Panduan Menjadi Content Creator Sukses
Panduan Menjadi Content Creator Sukses
Content Creator adalah orang yang membuat konten edukatif atau menghibur sesuai keinginan audiens.
Konten yang dibuat oleh Content Creator bisa macam-macam, bisa foto, video, podcast, tulisan, digital art, dan
lainnya. Konten-nya bisa dibagikan melalui media sosial yang sesuai. Bisa YouTube, Twitter, TikTok,
Instagram, Facebook, atau blog.
Content Creator bisa jadi pekerjaan tetap atau pekerjaan sampingan. Kamu bisa bekerja di perusahaan atau
agensi komunikasi. Tapi kalau nggak suka rutinitas dan lebih suka kerja sendiri, kamu juga bisa bekerja sendiri
atau self-employed.
Tahukah kamu? Berdasarkan data We Are Social & Hootsuite, dari 274,9 juta penduduk Indonesia,
sebanyak 170 juta-nya merupakan pengguna aktif media sosial. Iya, banyak banget, lebih dari setengah
penduduk Indonesia.
Melihat angka ini, nggak heran kalau banyak brand yang memasarkan brand atau produk mereka lewat media
sosial. Banyak juga perusahaan yang menggandeng Content Creator untuk bekerjasama
mempromosikan brand mereka, contohnya: PR Package dan endorsement. Ada juga perusahaan yang meng-
hire Content Creator untuk bekerja di perusahaan.
Selain banyak dibutuhkan perusahaan, pekerjaan Content Creator juga banyak diminati kaula muda seperti gen
Z dan generasi milenial. Apakah kamu juga tertarik berkarier sebagai Content Creator? Yuk, simak dulu
penjelasan lengkapnya!
Tentu tidak semudah itu Esmeralda. Proses membuat konten itu panjang dan nggak gampang. Mulai
dari ideation, research, menyusun naskah, membuat copy, proses syuting, editing, sampai promosi konten.
Wah, banyak juga tugas Content Creator. Terlebih, biasanya Content Creator nggak cuma pakai satu media
sosial buat kontennya. Bisa 2 atau lebih, jadi jenis konten yang digarap juga bisa lebih dari 1.
1. Kemampuan riset
Dalam membuat konten diperlukan riset untuk mengumpulkan informasi pendukung yang lengkap. Riset juga
membantu Content Creator memahami kondisi pasar, tren, dan kebutuhan audiens.
2. Manajemen waktu
Content Creator biasanya nggak hanya membuat satu jenis konten saja. Karena itu, manajemen waktu yang
baik sangat diperlukan untuk bisa memproduksi semua konten sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Apalagi
kalau Content Creator adalah pekerjaan sampingan, tentu kamu harus bisa mengatur waktu agar pekerjaan
utamamu tidak terganggu. Kamu harus pandai mengatur waktu agar tahap pra produksi, produksi, dan post
produksi nggak ngaret.
Selain membuat konten yang berkualitas, ada juga hal yang nggak kalah penting: kontennya mudah ditemukan
audiens. Untuk memudahkan audiens menemukan kontenmu, kamu bisa menerapkan SEO.
SEO adalah upaya optimasi agar kontenmu mudah ditemukan di search engine. Nggak hanya artikel, sekarang
juga ada SEO YouTube dan Podcast SEO.
Dalam pembuatan konten, kamu akan memerlukan naskah, skrip, atau caption. Karena itu, kemampuan
menulis seperti copywriting dan content writing perlu kamu kuasai. Terlebih kalau kamu banyak memproduksi
konten berupa artikel atau tulisan lainnya.
Kamu, bisa belajar cara membuat konten apa saja dengan menarik dan berkualitas bersama Skill Academy.
Klik banner berikut ini untuk kepoin kelasnya!
Kalau konten yang kamu produksi berupa foto atau video, maka keterampilan fotografi dan videografi harus
kamu kuasai. Nggak hanya sebagai konten yang berdiri sendiri, foto dan video juga bisa menjadi pelengkap
konten lain. Misalnya, kamu membuat konten berupa artikel review makanan, kamu bisa menambahkan foto
makanan yang kamu review untuk menyempurnakan artikel yang kamu tulis.
6. Editing
Content editing diperlukan untuk memastikan konten yang kamu buat sudah sesuai untuk dipublikasikan dan
membuat konten lebih menarik.
Misalnya, dalam pembuatan artikel kamu perlu mengecek typo, sumber, data, argumen, dan lainnya. Kalau di
video, editing diperlukan untuk menyatukan semua footage yang ada agar menjadi sebuah cerita atau alur yang
sesuai. Foto juga perlu diedit, misalnya menghapus objek, mengatur pencahayaan dan kontras, mengatur
warna, dan lain sebagainya.
Ada banyak bidang yang bisa kamu tekuni sebagai Content Creator. Biar nggak pusing dan bisa fokus, kamu
bisa pilih satu bidang yang kamu minati atau kuasai. Misalnya, kamu adalah seorang dokter, kamu bisa jadi
Content Creator yang membagikan konten edukatif seputar kesehatan, mitos dan fakta di dunia kesehatan,
kesehatan kulit, mental health, dan lainnya.
Atau kalau kamu tertarik di bidang kecantikan seperti makeup dan skincare, kamu juga bisa jadi beauty Content
Creator. Kamu bisa bikin konten tentang tutorial makeup, memilih skincare, masalah kulit, review skincare, body
care, dan lainnya.
Kalau kamu bekerja di sebuah perusahaan, maka jenis konten yang dibuat harus sesuai dengan brand dan
produknya. Misalnya, kamu bekerja di perusahaan keuangan, maka kontennya harus seputar keuangan juga.
2. Up-to-date dengan tren terkini
Seorang Content Creator harus selalu mengikuti hal-hal yang sedang terjadi di sekitarnya, atau apa yang
sedang ramai dibicarakan orang. Dari sini, mungkin kamu bisa menemukan ide yang cocok untuk dijadikan
konten selanjutnya.
Audiens adalah orang-orang yang menikmati konten yang kamu buat. Dengan memahami target audiens, kamu
bisa mengetahui jenis konten apa yang mereka sukai atau butuhkan, ini bisa membantu kamu untuk menjaring
audiens yang relevan.
Selain itu, kamu juga bisa tahu media apa yang paling sering mereka gunakan, jam berapa biasa mereka
mengakses informasi, dan perilaku lainnya.
Dalam membuat konten, kamu akan menggunakan beberapa aplikasi dan alat-alat tertentu. Misalnya, dalam
membuat konten tulisan, kamu perlu belajar tentang SEO dan tools-nya. Dalam pembuatan video, kamu perlu
belajar menggunakan kamera, pencahayaan, dan belajar aplikasi untuk mengedit video.
Kamu juga perlu mengulik lebih dalam tentang media sosial yang kamu pakai untuk kontenmu. Bagaimana
algoritmanya, jam yang tepat untuk mengunggah konten, dan fitur-fiturnya.
Dalam pembuatan konten, kamu harus menentukan tujuan apa yang ingin dicapai. Baik ketika kamu bekerja
sebagai Content Creator di perusahaan atau bekerja sendiri, keduanya harus punya tujuan. Tujuan ini harus
dibuat jelas, misalnya: jumlah visitor, views, like, komentar, website traffic, penjualan, engagement, atau tujuan
lainnya.
Dengan mengatur tujuan ini, kamu akan berusaha mengoptimalkan kontenmu agar mudah ditemukan dan
sesuai dengan kebutuhan audiens. Misalnya, kamu melakukan optimasi dengan SEO, melihat tren dengan
Google Trends, atau melakukan riset keyword untuk mengetahui apa yang banyak dicari oleh audiens. Punya
KPI juga membantu kamu untuk konsisten dalam pembuatan konten dan mempromosikannya.
Content Creator membuat konten yang disukai atau diinginkan oleh audiensnya. Karena itu, kamu harus
banyak membaca dan melakukan riset untuk tahu sebenarnya apa yang sedang dibutuhkan audiens saat ini.
Lalu menjadikan kontenmu sebagai jawaban atas kebingungan audiens, atau menghibur audiens.
Kamu juga bisa menggunakan Google Trends untuk mempelajari apa yang sedang ramai dicari atau
dibicarakan orang saat ini.
Kamu bisa belajar dari konten orang lain dengan niche yang serupa atau dari kompetitor. Bisa dari Content
Creator yang lebih senior dan sudah punya audiens sendiri. Kamu bisa mengamati bagaimana ia mengemas
kontennya, gaya bahasanya, editingnya, pengambilan gambar atau videonya, media apa saja yang digunakan,
cara ia berinteraksi dengan audiens, dan lainnya.
Dari konten orang lain, kamu bisa mengetahui apa kekurangan dan kelebihan kontenmu, atau mengikuti
sesuatu yang bagus dan memberi modifikasi agar memberikan sesuatu yang berbeda.
—
Nah, itu dia pembahasan tentang apa itu Content Creator, tugasnya ngapain aja, dan 7 cara jadi Content
Creator. Kalau kita lihat, Content Creator saat ini memang ada banyak banget, karena itu kamu harus bisa
menemukan sesuatu yang unik dari kontenmu. Apa yang bikin kontenmu berbeda dari punya orang lain, dan
apa yang membuat audiens harus melihat kontenmu. Tentu nggak mudah, karena itu butuh konsistensi dan
juga kesabaran.
Biar lebih siap jadi Content Creator andal, kamu bisa belajar tentang konten marketing, digital
marketing, storytelling, berpikir kreatif, dan lainnya. Kamu bisa belajar bareng Content Creator langsung, lho.
Ada Gita Savitri, Yoga Arizona, Raditya Dika, Tsana, dan banyak instruktur keren lainnya yang sudah pasti
kompeten dan berpengalaman. Kalau mau kepoin kelas-kelasnya, kamu bisa ke [Link], atau
klik banner di bawah ini! Selamat belajar.
Pernahkah kamu melihat seseorang membuat video di YouTube, atau seseorang yang mengirim foto
di feed Instagram mereka? Ya, mereka adalah content creator.
Secara sederhana dan harfiah, content creator bisa diartikan sebagai orang yang membuat konten. Konten yang
mereka buat disebar ke berbagai platform media sosial yang tersedia, seperti YouTube, Instagram, atau
Facebook.
Namun, sebenarnya lebih dari itu, mereka bukan hanya sekadar pencipta konten semata. Mereka memiliki
fungsi yang terbilang besar dalam dunia marketing sekarang ini.
Bahkan, ada juga yang menyebut content creator sebagai penggerak content marketing.
Lalu, apa itu content creator? Bagaimana cara menjadi salah satunya?
Menurut State of Digital Publishing, content creator adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk setiap
informasi di media, terutama media digital dan memiliki target audiens tertentu.
Sementara itu, menurut HubSpot, content creator adalah orang-orang yang membuat materi (konten) dengan
menambahkan nilai edukasi dan hiburan.
Materi ini juga biasanya disesuaikan dengan keinginan atau ketertarikan dari audiens.
makai banyak platform untuk menyebarkan konten mereka. Selain media sosial seperti Facebook, Instagram,
u YouTube, mereka juga memakai blog, infografik, maupun e-book untuk menyebarkan konten.
dak semua pencipta konten adalah selebriti maupun blogger kenamaan.
dak perlu menjadi figur publik untuk bisa menjadi content creator.
isalnya, kamu mengunggah review make up di Instagram, kamu sudah bisa disebut content creator.
Begitu juga ketika kamu membuat video perjalanan mendaki gunung, lalu upload di YouTube, maka kamu
juga sudah bisa dianggap pembuat konten.
Kreativitas ini menjadi alat content creator untuk menarik perhatian orang-orang dan membuat mereka mau
melihat konten yang dibuat.
Terlepas dari itu, proses pembuatan konten juga tidak sekadar mengandalkan kreativitas semata. Ada logika
yang perlu dipahami agar bisa menggaet audiens.
Proses ini juga termasuk dalam digital marketing dan menjadi bidang yang dibutuhkan perusahaan saat ini.
Ada istilah yang menyebut bahwa di balik konten viral, ada strategi apik dan konten yang menarik.
Baca Juga: Seluk-beluk Instagram Marketing untuk Bisnis: Dimulai dari Mana, Ya?
Menurut HubSpot, ada 9 kebiasaan yang kerap dilakukan oleh content creator yang sukses.
Bagi kamu yang melakukan 9 kebiasaan ini, kemungkinan untuk menjadi seorang pencipta konten jempolan
akan terbuka.
1. Rajin membaca
Membuat konten yang bagus tentu memerlukan bekal. Salah satu bekal itu bisa kamu dapat dari membaca.
Rajin-rajinlah membaca, terutama soal industri yang sedang dijalani.
Hal ini akan berpengaruh terhadap proses penciptaan konten. Kelak, konten yang dibuat akan sesuai dengan
kondisi industri saat ini. Tidak hanya itu, konten juga bisa jadi akan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh
audiens.
Menulis di sini bukan berarti kamu harus menulis esai sebanyak 1.500 kata setiap harinya. Ini bukan tentang
inspirasi yang hadir dalam menulis, tetapi inspirasi yang bisa saja datang dari setiap tulisan yang dibuat.
Biasakan untuk duduk sejenak setiap harinya, selama 10-15 menit, untuk mengeluarkan setiap ide dan
pemikiran yang dimiliki.
Tulis semua ide dan pemikiran yang ada itu. Bebas bentuknya seperti apa. Dari situ, biasanya inspirasi akan
muncul
3. Pelajari audiens
Hal ini masih berkaitan dengan kebiasaan yang pertama. Selain mempelajari industrinya, seorang pencipta
konten juga mesti mempelajari audiens dari inudstri tersebut.
Pada akhirnya, audienslah yang akan menilai konten yang kita buat. Content creator yang baik, lazimnya,
mengetahui audiensnya luar dalam.
Ia bisa tahu usia, gender, lokasi tinggal, keluarga, pekerjaan, dan gaji dari audiensnya. Dari situ, konten yang
sesuai bisa dibuat.
Dewasa ini banyak content creator bertebaran. Jika tidak memiliki ciri khas, maka kamu akan terpinggirkan.
Gunakan medium yang berbeda, atau gunakan cara pembuatan konten yang unik, sehingga hal itu akan jadi
gayamu sendiri.
Yang dimaksud kurasi di sini adalah, selain membagikan konten milik orang lain, kamu harus bisa melakukan
sesuatu dengan konten itu.
Content creator yang sukses tidak hanya sekadar membagikan ulang konten yang sesuai dengan industrinya.
Kamu harus berinteraksi dengan konten itu dan tunjukkan bahwa kamu adalah seorang ahli.
Nah, kamu bisa menimpalinya dengan cara meretweet video itu, lalu kamu tambah dengan komentarmu
sendiri, atau kamu bisa memasukkan gif plus video dalam komentarmu.
Hal itu akan membuat kontenmu jadi lebih memiliki nilai informasi, apalagi jika kamu bisa menambahkan
fakta lain terkait unggahan tersebut. Dengan begitu, personal brand kamu akan terbentuk juga.
Baca Juga: Content Creator dan Influencer: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok Untukmu?
Internet adalah sebuah tempat yang besar. Saking besarnya, selain jadi tempat berkumpulnya konten, ia bisa
jadi tempat penilaian bagi kontenmu sendiri.
Di sinilah maksud dari memahami penilaian atau key performance indicator (KPI) dari konten yang dibuat.
Lewat beberapa matrikulasi tertentu, kamu bisa menilai apakah konten yang dibagikan sudah baik atau
belum.
Kamu bisa melihat social media, direct, dan organic traffic dari kontenmu.
Dari situ, kamu bisa melihat kelayakan konten yang kamu buat. Kamu juga bisa melihat penilaian orang lain
terhadap konten yang kamu sebarkan, apakah mereka suka atau tidak.
Selain itu, kamu juga bisa membuat konten baru yang lebih baik berdasarkan data itu.
© Unsplash
Seperti halnya dalam pekerjaan lain, sebagai seorang pembuat konten, kamu harus berjejaring dengan
pembuatan konten yang lain. Ini bisa jadi tempatmu untuk belajar.
Dengan membangun jejaring, kamu akan memiliki tempat untuk berdiskusi soal seperti apa konten yang baik.
Kamu juga akan memiliki banyak teman, serta bisa memahami dan mendengarkan banyak ide dari orang-
orang yang berbeda-beda.
Terkadang, seorang content creator terlalu merasa bahwa dirinya adalah seorang ahli. Dalam beberapa kasus,
mereka hanya mengungkapkan sesuatu yang mereka tahu saja.
Pembuat konten yang sukses tidak seperti itu. Mereka akan menempatkan audiens di atas segalanya, serta
membuat konten yang sifatnya berupa solusi. Hal itu biasanya akan membuat konten lebih banyak digemari.
Tidak hanya itu, hal ini juga akan membuat konten lebih dihargai, karena sang pembuatnya pun berusaha
menempatkan diri untuk membantu, bukan untuk menggurui.
Seorang pembuat konten harus memiliki rasa haus akan pengetahuan. Hal ini kelak akan membantu mereka
menciptakan konten yang bervariasi dan tidak monoton.
Selalu posisikan diri sebagai orang yang tidak tahu. Karena dengan begitu, kamu akan terus mencari tahu.
Jangan pernah puas dengan ilmu yang sudah dimiliki, dan selalu mencari ilmu-ilmu baru setiap harinya.
Mengutip dari Betterteam, beberapa tugas dan tanggung jawab utama seorang content creator adalah sebagai
berikut:
1. Menulis, meninjau, mengedit, dan membuat konten untuk platform yang digunakan perusahaan
untuk marketing.
2. Melakukan riset dan interview untuk mempelajari tren terkini serta dalam pengembangan konten.
3. Bekerja sama dengan tim kreatif untuk mempersiapkan materi promosi.
4. Menggunakan media sosial untuk consumer engagement, merespons komplain, dan mempromosikan
produk/layanan perusahaan.
5. Berkolaborasi dengan departemen internal untuk melakukan campaign mulai dari proses hingga
evaluasi.
6. Monitoring media sosial dan company website.
7. Meningkatkan traffic melalui konten yang dibuat.
1. Research-driven
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pembuat konten harus melakukan riset saat mempersiapkan
kontennya.
Makanya, content creator harus memiliki mindset yang tepat, yaitu research-driven atau berfokus pada hasil riset,
bukan asal klaim dan tulis.
2. Kreatif
Baik kamu membuat konten dalam bentuk tulisan, video, maupun gambar, kamu membutuhkan kreativitas.
3. Fleksibel
Seorang content creator tidak bisa membatasi dirinya untuk hanya menguasai satu platform atau jenis konten.
Kamu harus memahami beberapa sistem content management, platform, dan alat lain untuk optimalisasi konten.
4. Analitik
Content creator harus mengerti dan memahami tren terkini serta efektivitas konten melalui analisis data digital
untuk membentuk ide dan konten baru.
5. Organisasional
Banyaknya pekerjaan seringkali membuat kamu melupakan deadline, sehingga penting untuk tetap mengatur
jadwal dan menyusun prioritas.
6. Kolaboratif
Dalam membuat konten, tentu kamu akan bekerja sama dengan banyak bagian.
Kamu harus memiliki kemampuan kolaborasi dan menghasilkan ide dengan tim maupun klien.
Baca Juga: Tertarik di Bidang Komunikasi Pemasaran? Ini 8 Pilihan Karier Untukmu!
Itulah informasi seputar profesi content creator yang perlu kamu tahu.
Jika kamu merasa sebagai pribadi yang kreatif dan tidak pernah kehabisan ide, mungkin pekerjaan ini cocok
untuk kamu.
Nah, Glints sudah siapkan kurasi lowongan-lowongan kerja content creator terbaru untuk kamu!
Kamu juga bisa mengenal masing-masing perusahaan sebelum melamar lewat informasi profil perusahaan
dan gaji serta tunjangan yang ditawarkan.
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Content
Creator
Content creator adalah salah satu profesi yang menjanjikan di era digital ini. Bahkan, ada yang bisa mendapat penghasilan
hingga miliaran rupiah. Menariknya, semua orang bisa jadi content creator asalkan tahu caranya.
Sebenarnya, apa itu content creator? Lalu, apa saja contoh content creator?
Di artikel ini, kami akan membocorkan cara menjadi content creator dan skill yang harus dimiliki content creator. Kami
juga akan membahas jenis-jenis content creator supaya Anda bisa memilih bidang sesuai dengan minat Anda.
Namun, tugas content creator ternyata tidak sekadar membuat konten. Banyak tahapan yang harus dilakukan pembuat
konten, sebelum dan sesudah pembuatan konten dilakukan, di antaranya:
Melakukan riset untuk mengetahui tren yang bisa dijadikan ide konten sekaligus memastikan kebenaran informasi
dalam konten
Mengedit konten
Mengelola website dan menerapkan social media marketing saat mempublikasikan konten, mengukur engagement
dengan audiens, melakukan campaign promosi, dan lainnya
Mengevaluasi traffic konten dengan analytics tools
Dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan itu, mungkin Anda bertanya-tanya, berapa sih gaji content creator?
Content creator pemula bisa mendapat gaji hingga Rp 5 juta. Namun, nilainya akan terus meningkat ketika konten yang
dibuat berhasil mencapai tujuannya, atau traffic kontennya tinggi.
Nah, sudah paham apa itu content creator, ‘kan? Di bawah ini kami akan membahas jenis-jenis content creator yang perlu
Anda ketahui. Scroll lagi, yuk.
1. Penulis
Pasti Anda sering mencari informasi di internet, ‘kan? Artikel yang Anda baca di internet adalah karya dari para content
creator tipe ini.
Jenis yang satu ini memang dikenal terampil menyampaikan ide melalui tulisan. Contoh content creator yang termasuk
penulis adalah blogger, penulis buku, content writer, dan masih banyak lagi.
2. Visualisator
Masih ingat infografis yang berlalu-lalang selama pandemi? Pembuatnya adalah content creator tipe visualisator.
Tipe ini membagikan ide dan pesannya melalui gambar yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Contoh content creator yang merupakan visualisator yaitu designer, infografer, pembuat meme/GIFs , hingga animator.
3. Pembicara
Tipe pembicara memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga audiens betah mendengarkan kontennya. Contoh
content creator yang masuk dalam kelompok pembicara adalah podcaster, vlogger, dan voice over.
Sudah tahu jenis-jenis content creator, dan ingin menjadi salah satunya? Sekarang kami ajak Anda mengenal beberapa
kriteria yang dibutuhkan. Yuk simak!
Salah satu kriteria content creator yang baik adalah memiliki kemampuan mengembangkan ide kreatif. Kenapa begitu?
Sebab, tanpa kemampuan tersebut, bisa-bisa kontennya jadi kurang menarik.
Konten yang kurang menarik tentu sulit mendatangkan banyak audiens. Akibatnya, konten juga akan sulit mendapat traffic
tinggi. Hal inilah salah satu yang membedakan pembuat konten yang baik dan tidak.
Jadi, seorang pembuat konten sebaiknya memiliki kreatifitas yang baik, terutama dalam membuat konten yang orisinil
supaya dapat menarik audiens.
Dalam membuat konten, pembuatnya tidak bisa asal-asalan, lho. Diperlukan kemampuan riset untuk mengolah informasi
dan fakta menjadi sebuah konten yang relevan.
Dengan begitu, konten yang diunggah dapat dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya. Itulah mengapa, pembuat
konten perlu terus mengasah kemampuan risetnya dengan baik.
Pembuat konten harus bisa melihat dari kacamata audiens. Artinya, konten yang dibuat harus sesuai kebutuhan audiens.
Itulah kenapa penting untuk memahami pain points atau kesulitan yang dialami audiens.
Nantinya, pembuat konten bisa membuat konten yang berisi solusi dari masalah yang dihadapi audiens. Dengan begitu,
pembuat konten bisa menarik minat audiens sehingga dapat menaikkan engagement dan traffic.
Sebagai seorang pembuat konten, ada saatnya Anda harus berkolaborasi dengan pembuat konten lain untuk membuat
konten. Oleh sebab itu, salah satu kriteria content creator yang baik adalah memiliki kemampuan berkomunikasi yang
baik.
Kemampuan komunikasi penting dimiliki supaya proses pembuatan konten kolaborasi dapat berjalan lancar.
Kemampuan mengatur waktu juga merupakan salah satu kriteria content creator yang baik. Apalagi, apabila konten yang
dikerjakan ditujukan untuk beberapa klien.
Kemampuan manajemen waktu akan membantu pembuat konten dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Utamanya,
memudahkan Anda mengatur prioritas pekerjaan yang penting.
Sampai di sini, Anda telah memahami kriteria content creator yang baik. Di bagian selanjutnya, Anda akan mengetahui
lebih lanjut beberapa skill yang harus dimiliki profesi ini.
Seorang pembuat konten harus memiliki skill fotografi atau videografi. Sebab, foto atau video akan membuat konten
menjadi menarik. Meskipun tidak harus menjepret foto sendiri, setidaknya seorang pembuat konten harus tahu manakan
foto dan video terbaik yang akan digunakan di konten.
Sebagai contoh, jika Anda adalah seorang travel blogger, Anda bisa menyisipkan foto tempat wisata yang Anda review
sehingga membuat konten lebih menarik minat audiens.
Jadi, skill ini tidak hanya wajib dimiliki oleh vlogger atau fotografer saja.
Seorang pembuat konten wajib memiliki skill copywriting, utamanya untuk mereka yang bekerja untuk klien atau
perusahaan yang ingin meningkatkan bisnis mereka.
Kenapa skill ini penting? Copywriting adalah teknik menjual produk lewat tulisan yang akan membujuk audiens untuk
membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan.
Jadi, kalau skill copywriting Anda baik, akan banyak produk yang bisa dijual. Nah, kuncinya adalah Anda harus
memahami kebutuhan target audiens dan produk yang akan dipasarkan.
Tools pendukung diperlukan agar hasil konten lebih maksimal, baik yang sifatnya perangkat untuk menunjang produksi
atau aplikasi penunjang lain.
Sebagai contoh, dalam cara membuat vlog dibutuhkan penguasaan peralatan yang digunakan seperti kamera, tripod,
microphone, hingga aplikasi edit video untuk menghasilkan konten yang menarik.
Seorang pembuat konten yang bergerak di bidang kepenulisan juga harus memiliki teknik SEO dan SEM yang baik.
Alasannya, karya tulisan mereka akan mudah ditemukan audiens jika teroptimasi di hasil pencarian.
SEO adalah penggunaan teknik tertentu agar konten muncul di halaman pertama hasil pencarian. Sedangkan, SEM
adalah penggunaan paid ads supaya konten dapat menjangkau audiens secara instan.
Selain itu, untuk content creator di suatu perusahaan, skill ini juga mendukung strategi content marketing yang dilakukan
berjalan maksimal.
Misalnya, kalau Anda menggunakan platform instagram, Anda harus menguasai Instagram Analytics tools. Tujuannya
adalah untuk memantau dan mengevaluasi traffic konten yang sudah diunggah di platform tersebut.
Ketika pembuat konten bisa menggunakan analytics tools untuk menerapkan strategi marketing, maka tujuan pembuatan
konten bisa lebih tepat sasaran.
Sudah tahu pengertian, jenis-jenisnya, hingga skill yang harus dimiliki content creator?
Cara menjadi content creator yang pertama yaitu memilih niche yang sesuai minat dan kemampuan. Niche artinya topik
khusus sesuai dengan target audiens Anda seperti fashion, kuliner, parenting, finansial, dan masih banyak lagi.
Niche yang sesuai akan membantu Anda meningkatkan produktivitas. Sebab, Anda akan lebih mudah mencari ide konten.
Tentunya, Anda juga bisa menikmati pekerjaan tersebut sehingga bisa terus menciptakan konten kreatif.
Supaya konten yang Anda buat informatif dan memiliki value tinggi, Anda harus melakukan proses riset yang mendalam.
Pun demikian karena proses riset sendiri tidak mudah, Anda harus sering melakukan latihan riset untuk bisa menghasilkan
informasi atau ide konten yang baik.
Materi yang menarik adalah salah satu alasan mengapa audiens betah menyimak sebuah konten. Untuk itu, Anda harus
selalu up-to-date dan mengikuti tren terkini untuk bisa merancang dan membuat konten yang menarik.
Namun, itu semua belum cukup apabila tidak diikuti dengan proses edit konten yang memberikan hasil terbaik.
Diperlukan personal branding yang kuat untuk bisa bersaing dengan pembuat konten lainnya. Dengan begitu, Anda bisa
membangun audiens Anda sendiri, yang akan melihat setiap konten yang Anda buat.
Anda bisa membangun branding dengan logat, topik tertentu, slogan, dan lainnya. Lihat saja, Jerome Polin yang dikenal
sering membuat konten tentang matematika dan bahasa Jepang. Jerome juga sering menyuarakan slogan “mantappu jiwa”
yang menjadi ciri khasnya.
5. Menjaga Konsistensi
Konsistensi dibutuhkan supaya konten Anda mudah diingat. Pertama, tema yang digunakan harus konsisten. Dengan
begitu, audiens akan menangkap ciri khas konten Anda.
Selanjutnya, jangan lupa menentukan jadwal upload yang tetap. Kalau tidak konsisten, audiens yang sudah susah payah
Anda jaring bisa kabur karena menganggap Anda sudah berhenti membuat konten.
Anda juga sudah memahami kriteria menjadi pembuat konten yang baik serta skill yang harus dimilikinya. Tak hanya hard
skill seperti teknik copywriting hingga penguasaan analytics tools, soft skill seperti kemampuan komunikasi dan
manajemen waktu juga harus dikuasai.
Selain membuat konten, memilih platform yang tepat untuk konten Anda juga penting. Salah satunya lewat website untuk
menampilkan karya Anda. Yang penting, website Anda harus didukung hosting yang berkualitas.
Deskripsi Karier
Content creator merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai materi konten baik berupa
tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari dua atau lebih materi. Nah konten-konten yang dibuat
oleh para content creator itu biasanya dimuat di platform digital, seperti YouTube, Instagram dan TikTok.
Topik-topik yang dipilih oleh para content creator juga sangat beragam, mulai dari fashion, beauty, kuliner,
sampai daily vlog. Keberadaan profesi content creator memang nggak lepas dari kemajuan teknologi. Apalagi
dengan semakin terbukanya akses informasi, maka semakin luas kesempatan bagi kamu untuk jadi
seorang content creator, yang penting niat! Jadi, ketika Quipperian benar-benar niat dalam membuat konten,
maka followers, subscribers, AdSense, endorsement, dan lainnya akan mengikutimu dengan sendirinya.
Nah, untuk menjadi seorang content creator, Quipperian dituntut untuk punya ide-ide orisinil supaya bisa
menghasilkan materi baru yang berbeda tapi tetap bisa diterima dan laku di masyarakat. Konten yang kamu
buat pun diharapkan bisa menjadi trend-setter. Selain itu, jika ingin menjadi content creator yang andal
dibutuhkan kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam hal menulis, mengambil foto, merekam gambar,
maupun menyunting video. Biasanya content creator banyak dibutuhkan di industri kreatif, tapi nggak sedikit
pula yang bekerja secara individu.
Dalam membuat konten secara online terdapat beberapa tipe konten berdasarkan cara pembuatanya, hal ini
mencakup platform, saluran dan hasil konten tersebut.
Web Content Creator adalah konten digital yang dibuat dalam bentuk blog atau artikel di suatu platform,
karya tulisan juga dapat dipublikasikan di facebook atau twitter yang membahas spesifik suatu topic.
YouTube Creator adalah content kreator yang berkarya dengan konten dalam bentuk video.
Pascast Creator adalah suatu karya konten digital dalam bentuk percakapan antara host dan bintang
tamu yang membahas topic tertentu, platform yang digunakan seperti youtube, spotify dll
Social Media Creator adalah konten kreator yang berkarya dalam bentuk video pendek atau gambar di
suatu platform seperti TikTok dan Instagram.
Wajib Tahu
1
Salah satu hal penting yang harus Quipperian diperhatikan jika ingin menjadi content creator adalah movement-
nya.
2
Melansir [Link], konten yang dibuat oleh content creator haruslah bermanfaat untuk banyak orang.
Ibarat membuat makanan, konten yang dibuat harus bagus. Jadi, perlu niat, mulai dari alat yang
mumpuni, target yang jelas, juga fokus untuk sosial.
3
Mengutip [Link], content creator juga bisa disebut sebagai orang yang bisa
mengutilisasi platform media menggunakan berbagai konten yang dibagikan ke khalayak.
4
Konten yang dibuat sebenarnya tidak melulu harus berupa informasi yang sifatnya memperkaya wawasan, tapi
bisa juga sesuatu yang menghibur para penikmatnya. Bukan berarti kontennya kontroversial ya?
5
Content creator kini mulai banyak digandeng oleh perusahaan dalam memasarkan produknya, lho!
6
Dilansir dari Kompas, YouTube merupakan mass marketing platform, jadi bisa dibayangkan dong apa yang
terjadi kalau menjual produk lewat konten-konten yang ditampilkan YouTube?
7
Content creator yang bekerja secara independen dan memiliki banyak mengikut (followers atau subscribers)
seringkali disebut juga sebagai influencer maupun Key Opinion Leader (KOL). Jasa mereka kerap digunakan
untuk promosi di berbagai platform.
8
Dilansir dari [Link], Ryan ToysReview menjadi content creator pada platform youtube dengan
pendapatan terbesar di tahun 2018. Bocah berusia 7 tahun ini mendapatkan total penghasilan sebesar $22 juta
atau sekitar 308 miliar sepanjang 2018.
Menciptakan konten yang bermakna bagi sekumpulan orang atau komunitas yang memiliki kekuatan besar
(power).
Jenjang Karier
Konten kreator merupakan pekerjaan dibidang creative yang mana gaji mereka tidak dapat seperti karyawan
pada umumnya, karya mereka yang menentukan seberapa besar uang yang mereka dapat diperoleh dari
berbagai sumber seperti endorse, paid promote, menjual karya sendiri dan partnership yang mana bayaran
mereka tidak dapat dirata-rata.
mari kita ambil contoh youtube konten kreator dimana kita dapat melihat pendapatan seorang youtube
berdasarkan subscriber dan viewer menggunakan tool social blade. rata-rata gaji seorang konten keator di
platform youtuber sebesar Rp 100.000.000 per bulan dengan subscriber di atas 100.000.
Sebenarnya profesi content creator sangat beragam jenisnya. Kalau Quipperian bekerja secara independen,
tidak terikat dengan institusi manapun, kamu akan mengawali karier dengan mengerjakan semua hal sendiri.
Nah lambat laun, kamu bisa merekrut orang untuk bekerja bersama kamu, misalnya untuk melakukan
penyuntingan, dan sebagainya. Nah kalau Quipperian menjadi content creator di perusahaan terutama dalam
industri kreatif, bisanya ada jenjang kariernya juga. Misalnya, kamu adalah seorang content writer, bukan tidak
mungkin karier akan meningkat jadi content manager, kan?
Jurusan Terkait
Jika kamu ingin berkarier pada profesi ini, maka ilmu yang harus kamu kuasai adalah: Ilmu Komunikasi,
Jurnalistik, Desain, Semua bidang keilmuan
Ilmu KomunikasiDesain
Tokoh Inspiratif
Zhiee Leely
Quipperian setuju dong kalau siapa aja bisa jadi content creator? Karena untuk menjadi content
creator memang nggak perlu latar belakang khusus, yang penting bisa menginspirasi khalayak
Namun saat ini, content creator tidak hanya terbatas pada menciptakan suatu konten saja.
Mereka juga berperan penting dalam dunia digital marketing saat ini. Bahkan beberapa orang
juga ada yang menganggap content creator sebagai penggerak dari content marketing.
Sedangkan menurut HubSpot, content creator adalah orang yang memproduksi materi atau
konten yang mempunyai nilai edukasi ataupun hiburan di dalam kontennya. Nantinya, materi
tersebut akan disesuaikan dengan keinginan dan juga ketertarikan dari masing-masing audiens
nya.
Pada umumnya, mereka akan menggunakan banyak sekali platform dalam menyebarkan konten
yang sudah mereka produksi. Jadi, selain Instagram, Youtube, Facebook atau TikTok, mereka juga
menggunakan blog, infografik dan juga ebook untuk bisa menyebarkan seluruh kontennya.
Yang dimaksud content creator dalam hal ini bukanlah seorang selebriti ataupun blogger.
Walaupun mereka memang tergolong orang yang mampu menciptakan konten, namun tidak
semua orang yang bisa menciptakan konten termasuk kedalam selebriti ataupun blogger
kenamaan.
Nah jadi, jika Anda memilih untuk membuat video tentang cara memasak opor ayam yang benar
lalu mengunggahnya di Youtube, maka Anda sudah dianggap sebagai seorang content creator.
Pun sama halnya saat Anda membuat video perjalanan travelling ke suatu daerah lalu
mengunggahnya di Youtube, maka pada saat ini Anda sudah dianggap sebagai seorang content
creator. Jadi, untuk menjadi seorang content creator tidak perlu menjadi seorang publik figur
terlebih dahulu.
Kenapa? karena pada dasarnya proses produksi konten hanyalah melibatkan kreativitas
seseorang saja. Bentuk kreativitas inilah yang akan menjadi alat bagi mereka untuk membuat
banyak orang mau menonton konten yang sudah mereka produksi.
Namun terlepas dari hal tersebut, proses produksi suatu konten tidak hanya mengandalkan
tingkat kreativitas saja. Karena ada juga logika yang harus dipahami untuk bisa menarik para
audiens. Untuk itu, ada juga orang yang mengatakan bahwa mereka melibatkan penggunaan otak
kanan dan otak kiri seseorang.
Hal ini tentunya sangatlah penting, terlebih ditengah maraknya digital marketing seperti saat
ini. Content creator saat ini lebih dianggap sebagai suatu profesi yang penting, khususnya untuk
beberapa perusahaan besar.
Hal tersebut memang wajar, mengingat saat ini konten bisa dijadikan sebagai suatu
aksi marketing yang dilakukan oleh setiap perusahaan. Bahkan, ada suatu istilah yang
mengatakan bahwa dibalik konten yang viral, selain strategi yang apik, akan tersedia juga konten
yang menarik.
Nantinya, seorang content creator akan memproduksi konten yang sesuai dengan tujuan
pembuatan konten perusahaan. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk bisa
menjelaskan strategi pemasaran yang akan Anda lakukan dan konten yang ingin dibuat.
Jadi, katakanlah Anda ingin meningkatkan brand awareness untuk perusahaan Anda di media
sosial. Nantinya, konten yang akan dibuat oleh content creator akan disesuaikan dan diisi dengan
informasi yang menarik dan tetap relevan.
Dengan keahlian yang dimiliki oleh seorang content creator, mereka mampu membantu Anda
dalam menjalankan strategi pemasaran dengan baik. Karena, konten yang berkualitas dan juga
tepat sasaran akan lebih mudah untuk memasarkan suatu produk barang ataupun jasa.
Oleh karena itu, jangan heran jika 65% perusahaan saat ini merasa kesulitan dalam memproduksi
konten yang menarik. Tapi dengan adanya peran dari mereka, maka Anda bisa dengan mudah
membuat konten yang menarik dan konsisten.
Seorang content creator bisa merealisasikan suatu strategi dalam wujud karya yang unik dan juga
menarik dimata audiens. Misalnya saja dalam hal penggunaan font, warna dan juga tone yang
tepat dan juga sesuai dengan brand image Anda.
Dari kreativitasnya itulah mereka memiliki peran yang sangat penting dalam memproduksi dan
mempertahankan branding yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Suatu konten yang bermanfaat dan relevan mampu membantu audiens mengenali bisnis Anda
dan meningkatkan kepercayaan mereka pada brand Anda. Dalam hal ini, peran content
creator akan sangat membantu Anda dalam memproduksi konten yang sesuai dengan kebutuhan
dan juga keinginan pelanggan.
Selain itu, mereka juga akan turut membantu Anda dalam menanggapi ataupun menjawab suatu
pertanyaan dan juga ulasan pelanggan pada channel marketing Anda secara tepat.
Membuat suatu konten secara konsisten akan memerlukan suatu strategi dan juga perencanaan
yang tepat. Terdapat beberapa langkah yang tepat untuk bisa memproduksi konten yang
menarik.
Anda harus bisa mengetahui siapa saja target pasar Anda, kebutuhan mereka, dan kapan waktu
yang tepat untuk mempublish konten tersebut. Jadi, jika target pasar Anda adalah seorang
pemula yang ingin belajar bisnis online, maka konten yang harus Anda buat adalah konten yang
mudah untuk dipelajari dan mudah dipahami oleh orang awam.
Nah dalam hal ini, mereka mampu membantu Anda dalam melakukan proses tersebut. Sehingga,
Anda akan lebih mudah dalam mencapai tujuan pemasaran karena pembuatan konten akan
semakin sesuai dengan perencanaan yang sudah Anda buat.
Untuk bisa mencapai suatu tujuan marketing, maka Anda memerlukan beberapa strategi SEO,
seperti menggunakan kata kunci, kualitas konten yang menarik dan unsur lainnya. Jadi, selain
harus memproduksi konten yang menarik, Anda juga harus menerapkan optimasi SEO di dalam
konten Anda.
Nah, content creator mampu membantu Anda dalam membuat konten yang baik dan juga
SEO friendly. Jadi, nantinya konten yang Anda buat akan muncul di halaman satu mesin pencarian
Google.
Kriteria Content Creator yang Baik
Sebelum Anda memutuskan menjalin kerjasama dengan content creator, Anda harus bisa
mengetahui beberapa kriteria dalam memilih mereka sebagai rekan bisnis Anda. Berikut ini
adalah penjelasan lengkapnya
Suatu konten yang menarik dan orisinil umumnya tercipta dari berbagai ide yang kreatif. Selain
itu, konten juga harus bisa disesuaikan dengan bisnis Anda, sehingga promosi konten yang Anda
produksi akan sukses dan juga sesuai dengan target audiens.
Oleh karena itu, Anda harus bisa memilih content creator yang mempunyai tingkat kreativitas
tinggi.
Hasil konten yang baik bisa diperoleh dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan cara
melakukan riset. Cara ini akan membantu Anda dalam membuat konten yang memang diperlukan
oleh target audiens Anda.
Untuk itu, mereka harus mampu memiliki kemampuan riset yang sangat baik. Ada banyak sekali
cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan riset, seperti dengan menggunakan Google
Trends, Google Analytic, dll.
Keterampilan dan juga pengetahuan yang tinggi harus bisa didukung dengan tools agar hasilnya
menjadi lebih maksimal. Sebagai contoh, dalam hal produksi video marketing, maka diperlukan
keterampilan dalam menguasai tools editing video agar bisa menghasilkan video yang baik.
Umumnya, seorang content creator memiliki keterampilan dalam membaca dan juga
menggunakan tools analytics seperti Google Analytic untuk bisa memantau, mengevaluasi dan
juga memaksimalkan performa kontennya.
Seorang content creator juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Keterampilan ini
menjadi sangat penting untuk menghindari terjadinya miskomunikasi dalam hal berkoordinasi
dengan Anda. Jadi, project yang Anda jalankan bisa berjalan dengan baik dan sempurna.
5. Memahami SEO
Seorang content creator pun harus bisa memahami teknik SEO agar strategi content
marketing nya bisa berjalan secara maksimal. Nah, teknik SEO ini bisa membantu suatu konten
dilihat dan dijangkau oleh banyak orang. Selain itu, Anda juga harus menginformasikan tujuan
dari bisnis Anda pada mereka agar mampu menghasilkan suatu konten yang sesuai dengan
tujuan Anda.
Baca juga: Sales Adalah: Istilah, Pekerjaan, dan Fungsi Sales dalam Perusahaan
Kesimpulan
Content creator memiliki peran yang sangat diperlukan untuk strategi marketing Anda, mulai dari
membantu Anda dalam memproduksi konten yang menarik, menciptakan konsistensi branding,
sampai membuat konten yang lebih mudah ditemukan.
Nah untuk content creator sendiri, mereka harus mampu menghasilkan suatu konten yang
menarik, teknik komunikasi yang baik, hingga pemahaman SEO yang baik agar tujuan digital
marketing Anda berjalan dengan baik. Semua hal tersebut akan membantu Anda dalam
meningkatkan tingkat kesuksesan bisnis Anda.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan jasa content creator, maka Anda harus
memiliki anggaran dana untuk pemasaran yang tepat agar pengelolaan keuangan Anda tetap
terjaga rapi. Untuk membantu Anda dalam mengelola keuangan atau mengelola anggaran
keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.
Aplikasi ini mampu membantu Anda dalam menyiapkan laporan akuntansi secara mudah dan
cepat, bahkan bisa Anda dapatkan kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi, tampilan
dashboardnya juga sangatlah sederhana sehingga akan mudah dipahami oleh orang awam
sekalipun.
Apa itu content creator— Sejak pandemi tahun 2019 lalu, content creator adalah salah satu profesi
paling banyak diminati, terutama oleh milenial dan generasi Z. Sayangnya, belum banyak orang
memahami sebenarnya apa itu content creator.
Jika dengar istilah “content creator”, orang pasti berpikir profesi tersebut hanya meliputi pembuatan
konten di media sosial seperti Tiktok, Instagram, dan Youtube. Padahal, pengertian content
creator tidak hanya terbatas pada itu, lho!
Kamu ingin tahu lebih dalam tentang apa itu content creator? Bagaimana cara menjadi content
creator produktif dan menghasilkan banyak pendapatan? Berapa sih persisnya gaji content
creator itu? Simak jawabannya di bawah ini.
etika kita membahas apa itu content creator, maka yang terlintas di benak kamu secara umum
K
adalah orang yang membuat konten. Ada beberapa definisi terkait pekerjaan ini. Ada yang menyebut
bahwa, content creator adalah orang yang bertanggung jawab atas setiap informasi yang ada di media
digital.
Ada pula yang mengartikan content creator adalah orang yang membuat materi atau konten dengan
nilai edukasi dan hiburan yang disesuaikan dengan keinginan dari audiens yang ditargetkan.
Topik-topik yang dibahas pun beragam. Mulai dari fashion, kecantikan, kuliner, vlog, dan topik
lainnya. Dunia digital tidak lepas dari apa itu content creator. Terlebih saat ini akses informasi
semakin terbuka luas.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan bisnis, kini content creator tidak hanya sebatas untuk
membuat konten saja. Tetapi mereka juga memiliki andil dalam dunia digital marketing. Bahkan bisa
dibilang, content creator adalah penggerak dari content marketing.
Namun demikian, tugas content creator tidak sebatas tampil depan kamera dan melakukan
promosi, lho. Lebih jauh dari itu, ada berbagai tugas dan tanggung jawab lain yang diemban seorang
kreator konten, yaitu diantaranya:
1. Membuat Konten Menarik
Menurut penelitian Hubspot, 82% bisnis di dunia di akhir tahun 2021 menggunakan konten
sebagai bahan menarik perhatian calon konsumen. Penemuan ini membuat tugas content
creator jadi makin krusial.
Alih-alih sekadar membuat konten, seorang content creator diharapkan bisa memilih jenis dan tema
konten sesuai selera pasar. Jika ia berhasil, maka promosi melalui kontennya akan sukses besar.
Seorang content creator adalah seorang yang mampu merealisasikan strategi ke dalam bentuk karya
yang unik dan menarik. Dalam hal ini bisa dilihat dari penggunaan font, warna, tone, hingga hal
lainnya yang sesuai dengan suatu brand dari perusahaan. Maka dari itu, seorang content
creator memiliki andil untuk menciptakan dan mempertahankan sebuah branding perusahaan.
3. Membantu Perusahaan Terlihat Expert
Ketika kita membahas apa itu content creator, maka konten yang relevan dan bermanfaat termasuk di
dalamnya. Dengan membuat konten yang berkualitas, maka hal ini bisa membuat perusahaan semakin
dipercaya oleh pelanggannya.
Selain menciptakan konten menghibur, tugas content creator juga termasuk memberikan edukasi
pasar. Melalui konten, harapannya calon konsumen yang awalnya tidak paham tentang produk
tersebut jadi mengenal produk, kemudian baru mereka akan tertarik untuk membeli.
Poin keempat tugas content creator adalah mengelola konten dan media, serta membuat strategi
konten sesuai karakteristik media tempat konten tersebut dipublikasikan.
Jika seorang content creator asal membuat konten tanpa memperhatikan strategi, konten tersebut
tidak akan bisa generate hasil sesuai keinginan.
Tugas content creator yang terakhir adalah membantu konten lebih mudah ditemukan, makin banyak
yang menemukan semakin baik. Ada berbagai strategi yang bisa diterapkan untuk mewujudkan ini,
misalnya dengan teknik SEO (Search Engine Optimization/Optimasi Mesin Telusur), pakai hashtag,
atau berusaha masuk ke FYP Tiktok.
Cara menjadi content creator yang pertama adalah mengetahui siapa target audiens. Seorang content
creator membutuhkan penonton atau audiens untuk mendukung konten mereka.
Di dunia pemasaran konten, audiens adalah segalanya. Oleh karena itu, jika kamu ingin
menjadi content creator yang baik, kamu harus bisa meneliti keinginan dan kebutuhan dari audiens.
Kamu bisa mulai dari mengelompokkan audiens berdasarkan usia, gender, lokasi, hingga profesi.
Setelah itu, buat konten sesuai preferensi topik favorit mereka.
3. Up to Date
Ketika kita membahas apa itu content creator, maka tidak lepas dari hal-hal yang up to date.
Seorang content creator adalah orang yang selalu update serta memiliki pengetahuan luas terkait hal-
hal yang ada di industri kreatif.
Sesuaikan pengetahuan yang kamu miliki dengan topik yang kamu geluti. Misalnya, kamu membuat
konten dengan topik kuliner, maka kamu harus mengikuti perkembangan kuliner terkini.
Content creator adalah bidang yang cukup luas. Apapun skill yang kamu punya, kamu bisa
mengolahnya menjadi konten, lho. Akan tetapi, jika kamu ingin konten buatanmu tetap berkesan dan
bisa berkompetisi dengan content creator lain, kamu harus tetap latihan terus menerus agar skill-mu
meningkat pula.
5. Berkolaborasi dengan Content Creator Lain
Jika kamu ingin sukses dan cepat diakui oleh masyarakat, maka lakukanlah kolaborasi dengan content
creator lainnya. Biasanya para content creator membangun jaringan dengan satu sama lainnya agar
konten mereka bisa dilihat oleh banyak audiens.
Cara menjadi content creator yang terakhir adalah jangan malu menerima feedback! Bila perlu,
kamu bisa langsung meminta kritik dan saran konten dari audiens. Sikap seperti ini bukan hanya
membantumu menemukan lebih banyak ide baru. Lebih dari itu, kemauan menerima kritik dan saran
adalah tanda kalau kamu punya growth mindset dan menghargai kepuasan pemirsa konten.
Untuk menjadi seorang content creator tidak membutuhkan latar belakang pendidikan yang khusus.
Hanya saja terkadang beberapa perusahaan lebih menyukai apabila berasal dari jurusan ilmu
komunikasi, jurnalistik, dan desain.
Gaji content creator adalah berkisar Rp3,5 juta - Rp10 juta rupiah. Namun angka ini masih bisa
berubah tergantung kebijakan dari perusahaan. Jika kamu seorang influencer yang
menerima endorsement, dalam sekali tampil kamu bahkan bisa mendapat hingga puluhan juta
rupiah (tergantung jumlah followers), menarik, bukan?
Demikianlah penjelasan terkait content creator. Jika kamu ingin menjadi seorang content
creator yang handal, maka jangan lupa dengan niat, tekad, dan latihan terus menerus, ya! Sebab hal
yang dilihat dari pekerjaan ini adalah kualitas konten yang menarik.
Saat ini KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Semarang,
Surabaya, Gowa, dan berbagai kecamatan di Indonesia, lho. Jadi, kamu bisa mencari
pekerjaan content creator yang ada di domisili tempat tinggal, tidak perlu ke mana-mana lagi!
Selain Raffi Ahmad-Nagita Slavina, Indonesia memiliki banyak content creator yang sukses dan kaya raya. (CNN Indonesia/Tri
Wahyuni).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinobatkannya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai "Sultan of Content" pada sampul majalah
Forbes Indonesia membuktikan kreator konten (content creator) bisa menghasilkan cuan yang berlipat ganda.
Selain Raffi dan Nagita, Forbes Indonesia memilih empat kreator digital lain yang telah membangun ketenaran dan kekayaan
melalui berbagai platform digital, serta mengunggah konten media sosial dengan tujuan positif.
Diantaranya, Vina Muliana, seorang pegawai Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang merangkap sebagai konten kreator
pemberi tips karir untuk masuk BUMN. Lalu, Fadil Jaidi, seorang YouTuber yang bermula dari membuat konten yang berfokus
dengan kegiatan sehari - hari.
Lihat Juga :
Menghitung Pundi Kekayaan Raffi-Nagita, The Sultans of Contents Forbes
Selain nama-nama yang terpapar di daftar Forbes Indonesia Digital Stars, terdapat content creators lain yang menjadi bukti
nyata bahwa memproduksi konten di media sosial secara konsisten dapat membuat seseorang tajir melintir.
Berikut daftarnya:
1. Arief Muhammad
Arief Muhammad yang sebelumnya dikenal sebagai penulis buku Poconggg Juga Pocong, merupakan selebgram dan pebisnis
kuliner yang mendapatkan penghasilannya dari media sosial.
Saat ini, ia memiliki 4,9 juta followers di Instagram dan kerap kali menjadi viral karena konten 'ikoy-ikoyan' atau bagi-bagi rezeki
dari penghasilannya untuk followers. Ia pun sering pamer mobil-mobil mewah yang ia miliki seperti Ferrari merahnya.
Lihat Juga :
Salip Mukesh Ambani, Gautam Adani Jadi Orang Terkaya di Asia
Dilansir IDX Channel, Arief mendapatkan penghasilan dari Instagram kurang lebih Rp10 juta per bulan.
Namun, itu belum termasuk endorse, dengan nilai yang berbeda-beda dari setiap iklan atau barang yang dipromosikan. Ia juga
merupakan brand ambassador dari Bank Jago, Baso Aci Akang, Billionaire's Project, dan masih banyak lagi.
Arief memiliki channel YouTube dengan jumlah subscribers sebanyak 3,07 juta. Ia kerap membagikan konten-konten review
sesuatu dan kehidupan pribadi. Dari channel YouTube tersebut, Arief bisa mengantongi uang sedikitnya US$60.000 atau setara
dengan Rp858.792.000 per bulan.
2. Anya Geraldine
Aktris Anya Geraldine sempat menjadi topik pembicaraan netizen dengan perannya sebagai Lydia Danira di serial Layangan
Putus. Namun, ia juga punya penghasilan sebagai content creator di Instagram.
Lihat Juga :
TAIPAN
Wang Wei, Bos 'FedEx China' Berharta Rp403 T
Dilansir dari Wolipop detikcom, sebelumnya ia sempat menjadi sorotan KPAI karena rekaman vlog liburan bersama pacar yang
dianggap tidak senonoh.
Sejak itu, ia dikenal sebagai selebgram yang sering membagikan keseharian hingga berpose mewah di Instagram yang
memikat sejumlah brand untuk meng-endorse mengingat jumlah pengikutnya mencapai 10,2 juta. Dilihat dari akunnya, Anya
aktif mengunggah endorsement, mulai dari sampo, nikotin pouch hingga motor.
"Enak, enakan duitnya selebgram karena effortless. Tahu sendiri kan ting
Baca artikel CNN Indonesia "Deretan 'Content Creator' yang Tajir Melintir di Indonesia" selengkapnya di
sini: [Link]
indonesia.
Berbagai nama content creator bermunculan saat ini, terutama saat masa-masa pandemi dua tahun
belakangan. Dari berbagai nama-nama content creator yang ada di Indonesia. Pastinya kamu memiliki idola
content creator sendiri. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi content creator sukses di Indonesia versi
majalah Forbes. Penasaran siapa saja? Yuk, simak daftarnya berikut ini.
Profesi digital content creator kini kian diidam-idamkan oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak? Kepopuleran
serta keuntungan yang didapatkan tidaklah sedikit. Bahkan relatif mudah didapatkan dalam waktu singkat bila
kamu sudah memiliki “nama”.
Tak mau ketinggalan, majalah Forbes pun mengeluarkan list terbaru mengenai konten kreator yang kini sukses
di tanah air. Ada berbagai kategori content creator yang masuk ke dalam daftar tersebut. Mulai dari youtubers,
stand up comedy, beauty vloggers hingga komposer musik.
1. Atta Halilintar
Youtubers terkenal yang paling banyak memiliki jumlah followers di youtube satu ini pasti sudah tak asing lagi
ditelinga kamu. Ya, Atta Halilintar yang terkenal memiliki 10 saudara ini memiliki kepopuleran yang tak main-
main. Bahkan dirinya sempat mewakili indonesia dalam berkolaborasi pembuatan youtube rewind di tahun
2020.
Semenjak namanya kian melejit di tahun 2019 an. Kekayaan youtubers satu ini pun juga makin bertambah.
Dikabarkan setiap bulannya Atta Halilintar mampu meraup penghasilan lebih dari 600 juta rupiah. Wow cukup
fantastis ya?
2. Bintang Emon
Alumni komika stand up comedy satu ini dikenal kreatif dalam menyuguhkan berbagai jenis kontennya. Bintang
Emon juga kerap aktif di berbagai platform media sosial dengan membuat video atau komentar jenaka tentang
suatu hal. Berkat skill dan kreatifitas yang dimilikinya, nama Bintang Emon pun makin melejit dan mampu
merambah karir di dunia lainnya. Seperti dunia film dan juga iklan.
3. David Brendi
Kreator yang berfokus pada review gadget satu ini terkenal sebagai ‘suhu’ di bidangnya. David Brendi juga
merupakan salah satu pelopor konten review gadget di Indonesia. Berkat ketekunannya selama bertahun-
tahun. Channel youtube miliknya kian melejit dan mendapatkan jutaan subscriber.
4. Helmy Yahya
Politisi senior yang sering beraktivitas di televisi dari tahun 2000-an ini sudah memiliki nama baik di mata
masyarakat Indonesia. Namun, belakangan Helmy Yahya sering mengunggah konten edukasi serta opini dari
berbagai topik menarik yang sedang kekinian. Hingga saat ini jumlah subscriber channel youtubenya sudah
mencapai 830 ribuan.
Kami sangat merekomendasikan channel Helmy Yahya, bila kamu sedang mencari akun youtube yang
membahas topik menarik dan anti mainstream.
5. Jess No Limit
Daftar content creator sukses di Indonesia selanjutnya datang dari kategori gaming. Jess No Limit merupakan
salah satu konten kreator di Indonesia yang memiliki banyak jumlah followers. Baik di akun media sosial
miliknya maupun di platform youtube. Jangan heran berkat konten-konten gaming yang dibuatnya. Ia berhasil
mendapatkan 23.4 juta followers.
6. Kuy Entertainment
Platform channel youtube ini penuh dengan konten-konten humoris yang sanggup mengocok perut kamu.
Creatornya pun berasal dari artis-artis ternama seperti Hesti Purwadinata, Enzy Storia hingga Arafah. Jenis
konten yang disuguhkan pun beragam. Jadi kamu tak akan bosan melihat berbagai kontennya.
7. Raditya Dika
Pelawak stand up comedy papan atas satu ini merupakan lagenda Youtube. Raditya Dika adalah satu-satunya
orang di Indonesia yang kala itu memanfaatkan platform youtube. Untuk mempublikasikan berbagai content
creation miliknya berupa mini series video pendek cerita lucu. Hingga saat ini, kepopuleran Raditya Dika seakan
tak pernah pudar dengan dibuktikan oleh 9.5 juta followers channel youtube miliknya.
Itulah dia daftar content creator sukses di Indonesia versi majalah Forbes. Apakah idola kamu termasuk di
dalamnya?
Ayo, coba peruntungan kamu menjadi content creator sukses sekarang juga. Bangun koneksi, buat profile
profesional dan monetisasi akun media sosial kamu lebih mudah dengan Roket Apps.
Pertemuan 5
LKPD
Kelompok :
Anggota Kelompok :
Kelas :
Setelah ananda membaca modul di atas silakan jawab pertayaan berikut dengan baik dan benar
5. Conten creator yang ananda kenal , jenis contennya serta media yang di pakai?
Jawab :