BAB I
PEMBAHASAN
A. Pengertian Administrasi K6
Program kegiatan K6 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan).
Penyusunan dan pelaksanaan program K6 ini akan merupakan bagian dari program sekolah dan dalam
pelaksanaannya, semua unsur sekolah baik siswa, guru dan karyawan sangat berpengaruh dalam
kesuksesan program ini. Untuk itu penerapan disiplin bagi semua unsur sekolah merupakan prioritas.
B. Tujuan dan Manfaat Administrasi K6
Program K6 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan). Program ini
dimaksudkan agar siswa mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik. Berperilaku sopan, tidak
membuang sampah sembarangan, selalu menjaga kebersihan lingkungan, kedislipinan, dan lain-lain
adalah aspek-aspek yang dikembangkan di program ini.
C. Ruang Lingkup Administrasi K6
a. Kebersihan
Mengelola kebersihan sekolah mulai dari ruang-ruang kelas, ruang kepala sekolah dan guru,
laboratorium, perpustakaan, toilet, halaman sekolah,tamn sekolah, lapangan, dan lainnya.
Dalam mengelola kebersihan setiap kelas dibuat piket kelas yang terdiri dari beberapa siswa yang diberi
tugas membersihkan kelas dan pekarangan di sekitar kelasnya sebelum pelajaran pertama dimulai.
Daftar piket kelas ini disusun berdasarkan hari, yang mana dalam setiap harinya terdapat beberapa
siswa dari kelas tersebut. Dengan adanya piket kelas ini, siswa dapat berpartisipasi dalam menjaga
kebersihan sekolah terutama kebersihan kelas. Sehingga kebersihan kelas sehari-hari menjadi tanggung
jawab piket kelas.
Sekolah juga membuat tata tertib agar warga sekolah dapat menjaga kebersihan sekolah dengan tidak
membuang sampah sembarangan selama di lingkungan sekolah dan membuat papan-papan atau
tulisan-tulisan ajakan untuk menjaga kebersihan sekolah, salah satunya “Kebersihan Sebagian Dari
Iman”.
Selain itu, adanya petugas kebersihan sekolah yang bertugas antara lain :
1. Membersihkan teras-teras kelas.
2. Membersihkan toilet siswa, guru, karyawan dan kepala sekolah.
3. Memonitor kebersihan toilet siswa, guru dan kepala sekolah.
Contoh kebersihan kelas
Contoh kebersihan kantin sekolah
Contoh kebersihan tempat wudlu dalam fasilitas ibadah
Contoh kebersihan toilet sekolah
b. Keamanan
Salah satu yang harus dikelola dalam bidang keamanan yang pengamana sekolah atas fasilitas, sarana
dan prasarana sekolah, mulai dari barang-barang dalam ruang guru, ruang kelas, perpustakaan,
laboratorium, dan lainnya. Selain itu juga keamanan dalam siswa, seperti dibuatnya perturan
dilarangnya membawa teman dari sekolah lain tanpa izin dari guru piket ataupun dari satpam selaku
petugas keamanan sekolah. Ataupun keamanan dalam mengelola parkiran sekolah.
Contoh keamanan dalam parkiran sekolah
Dengan ini, biasanya di gerbang sekolah terdapat pos-pos penjaga sekolah atau satpam. Sehingga
aktifitas keluar masuk warga sekolah atau tamu sekolah dapat tercatat, seperti adanya buku tamu yang
dicatat oleh satpam atau guru piket.
c. Ketertiban
Dalam mengelola ketertiban sekolah, dibuatnya aturan-aturan atau yang disebut tata tertib sekolah.
Yang mencakup peraturan untuk siswa,guru taupun pegawai sekolah. Dimana peraturan atau tata tertib
berlaku untuk semua warga sekolah. Dan jika ada pelanggaran maka diberikan sanksi-sanksi sesuai
dengan yang dilanggar.
d. Keindahan
Pengelolaan dalm bidang keindahan diterapkan dari tata letak penataan sekolah mulai dari tata letak
kelas-kelas, ruang guru, toilet, kantin dan lainnya. Melihat penampilan keindahan sekolah menjadi bukti
kesungguhan para pengelola serta partisipasi seluruh anggota komunitas yang berkomitmen untuk
mewujudkan konsep penataan sekolah yang ideal. Basis sumber daya kultur sekolah ini adalah berbagi
tanggung jawab, penguatan partisipasi, dan komitmen bersama. Sentuhan pengelola terdahulu menjadi
sumber daya potensial yang telah dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu berprestasi dalam sistem
penataan lingkungan.
e. Kerindangan
Dalam bidang kerindangan, salah satunya dibuat taman sekolah dengan ditanamnya pepohonon di area
[Link] sekolah oleh pepohonan dan bunga membuat penyejuk udara (air conditioner)
juga dengan adanya kebun yang luas. Terdapat tanaman obat dan tanaman hias yang dipelihara oleh
siswa.
f. Kekeluargaan
Adanya kepedulian antar sesama warga seklah.
D. Tata Tertib Sekolah
Beberapa aturan yang dapat dibuat dalam bidang K6 agar dapat berjalan baik:
I. KEAMANAN
1. Setiap kelas membentuk organisasi kelas yang terdir dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris,
dan beberapa seksi-seksi.
2. Selama PBM berlangsung siswa hanya diperbolehkan keluar perkarangan apabila mendapat izin
dari guru bidang studi
3. Apabila terjadi permasalahan di dalam kelas , ketua beserta perangkat kelas secepatnya
menyelesaikannya dan seandainya tidak mampu segera melapor secara bertingkat kepada guru
piket/ walas/BK/Tim K6/ Wakil Kepsek
4. Siswa dilarang membawa teman ke lokasi sekolah selama kegiatan berhubungan dengan sekolah
5. Siswa hanya dizinkan menerima tamu setelah mendapat izin dari guru piket selama PBM
6. Siswa dilarang keras membawa senjata tajam ataupun memakai benda – benda yang berfungsi
sebagai senjata.
7. Dilarang membuat gaduh/keributan dalam kelas sehingga mengganggu kelas yang lain.
8. Siswa wajib memelihara ketahanan dan keamanan sekolah terhadap ancaman, gangguan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah.
9. Siswa wajib mengikuti upacara bendera/hari besar nasional yang ditentukan sekolah atau lembaga
terkait.
10. Siswa dilarang keras berkelahi dan melakukan tindakan keras lain yang membahayakan orang lain.
11. Siswa dilarang menerima tamu kecuali telah diizinkan oleh kepala sekolah/wakasek/guru piket.
II. KEBERSIHAN
1. Setiap kelas bertanggungjawab terhadap kebersihan lokal dan pekarangannya
2. Piket kelas harus sudah membersihkan lokal sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
3. Siswa dilarang membawa makanan yang menimbulkan sampah ke dalam lokal
4. Kebersihan kelas sehari – hari merupakan tanggungjawab piket kelas
5. Setiap kegiatan gotong royong sekolah seluruh siswa harus mengikutinya secara baik
III. KETERTIBAN
1. Siswa tidak dibenarkan masuk kelas apabila terlambat 10 menit dan hanya dizinkan masuk setelah
mendapat izin dari guru piket
2. Jam pelajaran untuk hari Senin sampai Kamis dan hari Sabtu dimulai jam 07.15 s.d 15.10 wib, dan
hari Jumat mulai jam 07.10 s.d 11.45 wib
3. Sebelum pelajaran di mulai siswa diwajibkan terlebih dahulu membaca Alquran selama 15 menit
pertama.
4. Apabila siswa terlambat 3 kali, maka siswa tersebut dikonfirmasikan kepada Wali kelas.
5. Siswa setiap hari senin dan selasa diharuskan memakai dasi dan hari Sabtu memakai pakaian
Pramuka lengkap.
6. Setap siswa harus memakai singlet dan tidak dibenarkan memakai baju kaos pengganti singlet serta
bagi wanita memakai rok dalam dan memakai jilbab putih
7. Siswa tidak dibenarkan memakai perhiasan kecuali anting bagi siswa wanita
8. Siswa laki – laki tidak dibenarkan berambut panjang
9. Siswa wanita tidak boleh pakai celana panjang
10. Siswa harus memakai sepatu hitam, kaos kaki putih, selain topi pet sekolah tidak dibenarkan.
11. Siswa harus memakai tas ke sekolah
12. Siswa dilarang keras merokok dan menggunakan narkoba serta membawa benda – benda tajam dan
sejenisnya.
13. Siswa dilarang keras membawa benda – benda berbau pornografi
14. Siswa tdak dibenarkan jajan selama PBM berlangsung
15. Siswa dilarang keluar pekarangan sekolah sewaktu istirahat kecuali izin piket
16. Siswa wajib mematuhi Sapta Prasetia OSIS
17. Selama PBM berlangsung dan pertukaran jam belajar, siswa tidak dibenarkan keluar kelas, kecuali
ada izin dari guru/ piket
18. Siswa tidak dibenarkan keluar tanpa izin ( cabut ) selama jam pelajaran
19. Siswa yang tidak hadir ke sekolah harus membawa surat izin yang diketahui oleh orangtua/wali
IV. KERINDANGAN
1. Setiap kelas wajib mengelola taman kelas seindah mungkin
2. Setiap kelas wajib menghias kelasnya dengan tanaman / bunga hidup
3. Setiap kelas mempunyai kebun sekolah
4. Setiap siswa harus bertanggung jawab terhadap kerindagan sekolah
5. Melaksanakan gerakan penghijauan di sekolah
V. KEINDAHAN
1. Setiap kelas dihiasi himbauan dalam bentuk gambar dan tulisan yang bermanfaat dan dapat
menunjang proses belajar
2. Tidak dibenarkan memanjang gambar – gambar yang bercorak kekerasan dan pornografi dalam kelas
3. Siswa tidak dibenarkan mencoret – coret meja, kursi dan dinding kelas
4. Siswa harus menata dan menjaga peralatan yang ada dalam kelas
5. Siswa wanita tidak dibenarkan memakai rok yang ketat dan pendek
6. Pakaian seragam sekolah harus menurut ketentuan yang berlaku
VI. KEKELUARGAAN
1. Ada rasa kekeluargaan yang tinggi atara siswa dengan guru dan personil sekolah tanpa terkecuali
2. Menjenguk teman – teman yang sakit dan mendapat kemalangan
3. Menjaga persaudaraan antara sesaman siswa, personil sekolah dalam masyarakat
4. Diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk mengambil tindaklanjut dari sanksi yang telah dibebankan.
E. TUGAS-TUGAS DALAM K6
Petugas Lapangan
a. Membersihkan halaman keliling sekolah
b. Membersihkan teras kelas
c. Membersihkan kamar mandi siswa, guru, karyawan dan kepala sekolah
d. Merawat tanaman
e. Menyiram halaman dan tanaman
f. Memotong rumput
g. Melaporkan sirkulasi keadaan sekeliling sekolah kepada kepala sekolah
h. Membersihkan ruang-ruang tersebut termasuk teras kecuali ruang dan teras kelas
i. Memonitor kebersihan WC siswa, guru dan kepala sekolah
j. Membersihkan dan merapikan taman / halaman sekolah
Menggetahui Singkarak, Juli 2024
Kepala sekolah Wakil Sarana
Patrismon, [Link],[Link] Deri Sugama, [Link]
NIP 197209302000031003 NIP 198011042008011001
k. Mengadakan penanaman/penghijauan halaman dengan tanaman yang bermanfaat ( bunga-
bunga, buah-buahan, tanaman pelindung dan lain )
l. Memelihara kesuburan / kelangsungan hidup tanaman
Petugas Keamanan
a. Menjaga keamanan sekolah
b. Mengatur parkir kendaraan siswa, guru dan karyawan
c. Membuka dan menutup pintu gerbang sekolah
d. Mengatur tamu yang datang ke sekolah dengan mengisi buku tamu
e. Melaporkan sirkulasi keamanan kepada kepala sekolah
f. Membuka dan menutup jendela, pintu ruang kelas, ruang guru, ruang TU, dan ruang kepala
sekolah
g. Menerimakan surat-surat yang datang pada waktu kantor telah tutup
h. Melaporkan secara rutin keadaan atau kejadian pada saat yang bersangkutan bertugas jaga
ditempat
Koordinasi Petugas K6
a. Mengatur/mengkoordinir pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan keamanan, Kebersihan,
keindahan, kekeluargaan ketertiban, kerindangan.
b. Untuk melaksanakan tugas ini K6 melakukan koordinasi dengan kesiswaan/Osis, pesuruh dan bagian
sarana/prasarana
c. Dalam melaksanakan tugasnya dikoordinir oleh wakasek kesiswaan dengan program masing-masing
bidang.
F. Mewujudkan Sekolah Yang Aman, Nyaman dan Disiplin
Untuk mewujudkan kondisi sekolah seperti tersebut diatas perlu langkah-langkah sebagai berikut:
1. Meningkatkan keamanan lingkungan fisik sekolah
Untuk mewujudkan sekolah yang aman perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama sekolah harus
membentuk komite yang terdiri dari berbagai stakeholders, yaitu masyarakat sekitar sekolah, orang tua,
guru, kepala sekolah dan siswa. Dengan melibatkan semua fihak diharapkan komite dapat memperjatam
pemahaman dan kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan. Melibatkan dan selalu menjaga
hubungan dengan anggota kepolisian atau ABRI sangatlah penting. Keterlibatan orang tua juga sangat
penting agar hal-hal yang menjadi keprihatinan siswa dapat didengar dan diselesaikan.
Kedua, Untuk meningkatkan keamanan sekolah, upaya harus difokuskan pada bangunan fisik sekolah,
tata letak dan kebijakan dan prosedur yang ada untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari dan
menyelesaikan masalah yang mungkin timbul. Bangunan sekolah, kelas, ruang lab, kantor,
perpustakaan, lapangan olah raga dan halaman sekolah harus direview. Selain itu, berbagai kebijakan
dan prosedur juga akses masuk sekolah harus dinilai kembali.
2. Meningkatkan disiplin siswa
Disiplin di sekolah jangan diartikan dengan prosedur yang terfokus pada konsekuensi pemberian
hukuman. Perspektif disiplin secara tradisional ini kurang sempurna sebab tidak memperhatikan
perkembangan dan tidak mendukung prilaku pro-sosial yang ditunjukkan siswa. Disiplin menurut
paradigma baru adalah langkah-langkah atau upaya yang perlu guru, kepala sekolah orang tua dan siswa
ikuti untuk mengembangkan keberhasilan prilaku siswa secara akademik maupun sosial. Jadi disiplin
dianggap sebagai alat untuk untuk menuju keberhasilan untuk semua guru, dan semua siswa di berbagai
situasi.
3. Menghilangkan hukuman fisik dan merendahkan oleh guru terhadap siswa
Hukuman fisik adalah hukuman yang melibatkan pemukulan dengan tangan atau objek lain seperti
tongkat, penggaris, ikat pinggang, cambuk, sepatu; menendang, melempar, mencubit, menjambak,
menyuruh siswa untuk berdiri pada posisi yang tidak menyenangkan, atau menyuruh siswa untuk
melakukan kegiatan fisik yang berlebihan, menakuti siswa.
Selain itu hukuman fisik terdapat pula hukuman yang merendahkan seperti menghina mengolok,
berkata kasar, mengisolasi, dan membiarkan siswa. Penting untuk diketahui bahwa tidak ada batasan
yang jelas antara hukuman fisik dengan hukuman yang merendahkan. Siswa sering mempersepsikan
bahwa hukuman fisik juga merendahkan mereka.
Dengan langkah-langkah tersebut diatas minimal akan tercipta iklim sekolah yang sinergis dan harmonis.
Siawa merasa betah di sekolah, merasa aman dan nyaman mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran,
merasa terlindungi dan mendapatkan perlakuan dari seluruh warga sekolah secara kekeluargaan.
G. Merancang Taman Sekolah
Sekolah sebagai tempat aktivitas pembelajaran bagi anak-anak hendaknya memiliki bangunan fisik dan
halaman yang memadai sehingga dapat menciptakan suasana nyaman dalam belajar dan bekerja bagi
siswa, guru dan pegawai di lingkungan sekolah bersangkutan. Halaman sekolah yang tertata dengan baik
akan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam melakukan [Link] merupakan
penampakan kelembutan bangunan fisik sekolah, karena itulah taman sekolah haruslah menjadi bagian
dari penggunanya, yaitu siswa, guru dan pegawai. Taman sekolah haruslah direncanakan sesuai dengan
kondisi tapak dan penggunanya sehingga tercipta suatu ruang kehidupan yang bermanfaat dan
harmonis.
Taman sekolah yang baik, hendaknya unsur-unsur atau komponen taman tertata dengan
mempertimbangkan fungsional dan nilai estetis (keindahan) agar dapat mendukung kelestarian
lingkungan, bermanfaat dalam pembelajaran, dan memberi rasa nyaman bagi penggunanya.
Merencanakan taman sekolah yang praktis dan efisien dengan lima tahapan, yaitu persiapan,
pengumpulan data, analisis, sintesis, dan perencanaan. Tahapan-tahapan ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya kegagalan.
1. Persiapan
Persiapan merupakan tahap awal dalam proses prencanaan. Hal-hal yang dipersiapkan antara lain :
bahan dan alat, data tempat yang direncanakan, dan keinginan utama dari pengguna. Kegiatan pokok
dalam tahapan ini yang mesti dilakukan yaitu jadwal kegiatan, rencana biaya, dan produk perencanaan
yang akan dihasilkan.
2. Pengumpulan data
Data yang diperlukan meliputi aspek-aspek (sosial, fisik lahan, teknik pelaksanaan, dan sumber dana
yang tersedia) dan faktor-faktor (ruang, waktu, dan tenaga). Aspek sosial berhubungan dengan fungsi
ruang, karakter pengguna ruang, dan jenis aktivitas yang dilakukan. Aspek fisik menyangkut tentang
bentuk, sirkulasi ruang, flora-fauna, iklim, suara/bunyi-bunyian, dan lain-lain.
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan merekam keadaan lahan, memotret, membuat sketsa
bentuk lahan, mewawancarai orang-orang di sekitar lingkungan lahan, dan lain-lain.
3. Analisis
Data yang sudah terkumpul dianalisa terhadap berbagai aspek dan faktor yang turut berperan dalam
penciptaan keasrian dan kelestarian rencana tapak/lahan sehingga dapat diketahui masalah, kendala,
potensi, serta kerawanan dari tapak/lahan tersebut. Berbagai kendala yang menjadi hambatan dicarikan
alternatif penanggulangan yang terbaik. Potensi yang ada dimanfaatkan dan dikembangkan, sedangkan
bagian tapak yang rawan jangan digganggu supaya tidak menjadi rusak atau terpelihara keamanannya.
Hasil analisis akan dijadikan berbagai kemungkinan untuk dapat merencanakan taman yang fungsional
dan estetits sehingga memberikan ketenangan dan kenyaman bagi penggunanya.
4. Sintesis
Hasil analis dijadikan sebagai bahan acuan untuk dikembangkan sebagai input untuk mendapatkan
recana tapak sesuai dengan program yang diinginkan. Hasil dari tahap sintesis berupa alternatif-
alternatif rencana penggunaan ruang dengan berbagai kekuatan dan kelemahannya.
5. Perencanaan
Menentukan pilihan terhadap alternatif yang akan menjadi rencana lanskap/tapak (taman sekolah).
Alternatif pilihan dapat berupa satu alternatif atau kombinasi dari beberapa alternatif pra
perenacanaan.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
internasional/
[Link]
[Link]