Nama : Ahmad Fadhli Robbi Hasyim
NIM : 215060201111019
TUGAS ILMU HAYAT
1. Summary mengenai pemahaman terhadap kuliah minggu ke 1 s/d 4
Pada minggu ke 3 membahas terkait Reduce, Reuse, dan Recycle
Konsep mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (3R) adalah strategi
mendasar dalam pengelolaan limbah, masing-masing melayani tujuan yang berbeda
dalam mempromosikan keberlanjutan. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk
praktik pengelolaan limbah yang efektif.
Reduce
• Definisi: Meminimalkan timbulnya limbah di sumbernya.
• Dampak: Mengurangi konsumsi menyebabkan lebih sedikit limbah,
menghemat sumber daya dan energi.
• Contoh: Dalam industri konstruksi, pengurangan limbah diprioritaskan untuk
meminimalkan penggunaan material dan dampak lingkungan
Reuse
• Definisi: Memperpanjang umur produk dengan menggunakannya lagi untuk
tujuan yang sama atau berbeda.
• Dampak: Menggunakan kembali barang mengurangi kebutuhan akan produk
baru, sehingga mengurangi limbah.
• Contoh: Sampah organik dapat diubah menjadi pupuk, mempromosikan
kewarganegaraan ekologis.
Recycle
• Definisi: Memproses bahan limbah untuk membuat produk baru.
• Dampak: Daur ulang menghemat sumber daya dan mengurangi penggunaan
TPA, tetapi tarif tetap rendah secara global, terutama untuk limbah elektronik.
• Contoh: Dalam industri makanan ringan, bahan yang dapat didaur ulang
diproses untuk mengurangi polusi lingkungan.
Dari ketiga konsep ini, cara yang paling efektif ialah Reduce. Namun, bagaimanapun
juga ketiga konsep ini harus tetap berjalan agar hasil dalam mengelola limbah tetap
optimal.
Reduce
• Definisi: Meminimalkan timbulnya limbah di sumbernya.
• Dampak: Mengurangi konsumsi menyebabkan lebih sedikit limbah, menghemat
sumber daya dan energi(Zorpas, 2024).
• Contoh: Dalam industri konstruksi, pengurangan limbah diprioritaskan untuk
meminimalkan penggunaan material dan dampak lingkungan(Dhull, 2024).
Reuse
• Definisi: Memperpanjang umur produk dengan menggunakannya lagi untuk tujuan
yang sama atau berbeda.
• Dampak: Menggunakan kembali item mengurangi kebutuhan akan produk baru,
sehingga mengurangi limbah(Dalimunthe et al., 2024)].
• Contoh: Sampah organik dapat diubah menjadi pupuk, mempromosikan
kewarganegaraan ekologis(Dalimunthe et al., 2024).
Recycle
• Definisi: Memproses bahan limbah untuk membuat produk baru.
• Dampak: Daur ulang menghemat sumber daya dan mengurangi penggunaan TPA,
tetapi tarif tetap rendah secara global, terutama untuk limbah elektronik (Ayeleru et al.,
2023).
• Contoh: Dalam industri makanan ringan, bahan yang dapat didaur ulang diproses untuk
mengurangi polusi lingkungan(Marsono & Maharsiwi, 2024).
Konsep mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (3R) adalah strategi
mendasar dalam pengelolaan limbah, masing-masing melayani tujuan yang berbeda
dalam mempromosikan keberlanjutan. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk
praktik pengelolaan limbah yang efektif.
Pada minggu ke 3 ini juga membahas terkait inovasi pengelolaan limbah yang terdapat di
malang dengan cara menumpuk sampah pada tanah lalu sampah organik akan terkompresi
menghasilkan gas yang disalurkan pada pipa dan menghasilkan gas untuk membuat gas LPG
pada rumah tangga. Sedangkan sampah anorganik yang tak dapat dikompresi akan diambil lagi.
Inovasi ini memiliki beberapa tantangan, yaitu pada inovasi ini tidak boleh banyak-banyak
terkena air maka dari itu ketika hujan diberi terpal agar tidak terlalu banyak mengenai tanah.
Selain itu, inovasi ini kurang mendapatkan bantuan pemerintah sepenuhnya maka dari itu
inovasi ini dapat dikembangkan dan digunakan pada TPS lainnya agar dapat mencapai target
pemerintah untuk mengurangi permasalahan sampah
Pada minggu ke 4 membahas terkait bagaimana sampah bisa terkompresi dan menghasilkan
bau yang tak sedap atau gas metana yang dapat dihasilkan menjadi energi. Selain itu kita
ditunjukkan video youtube bagaimana proses protein pada sel bekerja untuk mengompresi
sampah dan mengeluarkan gas metana tadi.
2. Berikan pandangan kalian mengenai pengelolaam sampah di Indonesia. Sebagai
penunjang, utamakan mengutip dari sumber seperti jurnal/majalah/koran/media/social
terverivikasi
Pengelolaan sampah di Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan, terutama
terkait dengan volume sampah yang terus meningkat dan kapasitas tempat pembuangan
akhir (TPA) yang semakin terbatas. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2022, total timbulan sampah nasional
mencapai sekitar 21,1 juta ton, di mana hanya 65,71% yang dapat terkelola dengan
baik. Sisa 34,29% atau sekitar 7,2 juta ton belum tertangani secara efektif.
([Link]
dengan-baik)
Masalah Utama dalam Pengelolaan Sampah
1. Penuh TPA: Banyak TPA di Indonesia sudah mencapai kapasitas maksimum.
Contohnya, TPA Piyungan di Yogyakarta terpaksa ditutup sementara karena melampaui
kapasitas tampungnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia
berada dalam kondisi darurat. ([Link]
pengelolaan-sampah-di-indonesia)
2. Metode Pengelolaan yang Tidak Efektif: Sebagian besar pengelolaan sampah masih
menggunakan metode open dumping dan landfill, yang berpotensi mencemari
lingkungan. Metode ini tidak ramah lingkungan dan dapat menyebabkan emisi gas
rumah kaca. ([Link]
pengelolaan-sampah-di-indonesia/)
3. Keterbatasan Inovasi: Meskipun ada beberapa inovasi seperti pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), penerapannya masih terbatas dan belum
sepenuhnya mengatasi masalah pengelolaan sampah secara menyeluruh.
([Link]
di-indonesia/)
Kebijakan dan Upaya Pemerintah
Berdasarkan Padal 1 ayat (1) Undang-Undang (UU) No. 18 Tahun 2008 yang dimaksud
dengan sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang
berbentuk padat. Sedangkan menurut Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri
No. 33 Tahun 2010 yang dimaksud dengan sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat yang terdiri atas sampah rumah
tangga maupun sampah sejenis sampah rumah tangga. ( [Link]
content/uploads/2022/12/[Link])
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan per 8 November 2022, capaian kinerja
pengelolaan sampah adalah capaian pengurangan dan penanganan sampah rumah
tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. pada tahun 2021 yang terdiri dari 248
Kabupaten/kota se-Indonesia menunjukkan volume timbulan SRT(Sampah Rumah
Tangga) dan SSSRT (Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga) di Indonesia Tahun 2021
mencapai 30,88 juta ton, dengan volume sampah yang terkelola hanya sebesar 19,93
juta ton atau 64,56% dari volume timbulan sampah, sedangkan sisanya sebesar 10,94
juta ton atau 35,44% tidak terkelola.
([Link]
[Link])
Peran Masyarakat
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, terutama melalui
program-program seperti bank sampah dan upaya pemilahan di tingkat rumah tangga.
Kesadaran kolektif untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan melakukan
pemilahan sampah sangat diperlukan untuk mendukung kebijakan pemerintah.
([Link]
[Link])
Banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang
pengelolaan sampah yang baik. Ini menyebabkan mereka cenderung membakar sampah
atau membuangnya sembarangan tanpa melakukan pemilahan antara sampah organik
dan anorganik.
([Link]
0)
([Link]
Salah satu penyebabnya juga yakni Peraturan terkait pengelolaan sampah di Indonesia
masih sangat minim, sehingga tidak cukup mendorong disiplin masyarakat dalam
pembuangan sampah
([Link]
Peran Mahasiswa dan Dosen
Mahasiswa dan Dosen memiliki peran penting juga dalam pengelolaan sampah. Di
beberapa jurnal terdapat beberapa solusi untuk menengani permasalahan sampah di
Indonesia yakni :
Pengelolaan Limbah Padat Kota Adaptif
Di Jakarta, strategi pengelolaan limbah padat kota adaptif (MSWM) sedang
dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas TPA dan pembuangan ilegal. Ini
melibatkan peningkatan pemisahan limbah dan mempromosikan partisipasi
masyarakat, terutama di daerah kumuh, untuk mendorong ekonomi melingkar.
(Suryawan & Lee, 2024)
[Link]
Bahan Bakar Turunan yang Ditolak (RDF)
Di Cilacap, pengembangan Refused Derived Fuel (RDF) sedang dieksplorasi sebagai
sumber energi alternatif. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah limbah menjadi sumber
daya penghasil pendapatan, sehingga mendorong ekonomi sirkular melalui situs
pengelolaan limbah terpadu. (Maghfuri & Nugroho, 2024)
[Link]
Inovasi Digital di Bank Sampah
Pengenalan sistem inovasi digital di bank sampah, seperti di Bogor, meningkatkan
efisiensi operasional dan kepuasan masyarakat. Model ini dapat berfungsi sebagai
standar untuk praktik pengelolaan limbah di seluruh Indonesia.(Hasanah & Purwanda,
2024)
[Link]
Teknologi Limbah-ke-Energi
TPA Supit Urang di Malang memanfaatkan teknologi limbah menjadi energi,
mengubah limbah menjadi energi listrik dan gas. Pendekatan ini tidak hanya
mengurangi dampak lingkungan tetapi juga memberikan manfaat energi terbarukan
bagi masyarakat lokal.(Anwar, 2024)
[Link]
Kesimpulan
Pengelolaan sampah di Indonesia memerlukan pendekatan yang lebih inovatif dan
kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Tanpa adanya perubahan
signifikan dalam metode pengelolaan dan peningkatan kesadaran masyarakat, masalah
sampah di Indonesia akan terus menjadi tantangan besar bagi lingkungan dan kesehatan
masyarakat.
3. Apa yang sekiranya dapat kita coba lakukan mengenai persoalan sampah di Indonesia
Berikut merupakan beberapa upaya yang dapat kita coba untuk mengatasi
permasalahan sampah di Indonesia :
Mengurangi Sampah yang Dihasilkan:
• Mengurangi Pembelian Makanan dengan Kemasan: Pilihlah makanan yang tidak
dikemas dalam plastik atau kemasan yang dapat digunakan kembali.
([Link]
sampah)
• Menghindari Kantong Plastik Sekali Pakai: Gunakan kantong belanja sendiri dan
botol minum kaca untuk mengurangi sampah plastik.
([Link]
Memilah Sampah:
• Memisahkan Sampah Basah dan Kering: Dengan memisahkan sampah basah
(seperti makanan dan sayuran) dari sampah kering (seperti kertas dan plastik), kita
dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
([Link]
sampah)
Menggunakan Kembali dan Daur Ulang:
• Membuat Kompos dari Sampah Dapur: Buatlah kompos dari sampah dapur untuk
mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.
([Link]
sampah)
• Daur Ulang Sampah: Daur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang
berguna seperti botol minuman dan pot tanaman.
([Link]
Menggunakan Inovasi Pengelolaan Sampah:
• Bank Sampah: Bergabung dengan bank sampah di daerah Anda untuk mengolah
sampah rumah tangga dan mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang disetorkan.
([Link]
• Mesin Pirolisis: Menggunakan mesin pirolisis untuk mengolah sampah plastik
menjadi bahan bakar diesel atau solar.
([Link]
Kerja Sama dan Edukasi:
Kerja Sama Masyarakat, Pemerintah, dan Sektor Privat: Melibatkan berbagai pihak
dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan
sampah.
Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dengan baik.
Inovasi Teknologi dan Manajemen:
Pengembangan Teknologi Pengolahan Sampah: Menggunakan teknologi pengolahan
sampah yang canggih seperti biogasifikasi dan pirolisis untuk mengubah sampah
menjadi energi atau bahan baku yang berguna.
Manajemen Pengelolaan Sampah yang Bersinergi dengan Teknologi: Menggunakan
aplikasi dan sistem manajemen yang digital untuk memantau dan mengelola sampah
dengan lebih efektif.
Dengan menerapkan beberapa langkah-langkah di atas, setidaknya kita sudah berupaya
dalam mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan meningkatkan efisiensi
pengelolaan sampah di Indonesia.