Modul Penggunaan SAP2000 untuk Struktur
Modul Penggunaan SAP2000 untuk Struktur
1.1 UMUM
Program SAP merupakan salah satu software yang telah dikenal luas dalam dunia
teknik sipil, terutama dalam bidang analisis struktur dan elemen hingga (finite
elemen). Pembuat perangkat lunak SAP yaitu Csi (Computer and Structure, Inc)
yang berasal dari Berkeley, California USA, telah mengembangkan program ini
sejak tahun 1970-an. Seri program SAP untuk komputer PC yang dilahirkan
pertama kali adalah SAP80, kemudian disusul dengan SAP90. Namun kedua
program tersebut masih menggunakan DOS, dan untuk perancangan elemen
strukturnya masih menggunakan program tersendiri, sehingga dirasakan cukup
merepotkan pengguna.
Analisis yang dapat dilakukan dengan SAP2000 ini antara meliputi analisis statik
dan analisis dinamik serta analisis finite elemen. Analisis model struktur dapat
dilakukan secara 2 dimensi dan 3 dimensi. Selain itu, untuk desain, SAP2000
telah menyediakan beberapa menu desain untuk struktur baja maupun struktur
beton, dan tidak tertutup kemungkinan menggunakan material-material struktur
lainnya.
koordinat X-Y-Z, dan setiap bagian dari model misalnya joint, atau frame,
mempunyai koordinat lokal 1-2-3.
Semua sistem koordinat ditunjuk dengan sumbu 3 dimensi yang menggunakan
aturan tangan kanan (right handed) dan menggunakan sistem Cartesian.
SAP2000 selalu mengasumsikan sumbu Z ialah sumbu vertikal, dengan Z+
mengarah keatas. Arah keatas sumbu Z dapat digunakan sebagai bantuan untuk
menentukan sistem koordinat lokal.
Sistem koordinat global merupakan koordinat yang terdiri dari tiga sumbu
dengan notasi X, Y, dan Z, dimana ketiga sumbu tersebut saling tegak lurus
sesuai dengan aturan tangan kanan. Arah koordinat ditunjukkan dengan nilai X±,
Y±, dan Z±. Penentuan koordinat global ini dapat dilakukan pada saat penentuan
sistem gridline.
Sistem koordinat lokal berlaku untuk setiap frame dan setiap joint dari model
struktur. Sumbu-sumbu koordinat lokal dinyatakan dengan simbol 1, 2, dan 3,
serta mengikuti aturan tangan kanan juga. Yang perlu diketahui pengguna
adalah bagaimana menentukan koordinat lokal 1-2-3 dan hubungannya dengan
koordinat global X-Y-Z.
MODUL SAP2000 3
Property elemen merupakan satu kesatuan data material dan property geometry
yang menggambarkan potongan penampang dari satu atau beberapa elemen.
Property potongan ditentukan terhadap sistem koordinat lokal yang mengikuti
aturan tertentu. Arah sumbu 1 ialah sepanjang sumbu elemen, dan sumbu 1
inilah yang merupakan garis normal dari potongan elemen, yang bertemu pada
kedua garis netral potongan. Sumbu 2 dan 3 sejajar dengan bidang potongan
elemen, biasanya arah sumbu 2 searah dengan tinggi potongan atau merupakan
sumbu minor, dan arah sumbu 3 searah dengan lebar potongan atau merupakan
sumbu mayor.
MODUL SAP2000 4
Setiap struktur pasti akan dibebani, minimal berat sendiri. Dalam menentukan
pembebanan di SAP2000 harus didefinisikan terlebih dahulu beban-beban yang
ada. Baik dalam beban terbagi merata atau beban terpusat. Beban yang bekerja
pada struktur ada beberapa macam, diantaranya ialah berat sendiri struktur,
beban yang bekerja pada elemen, beban yang bekerja pada joint dan beban
dinamik. Untuk beban yang bekerja pada elemen struktur dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a. Berat sendiri
Pada elemen frame beban berat sendiri sama dengan berat volume dikalikan
dengan luas penampang.
c. Beban Merata
Beban merata pada elemen digunakan untuk menentukan gaya dan momen
yang bekerja sepanjang elemen. Intensitas dapat berupa beban merata atau
trapesium. Arah beban dapat ditentukan dengan sistem koordinat global
maupun sistem koordinat lokal. Dan beban dapat dikerjakan pada sepanjang
elemen maupun sebagian elemen, dengan panjang beban dapat overlap,
dengan cara menambahkan beban. Panjang beban dapat ditentukan dengan
beberapa cara :
- Dengan menentukan dua jarak absolut da dan db yang diukur dari joint I.
Kedua jarak tersebut harus 0 < da < db < L, dengan L ialah panjang elemen.
- Dengan menentukan dua jarak relatif rda dan rdb, yang diukur dari joint I.
Kedua jarak tersebut harus 0 < rda < rdb < 1. Jarak relatif ini merupakan
pembagian dengan panajng elemen.
MODUL SAP2000 6
- Menentukan panjang beban jarak nol, hal ini berarti beban bekerja pada
sepanjang elemen.
1.6 JOINT
Joint memainkan peranan penting pada struktur. Joint merupakan titik kumpul
yang menghubungkan antar elemen, dan merupakan titik pada struktur yang
displacementnya diketahui atau dihitung. Komponen displacementnya pada joint
tersebut macamnya ialah translasi atau rotasi, dan disebut dengan derajat
kebebasan atau DOF (Degree Of Freedom). Elemen frame yang normal
mempunyai sistem koordinat lokal untuk menentukan derajat kebebasan,
restraint, property joint, beban dan untuk menginterpretasikan hasil-hasil
outputnya.
Dalam menganalisa suatu struktur, hal pertama yang harus dilakukan untuk
memperoleh hasil yang akurat adalah membuat permodelan yang dihadapi. Disini
diperlukan suatu keputusan yang secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan pada waktu menentukan model
ialah :
1. Jumlah elemen harus mencukupi untuk menentukan geometri struktur.
2. Batas elemen, dan juga joint harus diletakkan pada titik, garis atau
permukaan yang tidak menerus.
MODUL SAP2000 7
3. Pada daerah yang memiliki gradien tegangan besar, misalnya pada batas
elemen shell yang tegangannya berbeda jauh, maka elemen shell tersebut
perlu diperbaiki dengan memperkecil dimensi elemen.
4. Lebih dari satu elemen diperlukan pada model yang panjang untuk
mengetahui perilaku dinamik struktur. Hal ini diperlukan karena massa
dianggap terkumpal pada joint.
Defleksi struktur ditentukan oleh displacement joint. Setiap joint pada model
struktur mempunyai enam komponen displacement, yaitu :
1. Joint mengalami translasi ke arah tiga sumbu lokal, yang diberi notasi U1,
U2 dan U3.
2. Joint mengalami rotasi terhadap tiga sumbu lokal yang diberi notasi R1, R2
dan R3.
Gaya-gaya dalam pada elemen frame merupakan gaya dan momen yang
dihasilkan dari penjumlahan tegangan pada potongan penampang elemen. Gaya-
gaya dalam tersebut adalah :
1. P, gaya aksial
2. V2, gaya geser pada bidang 1-2
3. V3, gaya geser pada bidang 1-3
4. T, momen torsi aksial
5. M2, momen pada bidang 1-3 (momen terhadap sumbu 2)
6. M3, momen pada bidang 1-2 (momen terhadap sumbu 3)
Momen positif menyebabkan tekanan pada sisi positif 2 dan 3, dan tarikan pada
sisi negatif 2 dan 3. Sisi positif 2 dan 3 adalah sisi-sisi pada arah positif sumbu
lokal 2 dan 3, yang dibuat garis netral.
MODUL SAP2000 8
MENU FILE
Menu file dalam program SAP 2000 terdiri dari berbagai item menu, lihat Gambar
1.2 berikut :
MODUL SAP2000 9
New Model
Digunakan untuk membuat model baru dengan koordinat Cartesian dan
Cylindrical. Dari item menu ini dapat ditentukan jumlah grid untuk arah sumbu
global X, Y, Z, dan jaraknya.
New Model From Template
Digunakan untuk membuat model baru dari template yang ada pada SAP2000.
Open
Digunakan untuk membuka file atau berkas yang pernah disimpan sebelumnya.
File yang dapat dibuka berekstensi *SDB.
Save
Digunakan untuk menyimpan file/mode yang sudah dibuat dengan ekstension
*SDB. Untuk menyimpan file anda tidak perlu menambah ekstension *SDB,
karena program dengan sendirinya akan memberikan ekstensionnya.
Save As
Digunakan untuk menyimpan file/mode yang sudah dibuat/dibuka dengan nama
baru.
MODUL SAP2000 10
Import
Digunakan untuk mengimport file yang telah disimpan dengan program SAP90
atau SAP2000 yang berupa file teks yang mempunyai ekstensi *$2K. Untuk
mengimport file dari SAP90 sebaiknya data tersebut telah dieksekusi dengan
SAP90 dan tidak ada “warning atau error”. Fasilitas import ini dapat juga
digunakan untuk mengimport file DXF dari Autocad R12, R13, dan R14.
Export
Digunakan untuk menyimpan data file SAP2000 dalam bentuk teks yang dibuka
dengan program lainnya. File teks ini dapat digunakan untuk recovering, bila data
aslinya rusak atau tidak dapat dibuka lagi. Fasilitas export ini dapat juga
digunakan mengexport file dengan ekstensi DXF yang dapat dibuka dengan
program Autocad R12, R13, dan R14.
Create Video
Digunakan untuk menampilkan file video history dan video cyclic animation.
Print Setup
Digunakan untuk mensetup data yang perlu ditampilkan, sebelum data tersebut
dicetak ke printer.
Print Grapics
Digunakan untuk mencetak gambar yang ditampilkan pada layar ke printer.
Print Input Table
Digunakan untuk mencetak semua input dalam bentuk tabel.
Print Output Table
Digunakan untuk mencetak semua output yang diinginkan dalam bentuk tabel.
Print Design Table
Digunakan untuk mencetak semua input/output hasil desain yang diinginkan
dalam bentuk tabel.
User Comment and Session Log
Digunakan untuk menambah catatan-catatan pada file model.
Display Input/Output Text File
Digunakan untuk menampilkan file input/output hasil desain model.
Exit
Untuk keluar dari program SAP2000.
MODUL SAP2000 11
MENU EDIT
Menu edit dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.3 berikut :
Undo
Digunakan untuk membatalkan perintah terakhir yang diberikan.
Redo
Digunakan untuk mengembalikan pada kondisi semula sebelum perintah Undo
dikerjakan. Jadi Redo merupakan kebalikan dari perintah Undo.
Cut
Digunakan untuk menghapus objek yang telah dipilih, tetapi dapat ditampilkan
kembali dengan perintah paste.
MODUL SAP2000 12
Copy
Digunakan untuk mengcopy objek yang telah dipilih, kemudian dilakukan paste
untuk menduplikasi objek.
Delete
Digunakan untuk menghapus objek yang telah dipilih.
Add To Model From Template
Digunakan untuk menambah model dari template.
Merge Joints
Digunakan untuk menggabung joint dengan toleransi yang diinginkan.
Move
Digunakan untuk menghapus objek yang telah dipilih, tetapi ditampilkan kembali
dengan perintah paste.
Replicate
Digunakan untuk menggenate model yang besar. Replicate yang dapat digunakan
ialah dengan ‘Linear Array’, ‘Radial Array’, ’Radial Array by Shifting the Origin’ dan
‘Replicate by Using the Mirroring Option’.
Divide Frames
Digunakan untuk membagi elemen frame menjadi beberapa elemen yang
diinginkan.
Mesh Shells
Digunakan untuk membagi elemen shell menjadi beberapa elemen yang
diinginkan.
Joint Frames
Digunakan untuk menggabungkan beberapa elemen frame menjadi satu elemen
frame saja, joint yang tidak untuk sendirinya akan terhapus.
Disconnect
Digunakan untuk memisahkan dua elemen yang digabungkan oleh sebuah joint,
program dengan sendirinya akan menambah joint yang baru.
Connect
Digunakan untuk menggabungkan dua elemen yang terpisah menjadi satu
elemen saja.
MODUL SAP2000 13
Show Duplicates
Digunakan untuk memilih duplikat, frame, shell, asolid, dan solid dari seluruh
struktur.
Change Labels
Pada SAP2000, semua nomor joint dan elemen dengan sendirinya akan diberi
nomor label oleh program. Item menu inidigunakan untuk mengubah label joint
dan elemen.
MENU VIEW
Menu view dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.4 berikut :
Set 3D View
Digunakan untuk mengatur tampilan model dalam pandangan 3 dimensi.
MODUL SAP2000 14
Set 2D View
Digunakan untuk mengatur tampilan model dalam pandangan 2 dimensi, dengan
pilihan bidang X-Y, X-Z, atau Y-Z.
Set Limits
Digunakan untuk menampilkan model dalam batas-batas yang diinginkan
pengguna. Batas-batas tersebut ditentukan berdasarkan sumbu-sumbu X, Y, dan
Z.
Set Elements
Digunakan untuk menampilkan model dalam setting elemen yang diinginkan,
misalnya ingin ditampilkan nomor joint, nomor elemen, section elemen, dan lain
sebagainya.
Rubberband Zoom
Digunakan untuk menampilkan model dalam zoom dengan cara windowing, yaitu
dengan mengotaki objek yang ingin di zoom.
Restore Full View
Digunakan untuk menampilkan model dalam pandangan penuh atau keseluruhan
model ditampilkan.
Previous Zoom
Digunakan untuk menampilkan model dalam pandangan penuh sebelumnya.
Zoom In One Step
Digunakan untuk menampilkan zoom model dalam satu langkah atau sedikit
demi sedikit.
Zoom Out One Step
Digunakan untuk menampilkan model kebalikan dari zoom in one step.
Pan
Digunakan untuk menampilkan model dengan cara menggeser dengan mouse
untuk memilih objek yang ingin dilihat.
Show Grid
Digunakan untuk menampilkan garis grid, jika tanda checked dalam keadaan
on/true. Jika garis grid tidak ingin ditampilkan, maka klik pada item menu ini
sehingga tanda tidak tampil.
MODUL SAP2000 15
Show Axes
Digunakan untuk menampilkan sumbu X, Y, Z, jika tanda checked dalam
keadaan on/true. Jika sumbu global tidak ingin ditampilkan, maka klik pada item
menu ini sehingga tanda ini tidak tampil.
Show Selection Only
Digunakan untuk menampilkan model yang sebelumnya telah tampil.
Show All
Digunakan untuk menampilkan seluruh model, jika sebelumnya dipilih item menu
Show Selection Only.
Save Name View
Digunakan untuk menyimpan hasil tampilan yang dipilih.
Show Name Window
Digunakan untuk menampilkan model yang hasil tampilannya telah disimpan
pada Save Name View.
Refresh Window
Digunakan untuk membersihkan jendela layer terdiri dari joint yang tidak
digunakan dan lain sebagainya, jika sebelumnya telah dilakukan penghapusan
elemen.
Refresh View
Digunakan untuk menampilkan model secara penuh setelah adanya penambahan
grid dan sebagainya, yang sebelumnya tidak tampak di layar.
Refine Hidden Lines
Digunakan untuk menampilkan hasil yang lebih baik garis-garis yang
tersembunyi.
MENU DEFINE
Menu define dalam program SAP2000 terdiri dari item menu, lihat Gambar 1.5
berikut :
MODUL SAP2000 16
Materials
Digunakan untuk menentukan tipe material yang digunakan pada model struktur.
Material default yang tersedia ialah baja (STEEL), beton (CONC), dan OTHER.
Dari item menu ini dapat ditentukan kuat bahan, modulus elastisitas bahan, berat
volume bahan, massa bahan, dan sebagainya.
Frame Section
Digunakan untuk menentukan bentuk penampang potongan elemen frame,
misalnya bentuk segiempat, siku, lingkaran, siku ganda, dan lain sebagainya.
Dari item menu dapat juga diimport daftar profil yang sudah ada pada SAP2000,
file [Link], [Link], dan [Link].
MODUL SAP2000 17
Shell Section
Digunakan untuk menentukan nama material type shell, plate, atau membrane
pada elemen shell.
NLLink Properties
Digunakan untuk menentukan tipe material Non Linear Link yang akan
digunakan. Tipe NLLink yang tersedia ialah Damper, Gap, Hook, Plastic 1,
Isolator 1 atau Isolator 2.
Static Load Case
Digunakan untuk menentukan tipe pembebanan yang akan dikerjakan pada
struktur, misalnya beban mati (DEAD), beban hidup (LIVE), beban gempa
(QUAKE), dan sebagainya.
Moving Load Case
Digunakan untuk menentukan tipe beban kendaraan yang akan dikerjakan pada
jembatan.
Joint Pattern
Digunakan untuk menambah joint pattern selain defaultnya, yang nantinya akan
digunakan pada item menu Assign Joint Pattern.
Groups
Digunakan untuk menambahkan nama group.
Response Spectrum Functions
Digunakan untuk menentukan fungsi Response Spectrum yang akan digunakan
untuk analisa dinamik. Fungsi Response Spectrum dapat dipilih dari data yang
sudah ada pada SAP2000, dari file atau dapat ditentukan sendiri.
Time History
Digunakan untuk menentukan fungsi Time History yang akan digunakan untuk
analisa dinamik. Fungsi Time History dapat dipilih dari data yang sudah ada pada
SAP2000 atau dapat ditentukan sendiri.
Response Spectrum Cases
Digunakan untuk menentukan tipe Response Spectrum yang akan digunakan
sesuai dengan Response Spectrum Functions. Pada item menu ini dapat
ditentukan antara lain sudut eksitasi, modal combination (CQC, SRSS, ABS, dan
GMC), rasio redaman (damping), input response dan skala percepatan.
MODUL SAP2000 18
MENU DRAW
Menu draw dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.6 :
Reshape Element
Digunakan untuk mengubah/memindahkan elemen atau untuk memindahkan
joint.
Add Special Joint
Digunakan untuk menambah joint baru yang tidak berhubungan dengan elemen.
Draw Frame Elemen
Digunakan untuk menggambar elemen frame.
Draw Quad Shell Element
Digunakan untuk menggambar elemen shell quadrilateral, ialah segiempat yang
sudutnya tidak sama dengan 900.
Draw Rectangular Shell Element
Digunakan untuk menggambar elemen shell segiempat, ialah yang sudutnya
sama dengan 900.
Draw NLLink Element
Digunakan untuk menggambar non linear link sesuai tipe yang telah ditentukan
pada menu Define.
Quick Draw Frame Element
Digunakan untuk menggambar element frame dengan cepat diantara dua joint
atau berpotongan pada grid yang sudah ada.
Quick Draw Shell Element
Digunakan untuk menggambar elemen shell dengan cepat diantara empat joint
atau berpotongan pada grid yang sudah ada.
Edit Grid
Digunakan untuk menambah, memindahkan atau menghapus grid.
Lock Grid
Digunakan untuk mengunci grid supaya tidak berpindah-pindah letaknya selama
menggambar elemen. Apabila item menu ini dalam keadaan off (tanda check
tidak tampak), maka grid dapat digeser-geser.
Glue Joints to Grid
Digunakan untuk merekatkan joint pada grid, sehingga pada saat grid berpindah
maka joint akan berpindah mengikuti grid.
MODUL SAP2000 20
Snap to
Digunakan untuk menggambar atau mengedit elemen dengan tepat dan cepat.
Jika snap ini dimatikan (off) maka pada saat menggambar elemen tidak akan
terlihat ‘dot’ (bulatan) pada pertemuan grid atau elemen yang didekati pointer.
Pilihan yang dapat dipilih pada item menu snap ialah points, line end and
midpoints, intersections, perpendicular projections, line and edge.
Constraint Drawing to
Digunakan untuk menentukan salah satu sumbu global (X, Y, atau Z) yang
constraint. Hal ini dilakukan apabila ingin menggambar elemen sejajar dengan
salah satu global yang dipilih dengan cepat.
New Label
Digunakan untuk menentukan label pada joint dan elemen. Misalnya nomor/label
joint elemen ingin dimulai dari nomor tertentu dengan increment tertentu dapat
ditentukan melalui item menu ini.
MENU SELECT
Menu select dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.7 :
Select
Digunakan untuk memilih objek dengan berbagai pilihan, dan berbagai tipe objek
yang dipilih. Sebagai contoh cara pilihan windowing, interecting line, dan tipe
yang dipilih misalnya : frame section, shell section, constraint, labels, dan
sebagainya.
MODUL SAP2000 21
Deselect
Digunakan untuk membatalkan objek yang telah dipilih pada select.
Get Previous Selections
Digunakan untuk memilih joint atau elemen yang sebelumnya sudah dipilih.
Clear Sections
Digunakan untuk membatalkan semua pilihan yang sudah dilakukan.
MENU ASSIGN
Menu assign dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.8. Perlu diketahui bahwa sebelum menggunakan item menu ini masih
dalam keadaan off atau belum aktif.
Joint
Digunakan untuk menentukan restraints, constraints, springs, massa dan sumbu
lokal pada joint.
MODUL SAP2000 22
Frame
Digunakan untuk menentukan sections, release sumbu lokal end offset, out
segment, prestress, initial gaya P-delta, jalur (lane) untuk jembatan dan hinge
untuk pushover pada elemen frame.
Shell
Digunakan untuk menentukan sections dan sumbu lokal pada elemen shell.
NLLink
Digunakan untuk menetukan properties, dan sumbu lokal untuk analisis non
linear pada elemen frame.
Joint Static Loads
Digunakan untuk menentukan beban statik pada joint. Beban yang dapat
dikerjakan ialah gaya dan momen arah sumbu global dan displacement.
Frame Static Loads
Digunakan untuk menentukan beban statik pada elemen frame. Beban yang
dapat dikerjakan ialah beban gravitasi, beban merata, beban terpusat, beban
trapesium, perubahan temperatur dan beban prestress.
Shell Static Load
Digunakan untuk menentukan beban pada elemen shell. Beban dapat dikerjakan
ialah beban gravitasi, beban merata, beban tekanan, dan perubahan temperatur.
NLLink Loads
Digunakan untuk menentukan beban pada elemen frame yang menggunakan
analisis non linear.
Joint Patterns
Digunakan untuk mentukan nama pattern dari joint yang dipilih.
Group Name
Digunakan untuk menentukan nama group dari objek yang dipilih.
Clear Display
Digunakan untuk menghapus semua data yang telah ditentukan dari layar
monitor.
MODUL SAP2000 23
MENU ANALYZE
Menu Analyze dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item, lihat Gambar
1.9 berikut :
Set Options
Digunakan untuk menentukan pilihan analisis struktur dalam 2D atau 3D, analisis
dinamika, P-delta, menyimpan hasil analisis dalam database, dan sebagainya.
Run
Digunakan untuk running analisis struktur.
Run Minimized
Digunakan untuk analisis struktur dengan meminimize ukuran jendela (window),
sehingga komputer dapat digunakan untuk mengerjakan yang lain. Hal ini
biasanya dilakukan jika data yang analisisnya oleh SAP2000 sangat besar,
sehingga butuh waktu yang lama untuk analisisnya.
Run Static Pushover
Digunakan untuk analisis gaya pushover.
MENU DISPLAY
Menu Display dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.10 berikut :
MODUL SAP2000 24
MENU DESIGN
Menu Design dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.11 berikut :
MODUL SAP2000 26
Steel Design
Digunakan untuk menentukan desain struktur dengan code (peraturan) baja jika
tanda check pada item menu ini aktif.
Concrete Design
Digunakan untuk menentukan desain struktur dengan code (peraturan) beton
jika tanda check pada item menu ini aktif.
Select Design Group
Digunakan untuk menentukan desain semua sections elemen pada group yang
sama yang telah ditentukan sebelumnya.
Start Design/Check of Structure
Digunakan untuk kontrol (check) elemen atau untuk desain elemen.
Select Design Combos
Digunakan untuk memilih kombinasi beban yang diinginkan.
Redefine Element Design Data
Digunakan untuk mengganti setiap section elemen yang tidak memenuhi atau
terlalu besar tanpa harus mengulang analisis struktur.
Replace Auto w/Optimal Sections
Digunakan untuk memilih profil baja yang optimal secara otomatis oleh SAP2000.
Display Design Info
Digunakan untuk memilih informasi desain yang ingin ditampilkan. Misalnya
tentang tulangan memanjang, tulangan geser, dan sebagainya.
Update Analysis Sections
Digunakan untuk mengupdate analisis potongan penampang.
Reset Design Sections
MODUL SAP2000 27
Menu options dalam program SAP2000 terdiri dari beberapa item menu, lihat
Gambar 1.12 berikut :
Preferences
Digunakan untuk menentukan parameter-parameter untuk desain baja dan
beton. Pada item menu ini juga dapat ditentukan beberapa dimensi font yang
ingin ditampilkan dan sebagainya.
Colors
Digunakan untuk mengubah warna layer sesuai keinginan pengguna, misalnya
background, points line, springs, restraints, dan sebagainya.
MODUL SAP2000 28
Windows
Digunakan untuk menampilkan banyaknya jendela pada layer.
Set Coordinat System
Digunakan untuk menentukan atau menambah sistem koordinat baru.
Auto Refresh
Digunakan untuk menampilkan layar pada kondisi terbaru setelah dilakukan
perubahan.
Show Tip as Startup
Digunakan untuk menampilkan tip-tip yang ada pada SAP2000 pada saat
program dibuka.
Show Bounding Plane
Digunakan untuk menampilkan bidang yang aktif pada pandangan 3D.
Momen Diagram on Tension Side
Digunakan untuk menentukan gambar diagram momen pada sisi serat tariknya.
Sound
Digunakan untuk mengaktifkan audio jika digunakan komputer dengan
multimedia.
3D View Up Direction
Digunakan untuk menampilkan sumbu global yang dipilih ke arah atas untuk
pandangan 3D.
Lock Model
Digunakan untuk melepas kuncian apabila ingin dilakukan modifikasi model
setelah struktur dilakukan analisa atau desain.
Show Aerial View
Digunakan untuk menampilkan model yang utuh dengan jendela keci
MODUL SAP2000 29
MODUL SAP2000 1
CONTOH 1 :
P = 100 kg
5m 5m
4. Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan window 3-D untuk
menutup tampilannya
5. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
Keterangan :
o Axial force : untuk menampilkan besar gaya normal pada batangan
o Shear 2-2 : untuk menampilkan besar gaya geser pada model 2 dimensi
o Shear 3-3 : untuk menampilkan besar gaya geser pada model 3 dimensi
o Torsion : untuk menampilkan besar gaya punter
MODUL SAP2000 5
CONTOH 2 :
q = 10 kg/m
1. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
2. Pilih batang yang akan diberikan beban
3. Klik menu Assign → Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed untuk
menampilkan form Frame Distributed Loads
- Pilih DL dari kotak Load Case Name
- Pada area Load Type and Direction, arah gaya dipilih berdasarkan
tampilan gravitasi (-Z) pada kotak Direction
- Ketik 10 pada kotak Uniform Load
- Klik OK
MODUL SAP2000 6
CONTOH 3 :
P = 100 kg q = 10 kg/m
C A D B
5m 5m 5m
4. Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan window 3-D untuk
menutup tampilannya.
5. Klik perletakan sendi paling kiri
6. Klik Assign → Joint → Restraint untuk menampilkan Joint Restraint
- Klik
- Klik OK
7. Klik perletakan rol yang paling kiri
8. Klik Assign → Joint → Restraint untuk menampilkan Joint Restraint
- Klik
- Klik OK
9. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
MODUL SAP2000 8
CONTOH 4 :
q = 2 t/m
A B
8m
CONTOH 5 :
1t
4. Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan window 3-D untuk
menutup tampilannya
5. Klik perletakan yang akan dihilangkan
6. Klik Assign → Joint → Restraint untuk menampilkan Joint Restraint
- Klik
- Klik OK
7. Pilih joint yang akan diberikan perletakan jepit
8. Klik Assign → Joint → Restraint untuk menampilkan Joint Restraint
- Klik
- Klik OK
9. Pilih perletakan yang akan diputar
10. Klik Assign → Joint → Local Axes untuk menampilkan Joint Local Axis
- Ketik -90 pada kotak Rotation about Y
- Klik OK
MODUL SAP2000 13
11. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
12. Pilih batang yang akan diberikan beban (batang A – C)
13. Klik menu Assign → Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed untuk
menampilkan form Frame Distributed Loads
- Pilih DL dari kotak Load Case Name
- Pada area Load Type and Direction, arah gaya dipilih berdasarkan
tampilan gravitasi (-Z) pada kotak Direction
- Ketik 5 pada kotak Uniform Load
- Klik OK
MODUL SAP2000 14
CONTOH 6 :
A B C D
10 m 3m 3m 2m
4. Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan window 3-D untuk
menutup tampilannya.
5. Klik perletakan yang akan dihilangkan
6. Klik Assign → Joint → Restraint untuk menampilkan Joint Restraint
- Klik
- Klik OK
7. Pilih joint yang akan diberikan perletakan jepit
8. Klik Assign → Joint → Restraint untuk menampilkan Joint Restraint
- Klik
- Klik OK
9. Pilih perletakan yang akan diputar
10. Klik Assign → Joint → Local Axes untuk menampilkan Joint Local Axis
- Ketik -90 pada kotak Rotation about Y
- Klik OK
MODUL SAP2000 17
11. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
12. Pilih batang yang akan diberikan beban (batang A – B)
13. Klik menu Assign → Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed untuk
menampilkan form Frame Distributed Loads
- Pilih DL dari kotak Load Case Name
- Pada area Load Type and Direction, arah gaya dipilih berdasarkan
tampilan gravitasi (-Z) pada kotak Direction
- Ketik 20 pada kotak Uniform Load
- Klik OK
CONTOH 7 :
P1 = 96 kN
B C
3m
P2 = 48 kN
4m D
A
3m 3m
13. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
CONTOH 8 :
P = 2 kN
6m
MODUL SAP2000 23
10. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
CONTOH 9 :
2 kN
E
4 2 kN
2m
1
3 F
1 kN 5 9 1 kN
7 2m
A 2 6 8 B
C 3 kN D
4m
4m 4m
9. Memasukkan beban 1 kN :
- Klik titik A dan B
- Klik menu Assign → Joint Loads → Forces
- Isi Force Global Z dengan nilai -1 pada kotak dialog Joint Forces dan
klik OK
12. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik DL pada kotak Load Name
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Modify Load
- Klik OK
13. Simpanlah hasil pekerjaan terlebih dahulu
14. Klik menu Analyze → Set Analysis Options untuk menampilkan Analysis
Options dan pilih Space Frame kemudian klik OK
MODUL SAP2000 29
15. Untuk menganalisis, klik menu Analyze → Run Analysis maka tampil kotak
dialog Set Analysis Cases to Run
- Klik Modal
- Klik Run/Do Not Run sehingga action untuk modal Do Not Run
- Klik Run Now
CONTOH :
Suatu struktur gedung 5 lantai yang terbuat dari baja kolom dan balok
mempunyai tipe W16x31 akan direncanakan menerima beban merata berupa
beban mati (termasuk berat struktur itu sendiri) dan beban hidup. Pada lantai
atap beban mati sebesar 5000 kg dan beban hidup sebesar 1000 kg, sedangkan
pada lantai beban mati sebesar 8000 kg dan beban hidup sebesar 1500 kg. Pada
struktur tersebut juga bekerja gaya-gaya lateral berupa gempa yang distribusi
pembebanannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Panjang bentangnya
sebesar 5 m dan tinggi untuk tiap-tiap lantai 4 m. Mutu baja yang digunakan BJ
37.
15000 kg
4m
14500 kg
4m
14000 kg
4m
13500 kg
4m
13000 kg
4m
5m 5m 5m 5m
MODUL SAP2000 2
4. Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan window 3-D untuk
menutup tampilannya
5. Klik toolbar Set Display Options (atau klik menu View → Set Display
Options) untuk menampilkan form Display Options for Active Window
- Cek kotak Labels pada Joint Area
- Cek kotak Labels pada Frames/Cable Area
- Klik OK
MODUL SAP2000 3
Load Case
9. Klik menu Define → Load Cases untuk menampilkan form Define Loads
- Ketik LL pada kotak Load Name
- Pilih LIVE pada kotak Type
- Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
- Klik Add New Load
- Ketik EQ pada kotak Load Name
- Pilih QUAKE pada kotak Type
- Klik Add New Load
- Klik OK
Combination
- Klik Add
- Klik OK pada Response Combination Data dan Define Response
Combination
Assign
13. Klik Get Previous Selection (atau menu Select → Get Previous
Selection)
14. Klik menu Assign → Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed untuk
menampilkan form Frame Distributed Loads
- Pilih LL dari kotak Load Case Name
- Pada area Load Type and Direction, arah gaya dipilih berdasarkan
tampilan gravitasi (-Z) pada kotak Direction
- Ketik 1000 pada kotak Uniform Load
- Klik OK
16. Klik Get Previous Selection (atau menu Select → Get Previous
Selection)
17. Klik menu Assign → Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed untuk
menampilkan form Frame Distributed Loads
- Pilih LL dari kotak Load Case Name
- Pada area Load Type and Direction, arah gaya dipilih berdasarkan
tampilan gravitasi (-Z) pada kotak Direction
- Ketik 1500 pada kotak Uniform Load
- Klik OK
MODUL SAP2000 9
21. Klik menu Analyze → Set Analysis Options untuk menampilkan form
Analysis Options. Pada form tersebut klik Plane Frame XZ Plane untuk
mengatur derajat kebebasan yang sesuai dan klik OK
MODUL SAP2000 11
22. Klik Run Analysis untuk menampilkan Set Analysis Case to Run
- Klik Run/Do Not Run Case
- Klik Run Now
23. Ketika analisis selesai, periksa kembali pesan pada Analysis window (apakah
ada warning atau error) dan kemudian klik OK untuk menutup Analysis
window
25. Reaksi-reaksi ditampilkan pada screen. Jika teks terlalu kecil untuk dibaca,
gunakan zoom untuk memperbesarnya
26. Klik menu Design → Steel Frame Design → Start Design/Check of
Structure untuk menjalankan check design baja yang telah selesai
dikerjakan
27. Ketika check design selesai, warna dari rasio tegangan akan ditampilkan
MODUL SAP2000 13
LATIHAN
Suatu struktur portal ruang dengan ukuran terlihat seperti pada gambar. Diminta
merencanakan profil baja untuk balok dan kolom. E = 2100000 kg/cm2, BJ baja
= 7850 kg/m3, tegangan leleh fy = 2400 kg/cm2. Diasumsikan semua sambungan
antara balok dan kolom menggunakan sambungan momen (moment
connection). Beban rencana :
- Berat sendiri elemen
- Berat pelat lantai atap baja yang ditutup beton ringan, penggantung, langit-
langit dan lain-lain = 350 kg/m2
- Beban hidup pada pelat lantai atap = 150 kg/m2
Kombinasi beban rencana : U = 1.2 D + 1.6 L. Pada kasus ini dimisalkan
beberapa profil yang akan digunakan sebagai berikut :
MODUL SAP2000 14
CONTOH :
Diketahui dimensi balok 25/50, dimensi kolom 50/50, mutu beton fc = 25 Mpa,
mutu baja (BJTD = 400 Mpa, BJTP = 240 Mpa). Penutup beton pada balok dan
kolom 40 mm. Data pembebanan :
- Beban mati balok adalah 7 kN/m (balok tepi) dan 14 kN/m (balok tengah)
- Beban hidup balok adalah 6 kN/m (balok tepi) dan 12 kN/m (balok tengah)
4m
5m
4m
5m
4m
5m
4m
5m 4m
5m 5m 5m 5m 5m 5m
- Ubah Design Type menjadi Beam dan ganti penutup beton menjadi 40
mm. Kemudian klik OK dan klik OK lagi pada Rectangular Section
6. Ulangi Add Rectangular untuk Kolom 50/50
MODUL SAP2000 19
7. Ubah dimensi awal frame sesuai dengan soal dengan cara megubah
pandangan salah satu Window menjadi x-y kemudian dipilih elemen balok
dengan cara mengklik mouse dari sisi kiri atas dan drag ke sisi kanan bawah.
Kemudian ulangi untuk tingkat dibawahnya sehingga semua balok terpilih
(berupa garis putus-putus). Setelah itu dari menu Assign →
Frame/Cable/Tendon → Frame Sections, maka tampil kotak Frame
Sections kemudian pilih Balok 25/50 dan klik OK.
8. Ulangi langkah 7 untuk Kolom 50/50
9. Untuk mengubah perletakan menjadi jepit, maka dipilih terlebih dahulu
semua perletakan dan dari menu Assign → Joint → Restraints maka
tampil kotak dialog Joint Restraints dipilih perletakan jepit dan klik OK.
Load Case
10. Untuk mendefinisikan beban pilihlah menu Define → Load Cases diisi
dengan parameter berikut kemudian klik Add New Load dan ulangi untuk
beban hidup, kemudian klik OK.
MODUL SAP2000 20
Assign
11. Untuk memasukkan beban mati pada balok tengah maka dipilih terlebih
dahulu balok tengah. Setelah terpilih dari menu Assign →
Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed dan diisi kotak dialog sesuai
parameter berikut :
12. Ulangi untuk beban hidup (untuk memilih balok tersebut kembali dengan
perintah Previous Selection)
13. Ulangi langkah 11 dan 12 untuk balok tepi
MODUL SAP2000 21
Combinations
14. Buatlah kombinasi beban yaitu 1.2 DL + 1.6 LL dari menu Define →
Combinations → Add New Combo dan masukkan parameter berikut :
18. Untuk melihat hasil-hasil analisis pada window x-z atau y-z klik menuDisplay
→ Show Force → Frame. Kita dapat memilih Case/Combo Name sesuai
dengan beban dan kombinasi yang kita masukkan dan hasil analisis yang
akan dilihat.
MODUL SAP2000 23
19. Untuk melihat gaya reaksi perletakan dari menu Display → Show Force →
Joint. Kita dapat memilih Case/Combo Name sesuai dengan beban dan
kombinasi yang kita masukkan dan reaksi perletakan yang akan dilihat.
20. Untuk melihat deformasi yang terjadi dari menu Display → Show
Deformed Shape. Kita dapa memilih Case/Combo Name sesuai dengan
beban dan kombinasi yang kita masukkan.
21. Untuk melihat hasil analisis dalam bentuk tabel dari menu Display → Show
Tables. Misalnya kita mau melihat Frame Output : dari perintah Display
→ Show Tables akan tampil kotak dialog Choose Tables For Display.
Pada kotak dialog tersebut dipilih Frame Output dari Analysis Output →
Element Output. Tabel tersebut dapat kita konversikan ke format excel
dengan cara menu File → Export Current Table → To Excel.
MODUL SAP2000 24
22. Kita dapat melakukan desain sesuai dengan standar yang akan digunakan
dengan klik menu Option → Preferences → Concrete Frame Design
sehingga kotak dialog Concrete Frame Design Preferences For... kita
dapat mengganti parameter sesuai dengan standar yang kita gunakan.
23. Selanjutnya kita akan melakukan desain, klik menu Design → Concrete
Frame Design → Start Design/Check of Structure. Setelah itu kita
dapat memeriksa apakah struktur telah memenuhi syarat kekuatan dengan
klik menu Design → Concrete Frame Design → Verify All Members
Passed.
MODUL SAP2000 25
LATIHAN
Suatu struktur portal ruang dengan ukuran terlihat seperti pada gambar. Diminta
merencanakan dimensi balok dan kolom termasuk penulangannya. E = 100000
kg/cm2, BJ beton = 2400 kg/m3, Baja U24 (fy = 2400 kg/cm2, fys = 0.60 fy),
Beton K250 (fc = 250 kg/cm2). Beban rencana :
- Berat sendiri elemen
- Berat pelat lantai atap tebal 12 cm, penggantung dan langit-langit = 350
kg/m2.
- Beban hidup pada pelat lantai atap = 150 kg/m2
Kombinasi beban rencana : U = 1.2 D + 1.6 L. Distribusi beban lantai ke balok :
MODUL SAP2000 26
STUDI KASUS :
Sebuah gedung parkir sebagai bagian dari komplek perniagaan akan dibangun di
Kota Bandung. Komponen struktur direncanakan menggunakan material beton
bertulang dengan spesifikasi sebagai berikut :
Beton :
Kuat desak beton, fc’ = 25 Mpa atau K-300
Modulus elastisitas beton, Ec = 4700√fc’ = 23500 Mpa
Poisson ratio beton, νc = 0,2
Berat jenis beton, λc = 2400 kg/m3
Baja Tulangan :
Tulangan Longitudinal, BJTD 40 (ulir) fy = 400 Mpa
Tulangan transversal/sengkang, BJTP 24 (polos) fys = 240 Mpa
Poisson ratio baja, vs = 0,3
Berat jenis baja, λs = 7850 kg/m3
Pada pelatihan ini digunakan jenis beton normal dan jenis tulangan BJTD 40.
Berdasarkan Tabel 4.1 didapatkan tebal minimum untuk balok dengan satu ujung
menerus h = l/18,5 = 8000 mm/18,5 = 432,43 mm dan untuk balok dengan dua
ujung menerus h = l/21 = 8000 mm/21 = 380,95 mm. Tinggi balok induk harus
diambil lebih besar dari kedua nilai tersebut yaitu h = 650 mm. Lebar balok induk
ditentukan sebesar b = 350 mm. Dimensi balok induk B1-350x650.
Dimensi balok anak ditentukan dengan tinggi h = 550 mm dan lebar b = 250
mm B2-250x550.
MODUL SAP2000 27
Sebagai pengikat struktur diatas tanah digunakan sloof SL1-300x600 dan SL2-
250x550. Sloof ini diharapkan dapat menahan beban dinding diatasnya serta
meningkatkan kekuatan serta kekakuan lentur pondasi. Elevasi sloof diasumsikan
0,5 m diatas level penjepitan lateral.
Tebal pelat lantai diasumsikan 150 mm PL-150 dan tebal pelat atap/dak
diasumsikan 120 mm PL-120.
Tabel 4.1 Tebal Minimum Balok Non Prategang Bila Lendutan Tidak Dihitung
Gambar 4.1 Peta Gempa Indonesia Untuk Wilayah Bandung dan Sekitarnya
(Sumber : SNI 1726-2002)
Pada pelatihan SAP 2000 ini, diasumsikan gedung berada diatas kondisi tanah
sedang. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai persyaratan spesifikasi kategori
jenis tanah ini dapat dilihat dalam peraturan.
Tabel 4.4 Faktor Keutamaan I Untuk Berbagai Kategori Gedung dan Bangunan
Dari tabel diatas, untuk jenis bangunan parkir digolongkan dalam gedung umum
yang memiliki faktor keutamaan I = 1,0.
Faktor modifikasi struktur atau bisa dikatakan juga sebagai faktor reduksi gempa
(R) untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) maksimum
adalah 5,5. Pada pelatihan SAP 2000 ini digunakan R = 5,5.
Beban pada struktur gedung dapat berupa beban hidup (LL = LIVE LOAD), beban
mati sendiri (SW = SELF WEIGHT), beban mati tambahan (SIDL = SUPER
IMPOSED DEAD LOAD), beban angin (WL = WIND LOAD), beban gempa (E =
MODUL SAP2000 31
Peraturan diatas dapat dipahami bahwa untuk kondisi terjadinya gempa maka
beban hidup (LL, misalnya manusia) akan berkurang daripada saat gedung dalam
kondisi layan.
8m
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
SL 2
8m
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
SL 2
4m
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
SL 1
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
= kolom K1
SL 1
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
MODUL SAP2000
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
SL 2
SL 1 SL 1 SL 1 SL 1 SL 1
33
MODUL SAP2000 34
B1 B1 B1 B1
tangga manusia
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1 B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
tangga mobil dari basement
ke lantai 1
B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
tangga mobil turun ke lantai 1
B1 B1 B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
tangga manusia
B1 B1 B1 B1
4m
8m = kolom K1
B1 B1 B1 B1
tangga manusia
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1 B1 B1 B1 B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1
B1 B1 B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2
B1
B1
B1
B1
B1
tangga manusia
B1 B1 B1 B1
4m
8m = kolom K2
BD 1 BD 1 BD 1 BD 1
tangga manusia
BD 2 BD 2 BD 2 BD 2
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1 BD 1 BD 1 BD 1
BD 2 BD 2 BD 2 BD 2
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1 BD 1 BD 1 BD 1
BD 2 BD 2 BD 2 BD 2
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1 BD 1 BD 1 BD 1
BD 2 BD 2 BD 2 BD 2
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1 BD 1 BD 1 BD 1
BD 2 BD 2 BD 2 BD 2
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
BD 1
tangga manusia
BD 1 BD 1 BD 1 BD 1
4m
8m = kolom K3
Kolom K3
Kolom K3
Kolom K3
Kolom K3
Kolom K3
Kolom K3
LANTAI 2 ELV 8 m
Kolom K2
Kolom K2
Kolom K2
Kolom K2
Kolom K2
Kolom K2
3.5 m
Kolom K1
Kolom K1
Kolom K1
Kolom K1
Kolom K1
4m
0.5 m
GRID SISTEM
MENU : DEFINE
Kekakuan EI yang digunakan dalam analisis yang dipakai untuk desain kekuatan
harus mewakili kekakuan komponen struktur sesaat sebelum kegagalan
(Rachmat Purwono, dkk – 2009). Sebagai alternatif, SNI 2847-2002 memberikan
inersia efektif yang boleh digunakan untuk komponen-komponen struktur pada
bangunan yang ditinjau.
Pada pelatihan SAP 2000 ini, balok dianggap sebagai balok berpenampang
persegi. Pendekatan balok sebagai balok T tentu lebih mempresentasikan
keadaan sebenarnya (hubugan balok-pelat monolit) yang persyaratan lebar
sayap balok diatur lebih lanjut dalam peraturan. Sebagai catatan, SNI 1926-2002
memberikan inersia efektif yang berbeda untuk elemen struktur yang sama.
5. Klik menu Define → Area Sections → Add New Section. Satuan panjang
yang dipakai mm. Isi spesifikasi pelat PL1-150. Masukkan nilai inersia effektif
penampang pada pelat datar dan lantai datar.
MODUL SAP2000 42
11. Klik menu Define → Analysis Cases → Add New Case. Untuk
mengaktifkan beban gempa, maka harus dibuat terlebih dahulu analysis case
dari beban tersebut. Beban gempa dibagi menjadi dua, yaitu beban gempa
EX (arah utama sumbu X koordinat global) dan beban gempa EY (arah utama
sumbu Y koordinat global)
MODUL SAP2000 45
Secara default, arah U1 merupakan arah yang sama dengan arah X dalam
koordinat global. Scale factor = I x g/R dimana I adalah faktor keutamaan
struktur (gedung parkir, I = 1), g = satuan percepatan gravitasi (g = 9,8
m/s2) dan R adalah faktor reduksi gempa (Struktur Rangka Pemikul Momen
Menengah, maks nilai R = 5,5). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
bahwa nilai ordinat respon spektrum SNI 1726-2002 merupakan nilai pseudo
percepatan struktur (Sa) yang telah dinormalisasi dalam satuan g. Untuk
menjadikannya komponen dari gaya luar yang bekerja pada struktur maka
nilai C harus dikalikan satuan gravitasi. Nilai I/R merupakan nilai modifikasi
berdasarkan peraturan kegempaan Indonesia. Untuk semua mode, redaman
diasumsikan memiliki nilai konstan yaitu 5%.
12. Lakukan hal yang sama untuk analysis case gempa arah Y.
MODUL SAP2000 46
Secara default, arah U2 merupakan arah yang sama dengan arah Y dalam
koordinat global. Kemudian jika memang diperlukan arah U3 merupakan
arah yang sama dengan arah Z dalam koordinat global.
13. Untuk memperoleh beban ultimate dari beban-beban yang mungkin akan
terjadi pada struktur, maka dilakukan kombinasi beban terfaktor. Klik menu
Define → Combinations → Add New Combo.
MODUL SAP2000 47
MENGGAMBAR STRUKTUR
Perintah lain yang terkait dengan penggambaran elemen frame yaitu Quick
Draw Frame/Cable Element, Quick Draw Secondary Beams.
2. Menggambar Area Section
Klik Draw Poly Area → pilih section yang diinginkan → klik titik-titik yang
diperlukan untuk menggambar area (penggambaran dimulai dari satu titik
dan kembali ke titik yang sama) → klik kanan pada mouse untuk
mengakhirinya.
MODUL SAP2000 49
Perintah lain yang terkait dengan penggambaran area section yaitu Draw
Rectangular Area Element dan Quick Draw Area Element.
MESH AREA
Untuk menghaluskan dan membuat model lebih detail atau lebih kecil dapat
dilakukan dengan cara membagi elemen menjadi elemen-elemen lain yang lebih
kecil (meshing). Klik pelat yang lantai atau atap yang akan dipartisi → Assign
Area → Automatic Area Mesh.
MODUL SAP2000 50
1. Pembebanan Area
Pilih pelat yang akan diberi beban Assign → Area Loads → Uniform
(Shell) pilih jenis beban pada Load Case Name, kemudian isi nilai bebannya.
Option Add to Existing Loads akan menambahkan beban yang kita berikan
pada beban yang sudah ada atau sudah terlebih dahulu diberikan pada pelat.
Option Replace Existing Loads akan mengganti beban yang sudah ada
dengan beban yang kita berikan. Arah gravitasi merupakan arah -Z dalam
koordinat global. Jika diperlukan, maka arah beban ini dapat diganti menurut
arah tertentu dalam koordinat global maupun koordinat lokal. Untuk
melakukan pengecekan apakah beban sudah terdefinisi pada pelat maka klik
kanan mouse pada pelat yang ditinjau.
2. Pembebanan Garis
Contoh beban garis yaitu beban dinding yang menumpu pada balok. Pilih
elemen frame (balok/kolom) yang akan diberi beban → Assign →
Frame/Cable/Tendon Loads → Distributed. Misal dinding beton setinggi
1 m dan setebal 0,15 m yang berada pada perimeter gedung parkir. Beban
dinding = 2400 kg/m3 x 1 m x 0,15 m = 360 kg/m.
MODUL SAP2000 51
3. Pembebanan Titik
Klik pada titik yang ditinjau → Joint Loads → Forces.
DIAFRAGMA LANTAI
Lantai tingkat, atap beton dan sistem lantai dengan ikatan suatu struktur gedung
dapat dianggap sangat kaku dalam bidangnya dan karenanya dapat dianggap
bekerja sebagai diafragma terhadap beban gempa horizontal. Ctrl+A → Joint
→ Constraints → Diaphragm → Add New Constraint.
MODUL SAP2000 52
Constraint akan bekerja pada bidang yang tegak lurus Constraint Axis sehingga
jika sumbu Z dipilih maka suatu lantai akan bergerak bersama-sama dalam
translasi arah X, translasi arah Y, dan rotasi terhadap sumbu Z.
JENIS RESTRAINTS/SUPPORT
Untuk menentukan jenis perletakan pada bagian bawah struktur, maka pilih
semua joint/titik yang berada dibawah kolom pada level pondasi Assign → Joint
→ Restraints.
Jenis perletakan yang digunakan untuk gedung parkir yaitu perletakan jepit. Hal
ini sesuai dengan perlaku struktur yang menggunakan pondasi dalam.
ANALISA STRUKTUR
Klik menu Analyze → Run Analysis. Selama proses analisis pastikan bahwa
tidak ada WARNING dan ERROR yang terjadi.
MENU : DISPLAY
1. Jika suatu elemen diberikan gaya luar, maka akan timbul reaksi terhadap
gaya luar tersebut yang diberikan oleh elemen itu sendiri. Gaya reaksi
terhadap gaya luar dalam mekanika teknik diistilahkan sebagai gaya-gaya
dalam. Gaya-gaya dalam tersebut antara lain :
P, gaya aksial
V2, gaya geser pada bidang 1-2
V3, gaya geser pada bidang 1-3
T, momen torsi aksial atau momen yang berputar terhadap sumbu 1
M2, momen yang berputar terhadap sumbu 2
M3, momen yang berputar terhadap sumbu 3
2. Untuk melihat hasil-hasil analisis pada window x-z atau y-z klik menuDisplay
→ Show Force → Frame. Kita dapat memilih Case/Combo Name sesuai
dengan beban dan kombinasi yang kita masukkan dan hasil analisis yang
akan dilihat.
MODUL SAP2000 54
3. Untuk melihat gaya reaksi perletakan dari menu Display → Show Force →
Joint. Kita dapat memilih Case/Combo Name sesuai dengan beban dan
kombinasi yang kita masukkan dan reaksi perletakan yang akan dilihat.
4. Untuk melihat deformasi yang terjadi dari menu Display → Show
Deformed Shape. Kita dapa memilih Case/Combo Name sesuai dengan
beban dan kombinasi yang kita masukkan.
5. Untuk melihat hasil analisis dalam bentuk tabel dari menu Display → Show
Tables. Misalnya kita mau melihat Frame Output : dari perintah Display
→ Show Tables akan tampil kotak dialog Choose Tables For Display.
Pada kotak dialog tersebut dipilih Frame Output dari Analysis Output →
Element Output. Tabel tersebut dapat kita konversikan ke format excel
dengan cara menu File → Export Current Table → To Excel.
Untuk memenuhi persamaan tersebut maka gaya geser tingkat nominal akibat
pengaruh gempa rencana sepanjang tinggi struktur gedung hasil analisis ragam
spectrum respon dalam suatu arah tertentu harus dikalikan dengan suatu faktor
skala yaitu : 0.8 Vstatik/Vdinamik > 1
Simpangan antar tingkat yang dihitung dari simpangan struktur gedung tidak
boleh melampaui 0.03/R kali tinggi tingkat yang bersangkutan atau 30 mm
bergantung yang mana yang nilainya lebih kecil. Ketentuan tersebut dapat
dituliskan dengan persamaan sebagai berikut :
Simpangan antar tingkat yang dihitung dari simpangan struktur gedung tidak
boleh melampaui persamaan berikut :
MODUL SAP2000 56