0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan18 halaman

Modul Ajar PBL Fathu Makkah SD Kelas V

Diunggah oleh

Nurkholis Nurkholis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan18 halaman

Modul Ajar PBL Fathu Makkah SD Kelas V

Diunggah oleh

Nurkholis Nurkholis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar (MA) Berbasis PBL

Modul Ajar Fathu Makkah

Informasi Umum
Nama Penyusun : Nurkholis
Satuan Pendidikan : SD Negeri 18 Bungo Pasang
Tahun Penyusunan : 2024
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar (SD)
Kelas : V (Lima)
Alokasi Waktu : 3 x 35 JP
Kompetensi Awal : Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa Fathu Makkah dan
sebab-sebab terjadinya fathu makkah.
Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil’alamin:
Profil Pelajar Pancasila : 1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia
2. Bernalar kritis : memperoleh dan memproses informasi dan
gagasan
3. Mandiri : bertanggung jawab atas proses dan hasil
belajarnya
4. Bergotong-royong
Profil Pelajar Rahmatan : 1. Berkeadaban (ta’addub); 2. Keteladanan (qudwah); 3.
Lil’alamin Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah); 4. Mengambil
jalan tengah (tawassuṭ); 5. Berimbang (tawāzun); 6. Lurus dan
tegas (I’tidāl); 7. Kesetaraan (musāwah); 8. Musyawarah
(syūra); 9. Toleransi (tasāmuh); 10. Dinamis dan inovatif
(taṭawwur wa ibtikār);
Sarana & Prasarana : 1. Mushaf Al-Qur’an
2. Papan tulis
3. Spidol, serta alat tulis lainnya
4. Proyektor LCD
5. Speaker) aktif,
6. Laptop
7. PPT Interaktif
8. Vidio Pembelajaran
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler
Model Pembelajaran : 1. Model pembelajaran Probem Based Learning (PBL)
Sintak model PBL menurut Sumarmi sebagai berikut:
1) Orientasi peserta didik pada masalah.
2) Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
3) Membimbing penyelidikan kelompok
Kompetensi Inti
A. Tujuan Pembelajaran
1. Meyakini peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan benar.
2. Membiasakan perilaku pantang menyerah sebagai bukti implementasi makna Fathu Makkah dan Haji
Wada dengan benar.
3. Menjelaskan pengertian peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan benar.
4. Menjelaskan sebab-sebab terjadinya peristiwa Fathu Makkah dengan benar.
5. Menentukan perilaku mulia Rasulullah saw. dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan tepat.
6. Menemukan perilaku terpuji dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan tepat.
7. Menghubungkan peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada dengan perilaku terpuji sehari-hari dengan
benar.
B. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
1.1.1 Peserta didik menghayati ibrah dari peristiwa Fathu Makkah
1.1.2 Peserta didik mampu menjelaskan sebab-sebab Fathu Makkah
1.1.3 Peserta didik mampu menentukan dan menemukan perilaku terpuji Rasulullah Saw.
C. Pemahaman Bermakna
Salah satu hikmah penting yang dapat dipetik dari peristiwa Fathu Makkah. Persatuan sangat penting
bagi umat Islam, karena dengan bersatu, umat Islam dapat menghadapi berbagai tantangan dan
rintangan yang menghadang.
D. Pertanyaan Pemantik
Peserta didik diajak menceritakan pengalaman tentang ‘berjanji’ dengan orang tua, teman atau guru.
Guru memberikan pertanyaan ringan pentingnya janji, menepati janji dan dampaknya.
1. Pernahkan kalian mempunya janji dengan teman?
2. Bagaimana pengalaman kalian ketika memiliki janji dengan teman?
3. Bagaimana jika perjanjian itu tidak ditepati?
E. Kegiatan Pembelajaran (Mencerminkan Penerapan Pendekatan PBL)
Pendahuluan ( 15 Menit)
a. Guru memulai pembelajaran dengan berdoa.
b. Guru mengondisikan kelas untuk siap belajar (merapikan meja dan kursi, berdoa, absensi dan
menyiapkan peralatan untuk pembelajaran)
c. Guru menanyakan kabar dan suasana hati peserta didik (kompetensi Sosial Emosional).
d. Guru memberikan apersepsi.
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
f. Guru membangkitkan motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.
g. Membuat kesepakatan bersama.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Sintak 1: Orientasi peserta didik pada masalah
 Guru mengembangkan stimulus pembelajaran dengan mengeksplorasi permasalah pada peserta
didik. Seperti memunculkan pertanyaan;
1. Pernahkan ananda mempunya janji dengan teman?
2. Bagaimana pengalaman ananda ketika memiliki janji dengan teman?
3. Bagaimana jika perjanjian itu tidak ditepati?
Sintak 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
 Guru membagi dalam beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok harus memperhatikan
dan mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
 Kelompok terdiri dari 3-5 orang tergantung kondisi aktual pembelajaran.
 Guru memberikan tugas untuk membaca dan memahami teks tentang Fathu Makkah serta
menjawab Pertanyaan sebagai bahan diskusi.
1. Apa yang dimaksud dengan Fathu Makkah?
2. Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa Fathu Makkah?
3. Apa isi perjanjian hudaibiyah?
4. Perilaku dan sikap seperti apa yang ditunjukkan Rasulullah ketika peristiwa Fathu Makkah?
 Guru dapat memberikan buku sumber lain yang relevan dan lebih luas tentang makna Fathu
Makkah.
 Setiap peserta didik dalam grup akan diberikan nomor kelompok.
 Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok.
Sintak 3: Membimbing penyelidikan kelompok
 Kelompok mengerjakan dan mendikusikan jawaban yang ditugaskan.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengumpulkan informasi.
 Guru membimbing peserta didik mengerjakan tugas kelompok.
Sintak 4: Megembangkan dan menyajikan hasil
 Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil diskusinya.
 Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan mempresentasikan hasil pekerjaannya.
 Guru meminta tanggapan dari teman-temannya.
 Peserta didik mengumpulkan semua hasil diskusinya tiapa kelompok kepada guru.
Sintak 5: Analisis dan Evaluasi proses pemecahan masalah
 Guru memberikan apresiasi terhadap semua peserta didik.
 Peserta didik bersama guru berdiskusi kembali mengenai pertanyaan pemantik mengenai materi.
Penutup
 Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan dalam satu
pembelajaran.
 Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan melakukan hening sejenak
dan berdoa
 Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah

F. Pelaksanaan Asesmen
Sikap

No Uraian SS S RR TS
1 Selalu menepati janji
2 Memberikan maaf kepada orang yang
menyakiti
3 Teman adalah saudara
4 Senang berteman dengan siapa saja
5 Menolong teman yang terkena musibah

Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis.
Keterampilan
Produk
Membuat Quote perilaku saling berbagi kepada yang membutuhkan.
Dibuat secara individu pada kertas.
Contoh:
RASULULLAH ADALAH IDOLAKKU

Penilaian
No Nama Ketepatan Kerapihan
3 2 1 3 2 1

G. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan: Remedial
 Pengayaan diberikan untuk menambah  Remedial dapat diberikan kepada peserta didik
wawasan peserta didik mengenai materi yang capaian kompetensi dasarnya (KD) belum
pembelajaran yang dapat diberikan kepada tuntas.
peserta didik yang telah tuntas mencapai  Guru memberi semangat kepada peserta didik
kompetensi dasar (KD). yang belum tuntas.
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak  Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik
ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta yang belum tuntas dalam bentuk pembelajaran
didik. ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok,
 Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta didik yang
didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil
diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk analisis penilaian.
perluasan atau pendalaman materi
H. Glosarium
I. Daftar Pustaka:
Agus Suprijono. (2009). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Anita Lie. (2010). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning Di Ruang-Ruang
Kelas. Jakarta: Grasindo.
B .Uno, Prof. Dr. Hamzah. 2011. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Daradjat, Zakiah. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Isjoni. (2010). Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Kementerian Agama Republik Indonesia. 2011. Materi Peningkatan
Guru Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam.
Kementerian Agama Republik Indonesia. 2015. Modul Metode Pembelajaran. Jakarta: Direktorat
Pendidikan Agama Islam.
Muhibbin Syah. (2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Nana Sudjana. (2010). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Nasution, Prof. Dr. MA. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung: C.V. Jemmars.
Oemar Hamalik. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sardiman A. M. (2011). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi
Pustaka Publisher

Mengetahui, Padang, 10 Juli 2021


Kepala Sekolah Guru PAI dan BP

Yulherdi, [Link]. Gr Nurkholis


NIP. 196506101986101001
Modul Ajar Format
Modul Ajar PAI dan BP Kelas V Fase C Semester I

Sekolah : SD Negeri 18 Bungo Pasang


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Tema : Meneladani Perjuangan Rasulullah
Bab V : Kisah Istimewa Fathu Makkah
Fase/Kelas : C/ V (Lima)
Alokasi Waktu : 3 JP
Tahun Pelajaran : 2024//2025
Nama Penyusun : Nurkholis

Kompetensi Awal:
Sebelum mempelajari materi, peserta didik diharapkan telah memiliki pengetahuan atau
keterampilan tentang infaq, zakat, sedekah dan hadiah serta hikmah berbagi.

Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil’alamin


1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
2. Bernalar kritis : memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
3. Mandiri : bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya
4. Bergotong-royong
5. Berkeadaban (ta’addub)
6. Keteladanan (qudwah
7. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah)
8. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ)
9. Berimbang (tawāzun)
10. Lurus dan tegas (I’tidāl)
11. Kesetaraan (musāwah)
12. Musyawarah (syūra)
13. Toleransi (tasāmuh)
14. Dinamis dan inovatif (taṭawwur wa ibtikār);

Sarana dan Prasarana:


1. Mushaf Al-Qur’an
2. Papan tulis
3. Kartu Huruf Hijaiyyah
4. Spidol, serta alat tulis lainnya
5. Proyektor LCD
6. Pelantang (speaker) aktif,
7. Laptop
8. Media pembelajaran interaktif, dan gambar/poster

Target Peserta Didik:


Peserta Didik Reguler
Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
(KKTP)
1. Meyakini peristiwa Fathu Makkah dan 1. Peserta didik menghayati ibrah dari peristiwa
Haji Wada dengan benar. Fathu Makkah dan Haji Wada
2. Membiasakan perilaku pantang menyerah
sebagai bukti implementasi makna Fathu 2. Peserta didik mampu menjelaskan sebab-sebab
Makkah dan Haji Wada dengan benar. Fathu Makkah
3. Menjelaskan pengertian peristiwa Fathu
Makkah dan Haji Wada dengan benar. 3. Peserta didik mampu menentukan dan
4. Menjelaskan sebab-sebab terjadinya menemukan perilaku terpuji Rasulullah Saw.
peristiwa Fathu Makkah dengan benar.
5. Menentukan perilaku mulia Rasulullah
saw. dalam peristiwa Fathu Makkah dan
Haji Wada dengan tepat.
6. Menemukan perilaku terpuji dalam
peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada
dengan tepat.
7. Menghubungkan peristiwa Fathu Makkah
dan Haji Wada dengan perilaku terpuji
sehari-hari dengan benar.

1. Pemahaman Bermakna:
Salah satu hikmah penting yang dapat dipetik dari peristiwa Fathu Makkah. Persatuan sangat
penting bagi umat Islam, karena dengan bersatu, umat Islam dapat menghadapi berbagai
tantangan dan rintangan yang menghadang.

2. Pertanyaan Pemantik:
Peserta didik diajak menceritakan pengalaman tentang ‘berjanji’ dengan orang tua, teman
atau guru. Guru memberikan pertanyaan ringan pentingnya janji, menepati janji dan
dampaknya.
1. Pernahkan kalian mempunya janji dengan teman?
2. Bagaimana pengalaman kalian ketika memiliki janji dengan teman?
3. Bagaimana jika perjanjian itu tidak ditepati?

Langkah-langkah persiapan
Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti:
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar, guru menyiapkan lembar
kerja peserta didik.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, alat dan bahan yang
dibutuhkan.
Urutan Kegiatan Pembelajran (mencerminkan penerapan pendekatan Alokasi Waktu
PBL)
Pembelajaran 1 3 JP
Kegiatan Pembukaan: 15 Menit
 Guru memulai pembelajaran dengan berdoa dan bertemu
dengan peserta didik
 Guru mengondisikan kelas untuk siap belajar (merapikan meja
dan kursi, berdoa, absensi dan menyiapkan peralatan untuk
pembelajaran)
 Guru menanyakan kabar dan suasana hati peserta didik
(kompetensi Sosial Emosional).
 Guru memberikan apersepsi.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
 Guru membangkitkan motivasi peserta
 Membuat kesepakatan bersama.
Kegiatan Inti: 75 M
Sintak 1: Orientasi Peserta didik pada Masalah
 Guru mengembangkan stimulus pembelajaran dengan
mengeksplorasi permasalah pada peserta didik. Seperti
memunculkan pertanyaan;
1. Pernahkan ananda mempunya janji dengan teman?
2. Bagaimana pengalaman ananda ketika memiliki janji dengan
teman?
3. Bagaimana jika perjanjian itu tidak ditepati?
Sintak 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
 Guru membagi dalam beberapa kelompok. Dalam pembagian
kelompok harus memperhatikan dan mempertimbangkan
karakteristik peserta didik.
 Kelompok terdiri dari 3-5 orang tergantung kondisi aktual
pembelajaran.
 Guru memberikan tugas untuk membaca dan memahami teks
tentang Fathu Makkah serta menjawab Pertanyaan sebagai
bahan diskusi.
1. Apa yang dimaksud dengan Fathu Makkah?
2. Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa Fathu Makkah?
3. Apa isi perjanjian hudaibiyah?
4. Perilaku dan sikap seperti apa yang ditunjukkan Rasulullah
ketika peristiwa Fathu Makkah?
 Guru dapat memberikan buku sumber lain yang relevan dan
lebih luas tentang makna Fathu Makkah.
 Setiap peserta didik dalam grup akan diberikan nomor
kelompok.
 Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok.
Sintak 3: Membimbing penyelidikan kelompok
 Kelompok mengerjakan dan mendikusikan jawaban yang
ditugaskan.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengumpulkan
informasi.
 Guru membimbing peserta didik mengerjakan tugas kelompok.
Sintak 4: Megembangkan dan menyajikan hasil
 Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil diskusinya.
 Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan
mempresentasikan hasil pekerjaannya.
 Guru meminta tanggapan dari teman-temannya.
 Peserta didik mengumpulkan semua hasil diskusinya tiapa
kelompok kepada guru.
Sintak 5: Analisis dan Evaluasi proses pemecahan masalah
 Guru memberikan apresiasi terhadap semua peserta didik.
Peserta didik bersama guru berdiskusi kembali mengenai pertanyaan
pemantik mengenai materi.
Kegiatan Penutup: 15 M
Penyimpulan:
 Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang
disampaikan dalam satu pembelajaran.
 Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran
dengan melakukan hening sejenak dan berdoa
 Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah
Refleksi Peserta didik:

Pertanyaan refleksi Jawaban


1. Bagaimana perasaanmu hari ini?
2. Pengetahuan baru apa yang ananda
dapatkan?
3. Apa yang belum anada pahami?

Asesmen/Penilaian Pencapaian Tujuan Pembelajaran


Sikap

No Uraian SS S RR TS
1 Selalu menepati janji
2 Memberikan maaf kepada orang
yang menyakiti
3 Teman adalah saudara
4 Senang berteman dengan siapa
saja
5 Menolong teman yang terkena
musibah

Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
Praktik
Menceritakan keteladanan perjuangan Rasulullah saw.
peserta didik dapat menceritakan peristiwa Fathu Makkah.

Penilaian
No Nama Gaya Bahasa Isi
3 2 1 3 2 1

Refleksi Guru
Pada akhir pelajaran, guru dapat memandu aktivitas refleksi peserta didik agar dapat
mengemukakan pendapatnya terhadap materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
1. Apakah kegiatan belajar berhasil?
2. Apa yang menurutmu berhasil?
3. Kesulitan apa yang dialami?
4. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar? .
5. Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik?
Pembelajaran Ke-2
Kegiatan Pembukaan:
 Guru memulai pembelajaran dengan berdoa dan bertemu dengan peserta didik
 Guru mengondisikan kelas untuk siap belajar (merapikan meja dan kursi, berdoa,
absensi dan menyiapkan peralatan untuk pembelajaran)
 Guru menanyakan kabar dan suasana hati peserta didik (kompetensi Sosial
Emosional).
 Guru memberikan apersepsi.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
 Guru membangkitkan motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.
Kegiatan Inti:
Sintak 1: Orientasi peserta didik pada masalah
 Guru juga dapat memberikan stimulus pembelajaran yang berhubungan dengan
materi yang akan disajikan dengan gambar atau teks pada buku siswa.
 Guru dapat pula mengembangkan stimulus pembelajaran dengan mengeksplorasi
peserta didik berdasarkan pengalaman mereka tentang ibadah haji.
 Melakukan tanya jawab sambil mengamati gambar yang ada di buku.
Sintak 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
 Guru membagi dalam beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok harus
memperhatikan dan mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
 Kelompok terdiri dari 3-5 orang tergantung kondisi aktual pembelajaran.
 Guru memberikan tugas untuk membaca dan memahami teks Haji Wada’ serta
pertanyaan sebagai bahan untuk diskusi.
1. Apa yang dimaksud dengan Haji Wada’/
2. Pesan-pesan apa yang disampaikan Rasulullah Ketika Haji Wada’?
3. Tuliskan pelajaran/hikmah yang dapat diambil dari peristiwa Haji Wada!
 Guru dapat memberikan buku sumber lain yang relevan dan lebih luas tentang
makna Haji Wada’.
 Setiap peserta didik dalam grup akan diberikan nomor.
 Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok.
Sintak 3: Membimbing penyelidikan kelompok
 Kelompok mengerjakan dan mendikusikan jawaban yang ditugaskan.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengumpulkan informasi.
 Guru membimbing peserta didik mengerjakan tugas kelompok.
Sintak 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil
 Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil diskusinya.
 Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan mempresentasikan hasil
pekerjaannya.
 Guru meminta tanggapan dari teman-temannya.
 Peserta didik mengumpulkan semua hasil diskusinya tiapa kelompok kepada
guru.
Sintak 5: Analisis dan Evaluasi proses pemecahan masalah
 Guru memberikan apresiasi terhadap semua peserta didik.
Peserta didik bersama guru berdiskusi kembali mengenai pertanyaan pemantik
mengenai materi.

Kegiatan Penutup:
Penyimpulan:
 Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan dalam
satu pembelajaran.
 Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan melakukan
hening sejenak dan berdoa
 Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah
Refleksi Peserta didik:

Pertanyaan refleksi Jawaban


4. Bagaimana perasaanmu hari ini?
5. Pengetahuan baru apa yang ananda
dapatkan?
6. Apa yang belum anada pahami?

Asesmen/Penilaian Tujuan Pembelajaran


Sikap
 Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada
jurnal, baik sikap positif dan negatif.
Perilaku
No Har, Tanggal Nama Siswa Catatan yang
diamati

Pengetahuan
 Memberikan tugas tertulis.
1.

2.

3.

Keterampilan
 Produk
Membuat Quote perilaku saling berbagi kepada yang membutuhkan.
Dibuat secara individu pada kertas.
Contoh:
RASULULLAH ADALAH IDOLAKKU

Penilaian
No Nama Ketepatan Kerapihan
3 2 1 3 2 1

Pengayaan dan Remedial


Pengayaan: Remedial
 Pengayaan diberikan untuk menambah  Remedial dapat diberikan kepada
wawasan peserta didik mengenai peserta didik yang capaian kompetensi
materi pembelajaran yang dapat dasarnya (KD) belum tuntas.
diberikan kepada peserta didik yang  Guru memberi semangat kepada
telah tuntas mencapai kompetensi peserta didik yang belum tuntas.
dasar (KD).  Guru akan memberikan tugas bagi
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak peserta didik yang belum tuntas dalam
ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan bentuk pembelajaran ulang, bimbingan
peserta didik. perorangan, belajar kelompok,
 Berdasarkan hasil analisis penilaian, pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta
peserta didik yang sudah mencapai didik yang belum mencapai ketuntasan
ketuntasan belajar diberi kegiatan belajar sesuai hasil analisis penilaian.
pembelajaran pengayaan untuk
perluasan atau pendalaman materi

Sumber/Referensi/Daftar Pustaka
Agus Suprijono. (2009). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Anita Lie. (2010). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning Di Ruang-
Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
B .Uno, Prof. Dr. Hamzah. 2011. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Daradjat, Zakiah. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Isjoni. (2010). Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta
Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Kementerian Agama Republik Indonesia. 2011. Materi Peningkatan
Guru Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam.
Kementerian Agama Republik Indonesia. 2015. Modul Metode Pembelajaran. Jakarta:
Direktorat Pendidikan Agama Islam.
Muhibbin Syah. (2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Nana Sudjana. (2010). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Nasution, Prof. Dr. MA. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung: C.V. Jemmars.
Oemar Hamalik. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sardiman A. M. (2011). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher
LAMPIRAN
1. Materi

2. Contoh media pembelajaran


Vido Pembelajaran
[Link]
3. Lembar Kerja Kelompok Pertemuan Ke 1

No Poin Penting Deskripsi


1 Pengertian Fathu Makkah Fathu Makkah artinya pembebasan Kota
Mekkah. Fathu Makkah atau Fathu Mekkah
merupakan peristiwa pembebasan Kota
Mekkah oleh umat Islam dari kaum Quraisy.
2. Dst dst

4. Rubrik dan Penilaian Kelompok Pertemuan 1

5. Lembar Tes tertulis Pertemuan 1


6. Lembar pengamatan Sikap pertemuan 1

No Uraian SS S RR TS
1 Selalu menepati janji
2 Memberikan maaf kepada orang
yang menyakiti
3 Teman adalah saudara
4 Senang berteman dengan siapa
saja
5 Menolong teman yang terkena
musibah

7. Lembar kerja kelompok pertemuan 2

No Poin Penting Deskripsi


1 Makna Haji wada Haji Wada adalah haji yang dilaksanakan
oleh Rasulullah SAW pada tahun ke-10
Hijrah. Ia di- namai demikian karena ketika
itu Nabi Muhammad SAW "berpamitan"
kepada umatnya dan menyatakan bahwa
"Siapa tahu aku tidak dapat lagi bertemu
kamu semua setelah tahun ini".
2. Dst dst

8. Rubrik penilaian kerja kelompok pertemuan 2

9. Lembar tes tertulis pertemuan ke 2


1.

2.
3.

10. Lembar pengamatan sikap pertemuan ke 2


 Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada
jurnal, baik sikap positif dan negatif.
Perilaku
No Har, Tanggal Nama Siswa Catatan yang
diamati

11. Materi Pengayaan

Mengetahui, Padang, 10 Juli 2021


Kepala Sekolah Guru PAIBP

Yulherdi, [Link]. Gr Nurkholis,


NIP. 196506101986101001 Mahasiswa

Anda mungkin juga menyukai