RPP IPA Kelas VII: Suhu dan Pemuaian
RPP IPA Kelas VII: Suhu dan Pemuaian
(RPP)
A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia
dan hewan
4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda
serta perpindahan kalor
NILAI KARAKTER :
No BUTIR SIKAP
(Disesuaikan dengan KI 1 dan KI 2 serta aspek sikap dalam PPK)
1 Sikap Religius:
• Mengucapkan salam sebelum/sesudah melakukan presentasi dalam pembelajaran.
• Melakukan tadarus/literasi sebelum kegiatan belajar jam pertama dimulai.
• Berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas dalam pembelajaran.
2 Sikap Nasionalis
• Menyanyikan lagu Indonesia Raya (khusus pada jam pertama)
• Menyanyikan lagu wajib nasional/lagu daerah (setelah jam terakhir)
3 Sikap Kemandirian
• Mengerjakan tugas individu berdasarkan kemampuan sendiri, serta percaya diri
• Mengerjakan soal dalam kegiatan Penilaian dan Ujian berdasarkan kemampuan
sendiri
4 Sikap Gotong-royong
• Memelihara kebersihan/keindahan/ketertiban kelas/sekolah secara gotong-royong
• Mengerjakan tugas kelompok secara gotong-royong
5 Sikap Integritas
• Tidak menjiplak/menyontek dalam mengerjakan tugas atau penilaian/ujian
• Menghargai perbedaan kemampuan individu
• Menghargai ide/imajinasi orang lain serta martabat individu
Sumber:
Permendikbud No.23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Peraturan Prersiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menjelaskan definisi suhu.
2. Menjelaskan berbagai jenis termometer.
3. Menentukan skala suhu dengan melakukan pengukuran suhu dengan menggunakan
thermometer.
4. Menentukan skala thermometer tak berskala dengan membandingkan dengan
temometer berskala.
5. Menjelaskan definisi pemuaian.
6. Peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan
hasil penyelidikannya tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu melalui
percobaan
7. Peserta didik dapat membuat skala suhu, melakukan pengukuran suhu dengan
termometer skalanya, serta membandingkannya secara pengukuran dengan
termometer skala suhu yang telah kenali.
8. Peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan
hasil penyelidikannya tentang energi panas benda.
9. Peserta didik dapat menyelidiki karakteristik suhu benda pada saat benda mengalami
perubahan wujud.
E. Materi Pembelajaran
Materi Reguler
1. Definisi suhu.
Pengukuran suhu dengan termometer memanfaatkan prinsip kesetimbangan termal:
energi panas akan pindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah, hingga
tingkat panaskeduanya sama (berada pada kesetimbangan termal).
Pertemuan I dimaksudkan untuk menumbuhkan pemahaman kepada peserta didik tentang
suhu sebagai tingkat panas benda dan indra perasa bukan pengukur suhu yang handal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru:
1) Suhu menyatakan derajat panas benda.
2) Secara mikroskopik, suhu berkaitan dengan gerak partikel-partikel penyusun benda.
Untuk benda padat, berupa getaran atom-atom/ molekul-molekul penyusun benda.
Semakin cepat getaran partikel- partikel benda, berarti suhu benda semakin tinggi, dan
sebaliknya.
3) Pengukuran suhu dengan termometer memanfaatkan prinsip kesetimbangan termal:
energi panas akan pindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah, hingga
tingkat panas keduanya sama (berada pada kesetimbangan termal).
4) Termometer memanfaatkan sifat fisis bahan yang berubah secara linear karena
perubahan suhu. Perubahan ini meliputi:
Perubahan ukuran (benda mengalami pemuaian jika suhu naik, dan mengalami
penyusutan jika suhu turun), misalnya: termometer zat cair.
a) Perubahan ukuran (benda mengalami pemuaian jika suhu naik, dan mengalami
penyusutan jika suhu turun), misalnya: termometer zat cair.
b) Perubahan volume gas pada tekanan tetap. Ingat hukum Boyle- Gay Lussac:
Jadi, jika suhu naik, maka volume gas akan naik asalkan tekanan tetap. Digunakan
untuk termometer gas.
c) Perubahan resistivitas: secara umum, semakin tinggi suhu benda maka hambatan
listriknya semakin besar. Digunakan untuk termometer hambatan listrik.
d) Perubahan warna kristal cair tertentu: jika suhu berubah, warna kristal berubah.
Digunakan untuk termometer suhu badan yang lebih praktis.
e) Perubahan warna benda pijar: semakin panas, warna akan bergeser ke arah ungu.
Digunakan untuk pirometer optis.
Miskonsepsi tentang suhu:
1) Mempertukarkan pemahaman tentang suhu dan kalor, anggapan peserta didik
(yang salah): segelas besar air 80oC dituang ke dalam 2 gelas kecil, banyak peserta
didik berpikir, suhu di masing-masing gelas 40oC. Demikian juga sebaliknya.
2) Salah paham tentang esensi skala suhu: suatu benda yang diukur dengan
termometer skala C, F, dan R ternyata menghasilkan angka yang berbeda; banyak
peserta didik berpikir tingkat panas benda itu pasti berbeda (padahal perbedaan itu
hanya karena skala suhunya berbeda).
2. Skala Suhu
Skala suhu didasarkan atas 2 titik tetap: titik tetap bawah dan titik tetap atas. Sekali
kedua titik ini ditetapkan, maka jarak antara dua titik ini dibagi ke dalam skala-skala
yang berjarak sama. Misalnya untuk skala Celcius, titik tetap bawah: 0 0C dan titik tetap
atas 100 0C (antara keduanya ada rentang 100 derajat).
Pemilihan titik tetap atas dan titik tetap bawah bersifat arbriter (sekehendak si pembuat
skala suhu), kecuali skala Kelvin. Pada skala Kelvin, 0 K artinya tidak ada energi panas
sama sekali pada benda itu; partikel-partikel benda tidak bergerak relatif terhadap yang
lain, sesuatu yang tidak ditemukan di alam ini, namun di laboratorium diciptakan kondisi
yang mendekati 0 K. Suhu radiasi latar jagat raya ini 273 K.
3. Skala Suhu dan Mengamati Pemuaian
1) Konversi skala suhu didasarkan atas asumsi bahwa perubahan sifat fisis benda
yang digunakan untuk termometer berlangsung linear untuk berbagai skala.
2) Perubahan tekanan, volume, dan temperatur erat kaitannya dengan proses
termodinamik yang dimanfaatkan pada berbagai mesin.
G. Media Pembelajaran
Media :
Worksheet atau lembar kerja (siswa)
Lembar penilaian
Laboratorium IPA sekolah
Perpustakaan sekolah
Alat/Bahan :
Penggaris, spidol, papan tulis
Laptop & infocus
Slide presentasi (ppt)
H. Sumber Belajar
Buku IPA Kls VII Kemdikbud
Buku lain yang menunjang
Multimedia interaktif dan Internet
I. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Guru :
Orientasi
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu :
Klasifikasi Materi dan Perubahannya
Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi
Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 Menit)
dalam kehidupan sehari-hari.
Apabila materitema// projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini
dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
Pengertian Suhu dan Termometer
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Sintak Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian
(stimullasi/ pada topik materi Pengertian Suhu dan Termometer dengan cara :
pemberian Melihat (tanpa atau dengan Alat)
rangsangan) Menayangkan gambar/foto/video tentang materi Pengertian Suhu dan
Termometer.
“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar tersebut?”
Mengamati
Lembar kerja materi Pengertian Suhu dan Termometer.
Pemberian contoh-contoh materi Pengertian Suhu dan Termometer
untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari
internet/materi yang berhubungan dengan Pengertian Suhu dan
Termometer.
Mendengar
Pemberian materi Pengertian Suhu dan Termometer oleh guru.
Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi
pelajaran mengenai materi :
Pengertian Suhu dan Termometer
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 Menit)
statemen sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
(pertanyaan/ disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :
identifikasi Mengajukan pertanyaan tentang materi :
masalah) Pengertian Suhu dan Termometer
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai
dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu
untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab
collection pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan Mengamati obyek/kejadian
data) Mengamati dengan seksama materi Pengertian Suhu dan Termometer
yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi
yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.
Membaca sumber lain selain buku teks
Mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna
menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi Pengertian
Suhu dan Termometer yang sedang dipelajari.
Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami
dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru
berkaitan dengan materi Pengertian Suhu dan Termometer yang
sedang dipelajari.
Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Pengertian Suhu
dan Termometer yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada
guru.
Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam
buku paket mengenai materi Pengertian Suhu dan Termometer.
Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Pengertian Suhu dan
Termometer yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan
yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 Menit)
materi Pengertian Suhu dan Termometer sesuai dengan
pemahamannya.
Saling tukar informasi tentang materi :
Pengertian Suhu dan Termometer
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang
lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil
processing pengamatan dengan cara :
(pengolahan Berdiskusi tentang data dari Materi :
Data) Pengertian Suhu dan Termometer
Mengolah informasi dari materi Pengertian Suhu dan Termometer
yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya
mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-
pertanyaan pada lembar kerja.
Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Pengertian
Suhu dan Termometer.
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil
(pembuktian) pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui
kegiatan :
Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi :
Pengertian Suhu dan Termometer
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Pengertian Suhu dan
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 Menit)
kesimpulan) Termometer berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan,
tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang
materi :
Pengertian Suhu dan Termometer
Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag
materi Pengertian Suhu dan Termometer dan ditanggapi oleh
kelompok yang mempresentasikan.
Bertanya atas presentasi tentang materi Pengertian Suhu dan
Termometer yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya.
Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :
Pengertian Suhu dan Termometer
Menjawab pertanyaan tentang materi Pengertian Suhu dan
Termometer yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
lembar kerja yang telah disediakan.
Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi Pengertian
Suhu dan Termometer yang akan selesai dipelajari
Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Pengertian Suhu dan
Termometer yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Catatan :
Selama pembelajaran Pengertian Suhu dan Termometer berlangsung, guru mengamati sikap
siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur,
tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Peserta didik :
Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Pengertian Suhu dan Termometer yang
baru dilakukan.
Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Pengertian Suhu dan
Termometer yang baru diselesaikan.
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 40 Menit)
Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus
mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Pengertian Suhu dan Termometer.
Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja
dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran Pengertian Suhu dan
Termometer.
Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Pengertian Suhu dan Termometer
kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
Mengamati
Lembar kerja materi Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume.
Pemberian contoh-contoh materi Pemuaian Panjang, Luas, dan
Volume untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media
interaktif, dsb
Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari
internet/materi yang berhubungan dengan Pemuaian Panjang, Luas,
dan Volume.
Mendengar
Pemberian materi Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume oleh guru.
Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi
pelajaran mengenai materi :
Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
statemen sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
(pertanyaan/ disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :
identifikasi Mengajukan pertanyaan tentang materi :
masalah) Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai
dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu
untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab
collection pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan Mengamati obyek/kejadian
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 Menit)
data) Mengamati dengan seksama materi Pemuaian Panjang, Luas, dan
Volume yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide
presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.
Membaca sumber lain selain buku teks
Mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna
menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi Pemuaian
Panjang, Luas, dan Volume yang sedang dipelajari.
Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami
dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru
berkaitan dengan materi Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume yang
sedang dipelajari.
Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Pemuaian Panjang,
Luas, dan Volume yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada
guru.
Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam
buku paket mengenai materi Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume.
Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Pemuaian Panjang, Luas,
dan Volume yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan
yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan
materi Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume sesuai dengan
pemahamannya.
Saling tukar informasi tentang materi :
Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang
lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 Menit)
Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil
processing pengamatan dengan cara :
(pengolahan Berdiskusi tentang data dari Materi :
Data) Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
Mengolah informasi dari materi Pemuaian Panjang, Luas, dan
Volume yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan
sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Pemuaian
Panjang, Luas, dan Volume.
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil
(pembuktian) pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui
kegiatan :
Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi :
Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Pemuaian Panjang, Luas,
kesimpulan) dan Volume berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan,
tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang
materi :
Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag
materi Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume dan ditanggapi oleh
kelompok yang mempresentasikan.
Bertanya atas presentasi tentang materi Pemuaian Panjang, Luas, dan
Volume yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk
menjawabnya.
4. Pertemuan Ke-4 (2 x 40 Menit)
Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :
Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume
Menjawab pertanyaan tentang materi Pemuaian Panjang, Luas, dan
Volume yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar
kerja yang telah disediakan.
Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi Pemuaian
Panjang, Luas, dan Volume yang akan selesai dipelajari
Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Pemuaian Panjang, Luas,
dan Volume yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Catatan :
Selama pembelajaran Pemuaian Panjang, Luas, dan Volume berlangsung, guru mengamati
sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku
jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
b. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian
ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:
Instrumen Penilaian
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)
Kesesuaian respon dengan
1
pertanyaan
2 Keserasian pemilihan kata
3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa
4 Pelafalan
Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran)
- Penilaian Produk (Lihat Lampiran)
- Penilaian Portofolio
Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR,
dll
Instrumen Penilain
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1
2
3
4
Penilaian Remedial
Peserta didik yang belum menguasai materi (belum mencapai ketuntasan belajar) akan
dijelaskan kembali oleh guru materi “Suhu dan Perubahannya”. Guru melakukan
penilaian kembali dengan soal yang sejenis atau memberikan tugas individu terkait
dengan topik yang telah dibahas. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu
yang disesuaikan, contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar
jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai).
Penilaian Pengayaan
Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik yang sudah menguasai materi sebelum
waktu yang telah ditentukan, diminta untuk soal-soal pengayaan berupa pertanyaan-
pertanyaan yang lebih fenomenal dan inovatif atau aktivitas lain yang relevan
dengan topik pembelajaran “Suhu dan Perubahannya”. Dalam kegiatan ini, guru
dapat mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil
dalam pengayaan.
Perubahan ukuran (benda mengalami pemuaian jika suhu naik, dan mengalami penyusutan
jika suhu turun), misalnya: termometer zat cair.
a) Perubahan ukuran (benda mengalami pemuaian jika suhu naik, dan mengalami penyusutan
jika suhu turun), misalnya: termometer zat cair.
b) Perubahan volume gas pada tekanan tetap. Ingat hukum Boyle- Gay Lussac:
Jadi, jika suhu naik, maka volume gas akan naik asalkan tekanan tetap. Digunakan untuk
termometer gas.
c) Perubahan resistivitas: secara umum, semakin tinggi suhu benda maka hambatan
listriknya semakin besar. Digunakan untuk termometer hambatan listrik.
d) Perubahan warna kristal cair tertentu: jika suhu berubah, warna kristal berubah.
Digunakan untuk termometer suhu badan yang lebih praktis.
e) Perubahan warna benda pijar: semakin panas, warna akan bergeser ke arah ungu.
Digunakan untuk pirometer optis.
Miskonsepsi tentang suhu:
1) Mempertukarkan pemahaman tentang suhu dan kalor, anggapan peserta didik (yang
salah): segelas besar air 80oC dituang ke dalam 2 gelas kecil, banyak peserta didik
berpikir, suhu di masing-masing gelas 40oC. Demikian juga sebaliknya.
2) Salah paham tentang esensi skala suhu: suatu benda yang diukur dengan termometer skala
C, F, dan R ternyata menghasilkan angka yang berbeda; banyak peserta didik berpikir
tingkat panas benda itu pasti berbeda (padahal perbedaan itu hanya karena skala suhunya
berbeda).
Skala Suhu
Skala suhu didasarkan atas 2 titik tetap: titik tetap bawah dan titik tetap atas. Sekali kedua
titik ini ditetapkan, maka jarak antara dua titik ini dibagi ke dalam skala-skala yang berjarak
sama. Misalnya untuk skala Celcius, titik tetap bawah: 0 0C dan titik tetap atas 100 0C
(antara keduanya ada rentang 100 derajat).
Pemilihan titik tetap atas dan titik tetap bawah bersifat arbriter (sekehendak si pembuat skala
suhu), kecuali skala Kelvin. Pada skala Kelvin, 0 K artinya tidak ada energi panas sama
sekali pada benda itu; partikel-partikel benda tidak bergerak relatif terhadap yang lain,
sesuatu yang tidak ditemukan di alam ini, namun di laboratorium diciptakan kondisi yang
mendekati 0 K. Suhu radiasi latar jagat raya ini 273 K.
dan titik tetap yang diketahui, maka persamaan konversi suhu dapat ditemukan.
a) Titik tetap skala suhu:
b) Dengan menerapkan persamaan garis di atas, maka konversi dapat ditentukan. Misal,
dari C ke F:
c) Perhatikan: salah paham tentang esensi skala suhu. Suatu benda yang diukur dengan
termometer skala C, F, dan R ternyata menghasilkan angka yang berbeda, banyak peserta
didik berpikir tingkat panas benda itu pasti berbeda (padahal perbedaan itu hanya karena
skala suhunya berbeda).
d) Pada peristiwa pemuaian, ukuran benda bertambah, namun jumlah partikel benda
tetap.
e) Benda yang berbeda memiliki koefisien muai yang berbeda pula.
f) Pada bimetal, jika suhu naikbimetal melengkung atau (menggulung) ke arah logam yang
koefisien muainya kecil dan sebaliknya.
Jika labu kaca dipegang beberapa saat, ketinggian cairan dalam pipet berubah. Saat
dipegang, suhu gas dalam labu naik hingga mendekati suhu tubuh, lebih besar dari suhu
ruang. Gas memuai.
Saat labu dipanasi, gas memuai, timbul gelembung (gunakan labu kaca Pyrex).
Bila botol plastik dimasukkan ke dalam air panas, udara di dalam botol mengembang, balon
membesar (bisa dijadikan percobaan, misalnya menguji pengaruh perubahan suhu terhadap
ukuran pengembangan balon, tetapi balonnya harus dikontrol, yakni menggunakan balon
yang sama).
Bila balon disiram air panas, ukurannya (misalnya dengan mengukur lingkar balon)
bertambah. Bisa dijadikan percobaan, misalnya menguji pengaruh perubahan suhu terhadap
perubahan volume balon.
1) Anomali air: pemuaian air tidak linear, tetapi air memiliki volume terkecil pada suhu 4oC.
Lebih kecil dari itu air akan memuai, lebih besar dari itu air juga akan memuai; lihat
grafik V terhadap T pada air berikut.
2) Salah satu akibat anomali air (akibat yang menunjukkan kebesaran Tuhan): pada musim
dingin, sungai/laut hanya membeku pada permukaannya, sedangkan bagian dalam tidak
beku, sehingga ikan dan berbagai biotanya tetap bertahan di musim dingin.