yang berbeda.

Anda mungkin juga menyukai