0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Persepsi Masyarakat tentang Pendidikan Tinggi

Diunggah oleh

zaimmu010
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Persepsi Masyarakat tentang Pendidikan Tinggi

Diunggah oleh

zaimmu010
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

(Studi Kasus di Dusun Krajan Desa Bangsalsari, Jember)

Nama : Ana Mustafidah

NIM : 2203805091088

Kelas :B

Peodi : PAI

Semester :V

Mata Kuliah : Metodologi Penelitian

LATAR BELAKANG

Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk memperoleh jenjang pendidikan tinggi
tanpa adanya perbedaan ataupun kesenjangan. Pendidikan merupakan hal yang sangat
penting untuk diberikan sedini mungkin (Wijihati & Suharni, 2018). Setiap manusia
dianjurkan untuk pergi ke suatu tempat untuk menambah ilmu pengetahuan dan ilmu tersebut
dianjurkan untuk diamakan dalam kehidupan bermasyarakat dan tidak membedakan antara
laki-laki dan perempuan dalam mencari ilmu (Masduki, 2020). Perguruan tinggi tidak hanya
sebagai lembaga pendidikan formal tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Oleh karena
itu, jenjang pendidikan tinggi sangat penting terutama bagi kemajuan bangsa (Haryanto,
2013).

Perguruan tinggi diharapkan mampu berperan dalam membangun desa, lulusan


perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam mengembangkan potensi, kompetensi
dan ketrampilan dalam dirinya sehingga mampu mengatasi berbagai permasalahan yang
dihadapi (Irianto & Febrianti, 2017). Fenomena ini patut menjadi perhatian mengingat peran
penting pendidikan tinggi dalam upaya pembangunan desa.

Meskipun perguruan tinggi sering dianggap sebagai kunci menuju kesuksesan, namun
tidak semua masyarakat memiliki pandangan yang sama. Tidak banyak masyarakat desa yang
jenjang pendidikannya masih di tingkat dasar atas ataupun pesantren (Jamaluddin, Quthny, &
Bahrudin, 2022) . Di satu sisi, masyarakat menyadari pentingnya pendidikan untuk
meningkatkan taraf hidup. Namun, di sisi lain, masih banyak yang ragu-ragu untuk
menyekolahkan anak mereka ke perguruan tinggi karena berbagai kendala, seperti biaya yang
mahal, jarak yang jauh, dan kurangnya informasi. Pandangan masyarakat desa tentang
perguruan tinggi sering kali dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pengalaman pribadi,
norma sosial, dan keterbatasan ekonomi (Bakar, 2015).

Oleh karena itu, kehadiran lulusan perguruan tinggi harus memberikan dampak bagi
kehidupan di desa agar masyarakat desa mengetahui bahwa pentingnya pendidikan untuk
melakukan perubahan. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi
akademik yang tinggi tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan solusi
atas permasalahan yang dihadapi masyarakat (Fatmawaty, 2015).

Disisi lain kesadaran masayakat tentang belajar atau melanjutkan pada jenjang pt

Penelitian tentang pandangan masyarakat terhadap pentingnya jenjang pendidikan tinggi


memiliki potensi dan kontribusi yang besar untuk pengembangan pendidikan di Indonesia,
terutama daerah pedesaan (Basrowi, & Juariyah.S., 2020). Dengan memahami perspektif
masyarakat, dapat memberikan kebijakan dan solusi program pendidikan yang lebih inklusif,
relevan, dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.

C. Fokus penelitian

1. Bagaimanakah persepsi masayarkat tentng PT

2. Faktor apa saja yang….

a. Biaya

b.
Wijihati, E. R., & Suharni, S. (2018). Pelatihan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Pada Kader
‘Aisyiyah RNting Pandeyan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Aksiologiya: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 82-87.

Masduki, Yusron. (2020). Tantangan Pendidikan Keluarga di Tengah Komunitas Non Muslim
di Yogyakarta. Palembang: Tunas Gemilang Press.

Haryanto. (2013). Pendidikan Menurut Para Ahli. Jurnal Pendidikan, 19(4), 31-32.

Irianto, P. O., & Febrianti, L. Y. (2017). Pentingnya Penguasaan Literasi Bagi Generasi Muda
dalam Menghadapi MEA. Procesings Education and Language International Conference,
1(1).

Jamaluddin, J., Quthny, Y. A., & Bahrudin, B. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap
Pentingnya Pendidikan Pada Remaja di Desa Liprak Kidul Kecamatan Banyuanyar
Kabupaten Probolinggo. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 5(2), 105-111.

Bakar, M. Y. A. (2015). Problematika Pemdidikan Islam Indonesia, Jurnal 1 Manajemen Dan


Pendidikan Islam, 1,1.

Fatmawaty, R. (2015). Fase-fase Masa Remaja. Jurnal Reforma, V1(02), 55-65.

Basrowi, & Juariyah.S. (2020). Analisis Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan
Masyarakat. Jurnal Ekonomi & Pendidikan. 7(April), 58-81.

Anda mungkin juga menyukai