Rencana Kerja Tahunan SMP 2024
Rencana Kerja Tahunan SMP 2024
TAHUN 2024
SMP TEKNOSAINS DARUL FALAH
================================================
===================
HALAMAN PENGESAHAN
ii
RENCANA KERJA TAHUNAN
TAHUN 2024
SMP TEKNOSAINS DARUL FALAH
MURSIDI
NIP. MUDHOFATUL AFIFAH [Link].
NIP.
Mengesahkan
Ketua Yayasan Darul Falah II Pringsurat
Kabupaten Temanggung
KATA PENGANTAR
iii
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala
Rahmat dan Hidayahnya kepada kami semua, sehingga kami dapat menyusun dan
menyelesaikan Program/Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMP Teknosains Darul Falah
Pringsurat Tahun Pelajaran 204/2025.
Kami menyadari bahwa Program/Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMP Teknosains
Darul Falah Pringsurat yang kami susun masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu dengah
penuh kerendahan hati kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari berbagai
pihak yang berkompeten dan berkepentingan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di
SMP Teknosains Darul Falah Pringsurat untuk perbaikan penyusunan RKT di masa yang
akan datang.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut
meluangkan waktu, tenaga atau sumbangan pemikiran dalam proses penyususnan RKT SMP
Teknosains Darul Falah Pringsurat ini.
Akhirnya kami berharap semoga Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini dapat menjadi
pedoman penyelenggaraan pendidikan di SMP Teknosains Darul Falah untuk tahun Pelajaran
2024/2025 dan juga kurun waktu satu tahun kedepan, sehingga Visi dan Misi SMP
Teknosains Darul Falah Pringsurat dapat dicapai/diwujudkan dengan baik.
iv
DAFTAR ISI
Halaman Persetujuan.......................................................................................................... ii
Halaman Pengesahan......................................................................................................... iii
Kata Pengantar................................................................................................................... iv
Daftar Isi.............................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................6
A. Latar Belakang...................................................................................................6
B. Landasan Hukum..............................................................................................26
C. Tujuan...............................................................................................................28
D. Manfaat.............................................................................................................28
E. Ruang Lingkup..................................................................................................29
BAB II PROFIL SEKOLAH.............................................................................................30
A. Visi Sekolah......................................................................................................30
B. Misi Sekolah.....................................................................................................31
C. Tujuan Sekolah.................................................................................................31
BAB III RENCANA KERJA TAHUNAN BERJALAN..................................................40
A. Identifikasi Tentangan Nyata............................................................................40
1. Pemenuhan Standar Lulusan.............................................................................40
2. Pemenuhan Standar Isi......................................................................................43
3. Pemenuhan Standar Proses................................................................................47
4. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.................................54
5. Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana........................................................62
6. Pemenuhan Standar Standar Pengelolaan..........................................................68
7. Pemenuhan Standar Pembiayaan.......................................................................74
8. Pemenuhan Standar Penilaian...........................................................................77
B. Pemenuhan Program Kerja...........................................................................................80
1. Pemenuhan Standar Lulusan.............................................................................80
2. Pemenuhan Standar Isi......................................................................................86
3. Pemenuhan Standar Proses................................................................................90
4. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.................................97
5. Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana.......................................................108
6. Pemenuhan Standar Standar Pengelolaan.........................................................117
7. Pemenuhan Standar Pembiayaan......................................................................125
8. Pemenuhan Standar Penilaian..........................................................................134
BAB IV MONITORING DAN EVALUASI...................................................................139
A. Monitoring.......................................................................................................139
B. Evaluasi............................................................................................................140
C. Tahapan Monitoring dan Evaluasi...................................................................140
D. Jadwal Monitoring...........................................................................................140
BAB V PENUTUP...........................................................................................................144
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Amanat Menteri Pendidikan Nasional Nomo 19 Tahun 2007 Tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah menghendaki Sekolah membuat: (1) rencana kerja jangka
menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam
kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang
ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan
mutu lulusan, (2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan
berdasarkan rencana kerja jangka menengah.
Untuk mengimplementasikan amanat Peraturan Menteri tersebut di
atas Tim Pengembang Sekolah SMP Teknosains Darul Falah menyusun
Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk Tahun 2024. RKT ini disusun oleh
Tim Pengembang Sekolah yang merupakan pelaksana operasional dan
sebagai bagian dari RKJM SMP Teknosains Darul Falah Tahun 2021 s.d.
2024 yang telah disusun dan disahkan oleh Kepala Sekolah dan
Komite Sekolah.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMP Teknosains Darul Falah Tahun
2024 disusun dengan memanfaatkan hasil Analisis SWOT tahun 2024
serta dengan memperhatikan hasil-hasil yang telah dicapai selama
tahun 2023 disamping juga memperhatikan kendala dan
permasalahan yang dihadapi sekolah dalam rentang waktu satu tahun
yaitu 2023. Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMP Teknosains Darul Falah
Tahun 2024 disusun untuk dijadikan pedoman dan arah pengelolaan
sekolah untuk satu tahun ke depan.
1. Analisis Lingkungan Strategi
Dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat,
karena merupakan salah satu daya dukung yang sangat mendasar.
Hal ini turut mempengaruhi situasi dan kondisi lingkungan
strategis SMP Teknosains Darul Falah yang terletak di wilayah
vi
kecamatan pringsurat. Beberapa gambaran faktor eksternal yang
mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan di sekolah kami
sebagai bahan analisis lingkungan strategis adalah sebagai berikut
:
a. Kondisi Ekonomi
Tingkat perokonomian beragam dari tingkat ekonomi lemah
dan menengah, ini dapat dilihat dari masih banyaknya peserta
didik yang menerima dana bantuan PIP dan BSM. Secara umum
masyarakat sekitar sekolah mendukung terhadap keberadaan
sekolah dan program-program sekolah, tetapi partisipasi
masyarakat terhadap sekolah masih kurang.
b. Kondisi Sosial
Kondisi sosial masyarakat sekitar sekolah sangatlah
heterogen. Hal ini bisa dilihat dari berbagai komunitas
penduduk yang berada disekitar sekolah. Penduduknya terdiri
atas komunitas pegawai, karyawan pabrik,
wiraswasta/pedagang, petani, buruh tani, sopir angkot,
pembantu rumah tangga, dan bahkan tidak sedikit
pengangguran atau yang berpenghasilan tidak menentu.
c. Kemajuan IPTEK
Kemajuan IPTEK di lingkungan sekolah 1 (satu) tahun terakhir
memadai untuk mendukung pendidikan di Bidang Teknologi
Informasi. SMP Teknosains Darul Falah memiliki ruang
computer dengan computer yang memenuhi standar yang
ditetapkan oleh kemendikbud.
d. Budaya
Budaya SMP Teknosains Darul Falah tahun pelajaran
2023/2024 mulai menerapkan nilai-nilai penguatan pendidikan
karakter, sebagai contoh: membaca asmaul khusnah; shalat
dzuhur berjamaah; budaya kerapian berpakaian dan
berperilaku; upacara bendera; pemutaran lagu-lagu nasionalis;
pemutaran Tartil Alquran; wajib kunjung di perpustakaan;
menulis majalah dinding; persami; perayaan idul fitri dan idul
vii
adha; keputrian; kebersihan lingkungan; patroli keamanan
sekolah; pembiasaan budaya 5S; musyawarah mufakat;
komitmen atas keputusan bersama; tolong menolong; anti
diskriminasi; anti kekerasan; anti narkoba; sikap relawan;
sedekah jariyah; menjalin kerjasama dengan masyarakat
setempat, , UPT Dinas Pendidikan kepemudaan dan Olah Raga;
sekolah memiliki ruang sirkulasi yang menghubungkan antar
ruang kelas/ruang guru/ruang Komputer/ruang UKS/ruang
TAS/ruang koperasi/ruang BK/MCK/ruang dapur/ruang
tamu/ruang KS/ruang keterampilan dan/ruang gudang; sekolah
memiliki jalur evakuasi;
e. Kondisi Demografi
Warga SMP Teknosains Darul Falah di awal Tahun 2024 terdiri
dari 12 siswa, 14 guru, 6 laki-laki dan 6 perempuan. Mayoritas
warga SMP Teknosains Darul Falah. Masyarakat di lingkungan
SMP Teknosains Darul Falahsebagian besar berprofesi sebagai
buruh.
f. Kondisi Geografis
SMP Teknosains Darul Falah berada pada tempat yang sangat
strategis, berada di jalan raya yang menghubungkan antara
desa ngipik dan desa gedopon. SMP Teknosains Darul Falah
memiliki lahan seluas 4680 m2 yang terbagi atas 729m2 luas
lahan bangunan sekolah.
g. Kondisi Politik
Secara garis besar masyarakat di wilayah kecamatan
pringsurat tidak ikut serta dalam kegiatan politik nasional,
masyarakat hanya ikut politik dalam lingkup Kota, kegiatan
kelompok tani, kegiatan organisasi keagamaan, kegiatan
kesenian, kegiatan organisasi lembaga desa dan kegiatan
organisasi kepemudaan.
h. Kondisi Keamanan
viii
Kondisi keamanan lingkungan sekolah relatif sudah aman,
namun demikian sekolah selalu menjalin kerjasama dengan
masyarakat setempat.
i. Perkembangan Globalisasi
Pada saat ini perkembangan global hampir menyeluruh di
segala aspek kehidupan masyarakat sekitar sekolah, terutama
dari segi perkembangan informasi melalui media elektronik.
Dengan salah satu sistem media elektronik tersebut dapat
menghubungkan berbagai user untuk dapat berhubungan,
sehingga penggunaannya sangat ramai mulai dari anak-anak,
remaja hingga kaum dewasa.
Hal ini berimplikasi terhadap keberagaman kemampuan
ekonominya yang dapat mempegaruhi pula terhadap animo
dan perkembangan pendidikan SMP Teknosains Darul Falah .
Sementara itu domisili orang tua peserta didik kebanyakan
berada di satu kecamatan yaitu pringsurat. Kebanyakan taraf
ekonomi orang tua peserta didik SMP Teknosains Darul Falah
termasuk golongan menengah ke bawah, sehingga terdapat
kurang lebih 40 persen yang dianggap kurang mampu.
Sehingga subsidi dari pemerintah dalam bentuk Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) sangat diperlukan.
2. Analisis Kondisi Pendidikan Saat Ini
Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional yang implementasinya tertuang dalam PP No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan agar
mutu pendidikan di Indonesia setidaknya dapat bersaing dengan
negara-negara lain di dunia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh
pemerintah diantaranya melakukan pengembangan kurikulum,
meningkatkan tenaga pendidik dan kependidikan, meningkatkan
sarana prasarana pendidikan serta memenuhi biaya pendidikan.
Namun hingga kini hasilnya masih jauh dari harapan. Pemerataan
mutu pendidikan pun masih menghadapi kendala karena
kenyataannya masih terdapat kesenjangan mutu pendidikan di
ix
kota-kota besar dengan kota kabupaten dan desa. Hal inilah yang
patut menjadi pemikiran kita bersama.
Dari sisi pembiayaan pendidikan, pemerintah telah
memprogramkan sekolah gratis. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan,
Bab II Tanggung Jawab Pendanaan Pendidikan Oleh Pemerintah
dan Pemerintah Daerah. Program ini pun dilapangan masih
menemui kendala karena biaya yang dialokasikan oleh pemerintah
pusat baru berkisar 60% dari biaya yang dibutuhkan sehingga
sisanya masih perlu diupayakan dari pemerintah daerah maupun
masyarakat. Sementara pemahaman masyarakat tentang sekolah
gratis juga masih sangat beragam.
Implementasi PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan di Indonesia masih perlu kerja keras. Sekolah Standar
Nasional yang diharapkan sudah memenuhi atau hampir
memenuhi 8 standar pendidikan masih sangat sedikit jika
dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada di tanah air. Untuk
itu peran semua sektor yang terkait dengan pendidikan harus
mempunyai komitmen yang sama untuk memecahkan masalah ini.
Beberapa hal yang mempengaruhi kondisi pendidikan saat ini
adalah sebagai berikut:
a. Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing
Pendidikan di suatu negara memilki peran yang penting
untuk pembangunan bangsa. Pendidikan merupakan
pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan
sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke
generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau
penelitian. Menurut UU N0.20 tahun 2003 pasal 2, bahwa
"pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
x
yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan
bertanggung jawab". Dari pernyataan tersebut fungsi
pendidikan untuk negara yaitu untuk membentuk dan
mengembangkan watak serta peradapan bangsa untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kualitas pendidikan di Indonesia pada masa ini cukup
memprihatinkan. Ini dibuktikan dengan hasil dari survei
kemampuan pelajar yang dirilis Programme for International
Student Assessment (PISA) Desember 2019 di Paris, yang
menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 77 negara.
Berada di peringkat ke-6 terbawah, masih kalah dari negara
tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia. Education
Index dari Human Development Reports (2017), juga menyebut
Indonesia berada di posisi ke-7 di ASEAN dengan skor 0,622.
Skor tertinggi diraih Singapura (0,832), Brunei Darussalam
(0,704), Malaysia (0,719), Thailand dan Filipina sama-sama
memiliki skor 0,661. Ini menegaskan bahwa indikator
pendidikan yang rendah menjadi penyebab daya saing lemah.
Data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report
2016, mengumumkan mutu pendidikan di Indonesia menempati
peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang. Sedangkan
kualitas guru sebagai bagian penting dalam pendidikan, berada
di urutan ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia. Hal
tersebut mungkin tidak perlu dibantah. Karena faktanya,
memang 75% sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar
layanan minimal pendidikan.
Dari hal itu dapat dilihat bahwa indeks dan kualitas
pendidikan di Indonesia yang kurang dapat terlihat jelas bahwa
pendidikan di Indonesia dalam masalah. Masalah yang serius
dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah
rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan,
baik pendidikan formal maupun informal. Dalam hal itulah yang
xi
menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat
penyediaan sumber daya menusia di Indonesia.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas
pendidikan di Indonesia masih rendah. Salah satu faktornya
adalah kualitas pengajar yang masih kurang. Pengajar di
Indonesia masih kurang karena lemahnya para pendidik dalam
menggali potensi murid. Para pendidik masih memaksakan
kehendak murid untuk mempelajari semua hal tanpa
memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang dimiliki oleh
masing-masing siswanya. Pendidikan seharusnya sarana
pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman bagi anak
dengan memperhatikan kebutuhan anak. Bukan malah
memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman
dalam mencari ilmu, proses pendidikan yang baik adalah
dengan memberikan kesempatan pada anak untuk lebih kreatif
lagi. Tidak hanya itu, dari sikap dan kedisiplinan siswa juga
kurang.
Pengajar seharusnya tidak berorientasi kepada nilai.
Seharusnya lebih menghargai kepada kedisiplinan, usaha, dan
kejujuran seorang siswa dalam menjalankan masa
pendidikannya. Masih banyak siswa di Indonesia yang
melakukan kecurangan saat mengerjakan ujian. Hal itu
disebabkan karena guru lebih memprioritaskan nilai
dibandingkan dengan kejujuran. Tidak hanya itu, pengajar juga
kurang memberikan edukasi kepada siswanya sehingga banyak
siswa di Indonesia melakukan tindakan yang seharusnya tidak
dilakukan, seperti mengonsumsi narkoba, rokok, melakukan
kekerasan, dan perzinahan. Kemudian, gaji guru di Indonesia
tergolong rendah sehingga banyak orang yang tidak memiliki
cita-cita menjadi guru. Padahal profesi guru sangat diperlukan
untuk semua negara agar dapat mendidik siswa dan siswi untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang besar dan baik.
b. Analisis Efisiensi Pendidikan
xii
Efisiensi pendidikan adalah bentuk usaha yang dijalankan
oleh lembaga pendidikan dalam mendapatkan sebuah prestasi
yang begitu besar dengan menghadapi berbagai kemungkinan-
kemungkinan yang terjadi melalui ketersediaanya material,
manusia, mesin untuk menjaga keseimbangan agar bisa
tercapai suatu tujuan yang telah ditentukan melalui faktor
pendukung berupa efektifitas waktu, tenaga, dan lain
sebagainya.
Bantuan yang diberikan oleh pemerintah, khususnya di
Indonesia bisa dikatakan sangat banyak dalam menunjang
pendidikan. Misalnya saja seperti bantuan siswa miskin,
bantuan PIP, bantuan kuota internet dan bantuan dalam bidang
penunjangan karir melalui pelatihan.
Meskipun demikian, kadangkala banyak ditemukan
kecurangan dalam proses seleksi yang dilakukan. Dalam hal ini
misalnya saja dengan Program Indonesia Pintar (PIP) kurang
tepat sasaran. Orangtua siswa tersebut melakukan laporan
ketidaksesuaian antara realita yang ada dengan laporan yang
dibuat, yakni dengan meminta surat keterangan tidak mampu
kepada kepala kampung padahal secara ekonomi mereka
mampu.
Permasalahan lain muncul terkait dengan bantuan kuota
internet yaitu bahwa tidak semua wilayah di Indonesia ini dapat
diakses oleh sinyal internet yang bagus. Disisi lain keadaan
masyarakat di Indonesia yang masih kesulitan untuk memiliki
sarana ini baik handphone maupun laptop. Tidak semua pelajar
maupun pendidik bisa mengoperasikan perangkat pembelajaran
daring. Maka dengan keadaan tersebut, dapat dikatakan
efisiensi dari pembelajaran dimasa pandemi ini masih dapat
dikatakan relatif, tergantung bagaimana keadaan peserta didik
secara letak geografis.
c. Analisis Relevansi Pendidikan
xiii
Pengertian relevansi pendidikan adalah kecocokan antara
kemampuan yang diperoleh melalui jenjang pendidikan dengan
kebutuhan pekerjaan. Singkatnya, relevansi adalah sejauh
mana sistem pendidikan bisa menyelesaikan masalah-masalah
seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan
nasional. Sehingga, kurikulum pendidikan yang digunakan
haruslah sesuai dengan tuntutan hidup maupun kebutuhan
pekerjaan dalam kehidupan nyata. Sebab, lulusan pendidikan
diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan yang
beraneka ragam seperti sektor produksi, oleh karena itu
relevansi pendidikan dianggap penting. Adapun macam
relevansi, yakni:
1) Relevansi Internal
Setiap kurikulum yang memiliki keserasian antara
tujuan yang harus dicapai strategi yang digunakan serta alat
penilaian untuk melihat ketercapaian tujuan.
2) Relevansi Eksternal
Sedangkan, relevansi eksternal berkaitan dengan
hubungan antar tujuan, isi, dan proses yang tercakup dalam
kurikulum dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
Sehingga, untuk memenuhi prinsip relevansi ini, perlu dilakukan
studi pendahuluan dengan menggunakan berbagai metode dan
pendekatan.
d. Analisis Kesempatan/Akses Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu kegiatan pembelajaran,
keterampilan serta kegiatan dalam suatu kelompok yang
diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya melalui suatu
pengajaran, penelitan, dan pelatihan. Pendidikan sangat penting
dalam kehidupan, dimana terjadi pewarisan ilmu untuk dapat
dipahami dan diterapkan, bahkan dapat mengembangkan dan
menciptakan suatu ilmu untuk meningkatkan kualitas yang
berguna bagi kehidupan manusia.
xiv
Tumbuhnya suatu kesadaran bahwa pendidikan memiliki
peran penting dalam pembangunan bangsa semakin dapat
dirasakan. Setiap warga negara diharapkan memiliki
kesempatan yang sama dan merata untuk memperoleh
pendidikan, sehingga pendidikan dapat menjalankan fungsinya
secara optimal. Jika dalam penyelenggaraan pendidikan
mengalami suatu hambatan, maka akan menciptakan
permasalahan di bidang pendidikan, misalnya pemerataan
kesempatan pendidikan.
Pemerataan pendidikan telah mendapat perhatian sejak
lama terutama di negara-negara berkembang, termasuk
Indonesia. Masalah pemerataan pendidikan merupakan
persoalan mengenai bagaimana sistem pendidikan dapat
menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh
warga Negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga
pendidikan dapat meningkatkan sumber daya manusia untuk
meningkatkan pembangunan.
Masalah pemerataan pendidikan di Indonesia tinggi
karena (1) masih banyak warga Negara khususnya anak usia
sekolah yang tidak dapat di tampung dalam sistem atau
lembaga pendidikan, (2) kurangnya tenaga pengajar, (3) anak-
anak usia sekolah yang putus sekolah, atau bahkan tidak
sekolah. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah
agar masalah pemrataan kesempatan pendidikan di Indonesia
dapat teratasi dalam berbagai program pemerintah, misalnya
wajib belajar 9 tahun, SM3T dimana program ini menyebar
lulusan guru-guru ke daerah-daerah yang masih minim tenaga
pengajarnya, program kesetaraan, dan pendidikan jarak jauh
untuk tingkat unversitas, dan lain-lain.
Perencanaan, pengorgansasian, pelaksanaan, tindak
lanjut, serta evaluasi suatu program terkait masalah
pemerataan kesempatan pendidikan perlu dilaksanaan agar
tujuan yang ditetapkan dapat tercapai, sehingga masalah
xv
pemerataan kesempatan pendidikan dapat diatasi dan
Indonesia memiliki warna negara dengan SDM berkualitas,
berpotensi dan berpendidikan agar dapat menghadapi
tantangan zaman.
e. Analisis Pemenuhan Standarisasi Pendidikan (8 SNP)
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Regulasi pendidikan ini memberikan makna bahwa pendidikan
perlu direncanakan dengan baik, agar memungkinkan
masyarakat dapat mengoptimalkan potensinya.
Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 5 ayat (1) bahwa setiap warga negara
mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang
bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pelayanan
pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP)
sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005.
Regulasi ini merupakan kriteria minimal tentang sistem
pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Kriteria minimal yang dimaksud sebagaimana
dikatakan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 32 Tahun 2013 pada Pasal 2 bahwa lingkup SNP meliputi
Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan,
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan
Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan
Standar Penilaian Pendidikan. Kedelapan SNP ini memiliki
keterkaitan satu sama lain dan sebagian standar menjadi
prasyarat bagi pemenuhan standar-standar lainnya.
xvi
Upaya pemerintah dan berbagai pihak kepada setiap
satuan pendidikan untuk memenuhi SNP terus dilakukan,
dengan memperhatikan Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009
Pasal 3 ayat (2) bahwa dalam rangka peningkatan mutu
dilakukan atas dasar prinsip keberlanjutan, terencana, dan
sistematis dengan kerangka waktu dan target capaian yang
jelas. Itu sebabnya secara operasional, jika ingin membina
budaya mutu di setiap satuan pendidikan, maka langkah awal
dalam perencanaannya melakukan pemetaan capaian
pemenuhan SNP dan permasalahannya.
Untuk mengetahui tingkat capaian SNP dapat dilihat dari
status dan peringkat akreditasinya yang ditetapkan Badan
Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), sebagaimana
telah diatur dalam Permendikbud Nomor 13 Tahun 2018 Bab I
Pasal 1 ayat (2) bahwa BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri
yang menetapkan kelayakan satuan pendidikan jenjang
pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu
pada SNP. Selanjutnya dalam permendikbud yang sama pada
Bab VI Pasal 8 ayat (1 & 2) dikatakan status akreditasi satuan
pendidikan terdiri atas: terakreditasi dan tidak terakreditasi.
Sedangkan peringkat terakreditasi satuan pendidikan
yaitu terakreditasi A (unggul); terakreditasi B (baik); dan
terakreditasi C (cukup). Sejak 2005 SNP telah dijadikan regulasi
tata kelola satuan pendidikan. Itu berarti kurang lebih empat
belas tahun pembangunan dalam bidang pendidikan terutama
pendidikan formal dan non formal telah melaksanakan regulasi
tersebut.
xvii
terpenuhi. Terobosan "Merdeka Belajar" bisa dilakukan karena
Program Merdeka Belajar menurut Kemendikbud akan menjadi
arah dalam pembelajaran ke depan yang fokus pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dapat
dimulai dari guru agar lebih kompeten dalam mengajar, karena
guru merupakan komponen yang sangat penting, baru
setelahnya diajarkan kepada siswa, agar tercipta pendidikan
yang berkualitas.
Perbaiikan pendidikan di Indonesia salah satu caranya
yaitu memperbaiki kualitas guru. Agar guru mengerti bahwa
pendidikan bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga soal
mentalitas dan keteladanan. Belajar bukan hanya tentang
pengetahuan, tapi juga soal pengalaman. Guru harus kompeten
dan siswa bersemangat dalam belajar. Agar pendidikan menjadi
menarik dan menyenangkan.
Dalam hal ini, Kemendikbud menghadirkan terobosan
Merdeka Belajar episode pertama hingga episode keenam. Pada
Merdeka Belajar episode pertama, Kemendikbud menetapkan
empat program pokok kebijakan pendidikan di antaranya
menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN),
mengganti Ujian Nasional (UN), penyederhanaan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Selanjutnya, pada Merdeka Belajar Episode Kedua yaitu
Kampus Merdeka, Kemendikbud melakukan penyesuaian di
lingkup pendidikan tinggi, di antaranya pembukaan program
studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, Perguruan Tinggi
Negeri Badan Hukum, dan hak belajar tiga semester di luar
program studi.
Merdeka Belajar Episode Ketiga, Kemendikbud mengubah
mekanisme dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk
tahun anggaran 2020. Mendikbud mengatakan, salah satu
prinsip penggunaan dana BOS pada tahun 2020 adalah
xviii
fleksibilitas. Peningkatan fleksibilitas dan otonomi penggunaan
dana BOS bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan
sekolah, terutama untuk peningkatan kesejahteraan guru
honorer.
Merdeka Belajar Episode Keempat yaitu Program
Organisasi Penggerak (POP). Paket kebijakan ini bertujuan untuk
semakin memberdayakan organisasi masyarakat dalam
membangun Sekolah Penggerak. Mendikbud berharap POP
menjadi elemen penting terciptanya Sekolah Penggerak, tempat
menuangkan seluruh konsep Merdeka Belajar. Kemendikbud
berkomitmen akan menciptakan Sekolah Penggerak dengan
berbagai macam metode yang sesuai dengan kondisi
masyarakat namun tetap menjunjung toleransi atas
keberagaman.
Merdeka Belajar Episode Kelima: Guru Penggerak. Arah
program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi, serta
berpusat pada murid dan pengembangan holistik, pelatihan
yang menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui
on-the-job coaching. Guru Penggerak sebagai pendorong
transformasi pendidikan Indonesia, diharapkan dapat
mendukung tumbuh kembang murid secara holistik sehingga
menjadi Pelajar Pancasila, menjadi pelatih atau mentor bagi
guru lainnya untuk pembelajaran yang berpusat pada murid,
serta menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem
pendidikan.
Merdeka Belajar Episode Keenam lahir dengan fokus pada
pembangunnan SDM unggul di jenjang pendidikan tinggi.
Perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta harus
bergerak lebih cepat agar dapat bersaing di tingkat dunia.
Tujuan Merdeka Belajar adalah pendidikan berkualitas bagi
seluruh rakyat Indonesia. Prinsip dasar semua terobosan
Merdeka Belajar adalah apa yang terbaik bagi para murid dan
guru.
xix
b. Analisis Efisiensi Pendidikan
Efisiensi pendidikan akan tercapai dengan memanfaatkan
sumber daya pendidikan yang hemat dan tepat sasaran.
Sumber daya yang dimaksud disini adalah tenaga kependidikan
dan sarana prasarana pendidikan melalui pendekatan teknologi
pendidikan. Hal tersebut dapat ditempuh melalui cara
pendekatan sistem, berorientasi pada peserta, dan
pemanfaatan sumber belajar.
Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan sekolah
pasca pandemi covid-19 antara lain melakukan peninjauan
kembali terhadap target pembelajaran yang ingin dicapai
supaya secara rasional selaras dengan situasi dan kondisi baru
dalam new normal, mengidentifikasi sumber daya yang perlu
dimiliki dan diadakan supaya tujuan baru yang telah ditetapkan
tersebut dapat tercapai dengan ketersediaan sumber daya yang
ada, memetakan situasi dan kondisi masing-masing guru dan
siswa yang harus bersiap-siap melakukan model pembelajran
baru berbasis blended learning sebagaimana dirancang,
mengkaji kebutuhan dan ketersediaan untuk menyusun
langkah-langkah strategis dan operasional yang perlu segera
dilakukan untuk menjembataninya, dan mengeksekusi langkah-
langkah tersebut secara kreatif dan inovatif dengan menjalin
berbagai kemitraan dengan pihak-pihak eksternal yang peduli
mengenai pendidikan.
c. Analisis Relevansi Pendidikan
Relevansi pendidikan adalah masalah pendidikan yang
mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan
luaran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu
masalah-masalah seperti digambarkan dalam rumusan tujuan
pendidikan nasional. Relevansi berkenaan dengan rasio antara
tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang
diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau institusi yang
xx
membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun
secara kualitatif.
Pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor
pembangunan yang beraneka ragam seperti sektor produksi
maka relevansi pendidikan dianggap tinggi. Relevansi
pendidikan dapat dilihat dengan mengikuti alur input-proses-
output. Masukan (input) dalam komposisi tertentu yang
diproses dengan metode tertentu akan membuahkan dua
macam hasil, yaitu hasil jangka pendek (output) dan hasil
jangka panjang input pendidikan terdiri atas kurikulum, siswa
dan peserta didik, guru dan tenaga pendidik, sarana-prasarana,
dana, dan masukan lain. Proses pendidikan meliputi seluruh
proses pembelajaran yang terjadi sebagai bentuk interaksi dari
berbagai input pendidikan. Hasil pendidikan (output) mencakup
antara lain kemampuan peserta didik, yang dapat diukur
melalui prestasi belajar.
Beberapa faktor yang berkenaan dengan input
pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam faktor rumah atau
keluarga, faktor sekolah, dan faktor siswa. Diantara ketiganya,
sekolah merupakan komponen input yang paling erat
hubungannya dengan kebijakan pendidikan. Relevansi
berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan
pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di
atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik
secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari
satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan
kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di
atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya
lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan
dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk
bekerja. Yaitu masalah yang berhubungan dengan relavansi
(kesesuaian) pemilikan pengetahuan, keterampilan dan sikap
xxi
lulusan suatu sekolah dengan kebutuhan masyarakat
(kebutuhan tenaga kerja).
Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan
kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya
kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibuthkan ketika
peserta didik memasuki dunia kerja. Rendahnya mutu dan
relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya:
a. Proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan
proses pembelajaran yang kualitas proses pelaksanaan
pendidikan baik serta nyaman untuk pelajar.
b. Sarana dan prasarana pendidikan.
c. Kurikulum sekolah yang selalu berubah dan tidak
terstruktur, sarat dengan beban menjadikan proses belajar
menjadi kaku dan tidak menarik.
d. Sistem yang berlaku pada saat sekarang ini juga tidak
mampu membawa guru dan dosen untuk melakukan
pembelajaran serta pengelolaan belajar menjadi lebih
inovatif.
e. Tenaga pengajar yang kurang handal, bila dibandingkan
dengan tenaga pengajar negara lain.
f. Tenaga kependidikan sebagai figur utama proses
pendidikan.
g. Masalah pendidikan dan kualitas manajemen pendidikan.
h. Anggaran-anggaran yang digunakan untuk menjalankan
pendidikan tersebut.
i. Belum didukungnya hasil-hasil pendidikan oleh sistem
pengujian belum penilaian yang melembaga dan
independen sehingga mutu pendidikan tidak dapat
dimonitor secara objektif dan teratur.
d. Analisis Kesempatan/Akses Pendidikan
Program belajar sepanjang hayat memberikan
kesempatan belajar secara wajar dan luas kepada setiap orang
xxii
sesuai dengan perbedaan minat, usia, dan kebutuhan belajar
masing-masing. Kesempatan ini merupakan peluang yang dapat
dimanfaatkan untuk belajar seperti program-program kegiatan
belajar kelompok (group learning), kegiatan belajar perorangan
(individual learning), dan kegiatan belajar melalui media massa.
Kegiatan belajar tersebut dapat dilakukan di berbagai
tempat yaitu di tempat kerja, rumah ibadat, rumah tinggal;
gedung perkumpulan, sekolah, tempat bermain, lapangan olah
raga, gelanggang remaja/pemuda, majelis ta'lim, padepokan,
perpustakaan, pusat-pusat pembelajaran, panti dan lain
sebagainya.
Pendidikan sepanjang hayat merupakan asas pendidikan
yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia
transformasi, dan di dalam masyarakat yang saling
mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini.
Setiap manusia dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara
terus menerus dengan situasi baru. Pendidikan sepanjang hayat
merupakan jawaban terhadap kritik-kritik yang dilontarkan pada
sekolah.
Sistem sekolah secara tradisional mengalami kesukaran
dalam menyesuaikan diri dengan perubahan kehidupan yang
sangat cepat dalam abad terakhir ini, dan tidak dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau tutuntutan manusia yang
makin meningkat.
Pendidikan di sekolah hanya terbatas pada tingkat
pendidikan dari sejak kanak-kanak sampai dewasa, tidak akan
memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dunia
yang berkembang sangat pesat. Dunia yang selalu berubah ini
membutuhkan suatu sistem yang fleksibel. Pendidikan harus
tetap bergerak dan mengenal inovasi secara terus menerus.
Menurut konsep pendidikan sepanjang hayat, kegiatan-
kegiatan pendidikan dianggap sebagai suatu keseluruhan.
Seluruh sektor pendidikan merupakan suatu sistem yang
xxiii
terpadu. Konsep ini harus disesuaikan dengan kenyataan serta
kebutuhan masyarakat yang bersangkutan. Suatu masyarakat
yang telah maju akan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan
masyarakat yang belum maju.
Apabila sebahagian besar masyarakat suatu bangsa
masih yang banyak buta huruf, maka upaya pemeberantasan
buta huruf di kalangan orang dewasa mendapat prioritas dalam
sistem pendidikan sepanjang hayat. Tetapi, di negara industri
yang telah maju pesat, masalah bagaimana mengisi waktu
senggang akan memperoleh perhatian dalam sistem ini.
e. Analisis Pemenuhan Standarisasi Pendidikan (8 SNP)
Untuk mengetahui tingkat capaian SNP dapat dilihat dari
status dan peringkat akreditasinya yang ditetapkan Badan
Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), sebagaimana
telah diatur dalam Permendikbud Nomor 13 Tahun 2018 Bab I
Pasal 1 ayat (2) bahwa BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri
yang menetapkan kelayakan satuan pendidikan jenjang
pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu
pada SNP. Selanjutnya dalam permendikbud yang sama pada
Bab VI Pasal 8 ayat (1 & 2) dikatakan status akreditasi satuan
pendidikan terdiri atas: terakreditasi dan tidak terakreditasi.
Sedangkan peringkat terakreditasi satuan pendidikan
yaitu terakreditasi A (unggul); terakreditasi B (baik); dan
terakreditasi C (cukup). Sejak 2005 SNP telah dijadikan regulasi
tata kelola satuan pendidikan. Itu berarti kurang lebih empat
belas tahun pembangunan dalam bidang pendidikan terutama
pendidikan formal dan non formal telah melaksanakan regulasi
tersebut.
Pembangunan pendidikan Nasional adalah suatu usaha
yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang
berkualitas, maju, mandiri, dan modern. Pembangunan
pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh
dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan
xxiv
martabat bangsa. Keberhasilan dalam membangun pendidikan
akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan
pembangunan Nasional secara keseluruhan. Dalam konteks
demikian, pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai
dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial, budaya,
ekonomi, dan politik.
Untuk mencapai pembangunan Pendidikan Nasional
sesuai dengan harapan, pemerintah mengeluarkan kebijakan
melalui PP No. 19 tahun 2005 yaitu tentang Standar Nasional
Pendidikan. Ada 8 (delapan) standar yang harus dicapai oleh
penyelenggara pendidikan. Kedelapan standar nasional
pendidikan tersebut adalah :
1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Standar Isi/Kurikulum
3. Standar Proses/PBM
4. Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
Dari analisa mutu pendidikan serta daya saing pada
tataran Nasional maupun Internasional dan untuk mencapai ke-
delapan standar nasional pendidikan tersebut dilakukan secara
bertahap dalam kurun waktu 4 tahun, SMP Teknosains Darul
Falah menetapkan efisiensi dengan membuat skala prioritas
program - program unggulan dengan tahapan pemenuhan 8
(delapan) standar nasional pendidikan sebagai berikut :
1. Pemenuhan standar kompetensi lulusan 100% tercapai
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
2. Pemenuhan standar isi 100% tercapai sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan
3. Pemenuhan standar proses 100% tercapai sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan
xxv
4. Pemenuhan standar pendidik dan tenaga kependidikan
100% tercapai sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
5. Pemenuhan standar sarana dan prasarana 100% tercapai
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
6. Pemenuhan standar pengelolaan 100% tercapai sesuai
dengan Standar Nasional Pendidikan
7. Pemenuhan standar pembiayaan 100% tercapai sesuai
dengan Standar Nasional Pendidikan
8. Pemenuhan standar penilaian 100% tercapai sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan
Terpenuhinya 8 (delapan) standar nasional pendidikan
dengan disertai pengembangan budaya lingkungan sekolah
yang merupakan implementasi nilai-nilai penguatan pendidikan
karakter (PPK) dan gerakan literasi sekolah (GLS), diharapkan
dapat tercipta peserta didik yang bertaqwa, berbudaya,
berkualitas, dan berwawasan lingkungan
Sarana dan prasarana sekolah seperti media
pembelajaran, alat peraga pendidikan, komputer, perpustakaan,
laboratorium, mesin jahit, ruang keterampilan, panggung
pentas, hutan siswa, pagar keliling, tempat ibadah, aula, tempat
bermain/lapangan olah raga/lapangan upacara, buku teks
pelajaran, dan buku nonteks pelajaran/buku bacaan lain yang
relevan perlu dikembangkan.
Dukungan peran serta masyarakat dan membangun
kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam melakukan
berbagai kegiatan pengelolaan pendidikan antara lain dengan
lembaga pendidikan lain, kesehatan, kepolisian, keagamaan
dan kemasyarakatan, dunia usaha, dan pengembangan minat
dan bakat perlu dikembangkan.
Dengan mempertimbangkan pesatnya perkembangan
pemanfaatan ICT dalam berbagai sektor kehidupan, pemerintah
akan terus mengembangkan pemanfaatan ICT untuk sistem
informasi persekolahan dan pembelajaran termasuk pusat data
xxvi
pokok pendidikan persekolahan, pengembangan pembelajaran
dan penilaian secara elektronik (e-learning), penilaian prestasi
kinerja pegawai (P2KP), SIMPEG, keperluan aset sekolah
(SIMBADA), penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dan
ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Sebagai salah satu SMP Swasta, SMP Teknosains Darul
Falah harus melakukan pemenuhan 8 (delapan) standar
pendidikan dan pengembangan budaya lingkungan sekolah se-
efektif mungkin.
B. Landasan Hukum
Landasan hukum Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMP Teknosains Darul
:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Peraturan Pemeritah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1990,
tentang Tenaga Kependidikan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021
tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah
menjadi PP nomor 4 Tahun 2023 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan untuk Pendidikan Dasar dan
Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana Prasarana untuk Pendidikan Dasar dan
Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
tentang Standar Kepala Sekolah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007
tentang Standar Kwalifikasi akademik dan kompetensi Guru;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008
tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah;
xxvii
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008
tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008
tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008
tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009
tentang Standar Biaya Operasi Non personal untuk SD/MI. SMP/MTs,
SMA/MA, SMK, SDLB, SMPLB dan SMALB;
13. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun
2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar Dan
Pendidikan Menengah;
14. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun
2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan
Menengah;
15. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2015 tentang tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
20. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
Nomor 423.5/5/2010 dan Nomor 423.5/27/2011 tentang Kurikulum
Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa, Bahasa Jawa telah
ditetapkan sebagai Muatan Lokal di Jawa Tengah yang diberikan
untuk jenjang SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs dan
SMA/SMALB/SMK/MA.
xxviii
21. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah nomor :
423.5/04678 tanggal 7 April 2022 tentang Pedoman Kurikulum Muatan Lokal Bahasa
Jawa Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Tengah;
22. Peraturan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga nomor
420/082/Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun
Ajaran 2022/2023 tanggal 04 Juli 2023.
23. Purat Keputusan Kepala Sekolah nomor 06 Tahun 2023 , tanggal 17 Juli 2023
tentang pembagian tugas guru dan karyawan
C. Tujuan
Tujuan penyusunan RKT adalah :
1. Menjamin agar tujuan sekolah yang telah dirumuskan dapat
dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;
2. Memberikan arah kerja yang jelas tentang pengembangan sekolah;
3. Acuan dalam mengidentifikasi dan mengajukan sumber daya
pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah;
4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat; dan
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien,
efektif, berkeadilan dan berkesinambungan.
D. Manfaat
Manfaat penyusunan RKT adalah :
1. Menjadi dasar bagi sekolah dalam melaksanakan program-program
sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah;
2. Penentuan skala prioritas sekolah untuk membuat target yang
akan dicapai dalam waktu jangka pendek;
3. Penentuan langkah-langkah strategis dari kondisi nyata sekolah
yang ada sekarang menuju kondisi sekolah yang diharapkan;
xxix
4. Pelaksanaan supervisi, monitoring, dan evaluasi keterlaksanaan
program dan hasil-hasilnya dalam kerangka memperoleh umpan
balik untuk memperbaiki RKT selanjutnya;
5. Dijadikan dasar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten, Propinsi, dan
Pusat untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi keterlaksanaan
program dan hasil-hasilnya dalam kerangka melakukan pembinaan
kepada sekolah;
6. Untuk memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten,
Propinsi, dan Pusat dalam kerangka pencapaian standar nasional
pendidikan;
7. Untuk memberikan gambaran kepada stakeholder sekolah
(khususnya kepada orang tua siswa/masyarakat) terhadap segala
bentuk program sekolah yang akan diselenggarakan dalam waktu
jangka pendek.
E. Ruang Lingkup RKT
Ruang lingkup Rencana Kerja Tahunan memuat ketentuan yang ada di
sekolah dengan jelas mengenai:
1. Kesiswaan;
2. Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran;
3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Serta Pengembangannya;
4. Sarana dan Prasarana;
5. Keuangan dan Pembiayaan;
6. Budaya dan Lingkungan Sekolah;
7. Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan; Dan
8. Rencana-Rencana Kerja Lain yang Mengarah Kepada Peningkatan
dan Pengembangan Mutu.
xxx
BAB II
PROFIL SEKOLAH
A. Visi Sekolah
Visi sekolah merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin
dicapai oleh warga sekolah. Adapun visi SMP Teknosains Darul
Falahadalah :
a. Terwujudnya peserta didik yang beriman dan bertaqwa
b. Berpengetahuan global, terampil, berwawasan teknologi informatika, dan
berakhlaqul karimah sesuai dengan sains Al Qur’an.
Dengan visi tersebut perkembangan pendidikan dapat terlaksana
xxxi
d. Terbentuknya peserta didik yang mampu berprestasi di bidang IPTEK, olah
raga, dan seni serta mencintai nilai-nilai estetika.
4. Berwawasan teknologi informatika
a. Peserta didik menunjukkan prestasi dalam bidang informatika
b. Peserta didik mampu memanfaatkan teknologi informatika sesuai kebutuhan
c. Peserta didik menunjukkan pola fikir terbuka dan keingintahuan yang tinggi
d. Peserta didik lebih tanggap dan lebih kreatif dalam berbagai media
5. Berakhlaqul karimah sesuai dengan Sains Al-Qur’an
a. Peserta didik semakian mencintai Al-Quran
b. Peserta didik memiliki control diri dengan landasan Al-Quran
c. Peserta didik memiliki semangat yang tinggi dalam mendalami Sains
d. Terbentuknya peserta didik yang memiliki keingin tahuan yang tinggi dalam
berbagai ilmu pengetahuan
B. Misi Sekolah
Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh
warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. Adapun misi SMP
Teknosains Darul Falahadalah
xxxii
1. Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan
a. Terlaksananya 9 kegiatan pembiasaan atau lebih yang
mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan
YME.
b. Terlaksananya 5 kegiatan melalui kegiatan pembelajaran dan
pembiasaan yang mencerminkan sikap sosial.
c. Terlaksananya 5 kegiatan melalui gerakan literasi sekolah yang
mencerminkan sikap pembelajar sejati sepanjang hayat sesuai
dengan perkembangan anak.
d. Terlaksanana 6 kegiatan kesiswaan yang mencerminkan sikap
sehat jasmani dan rohani.
e. Terpenuhinya semua mata pelajaran memuat 4 aspek
pengetahuan.
f. Terlaksananya 7 kegiatan yang mengembangkan keterampilan
berpikir kreatif, produktif, dan kritis.
g. Terlaksananya 6 kegiatan yang mengembangkan keterampilan
bertindak secara mandiri, kolaboratif, dan komunikatif.
2. Pemenuhan Standar Isi
a. Terpenuhinya 98% guru mengembangkan perangkat
pembelajaran sesuai tingkat kompetensi sikap spiritual.
b. Terpenuhinya 90% guru mengembangkan perangkat
pembelajaran sesuai tingkat kompetensi sikap sosial.
c. Terpenuhinya 99% guru mengembangkan perangkat
pembelajaran sesuai tingkat kompetensi pengetahuan.
d. Terpenuhinya 98% guru mengembangkan perangkat
pembelajaran sesuai tingkat kompetensi keterampilan.
e. Terpenuhinya 99% perangkat pembelajaran dikembangkan
sesuai dengan tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi
pembelajaran pada setiap tingkat kelas.
f. Terlaksananya pengembangan kurikulum sesuai pedoman
pengembangan KTSP dengan melibatkan 5 unsur untuk kelas 8.
g. Terlaksananya pengembangan kurikulum sesuai pedoman
pengembangan KOSP untuk kelas 7.
xxxiii
h. Terpenuhinya 6 komponen dalam penyusunan KTSP.
i. Terpenuhinya 4 komponen dalam penyusunan KOSP.
j. Terlaksananya pengembangan kurikulum melalui 4 tahapan
prosedur operasional pengembangan KTSP.
k. Terlaksananya pengembangan kurikulum melalui 5 tahapan
prosedur operasional pengembangan KOSP
l. Terlaksananya kurikulum sesuai 5 ketentuan.
3. Pemenuhan Standar Proses
a. Terpenuhinya 9 komponen dalam silabus.
b. Terpenuhinya 7 prinsip dalam Alur Tujuan Pembelajaran
c. Terpenuhinya 100% mata pelajaran yang mengembangkan RPP
dari silabus secara lengkap dan sistematis.
d. Terpenuhinya 100% mata pelajaran yang mengembangkan
Modul ajar dari ATP secara lengkap dan sistematis
e. Terpenuhinya alokasi waktu pembelajaran dan beban belajar
sesuai 4 ketentuan.
f. Terlaksananya proses pembelajaran dengan jumlah siswa per
rombongan belajar maksimum 32 orang.
g. Terpenuhinya 50% siswa menggunakan buku teks pelajaran
dalam proses pembelajaran.
h. Terpenuhinya 50% siswa menggunakan ebook dalam proses
pembelajaran
i. Terpenuhinya 12 kriteria pengelolaan kelas yang baik oleh
guru.
j. Terpenuhinya 100% guru melakukan 5 langkah pendahuluan.
k. Terpenuhinya 100% guru menggunakan model pembelajaran
yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran.
l. Terpenuhinya 99% guru menggunakan metode pembelajaran
yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran.
m. Terpenuhinya 99 % guru menggunakan media pembelajaran
yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran.
n. Terpenuhinya 99% guru menggunakan sumber belajar yang
sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran.
xxxiv
o. Terpenuhinya 100% guru menggunakan pendekatan
pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata
pelajaran.
p. Terpenuhinya 100% guru melakukan 4 langkah penutup.
q. Terpenuhinya 96% guru menggunakan pendekatan penilaian
otentik dalam penilaian proses pembelajaran.
r. Terpenuhinya 100% guru memanfaakan hasil penilaian otentik
untuk merencanakan 4 program kegiatan.
s. Terlaksananya pengawasan proses pembelajaran secara
objektif dan transparan, dan digunakan untuk peningkatan
mutu.
t. Terlaksananya supervisi proses pembelajaran terhadap 100%
guru setiap tahun.
u. Terlaksananya pemantauan proses pembelajaran melalui 6
cara pemantauan.
v. Terlaksananya tindak lanjut hasil supervisi proses pembelajaran
dengan 4 cara.
w. Terpenuhinya laporan 3 kegiatan dan program tindak lanjut
hasil pengawasan.
x. Terlaksananya tindak lanjut terhadap 100% hasil pengawasan
proses pembelajaran minimal 1 tahun terakhir.
4. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
a. Terpenuhinya 97% guru berpendidikan S1/D4, dan ada yang
berpendidikan S2/S3.
b. Terpenuhinya 80% guru memiliki sertifikat pendidik.
c. Terpenuhinya 80% guru mengampu mata pelajaran sesuai
dengan latar belakang pendidikan dan/atau uji kelayakan dan
kesetaraan.
d. Terpenuhinya 100% guru mata pelajaran memiliki kompetensi
pedagogik.
e. Terpenuhinya 100% guru memiliki kompetensi profesional.
f. Terpenuhinya 100% guru memiliki kompetensi kepribadian.
g. Terpenuhinya 100% guru memiliki kompetensi sosial.
xxxv
h. Terpenuhinya 80% guru BK memiliki kompetensi profesional.
i. Terpenuhinya rasio 1 : (1-250) antara guru BK dengan jumlah
siswa.
j. Terpenuhinya 9 kriteria persyaratan kepala sekolah.
k. Terpenuhinya 16 kompetensi manajerial kepala sekolah.
l. Terpenuhinya 5 kemampuan kewirausahaan kepala sekolah.
m. Terpenuhinya 4 kemampuan supervisi akademik kepala
sekolah.
n. Terpenuhinya Kepala Tenaga Administrasi (koordinator Tenaga
Administrasi) yang berpendidikan S1 dengan pengalaman
minimal 4 tahun atau D3 dengan pengalaman minimal 8 tahun,
dan memiliki sertifikat.
o. Terpenuhinya lebih dari 3 Tenaga Administrasi berkualifikasi
SMA atau sederajat, dan ada di antaranya memiliki kualifikasi di
atas SMA.
xxxvi
j. Terpenuhinya ruang perpustakaan dengan luas dan sarana
sesuai dengan ketentuan dan pendayagunaannya secara
maksimal, kondisinya terawat dengan baik, bersih serta
nyaman.
k. Terpenuhinya ruang laboratorium IPA yang memiliki 9
kelengkapan.
l. Terpenuhinya ruang pimpinan dengan luas 12 m 2 atau lebih
dan sarana sebanyak 8.
m. Terpenuhinya ruang guru dengan rasio minimal 4 m 2/guru dan
luas minimal 40 m2, serta memiliki 9 sarana.
n. Terpenuinya ruang tenaga administrasi sekolah dengan rasio
minimal 4 m2/staf dan luas minimal 16 m2, serta memiliki 12
sarana.
o. Terpenuhinya tempat beribadah dengan luas minimal 12 m 2
dan memiliki 3 sarana.
p. Terpenuhinya ruang konseling dengan luas minimal 9 m 2 dan
memiliki 9 sarana.
q. Terpenuhinya ruang UKS dengan luas minimal 12 m 2 dan
memiliki 15 sarana.
r. Terpenuhinya ruang organisasi kesiswaan dengan luas minimal
9 m2 dan memiliki 5 sarana.
s. Terpenuhinya jamban sesuai dengan 5 ketentuan.
t. Terpenuhinya gudang sesuai dengan 4 ketentuan.
u. Terpenuhinya tempat bermain, berolahraga, berkesenian,
keterampilan, dan upacara sesuai dengan 5 ketentuan.
v. Terpenuhinya ruang sirkulasi sesuai dengan 5 ketentuan.
w. Terpenuhinya kantin sekolah sesuai dengan 5 ketentuan.
x. Terpenuhinya tempat parkir kendaraan sesuai dengan 5
ketentuan.
6. Pemenuhan Standar Pengelolaan
a. Terpenuhinya 4 ketentuan kepemilikan visi, misi, dan tujuan
sekolah yang jelas.
xxxvii
b. Terpenuhinya 4 ketentuan perumusan dan penetapan Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan
(RKT).
c. Terpenuhina 9 dokumen pedoman pengelolaan sekolah.
d. Terpenuhinya 4 ketentuan struktur organisasi sekolah yang
lengkap dan efektif.
e. Telaksananya 80% kegiatan sesuai rencana kerja tahunan.
f. Terlaksananya 5 kegiatan kesiswaan.
g. Terlaksananya 5 pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan
pembelajaran.
h. Terlaksananya 4 pendayagunaan pendidik dan tenaga
kependidikan
i. Terlaksananya 5 penilaian kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan.
j. Terpenuhinya 5 ketentuan penyusunan pedoman pengelolaan
pembiayaan investasi dan operasional.
k. Terlaksananya kerja sama dengan 6 lembaga.
l. Terlaksananya kegiatan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah
dalam rangka pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP)
dalam 1 tahun.
m. Terlaksananya 9 tugas kepemimpinan kepala sekolah.
n. Terlaksananya penerapan 6 prinsip kepemimpinan
pembelajaran dalam pengelolaan sekolah.
o. Terpenuhinya 4 komponen SIM sekolah.
7. Pemenuhan Standar Pembiayaan
a. Terpenuhinya Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 3 tahun
terakhir yang memuat 4 alokasi anggaran untuk investasi.
b. Terpenuhinya Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 3 tahun
terakhir yang memuat 9 komponen alokasi anggaran untuk
biaya operasi nonpersonalia.
c. Terpenuhinya dokumen investasi sarana dan prasarana secara
lengkap selama 3 tahun terakhir.
xxxviii
d. Terpenuhinya belanja beaya untuk pengembangan pendidik dan
tenaga kependidikan sebesar 100% dari RKA selama 3 tahun
terakhir.
e. Terpenuhinya realisasi modal kerja sebesar 100% dari RKA
selama 3 tahun terakhir.
f. Terpenuhinya 4 jenis biaya operasional untuk guru dan tenaga
kependidikan
g. Terpenuhinya realisasi rencana belanja anggaran pengadaan
alat tulis sebesar 100% dari RKA selama 3 tahun terakhir.
h. Terpenuhinya realisasi rencana belanja anggaran pengadaan
bahan dan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran
sebesar 100% dari RKA dalam 3 tahun terakhir.
i. Terpenuhinya realisasi rencana biaya pemeliharaan dan
perbaikan berkala sarana dan prasarana sebesar 100% dari
RKA.
j. Terpenuhinya belanja biaya pengadaan daya dan jasa sebesar
100% dari RKA selama 3 tahun terakhir
k. Terpenuhinya belanja biaya transportasi dan perjalanan dinas
serta konsumsi sebesar 100% dari RKA selama 3 tahun terakhir.
l. Terpenuhinya belanja dana untuk kegiatan pembinaan siswa
sebesar 100% dari RKA selama 3 tahun terakhir.
m. Terpenuhinya belanja anggaran untuk pelaporan sebesar 100%
dari RKA selama 3 tahun terakhir.
n. Terpenuhinya 4 ketentuan pengelolaan sumbangan pendidikan
atau dana dari masyarakat/pemerintah selama 3 tahun terakhir.
o. Terpenuhinya 4 pembukuan keuangan yang lengkap selama 3
tahun terakhir dengan nilai 18.
p. Terpenuhinya laporan pertanggungjawaban keuangan dan
menyampaikan kepada 2 pihak selama 3 tahun terakhir.
8. Pemenuhan Standar Penilaian
a. Terpenuhinya 99% guru melaksanakan penilaian hasil belajar
siswa berdasarkan 6 prinsip penilaian.
xxxix
b. Terpenuhinya 99% KKM seluruh mata pelajaran sesuai 4
ketentuan.
c. Terpenuhinya 99% guru melaksanakan penilaian hasil belajar
minimal dalam 3 bentuk penilaian.
d. Terpenuhinya 99% guru menggunakan hasil penilaian
kompetensi pengetahuan untuk tiga hal.
e. Terpenuhinya 98% guru melaksanakan penilaian kompetensi
sikap sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD).
f. Terpenuhinya 100% guru melaksanakan penilaian kompetensi
pengetahuan sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD).
g. Terpenuhinya 99% guru melaksanakan penilaian kompetensi
keterampilan sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD).
h. Terpenuhinya 98% guru melaksanakan penilaian kompetensi
sikap melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain
yang relevan.
i. Terpenuhinya 99% guru melaksanakan penilaian kompetensi
pengetahuan dengan menggunakan 3 jenis tes.
j. Terpenuhinya 98% guru melaksanakan penilaian kompetensi
keterampilan dengan menggunakan 4 jenis tes atau lebih.
k. Terlaksananya 4 bentuk penilaian hasil belajar oleh sekolah.
l. Terpenuhinya penentuan kelulusan siswa dengan
mempertimbangkan 4 hasil penilaian.
m. Terpenuhinya 98% guru melaksanakan penilaian proses dan
hasil belajar dengan 8 langkah.
n. Semua guru melaksanakan penilaian awal, formatif fan sumatif
xl
BAB III
RENCANA KERJA TAHUN BERJALAN
41
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP STRATEGI PENCAPAIAN
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan, (3)
santun dalam berbicara dan berperilaku, (4) berpakaian
sopan sesuai aturan sekolah, (5) mengucapkan salam
saat masuk kelas, (6) melaksanakan kegiatan ibadah,
(7) mensyukuri setiap nikmat yang diperoleh, (8)
menumbuhkan sikap saling menolong/ berempati, (9)
menghormati perbedaan, (10) antre saat bergantian
memakai fasilitas sekolah.
2. Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sosial Melaksanakan 5 Melaksanakan 5 Menlatih dan membiasakan
dengan karakter: (1) jujur dan bertanggung jawab, (2) kegiatan kegiatan atau siswa peka terhadap social
peduli, (3) gotong-royong dan demokratis, (4) percaya lebih lingkungan
diri, (5) nasionalisme yang diperoleh melalui kegiatan
pembelajaran dan pembiasaan.
3. Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap Melaksanakan 5 Melaksanakan 6 Membiasakan siswa
pembelajar sejati sepanjang hayat sesuai dengan kegiatan atau kegiatan atau melaksanakan pembiasaan
perkembangan anak, yang diperoleh dari pengalaman lebih lebih literasi setiap harinya
pembelajaran dan pembiasaan melalui gerakan literasi
sekolah, meliputi: (1) perencanaan dan penilaian
program literasi, (2) waktu yang cukup untuk kegiatan
literasi, (3) membaca buku, (4) lomba terkait literasi, (5)
42
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP STRATEGI PENCAPAIAN
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
memajang karya tulis, (6) Penghargaan berkala untuk
siswa, (7) Pelatihan literasi.
4. Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sehat Melaksanakan 6 Melaksanakan 6 Menyelenggarakan lomba
jasmani dan rohani melalui keterlibatan dalam kegiatan kegiatan kegiatan terkait dengan kesehatan
kesiswaan, berupa: (1) Olah raga, (2) Seni, (3) kesiswaan kesiswaan atau jasani dan rohani
Kepramukaan, (4) UKS, (5) Keagamaan, (6) Lomba yang lebih Classmetting /keg jeda
terkait dengan kesehatan jasmani dan rohani. tengah semester
5. Siswa memiliki pengetahuan: (1) faktual, (2) konseptual, Semua mata Semua mata Menyusun RPP dan modul
(3) prosedural, (4) metakognitif pada tingkat teknis, pelajaran pelajaran dengan materi (1) faktual,
spesifik, detil, dan kompleks yang diperoleh dari memuat 3 aspek memuat 4 aspek (2) konseptual, (3)
pengalaman pembelajaran dan kegiatan. pengetahuan pengetahuan prosedural, (4)
metakognitif
6. Siswa memiliki keterampilan berpikir kreatif, produktif, Melaksanakan Melaksanakan 7 Menlaksanakan praktik
dan kritis, melalui pendekatan ilmiah sebagai kegiatan atau kegiatan atau pembelajaran bernalar
pengembangan dari yang dipelajari di satuan lebih lebih kritis
pendidikan dan sumber lain secara mandiri, yang
diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan kegiatan,
meliputi: (1) kegiatan di dalam/luar kelas, (2) praktik di
laboratorium, (3) penelitian sederhana, (4) studi wisata,
43
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP STRATEGI PENCAPAIAN
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
(5) seminar atau workshop, (6) peragaan atau pameran
(7) pementasan karya seni.
7. Siswa memiliki keterampilan bertindak secara mandiri, Melaksanakan 6 Melaksanakan 6 Memberikan kesempatan
kolaboratif, dan komunikatif, melalui pendekatan ilmiah kegiatan atau kegiatan atau siswa terlibat dalam
sebagai pengembangan dari yang dipelajari pada lebih lebih kepanitiaan kegiatan
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri, yang sekolah
diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan kegiatan,
meliputi: (1) penugasan individu, (2) penugasan
kelompok, (3) pelaporan tugas/kegiatan, (4)
mempresentasikan hasil penugasan, (5) keterlibatan
dalam kepanitiaan, (6) keterlibatan dalam berbagai
lomba karya ilmiah.
44
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
pada kompetensi sikap spiritual siswa sesuai mengembangkan mengembangkan pembinaan dari
dengan tingkat kompetensi. perangkat perangkat pembelajaran TIM Supervisi
pembelajaran sesuai sesuai tingkat
tingkat kompetensi kompetensi sikap
sikap spiritual spiritual
2. Guru mengembangkan perangkat pembelajaran 75% guru 80% guru Supervisi dan
pada kompetensi sikap sosial siswa sesuai dengan mengembangkan mengembangkan pembinaan dari
tingkat kompetensi. perangkat perangkat pembelajaran TIM Supervisi
pembelajaran sesuai sesuai tingkat
tingkat kompetensi kompetensi sikap sosial
sikap sosial
3. Guru mengembangkan perangkat pembelajaran 75% guru 80 % guru Supervisi dan
pada kompetensi pengetahuan siswa sesuai mengembangkan mengembangkan pembinaan dari
dengan tingkat kompetensi. perangkat perangkat pembelajaran TIM Supervisi
pembelajaran sesuai sesuai tingkat
tingkat kompetensi kompetensi
pengetahuan pengetahuan
4. Guru mengembangkan perangkat pembelajaran 75% guru 80% guru Supervisi dan
pada kompetensi keterampilan siswa sesuai mengembangkan mengembangkan pembinaan dari
45
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
dengan tingkat kompetensi. perangkat perangkat pembelajaran TIM Supervisi
pembelajaran sesuai sesuai tingkat
tingkat kompetensi kompetensi
keterampilan keterampilan
5. Sekolah mengembangkan perangkat pembelajaran Mengembangkan 75% Mengembangkan 80% Supervisi dan
sesuai dengan tingkat kompetensi dan ruang lingkup perangkat perangkat pembinaan dari
materi pembelajaran pada setiap tingkat kelas. pembelajaran pembelajaran. TIM Supervisi
6. Kepala sekolah bersama guru mengembangkan Melibatkan 5 unsur Melibatkan 5 unsur Mengembangkan
kurikulum sesuai dengan pedoman pengembangan Kurikulum sesuai
KTSP dengan melibatkan unsur sebagai berikut: (1) ketentuan-
konselor/guru BK, (2) pengawas sekolah, (3)
narasumber, (4) komite sekolah, (5) penyelenggara
lembaga pendidikan.
7. Kepala sekolah bersama guru mengembangkan Melibatkan 5 unsur Melibatkan 5 unsur Mengembangkan
kurikulum sesuai dengan pedoman pengembangan Kurikulum sesuai
KOSP dengan melibatkan unsur sebagai berikut:(1) ketentuan-
Berpusat pada peserta didik, (2) Kontekstual, (3)
Esensial, (4) Akuntabel dan (5) Melibatkan berbagai
pemangku kepentingan
46
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
8. Sekolah menyusun KTSP yang meliputi: (1) visi, misi, Meliputi 6 komponen Meliputi 6 komponen Menyusun KTSP
dan tujuan, (2) pengorganisasian muatan kurikuler, sesuai ketentuan
(3) pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja
guru, (4) penyusunan kalender pendidikan, (5)
penyusunan silabus muatan pelajaran, (6)
penyusunan RPP.
9. Sekolah menyususn KOSP yang meliputi : (1) Meliputi 4 komponen Meliputi 4 komponen Menyususn KOSP
Karakteristik satuan pendidikan, (2) Visi, Misi dan sesuai ketentuan
Tujuan, (3) Pengorganisasian Pembelajaran, dan (4)
Perecanaan pembelajaran
10. Sekolah mengembangkan kurikulum sesuai dengan Melaksanakan 4 Melaksanakan 4 Mengembangkan
prosedur operasional pengembangan KTSP yang tahapan tahapan Kurikulum sesuai
meliputi tahapan berikut: (1) analisis, (2) ketentuan
penyusunan, (3) penetapan, (4) pengesahan.
11. Sekolah mengembangkan kurikulum sesuai dengan Melaksanakan 5 Melaksanakan 5 Mengembangkan
prosedur operasional pengembangan KOSP yang tahapan tahapan Kurikulum sesuai
meliputi tahapan berikut: (1) Karakteristik satuan ketentuan
pendidikan, (2) visi dan misi (3) pengorganisasian
pembelajaran (4) Perancangan pembelajaran dan (5)
47
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
pendampingan, evaluasi dan pengembangan profesi
12. Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan: Melaksanakan Melaksanakan melaksanakan
(1) mengikuti struktur kurikulum, (2) penugasan kurikulum yang memuat kurikulum yang memuat kurikulum sesuai
terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 50%, (3) 5 ketentuan 5 ketentuan ketentuan
penambahan beban belajar per minggu maksimal
dua jam pelajaran, (4) mata pelajaran seni budaya,
prakarya, dan kewirausahaan diselenggarakan
minimal dua aspek, (5) menyelenggarakan kegiatan
pengembangan diri dan cara penilaiannya.
48
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
sumber belajar. procedural dan procedural dan kurikulum
metakognitif. metakognitif.
Sumber Belajar Sumber Belajar
kurang variatif. ditambah dari media
internet
2. Sekolah mengembangkan ATP yang memuat aspek : (1) Sesuai 3 ketentuan Sesuai 3 ketentuan Supervisi dan
Konten, (2) Variasi dan (3) Kompetensi pembinaan oleh
tim
pengembang
kurikulum
3. Sekolah mengembangkan RPP dari silabus, secara lengkap Pengembangan RPP Pengembangan RPP Supervisi dan
dan sistematis. masih terbatas pada dengan unsur-unsur pembinaan oleh
unsur-unsur terpenuhi, lengkap tim
terpenuhi dan sistematis pengembang
kurikulum
4. Sekolah mengembangkan modul ajar dari ATP secara lengkap Pengembangan Pengembangan Supervisi dan
dan sistematis Modul Ajar masih Modul Ajar dengan pembinaan oleh
terbatas pada unsur- unsur-unsur tim
unsur terpenuhi terpenuhi pengembang
49
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
kurikulum
5. Sekolah mengalokasikan waktu dan beban belajar sesuai Sesuai 4 ketentuan Sesuai 4 ketentuan -
ketentuan: (1) durasi 1 jam pembelajaran, (2) beban belajar
per minggu, (3) beban belajar per semester, (4) beban belajar
per tahun pelajaran.
6. Sekolah melaksanakan proses pembelajaran dengan jumlah Jumlah siswa per Jumlah siswa per Lebih giat dalam
siswa per rombongan belajar maksimum 32 orang. rombongan belajar rombongan belajar melakukan
maksimum 32 maksimum 32 orang. sosialisasi PPDB
orang.
7. Siswa menggunakan buku teks pelajaran dalam proses 50% siswa 50% siswa Mengembangka
pembelajaran. menggunakan buku menggunakan buku n perpustakaan
teks teks digital
8. Guru melakukan pengelolaan kelas yang baik dengan: (1) Melakukan Melakukan Meningkatkan
keteladanan dalam sikap spiritual, (2) keteladanan dalam pengelolaan kelas pengelolaan kelas kualitas
sikap sosial, (3) pengaturan tempat, (4) pengaturan suara, (5) yang baik yang baik dengan 12 pembelajaran
penggunaan kata-kata santun, lugas, dan mudah dimengerti, kriteria dalam PTM
(6) kemampuan belajar siswa, (7) ketertiban kelas, (8) maupun PJJ
penguatan dan umpan balik, (9) keaktifan siswa, (10)
berpakaian sopan, bersih, dan rapi, (11) menjelaskan silabus
50
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
mata pelajaran pada tiap awal semester, (12) ketepatan
penggunaan waktu.
9. Guru memulai pembelajaran dengan 5 langkah pendahuluan 75% guru 80% guru melakukan Memanfaatkan
berikut: (1) menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk melakukan 5 5 langkah tindak lanjut
mengikuti pembelajaran, (2) memberi motivasi belajar siswa, langkah pendahuluan supervise
(3) mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan pendahuluan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, (4)
menjelaskan tujuan pembelajaran, (5) menyampaikan
cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.
[Link] menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan 75% guru 80% guru Supervisi dan
karakteristik siswa dan mata pelajaran. menggunakan menggunakan model pembinaan oleh
model yang sesuai yang sesuai tim
pengembang
kurikulum
[Link] menggunakan metode pembelajaran yang sesuai 75% guru 80% guru Supervisi dan
karakteristik siswa dan mata pelajaran. menggunakan menggunakan pembinaan oleh
metode yang sesuai metode yang sesuai tim
pengembang
51
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
kurikulum
[Link] menggunakan media pembelajaran yang sesuai 75% guru 80% guru Supervisi dan
karakteristik siswa dan mata pelajaran. menggunakan menggunakan media pembinaan oleh
media yang sesuai yang sesuai tim
pengembang
kurikulum
[Link] menggunakan sumber belajar yang sesuai karakteristik 75% guru 80% guru -
siswa dan mata pelajaran. menggunakan menggunakan
sumber belajar yang sumber belajar yang
sesuai sesuai
[Link] menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai 75% guru 80% guru -
karakteristik siswa dan mata pelajaran. menggunakan menggunakan
pendekatan yang pendekatan yang
sesuai sesuai
[Link] bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan 75% guru 80% guru melakukan -
langkah penutup berikut: (1) mengevaluasi seluruh rangkaian melakukan 4 4 langkah penutup
aktivitas pembelajaran, (2) memberikan umpan balik langkah penutup
terhadap proses dan hasil pembelajaran, (3) melakukan
kegiatan tindak lanjut, (4) menginformasikan rencana
52
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
kegiatan pembelajaran berikutnya.
[Link] menggunakan pendekatan penilaian otentik dalam 75% guru 80 % guru Melakukan
penilaian proses pembelajaran. menggunakan menggunakan penilaian proses
pendekatan pendekatan penilaian secara efektif
penilaian otentik otentik
[Link] memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk 75% guru 80% guru -
merencanakan program: (1) remedial, (2) pengayaan (3) memanfaatkan hasil memanfaatkan hasil
pelayanan konseling, (4) perbaikan proses pembelajaran. penilaian otentik penilaian otentik
untuk 4 kegiatan untuk 4 kegiatan
[Link] sekolah melakukan pengawasan proses pembelajaran Dilakukan secara Dilakukan secara pengawasan
dengan objektif dan transparan guna peningkatan mutu objektif dan objektif dan proses
secara berkelanjutan. transparan, dan transparan, dan pembelajaran
digunakan untuk digunakan untuk dengan objektif
peningkatan mutu peningkatan mutu dan transparan
guna
peningkatan
mutu secara
berkelanjutan
[Link] sekolah melakukan supervisi proses pembelajaran Menyupervisi 75% Menyupervisi 80% supervisi proses
53
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
terhadap seluruh guru setiap tahun. guru dalam setiap guru pembelajaran
tahun terhadap
seluruh guru
setiap tahun.
[Link] sekolah memantau proses pembelajaran melalui: (1) Melalui 6 cara Melalui 6 cara pemantauan
diskusi kelompok terfokus, (2) pengamatan, (3) pencatatan, pemantauan pemantauan proses
(4) perekaman, (5) wawancara, (6) pendokumentasian. pembelajaran
melalui: (1)
diskusi
kelompok
terfokus, (2)
pengamatan, (3)
pencatatan, (4)
perekaman, (5)
wawancara, (6)
pendokumentasi
an
[Link] sekolah menindaklanjuti hasil supervisi proses Menindaklanjuti Menindaklanjuti -
pembelajaran dengan cara: (1) pemberian contoh, (2) diskusi, dengan 4 cara dengan 4 cara menindaklanjuti
54
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
(3) konsultasi, (4) pelatihan. hasil supervisi
proses
pembelajaran
dengan cara: (1)
pemberian
contoh, (2)
diskusi, (3)
konsultasi, (4)
pelatihan.
[Link] sekolah menyusun: (1) laporan pemantauan, (2) Menyusun laporan 3 Menyusun laporan 3 -
laporan supervisi, (3) laporan evaluasi proses pembelajaran, kegiatan dan kegiatan dan
(4) program tindak lanjut. program tindak program tindak lanjut
lanjut
[Link] sekolah melakukan tindak lanjut terhadap hasil Menindaklanjuti Menindaklanjuti melakukan
pengawasan proses pembelajaran, minimal 1 tahun terakhir. terhadap 100% hasil 100% hasil tindak lanjut
pengawasan pengawasan terhadap hasil
pengawasan
proses
pembelajaran,
55
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
N KEBERHASILAN STRATEGI
INDIKATOR PEMENUHAN SNP
O KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
minimal 1 tahun
terakhir.
56
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
4. Guru mata pelajaran memiliki kompetensi pedagogik, meliputi: 75% guru memiliki 75% guru memiliki Mengikutkan
(1) mengintegrasikan karakteristik siswa, (2) pembelajaran kompetensi kompetensi guru dalam
yang sesuai dengan karakteristik siswa, (3) merancang pedagogik pedagogik Diklat/Pelatiha
kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan kurikulum, (4) n dan MGMP
menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (5)
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, (6)
mengembangkan potensi siswa, (7) berkomunikasi secara
efektif, empati, dan santun, (8) melaksanakan penilaian
proses dan hasil belajar, (9) menggunakan hasil penilaian
proses dan hasil belajar, (10) melakukan tindakan reflektif.
5. Guru memiliki kompetensi profesional, meliputi: (1) menguasai 75% guru memiliki 75% guru memiliki Mengikutkan
materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang kompetensi kompetensi guru dalam
mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) menguasai profesional profesional Diklat/Pelatiha
kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran yang n dan MGMP
diampu, (3) mengembangkan materi pembelajaran yang
diampu secara kreatif, (4) mengembangkan keprofesian
secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5)
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
6. Guru memiliki kompetensi kepribadian, meliputi: (1) bertindak 75% guru memiliki 75% guru memiliki -
57
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan, kompetensi kompetensi
(2) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak kepribadian kepribadian
mulia, dan teladan, (3) menampilkan diri sebagai pribadi yang
mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, (4) menunjukkan
etos kerja, tanggung jawab, rasa bangga menjadi guru, dan
rasa percaya diri, (5) menjunjung tinggi kode etik profesi.
7. Guru memiliki kompetensi sosial yang ditunjukkan melalui 75% guru memiliki 75% guru memiliki -
komunikasi yang efektif dan santun dengan: (1) sesama guru, kompetensi sosial kompetensi sosial
(2) tenaga kependidikan, (3) siswa, (4) orangtua siswa, (5)
masyarakat.
8. Guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki kompetensi 75% guru BK 75% guru BK -
profesional yang meliputi: (1) penguasaan konsep dan praksis memiliki kompetensi memiliki kompetensi
asesmen,(2) penguasaan kerangka teoretis dan praksis, (3) profesional profesional
perencanaan program, (4) pelaksanaan program, (5) penilaian
proses dan hasil kegiatan, (6) komitmen terhadap etika
profesional, (7) penguasaan konsep dan praksis penelitian.
9. Rasio antara Guru BK dengan jumlah siswa sesuai ketentuan, Rasio 1 : 378 Rasio 1 : 250 Menambah 2
1 (satu) Guru BK melayani maksimal 150 siswa. guru BK
10. Kepala sekolah memenuhi persyaratan, meliputi: (1) memiliki Memenuhi 9 kriteria Memenuhi 9 kriteria Mengikuti
58
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
kualifikasi akademik paling rendah sarjana S1 atau D4, (2) peningkatan
berusia maksimal 56 tahun, (3) sehat jasmani dan rohani, (4) kompetensi
tidak pernah dikenakan hukuman disiplin, (5) memiliki kepala sekolah
sertifikat pendidik, (6) memiliki sertifikat kepala sekolah, (7) yang
berpengalaman mengajar minimal 5 tahun, (8) golongan diselenggarak
minimal III/c bagi PNS dan bagi non-PNS disetarakan, (9) nilai an oleh dinas
baik untuk penilaian kinerja dalam 2 tahun terakhir. dan MKKS
11. Kepala sekolah memiliki kompetensi manajerial yang meliputi: Memiliki 16 Memiliki 16 Mengikuti
(1) menyusun perencanaan, (2) mengembangkan organisasi, kompetensi kompetensi peningkatan
(3) memimpin penyelenggaraan sekolah, (4) mengelola manajerial manajerial kompetensi
perubahan dan pengembangan, (5) menciptakan budaya kepala sekolah
kondusif dan inovatif, (6) mengelola guru dan tenaga yang
administrasi, (7) mengelola sarana dan prasarana, (8) diselenggarak
mengelola hubungan dengan masyarakat, (9) mengelola an oleh dinas
seleksi siswa, (10) mengelola pengembangan kurikulum dan dan MKKS
kegiatan pembelajaran, (11) mengelola keuangan, (12)
mengelola ketatausahaan, (13) mengelola unit layanan
khusus, (14) mengelola sistem informasi, (15) memanfaatkan
TIK, (16) melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan.
59
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
12. Kepala sekolah memiliki kemampuan kewirausahaan yang Memiliki 5 Memiliki 5 Menumbuhkan
meliputi: (1) melakukan inovasi, (2) bekerja keras, (3) memiliki kemampuan kemampuan jiwa
motivasi, (4) pantang menyerah dan selalu mencari solusi kewirausahaan kewirausahaan kewirausahaa
terbaik, (5) memiliki naluri kewirausahaan. n bagi semua
warga sekoalh
13. Kepala sekolah memiliki kemampuan supervisi akademik yang Memiliki 4 Memiliki 4 Supervisi
meliputi: (1) merencanakan program supervisi , (2) kemampuan kemampuan akademik
melaksanakan supervisi terhadap guru, (3) mengevaluasi hasil supervisi akademik supervisi akademik dilakukan
supervisi, (4) menindaklanjuti hasil supervisi. sesuai
tahapan
14. Sekolah memiliki Kepala Tenaga Administrasi dengan Tidak memiliki Memiliki Koordinator Mengadakan
ketentuan: (1) kualifikasi minimal berpendidikan S1 dengan Koordinator TAS TAS Koordinator
pengalaman kerja minimal 4 tahun, atau D3 dengan Berpendidikan TAS
pengalaman kerja minimal 8 tahun, (2) memiliki sertifikat SMA/Sederajat berpendidikan
kepala tenaga administrasi sekolah dari lembaga yang dengan pengalaman minimal D3
ditetapkan oleh pemerintah. minimal 8 tahun,
dan belum memiliki
sertifikat tetapi
memiliki SK dari
60
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
Kepala Sekolah
15. Sekolah memiliki tenaga administrasi yang berkualifikasi Memiliki 1 tenaga Memiliki 1 tenaga -
akademik minimal SMA atau yang sederajat sesuai dengan administrasi administrasi
bidang tugasnya. berkualifikasi SMA berkualifikasi SMA
atau sederajat atau sederajat, dan
ada di antaranya
memiliki kualifikasi
di atas SMA
16. Kepala perpustakaan memenuhi syarat sebagai berikut: (1) Jalur pendidik Jalur pendidik -
bagi jalur pendidik minimal S1/D4, memiliki sertifikat berpendidikan S1/D4 berpendidikan S1/D4
kompetensi, dan masa kerja 3 tahun, (2) bagi jalur tenaga dengan pengalaman dengan pengalaman
kependidikan minimal D2, memiliki sertifikat kompetensi minimal 3 tahun minimal 3 tahun
pengelolaan perpustakaan serta berpengalaman 4 tahun. atau jalur tenaga atau jalur tenaga
kependidikan kependidikan
minimal D2 dengan minimal D2 dengan
pengalaman minimal pengalaman
4 tahun, dan minimal 4 tahun,
memiliki sertifikat dan memiliki
sertifikat
61
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
17. Tenaga Perpustakaan memiliki kualifikasi minimal SMA atau Belum memiliki Memiliki tenaga Mencari
yang sederajat dan memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan tenaga pustakawan pustakawan tenaga
perpustakaan sekolah. kualifikasi SMA atau kualifikasi di atas pustakawan
yang sederajat dan SMA atau yang memiliki
belum memiliki sederajat dan kualifikasi di
sertifikat memiliki sertifikat atas SMA atau
yang sederajat
dan memiliki
sertifikat
18. Sekolah memiliki laboran dengan kualifikasi akademik sesuai belum memiliki memiliki tenaga Mencari
ketentuan standar tenaga laboratorium. tenaga laboratorium dan laboran
laboratorium, tetapi Kepala Laboratorium dengan
memiliki Kepala yang bersertiikat kualifikasi
Laboratorium yang akademik
bersertiikat sesuai
ketentuan
standar
tenaga
laboratorium.
62
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR STRATEGI
KEBERHASILAN PENCAPAIAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
19. Sekolah memiliki petugas yang melaksanakan layanan Memiliki petugas Memiliki petugas Menambah
khusus, meliputi tugas: (1) penjaga keamanan, (2) tukang yang melaksanakan yang melaksanakan petugas
kebun, (3) tenaga kebersihan, (4) pesuruh, (5) pengemudi. 3 jenis layanan 4 jenis atau lebih pesuruh
khusus: 1) penjaga layanan khusus.
keamanan, (2)
tenaga kebersihan,
(3) tukang kebun
63
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2023 TAHUN 2024
2. Lahan sekolah memenuhi ketentuan: (1) terhindar dari potensi Memenuhi 5 Memenuhi 5 -
bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, (2) ketentuan ketentuan
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat,
(3) terhindar dari pencemaran air, (4) terhindar dari kebisingan,
(5) terhindar dari pencemaran udara.
3. Sekolah memiliki luas lantai bangunan sesuai ketentuan. Memiliki luas lantai Memiliki luas lantai -
bangunan sesuai bangunan sesuai
ketentuan ketentuan
4. Bangunan sekolah memenuhi persyaratan keselamatan, Memenuhi 4 Memenuhi 4 Menambah 1
meliputi: (1) konstruksi yang stabil, (2) konstruksi yang kukuh, persyaratan persyaratan atau persyaratan
(3) sistem pencegahan bahaya kebakaran, (4), fasilitas ramah lebih keselamatan
anak, (5) penangkal petir. system
pencegahan
bahaya
kebakaran
5. Bangunan sekolah memenuhi persyaratan kesehatan yang Memenuhi 5 Memenuhi 5 -
meliputi: (1) ventilasi udara, (2) pencahayaan, (3) sanitasi, (4) persyaratan persyaratan
tempat sampah, (5) bahan bangunan yang aman.
6. Bangunan sekolah memiliki instalasi listrik dengan daya yang Memiliki daya lebih Memiliki daya lebih -
64
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2023 TAHUN 2024
mencukupi kebutuhan. dari 2200 Watt dari 2200 Watt
7. Sekolah melakukan pemeliharaan berkala 5 tahun sekali, Melakukan Melakukan -
meliputi: pengecatan ulang, perbaikan jendela dan pintu, perawatan berkala perawatan berkala
lantai, penutup atap, plafon, instalasi air, dan listrik. kurang dari 5 tahun kurang dari 5 tahun
sekali
8. Sekolah memiliki prasarana yang lengkap sesuai ketentuan Memiliki beberapa Memiliki beberapa -
dengan kondisi baik. jenis prasarana yang jenis prasarana yang
dipersyaratkan dipersyaratkan
9. Sekolah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan ruang kelas dengan Memiliki ruang kelas Menambah 1
sarana sesuai ketentuan. jumlah, ukuran, dan dengan jumlah, ruang kelas
sarana sesuai ukuran, dan sarana yang sesuai
ketentuan sesuai ketentuan ketentuan
mencapai 80%
10. Sekolah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana Belum memiliki Memiliki ruang -
sesuai dengan ketentuan dan pendayagunaannya secara ruang perpustakaan perpustakaan
maksimal, kondisinya terawat dengan baik, bersih serta dengan luas dan dengan luas dan
nyaman. sarana sesuai sarana sesuai
dengan ketentuan dengan ketentuan
dan dan
65
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2023 TAHUN 2024
pendayagunaannya pendayagunaannya
secara maksimal, secara maksimal,
kondisinya terawat kondisinya terawat
dengan baik, bersih dengan baik, bersih
ser serta nyaman
11. Sekolah memiliki kelas yang dapat dimanfaatkan sebagai Belum memiliki 8 Memiliki 9 -
laboratorium IPA, yang dilengkapi dengan: (1) model kerangka kelengkapan kelengkapan
manusia, (2) model tubuh manusia, (3) globe, (4) model tata
surya, (5) bermacam kaca, (6) cermin, (7) lensa, (8) magnet
batang, (9) berbagai macam poster.
12. Sekolah memiliki ruang pimpinan dengan luas minimum 12 m2 Belum memiliki Memiliki ruang -
dengan sarana meliputi: (1) kursi pimpinan, (2) meja pimpinan, ruang pimpinan pimpinan sesuai
(3) kursi dan meja tamu, (4) lemari, (5) papan statistik, (6) dengan luas 12 m2 ketentuan lengkap
simbol kenegaraan, (7) tempat sampah, (8) jam dinding. atau lebih dan
sarana sebanyak 6
13. Sekolah memiliki ruang guru dengan rasio minimum 4 m2/guru Belum memiliki Meemiliki ruang guru -
dan luas minimum 40 m2, dengan sarana: (1) kursi kerja, (2) ruang guru dengan sesuai ketentuan
meja kerja, (3) lemari, (4) kursi tamu, (5) papan statistik, (6) luas sesuai
papan pengumuman, (7) tempat sampah, (8) tempat cuci ketentuan dan
66
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2023 TAHUN 2024
tangan, (9) jam dinding. memiliki 8 sarana
14. Sekolah memiliki ruang tenaga administrasi dengan rasio Belum memiliki Meemiliki ruang -
minimum 4 m2/staf dan luas minimum 16 m2, dengan sarana: ruang tenaga tenaga administrasi
(1) kursi kerja, (2) meja kerja, (3) lemari, (4) papan statistik, (5) administrasi dengan sesuai ketentuan
tempat sampah, (6) komputer, (7) filing kabinet, (8) brankas, luas sesuai dan sarana lengkap
(9) telepon, (10) jam dinding, (11) kotak kontak, (12) penanda ketentuan dan
waktu. memiliki 10 sarana
15. Sekolah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah dengan Belum memiliki Memiliki tempat -
luas minimum 12 m2 dan sarana berupa: (1) perlengkapan tempat beribadah beribadah sesuai
ibadah, (2) lemari, (3) jam dinding, (4) air dan tempat berwudu. dengan luas sesuai ketentuan
ketentuan dan
memiliki 3 sarana
atau lebih
16. Sekolah memiliki ruang konseling dengan luas minimum 9 m2, Belum memiliki Memiliki ruang -
dengan sarana: (1) meja kerja, (2) kursi kerja, (3) kursi tamu, ruang konseling konseling sesuai
(4) lemari, (5) papan kegiatan, (6) instrumen konseling, (7) dengan luas sesuai ketentuan
buku sumber, (8) media pengembangan kepribadian, (9) jam ketentuan dan
dinding. memiliki 8 sarana
17. Sekolah memiliki ruang UKS dengan luas minimum 12 m2, Belum Memiliki Memiliki ruang UKS -
67
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2023 TAHUN 2024
dengan sarana: (1) tempat tidur, (2) lemari, (3) meja, (4) kursi, ruang UKS dengan sesuai ketentuan
(5) catatan kesehatan siswa, (6) perlengkapan P3K, (7) tandu, luas sesuai
(8) selimut, (9) tensimeter, (10) termometer badan, (11) ketentuan
timbangan badan, (12) pengukur timbangan badan, (13)
tempat sampah,(14) tempat cuci tangan, (15) jam dinding.
18. Sekolah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas Belum Memiliki Memiliki ruang -
minimum 9 m2, dengan sarana: (1) meja, (2) kursi, (3) papan ruang organisasi organisasi kesiswaan
tulis, (4) lemari, (5) jam dinding. kesiswaan sesuai sesuai ketentuan
ketentuan
19. Sekolah memiliki jamban dengan ketentuan: (1) jumlah Belum memenuhi Memenuhi ketentuan -
minimum, (2) luas minimum per jamban, (3) tersedia air, (4) ketentuan (1) (1) (2), (3), (4) dan
bersih, (5) sarana lengkap (5)
20. Sekolah memiliki gudang dengan ketentuan: (1) luas minimum Memenuhi 4 Memenuhi 4 -
21 m2, (2) memiliki perabot, (3) dapat dikunci, (4) tertata ketentuan ketentuan
dengan baik.
21. Sekolah memiliki tempat bermain, berolahraga, berkesenian, Belum Memenuhi 4 Memenuhi 5 -
keterampilan, dan upacara dengan ketentuan: (1) luas ketentuan ketentuan
minimum, (2) memiliki bendera dan tiang bendera, (3) memiliki
peralatan olahraga, (4) memiliki peralatan seni budaya, (5)
68
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2023 TAHUN 2024
memiliki peralatan keterampilan.
22. Sekolah memiliki ruang sirkulasi yang memenuhi ketentuan: (1) Belum Memenuhi 5 Memenuhi 5 -
luas minimum (2) kualitas (3) terawat dengan baik, (4) bersih, ketentuan ketentuan
(5) nyaman.
23. Sekolah memiliki kantin yang memenuhi ketentuan: (1) area Memenuhi ketentuan Memenuhi 5 Kantin
tersendiri, (2) luas minimum 12 m2, (3) ruangan bersih, (4) (4) ketentuan menjual
sanitasi yang baik, (5) menyediakan makanan yang sehat dan makanan
bergizi. yang sehat
dan bergizi
24. Sekolah memiliki tempat parkir kendaraan yang memenuhi Memenuhi Memenuhi 5 -
ketentuan: (1) area khusus parkir, (2) luas memadai, (3) ketentuan (1), (2), ketentuan
memiliki sistem pengamanan, (4) memiliki rambu-rambu parkir, dan (3)
(5) memiliki petugas khusus.
69
6. Pemenuhan Standar Pengelolaan
TARGET PENCAPAIAN /
INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI KONDISI PENCAPAIAN
AKHIR AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
1. Sekolah memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai ketentuan, Memenuhi 4 Memenuhi 4 Menyusun visi,
meliputi: (1) perumusan, (2) keputusan, (3) penetapan, (4) peninjauan. ketentuan ketentuan misi dan tujuan
sesuai
ketentuan
2. Sekolah telah merumuskan dan menetapkan Rencana Kerja Jangka Memenuhi 4 Memenuhi 4 Merumuskan
Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sesuai ketentuan, ketentuan ketentuan dan
meliputi: (1) disusun sesuai rekomendasi hasil Evaluasi Diri, (2) diputuskan menetapkan
dalam rapat dewan pendidik, (3) disahkan oleh Dinas Pendidikan, (4) RKJM dan RKT
dituangkan dalam dokumen tertulis.
3. Sekolah memiliki pedoman pengelolaan yang meliputi: (1) KTSP dan KOSP, Memiliki 9 Memiliki 9 Mengelola 9
(2) kalender pendidikan/akademik, (3) struktur organisasi, (4) pembagian dokumen dokumen Dokumen
tugas guru, (5) pembagian tugas tenaga kependidikan, (6) peraturan
akademik, (7) tata tertib, (8) kode etik, (9) biaya operasional.
4. Sekolah memiliki struktur organisasi yang lengkap dan efektif, sesuai Memenuhi 4 Memenuhi 4 Mengelola
ketentuan, melalui langkah berikut: (1) diputuskan, (2) ditetapkan, (3) ketentuan ketentuan Struktur
disosialisasikan, (4) disahkan. Organisasi
70
TARGET PENCAPAIAN /
INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI KONDISI PENCAPAIAN
AKHIR AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
5. Sekolah melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan. Melaksanakan Melaksanakan -
75% kegiatan 75% kegiatan
6. Sekolah melaksanakan kegiatan kesiswaan yang meliputi: (1) Penerimaan Melaksanakan Melaksanakan Mengelola
Peserta Didik Baru (PPDB), (2) layanan konseling, (3) ekstrakurikuler, (4) 5 kegiatan 5 kegiatan kegiatan PPDB,
pembinaan prestasi, (5) penelusuran alumni. Layanan
Konseling,
Ekstrakurikuler,
Pembinaan
Prestasi,
Penelusuran
alumni
7. Sekolah melaksanakan pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan Melaksanakan Melaksanakan Mengelola (1)
pembelajaran meliputi: (1) KTSP dan KOSP, (2) kalender pendidikan, (3) 5 pengelolaan 5 pengelolaan KTSP dan KOSP,
perangkat pembelajaran, (4) penilaian hasil belajar siswa, (5) peraturan (2) kalender
akademik. pendidikan, (3)
perangkat
pembelajaran,
71
TARGET PENCAPAIAN /
INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI KONDISI PENCAPAIAN
AKHIR AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
(4) penilaian
hasil belajar
siswa, (5)
peraturan
akademik.
8. Sekolah mendayagunakan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: (1) Melaksanakan Melaksanakan Mengelola
pemenuhan kebutuhan, (2) pemberdayaan, (3) pengembangan dan 4 4 pendayagunaka
promosi, (4) penghargaan. pendayaguna pendayaguna n pendidik dan
an an tenaga
kependidikan
meliputi: (1)
pemenuhan
kebutuhan, (2)
pemberdayaan,
(3)
pengembangan
dan promosi,
72
TARGET PENCAPAIAN /
INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI KONDISI PENCAPAIAN
AKHIR AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
(4)
penghargaan.-
9. Sekolah melaksanakan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, Melaksanakan Melaksanakan melaksanakan
meliputi: (1) kesesuaian penugasan dengan keahlian, (2) keseimbangan 5 penilaian 5 penilaian penilaian
beban kerja, (3) keaktifan, (4) pencapaian prestasi, (5) keikutsertaan dalam kinerja pendidik
berbagai lomba. dan tenaga
kependidikan,
meliputi: (1)
kesesuaian
penugasan
dengan
keahlian, (2)
keseimbangan
beban kerja, (3)
keaktifan, (4)
pencapaian
prestasi, (5)
73
TARGET PENCAPAIAN /
INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI KONDISI PENCAPAIAN
AKHIR AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
keikutsertaan
dalam berbagai
lomba.
10. Sekolah menyusun pedoman pengelolaan pembiayaan investasi dan Memenuhi 5 Memenuhi 5 -
operasional sesuai ketentuan: (1) disusun mengacu pada standar ketentuan ketentuan
pembiayaan, (2) mengatur tentang sumber pemasukan, pengeluaran, dan
jumlah dana, (3) mengatur tentang penyusunan dan pencairan anggaran,
(4) mengatur tentang kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah
dalam membelanjakan anggaran, (5) mengatur tentang pembukuan.
11. Sekolah melibatkan peran serta masyarakat dan membangun kemitraan Belum Bekerja sama Mengajkan
dengan lembaga lain yang relevan dalam melakukan berbagai kegiatan Bekerja sama dengan 6 kerjasama
pengelolaan pendidikan, antara lain lembaga: (1) pendidikan, (2) dengan 6 lembaga dengan 6
kesehatan, (3) kepolisian, (4) keagamaan dan kemasyarakatan, (5) dunia lembaga lembaga
usaha, (6) pengembangan minat dan bakat.
12. Sekolah melaksanakan kegiatan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah Belum Melaksanakan -
dalam rangka pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Melaksanakan sekali dalam
sekali dalam 1 tahun
74
TARGET PENCAPAIAN /
INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI KONDISI PENCAPAIAN
AKHIR AKHIR
TAHUN 2023 TAHUN 2024
1 tahun
13. Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan yang meliputi: (1) Brlum Melaksanakan -
menjabarkan visi ke dalam misi, (2) merumuskan tujuan dan target mutu, Melaksanakan 9 tugas
(3) menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan, (4) 9 tugas
membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan, (5)
melibatkan guru dan komite, (6) meningkatkan motivasi kerja, (7)
menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, (8) meningkatkan
mutu, (9) memberi teladan.
14. Kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah menerapkan prinsip-prinsip Menerapkan 6 Menerapkan 6 -
kepemimpinan pembelajaran, meliputi:(1) membangun tujuan bersama, (2) prinsip prinsip
meningkatkan kreasi dan inovasi dalam pengembangan kurikulum, (3)
mengembangkan motivasi guru, (4) menjamin pelaksanaan mutu proses
pembelajaran, (5) mengembangkan sistem penilaian, (6) mengambil
keputusan berbasis data.
15. Sekolah memiliki sistem informasi manajemen (SIM) yang meliputi: (1) Memenuhi 2 Memenuhi 3 Menambah 1
pengelolaan SIM, (2) penyediaan fasilitas SIM, (3) penugasan pengelola komponen atau lebih tenaga
SIM, (4) pelaporan data dan informasi. komponen pengelola SIM
75
7. Pemenuhan Standar Pembiayaan
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2021 TAHUN 2023
1. Sekolah memiliki Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 3 tahun Belum Memuat 4 Memuat 4 alokasi -
terakhir yang memuat alokasi anggaran untuk investasi yang alokasi
meliputi: (1) pengembangan sarana dan prasarana, (2)
pengembangan pendidik, (3) pengembangan tenaga
kependidikan, (4) modal kerja.
2. Sekolah memiliki Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 3 tahun Belum Memenuhi 8 Belum Memenuhi 9 -
terakhir yang memuat alokasi anggaran untuk biaya operasi persyaratan persyaratan
nonpersonalia yang mencakup 9 komponen, meliputi: (1) alat
tulis sekolah (ATS), (2) bahan dan alat habis pakai (BAHP), (3)
pemeliharaan dan perbaikan ringan, (4) daya dan jasa, (5)
transportasi/perjalanan dinas, (6) konsumsi, (7) asuransi, (8)
pembinaan siswa/ekstrakurikuler, (9) pelaporan.
3. Sekolah memiliki dokumen investasi sarana dan prasarana BelumMemiliki Memiliki dokumen -
76
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2021 TAHUN 2023
secara lengkap. dokumen investasi 3 investasi 3 tahun
tahun terakhir terakhir
4. Sekolah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik Belum ada anggaran Tidak ada anggaran -
dan tenaga kependidikan berdasarkan RKA selama 3 tahun biaya untuk biaya untuk
terakhir. pengembangan pengembangan
pendidik dan tenaga pendidik dan
kependidikan tenaga
kependidikan
5. Sekolah merealisasikan modal kerja sebesar yang tertuang Belum Belum -
dalam RKA selama 3 tahun terakhir. Merealisasikan 100% Merealisasikan
modal kerja 100% modal kerja
6. Sekolah menyampaikan biaya operasional untuk guru dan Menyampaikan 2 Menyampaikan 4 Menyampaik
tenaga kependidikan berupa: (1) gaji, (2) honor kegiatan, (3) jenis jenis an
insentif, (4) tunjangan lain. operasional
insentif dan
tunjangan
lain
7. Sekolah merealisasikan rencana belanja anggaran pengadaan BelumMerealisasikan Belum -
alat tulis sesuai RKA dalam 3 tahun terakhir. 100% dari RKA Merealisasikan
77
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2021 TAHUN 2023
100% dari RKA
8. Sekolah merealisasikan rencana belanja anggaran pengadaan Belum Belum -
bahan dan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran sesuai Merealisasikan 100% Merealisasikan
RKA dalam 3 tahun terakhir. dari RKA 100% dari RKA
9. Sekolah merealisasikan rencana biaya pemeliharaan dan Belum Belum -
perbaikan berkala sarana dan prasarana sesuai RKA. Merealisasikan 100% Merealisasikan
dari RKA 100% dari RKA
10. Sekolah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa sesuai Belum Belum -
RKA selama 3 tahun terakhir. Membelanjakan Membelanjakan
100% dari RKA 100% dari RKA
11. Sekolah membelanjakan biaya transportasi dan perjalanan Belum Belum -
dinas serta konsumsi selama 3 tahun terakhir. Membelanjakan Membelanjakan
100% dari RKA 100% dari RKA
12. Sekolah membelanjakan dana untuk kegiatan pembinaan siswa Belum Belum -
selama 3 tahun terakhir. Membelanjakan Membelanjakan
100% dari RKA 100% dari RKA
13. Sekolah membelanjakan anggaran untuk pelaporan dalam 3 Belum Belum -
tahun terakhir. Membelanjakan Membelanjakan
100% dari RKA 100% dari RKA
78
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
STRATEGI
KEBERHASILAN
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP PENCAPAIA
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR
N
TAHUN 2021 TAHUN 2023
14. Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat/pemerintah Belum Memenuhi 4 Belum Memenuhi 4 -
selama 3 tahun terakhir, dikelola secara: (1) sistematis, (2) ketentuan ketentuan
transparan, (3) efisien, dan (4) akuntabel.
15. Sekolah memiliki pembukuan keuangan 3 tahun terakhir yang Belum Memiliki 4 Belum Memiliki 4 -
meliputi: (1) buku kas umum, (2) buku pembantu kas, (3) buku pembukuan pembukuan
pembantu bank, dan (4) buku pembantu pajak. keuangan yang keuangan yang
lengkap lengkap
16. Sekolah memiliki laporan pertanggungjawaban keuangan dan Belum Memiliki Belum Memiliki -
menyampaikannya kepada: (1) pemerintah, (2) orangtua siswa. laporan keuangan laporan keuangan
dan dan
menyampaikannya menyampaikannya
kepada 2 pihak kepada 2 pihak
selama 3 tahun selama 3 tahun
terakhir terakhir
79
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
1. Guru melaksanakan penilaian hasil belajar siswa 75% guru menerapkan 80 % guru menerapkan 1%
berdasarkan 6 prinsip penilaian: (1) sahih, (2) objektif, 6 prinsip penilaian 6 prinsip penilaian
(3) adil, (4) terbuka, (5) holistik, (6) akuntabel.
2. Sekolah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75% KKM sesuai 80 % KKM sesuai 1%
seluruh mata pelajaran dengan mempertimbangkan: (1) ketentuan ketentuan
karakteristik siswa, (2) karakteristik mata pelajaran, (3)
kondisi satuan pendidikan, (4) analisis hasil penilaian.
3. Guru melaksanakan penilaian hasil belajar dalam bentuk: 75% guru 80 % guru 1%
(1) ulangan, (2) pengamatan, (3) penugasan, dan/atau melaksanakan minimal melaksanakan minimal
(4) bentuk lain yang diperlukan. 3 bentuk penilaian 3 bentuk penilaian
4. Guru menggunakan hasil penilaian kompetensi 75% guru 80% guru 1%
pengetahuan yang dilakukan untuk: (1) memperbaiki menggunakan hasil menggunakan hasil
proses pembelajaran, (2) mengukur dan mengetahui penilaian untuk tiga hal penilaian untuk tiga hal
pencapaian kompetensi siswa, (3) menyusun laporan tersebut tersebut
kemajuan hasil belajar harian, tengah semester, akhir
semester, akhir tahun dan/atau kenaikan kelas.
5. Guru melaksanakan penilaian kompetensi sikap sesuai 75% guru 80% guru 1%
karakteristik Kompetensi Dasar (KD). melaksanakan melaksanakan
6. Guru melaksanakan penilaian kompetensi pengetahuan 75% guru 80% guru -
80
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
sesuai karakteristik KD. melaksanakan melaksanakan
81
TARGET PENCAPAIAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN STRATEGI
NO. INDIKATOR PEMENUHAN SNP
KONDISI AKHIR KONDISI AKHIR PENCAPAIAN
TAHUN 2023 TAHUN 2024
keterampilan.
13. Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar 75% guru 80% guru 1%
dengan 8 langkah: (1) menetapkan tujuan penilaian; (2) melaksanakan 8 melaksanakan 8
menyusun kisi-kisi ujian, (3) mengembangkan instrumen langkah langkah
dan pedoman penilaian, (4) melakukan analisis kualitas
instrument, (5) melaksanakan penilaian, (6) mengolah
dan menentukan kelulusan siswa, (7) melaporkan, (8)
memanfaatkan hasil penilaian.
B. Program Kerja
1. Standar Kompetensi Lulusan
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
1. Siswa memiliki perilaku Membuat program kesiswaan Pelaksanaan program 100% siswa memiliki perilaku
yang mencerminkan sikap PPK, Program keagamaan keagamaan yang mencerminkan yang mencerminkan sikap
beriman dan bertakwa yang mencerminkan sikap sikap beriman dan bertakwa beriman dan bertakwa
kepada Tuhan YME, sesuai beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, sesuai kepada Tuhan YME, sesuai
dengan perkembangan kepada Tuhan YME, sesuai dengan perkembangan siswa dengan perkembangan siswa
siswa yang diperoleh dari dengan perkembangan siswa yang diperoleh dari pengalaman yang diperoleh dari
82
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
pengalaman pembelajaran yang diperoleh dari pembelajaran melalui pengalaman pembelajaran
melalui pembiasaan: (1) pengalaman pembelajaran pembiasaan: (1) integrasi melalui pembiasaan: (1)
integrasi pengembangan melalui pembiasaan: (1) pengembangan sikap beriman integrasi pengembangan
sikap beriman dan integrasi pengembangan dan bertakwa kepada Tuhan sikap beriman dan bertakwa
bertakwa kepada Tuhan sikap beriman dan bertakwa YME dalam kegiatan kepada Tuhan YME dalam
YME dalam kegiatan kepada Tuhan YME dalam pembelajaran, (2) berdoa setiap kegiatan pembelajaran, (2)
pembelajaran, (2) berdoa kegiatan pembelajaran, (2) memulai dan mengakhiri berdoa setiap memulai dan
setiap memulai dan berdoa setiap memulai dan kegiatan, (3) santun dalam mengakhiri kegiatan, (3)
mengakhiri kegiatan, (3) mengakhiri kegiatan, (3) berbicara dan berperilaku, (4) santun dalam berbicara dan
santun dalam berbicara santun dalam berbicara dan berpakaian sopan sesuai aturan berperilaku, (4) berpakaian
dan berperilaku, (4) berperilaku, (4) berpakaian sekolah, (5) mengucapkan sopan sesuai aturan sekolah,
berpakaian sopan sesuai sopan sesuai aturan sekolah, salam saat masuk kelas, (6) (5) mengucapkan salam saat
aturan sekolah, (5) (5) mengucapkan salam saat melaksanakan kegiatan ibadah, masuk kelas, (6)
mengucapkan salam saat masuk kelas, (6) (7) mensyukuri setiap nikmat melaksanakan kegiatan
masuk kelas, (6) melaksanakan kegiatan yang diperoleh, (8) ibadah, (7) mensyukuri setiap
melaksanakan kegiatan ibadah, (7) mensyukuri setiap menumbuhkan sikap saling nikmat yang diperoleh, (8)
ibadah, (7) mensyukuri nikmat yang diperoleh, (8) menolong/ berempati, (9) menumbuhkan sikap saling
setiap nikmat yang menumbuhkan sikap saling menghormati perbedaan, (10) menolong/ berempati, (9)
diperoleh, (8) menolong/ berempati, (9) antre saat bergantian memakai menghormati perbedaan, (10)
menumbuhkan sikap saling menghormati perbedaan, (10) fasilitas sekolah. antre saat bergantian
menolong/ berempati, (9) antre saat bergantian memakai fasilitas sekolah.
83
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
menghormati perbedaan, memakai fasilitas sekolah.
(10) antre saat bergantian
memakai fasilitas sekolah.
2. Siswa memiliki perilaku Membuat program kesiswaan Pelaksanaan program kesiswaan 100% siswa memiliki perilaku
yang mencerminkan sikap yang mencerminkan sikap yang mencerminkan sikap sosial yang mencerminkan sikap
sosial dengan karakter: (1) sosial dengan karakter: (1) dengan karakter: (1) jujur dan sosial dengan karakter: (1)
jujur dan bertanggung jujur dan bertanggung jawab, bertanggung jawab, (2) peduli, jujur dan bertanggung jawab,
jawab, (2) peduli, (3) (2) peduli, (3) gotong-royong (3) gotong-royong dan (2) peduli, (3) gotong-royong
gotong-royong dan dan demokratis, (4) percaya demokratis, (4) percaya diri, (5) dan demokratis, (4) percaya
demokratis, (4) percaya diri, (5) nasionalisme yang nasionalisme yang diperoleh diri, (5) nasionalisme yang
diri, (5) nasionalisme yang diperoleh melalui kegiatan melalui kegiatan pembelajaran diperoleh melalui kegiatan
diperoleh melalui kegiatan pembelajaran dan dan pembiasaan. pembelajaran dan
pembelajaran dan pembiasaan. pembiasaan.
pembiasaan.
3. Siswa memiliki perilaku Membuat program GLS Pelaksanaan program GLS 100% siswa memiliki perilaku
yang mencerminkan sikap (Gerakan Literasi Sekolah) (Gerakan Literasi Sekolah) yang yang mencerminkan sikap
pembelajar sejati yang mencerminkan sikap mencerminkan sikap pembelajar pembelajar sejati sepanjang
sepanjang hayat sesuai pembelajar sejati sepanjang sejati sepanjang hayat sesuai hayat sesuai dengan
dengan perkembangan hayat sesuai dengan dengan perkembangan anak, perkembangan anak, yang
anak, yang diperoleh dari perkembangan anak, yang yang diperoleh dari pengalaman diperoleh dari pengalaman
pengalaman pembelajaran diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan pembiasaan pembelajaran dan
84
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
dan pembiasaan melalui pembelajaran dan melalui gerakan literasi sekolah, pembiasaan melalui gerakan
gerakan literasi sekolah, pembiasaan melalui gerakan meliputi: (1) perencanaan dan literasi sekolah, meliputi: (1)
meliputi: (1) perencanaan literasi sekolah, meliputi: (1) penilaian program literasi, (2) perencanaan dan penilaian
dan penilaian program perencanaan dan penilaian waktu yang cukup untuk program literasi, (2) waktu
literasi, (2) waktu yang program literasi, (2) waktu kegiatan literasi, (3) membaca yang cukup untuk kegiatan
cukup untuk kegiatan yang cukup untuk kegiatan buku, (4) lomba terkait literasi, literasi, (3) membaca buku,
literasi, (3) membaca buku, literasi, (3) membaca buku, (5) memajang karya tulis, (6) (4) lomba terkait literasi, (5)
(4) lomba terkait literasi, (4) lomba terkait literasi, (5) Penghargaan berkala untuk memajang karya tulis, (6)
(5) memajang karya tulis, memajang karya tulis, (6) siswa, (7) Pelatihan literasi. Penghargaan berkala untuk
(6) Penghargaan berkala Penghargaan berkala untuk siswa, (7) Pelatihan literasi.
untuk siswa, (7) Pelatihan siswa, (7) Pelatihan literasi.
literasi.
4. Siswa memiliki perilaku Membuat Program kegiatan Pelaksanaan Program kegiatan 100% siswa memiliki perilaku
yang mencerminkan sikap Ekstrakurikuler yang Ekstrakurikuler yang yang mencerminkan sikap
sehat jasmani dan rohani mencerminkan sikap sehat mencerminkan sikap sehat sehat jasmani dan rohani
melalui keterlibatan dalam jasmani dan rohani melalui jasmani dan rohani melalui melalui keterlibatan dalam
kegiatan kesiswaan, keterlibatan dalam kegiatan keterlibatan dalam kegiatan kegiatan kesiswaan, berupa:
berupa: (1) Olah raga, (2) kesiswaan, berupa: (1) Olah kesiswaan, berupa: (1) Olah (1) Olah raga, (2) Seni, (3)
Seni, (3) Kepramukaan, (4) raga, (2) Seni, (3) raga, (2) Seni, (3) Kepramukaan, Kepramukaan, (4) UKS, (5)
UKS, (5) Keagamaan, (6) Kepramukaan, (4) UKS, (5) (4) UKS, (5) Keagamaan, (6) Keagamaan, (6) Lomba yang
Lomba yang terkait dengan Keagamaan, (6) Lomba yang Lomba yang terkait dengan terkait dengan kesehatan
85
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
kesehatan jasmani dan terkait dengan kesehatan kesehatan jasmani dan rohani. jasmani dan rohani.
rohani. jasmani dan rohani.
5. Siswa memiliki Membuat Program kegiatan Melaksanakan Program kegiatan 90% siswa memiliki
pengetahuan: (1) faktual, pembelajaran agar siswa pembelajaran agar siswa pengetahuan: (1) faktual, (2)
(2) konseptual, (3) memiliki pengetahuan: (1) memiliki pengetahuan: (1) konseptual, (3) prosedural, (4)
prosedural, (4) faktual, (2) konseptual, (3) faktual, (2) konseptual, (3) metakognitif pada tingkat
metakognitif pada tingkat prosedural, (4) metakognitif prosedural, (4) metakognitif teknis, spesifik, detil, dan
teknis, spesifik, detil, dan pada tingkat teknis, spesifik, pada tingkat teknis, spesifik, kompleks yang diperoleh dari
kompleks yang diperoleh detil, dan kompleks yang detil, dan kompleks yang pengalaman pembelajaran
dari pengalaman diperoleh dari pengalaman diperoleh dari pengalaman dan kegiatan.
pembelajaran dan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran dan kegiatan
kegiatan. melalui Silabus dan RPP yang melalui Silabus dan RPP yang
telah dirancang. telah dirancang.
6. Siswa memiliki Membuat Program Pelaksanaan Program 100% siswa memiliki
keterampilan berpikir Pembelajaran dan kegiatan Pembelajaran dan kegiatan agar keterampilan berpikir kreatif,
kreatif, produktif, dan agar siswa memiliki siswa memiliki keterampilan produktif, dan kritis, melalui
kritis, melalui pendekatan keterampilan berpikir kreatif, berpikir kreatif, produktif, dan pendekatan ilmiah sebagai
ilmiah sebagai produktif, dan kritis, melalui kritis, melalui pendekatan ilmiah pengembangan dari yang
pengembangan dari yang pendekatan ilmiah sebagai sebagai pengembangan dari dipelajari di satuan
dipelajari di satuan pengembangan dari yang yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain
pendidikan dan sumber lain dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri, yang
86
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
secara mandiri, yang pendidikan dan sumber lain secara mandiri, yang diperoleh diperoleh dari pengalaman
diperoleh dari pengalaman secara mandiri, yang dari pengalaman pembelajaran pembelajaran dan kegiatan,
pembelajaran dan diperoleh dari pengalaman dan kegiatan, meliputi: (1) meliputi: (1) kegiatan di
kegiatan, meliputi: (1) pembelajaran dan kegiatan, kegiatan di dalam/luar kelas, (2) dalam/luar kelas, (2) praktik
kegiatan di dalam/luar meliputi: (1) kegiatan di praktik di laboratorium, (3) di laboratorium, (3) penelitian
kelas, (2) praktik di dalam/luar kelas, (2) praktik penelitian sederhana, (4) studi sederhana, (4) studi wisata,
laboratorium, (3) penelitian di laboratorium, (3) penelitian wisata, (5) seminar atau (5) seminar atau workshop,
sederhana, (4) studi sederhana, (4) studi wisata, workshop, (6) peragaan atau (6) peragaan atau pameran
wisata, (5) seminar atau (5) seminar atau workshop, pameran (7) pementasan karya (7) pementasan karya seni.
workshop, (6) peragaan (6) peragaan atau pameran seni.
atau pameran (7) (7) pementasan karya seni.
pementasan karya seni.
7. Siswa memiliki Membuat program kesiswaan Pelaksanaan program kesiswaan 100% siswa memiliki
keterampilan bertindak yang mencerminkan sikap yang mencerminkan sikap sosial keterampilan bertindak
secara mandiri, kolaboratif, sosial dengan karakter: (1) dengan karakter: (1) jujur dan secara mandiri, kolaboratif,
dan komunikatif, melalui jujur dan bertanggung jawab, bertanggung jawab, (2) peduli, dan komunikatif, melalui
pendekatan ilmiah sebagai (2) peduli, (3) gotong-royong (3) gotong-royong dan pendekatan ilmiah sebagai
pengembangan dari yang dan demokratis, (4) percaya demokratis, (4) percaya diri, (5) pengembangan dari yang
dipelajari pada satuan diri, (5) nasionalisme yang nasionalisme yang diperoleh dipelajari pada satuan
pendidikan dan sumber lain diperoleh melalui kegiatan melalui kegiatan pembelajaran pendidikan dan sumber lain
secara mandiri, yang pembelajaran dan dan pembiasaan. secara mandiri, yang
87
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
diperoleh dari pengalaman pembiasaan. diperoleh dari pengalaman
pembelajaran dan pembelajaran dan kegiatan,
kegiatan, meliputi: (1) meliputi: (1) penugasan
penugasan individu, (2) individu, (2) penugasan
penugasan kelompok, (3) kelompok, (3) pelaporan
pelaporan tugas/kegiatan, tugas/kegiatan, (4)
(4) mempresentasikan mempresentasikan hasil
hasil penugasan, (5) penugasan, (5) keterlibatan
keterlibatan dalam dalam kepanitiaan, (6)
kepanitiaan, (6) keterlibatan dalam berbagai
keterlibatan dalam lomba karya ilmiah.
berbagai lomba karya
ilmiah.
88
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
modul ajar pada kompetensi dan modul ajar pembelajaran dan modul ajar modul ajar pada kompetensi
sikap spiritual siswa sesuai pembelajaran sesuai tingkat sesuai tingkat kompetensi sikap sikap spiritual siswa sesuai
dengan tingkat kompetensi. kompetensi sikap spiritual spiritual dengan tingkat kompetensi.
2. Guru mengembangkan Menyusun Program 80% guru mengembangkan 80% guru mengembangkan
perangkat pembelajaran dan mengembangkan perangkat perangkat pembelajaran dan perangkat pembelajaran dan
modul ajar pada kompetensi pembelajaran dan modul modul ajar sesuai tingkat modul ajar pada kompetensi
sikap sosial siswa sesuai ajar sesuai tingkat kompetensi sikap sosial sikap sosial siswa sesuai
dengan tingkat kompetensi. kompetensi sikap sosial dengan tingkat kompetensi.
3. Guru mengembangkan Menyusun Program 80% guru mengembangkan 80% guru mengembangkan
perangkat pembelajaran dan mengembangkan perangkat perangkat pembelajaran sesuai perangkat pembelajaran dan
modul ajar pada kompetensi dan modul ajar tingkat kompetensi modul ajar pada kompetensi
pengetahuan siswa sesuai pembelajaran sesuai tingkat pengetahuan pengetahuan siswa sesuai
dengan tingkat kompetensi. kompetensi pengetahuan dengan tingkat kompetensi.
4. Guru mengembangkan Menyusun Program 80% guru mengembangkan 80% guru mengembangkan
perangkat pembelajaran dan mengembangkan perangkat perangkat pembelajaran dan perangkat pembelajaran dan
modul ajar pada kompetensi dan modul ajar modul ajar sesuai tingkat modul ajar pada kompetensi
keterampilan siswa sesuai pembelajaran sesuai tingkat kompetensi keterampilan keterampilan siswa sesuai
dengan tingkat kompetensi. kompetensi keterampilan dengan tingkat kompetensi.
5. Sekolah mengembangkan Menyusun Program 80% guru mengembangkan 80% guru mengembangkan
perangkat pembelajaran dan mengembangkan perangkat perangkat pembelajaran dan perangkat pembelajaran dan
modul ajar sesuai dengan pembelajaran dan modul modul ajar modul ajar sesuai dengan
89
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
tingkat kompetensi dan ajar tingkat kompetensi dan ruang
ruang lingkup materi lingkup materi pembelajaran
pembelajaran pada setiap pada setiap tingkat kelas.
tingkat kelas.
6. Kepala sekolah bersama Menyusun program kurikulum dikembangkan Kurikulum disusun sesuai
guru mengembangkan pengembangan kurikulum dengan melibatkan unsur dengan pedoman
kurikulum sesuai dengan dengan melibatkan unsur sebagai berikut: (1) pengembangan KTSP dn KOSP
pedoman pengembangan sebagai berikut: (1) konselor/guru BK, (2) pengawas dengan melibatkan unsur
KTSP dan KOSP dengan konselor/guru BK, (2) sekolah, (3) narasumber, (4) sebagai berikut: (1)
melibatkan unsur sebagai pengawas sekolah, (3) komite sekolah, (5) konselor/guru BK, (2)
berikut: (1) konselor/guru narasumber, (4) komite penyelenggara lembaga pengawas sekolah, (3)
BK, (2) pengawas sekolah, sekolah, (5) penyelenggara pendidikan. narasumber, (4) komite
(3) narasumber, (4) komite lembaga pendidikan. sekolah, (5) penyelenggara
sekolah, (5) penyelenggara lembaga pendidikan.
lembaga pendidikan.
7. Sekolah menyusun KTSP dan Program penyusunan KTSP penyusunan KTSP dan KOSP KTSP dan KOSP disusun
KOSP yang meliputi: (1) visi, dan KOSP yang memenuhi yang memenuhi semua meliputi: (1) visi, misi, dan
misi, dan tujuan, (2) semua komponen, meliputi komponen, meliputi (1) visi, tujuan, (2) pengorganisasian
pengorganisasian muatan (1) visi, misi, dan tujuan, (2) misi, dan tujuan, (2) muatan kurikuler, (3)
kurikuler, (3) pengaturan pengorganisasian muatan pengorganisasian muatan pengaturan beban belajar
beban belajar siswa dan kurikuler, (3) pengaturan kurikuler, (3) pengaturan beban siswa dan beban kerja guru, (4)
90
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
beban kerja guru, (4) beban belajar siswa dan belajar siswa dan beban kerja penyusunan kalender
penyusunan kalender beban kerja guru, (4) guru, (4) penyusunan kalender pendidikan, (5) penyusunan
pendidikan, (5) penyusunan penyusunan kalender pendidikan, (5) penyusunan silabus muatan pelajaran, (6)
silabus muatan pelajaran, (6) pendidikan, (5) penyusunan penyusunan RPP.
penyusunan RPP. silabus muatan pelajaran,
(6) penyusunan RPP.
8. Sekolah mengembangkan Membuat program Pelaksanaan kurikulum sesuai Pengembangan kurikulum
kurikulum sesuai dengan pengembangan kurikulum dengan prosedur operasional sesuai dengan prosedur
prosedur operasional sesuai dengan prosedur pengembangan KTSPdan KOSP operasional pengembangan
pengembangan KTSP dan operasional pengembangan yang meliputi tahapan berikut: KTSP dan KOSP yang meliputi
KOSPyang meliputi tahapan KTSP dan KOSP yang (1) analisis, (2) penyusunan, (3) tahapan berikut: (1) analisis,
berikut: (1) analisis, (2) meliputi tahapan berikut: (1) penetapan, (4) pengesahan. (2) penyusunan, (3) penetapan,
penyusunan, (3) penetapan, analisis, (2) penyusunan, (3) (4) pengesahan.
(4) pengesahan. penetapan, (4) pengesahan.
9. Sekolah melaksanakan Membuat program Pelaksanaan program kurikulum Kurikulum sesuai ketentuan:
kurikulum sesuai ketentuan: kurikulum sesuai ketentuan: sesuai ketentuan: (1) mengikuti (1) mengikuti struktur
(1) mengikuti struktur (1) mengikuti struktur struktur kurikulum, (2) kurikulum, (2) penugasan
kurikulum, (2) penugasan kurikulum, (2) penugasan penugasan terstruktur dan terstruktur dan kegiatan
terstruktur dan kegiatan terstruktur dan kegiatan kegiatan mandiri, maksimal mandiri, maksimal 50%, (3)
mandiri, maksimal 50%, (3) mandiri, maksimal 50%, (3) 50%, (3) penambahan beban penambahan beban belajar per
penambahan beban belajar penambahan beban belajar belajar per minggu maksimal minggu maksimal dua jam
91
INDIKATOR PEMENUHAN
NO PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
per minggu maksimal dua per minggu maksimal dua dua jam pelajaran, (4) mata pelajaran, (4) mata pelajaran
jam pelajaran, (4) mata jam pelajaran, (4) mata pelajaran seni budaya, prakarya, seni budaya, prakarya, dan
pelajaran seni budaya, pelajaran seni budaya, dan kewirausahaan kewirausahaan
prakarya, dan prakarya, dan diselenggarakan minimal dua diselenggarakan minimal dua
kewirausahaan kewirausahaan aspek, (5) menyelenggarakan aspek, (5) menyelenggarakan
diselenggarakan minimal diselenggarakan minimal kegiatan pengembangan diri kegiatan pengembangan diri
dua aspek, (5) dua aspek, (5) dan cara penilaiannya. dan cara penilaiannya.
menyelenggarakan kegiatan menyelenggarakan kegiatan
pengembangan diri dan cara pengembangan diri dan cara
penilaiannya. penilaiannya.
92
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
komponen: (1) identitas mata ATP yang memuat komponen: yang memuat komponen: (1) (1) identitas mata pelajaran,
pelajaran, (2) identitas (1) identitas mata pelajaran, identitas mata pelajaran, (2) (2) identitas sekolah, (3)
sekolah, (3) kompetensi inti, (2) identitas sekolah, (3) identitas sekolah, (3) kompetensi inti, (4)
(4) kompetensi dasar, (5) kompetensi inti, (4) kompetensi inti, (4) kompetensi kompetensi dasar, (5) materi
materi pokok, (6) kegiatan kompetensi dasar, (5) materi dasar, (5) materi pokok, (6) pokok, (6) kegiatan
pembelajaran, (7) penilaian, pokok, (6) kegiatan kegiatan pembelajaran, (7) pembelajaran, (7) penilaian,
(8) alokasi waktu, (9) sumber pembelajaran, (7) penilaian, penilaian, (8) alokasi waktu, (9) (8) alokasi waktu, (9) sumber
belajar. (8) alokasi waktu, (9) sumber sumber belajar. belajar.
belajar.
2. Sekolah mengembangkan RPP Membuat program kegiatan Melaksanakan program kegiatan Pengembangan RPP dan modul
dan modul ajar dari silabus pengembangan RPP dan pengembangan RPP dan modul ajar dari silabus dan ATP,
dan ATP, secara lengkap dan modul ajar dari silabus dan ajar dari silabus dan ATP, secara secara lengkap dan sistematis.
sistematis. ATP, secara lengkap dan lengkap dan sistematis
sistematis
3. Sekolah mengalokasikan waktu Menyusun alokasi waktu dan Menerapkan alokasi waktu dan Alokasi waktu dan beban
dan beban belajar sesuai beban belajar sesuai dengan beban belajar sesuai dengan belajar sesuai ketentuan: (1)
ketentuan: (1) durasi 1 jam ketentuan: (1) durasi 1 jam ketentuan: (1) durasi 1 jam durasi 1 jam pembelajaran, (2)
pembelajaran, (2) beban pembelajaran, (2) beban pembelajaran, (2) beban belajar beban belajar per minggu, (3)
belajar per minggu, (3) beban belajar per minggu, (3) beban per minggu, (3) beban belajar beban belajar per semester, (4)
belajar per semester, (4) belajar per semester, (4) per semester, (4) beban belajar beban belajar per tahun
beban belajar per tahun beban belajar per tahun per tahun pelajaran. pelajaran.
93
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
pelajaran. pelajaran.
4. Sekolah melaksanakan proses Menyusun dan membagi Melaksanakan pembelajaran Pelaksanaan proses
pembelajaran dengan jumlah rombongan belajar dengan dengan jumlah siswa per pembelajaran dengan jumlah
siswa per rombongan belajar jumlah siswa per rombongan rombongan belajar maksimum siswa per rombongan belajar
maksimum 32 orang. belajar maksimum 32 orang. 32 orang. maksimum 32 orang.
5. Siswa menggunakan buku teks Memfasilitasi siswa untuk Melaksanakan pembelajaran Penggunaan buku teks
pelajaran dalam proses menggunakan buku teks dan menggunakan buku teks dan pelajaran dalam proses
pembelajaran dan perpus perpus digital perpus digital pembelajaran. Dan perpus
digital digital
6. Guru melakukan pengelolaan Guru menyusun rencana Guru melaksanakan rencana Pengelolaan kelas yang baik
kelas yang baik dengan: (1) pembelajaran meliputi pembelajaran meliputi dengan: (1) keteladanan dalam
keteladanan dalam sikap pengelolaan kelas yang baik pengelolaan kelas yang baik sikap spiritual, (2) keteladanan
spiritual, (2) keteladanan dengan: (1) keteladanan dengan: (1) keteladanan dalam dalam sikap sosial, (3)
dalam sikap sosial, (3) dalam sikap spiritual, (2) sikap spiritual, (2) keteladanan pengaturan tempat, (4)
pengaturan tempat, (4) keteladanan dalam sikap dalam sikap sosial, (3) pengaturan suara, (5)
pengaturan suara, (5) sosial, (3) pengaturan pengaturan tempat, (4) penggunaan kata-kata santun,
penggunaan kata-kata santun, tempat, (4) pengaturan suara, pengaturan suara, (5) lugas, dan mudah dimengerti,
lugas, dan mudah dimengerti, (5) penggunaan kata-kata penggunaan kata-kata santun, (6) kemampuan belajar siswa,
(6) kemampuan belajar siswa, santun, lugas, dan mudah lugas, dan mudah dimengerti, (7) ketertiban kelas, (8)
(7) ketertiban kelas, (8) dimengerti, (6) kemampuan (6) kemampuan belajar siswa, penguatan dan umpan balik,
penguatan dan umpan balik, belajar siswa, (7) ketertiban (7) ketertiban kelas, (8) (9) keaktifan siswa, (10)
94
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
(9) keaktifan siswa, (10) kelas, (8) penguatan dan penguatan dan umpan balik, (9) berpakaian sopan, bersih, dan
berpakaian sopan, bersih, dan umpan balik, (9) keaktifan keaktifan siswa, (10) berpakaian rapi, (11) menjelaskan silabus
rapi, (11) menjelaskan silabus siswa, (10) berpakaian sopan, sopan, bersih, dan rapi, (11) mata pelajaran pada tiap awal
mata pelajaran pada tiap awal bersih, dan rapi, (11) menjelaskan silabus mata semester, (12) ketepatan
semester, (12) ketepatan menjelaskan silabus mata pelajaran pada tiap awal penggunaan waktu.
penggunaan waktu. pelajaran pada tiap awal semester, (12) ketepatan
semester, (12) ketepatan penggunaan waktu.
penggunaan waktu.
7. Guru memulai pembelajaran Guru menyusun rencana Guru melaksanakan kegiatan Pembelajaran dimulai dengan
dengan 5 langkah pendahuluan pembelajaran dengan 5 memulai pembelajaran dengan 5 langkah pendahuluan
berikut: (1) menyiapkan siswa langkah pendahuluan berikut: 5 langkah pendahuluan berikut: berikut: (1) menyiapkan siswa
secara psikis dan fisik untuk (1) menyiapkan siswa secara (1) menyiapkan siswa secara secara psikis dan fisik untuk
mengikuti pembelajaran, (2) psikis dan fisik untuk psikis dan fisik untuk mengikuti mengikuti pembelajaran, (2)
memberi motivasi belajar mengikuti pembelajaran, (2) pembelajaran, (2) memberi memberi motivasi belajar
siswa, (3) mengajukan memberi motivasi belajar motivasi belajar siswa, (3) siswa, (3) mengajukan
pertanyaan yang mengaitkan siswa, (3) mengajukan mengajukan pertanyaan yang pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya pertanyaan yang mengaitkan mengaitkan pengetahuan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan pengetahuan sebelumnya sebelumnya dengan materi dengan materi yang akan
dipelajari, (4) menjelaskan dengan materi yang akan yang akan dipelajari, (4) dipelajari, (4) menjelaskan
tujuan pembelajaran, (5) dipelajari, (4) menjelaskan menjelaskan tujuan tujuan pembelajaran, (5)
menyampaikan cakupan tujuan pembelajaran, (5) pembelajaran, (5) menyampaikan cakupan
95
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
materi dan penjelasan uraian menyampaikan cakupan menyampaikan cakupan materi materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus. materi dan penjelasan uraian dan penjelasan uraian kegiatan kegiatan sesuai silabus.
kegiatan sesuai silabus. sesuai silabus.
8. Guru menggunakan model Guru menyusun rencana Guru melaksanakan kegiatan Penggunaan model
pembelajaran yang sesuai pembelajaran dengan model pembelajaran dengan model pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik siswa dan pembelajaran yanag sesuai pembelajaran yanag sesuai dengan karakteristik siswa dan
mata pelajaran. dengan karakteristik siswa dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran.
dan mata pelajaran mata pelajaran
9. Guru menggunakan metode Guru menyusun rencana Guru melaksanakan kegiatan Penggunaan metode
pembelajaran yang sesuai pembelajaran dengan pembelajaran menggunakan pembelajaran yang sesuai
karakteristik siswa dan mata menggunakan metode metode pembelajaran yang karakteristik siswa dan mata
pelajaran. pembelajaran yang sesuai sesuai karakteristik siswa dan pelajaran.
karakteristik siswa dan mata mata pelajaran.
pelajaran.
10. Guru menggunakan media Guru menyusun rencana Guru melaksanakan kegiatan Penggunaan media
pembelajaran yang sesuai pembelajaran dengan pembelajaran menggunakan pembelajaran yang sesuai
karakteristik siswa dan mata menggunakan media media pembelajaran yang karakteristik siswa dan mata
pelajaran. pembelajaran yang sesuai sesuai karakteristik siswa dan pelajaran.
karakteristik siswa dan mata mata pelajaran.
pelajaran.
11. Guru menggunakan sumber Guru menyusun rencana guru melaksanakan kegiatan Penggunaan sumber belajar
96
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
belajar yang sesuai pembelajaran menggunakan pembelajaran Guru yang sesuai karakteristik siswa
karakteristik siswa dan mata sumber belajar yang sesuai menggunakan sumber belajar dan mata pelajaran.
pelajaran. karakteristik siswa dan mata yang sesuai karakteristik siswa
pelajaran. dan mata pelajaran.
12. Guru menggunakan Guru menyusun rencana Guru melaksanakan kegiatan Penggunaan pendekatan
pendekatan pembelajaran pembelajaran menggunakan pembelajaran menggunakan pembelajaran yang sesuai
yang sesuai karakteristik siswa pendekatan pembelajaran pendekatan pembelajaran yang karakteristik siswa dan mata
dan mata pelajaran. yang sesuai karakteristik sesuai karakteristik siswa dan pelajaran.
siswa dan mata pelajaran mata pelajaran
13. Guru bersama siswa Guru menyusun rencana Guru melaksanakan kegiatan Kegiatan penutup
mengakhiri pembelajaran pembelajaran dalam pembelajaran bersama siswa pembelajaran dengan langkah
dengan langkah penutup mengakhiri pembelajaran mengakhiri pembelajaran berikut: (1) mengevaluasi
berikut: (1) mengevaluasi dengan langkah penutup dengan langkah penutup seluruh rangkaian aktivitas
seluruh rangkaian aktivitas berikut: (1) mengevaluasi berikut: (1) mengevaluasi pembelajaran, (2) memberikan
pembelajaran, (2) memberikan seluruh rangkaian aktivitas seluruh rangkaian aktivitas umpan balik terhadap proses
umpan balik terhadap proses pembelajaran, (2) pembelajaran, (2) memberikan dan hasil pembelajaran, (3)
dan hasil pembelajaran, (3) memberikan umpan balik umpan balik terhadap proses melakukan kegiatan tindak
melakukan kegiatan tindak terhadap proses dan hasil dan hasil pembelajaran, (3) lanjut, (4) menginformasikan
lanjut, (4) menginformasikan pembelajaran, (3) melakukan melakukan kegiatan tindak rencana kegiatan pembelajaran
rencana kegiatan kegiatan tindak lanjut, (4) lanjut, (4) menginformasikan berikutnya.
pembelajaran berikutnya. menginformasikan rencana rencana kegiatan pembelajaran
97
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
kegiatan pembelajaran berikutnya.
berikutnya.
14. Guru menggunakan Guru merancang Guru menggunakan pendekatan Penggunaan pendekatan
pendekatan penilaian otentik menggunakan pendekatan penilaian otentik dalam penilaian otentik dalam
dalam penilaian proses penilaian otentik dalam penilaian proses pembelajaran. penilaian proses pembelajaran.
pembelajaran. penilaian proses
pembelajaran.
15. Guru memanfaatkan hasil Guru merencanakan tindak Guru memanfaatkan hasil Pemanfaatan hasil penilaian
penilaian otentik untuk lanjut hasil penilaian otentik penilaian otentik untuk otentik untuk
merencanakan program: (1) untuk merencanakan program: (1) merencanakan program: (1)
remedial, (2) pengayaan (3) merencanakan program: (1) remedial, (2) pengayaan (3) remedial, (2) pengayaan (3)
pelayanan konseling, (4) remedial, (2) pengayaan (3) pelayanan konseling, (4) pelayanan konseling, (4)
perbaikan proses pelayanan konseling, (4) perbaikan proses pembelajaran. perbaikan proses
pembelajaran. perbaikan proses pembelajaran.
pembelajaran.
16. Kepala sekolah melakukan Kepala sekolah menyusun Kepala sekolah melaksanakan Pengawasan proses
pengawasan proses program pengawasan proses program pengawasan proses pembelajaran oleh kepala
pembelajaran dengan objektif pembelajaran dengan objektif pembelajaran dengan objektif sekolah dilaksanakan dengan
dan transparan guna dan transparan guna dan transparan guna objektif dan transparan guna
peningkatan mutu secara peningkatan mutu secara peningkatan mutu secara peningkatan mutu secara
berkelanjutan. berkelanjutan. berkelanjutan. berkelanjutan.
98
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
17. Kepala sekolah melakukan Kepala sekolah menyusun Kepala sekolah melaksanakan Supervisi proses pembelajaran
supervisi proses pembelajaran program supervisi proses program supervisi proses terhadap seluruh guru setiap
terhadap seluruh guru setiap pembelajaran terhadap pembelajaran terhadap seluruh tahun.
tahun. seluruh guru setiap tahun. guru se melaksanakan program
tiap tahun.
18. Kepala sekolah memantau Kepala sekolah menyusun Kepala sekolah melaksanakan Pemantauan proses
proses pembelajaran melalui: program pemantauan proses program pemantauan proses pembelajaran melalui: (1)
(1) diskusi kelompok terfokus, pembelajaran melalui: (1) pembelajaran melalui: (1) diskusi kelompok terfokus, (2)
(2) pengamatan, (3) diskusi kelompok terfokus, (2) diskusi kelompok terfokus, (2) pengamatan, (3) pencatatan,
pencatatan, (4) perekaman, (5) pengamatan, (3) pencatatan, pengamatan, (3) pencatatan, (4) (4) perekaman, (5) wawancara,
wawancara, (6) (4) perekaman, (5) perekaman, (5) wawancara, (6) (6) pendokumentasian.
pendokumentasian. wawancara, (6) pendokumentasian
pendokumentasian
19. Kepala sekolah Kepala sekolah Kepala sekolah menindaklanjuti Tindak lanjut hasil supervisi
menindaklanjuti hasil supervisi merencanakan program hasil supervisi proses proses pembelajaran dengan
proses pembelajaran dengan tindak lanjut hasil supervisi pembelajaran dengan cara: (1) cara: (1) pemberian contoh, (2)
cara: (1) pemberian contoh, (2) proses pembelajaran dengan pemberian contoh, (2) diskusi, diskusi, (3) konsultasi, (4)
diskusi, (3) konsultasi, (4) cara: (1) pemberian contoh, (3) konsultasi, (4) pelatihan. pelatihan.
pelatihan. (2) diskusi, (3) konsultasi, (4)
pelatihan.
20. Kepala sekolah menyusun: (1) Kepala sekolah menyusun Kepala sekolah menyusun: (1) Kepala sekolah menyusun: (1)
99
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN
NO INDIKATOR KEBERHASILAN
SNP
laporan pemantauan, (2) program penyusunan: (1) laporan pemantauan, (2) laporan pemantauan, (2)
laporan supervisi, (3) laporan laporan pemantauan, (2) laporan supervisi, (3) laporan laporan supervisi, (3) laporan
evaluasi proses pembelajaran, laporan supervisi, (3) laporan evaluasi proses pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran,
(4) program tindak lanjut. evaluasi proses (4) program tindak lanjut. (4) program tindak lanjut.
pembelajaran, (4) program
tindak lanjut.
21. Kepala sekolah melakukan Kepala sekolah menyusun Kepala sekolah melakukan Pelaksanaan tindak lanjut
tindak lanjut terhadap hasil program tindak lanjut program tindak lanjut terhadap terhadap hasil pengawasan
pengawasan proses terhadap hasil pengawasan hasil pengawasan proses proses pembelajaran, minimal
pembelajaran, minimal 1 tahun proses pembelajaran, minimal pembelajaran, minimal 1 tahun 1 tahun terakhir.
terakhir. 1 tahun terakhir. terakhir.
100
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
2. Guru memiliki sertifikat Sekolah mengusulkan guru Guru mengikuti PPG bagi yang 50% guru memiliki
pendidik. mengikuti PPG yang sudah memenuhi syarat sertifikat pendidik.
diselenggarakan oleh
pemerintah
3. Guru mengampu mata Sekolah membagi guru untuk Guru mengampu mata pelajaran 50% guru mengampu mata
pelajaran sesuai dengan latar mengampu mata pelajaran sesuai dengan ijazah yang pelajaran sesuai dengan
belakang pendidikan dan/atau sesuai dengan ijazah yang dimiliki dan linier latar belakang pendidikan
uji kelayakan dan kesetaraan. dimiliki dan/atau uji kelayakan dan
kesetaraan.
4. Guru mata pelajaran memiliki Merancang kegiatan program Melaksanakan kegiatan 80% guru mata pelajaran
kompetensi pedagogik, peningkatan kompetensi program peningkatan memiliki kompetensi
meliputi: (1) mengintegrasikan pedagogik meliputi: (1) kompetensi pedagogik meliputi: pedagogik, meliputi: (1)
karakteristik siswa, (2) mengintegrasikan (1) mengintegrasikan mengintegrasikan
pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa, (2) karakteristik siswa, (2) karakteristik siswa, (2)
dengan karakteristik siswa, (3) pembelajaran yang sesuai pembelajaran yang sesuai pembelajaran yang sesuai
merancang kegiatan dengan karakteristik siswa, dengan karakteristik siswa, (3) dengan karakteristik siswa,
pembelajaran siswa (3) merancang kegiatan merancang kegiatan (3) merancang kegiatan
berdasarkan kurikulum, (4) pembelajaran siswa pembelajaran siswa pembelajaran siswa
menyelenggarakan berdasarkan kurikulum, (4) berdasarkan kurikulum, (4) berdasarkan kurikulum, (4)
pembelajaran yang mendidik, menyelenggarakan menyelenggarakan menyelenggarakan
(5) menggunakan teknologi pembelajaran yang mendidik, pembelajaran yang mendidik, pembelajaran yang
101
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
informasi dan komunikasi, (6) (5) menggunakan teknologi (5) menggunakan teknologi mendidik, (5)
mengembangkan potensi informasi dan komunikasi, (6) informasi dan komunikasi, (6) menggunakan teknologi
siswa, (7) berkomunikasi mengembangkan potensi mengembangkan potensi siswa, informasi dan komunikasi,
secara efektif, empati, dan siswa, (7) berkomunikasi (7) berkomunikasi secara (6) mengembangkan
santun, (8) melaksanakan secara efektif, empati, dan efektif, empati, dan santun, (8) potensi siswa, (7)
penilaian proses dan hasil santun, (8) melaksanakan melaksanakan penilaian proses berkomunikasi secara
belajar, (9) menggunakan hasil penilaian proses dan hasil dan hasil belajar, (9) efektif, empati, dan santun,
penilaian proses dan hasil belajar, (9) menggunakan menggunakan hasil penilaian (8) melaksanakan penilaian
belajar, (10) melakukan hasil penilaian proses dan proses dan hasil belajar, (10) proses dan hasil belajar,
tindakan reflektif. hasil belajar, (10) melakukan melakukan tindakan reflektif. (9) menggunakan hasil
tindakan reflektif. penilaian proses dan hasil
belajar, (10) melakukan
tindakan reflektif.
5. Guru memiliki kompetensi Merancang program kegiatan Melaksanakan program kegiatan 80% guru memiliki
profesional, meliputi: (1) peningkatan kompetensi peningkatan kompetensi kompetensi profesional,
menguasai materi, struktur, profesional meliputi: (1) profesional meliputi: (1) meliputi: (1) menguasai
konsep, dan pola pikir menguasai materi, struktur, menguasai materi, struktur, materi, struktur, konsep,
keilmuan yang mendukung konsep, dan pola pikir konsep, dan pola pikir keilmuan dan pola pikir keilmuan
mata pelajaran yang diampu, keilmuan yang mendukung yang mendukung mata yang mendukung mata
(2) menguasai kompetensi inti mata pelajaran yang diampu, pelajaran yang diampu, (2) pelajaran yang diampu, (2)
dan kompetensi dasar mata (2) menguasai kompetensi menguasai kompetensi inti dan menguasai kompetensi inti
102
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
pelajaran yang diampu, (3) inti dan kompetensi dasar kompetensi dasar mata dan kompetensi dasar
mengembangkan materi mata pelajaran yang diampu, pelajaran yang diampu, (3) mata pelajaran yang
pembelajaran yang diampu (3) mengembangkan materi mengembangkan materi diampu, (3)
secara kreatif, (4) pembelajaran yang diampu pembelajaran yang diampu mengembangkan materi
mengembangkan keprofesian secara kreatif, (4) secara kreatif, (4) pembelajaran yang diampu
secara berkelanjutan dengan mengembangkan keprofesian mengembangkan keprofesian secara kreatif, (4)
melakukan tindakan reflektif, secara berkelanjutan dengan secara berkelanjutan dengan mengembangkan
(5) memanfaatkan teknologi melakukan tindakan reflektif, melakukan tindakan reflektif, (5) keprofesian secara
informasi dan komunikasi. (5) memanfaatkan teknologi memanfaatkan teknologi berkelanjutan dengan
informasi dan komunikasi. informasi dan komunikasi. melakukan tindakan
reflektif, (5) memanfaatkan
teknologi informasi dan
komunikasi.
6. Guru memiliki kompetensi Merancang program kegiatan Melaksanakan program kegiatan 80% guru memiliki
kepribadian, meliputi: (1) peningkatan kompetensi peningkatan kompetensi kompetensi kepribadian,
bertindak sesuai dengan kepribadian, meliputi: (1) kepribadian, meliputi: (1) meliputi: (1) bertindak
norma agama, hukum, sosial, bertindak sesuai dengan bertindak sesuai dengan norma sesuai dengan norma
dan kebudayaan, (2) norma agama, hukum, sosial, agama, hukum, sosial, dan agama, hukum, sosial, dan
menampilkan diri sebagai dan kebudayaan, (2) kebudayaan, (2) menampilkan kebudayaan, (2)
pribadi yang jujur, berakhlak menampilkan diri sebagai diri sebagai pribadi yang jujur, menampilkan diri sebagai
mulia, dan teladan, (3) pribadi yang jujur, berakhlak berakhlak mulia, dan teladan, pribadi yang jujur,
103
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
menampilkan diri sebagai mulia, dan teladan, (3) (3) menampilkan diri sebagai berakhlak mulia, dan
pribadi yang mantap, stabil, menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, teladan, (3) menampilkan
dewasa, arif, dan berwibawa, pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, (4) diri sebagai pribadi yang
(4) menunjukkan etos kerja, dewasa, arif, dan berwibawa, menunjukkan etos kerja, mantap, stabil, dewasa,
tanggung jawab, rasa bangga (4) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab, rasa bangga arif, dan berwibawa, (4)
menjadi guru, dan rasa tanggung jawab, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya menunjukkan etos kerja,
percaya diri, (5) menjunjung menjadi guru, dan rasa diri, (5) menjunjung tinggi kode tanggung jawab, rasa
tinggi kode etik profesi. percaya diri, (5) menjunjung etik profesi. bangga menjadi guru, dan
tinggi kode etik profesi. rasa percaya diri, (5)
menjunjung tinggi kode
etik profesi.
7. Guru memiliki kompetensi Merancang program kegiatan Melaksanakan program kegiatan 80% guru memiliki
sosial yang ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peningkatan kompetensi sosial kompetensi sosial yang
komunikasi yang efektif dan sosial yang ditunjukkan yang ditunjukkan melalui ditunjukkan melalui
santun dengan: (1) sesama melalui komunikasi yang komunikasi yang efektif dan komunikasi yang efektif
guru, (2) tenaga kependidikan, efektif dan santun dengan: santun dengan: (1) sesama dan santun dengan: (1)
(3) siswa, (4) orangtua siswa, (1) sesama guru, (2) tenaga guru, (2) tenaga kependidikan, sesama guru, (2) tenaga
(5) masyarakat. kependidikan, (3) siswa, (4) (3) siswa, (4) orangtua siswa, (5) kependidikan, (3) siswa, (4)
orangtua siswa, (5) masyarakat. orangtua siswa, (5)
masyarakat. masyarakat.
8. Guru Bimbingan Konseling (BK) Merancang program kegiatan Melaksanakan program kegiatan 80% guru Bimbingan
104
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
memiliki kompetensi peningkatan kompetensi peningkatan kompetensi Konseling (BK) memiliki
profesional yang meliputi: (1) pedagogik untuk guru BK pedagogik untuk guru BK kompetensi profesional
penguasaan konsep dan memiliki kompetensi memiliki kompetensi profesional yang meliputi: (1)
praksis asesmen,(2) profesional yang meliputi: (1) yang meliputi: (1) penguasaan penguasaan konsep dan
penguasaan kerangka teoretis penguasaan konsep dan konsep dan praksis asesmen,(2) praksis asesmen,(2)
dan praksis, (3) perencanaan praksis asesmen,(2) penguasaan kerangka teoretis penguasaan kerangka
program, (4) pelaksanaan penguasaan kerangka dan praksis, (3) perencanaan teoretis dan praksis, (3)
program, (5) penilaian proses teoretis dan praksis, (3) program, (4) pelaksanaan perencanaan program, (4)
dan hasil kegiatan, (6) perencanaan program, (4) program, (5) penilaian proses pelaksanaan program, (5)
komitmen terhadap etika pelaksanaan program, (5) dan hasil kegiatan, (6) penilaian proses dan hasil
profesional, (7) penguasaan penilaian proses dan hasil komitmen terhadap etika kegiatan, (6) komitmen
konsep dan praksis penelitian. kegiatan, (6) komitmen profesional, (7) penguasaan terhadap etika profesional,
terhadap etika profesional, konsep dan praksis penelitian. (7) penguasaan konsep
(7) penguasaan konsep dan dan praksis penelitian.
praksis penelitian.
9. Rasio antara Guru BK dengan Pengadaan Guru BK untuk Mengusulkan pada dindikpora Rasio antara Guru BK
jumlah siswa sesuai ketentuan, penyesuaian guru BK dengan dengan jumlah siswa sesuai
1 (satu) Guru BK melayani rasio siswa ketentuan, 1 (satu) Guru
maksimal 150 siswa. BK melayani maksimal 250
siswa.
10. Kepala sekolah memenuhi Kepala sekolah memenuhi Kepala sekolah memenuhi Kepala sekolah memenuhi
105
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
persyaratan, meliputi: (1) persyaratan, meliputi: (1) persyaratan, meliputi: (1) persyaratan, meliputi: (1)
memiliki kualifikasi akademik memiliki kualifikasi akademik memiliki kualifikasi akademik memiliki kualifikasi
paling rendah sarjana S1 atau paling rendah sarjana S1 atau paling rendah sarjana S1 atau akademik paling rendah
D4, (2) berusia maksimal 56 D4, (2) berusia maksimal 56 D4, (2) berusia maksimal 56 sarjana S1 atau D4, (2)
tahun, (3) sehat jasmani dan tahun, (3) sehat jasmani dan tahun, (3) sehat jasmani dan berusia maksimal 56
rohani, (4) tidak pernah rohani, (4) tidak pernah rohani, (4) tidak pernah tahun, (3) sehat jasmani
dikenakan hukuman disiplin, dikenakan hukuman disiplin, dikenakan hukuman disiplin, (5) dan rohani, (4) tidak
(5) memiliki sertifikat pendidik, (5) memiliki sertifikat memiliki sertifikat pendidik, (6) pernah dikenakan
(6) memiliki sertifikat kepala pendidik, (6) memiliki memiliki sertifikat kepala hukuman disiplin, (5)
sekolah, (7) berpengalaman sertifikat kepala sekolah, (7) sekolah, (7) berpengalaman memiliki sertifikat pendidik,
mengajar minimal 5 tahun, (8) berpengalaman mengajar mengajar minimal 5 tahun, (8) (6) memiliki sertifikat
golongan minimal III/c bagi PNS minimal 5 tahun, (8) golongan golongan minimal III/c bagi PNS kepala sekolah, (7)
dan bagi non-PNS disetarakan, minimal III/c bagi PNS dan dan bagi non-PNS disetarakan, berpengalaman mengajar
(9) nilai baik untuk penilaian bagi non-PNS disetarakan, (9) (9) nilai baik untuk penilaian minimal 5 tahun, (8)
kinerja dalam 2 tahun terakhir. nilai baik untuk penilaian kinerja dalam 2 tahun terakhir. golongan minimal III/c bagi
kinerja dalam 2 tahun PNS dan bagi non-PNS
terakhir. disetarakan, (9) nilai baik
untuk penilaian kinerja
dalam 2 tahun terakhir.
11. Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki
kompetensi manajerial yang kompetensi manajerial yang kompetensi manajerial yang kompetensi manajerial
106
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
meliputi: (1) menyusun meliputi: (1) menyusun meliputi: (1) menyusun yang meliputi: (1)
perencanaan, (2) perencanaan, (2) perencanaan, (2) menyusun perencanaan,
mengembangkan organisasi, mengembangkan organisasi, mengembangkan organisasi, (3) (2) mengembangkan
(3) memimpin (3) memimpin memimpin penyelenggaraan organisasi, (3) memimpin
penyelenggaraan sekolah, (4) penyelenggaraan sekolah, (4) sekolah, (4) mengelola penyelenggaraan sekolah,
mengelola perubahan dan mengelola perubahan dan perubahan dan pengembangan, (4) mengelola perubahan
pengembangan, (5) pengembangan, (5) (5) menciptakan budaya dan pengembangan, (5)
menciptakan budaya kondusif menciptakan budaya kondusif kondusif dan inovatif, (6) menciptakan budaya
dan inovatif, (6) mengelola dan inovatif, (6) mengelola mengelola guru dan tenaga kondusif dan inovatif, (6)
guru dan tenaga administrasi, guru dan tenaga administrasi, administrasi, (7) mengelola mengelola guru dan tenaga
(7) mengelola sarana dan (7) mengelola sarana dan sarana dan prasarana, (8) administrasi, (7) mengelola
prasarana, (8) mengelola prasarana, (8) mengelola mengelola hubungan dengan sarana dan prasarana, (8)
hubungan dengan masyarakat, hubungan dengan masyarakat, (9) mengelola mengelola hubungan
(9) mengelola seleksi siswa, masyarakat, (9) mengelola seleksi siswa, (10) mengelola dengan masyarakat, (9)
(10) mengelola pengembangan seleksi siswa, (10) mengelola pengembangan kurikulum dan mengelola seleksi siswa,
kurikulum dan kegiatan pengembangan kurikulum kegiatan pembelajaran, (11) (10) mengelola
pembelajaran, (11) mengelola dan kegiatan pembelajaran, mengelola keuangan, (12) pengembangan kurikulum
keuangan, (12) mengelola (11) mengelola keuangan, mengelola ketatausahaan, (13) dan kegiatan
ketatausahaan, (13) mengelola (12) mengelola mengelola unit layanan khusus, pembelajaran, (11)
unit layanan khusus, (14) ketatausahaan, (13) (14) mengelola sistem mengelola keuangan, (12)
mengelola sistem informasi, mengelola unit layanan informasi, (15) memanfaatkan mengelola ketatausahaan,
107
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
(15) memanfaatkan TIK, (16) khusus, (14) mengelola TIK, (16) melakukan monitoring, (13) mengelola unit
melakukan monitoring, sistem informasi, (15) evaluasi, dan pelaporan. layanan khusus, (14)
evaluasi, dan pelaporan. memanfaatkan TIK, (16) mengelola sistem
melakukan monitoring, informasi, (15)
evaluasi, dan pelaporan. memanfaatkan TIK, (16)
melakukan monitoring,
evaluasi, dan pelaporan.
12. Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki
kemampuan kewirausahaan kemampuan kewirausahaan kemampuan kewirausahaan kemampuan
yang meliputi: (1) melakukan yang meliputi: (1) melakukan yang meliputi: (1) melakukan kewirausahaan yang
inovasi, (2) bekerja keras, (3) inovasi, (2) bekerja keras, (3) inovasi, (2) bekerja keras, (3) meliputi: (1) melakukan
memiliki motivasi, (4) pantang memiliki motivasi, (4) memiliki motivasi, (4) pantang inovasi, (2) bekerja keras,
menyerah dan selalu mencari pantang menyerah dan selalu menyerah dan selalu mencari (3) memiliki motivasi, (4)
solusi terbaik, (5) memiliki mencari solusi terbaik, (5) solusi terbaik, (5) memiliki naluri pantang menyerah dan
naluri kewirausahaan. memiliki naluri kewirausahaan. selalu mencari solusi
kewirausahaan. terbaik, (5) memiliki naluri
kewirausahaan.
13. Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki Kepala sekolah memiliki
kemampuan supervisi kemampuan supervisi kemampuan supervisi akademik kemampuan supervisi
akademik yang meliputi: (1) akademik yang meliputi: (1) yang meliputi: (1) akademik yang meliputi:
merencanakan program merencanakan program merencanakan program (1) merencanakan program
108
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
supervisi , (2) melaksanakan supervisi , (2) melaksanakan supervisi , (2) melaksanakan supervisi , (2)
supervisi terhadap guru, (3) supervisi terhadap guru, (3) supervisi terhadap guru, (3) melaksanakan supervisi
mengevaluasi hasil supervisi, mengevaluasi hasil supervisi, mengevaluasi hasil supervisi, (4) terhadap guru, (3)
(4) menindaklanjuti hasil (4) menindaklanjuti hasil menindaklanjuti hasil supervisi. mengevaluasi hasil
supervisi. supervisi. supervisi, (4)
menindaklanjuti hasil
supervisi.
14. Sekolah memiliki Kepala Pengadaan Kepala Tenaga Pengajuan pemenuhan pada Memiliki Koordinator
Tenaga Administrasi dengan Administrasi dengan dindikpora Kepala Tenaga Tenaga Administrasi
ketentuan: (1) kualifikasi ketentuan: (1) kualifikasi Administrasi dengan ketentuan: dengan ketentuan: (1)
minimal berpendidikan S1 minimal berpendidikan S1 (1) kualifikasi minimal kualifikasi minimal
dengan pengalaman kerja dengan pengalaman kerja berpendidikan S1 dengan berpendidikan S1 dengan
minimal 4 tahun, atau D3 minimal 4 tahun, atau D3 pengalaman kerja minimal 4 pengalaman kerja minimal
dengan pengalaman kerja dengan pengalaman kerja tahun, atau D3 dengan 4 tahun, atau D3 dengan
minimal 8 tahun, (2) memiliki minimal 8 tahun, (2) memiliki pengalaman kerja minimal 8 pengalaman kerja minimal
sertifikat kepala tenaga sertifikat kepala tenaga tahun, (2) memiliki sertifikat 8 tahun, (2) memiliki
administrasi sekolah dari administrasi sekolah dari kepala tenaga administrasi sertifikat kepala tenaga
lembaga yang ditetapkan oleh lembaga yang ditetapkan sekolah dari lembaga yang administrasi sekolah dari
pemerintah. oleh pemerintah. ditetapkan oleh pemerintah. lembaga yang ditetapkan
oleh pemerintah.
15. Sekolah memiliki tenaga Pengadaan tenaga Pengajuan pemenuhan tenaga Memiliki 1 tenaga
109
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
administrasi yang administrasi berkualifikasi administrasi yang berkualifikasi administrasi yang
berkualifikasi akademik akademik minimal SMA atau akademik minimal SMA atau berkualifikasi akademik
minimal SMA atau yang yang sederajat sesuai dengan yang sederajat sesuai dengan minimal SMA atau yang
sederajat sesuai dengan bidang tugasnya. bidang tugasnya. sederajat sesuai dengan
bidang tugasnya. bidang tugasnya.
16. Kepala perpustakaan Kepala perpustakaan Kepala perpustakaan memenuhi Kepala perpustakaan
memenuhi syarat sebagai memenuhi syarat sebagai syarat sebagai berikut: (1) bagi memenuhi syarat sebagai
berikut: (1) bagi jalur pendidik berikut: (1) bagi jalur pendidik jalur pendidik minimal S1/D4, berikut: (1) bagi jalur
minimal S1/D4, memiliki minimal S1/D4, memiliki memiliki sertifikat kompetensi, pendidik minimal S1/D4,
sertifikat kompetensi, dan sertifikat kompetensi, dan dan masa kerja 3 tahun, (2) bagi memiliki sertifikat
masa kerja 3 tahun, (2) bagi masa kerja 3 tahun, (2) bagi jalur tenaga kependidikan kompetensi, dan masa
jalur tenaga kependidikan jalur tenaga kependidikan minimal D2, memiliki sertifikat kerja 3 tahun, (2) bagi jalur
minimal D2, memiliki sertifikat minimal D2, memiliki kompetensi pengelolaan tenaga kependidikan
kompetensi pengelolaan sertifikat kompetensi minimal D2, memiliki
perpustakaan serta pengelolaan sertifikat kompetensi
berpengalaman 4 tahun. pengelolaan perpustakaan
serta berpengalaman 4
tahun.
17. Tenaga Perpustakaan memiliki Pengadaan tenaga Pengajuan pemenuhan tenaga Tenaga Perpustakaan
kualifikasi minimal SMA atau perpustakaan memiliki perpustakaan memiliki memiliki kualifikasi minimal
yang sederajat dan memiliki kualifikasi minimal SMA atau kualifikasi minimal SMA atau SMA atau yang sederajat
110
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
sertifikat kompetensi yang sederajat dan memiliki yang sederajat dan memiliki dan memiliki sertifikat
pengelolaan perpustakaan sertifikat kompetensi sertifikat kompetensi kompetensi pengelolaan
sekolah. pengelolaan perpustakaan pengelolaan perpustakaan perpustakaan sekolah.
sekolah. sekolah.
18. Sekolah memiliki laboran Pengadaan laboran dengan Pengajuan pemenuhan laboran Sekolah memiliki laboran
dengan kualifikasi akademik kualifikasi akademik sesuai dengan kualifikasi akademik dengan kualifikasi
sesuai ketentuan standar ketentuan standar tenaga sesuai ketentuan standar akademik sesuai ketentuan
tenaga laboratorium. laboratorium. tenaga laboratorium. standar tenaga
laboratorium.
19. Sekolah memiliki petugas yang Pengadaan petugas yang Pengajuan petugas yang Sekolah memiliki petugas
melaksanakan layanan khusus, melaksanakan layanan melaksanakan layanan khusus, yang melaksanakan
meliputi tugas: (1) penjaga khusus, meliputi tugas: (1) meliputi tugas: (1) penjaga layanan khusus, meliputi
keamanan, (2) tukang kebun, penjaga keamanan, (2) keamanan, (2) pesuruh. tugas: (1) penjaga
(3) tenaga kebersihan, (4) pesuruh. keamanan, (2) pesuruh.
pesuruh, (5) pengemudi.
111
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
1. Sekolah memiliki luas lahan Sekolah memiliki luas lahan Sekolah memelihara lahan Sekolah memiliki luas
sesuai ketentuan luas sesuai ketentuan luas sesuai ketentuan lahan sesuai ketentuan
minimum. minimum. luas minimum.
2. Lahan sekolah memenuhi Lahan sekolah sesuai dengan Sekolah memelihara lahan Lahan sekolah memenuhi
ketentuan: (1) terhindar dari ketentuan sesuai ketentuan ketentuan: (1) terhindar
potensi bahaya yang dari potensi bahaya yang
mengancam kesehatan dan mengancam kesehatan
keselamatan jiwa, (2) memiliki dan keselamatan jiwa, (2)
akses untuk penyelamatan memiliki akses untuk
dalam keadaan darurat, (3) penyelamatan dalam
terhindar dari pencemaran air, keadaan darurat, (3)
(4) terhindar dari kebisingan, terhindar dari pencemaran
(5) terhindar dari pencemaran air, (4) terhindar dari
udara. kebisingan, (5) terhindar
dari pencemaran udara.
3. Sekolah memiliki luas lantai Sekolah memiliki luas lantai Sekolah memelihara lantai Sekolah memiliki luas
bangunan sesuai ketentuan. bangunan sesuai ketentuan. bangunan sesuai ketentuan. lantai bangunan sesuai
ketentuan.
4. Bangunan sekolah memenuhi Bangunan sekolah memenuhi Sekolah memelihara bangunan Bangunan sekolah
persyaratan keselamatan, persyaratan keselamatan sesuai persyaratan keselamatan memenuhi persyaratan
meliputi: (1) konstruksi yang keselamatan, meliputi: (1)
112
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
stabil, (2) konstruksi yang konstruksi yang stabil, (2)
kukuh, (3) sistem pencegahan konstruksi yang kukuh, (3)
bahaya kebakaran, (4), fasilitas sistem pencegahan bahaya
ramah anak, (5) penangkal kebakaran, (4), fasilitas
petir. ramah anak, (5) penangkal
petir.
5. Bangunan sekolah memenuhi Bangunan sekolah memenuhi Sekolah memelihara bangunan Bangunan sekolah
persyaratan kesehatan yang persyaratan kesehatan sesuai persyaratan kesehatan memenuhi persyaratan
meliputi: (1) ventilasi udara, kesehatan yang meliputi:
(2) pencahayaan, (3) sanitasi, (1) ventilasi udara, (2)
(4) tempat sampah, (5) bahan pencahayaan, (3) sanitasi,
bangunan yang aman. (4) tempat sampah, (5)
bahan bangunan yang
aman.
6. Bangunan sekolah memiliki Bangunan sekolah memiliki Sekolah memelihara instalasi Bangunan sekolah memiliki
instalasi listrik dengan daya instalasi listrik dengan daya listrik dengan daya yang instalasi listrik dengan
yang mencukupi kebutuhan. yang mencukupi kebutuhan. mencukupi kebutuhan. daya yang mencukupi
kebutuhan.
7. Sekolah melakukan Sekolah melakukan Sekolah melakukan Sekolah melakukan
pemeliharaan berkala 5 tahun pemeliharaan berkala 5 tahun pemeliharaan berkala 5 tahun pemeliharaan berkala 5
sekali, meliputi: pengecatan sekali, meliputi: pengecatan sekali, meliputi: pengecatan tahun sekali, meliputi:
113
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
ulang, perbaikan jendela dan ulang, perbaikan jendela dan ulang, perbaikan jendela dan pengecatan ulang,
pintu, lantai, penutup atap, pintu, lantai, penutup atap, pintu, lantai, penutup atap, perbaikan jendela dan
plafon, instalasi air, dan listrik. plafon, instalasi air, dan plafon, instalasi air, dan listrik. pintu, lantai, penutup atap,
listrik. plafon, instalasi air, dan
listrik.
8. Sekolah memiliki prasarana Sekolah memiliki prasarana Pengadaan sarana yang belum Sekolah memiliki prasarana
yang lengkap sesuai ketentuan yang lengkap sesuai dimiliki yang lengkap sesuai
dengan kondisi baik. ketentuan dengan kondisi ketentuan dengan kondisi
baik. baik.
9. Sekolah memiliki ruang kelas Sekolah memiliki ruang kelas Sekolah memelihara ruang kelas Sekolah memiliki ruang
dengan jumlah, ukuran, dan dengan jumlah, ukuran, dan dengan jumlah, ukuran, dan kelas dengan jumlah,
sarana sesuai ketentuan. sarana sesuai ketentuan. sarana sesuai ketentuan. ukuran, dan sarana sesuai
ketentuan.
10. Sekolah memiliki ruang Sekolah memiliki ruang Sekolah memelihara ruang Sekolah memiliki ruang
perpustakaan dengan luas dan perpustakaan dengan luas perpustakaan dengan luas dan perpustakaan dengan luas
sarana sesuai dengan dan sarana sesuai dengan sarana sesuai dengan ketentuan dan sarana sesuai dengan
ketentuan dan ketentuan dan dan pendayagunaannya secara ketentuan dan
pendayagunaannya secara pendayagunaannya secara maksimal, kondisinya terawat pendayagunaannya secara
maksimal, kondisinya terawat maksimal, kondisinya terawat dengan baik, bersih serta maksimal, kondisinya
dengan baik, bersih serta dengan baik, bersih serta nyaman. terawat dengan baik,
nyaman. nyaman. bersih serta nyaman.
114
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
11. Sekolah memiliki kelas yang Sekolah memiliki kelas yang Sekolah memelihara kelas yang Sekolah memiliki kelas
dapat dimanfaatkan sebagai dapat dimanfaatkan sebagai dapat dimanfaatkan sebagai yang dapat dimanfaatkan
laboratorium IPA, yang laboratorium IPA laboratorium IPA sebagai laboratorium IPA,
dilengkapi dengan: (1) model yang dilengkapi dengan:
kerangka manusia, (2) model (1) model kerangka
tubuh manusia, (3) globe, (4) manusia, (2) model tubuh
model tata surya, (5) manusia, (3) globe, (4)
bermacam kaca, (6) cermin, model tata surya, (5)
(7) lensa, (8) magnet batang, bermacam kaca, (6)
(9) berbagai macam poster. cermin, (7) lensa, (8)
magnet batang, (9)
berbagai macam poster.
12. Sekolah memiliki ruang Sekolah memiliki ruang Sekolah memelihara ruang Sekolah memiliki ruang
pimpinan dengan luas pimpinan dengan luas pimpinan dengan luas minimum pimpinan dengan luas
minimum 12 m2 dengan minimum sesuai ketentuan minimum 12 m2 dengan
sarana meliputi: (1) kursi sarana meliputi: (1) kursi
pimpinan, (2) meja pimpinan, pimpinan, (2) meja
(3) kursi dan meja tamu, (4) pimpinan, (3) kursi dan
lemari, (5) papan statistik, (6) meja tamu, (4) lemari, (5)
simbol kenegaraan, (7) tempat papan statistik, (6) simbol
sampah, (8) jam dinding. kenegaraan, (7) tempat
115
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
sampah, (8) jam dinding.
13. Sekolah memiliki ruang guru Sekolah memiliki ruang guru Sekolah memelihara ruang guru Sekolah memiliki ruang
dengan rasio minimum 4 dengan rasio minimum dengan rasio minimum dan guru dengan rasio
m2/guru dan luas minimum 40 sesuai ketentuan minimum 4 m2/guru dan
m2, dengan sarana: (1) kursi luas minimum 40 m2,
kerja, (2) meja kerja, (3) dengan sarana: (1) kursi
lemari, (4) kursi tamu, (5) kerja, (2) meja kerja, (3)
papan statistik, (6) papan lemari, (4) kursi tamu, (5)
pengumuman, (7) tempat papan statistik, (6) papan
sampah, (8) tempat cuci pengumuman, (7) tempat
tangan, (9) jam dinding. sampah, (8) tempat cuci
tangan, (9) jam dinding.
14. Sekolah memiliki ruang tenaga Sekolah memiliki ruang Sekolah memelihara ruang Sekolah memiliki ruang
administrasi dengan rasio tenaga administrasi dengan tenaga administrasi tenaga administrasi
minimum 4 m2/staf dan luas rasio minimum dengan rasio minimum 4
minimum 16 m2, dengan m2/staf dan luas minimum
sarana: (1) kursi kerja, (2) meja 16 m2, dengan sarana: (1)
kerja, (3) lemari, (4) papan kursi kerja, (2) meja kerja,
statistik, (5) tempat sampah, (3) lemari, (4) papan
(6) komputer, (7) filing kabinet, statistik, (5) tempat
(8) brankas, (9) telepon, (10) sampah, (6) komputer, (7)
116
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
jam dinding, (11) kotak kontak, filing kabinet, (8) brankas,
(12) penanda waktu. (9) telepon, (10) jam
dinding, (11) kotak kontak,
(12) penanda waktu.
15. Sekolah memiliki tempat Sekolah memiliki tempat Sekolah memelihara tempat Sekolah memiliki tempat
beribadah bagi warga sekolah beribadah bagi warga sekolah beribadah bagi warga sekolah beribadah bagi warga
dengan luas minimum 12 m2 dengan luas minimum sekolah dengan luas
dan sarana berupa: (1) minimum 12 m2 dan
perlengkapan ibadah, (2) sarana berupa: (1)
lemari, (3) jam dinding, (4) air perlengkapan ibadah, (2)
dan tempat berwudu. lemari, (3) jam dinding, (4)
air dan tempat berwudu.
16. Sekolah memiliki ruang Sekolah memiliki ruang Sekolah memelihara ruang Sekolah memiliki ruang
konseling dengan luas konseling dengan luas konseling dengan baik konseling dengan luas
minimum 9 m2, dengan minimum minimum 9 m2, dengan
sarana: (1) meja kerja, (2) kursi sarana: (1) meja kerja, (2)
kerja, (3) kursi tamu, (4) kursi kerja, (3) kursi tamu,
lemari, (5) papan kegiatan, (6) (4) lemari, (5) papan
instrumen konseling, (7) buku kegiatan, (6) instrumen
sumber, (8) media konseling, (7) buku
pengembangan kepribadian, sumber, (8) media
117
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
(9) jam dinding. pengembangan
kepribadian, (9) jam
dinding.
17. Sekolah memiliki ruang UKS Sekolah memiliki ruang UKS Sekolah memelihara ruang UKS Sekolah memiliki ruang
dengan luas minimum 12 m2, dengan luas minimum dengan baik UKS dengan luas minimum
dengan sarana: (1) tempat 12 m2, dengan sarana: (1)
tidur, (2) lemari, (3) meja, (4) tempat tidur, (2) lemari, (3)
kursi, (5) catatan kesehatan meja, (4) kursi, (5) catatan
siswa, (6) perlengkapan P3K, kesehatan siswa, (6)
(7) tandu, (8) selimut, (9) perlengkapan P3K, (7)
tensimeter, (10) termometer tandu, (8) selimut, (9)
badan, (11) timbangan badan, tensimeter, (10)
(12) pengukur timbangan termometer badan, (11)
badan, (13) tempat sampah, timbangan badan, (12)
(14) tempat cuci tangan, (15) pengukur timbangan
jam dinding. badan, (13) tempat
sampah,(14) tempat cuci
tangan, (15) jam dinding.
18. Sekolah memiliki ruang Sekolah memiliki ruang Sekolah memelihara ruang Sekolah memiliki ruang
organisasi kesiswaan dengan organisasi kesiswaan dengan organisasi kesiswaan dengan organisasi kesiswaan
luas minimum 9 m2, dengan luas minimum baik dengan luas minimum 9
118
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
sarana: (1) meja, (2) kursi, (3) m2, dengan sarana: (1)
papan tulis, (4) lemari, (5) jam meja, (2) kursi, (3) papan
dinding. tulis, (4) lemari, (5) jam
dinding.
19. Sekolah memiliki jamban Sekolah sudah memiliki Sekolah memelihara jamban Sekolah memiliki jamban
dengan ketentuan: (1) jumlah jamban dengan ketentuan dengan baik dengan ketentuan: (1)
minimum, (2) luas minimum Sekolah mengajukan jumlah minimum, (2) luas
per jamban, (3) tersedia air, (4) penambahan jamban minimum per jamban, (3)
bersih, (5) sarana lengkap tersedia air, (4) bersih, (5)
sarana lengkap
20. Sekolah memiliki gudang Sekolah memiliki gudang Sekolah memelihara gudang Sekolah memiliki gudang
dengan ketentuan: (1) luas dengan ketentuan dengan baik dengan ketentuan: (1) luas
minimum 21 m2, (2) memiliki minimum 21 m2, (2)
perabot, (3) dapat dikunci, (4) memiliki perabot, (3) dapat
tertata dengan baik. dikunci, (4) tertata dengan
baik.
21. Sekolah memiliki tempat Sekolah memiliki tempat Sekolah memelihara tempat Sekolah memiliki tempat
bermain, berolahraga, bermain, berolahraga, bermain, berolahraga, bermain, berolahraga,
berkesenian, keterampilan, berkesenian, keterampilan, berkesenian, keterampilan, dan berkesenian, keterampilan,
dan upacara dengan dan upacara dengan upacara dengan baik dan upacara dengan
ketentuan: (1) luas minimum, ketentuan ketentuan: (1) luas
119
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
(2) memiliki bendera dan tiang minimum, (2) memiliki
bendera, (3) memiliki bendera dan tiang
peralatan olahraga, (4) bendera, (3) memiliki
memiliki peralatan seni peralatan olahraga, (4)
budaya, (5) memiliki peralatan memiliki peralatan seni
keterampilan. budaya, (5) memiliki
peralatan keterampilan.
22. Sekolah memiliki ruang Sekolah memiliki ruang Sekolah memelihara ruang Sekolah memiliki ruang
sirkulasi yang memenuhi sirkulasi yang memenuhi sirkulasi dengan baik sirkulasi yang memenuhi
ketentuan: (1) luas minimum ketentuan ketentuan: (1) luas
(2) kualitas (3) terawat dengan minimum (2) kualitas (3)
baik, (4) bersih, (5) nyaman. terawat dengan baik, (4)
bersih, (5) nyaman.
23. Sekolah memiliki kantin yang Sekolah memiliki kantin yang Sekolah memelihara kantin yang Sekolah memiliki kantin
memenuhi ketentuan: (1) area memenuhi ketentuan memenuhi ketentuan dengan yang memenuhi ketentuan:
tersendiri, (2) luas minimum 12 pemeliharaan lantai, atap, (1) area tersendiri, (2) luas
m2, (3) ruangan bersih, (4) dinding minimum 12 m2, (3)
sanitasi yang baik, (5) ruangan bersih, (4) sanitasi
menyediakan makanan yang yang baik, (5)
sehat dan bergizi. menyediakan makanan
yang sehat dan bergizi.
120
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
24. Sekolah memiliki tempat parkir Sekolah memiliki tempat Sekolah memelihara tempat Sekolah memiliki tempat
kendaraan yang memenuhi parkir kendaraan yang parkir kendaraan dengan parkir kendaraan yang
ketentuan: (1) area khusus memenuhi ketentuan penggantian Atap dan perbaikan memenuhi ketentuan: (1)
parkir, (2) luas memadai, (3) lantai area khusus parkir, (2) luas
memiliki sistem pengamanan, memadai, (3) memiliki
(4) memiliki rambu-rambu sistem pengamanan, (4)
parkir, (5) memiliki petugas memiliki rambu-rambu
khusus. parkir, (5) memiliki petugas
khusus.
121
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
komite sekolah.
2. Sekolah telah merumuskan dan Merumuskan dan menetapkan Rencana Kerja Jangka Sekolah telah merumuskan
menetapkan Rencana Kerja Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana dan menetapkan Rencana
Jangka Menengah (RKJM) dan Menengah (RKJM) dan Kerja Tahunan (RKT) sesuai Kerja Jangka Menengah
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Rencana Kerja Tahunan (RKT) ketentuan, meliputi: (1) (RKJM) dan Rencana Kerja
sesuai ketentuan, meliputi: (1) sesuai ketentuan, meliputi: (1) disusun sesuai rekomendasi Tahunan (RKT) sesuai
disusun sesuai rekomendasi disusun sesuai rekomendasi hasil Evaluasi Diri, (2) ketentuan, meliputi: (1)
hasil Evaluasi Diri, (2) hasil Evaluasi Diri, (2) diputuskan dalam rapat dewan disusun sesuai rekomendasi
diputuskan dalam rapat dewan diputuskan dalam rapat dewan pendidik, (3) disahkan oleh hasil Evaluasi Diri, (2)
pendidik, (3) disahkan oleh pendidik, (3) disahkan oleh Dinas Pendidikan, (4) diputuskan dalam rapat
Dinas Pendidikan, (4) Dinas Pendidikan, (4) dituangkan dalam dokumen dewan pendidik, (3)
dituangkan dalam dokumen dituangkan dalam dokumen tertulis disusun dan dikelola disahkan oleh Dinas
tertulis. tertulis. bersama oleh tim pengembang Pendidikan, (4) dituangkan
sekolah, seluruh warga dalam dokumen tertulis.
sekolah, dan komite sekolah.
3. Sekolah memiliki pedoman Menyusun program pedoman Pedoman pengelolaan yang Sekolah memiliki pedoman
pengelolaan yang meliputi: (1) pengelolaan yang meliputi: (1) meliputi: (1) KTSP dan KOSP , pengelolaan yang meliputi:
KTSP, (2) kalender KTSP, (2) kalender (2) kalender (1) KTSP DAN KOSP, (2)
pendidikan/akademik, (3) pendidikan/akademik, (3) pendidikan/akademik, (3) kalender
struktur organisasi, (4) struktur organisasi, (4) struktur organisasi, (4) pendidikan/akademik, (3)
pembagian tugas guru, (5) pembagian tugas guru, (5) pembagian tugas guru, (5) struktur organisasi, (4)
122
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
pembagian tugas tenaga pembagian tugas tenaga pembagian tugas tenaga pembagian tugas guru, (5)
kependidikan, (6) peraturan kependidikan, (6) peraturan kependidikan, (6) peraturan pembagian tugas tenaga
akademik, (7) tata tertib, (8) akademik, (7) tata tertib, (8) akademik, (7) tata tertib, (8) kependidikan, (6) peraturan
kode etik, (9) biaya kode etik, (9) biaya kode etik, (9) biaya operasional akademik, (7) tata tertib, (8)
operasional. operasional. disusun bersama oleh tim kode etik, (9) biaya
pengembang sekolah, guru, operasional.
dan karyawan.
4. Sekolah memiliki struktur Menyusun struktur organisasi Struktur organisasi yang Sekolah memiliki struktur
organisasi yang lengkap dan yang lengkap dan efektif, lengkap dan efektif, sesuai organisasi yang lengkap dan
efektif, sesuai ketentuan, sesuai ketentuan, melalui ketentuan, melalui langkah efektif, sesuai ketentuan,
melalui langkah berikut: (1) langkah berikut: (1) berikut: (1) diputuskan, (2) melalui langkah berikut: (1)
diputuskan, (2) ditetapkan, (3) diputuskan, (2) ditetapkan, (3) ditetapkan, (3) disosialisasikan, diputuskan, (2) ditetapkan,
disosialisasikan, (4) disahkan. disosialisasikan, (4) disahkan. (4) disahkan disusun dan (3) disosialisasikan, (4)
dikelola bersama oleh tim disahkan.
pengembang sekolah, guru,
dan karyawan.
5. Sekolah melaksanakan Menyusun program Melaksanakan Program Sekolah melaksanakan
kegiatan sesuai rencana kerja pelaksanaan kegiatan sesuai pelaksanaan kegiatan sesuai kegiatan sesuai rencana
tahunan. rencana kerja tahunan. rencana kerja tahunan disusun kerja tahunan.
bersama oleh tim pengembang
sekolah, guru, dan karyawan.
123
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
6. Sekolah melaksanakan Menyusun program kegiatan Melaksanakan Program Sekolah melaksanakan
kegiatan kesiswaan yang kesiswaan yang meliputi: (1) kegiatan kesiswaan yang kegiatan kesiswaan yang
meliputi: (1) Penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru meliputi: (1) Penerimaan meliputi: (1) Penerimaan
Peserta Didik Baru (PPDB), (2) (PPDB), (2) layanan konseling, Peserta Didik Baru (PPDB), (2) Peserta Didik Baru (PPDB),
layanan konseling, (3) (3) ekstrakurikuler, (4) layanan konseling, (3) (2) layanan konseling, (3)
ekstrakurikuler, (4) pembinaan pembinaan prestasi, (5) ekstrakurikuler, (4) pembinaan ekstrakurikuler, (4)
prestasi, (5) penelusuran penelusuran alumni. prestasi, (5) penelusuran pembinaan prestasi, (5)
alumni. alumni disusun bersama oleh penelusuran alumni.
tim pengembang sekolah,
guru, dan karyawan.
7. Sekolah melaksanakan Menyusun program Melaksanakan Program Sekolah melaksanakan
pengelolaan bidang kurikulum pengelolaan bidang kurikulum pengelolaan bidang kurikulum pengelolaan bidang
dan kegiatan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran kurikulum dan kegiatan
meliputi: (1) KTSP dan KOSP, meliputi: (1) KTSP dan KOSP, meliputi: (1) KTSP dan KOSP, pembelajaran meliputi: (1)
(2) kalender pendidikan, (3) (2) kalender pendidikan, (3) (2) kalender pendidikan, (3) KTSP dan KOSP, (2) kalender
perangkat pembelajaran, (4) perangkat pembelajaran, (4) perangkat pembelajaran, (4) pendidikan, (3) perangkat
penilaian hasil belajar siswa, (5) penilaian hasil belajar siswa, penilaian hasil belajar siswa, pembelajaran, (4) penilaian
peraturan akademik. (5) peraturan akademik. (5) peraturan akademik hasil belajar siswa, (5)
disusun dan dikelola bersama peraturan akademik.
oleh tim pengembang sekolah,
guru, dan karyawan.
124
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
8. Sekolah mendayagunakan Menyusun program Melaksanakan Program Sekolah mendayagunakan
pendidik dan tenaga pendayagunaan pendidik dan pendayagunaan pendidik dan pendidik dan tenaga
kependidikan meliputi: (1) tenaga kependidikan meliputi: tenaga kependidikan meliputi: kependidikan meliputi: (1)
pemenuhan kebutuhan, (2) (1) pemenuhan kebutuhan, (2) (1) pemenuhan kebutuhan, (2) pemenuhan kebutuhan, (2)
pemberdayaan, (3) pemberdayaan, (3) pemberdayaan, (3) pemberdayaan, (3)
pengembangan dan promosi, pengembangan dan promosi, pengembangan dan promosi, pengembangan dan
(4) penghargaan. (4) penghargaan. (4) penghargaan disusun dan promosi, (4) penghargaan.
dikelola bersama oleh tim
pengembang sekolah, guru,
dan karyawan.
9. Sekolah melaksanakan Menyusun program penilaian Melaksanakan Program Sekolah melaksanakan
penilaian kinerja pendidik dan kinerja pendidik dan tenaga penilaian kinerja pendidik dan penilaian kinerja pendidik
tenaga kependidikan, meliputi: kependidikan, meliputi: (1) tenaga kependidikan, meliputi: dan tenaga kependidikan,
(1) kesesuaian penugasan kesesuaian penugasan dengan (1) kesesuaian penugasan meliputi: (1) kesesuaian
dengan keahlian, (2) keahlian, (2) keseimbangan dengan keahlian, (2) penugasan dengan keahlian,
keseimbangan beban kerja, (3) beban kerja, (3) keaktifan, (4) keseimbangan beban kerja, (3) (2) keseimbangan beban
keaktifan, (4) pencapaian pencapaian prestasi, (5) keaktifan, (4) pencapaian kerja, (3) keaktifan, (4)
prestasi, (5) keikutsertaan keikutsertaan dalam berbagai prestasi, (5) keikutsertaan pencapaian prestasi, (5)
dalam berbagai lomba. lomba. dalam berbagai lomba disusun keikutsertaan dalam
dan dikelola bersama oleh tim berbagai lomba.
pengembang sekolah, guru,
125
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
dan karyawan.
10. Sekolah menyusun pedoman Menyusun program pedoman Melaksanakan Program Sekolah menyusun pedoman
pengelolaan pembiayaan pengelolaan pembiayaan pedoman pengelolaan pengelolaan pembiayaan
investasi dan operasional investasi dan operasional pembiayaan investasi dan investasi dan operasional
sesuai ketentuan: (1) disusun sesuai ketentuan: (1) disusun operasional sesuai ketentuan: sesuai ketentuan: (1)
mengacu pada standar mengacu pada standar (1) disusun mengacu pada disusun mengacu pada
pembiayaan, (2) mengatur pembiayaan, (2) mengatur standar pembiayaan, (2) standar pembiayaan, (2)
tentang sumber pemasukan, tentang sumber pemasukan, mengatur tentang sumber mengatur tentang sumber
pengeluaran, dan jumlah dana, pengeluaran, dan jumlah pemasukan, pengeluaran, dan pemasukan, pengeluaran,
(3) mengatur tentang dana, (3) mengatur tentang jumlah dana, (3) mengatur dan jumlah dana, (3)
penyusunan dan pencairan penyusunan dan pencairan tentang penyusunan dan mengatur tentang
anggaran, (4) mengatur anggaran, (4) mengatur pencairan anggaran, (4) penyusunan dan pencairan
tentang kewenangan dan tentang kewenangan dan mengatur tentang kewenangan anggaran, (4) mengatur
tanggung jawab kepala sekolah tanggung jawab kepala dan tanggung jawab kepala tentang kewenangan dan
dalam membelanjakan sekolah dalam membelanjakan sekolah dalam membelanjakan tanggung jawab kepala
anggaran, (5) mengatur anggaran, (5) mengatur anggaran, (5) mengatur sekolah dalam
tentang pembukuan. tentang pembukuan. tentang pembukuan disusun membelanjakan anggaran,
dan dikelola bersama oleh tim (5) mengatur tentang
pengembang sekolah, guru, pembukuan.
dan karyawan.
11. Sekolah melibatkan peran serta Menyusun program pelibatkan Melaksanakan program Sekolah melibatkan peran
126
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
masyarakat dan membangun peran serta masyarakat dan pelibatkan peran serta serta masyarakat dan
kemitraan dengan lembaga lain membangun kemitraan masyarakat dan membangun membangun kemitraan
yang relevan dalam melakukan dengan lembaga lain yang kemitraan dengan lembaga dengan lembaga lain yang
berbagai kegiatan pengelolaan relevan dalam melakukan lain yang relevan dalam relevan dalam melakukan
pendidikan, antara lain berbagai kegiatan pengelolaan melakukan berbagai kegiatan berbagai kegiatan
lembaga: (1) pendidikan, (2) pendidikan, antara lain pengelolaan pendidikan, pengelolaan pendidikan,
kesehatan, (3) kepolisian, (4) lembaga: (1) pendidikan, (2) antara lain lembaga: (1) antara lain lembaga: (1)
keagamaan dan kesehatan, (3) kepolisian, (4) pendidikan, (2) kesehatan, (3) pendidikan, (2) kesehatan,
kemasyarakatan, (5) dunia keagamaan dan kepolisian, (4) keagamaan dan (3) kepolisian, (4)
usaha, (6) pengembangan kemasyarakatan, (5) dunia kemasyarakatan, (5) dunia keagamaan dan
minat dan bakat. usaha, (6) pengembangan usaha, (6) pengembangan kemasyarakatan, (5) dunia
minat dan bakat. minat dan bakat disusun dan usaha, (6) pengembangan
dikelola bersama oleh tim minat dan bakat.
pengembang sekolah, guru,
karyawan, dan komite sekolah.
12. Sekolah melaksanakan Menyusun program kegiatan Melaksanakan program Sekolah melaksanakan
kegiatan evaluasi diri terhadap evaluasi diri terhadap kinerja kegiatan evaluasi diri terhadap kegiatan evaluasi diri
kinerja sekolah dalam rangka sekolah dalam rangka kinerja sekolah dalam rangka terhadap kinerja sekolah
pemenuhan Standar Nasional pemenuhan Standar Nasional pemenuhan Standar Nasional dalam rangka pemenuhan
Pendidikan (SNP). Pendidikan (SNP). Pendidikan (SNP) disusun dan Standar Nasional Pendidikan
dikelola bersama oleh tim (SNP).
127
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
pengembang sekolah, guru,
dan karyawan.
13. Kepala sekolah melaksanakan Menyusun program Melaksanakan program Kepala sekolah
tugas kepemimpinan yang pelaksanaan tugas pelaksanaan tugas melaksanakan tugas
meliputi: (1) menjabarkan visi kepemimpinan Kepala Sekolah kepemimpinan Kepala Sekolah kepemimpinan yang
ke dalam misi, (2) merumuskan yang meliputi: (1) yang meliputi: (1) menjabarkan meliputi: (1) menjabarkan
tujuan dan target mutu, (3) menjabarkan visi ke dalam visi ke dalam misi, (2) visi ke dalam misi, (2)
menganalisis tantangan, misi, (2) merumuskan tujuan merumuskan tujuan dan target merumuskan tujuan dan
peluang, kekuatan, dan dan target mutu, (3) mutu, (3) menganalisis target mutu, (3)
kelemahan, (4) membuat menganalisis tantangan, tantangan, peluang, kekuatan, menganalisis tantangan,
rencana kerja strategis dan peluang, kekuatan, dan dan kelemahan, (4) membuat peluang, kekuatan, dan
rencana kerja tahunan, (5) kelemahan, (4) membuat rencana kerja strategis dan kelemahan, (4) membuat
melibatkan guru dan komite, rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan, (5) rencana kerja strategis dan
(6) meningkatkan motivasi rencana kerja tahunan, (5) melibatkan guru dan komite, rencana kerja tahunan, (5)
kerja, (7) menciptakan melibatkan guru dan komite, (6) meningkatkan motivasi melibatkan guru dan komite,
lingkungan pembelajaran yang (6) meningkatkan motivasi kerja, (7) menciptakan (6) meningkatkan motivasi
efektif, (8) meningkatkan mutu, kerja, (7) menciptakan lingkungan pembelajaran yang kerja, (7) menciptakan
(9) memberi teladan. lingkungan pembelajaran yang efektif, (8) meningkatkan lingkungan pembelajaran
efektif, (8) meningkatkan mutu, (9) memberi teladan yang efektif, (8)
mutu, (9) memberi teladan. disusun dan dikelola bersama meningkatkan mutu, (9)
oleh tim pengembang sekolah, memberi teladan.
128
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
guru, dan karyawan.
14. Kepala sekolah dalam Menyusu program kegiatan Melaksanakan program Kepala sekolah dalam
pengelolaan sekolah Kepala Sekolah dalam kegiatan Kepala Sekolah dalam pengelolaan sekolah
menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sekolah yang pengelolaan sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip
kepemimpinan pembelajaran, menerapkan prinsip-prinsip menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan
meliputi:(1) membangun tujuan kepemimpinan pembelajaran, kepemimpinan pembelajaran, pembelajaran, meliputi:(1)
bersama, (2) meningkatkan meliputi:(1) membangun meliputi:(1) membangun membangun tujuan
kreasi dan inovasi dalam tujuan bersama, (2) tujuan bersama, (2) bersama, (2) meningkatkan
pengembangan kurikulum, (3) meningkatkan kreasi dan meningkatkan kreasi dan kreasi dan inovasi dalam
mengembangkan motivasi inovasi dalam pengembangan inovasi dalam pengembangan pengembangan kurikulum,
guru, (4) menjamin kurikulum, (3) kurikulum, (3) (3) mengembangkan
pelaksanaan mutu proses mengembangkan motivasi mengembangkan motivasi motivasi guru, (4) menjamin
pembelajaran, (5) guru, (4) menjamin guru, (4) menjamin pelaksanaan mutu proses
mengembangkan sistem pelaksanaan mutu proses pelaksanaan mutu proses pembelajaran, (5)
penilaian, (6) mengambil pembelajaran, (5) pembelajaran, (5) mengembangkan sistem
keputusan berbasis data. mengembangkan sistem mengembangkan sistem penilaian, (6) mengambil
penilaian, (6) mengambil penilaian, (6) mengambil keputusan berbasis data.
keputusan berbasis data. keputusan berbasis data
disusun dan dikelola bersama
oleh tim pengembang sekolah,
guru, dan karyawan.
129
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
15. Sekolah memiliki sistem Menyusun program Melaksanakan program Sekolah memiliki sistem
informasi manajemen (SIM) penggunaan sistem informasi penggunaan sistem informasi informasi manajemen (SIM)
yang meliputi: (1) pengelolaan manajemen (SIM) yang manajemen (SIM) yang yang meliputi: (1)
SIM, (2) penyediaan fasilitas meliputi: (1) pengelolaan SIM, meliputi: (1) pengelolaan SIM, pengelolaan SIM, (2)
SIM, (3) penugasan pengelola (2) penyediaan fasilitas SIM, (2) penyediaan fasilitas SIM, penyediaan fasilitas SIM, (3)
SIM, (4) pelaporan data dan (3) penugasan pengelola SIM, (3) penugasan pengelola SIM, penugasan pengelola SIM,
informasi. (4) pelaporan data dan (4) pelaporan data dan (4) pelaporan data dan
informasi. informasi disusun dan dikelola informasi.
bersama oleh tim pengembang
sekolah, guru, dan karyawan.
disusun dan dikelola bersama
oleh tim pengembang sekolah,
guru, dan karyawan
130
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
investasi yang meliputi: (1) untuk investasi yang investasi yang meliputi: (1)
pengembangan sarana dan meliputi: (1) pengembangan pengembangan sarana dan
prasarana, (2) pengembangan sarana dan prasarana, (2) prasarana, (2)
pendidik, (3) pengembangan pengembangan pendidik, (3)
pengembangan pendidik, (3)
tenaga kependidikan, (4) pengembangan tenaga
pengembangan tenaga
modal kerja. kependidikan, (4) modal
kependidikan, (4) modal
kerja.
kerja.
2. Sekolah memiliki Rencana Pemenuhan Rencana Kerja Sekolah menyusun Rencana Sekolah memiliki Rencana
Kerja dan Anggaran (RKA) 3 dan Anggaran Sekolah (RKA- Kerja dan Anggaran (RKA) 3 Kerja dan Anggaran (RKA) 3
tahun terakhir yang memuat S) tahun terakhir yang memuat tahun terakhir yang memuat
alokasi anggaran untuk biaya alokasi anggaran untuk
alokasi anggaran untuk
operasi nonpersonalia yang biaya operasi nonpersonalia
biaya operasi nonpersonalia
mencakup 9 komponen, yang mencakup 9
yang mencakup 9
meliputi: (1) alat tulis sekolah komponen, meliputi: (1) alat
komponen, meliputi: (1) alat
(ATS), (2) bahan dan alat habis tulis sekolah (ATS), (2)
pakai (BAHP), (3) pemeliharaan
tulis sekolah (ATS), (2) bahan dan alat habis pakai
dan perbaikan ringan, (4) daya bahan dan alat habis pakai (BAHP), (3) pemeliharaan
dan jasa, (5) (BAHP), (3) pemeliharaan dan perbaikan ringan, (4)
transportasi/perjalanan dinas, dan perbaikan ringan, (4) daya dan jasa, (5)
(6) konsumsi, (7) asuransi, (8) daya dan jasa, (5) transportasi/perjalanan
pembinaan dinas, (6) konsumsi, (7)
131
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
siswa/ekstrakurikuler, (9) transportasi/perjalanan asuransi, (8) pembinaan
pelaporan. dinas, (6) konsumsi, (7) siswa/ekstrakurikuler, (9)
pembinaan pelaporan.
siswa/ekstrakurikuler, (8)
pelaporan.
3. Sekolah memiliki dokumen Pemenuhan dokumen 1. Sekolah menyusun Sekolah memiliki dokumen
investasi sarana dan prasarana investasi sarana dan dokumen investasi sarana investasi sarana dan
dan prasarana.
secara lengkap. prasarana 2. Dokumen investasi sarana prasarana secara lengkap.
adalah catatan
perlengkapan
pembelajaran yang dapat
dipindah-pindah.
Sedangkan dokumen
prasarana adalah fasilitas
dasar untuk menjalankan
fungsi sekolah (lahan dan
gedung). Kedua dokumen
tersebut dibuat setiap
tahun untuk mengetahui
nilai investasi sarana dan
prasarana.
132
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
dan tenaga kependidikan Anggaran Sekolah (RKA-S) kependidikan meliputi : pendidik dan tenaga
berdasarkan RKA selama 3 biaya pendidikan lanjut, kependidikan berdasarkan
tahun terakhir. pelatihan, seminar dan lain- RKA selama 3 tahun
terakhir.
lain termasuk yang dibiayai
oleh pemerintah/pemerintah
daerah, maupun lembaga
lain.
5. Sekolah merealisasikan modal Pemenuhan realisasi Modal kerja adalah 100% modal kerja
kerja sebesar yang tertuang Rencana Kerja dan anggaran yang disediakan direalisasikan sebesar yang
dalam RKA selama 3 tahun Anggaran Sekolah (RKA-S) untuk membiayai seluruh tertuang dalam RKA selama
terakhir. 3 tahun terakhir.
kebutuhan pendidikan agar
terlaksana proses
pembelajaran secara teratur
dan berkelanjutan.
6. Sekolah menyampaikan biaya Pemenuhan realisasi Biaya operasional untuk Sekolah menyampaikan
operasional untuk guru dan Rencana Kerja dan guru dan tenaga biaya operasional untuk
kependidikan berupa :
tenaga kependidikan berupa: Anggaran Sekolah (RKA-S) guru dan tenaga
(1) gaji, (2) honor kegiatan, (3) 1. Gaji adalah penghasilan kependidikan berupa: (1)
rutin setiap bulan.
insentif, (4) tunjangan lain. 2. Honor kegiatan adalah gaji, (2) honor kegiatan, (3)
penghasilan yang insentif, (4) tunjangan lain.
133
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
diberikan berkaitan
dengan pelaksanaan
kegiatan tertentu.
7. Sekolah merealisasikan Pemenuhan realisasi Biaya alat tulis sekolah Sekolah merealisasikan
rencana belanja anggaran Rencana Kerja dan adalah biaya yang rencana belanja anggaran
pengadaan alat tulis sesuai Anggaran Sekolah (RKA-S) dibutuhkan untuk pengadaan alat tulis sesuai
RKA dalam 3 tahun terakhir. RKA dalam 3 tahun terakhir.
pengadaan pensil, pena,
penghapus, penggaris,
stapler, kertas, buku-buku
administrasi, penggandaan
atau fotokopi, dan lain-lain.
8. Sekolah merealisasikan Pemenuhan realisasi 1. Bahan habis pakai Sekolah merealisasikan
rencana belanja anggaran misalnya: pengadaan rencana belanja anggaran
Rencana Kerja dan
bahan-bahan praktikum,
pengadaan bahan dan alat Anggaran Sekolah (RKA-S) tinta, bahan kebersihan, pengadaan bahan dan alat
habis pakai untuk kegiatan dan sebagainya. habis pakai untuk kegiatan
Alat habis pakai misalnya: alat-
pembelajaran sesuai RKA pembelajaran sesuai RKA
alat olahraga, alat kebersihan,
dalam 3 tahun terakhir. dalam 3 tahun terakhir.
dan sebagainya.
9. Sekolah merealisasikan Pemenuhan realisasi Biaya pemeliharaan dan Sekolah merealisasikan
rencana biaya pemeliharaan perbaikan berkala adalah rencana biaya pemeliharaan
Rencana Kerja dan
biaya untuk memelihara dan
dan perbaikan berkala sarana dan perbaikan berkala
134
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
dan prasarana sesuai RKA. Anggaran Sekolah (RKA-S) memperbaiki sarana dan sarana dan prasarana sesuai
prasarana sekolah untuk RKA.
mempertahankan kualitas
sarana dan prasarana
sekolah agar layak
digunakan sebagai tempat
belajar dan mengajar.
10. Sekolah membelanjakan biaya Pemenuhan realisasi Biaya daya dan jasa Sekolah membelanjakan
pengadaan daya dan jasa Rencana Kerja dan merupakan biaya untuk biaya pengadaan daya dan
sesuai RKA selama 3 tahun Anggaran Sekolah (RKA-S) membayar langganan daya jasa sesuai RKA selama 3
terakhir. tahun terakhir.
dan jasa yang mendukung
kegiatan belajar mengajar di
sekolah seperti listrik,
telepon, internet, air, dan
lain-lain.
11. Sekolah membelanjakan biaya Pemenuhan realisasi 1. Biaya transportasi dan Sekolah membelanjakan
transportasi dan perjalanan perjalanan dinas adalah biaya transportasi dan
Rencana Kerja dan
biaya untuk berbagai
dinas serta konsumsi selama 3 Anggaran Sekolah (RKA-S) keperluan perjalanan dinas perjalanan dinas serta
tahun terakhir. pendidik, tenaga konsumsi selama 3 tahun
kependidikan, dan siswa terakhir.
baik di dalam maupun di
luar kota.
2. Biaya konsumsi adalah
biaya untuk kegiatan
135
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
sekolah yang layak
disediakan konsumsi
seperti rapat-rapat,
perlombaan, dan lain-lain.
12. Sekolah membelanjakan dana Pemenuhan realisasi Biaya pembinaan siswa Sekolah membelanjakan
untuk kegiatan pembinaan adalah biaya untuk dana untuk kegiatan
Rencana Kerja dan
menyelenggarakan kegiatan
siswa selama 3 tahun terakhir. Anggaran Sekolah (RKA-S) pembinaan siswa melalui pembinaan siswa selama 3
kegiatan ekstrakurikuler tahun terakhir.
seperti Pramuka, Palang
Merah Remaja (PMR), Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS),
Kelompok Ilmiah Remaja
(KIR), olah raga, kesenian,
lomba bidang akademik,
pembinaan kegiatan
keagamaan, dan lain-lain.
13. Sekolah membelanjakan Pemenuhan realisasi Anggaran pelaporan adalah Sekolah membelanjakan
anggaran untuk pelaporan Rencana Kerja dan biaya untuk menyusun dan anggaran untuk pelaporan
dalam 3 tahun terakhir. Anggaran Sekolah (RKA-S) mengirimkan laporan dalam 3 tahun terakhir.
136
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
selama 3 tahun terakhir, oleh calon siswa untuk selama 3 tahun terakhir,
dikelola secara: (1) sistematis, dapat diterima sebagai dikelola secara: (1)
siswa dengan berbagai
(2) transparan, (3) efisien, dan istilah antara lain: sistematis, (2) transparan,
(4) akuntabel. Sumbangan (3) efisien, dan (4)
Pengembangan Institusi akuntabel.
2. Sumbangan dari
masyarakat (dunia usaha,
komunitas agama, donatur
alumni, dan lain-lain) yang
berupa infak, sumbangan,
bantuan/beasiswa.
3. Dana dari
Pemerintah/pemerintah
daerah, misalnya Bantuan
Operasional Sekolah,
maupun dari lembaga lain
dapat dimasukkan dalam
kategori ini.
Dikelola dan
dipertanggungjawabkan
secara :
1. Sistematis bila disusun
sesuai dengan kaidah
pelaporan keuangan.
2. Transparan bila
diumumkan atau
dilaporkan secara periodik
kepada komite sekolah
137
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
atau diaudit secara internal
dan eksternal.
3. Efisien bila penggunaan
dana sesuai dengan
alokasi.
4. Akuntabel bila seluruh
pengeluaran dana
dipertanggungjawabkan
dan dilaporkan kepada
orangtua siswa,
masyarakat, dan
pemerintah, yang disertai
dengan bukti-bukti.
15. Sekolah memiliki pembukuan Penertiban Pembukuan 1. Buku Kas Umum harus Sekolah memiliki
keuangan 3 tahun terakhir diisi tiap transaksi (segera pembukuan keuangan 3
biaya opersional sekolah
setelah transaksi tersebut
yang meliputi: (1) buku kas terjadi dan tidak tahun terakhir yang
umum, (2) buku pembantu kas, menunggu terkumpul satu meliputi: (1) buku kas
(3) buku pembantu bank, dan minggu/bulan) dan umum, (2) buku pembantu
transaksi yang dicatat di
(4) buku pembantu pajak. dalam Buku Kas Umum kas, (3) buku pembantu
juga harus dicatat dalam bank, dan (4) buku
buku pembantu, yaitu
pembantu pajak.
Buku Pembantu Kas, Buku
Pembantu Bank, dan Buku
Pembantu Pajak.
2. Buku Pembantu Kas harus
138
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
mencatat tiap transaksi
tunai dan ditandatangani
oleh Bendahara dan Kepala
Sekolah.
3. Buku Pembantu Bank
mencatat tiap transaksi
melalui bank (baik cek,
giro maupun tunai) dan
ditandatangani oleh
Bendahara dan Kepala
Sekolah.
Buku Pembantu Pajak
berfungsi mencatat semua
transaksi yang harus
dipungut pajak serta
memonitor pungutan dan
penyetoran pajak yang
dipungut selaku wajib
pungut pajak.
16. Sekolah memiliki laporan Penyusunan dan Pelaporan 1. Terdapat laporan Sekolah memiliki laporan
pertanggungjawaban pertanggungjawaban pertanggungjawaban
pertanggungjawaban
pengelolaan keuangan
keuangan dan keuangan dimana antara pedoman keuangan dan
menyampaikannya kepada: (1) pengelolaan keuangan menyampaikannya kepada:
dengan rincian komponen-
139
NO INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
. SNP KEBERHASILAN
pemerintah, (2) orangtua komponen biaya (1) pemerintah, (2) orangtua
siswa. operasional yang telah siswa.
dibelanjakan selama satu
tahun sesuai dengan
disertai bukti pelaporan.
2. Dipertanggungjawabkan
dan dilaporkan kepada
orangtua siswa,
masyarakat, dan
pemerintah atau yayasan,
yang disertai dengan bukti-
bukti.
Laporan dapat diakses oleh
pemangku kepentingan
melalui: (1) Media internet
seperti website atau email,
(2) Majalah sekolah, (3)
Surat edaran, (4) Rapat
komite
8. Pemenuhan Standar Penilaian
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
1. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan program penilaian 99% guru melaksanakan
hasil belajar siswa berdasarkan penilaian hasil belajar siswa hasil belajar siswa seperti penilaian hasil belajar siswa
140
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
6 prinsip penilaian: (1) sahih, seperti penilaian sikap, penilaian sikap, pengetahuan berdasarkan 6 prinsip
(2) objektif, (3) adil, (4) pengetahuan dan keterampilan dan keterampilan berdasarkan penilaian: (1) sahih, (2)
terbuka, (5) holistik, (6) berdasarkan 6 prinsip 6 prinsip penilaian: (1) sahih, objektif, (3) adil, (4) terbuka,
akuntabel. penilaian: (1) sahih, (2) (2) objektif, (3) adil, (4) (5) holistik, (6) akuntabel.
objektif, (3) adil, (4) terbuka, terbuka, (5) holistik, (6)
(5) holistik, (6) akuntabel akuntabel
2. Sekolah menentukan Kriteria Membuat program dalam Pelaksanaan penentuan 99% Kriteria Ketuntasan
Ketuntasan Minimal (KKM) dan penentuan Kriteria Ketuntasan Kriteria Ketuntasan Minimal Minimal (KKM) dan kriteria
kriteria ketercapaian Minimal (KKM) dan kriteria (KKM) dan kriteria ketercapaian pembelajaran
pembelajaran (KKTP) seluruh ketercapaian pembelajaran ketercapaian pembelajaran (KKTP) seluruh mata
mata pelajaran dengan (KKTP) seluruh mata (KKTP) seluruh mata pelajaran pelajaran dengan
mempertimbangkan: (1) pelajaran dengan oleh guru dengan mempertimbangkan: (1)
karakteristik siswa, (2) mempertimbangkan: (1) mempertimbangkan: (1) karakteristik siswa, (2)
karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, (2) karakteristik siswa, (2) karakteristik mata pelajaran,
(3) kondisi satuan pendidikan, karakteristik mata pelajaran, karakteristik mata pelajaran, (3) kondisi satuan
(4) analisis hasil penilaian. (3) kondisi satuan pendidikan, (3) kondisi satuan pendidikan, pendidikan, (4) analisis hasil
(4) analisis hasil penilaian. (4) analisis hasil penilaian. penilaian.
3. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan program penilaian 80% guru melaksanakan
hasil belajar dalam bentuk: (1) penilaian hasil belajar dalam hasil belajar oleh guru dalam penilaian hasil belajar dalam
ulangan, (2) pengamatan, (3) bentuk: (1) ulangan, (2) bentuk: (1) ulangan, (2) bentuk: (1) ulangan, (2)
penugasan, dan/atau (4) pengamatan, (3) penugasan, pengamatan, (3) penugasan, pengamatan, (3) penugasan,
141
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
bentuk lain yang diperlukan. dan/atau (4) bentuk lain yang dan/atau (4) bentuk lain yang dan/atau (4) bentuk lain
diperlukan. diperlukan. yang diperlukan.
4. Guru menggunakan hasil Guru membuat program Pelaksanaan penggunaan hasil 809% guru menggunakan
penilaian kompetensi penggunaan hasil kompetensi kompetensi pengetahuan yang hasil penilaian kompetensi
pengetahuan yang dilakukan pengetahuan yang dilakukan dilakukan untuk: (1) pengetahuan yang
untuk: (1) memperbaiki proses untuk: (1) memperbaiki proses memperbaiki proses dilakukan untuk: (1)
pembelajaran, (2) mengukur pembelajaran, (2) mengukur pembelajaran, (2) mengukur memperbaiki proses
dan mengetahui pencapaian dan mengetahui pencapaian dan mengetahui pencapaian pembelajaran, (2)
kompetensi siswa, (3) kompetensi siswa, (3) kompetensi siswa, (3) mengukur dan mengetahui
menyusun laporan kemajuan menyusun laporan kemajuan menyusun laporan kemajuan pencapaian kompetensi
hasil belajar harian, tengah hasil belajar harian, tengah hasil belajar harian, tengah siswa, (3) menyusun
semester, akhir semester, semester, akhir semester, semester, akhir semester, laporan kemajuan hasil
akhir tahun dan/atau kenaikan akhir tahun dan/atau kenaikan akhir tahun dan/atau kenaikan belajar harian, tengah
kelas. kelas. kelas. semester, akhir semester,
akhir tahun dan/atau
kenaikan kelas.
5. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian 80% guru melaksanakan
kompetensi sikap sesuai penilaian kompetensi sikap kompetensi sikap sesuai penilaian kompetensi sikap
karakteristik Kompetensi Dasar sesuai karakteristik karakteristik Kompetensi Dasar sesuai karakteristik
(KD). Kompetensi Dasar (KD) (KD) Kompetensi Dasar (KD).
6. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian 80% guru melaksanakan
142
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
kompetensi pengetahuan penilaian kompetensi kompetensi pengetahuan penilaian kompetensi
sesuai karakteristik KD. pengetahuan sesuai sesuai karakteristik KD. pengetahuan sesuai
karakteristik KD. karakteristik KD.
7. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian 80% guru melaksanakan
kompetensi keterampilan penilaian kompetensi kompetensi keterampilan penilaian kompetensi
sesuai karakteristik KD. keterampilan sesuai sesuai karakteristik KD. keterampilan sesuai
karakteristik KD. karakteristik KD.
8. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian 80% guru melaksanakan
kompetensi sikap melalui penilaian kompetensi sikap kompetensi sikap melalui penilaian kompetensi sikap
observasi/ pengamatan dan melalui observasi/pengamatan observasi/pengamatan dan melalui observasi/
teknik penilaian lain yang dan teknik penilaian lain yang teknik penilaian lain yang pengamatan dan teknik
relevan. relevan relevan penilaian lain yang relevan.
9. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian 80% guru melaksanakan
kompetensi pengetahuan penilaian kompetensi kompetensi pengetahuan penilaian kompetensi
dengan menggunakan 3 jenis pengetahuan dengan dengan menggunakan 3 jenis pengetahuan dengan
tes: (1) tes tulis, (2) tes lisan, menggunakan 3 jenis tes: (1) tes: (1) tes tulis, (2) tes lisan, menggunakan 3 jenis tes:
(3) penugasan. tes tulis, (2) tes lisan, (3) (3) penugasan. (1) tes tulis, (2) tes lisan, (3)
penugasan. penugasan.
10. Guru melaksanakan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian 80% guru melaksanakan
kompetensi keterampilan penilaian kompetensi kompetensi keterampilan penilaian kompetensi
menggunakan: (1) tes praktik, keterampilan menggunakan: menggunakan: (1) tes praktik, keterampilan menggunakan:
143
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
(2) penilaian produk, (3) (1) tes praktik, (2) penilaian (2) penilaian produk, (3) (1) tes praktik, (2) penilaian
penilaian proyek, (4) penilaian produk, (3) penilaian proyek, penilaian proyek, (4) penilaian produk, (3) penilaian
portofolio, (5) teknik lain sesuai (4) penilaian portofolio, (5) portofolio, (5) teknik lain sesuai proyek, (4) penilaian
dengan kompetensi yang teknik lain sesuai dengan dengan kompetensi yang portofolio, (5) teknik lain
dinilai. kompetensi yang dinilai. dinilai. sesuai dengan kompetensi
yang dinilai.
11. Sekolah melaksanakan Guru membuat program Pelaksanaan penilaian hasil Pelaksanaan penilaian hasil
penilaian hasil belajar dalam penilaian hasil belajar dalam belajar dalam bentuk: (1) belajar dalam bentuk: (1)
bentuk: (1) penilaian harian, bentuk: (1) penilaian harian, penilaian harian, (2) penilaian penilaian harian, (2)
(2) penilaian akhir semester, (2) penilaian akhir semester, akhir semester, (3) penilaian penilaian akhir semester, (3)
(3) penilaian akhir tahun, (4) (3) penilaian akhir tahun, (4) akhir tahun, (4) ujian sekolah. penilaian akhir tahun, (4)
ujian sekolah. ujian sekolah. ujian sekolah.
12. Sekolah menentukan kelulusan Guru membuat program Pelaksanaan penentuan Penentuan kelulusan siswa
siswa dengan kelulusan siswa dengan kelulusan siswa dengan dengan mempertimbangkan
mempertimbangkan hasil: (1) mempertimbangkan hasil: (1) mempertimbangkan hasil: (1) hasil: (1) ujian sekolah, (2)
ujian sekolah, (2) penilaian ujian sekolah, (2) penilaian ujian sekolah, (2) penilaian penilaian sikap, (3) penilaian
sikap, (3) penilaian sikap, (3) penilaian sikap, (3) penilaian pengetahuan, (4) penilaian
pengetahuan, (4) penilaian pengetahuan, (4) penilaian pengetahuan, (4) penilaian keterampilan.
keterampilan. keterampilan. keterampilan.
13. Guru melakukan penilaian Guru membuat program Pelaksanaan penilaian proses 80% guru melakukan
proses dan hasil belajar penilaian proses dan hasil dan hasil belajar dengan 8 penilaian proses dan hasil
144
INDIKATOR PEMENUHAN PROGRAM STRATEGIS STRATEGI PELAKSANAAN INDIKATOR
NO
SNP KEBERHASILAN
dengan 8 langkah: (1) belajar dengan 8 langkah: (1) langkah: (1) menetapkan belajar dengan 8 langkah:
menetapkan tujuan penilaian; menetapkan tujuan penilaian; tujuan penilaian; (2) menyusun (1) menetapkan tujuan
(2) menyusun kisi-kisi ujian, (3) (2) menyusun kisi-kisi ujian, (3) kisi-kisi ujian, (3) penilaian; (2) menyusun kisi-
mengembangkan instrumen mengembangkan instrumen mengembangkan instrumen kisi ujian, (3)
dan pedoman penilaian, (4) dan pedoman penilaian, (4) dan pedoman penilaian, (4) mengembangkan instrumen
melakukan analisis kualitas melakukan analisis kualitas melakukan analisis kualitas dan pedoman penilaian, (4)
instrument, (5) melaksanakan instrument, (5) melaksanakan instrument, (5) melaksanakan melakukan analisis kualitas
penilaian, (6) mengolah dan penilaian, (6) mengolah dan penilaian, (6) mengolah dan instrument, (5)
menentukan kelulusan siswa, menentukan kelulusan siswa, menentukan kelulusan siswa, melaksanakan penilaian, (6)
(7) melaporkan, (8) (7) melaporkan, (8) (7) melaporkan, (8) mengolah dan menentukan
memanfaatkan hasil penilaian. memanfaatkan hasil penilaian. memanfaatkan hasil penilaian. kelulusan siswa, (7)
melaporkan, (8)
memanfaatkan hasil
penilaian.
145
BAB IV
MONITORING DAN EVALUASI
A. Monitoring
Pengertian monitoring adalah serangkaian kegiatan yang
ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari
satu kebijakan yang lebih terfokus pada kegiatan yang sedang
dilaksanakan. Monitoring dilakukan dengan cara menggali untuk
mendapatkan informasi secara regular berdasarkan indikator tertentu.
Tujuan monitoring adalah mengetahui apakah kegiatan yang
sedang berlangsung sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang
telah disepakati. Secara prinsip, monitoring dilakukan pada saat
kegiatan sedang berlangsung guna memastikan kesesuaian proses
dan capaian sesuai rencana atau tidak. Jika ditemukan penyimpangan
atau keterlambatan maka segera dibenahi sehingga kegiatan dapat
berjalan sesuai rencana dan target. Hasil monitoring menjadi input
bagi kepentingan proses selanjutnya.
Pada dasarnya monitoring dan evaluasi (monitoring dan
evaluasi) merupakan kegiatan pemantauan suatu kegiatan dan bukan
merupakan suatu kegiatan yang mencari-cari kesalahan, tetapi
membantu melakukan tindakan perbaikan secara terus menerus.
Monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai usaha untuk menentukan
apa yang sedang dilaksanakan dengan cara memantau hasil/prestasi
yang dicapai dan jika terdapat penyimpangan dari standar yang telah
ditentukan, maka segera diadakan perbaikan, sehingga semua
hasil/prestasi yang dicapai dapat sesuai dengan rencana.
Secara prinsip, monitoring dilakukan sementara kegiatan
sedang berlangsung guna memastikan kesesuain proses dan capaian
sesuai rencana atau tidak. Bila ditemukan penyimpangan atau
kelambanan maka segera dibenahi sehingga kegiatan dapat berjalan
sesuai rencana dan targetnya. Jadi, hasil monitoring menjadi input bagi
kepentingan proses selanjutnya. Sementara Evaluasi dilakukan pada
akhir kegiatan, untuk mengetahui hasil atau capaian akhir dari
kegiatan atau program. Hasil Evaluasi bermanfaat bagi rencana
pelaksanaan program yang sama diwaktu dan tempat lainnya.
146
B. Evaluasi
Pengertian Evaluasi adalah suatu proses sistematis menetapkan
nilai tentang sesuatu hal, seperti objek, proses, unjuk kerja, kegiatan,
hasil, tujuan, atau hal lain berdasarkan kriteria tertentu melalui
penilaian. Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang
untuk mengukur keefektifan sistem mengajar/belajar sebagai suatu
keseluruhan”. Sedangkan evaluasi belajar adalah proses penentuan
pemerolehan hasil belajar berdasarkan kriteria tertentu. (Prevical
dalam Hamalik (2001: 146). Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil
atau capaian akhir dari kegiatan atau program yang dilaksanakan
pada akhir kegiatan. Hasil evaluasi bermanfaat bagi rencana
pelaksanaan program yang sama di waktu dan tempat lainnya.
D. Jadwal Monitoring
N Standar Kegiatan (diambil dari strategi Waktu
o pelaksanaan)
1. Kompetensi 1. Pembinaan OSIS Setiap hari
Lulusan 2. Pembinaan Ekstrakurikuler Sabtu
a. Pramuka
b. Atletik Setiap hari
c. Pagarnusa Rabu
3. Program Keagamaan Setiap hari
a. Berdoa sebelum dan Selasa
147
sesudah pembelajaran Setiap hari
b. Membaca asmaul husna Kamis
Kondisional
Kondisional
Kondisional
148
2. Isi 1. Workshop Minggu ke-2
penyusunan/pengembangan Juli
KTSP dan KOSP
- Review – Revisi
- Penetapan
2. Penyusunan Kalender Minggu ke-2
Pendidikan Sekolah Juli
3. Validasi Dokumen KTSP dan Agustus
KOSP Agustus
3 Proses 1. Supervisi dan pembinaan Minggu ke-4
oleh tim pengembang Oktober
kurikulum Minggu ke-2
2. Pengembangan perangkat Juli
pembelajaran (Prota, Promes,
Analisis SKL KI KD IPK, Silabus,
RPP) dan Modul ajar Minggu ke-2
3. Pengembangan Instrumen Juli
Validasi Silabus/ STPdan RPP/
Modul Ajar Minggu ke-3
4. Pemenuhan Bahan Ajar untuk Juli
semua mapel
5. Penyusunan prasyarat Minggu ke-2
pelaksanaan pembelajaran Juli
6. Penyusunan presensi siswa
7. Penyusunan jurnal kelas Minggu ke-2
8. Supervisi pembelajaran Juli
9. Mengikutsertakan guru dalam Minggu ke-2
diklat/MGMP Juli
Oktober
Kondisional
149
2. Penyusunan Rencana Kerja Januari
Tahunan (RKT)
3. Penyusunan Rencana Kerja Januari
Anggaran Sekolah (RKAS)
4. Evaluasi Program Sekolah Desember
5. Penyusunan program Januari
pengawasan
6. Penyusunan laporan dan Desember
tindak lanjut pengawasan
7 Pembiayaan 1. Penyusunan analisis alokasi Januari
dana Setiap akhir
2. Laporan penggalian sumber bulan
dana Setiap akhir
3. Penyusunan buku kas umum bulan
4. Penyusunan buku kas bank Setiap akhir
5. Penyusunan buku kas bulan Setiap
pembantu pajak akhir bulan
6. Penyusunan surat Setiap akhir
pertanggungjabawan (SPJ) bulan
7. Penyusunan bukti Setiap akhir
penerimaan dan pengeluaran bulan
kas Setiap akhir
8. Penyusunan rekapitulasi bulan
realisasi penggunaan dana Setiap akhir
tiap jenis anggaran bulan
9. Penyusunan rekapitulasi Setiap akhir
realisasi penggunaan dana bulan
BOS
10. Penyusunan laporan
pertanggungjawaban
penggunaan dana
8 Penilaian 1. Penentuan KKM san KKTP Minggu ke-2
2. Penentuan kriteria kenaikan Juli
kelas Minggu ke-2
3. Penentuan kriteria kelulusan Juli
4. Pengembangan perangkat Minggu ke-2
penilaian (sikap, Juli
pengetahuan, keterampilan) Minggu ke-4
5. Daftar nilai (sikap, Juli
pengetahuan, keterampilan)
6. Telaah soal Minggu ke-3
7. Analisis butir soal Juli
8. Tindak lanjut penilaian
9. PTS 1 Kondisional
10. Pelaksanaan AN Kondisional
Kondisional
11. PAS September
12. PTS 2 Sesuai jadwal
13. PAT Kemdikbud
14. Ujian Sekolah Desember
15. Penerbitan SKHUS Maret
16. Penerbitan Ijazah Juni
April
Juni
Juli
150
151
BAB V
PENUTUP
Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah kami susun dan kami
rencanakan di awal Tahun 2024 ini, telah kami usahakan untuk dapat
terealisasi sesuai dengan yang kami harapkan. Akan tetapi semuanya tentu
tidak akan berjalan dengan mudah dan mulus sesuai keinginan. Pada
pelaksanaannya, di lapangan banyak ditemukan kendala baik yang bersifat
teknis maupun non teknis. Ada kalanya program atau kegiatan yang telah
direncanakan untuk terrealisasi pada tahun pertama, ternyata kondisinya
bertolak belakang dengan yang diharapkan, sehingga dengan berbagai
pertimbangan akhirnya program atau kegiatan tersebut harus kami tunda
pelaksanaannya.
Demikian juga untuk program atau kegiatan yang sebenarnya oleh
kami sebagai pihak sekolah telah direncanakan di tahun ke-dua, ke-tiga atau
ke-empat, ternyata realisasinya berjalan lebih cepat dari yang diharapkan
yaitu pada tahun pertama.
Semua itu tidak menjadi masalah besar yang dapat mengganggu
kinerja sekolah kami, bahkan kami dapat menjadikannya sebagai suatu
pelajaran bagi kami agar pada perencanaan program atau kegiatan
berikutnya antara kami sebagai pihak sekolah dengan pihak komite bisa
berjalan secara serasi dan sinergis. Kami menyadarai bahwa apa yang
direncanakan tidak harus selalu terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah
disusun. Rencana program atau kegiatan yang kami susun berguna dalam
memberikan petunjuk dan penuntun bagi kami dalam menjalankan program
atau kegiatan di sekolah kami. Sehingga ke mana arah sekolah ini akan
melangkah, bisa terarah dengan jelas.
Untuk mengukur tingkat keberhasilan rencana kerja sekolah, perlu
diadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program-
program strategis sekolah, dalam hal ini adalah pelaksanaan pemenuhan 8
(delapan) Standar Nasional Pendidikan.
152
153