PBL Tingkatkan Hasil Belajar PAI SD
PBL Tingkatkan Hasil Belajar PAI SD
OLEH :
Nurkholis
NIM. 2424010216
HALAMAN PENGESAHAN
ABSTRAK
Nurkholis: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam pada Kelas V SDN 18
Bungo Pasang.
Kata Kunci : problem based learning (PBL), Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam
(PAI)
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam pada
bimbingan, saran dan dorongan dari berbagai pihak karena itu sudah sepantasnya pada
1. Bapak Kepala SD Negeri 18 Bungo Pasang yang telah membantu dalam memberikan
2. Bapak dan ibuk majelis guru SD Negeri 18 Bungo Pasang yang telah memberikan
Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada gading yang tidak retak oleh karena itu,
peneliti dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca
untuk meningkatkan penelitian ini. Akhir kata, semoga pembaca dan kita semua
Nurkholis
NIM: 2424010216
iv
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................... i
ABSTRAK...................................................................................................................ii
KATA PENGANTAR................................................................................................. iii
DAFTAR ISI................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Pembatasan dan Rumusan Masalah...................................................... 3
C. Tujuan Penelitian.................................................................................. 4
D. Manfaat Penelitian................................................................................ 4
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA TEORI
A. Kajian Teori.......................................................................................... 6
1. Model Pembelajaran.......................................................................6
2. Tinjauan Hasil Belajar....................................................................11
3. Pendidikan Agama Islam................................................................14
4. Konsep Iman ..................................................................................15
B. Penelitian Terdahulu............................................................................. 19
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian......................................................................................20
B. Variabel Penelitian................................................................................20
C. Populasi dan Sampel............................................................................. 21
D. Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data......................................21
E. Prosedur Tindakan................................................................................ 23
F. Teknik Analisa Data..............................................................................23
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
ii
BAB I
PENDAHULUAN
tanah airnya, sehat jasmani, budi pekertinya yang sempurna (akhlak), teratur
fikirannya, mahir dalam pekerjaannya, dan manis dalam ucapan lisan dan
menurut standar Islam.1 Tujuan utama pendidikan Islam adalah untuk membina
agama Islam sehingga mereka dapat menerapkan syariat Islam sesuai dengan apa
dirancang agar kehidupan duniawi dan ukhrawi menjadi milik umat-Nya dengan
kecendrungan.2
1
Muhammad Muntahibun Nafis, Ilmu Pendidikan Islam (Yogyakarta: Sukses Offset,2011), h. 23
2
Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek (Jakarta:Rajawali Pers,2014), h. 46
1
2
karena merekalah yang harus mencapai tujuan penting dalam pembelajaran. Guru
keterampilan dan perilaku baru yang diperoleh melalui pengalaman atau latihan.
Hasil belajar pada diri seseorang seringkali tidak langsung terlihat tanpa
peroleh melalui belajar. Pendidikan Agama Islam adalah pelajaran yang ada di
semua sekolah, baik negeri maupun swasta, dan memberikan pengetahuan afektif
dan kognitif. Guru PAI memiliki tanggung jawab besar dalam mencapai tujuan
Pasang.
mereka mengantuk dan bosan saat guru menjelaskan materi, dan banyak siswa
untuk menarik siswa dan meningkatkan hasil belajar PAI siswa. Model
pada masalah nyata. Masalah nyata dapat didefinisikan sebagai masalah yang
1. Pembatasan
Permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini dibatasi pada hal-hal
berikut;
3) Menggunakan dua Variabel yaitu variebk terikat (Y) dalam hal ini
3 Richard I. Arends, Learning To Teach/Belajar Untuk Mengajar (Yogyakarta: PustakaBelajar, 2007), h. 41-
42
4
Learning (PBL).
2. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti:
2. Bagi guru:
3. Bagi pembaca:
5
wawasan.
4. Bagi siswa:
KERANGKA TEORI
A. Landasan Teori
1. Model Pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapatnya Kemp, Dick and Carey
kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun dapat tercapai secara optimal,
yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bisa terjadi satu strategi pembelajaran
teori-teori psikologis, sosiologis, analisis sistem, atau teori-teori yang lain yang
4
Syah, Muhibbin. Psikologis Pendidikan. (Bandung : (PT Remaja Rosdakarya 2010).
5 Jamaluddin, Dindin. Metode Pendidikan Anak. Bandung : Pustaka Al-Fikriis. Jurnal Saintech
6
7
pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru
memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan
pendidikannya.
sikap dan nilai. Makin besar atau makin tinggi atau makin banyak perubahan
atau perkembangan tersebut dapat dicapai oleh siswa, maka makin baiklah
proses belajar. Proses belajar mengajar disini adalah dalam rangka pendidikan
semua aktifitas dan perubahan atau perkembangan mengarah kepada lebih baik.
diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur 3)
6
Rusman, Model-Model Pembelajaran Megembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: PT Grfindo
Persada, 2011) hal 232
9
pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap dan kompetensi yang kemudian
Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama Belajar adalah kolaborasi,
7
Miterianifah, Strategi Pembelajaran Kimia, ( Jakarta: Pustaka Mulya, 2013) hal 84
10
sama.
Learning
yang dipelajari.
diantara siswa
dapat diharapkan.
berikut:9
1) Bagi siswa yang malas, maka tujuan dari pendekatan Problem Based
menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap
9
Ibid, hal. 79
10
Suyono, dkk, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2012). 9
12
potensi perilku kejiwaan yang dapat dididik dan diubah perilakunya yang
psikomotorik. 11
hasil belajar, sehingga tes tersebut dapat dinyatakan sebagai tes yang baik.
b) Reliabel: Ciri kedua dari tes hasil belajar yang baik adalah bahwa hasil
yang sama.
c) Obyektif: Ciri ketiga dari tes hasil belajar yang baik adalah tes hasil
11
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011). 54
12
Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, hlm. 93.
13
tersebut dapat dilaksanakan dengan mudah karena tes itu: (a) bersifat
arti bahwa tes tersebut telah dilengkapi dengan petunjuk mengenai cara
tes hasil belajar tersebut tidak memakan waktu yang panjang dan tidak
memerlukan tenaga dan biaya yang [Link] hal tersebut, ada ayat
٢١٤ َۙ
َ اْيََْ يَ َِبْ ي ن
َ َ َََِْي
َ َاَْيِب يْ َ َ ب
٢١٥ َۙ
َ اْ يُمْيِ بِبْ ي ن َ َ َََّ ََ ا ت
َ َ ِب َ َْ ب َ ب
َ َ َواْي ِ يبْ َََِا
adalah sebagai berikut: Demikian ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW.
Dan umatnya agar tidak mengenal pilih kasih, atau memberi kemudahan
kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. Ini berarti nabi SAW. Dan
keluarga beliau tidak kebal hukum, tidak juga terbebaskan dari kewajiban.
Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rosul SAW,
karena semua adalah hamba Allah, tidak ada perbedaan antara keluarga atau
14
orang lain. Bila ada kelebihan yang berhak meraka peroleh, maka itu
1) Faktor row input (faktor murid itu sendiri) dimana setiap anak
memiliki kondisi yang berbeda-beda dalam: (1) kondisi fisiologis,
(2) Kondisi psikologis
bagian yang terdapat dalam ajaran agama Islam. Ditinjau dari segi muatan
komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang
13
[Link] shihab, 2002. Tafsir [Link]: Lentara Hati
14
Abu ahmadi Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2005), 103.
15
mata pelajaran yang memiliki tujuan tersebut harus siring dan sejalan dengan
didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT berbudi pekerti yang
luhur (berakhlak mulia), dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam,
dijadikan bakal untuk mepelajari berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran
ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajaran tersebut. PAI menjadi mata
pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.15
pengembangan atas dasar ibadah kepada Allah SWT. Kedua, pengakuan akan
Setiap pencari ilmu dipandang sebagai makhluk Tuhan yang dihormati dan
15
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2010), cet. VI, h. 21
16
kewajiban antara manusia yang satu dengan manusia yang lain dalam
16
Azra, A. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. (Jakarta: PT. Logos
Wacana Ilmu, 1999), hal 54
17
Farida Jaya, Perencanaan Pembelajaran, (Medan: UIN Sumatera Utara, 2019), hal. 35
17
a. Pengertian Iman
Term iman berasal dari Bahasa Arab dari kata dasar amana yu’minu-
artinya meyakini atau yakin bahwa sesuatu (yang dipercaya) itu memang benar
adalah kepercayaan, keyakinan, ketetapan hati atau keteguhan hati.20 Abul ‘Ala
apapun.
Dalam pembahasan ilmu kalam atau ilmu tauhid, konsep iman terbagi
1) Iman adalah tasdiq didalam hati akan wujud Allah Swt. dan keberadaan
Nabi atau Rasul Allah Swt. Menurut konsep ini, iman dan kufur sematamata
adalah urusan hati, bukan terlihat dari luar, jika seseorang sudah tasdiq akan
perbuatannya belum sesuai dengan tuntunan ajaran agamnya. Konsep iman ini
18
Kaelany HD, Iman, Ilmu dan Amal Saleh, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000) hlm. 58.
19
[Link] Rahman Abdul Khalid, Garis Pemisah antara Kufur dan Iman,( Jakarta, Bumi Aksara,1996)
Hlm. 2
20
WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2000) hlm. 18.
18
2) Iman adalah tasdiq didalam hati dan diikrarkan dengan lidah. Dengan
demikian,
3) Iman adalah tasdiq didalam hati, ikrar dengan lisan dan dibuktikan dengan
keimanan semacam ini diantara oleh amal mu’tazilah, khawarij, dan lain-lain.
menjauhi larangan tuhan. Oleh sebab itu, seseorang baru dianggap sempurna
Dari uraian singkat diatas terlihat bahwa konsep iman dikalangan umat
islam, bervariasi ada yang hanya memasukkan unsure tasdiq ada yang
manusia, dan ada yang mengumpulkan ketiga unsure tersebut, yaitu tasdiq,
berkurang menyatakan bahwa iman itu dapat bertambah atau berkurang pada
tasdiq dan amalnya. Tasdiq yang bertambah tentu diikuti oleh bertambahnya
1) Wasilahnya. Kuat atau lemahnya dalil(bukti) yang sampai dan diterima oleh
dalil-dalil keimanan. Makin kuat daya serapnya, maka kuat pula tasdiqnya.
Sebaliknya, jika daya serapnya lemah atau tidak baik, tasdiqnya pun bisa
lemah pula.
tinggi, akan merasakan kekuatan iman atau tasdiq yang tinggi pula. Makin baik
dan tinggi frekuensi amaliahnya, makin bertambah kuat iman atau tasdiqnya.21
B. Penelitian Terdahulu
21
Muhammad Ahmad, Tauhid Ilmu Kalam, (Bandung: CV Pustaka Jaya, 2009) hal. 19-20.
20
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
PTK berfokus pada kelas atau berfokus pada proses belajar mengajar yang
terjadi dikelas.
B. Variabel Penelitian
a. Variabel Terikat
menentukan adanya variabel bebas, yaitu faktor yang muncul atau tidak
muncul, atau berubah sesuai degan yang diperkenalkan oleh peneliti. Pada
penelitian ini yang yang menjadi variabel terikat adalah Hasil Belajar
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berupa nilai-
b. Varibel Bebas
21
22
Varibale bebas adala Variabel yang menyebabkan atau mem pengaruhi, yaitu
faktor -faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk
penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Problem Based Lerning
(PBL).
Penelitian hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subyeknya tidak
siswa tahun pelajaran 2024-2025 sebanyak 26 siswa yang tediri dari laki-laki
Menurut Sugiyono “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut’.23 Jadi dalam penelitian ini, peneliti tidak mungkin
mengambil sampel dari semua siswa yang berjumlah 163 orang. Teknik pengambilan
sampel dilakukan secara random sampling teknik undian. Sampel yang diambil dalam
pemelitian ini kelas V yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 12 laki-laki dan 14
Perempuan.
1. Jenis
a) Data premier adalah data yang keluar dari mulut dikatakan oleh
22
Suaharsimi Arikunto, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta 2006) Hal. 130
23
D. Sugiono, Metode Peneitian Bisnis, (Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas 2008) Hal. 118
23
sumber data.
a) Data premier yaitu data yang diperoleh dari siswa sebagai subjek
b) Data sekunder yaitu data yang didapt dari observer sebagai pengamat
oleh penulis dalam mengumpulkan data yang sesuai dengan penelitian yang
dilakukan adalah:
1. Observasi
2. Tes
Tes adalah seperangkat soal atau tugas yang harus dijawab dan
24
Husaini Usman, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 52.
24
make a match.
3. Dokumentasi
E. Prosedur Tindakan
ini juga dilaksanakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.
peneliti:
25
Emzir, Metodologi Pendidikan Kuantitatif Kualitatif (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada,2010), hlm. 257.
25
2. Tahap Tindakan
pembelajaran.
Siklus I
match
2) Menyampaikan materi
PendidikanAgama Islam
c. Pengamatan (Observing)
d. Refleksi (Reflecting)
Siklus II
match
kegiatan evaluasi.
c. Pengamatan (Observing)
siklus II. Pengumpulan data observasi dilakukan oleh observer yaitu guru
d. Refleksi (Reflecting)
Adapun teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian adalah sebagai
berikut:
1. Data Tes
peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II, serta peningkatan
1) Rata-rata Nilai
29
Ket:
∑x = Nilai siswa.
N = Jumlah siswa.
Ket:
N = Jumlah Seluruh
Siswa.
3) Data Observasi
dengan menghitung:
Rata-rata skor
Tabel.2
No Kriteria Skor
1 Baik(B) 3
2 Cukup(C) 2
30
3 Kurang(K) 1
Keterangan penilaian:
HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
Padang dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa, terdiri dari laki-laki 12 Orang dan
dilakukan mulai bulan Agustus sampai bulan Oktober tahun 2024. Pendekatan pada
refleksi.
learning (PBL) ini akan diterapakan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI) dalam pokok bahasan Peristiwa Fathu Makkah dengan tujuan agar siswa dapat
dan siswa mampu menunjukkan perilaku mulia Rasulullah Saw. Dalam peristiwa
fathu makkah. Pada tahap pra siklus hasil belajar siswa khususnya pada mata
pelajaran PAI siswa kelas V SD Negeri 18 Bungo Pasang masih rendah. Hal tersebut
dapat dilihat dari tabel hasil belajar pada mata pelajaran PAI pra siklus dibawah ini.
siklus baik siklus satu maupun siklus dua. Observasi yang yang dilakukan satu kali
40
41
pertemuan pada tanggal 12 Agustus 2024. Data berupa informasi yang peneliti
b. Siswa masih banyak yang sibuk dengan kegiatan pribadi yang tidak ada
d. Siswa masih banyak yang tidak mampu mengulangi kembali materi ajar
banyak siswa yang pasif dalam kegiatan belajar, hanya sedikit yang aktif dalam
pertanyaan yang menjawab pertanyaan hanya beberapa orang saja. Hasil atau nilai
yang didapat banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM),
No Indikator Jml %
1 KKM 70 70
2 Tuntas 3 30
3 Tidak Tuntas 7 70
42
4 Rerata 46 46
terhadap tujuan pembelajaran belum dapat tercapai, karena baru 30% siswa
mendapat nilai diatas rata-rata. Maka peneliti melalui model pembelajaran problem
pembelajaran PAI kelas V yang telah dijelaskan diatas, bahwa dalam pembelajaran
PAI kelas V masih banyak kekurangan, hal tersebut karena dalam mengajar guru
sehingga siswa masih sibuk dengan kegiatan pribadinya, kurang aktifnya siswa
dalam menjawab dan bertanya dan hasil pelajaran PAI masih kurang baik, dapat
tindakan dalam proses pembelajaran. Dari tindakan yang diberikan, diharapkan dapat
dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2024 yang terdiri dari beberapa tahap yaitu:
a. Tahap Perencanaan
2) Mempersiapkan alat evaluasi (tes) yaitu berupa tes yang dilakukan pada
setiap akhir tindakan tiap siklus sesuai dengan ruang lingkup permasalahan
dalam pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini peneliti membagikan soal tes siklus I untuk dikerjakan oleh
siswa dengan soal pilihan ganda sebanyak 10 soal. Adapun hasil tes belajar siswa
No Indikator Jml %
1 KKM 70 70
44
2 Tuntas 6 60
3 Tidak Tuntas 4 40
4 Rerata 69 69
terhadap tujuan pembelajaran belum juga tercapai, karena baru 60% siswa mendapat
c. Tahap Observasi I
menggunakan lembar observasi yang telah dibuat baik kepada guru maupun
kepada siswa. Pengamatan dilakukan untuk merekam semua hasil belajar siswa dan
pembelajaran berlangsung.
lembar observasi siswa yang telah disediakan terlebih dahulu, berikut adalah hasil
AspekYang
No Dinilai Aspek Yang Diamati Nilai Kategori
Skor Maksimum 21
Keterangan:
3: Baik
2: Cukup
1: Kurang
Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I dengan menggunakan model
ditunjukkan masih ada beberapa siswa yang mengobrol dengan temannya, sibuk
sendiri seperti menggambar sehingga tidak menyimak proses tanya jawab yang
46
dilakukan teman lainnya, dan siswa belum percaya diri dalam mempersentasikan
hasil diskusi. Namun demikian siswa sudah mulai antusias memperhatikan instruksi
dari guru untuk membaca kembali materi yang sedang dipelajari untuk difahami dan
belajar pendidikan agama islam siswa, nilai indikator yang dialami siswa mengalami
d. Tahap Refleksi
pertanyaan karena masih banyak siswa yang sibuk dan asyik mengobrol
dipelajari
menjawab pertanyaan karena masih kurangnya percaya diri dan takut salah.
47
basedlearning
3) Guru lebih rinci atau lebih jelas lagi dalam menyampaikan tujuan
Islam pada siklus I belum mencapai hasil indikator yang maksimal, dan harus di
Tindakan siklus II dilaksanakan pada tanggal 2 dan 9 September 2024 yang terdiri
refleksi.
a. Tahap Perencanaan
2) Mempersiapkan alat evaluasi (tes) yaitu berupa tes yang dilakukan pada
setiap akhir tindakan tiap siklus sesuai dengan ruang lingkup permasalahan
dalam pembelajaran.
pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan
Guru memulai pelajaran dengan salam dan doa Guru menanyakan kehadiran
siswa (absensi), guru menyampaikan topic materi yang akan disampaikan bertanya
pengalaman mereka terkait dengan materi peristiwa Fathu Makkah. Guru membagi
siswa dalam 6 kelompok yang terdiri dari 3 orang dan membagi masalah yang akan
Pada tahap ini peneliti membagikan soal tes siklus II untuk dikerjakan oleh
siswa dengan soal pilihan ganda sebanyak 10 soal. Adapun hasil tes belajar siswa
setelah tindakan (siklus II) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
No Indikator Jml %
1 KKM 70 70
2 Tuntas 9 90
3 Tidak Tuntas 1 10
4 Rerata 86 86
Pada tabel dan grafik diatas menunjukkan bahwa tingkat penguasaan siswa
terhadap tujuan pembelajaran sudah dapat tercapai, karena telah mencapai 90% siswa
mendapat nilai diatas rata-rata dan hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran
PAI dengan menggunakan model problem based learning dapat meningkatkan hasil
c. Tahap Observasi
dilakukan untuk merekam semua hasil belajar siswa dan aktifitas belajar siswa kelas
lembar observasi siswa yang telah disediakan terlebih dahulu, berikut adalah hasil
dengan tidak ada lagi siswa yang mengobrol dengan temannya dan tidak ada lagi
sehingga sudah banyak yang menyimak jalannya tanya jawab yang dilakukan oleh
teman yang lainnya. Dengan demikian siswa sudah mulai antusias memperhatikan
instruksi dari guru untuk membaca kembali materi yang sedang dipelajari untuk
difahami dan mulai semangat untuk menyiapakan pertanyaan serta jawaban yang
51
belajar pendidikan agama Islam siswa, nilai indikator yang dialami siswa mengalami
d. Tahap Refleksi
Setelah tahap pelaksanaan dengan melakukan aktifitas guru dan siswa dalam
pembelajaran pendidikan agama islam dengan materi beriman kepada Allah dan
Rasul ada kemajuan dalam perapaan model pembelajaran problem based learning.
(RPP) dan menyiapkan kelas dengan kondusif, mengadakan pra siklus sebelum
menilai dengan pertanyaan seputar lingkungan atau peristiwa yan telah dialami siswa,
kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami, menanggapi
pembelajaran pedidikan agama Islam pada siklus II sudah mencapai hasil indikator
a. Siklus I
pembelajaran problem based learning masih belum optimal, hal tersebut ditunjukkan
karena masih banyak siswa yang sibuk dan asik mengobrol dengan teman lainnya,
ada beberapa siswa yang belum mampu menjawab pertanyaan yang diberikan
kurangnya pemahaman terhadap materi yang sedang dipelajari dan masih ada
siswa dituntut aktif dalam memecahkan suatu masalah (problem), model tersebut
dipelajari oleh siswa untuk melatih dan meningkatkan keterampilan berfikir kritis
akan lebih mudah menangkap materi belajar mengajar yang disampaikan guru yang
siklus I, maka berdampak pada kurangnya tingkat pemahaman siswa, hal tersebut
bisa dilihat dari hasil data belajar pada siklus I yang baru mencapai 60% yang artinya
baru 6 orang yang mendapatkan nilai tuntas dari 10 siswa yang ada, namun data
perbaikan/pra siklus.
b. Siklus II
Pada siklus II siswa sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bisa
mengikuti model pembelajaran problem based learning secara keseluruhan baik dari
informasi terhadap pertanyaan maupun jawaban. Guru dalam hal ini hanya
memberikan dan mengawasi terhadap jalannya proses diskusi yang dilakukan oleh
siswa.
berusaha memahami materi yang diberikan oleh guru, siswa juga sangat antusias
sehingga menyimak jalannya tanya jawab yang dilakukan oleh teman yang lainnya.
Setelah dilakukan tes atau penilain diakhir pembelajaran pada siklus II, ternyata hasil
belajar siswa sudah mengalami peningkatan dalam proses pembelajaran, hal tersebut
bisa dilihat dengan adanya perolehan niali yang lebih baik bila dibandingkan siklus I
jumlah siswa yang tuntas 6 siswa mencapai ketuntasan 60%. Pada siklus II jumlah
siswa yang tuntas 9 siswa sehingga ketuntasan belajar meningkat menjadi 90% dan
pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai
dengan yang diharapkan. Berikut dapat dilihat perbandingan kedua siklus sebagai
54
berikut:
Tabel 8 Perbr Hasil Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I Dan Siklus II
2 Belum tuntas 70 40 10
3 Rata-rata hasil 46 69 86
penerapan model pembelajaran problem based learning pada pembelajaran PAI dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dikelas I SD Negeri 18 Bungo Pasang Kota Padang. Model
pembelajaran problem based learning merupakan salah satu model mengajar guru, dimana guru
memberikan masalah ataupun masalah nyata yang dihadapi siswa dan tugas yang akan dihadapi
dalam dunia kerja kepada siswa sekaligus usahanya dalam memecahkan masalah tersebut.
penyampaian tujuan pembelajaran khusus. Hal tersebut disebabkan karena padatnya materi
55
pelajaran yang harus disampaikan sementara waktu belajar sangat terbatas di dalam kelas.
Beberapa hal yang masih perlu diperbaiki pada penerapan model pembelajaran problem
based learning adaalah pada saat pelaksaan penerapan problem based learning pada awal
pembelajaran masih terdapat siswa yang kurang menyimak materi yang disampaikan guru.
Setelah dilakukan refleksi maka bermacam persoalan yang ditemukan tersebut akhirnya dapat
menggunakan masalah untuk belajar, siswa diharuskan mengidentifikasi satu masalah nyata.
PBL juga dapat didefinisikan sebagai sebuah metode pembelajaran yang didasarkan pada prinsif
bahwa masalah kita dijadikan sebagai titik awal untuk mendapatkan ataupun mengintegrasikan
ilmu baru.
Hasil belajar dari pembelajaran problem based learning peserta didik memiliki
didik mempunyai kemampuan mempelajari peran orang dewasa, dan peserta didik dapat
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembelajaran pada bab sebelumya, maka
dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada bidang studi PAI di SD Negeri
18 Bungo Pasang Kota Padang. Hasil belajar siswa yang sebelum diterapkannya
learning hasil belajar siswa meningkat, terlihat pada peningkatan ketuntasan belajar
masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Hal
pembelajaran problem based learning adalah 46, banyaknya siswa yang mendapat
nilai diatas 70 (KKM) adalah 30%. Dari hasil siklus I rata-rata nilai memperoleh 69,
banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas 70 adalah 60%, hasil observasi
aktifitas siswa adalah 70 (cukup) dan hasil observasi aktifitas guru 69,4 (cukup).
Setelah siklus II diperoleh rata-rata nilai 86, siswa yang mendapat diatas 70 adalah
Dengan demikian, hasil belajar siswa dan hasil analisis lembar observasi
ceramah.
57
B. Saran
saran, yaitu:
1. Bagi Guru:
2. Bagi Peneliti:
kepada aktifitas siswa dan tidak hanya berfokus kepada keaktifan guru
saja.
DAFTAR PUSTAKA
Belajar, 2007
Arikunto Suharsimi, dkk. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008
Azra, A. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta:
2010
Husaini Usman, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 52.
Idi, Abdullah. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, Jakarta: Rajawali Pers,
2014
Jaya, Farida. Perencanaan Pembelajaran, Medan: UIN Sumatera Utara, 2019 Kaelany
HD, Iman, Ilmu dan Amal Saleh, Jakarta: Rineka Cipta, 2000
Khalid, Abdul Rahman Abdul. Garis Pemisah antara Kufur dan Iman, Jakarta, Bumi
Aksara,1996
2011
Poerwadarminta, WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2000
Prasetya, Abu ahmadi Joko Tri, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia,
2005
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2010, cet. VI
Informasi Umum
Nama Penyusun : Nurkholis
Satuan Pendidikan : SD Negeri 18 Bungo Pasang
Tahun Penyusunan : 2024
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar (SD)
Kelas : V (Lima)
Alokasi Waktu : 3 x 35 JP
Kompetensi Awal : Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa Fathu
Makkah dan sebab-sebab terjadinya fathu makkah.
Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil’alamin:
Profil Pelajar Pancasila : 1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan berakhlak mulia
2. Bernalar kritis : memperoleh dan memproses
informasi dan gagasan
3. Mandiri : bertanggung jawab atas proses dan
hasil belajarnya
4. Bergotong-royong
Profil Pelajar Rahmatan : 1. Berkeadaban (ta’addub); 2. Keteladanan
Lil’alamin (qudwah); 3. Kewarganegaraan dan kebangsaan
(muwaṭanah); 4. Mengambil jalan tengah
(tawassuṭ); 5. Berimbang (tawāzun); 6. Lurus dan
tegas (I’tidāl); 7. Kesetaraan (musāwah); 8.
Musyawarah (syūra); 9. Toleransi (tasāmuh); 10.
Dinamis dan inovatif (taṭawwur wa ibtikār);
Sarana & Prasarana : 1. Mushaf Al-Qur’an
2. Papan tulis
3. Spidol, serta alat tulis lainnya
4. Proyektor LCD
5. Speaker) aktif,
6. Laptop
7. PPT Interaktif
8. Vidio Pembelajaran
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler
Model Pembelajaran : 1. Model pembelajaran Probem Based Learning
(PBL)
Sintak model PBL menurut Sumarmi sebagai
berikut:
1) Orientasi peserta didik pada masalah.
2) Mengorganisasikan peserta didik untuk
belajar.
3) Membimbing penyelidikan kelompok
Kompetensi Inti
A. Tujuan Pembelajaran
1. Meyakini peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan benar.
2. Membiasakan perilaku pantang menyerah sebagai bukti implementasi makna Fathu
Makkah dan Haji Wada dengan benar.
3. Menjelaskan pengertian peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan benar.
4. Menjelaskan sebab-sebab terjadinya peristiwa Fathu Makkah dengan benar.
5. Menentukan perilaku mulia Rasulullah saw. dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji
Wada dengan tepat.
6. Menemukan perilaku terpuji dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan
tepat.
7. Menghubungkan peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan perilaku terpuji
sehari-hari dengan benar.
B. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
1.1.1 Peserta didik menghayati ibrah dari peristiwa Fathu Makkah
1.1.2 Peserta didik mampu menjelaskan sebab-sebab Fathu Makkah
1.1.3 Peserta didik mampu menentukan dan menemukan perilaku terpuji
Rasulullah Saw.
C. Pemahaman Bermakna
Salah satu hikmah penting yang dapat dipetik dari peristiwa Fathu Makkah.
Persatuan sangat penting bagi umat Islam, karena dengan bersatu, umat Islam dapat
menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang menghadang.
D. Pertanyaan Pemantik
Peserta didik diajak menceritakan pengalaman tentang ‘berjanji’ dengan orang tua,
teman atau guru. Guru memberikan pertanyaan ringan pentingnya janji, menepati
janji dan dampaknya.
1. Pernahkan kalian mempunya janji dengan teman?
2. Bagaimana pengalaman kalian ketika memiliki janji dengan teman?
3. Bagaimana jika perjanjian itu tidak ditepati?
E. Kegiatan Pembelajaran (Mencerminkan Penerapan Pendekatan PBL)
Pendahuluan ( 15 Menit)
a. Guru memulai pembelajaran dengan berdoa.
b. Guru mengondisikan kelas untuk siap belajar (merapikan meja dan kursi,
berdoa, absensi dan menyiapkan peralatan untuk pembelajaran)
c. Guru menanyakan kabar dan suasana hati peserta didik (kompetensi Sosial
Emosional).
d. Guru memberikan apersepsi.
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
f. Guru membangkitkan motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.
g. Membuat kesepakatan bersama.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Sintak 1: Orientasi peserta didik pada masalah
Guru mengembangkan stimulus pembelajaran dengan mengeksplorasi
permasalah pada peserta didik. Seperti memunculkan pertanyaan;
1. Pernahkan ananda mempunya janji dengan teman?
2. Bagaimana pengalaman ananda ketika memiliki janji dengan teman?
3. Bagaimana jika perjanjian itu tidak ditepati?
Sintak 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
Guru membagi dalam beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok harus
memperhatikan dan mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
Kelompok terdiri dari 3-5 orang tergantung kondisi aktual pembelajaran.
Guru memberikan tugas untuk membaca dan memahami teks tentang Fathu
Makkah serta menjawab Pertanyaan sebagai bahan diskusi.
1. Apa yang dimaksud dengan Fathu Makkah?
2. Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa Fathu Makkah?
3. Apa isi perjanjian hudaibiyah?
4. Perilaku dan sikap seperti apa yang ditunjukkan Rasulullah ketika peristiwa
Fathu Makkah?
Guru dapat memberikan buku sumber lain yang relevan dan lebih luas tentang
makna Fathu Makkah.
Setiap peserta didik dalam grup akan diberikan nomor kelompok.
Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok.
Sintak 3: Membimbing penyelidikan kelompok
Kelompok mengerjakan dan mendikusikan jawaban yang ditugaskan.
Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengumpulkan informasi.
Guru membimbing peserta didik mengerjakan tugas kelompok.
Sintak 4: Megembangkan dan menyajikan hasil
Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil diskusinya.
Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan mempresentasikan hasil
pekerjaannya.
Guru meminta tanggapan dari teman-temannya.
Peserta didik mengumpulkan semua hasil diskusinya tiapa kelompok kepada
guru.
Sintak 5: Analisis dan Evaluasi proses pemecahan masalah
Guru memberikan apresiasi terhadap semua peserta didik.
Peserta didik bersama guru berdiskusi kembali mengenai pertanyaan pemantik
mengenai materi.
Penutup
Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan dalam
satu pembelajaran.
Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan melakukan
hening sejenak dan berdoa
Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah
F. Pelaksanaan Asesmen
Sikap
No Uraian SS S RR TS
1 Selalu menepati janji
2 Memberikan maaf kepada orang yang
menyakiti
3 Teman adalah saudara
4 Senang berteman dengan siapa saja
5 Menolong teman yang terkena musibah
Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis.
Keterampilan
Produk
Membuat Quote perilaku saling berbagi kepada yang membutuhkan.
Dibuat secara individu pada kertas.
Contoh:
RASULULLAH ADALAH IDOLAKKU
Penilaian
No Nama Ketepatan Kerapihan
3 2 1 3 2 1
Jumlah 1380
Rerata 46
Tuntas 9 30%
Tidak Tuntas 21 70%
Guru Kolaboratif Padang, 12 September 2024
Peneliti,
Nurkholis
DAFTAR NILAI
Mata Pelajaran :Pendidikan Agama Islam dan Budi Peerti
Materi :Peristiwa Fathu Makkah
Nilai :Siklus I
Jumlah 2055
Rerata 69
Tuntas 18 60%
Tidak Tuntas 12 40%
Guru Kolaboratif Padang, 24 September 2024
Peneliti,
Nurkholis
DAFTAR NILAI
Mata Pelajaran :Pendidikan Agama Islam dan Budi Peerti
Materi :Peristiwa Fathu Makkah
Nilai :Siklus II
Jumlah 2580
Rerata 86
Tuntas 27 90%
Tidak Tuntas 3 10%
Guru Kolaboratif Padang, 24 September 2024
Peneliti,
Nurkholis
LEMBARAN OBSERVASI KEGIATAN SISWA
Lampiran :
Siklus
Keterangan
1 Menerima Padang,
2 Menanggapi Peneliti
3 Penilaian
4 Mengorganisasikan
Nurkholis
PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 18 BUNGO PASANG
Jl. Simpang Tabing Lubuk Minturun Email : sd18 bungopasang@[Link] Kode Pos 25174
Yulherdi, [Link]., Gr
NIP. 19650610 1986101001
SURAT PERNYATAAN PENELITIAN
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
dengan judul :
“Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada
Kelas V SD Negeri 18 Bungo Pasang” Adalah murni gagasan, penilaian dan rumusan
sendiri tanpa bantuan tidak syah dari pihak lain, kecuali arahan dari teman sejawat dan
pengawas sekolah.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
x0078
Nurkholis
BERITA ACARA
SEMINAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Pada hari ini Senin Tanggal Tiga Belas Bulan November Tahun Dua Ribu Dua
Puluh Tiga, pukul 10.00 WIB bertempat di ruangan guru SDN 18 Bungo Pasang,
telah diseminarkan Penelitian Tindakan Kelas.
Judul :“Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti pada Kelas V SD Negeri 18
Bungo Pasang”
Disusun Oleh : Nurkholis, SIQ., [Link].I
NIP : 199312102019021001
Jabatan : Guru PAI dan Budi Pekerti
Instansi : UPT SD Negeri 18 Bungo Pasang
Mengetahui,
Kepala Sekolah Padang, 9 Oktober 2024
Guru PAI / BP
Y
Yulherdi, [Link]., Gr
NIP. 19650610 1986101001 Nurkholis