Drainase Kampus UNILAKI Atasi Banjir
Drainase Kampus UNILAKI Atasi Banjir
PROPOSAL PENELITIAN
Oleh:
KIKI RAHMAWATI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAKIDENDE
2024
BAB I
PENDAHULUAN
hujan, mengingat hampir semua kota di Indonesia mengalami bencana banjir atau
genangan. Peristiwa ini hampir setiap tahun berulang, namun permasalahan ini
genangan ini diperlukan suatu sistem drainase yang baik, dengan didukung
dijumpai di lingkungan sekitar kita pada saat ini adalah terjadinya banjir pada
musim hujan, dan salah satu upaya dalam menanggulangi banjir ini adalah dengan
membuat saluran drainase yang mampu menampung air hujan dengan baik
(Dinisari 2009).
digenangi air secara berlebihan. Banjir biasanya terjadi disebabkan oleh banyak
faktor, baik itu berupa faktor alam maupun faktor manusia. Adapun beberapa
faktor penyebab terjadinya banjir yaitu faktor topografi, intensitas hujan yang
hujan, Masalah ini kerap kali terjadi setiap tahunnya di beberapa wilayah di
2
Drainase suatu sistem berfungsi untuk menyalurkan air hujan dan
daerah perkotaan. Drainase juga merupakan fasilitas dasar yang dirancang sebagai
membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan tersebut
dapat berfungsi secara optimal. Disamping itu drainase juga sebagai usaha untuk
Indonesia yang berada di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Salah satu kota yang
sangat penting, hal ini dilaksankan untuk dapat mengatasi banjir dan genangan
yang terjadi.
3
Berdasarkan kondisi yang tertulis di atas, maka peneliti merencanakan
mengantisipasi air hujan yang turun yang mengakitbatkan banjir dan air yang
hal ini yang menjadikan solusi, agar tidak terjadi lagi banjir dan air yang
dilakukan perencanaan yang berkaitan dengan sistem saluran drainase yang ada di
wilayah studi kasus. Hasil dari perencanaan ini nantinya dapat menjadi bahan
terjadi di wilayah studi kasus, agar terciptanya kondisi yang nyaman dan sehat
Lakidende?
4
3. Bagaimana desain perencanaan saluran drainase kecil di Universitas
Lakidende?
lapangan
Lakidende.
Batasan masalah yang ditinjau dari penulisan tugas akhir ini yaitu :
Lakidende.
5
3. Gambar shop drawing hasil analisis desain penampang drainase dengan
Adapun sistematika penulisan yang digunakan pada tugas akhir ini sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
manfaat penelitian.
Berisi tentang teori yang bersumber dari literatur-literatur baik itu dari
digunakan dari awal sampai akhir penelitian dan penjelasan mengenai cara
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
penggunaan air antara lain yang mengatur aliran sungai, pembentukan waduk
siklus yang disebut dengan siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah proses yang
diawali oleh evaporasi atau penguapan kemudian terjadinya kondensasi dari awal
hasil evaporasi. Awan terus terproses, sehingga terjadi salju atau hujan yang jatuh
ke permukaan tanah. Pada muka tanah air hujan ada yang mengalirk di permukaan
tanah., sebagai air run off atau aliran permukaan dan sebagian (infiltrasi) meresap
kedalam lapisan tanah. Besarnya run off dan infiltrasi tergantung pada parameter
tanah atau jenis tanah dengan pengujian tanah di laboratoriu. Air run off mengalir
di permukaan muka tanah kemudian kepermukaan air di laut, danau, sungau. Air
infiltrasi meresap kedalam lapisan tanah, akan menambah tinggi muka air tanah di
dalam lapisan tanah, kemuidan sampai dilaut, danau, sungai. Kemudian terjadi
7
Hidrologi adalah ilmu pengetahuan yang secara khusus mempelajari
tentang kejadian, perputaran dan penyebaran air di atmosfir dan permukaan bumi
serta di bawah permukaan bumi. Secara luas hidrologi meliputi pula berbagai
bentuk air, termasuk transformasi antara keadaan cair, padat, dan gas dalam
atmosfir, di atas dan di bawah permukaan tanah. Hidrologi bukanlah ilmu yang
berdiri sendiri, tetapi ada hubungan dengan ilmu lain, seperti meteorologi,
2011).
penguapan, lama penyinaran matahari, kecepatan angin, debit sungai, tinggi muka
air, akan selalu berubah menurut waktu. Untuk suatu tujuan tertentu data- data
hujan sangat bervariasi terhadap tempat (space), maka untuk kawasan sangat luas
tidak bisa diwakili satu titik pos pengukuran. Dalam hal ini diperlukan hujan
kawasan yang diperoleh dari harga rata-rata curah hujan beberapa pos pengukuran
hujan yang ada disekitar kawasan tersebut. Ada 3 macam cara yang umum dipakai
8
dalam menghitung hujan rata-rata kawasan: rata-rata aljabar, poligon thiessen
dan isohyet.
yang digunakan dalam analisis adalah curah hujan harian maksimum rata-rata
dalam satu tahun yang telah dihitung. Perhitungan data hujan maksimum harian
rata-rata harus dilakukan secara benar untuk analisis frekuensi data hujan.
luar biasa (ekstrim), seperti hujan lebat, banjir dan kekeringan. Besarnya peristiwa
ekstrim kejadiannya sangat langka [29]. Tujuan Analisis frekuensi diperlukan seri
data hujan yang diperoleh dari pos pengukuran hujan, baik manual maupun
otomatis. Analisis frekuensi ini didasarkan pada sifat statistik data kejadian yang
telah lalu untuk memperoleh probabilitas besaran hujan di masa yang akan datang.
Dengan anggapan bahwa sifat statistik kejadian hujan yang akan datang masih
sama dengan sifat statistik kejadian hujan masa lalu. Ada dua macam seri data
Data tiap tahun diambil hanya satu besaran maksimum yang dianggap
berpengaruh pada analisis selanjutnya. Seri data seperti ini dikenal dengan seri
data maksimum (maximum anual series). Jumlah data dalam seri akan sama
dengan panjang data yang tersedia. Dalam cara ini, besaran data maksimum kedua
9
dalam suatu tahun yang mungkin lebih besar dari besaran data maksimum dalam
2) Seri parsial
Data dalam seri dapat ditetapkan suatu besaran tertentu sebagai batas
bawah, selanjutnya semua besaran data yang lebih besar dari batas bawah tersebut
diambil dan dijadikan bagian seri data untuk kemudian dianalisis seperti biasa.
semua besaran data yang cukup besar diambil, kemudian diurutkan dari besar ke
kecil. Data yang diambil untuk analisis selanjutnya adalah sesuai dengan panjang
data dan diambil dari besaran data yang paling besar. Dalam hal ini dimungkinkan
dalam satu tahun data yang diambil lebih dari satu data, sementara tahun yang lain
tidak ada data yang di ambil. Dalam analisis frekuensi, hasil yang diperoleh
tergantung pada kualitas dan panjang data. Makin pendek data yang tersedia,
makin besar penyimpangan yang terjadi. Dalam ilmu statistik dikenal beberapa
macam distribusi frekuensi dan empat jenis distribusi yang banyak digunakan
dalam bidang hidrologi adalah distribusi normal, distribusi log normal, distribusi
Dalam statistik dikenal beberapa parameter yang berkaitan dengan analisis data
yang meliputi ratarata, simpangan baku, koofisien variasi, dan koofisien skewness
kecocokan (the goodness of fittest test) distribusi frekuensi sampel data terhadap
10
1.1. Drainase
yang mempelajari sebagai suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air
dalam satu situasi pemanfaatan tertentu, baik yang berasal dari hujan, rembesan
maupun yang lainnya di suatu kawasan, sehingga fungsi kawasan tidak terganggu.
lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang
terbentuk secara alami maupun dibuat manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase
bisa merujuk pada parit di permukaan tanah atau gorong–gorong dibawah tanah.
Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir.
berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan
atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase juga
diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya
dengan sanitasi. (Dr. Ir. Suripin, [Link].2004). Drainase adalah salah satu unsur
dari prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju
kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Prasarana drainase di sini
berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air permukaan
11
Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali kebutuhan air permukaan
dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek, genangan air dan banjir.
Kegunaan dengan adanya saluran drainase ini adalah untuk mengeringkan daerah
becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah, menurunkan
permukaan air tanah pada tingkat yang ideal, mengendalikan erosi tanah,
kerusakan jalan dan bangunan yang ada, mengendalikan air hujan yang berlebihan
oleh gerusan air yang bergerak karena grafitasi yang lambat laun membentuk jalan
12
2) Drainase dengan sistem resapan, adalah suatu sistem
tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang, taman dan lain-lain.
1) Single Purpose; yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan satu jenis air
buangan, misalnya air hujan saja atau jenis air buangan yang lainnya
seperti limbah domestik, air limbah industri dan lain – lain. Ikuti seperti di
atas
13
2) Multi Purpose;yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air
1) Saluran Terbuka ; Yaitu saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan
2) Saluran Tertutup ; Yaitu saluran yang pada umumnya sering dipakai untuk
bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan ataumembuang kelebihan air
dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.
(Suripin,2004). Bangunan sistem drainase secara beruntun mulai dari hulu terdiri
saluran pembawa (conveyor drain), saluraninduk (main drain), dan badan air
penerima(receiving waters).
1) Sesuai dengan cara kerjanya, jenis saluran drainase buatan dapat dibedakan
menjadi:
14
2) Menurut sejarah terbentuknya, sistem drainase dapat dibedakan
diatas
a. Single Purpose
tidak membanjiri/ menggenangi kota yang dapat merusak selain harta benda
15
1.2. Dasar-dasar dan Kriteria Perencanaan Drainase
yang terjadi pada musim hujan serta dapat mengalirkan air kotor hasil buangan
dari rumah tangga. Kelebihan air atau genangan air sesaat terjadi karena
keseimbangaan air pada daerah terentu terganggu. Disebabkan oleh air yang
masuk dalam daerah tertentu lebih besar dari air keluar. Pada daerah perkotaan,
kelebihan air terjadi oleh air hujan. Kapasistas infiltrasi pada daerah perkotaan
sangat kecil sehingga terjadi limpasan air sesaat setelah hujan turun. Dalam
tahan erosi yaitu saluran yang mampu menahan erosi dengan memuaskan dengan
cara mengatur kecepatan maupun menggunakan dinding dan dasar diberi lapisan
pada saluran terbuka hanya untuk mengalirkan air buangan yang relatif tidak
16
berbau, seperti air hujan maupun air permukaan (rembesan sistem irigasi, mata
air, dan lain-lain). Sedangkan saluran tertutup digunakan untuk mengalirkan air
buangan dari kamar mandi, WC, dapur, cucian maupun buangan hasil proses
industri.
daerahnya. Jika suatu daerah memiliki kebutuhan drainase yang besar, maka
sebaliknya, jika suatu daerah memiliki kebutuhan drainase yang kecil maka
menampung serta menyalurkan aliran air hujan, air rumah tangga, hingga air
irigasi dengan jumlah debit yang besar dan memiliki sifat aliran yang terjadi terus
menerus.
2. Bentuk Lingkaran. Bentuk saluran drainase ini berada di dalam tanah dan
menampung serta menyalurkan aliran air hujan dalam jumlah debit yang kecil.
Biasanya bentukan ini digunakan untuk saluran rumah penduduk yang berada di
ini tidak banyak memakan tempat, dengan syarat saluran tersebut harus terbentuk
17
dari pasangan batu ataupun coran beton. Untuk fungsinya sendiri hampir sama
berpenampang bulat.
18
c. Saluran Trapesium
tampungan saluran yang ada baik tinjauan hidrolis maupun elevasi kondisi
apakah saluran yang ada mampu atau tidak untuk mengalirkan air secara langsung
saluran, yaitu:
19
a) penampang saluran segi empat
adalah :
A=bxh
P = b + 2h
bh A
R= =
b+ 2 h P
Dengan :
Q= A . V
1 2 3
V= R ¿ S½
n
Dengan:
20
S = kemiringan dasar saluran
trapesium adalah :
A=( b+mh ) h
P=b+2 h √ 1+ m
2
( b+mh ) h
R=
b+ 2 h √ 1+m
2
Dengan :
P = keliling basah
∆H
S=
L
21
Dengan:
aman.
a. Pemeliharaan rutin;
b. Pemeliharaan berkala;
c. Rehabilitasi; dan
d. Pemeliharaan khusus
4. Pemeliharaan rutin sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a paling sedikit
22
6. Rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c meliputi kegiatan,
tampungan saluran yang ada baik tinjauan hidrolis maupun elevasi kondisi
apakah saluran yang ada mampu atau tidak untuk mengalirkan air secara langsung
saluran, yaitu ;
adalah :
A=bxh
P = b + 2h
23
bh A
R= =
b+ 2 h P
Dengan :
Q= A . V
1 2 3
V= R ¿ S½
n
Dengan:
24
Persamaan yang di gunakan untuk menghitung kapasitas saluran berbentuk
trapesium adalah :
A=( b+mh ) h
P=b+2 h √ 1+ m
2
( b+mh ) h
R=
b+ 2 h √ 1+m
2
Dengan :
P = keliling basah
∆H
S=
L
Dengan:
rumus aliran seragam. Aliran seragam ini mempunyai sifat-sifat dalamnya aliran,
luas penampang lintang aliran, kecepatan aliran serta debit selalu tetap pada setiap
penampang lintang. Pada aliran seragam garis energi dan dasar saluran selalu
25
sejajar. Debit yang dialirkan oleh saluran (Qs) sama atau lebih besar dari debit
rencana (QT).
Qeks ≥ Qrenc
memberikan hasil yang sangat memuaskan, oleh karena itu rumus ini dapat luas
1 2/ 3
V= R √ S
n
Keterangan:
yaitu:
Q=V × A
KET
26
Baja 0,011-0,014
Baja permukaan gelombang 0,021-0,030
Semen 0,010-0,013
Beton 0,011-0,015
Pasangan batu 0,017-0,030
Kayu 0,010-0,014
Bata 0,011-0,015
Aspal 0,13
menampung air hujan yang mengalir diatas permukaan tanah, kemudian dialirkan
ke sistem yang lebih besar (sekunder dan premier) dan selanjutnya dialirkan ke
1) Saluran Terbuka
atau aliran saluran terbuka (open chanel flow). Permukaan bebas mempunyai
tekanan sama dengan tekanan atmosfir. Saluran ini berfungsi mengalirkan air
limpasan permukaan atau air hujan yang terletak di daerah yang mempunyai
saluran irigasi, selokan, talud dan estuari. Persamaan bernoulli untuk aliran
27
P1 P1 P2 P2
h 1+ + =h 2+ + +…
pg 2 g pg 2 g
Dimana :
h = ketinggian (m)
2) Saluran Tertutup
dalam pipa (pipe flow) atau aliran tertekan (pressurized flow). Saluran tertutup
kemungkinan dapat terjadi aliran bebas maupun aliran tertekan pada saat yang
media di bawah permukaan tanah (pipa-pipa). Hal ini dikarenakan tuntutan artistik
atau tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran di
permukaan tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang dan lain-lain.
Saluran ini umumnya sering dipakai untuk aliran air kotor (air yang mengganggu
p1 p1 p2 p2
h 1+ + =h 2+ + +…
pg 2 g pg 2 g
Dimana:
h = ketinggian (m)
28
V = kecepatan aliran (m/detik)
Dalam aliran fluida pipa akan akan terjadi gesekan antara air dengan pipa.
Besarnya gesekan ini tergantung pada viskositas dari kecepatan aliran. Untuk
Hubungan kehilangan energi (hf) dengan kecepatan aliran dan gaya kekentalan
f 1v
Hf =
2 gd
Dimana :
f = koefisien gesekan
29
1) Aliran permanen dan tidak permanen
Jika kecepatan aliran pada suatu titik tidak berubah terhadap waktu, maka
aliranya disebut aliran permanen atau tunak (steady flow), jika kecepatan pada
suatu lokasi tertentu berubah terhadap waktu, maka alirannya disebut aliran tidak
permanen atau tidak tunak (unsteady flow). Dalam hal-hal tertentu dimungkinkan
bentuk gelombang kejut (surge) tidak berubah ketika merambat pada saluran halus
Jika partikel zat cair bergerak mengikuti alur tertentu dan alira tampak
disebut aliran laminer. Sebaliknya, jika zat cair bergerak mengikuti alur yang
tidak beraturan, baik ditinjau terhadap ruang maupun waktu, maka alirannya
disebut aliran turbulen. Saluran terbuka dan tertutup mempunyai bilangan reynold
yang berbeda. Saluran terbuka bilangan reynold (Nre) untuk aliran laminer kurang
dari sama dengan 500, sedangkan bilangan reynold untuk aliran turbulen lebih
dari sama dengan 1000. Saluran tertutup bilangan reynold (Nre) untuk aliran
30
laminer kurang dari sama dengan 2000, sedangkan bilangan reynold untuk aliran
turbulen lebih dari sama dengan 4000. Faktor yang menentukan keadaan aliran
adalah pengaruh relatif antara gaya kekentalan (viskositas) dan gaya inersia. Jika
gaya viskositas yang dominan maka alirannya laminer, sedangkan jika gaya
dibangkitkan dengan merubah kedalaman. Jika kecepatan aliran lebih kecil dari
kecepatan kritis maka aliran disebut subkritis, dan jika kecepatan aliran lebih
besar dari kecepatan kritis maka aliran disebut superkritis. Parameter Yang
menetukan ketiga jenis aliran adalah perbandingan gaya-gaya inersia dan grafitasi
v
F=
√ g1
KET
31
Beberapa contoh model tata letak jalur saluran yang dapat diterapkan
a. Pola Alamiah
Letak conveyor drain ada di bagian terendah (lembah) dari suatu daerah
(alam) yang efektif berfungsi sebagai pengumpul dari anak cabang saluran yang
b. Pola Siku
c. Pola Pararel
32
Collector drain menampung debit air yang lebih kecil. Collector drain
dibuat sejajar satu sama lain dan kemudian debit air yang lebih kecil masuk ke
conveyor drain.
e. Pola Radial
satu titik meyebar ke segala arah (sesuai dengan kondisi topografi daerah).
33
Gambar 2. 14 Pola Radial
f. Pola Jaring-jaring
daerah lainnya, maka dapat dibuat beberapa interceptor drain yang kemudian
membentuk limpasan langsung dengan hujan total yang terjadi. Besaran ini
dipengaruhi oleh tata guna lahan, kemiringan lahan, jenis dan kondisi tanah.
34
Q
C=
R
Di mana :
C = Koefisien limpasan
Q = Jumlah limpasan
pembentukan model serta ukuran dua dan tiga dimensi atau lebih dikenali sebagai
35
1.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tertentu. Anggaran biaya adalah harga
dari bangunan yang dihitung dengan teliti, cermat dan memenuhi syarat. Dalam
penyelenggaraan suatu proyek, kegiatan yang akan dihadapi sangat kompleks. Hal
ini tentu memerlukan suatu manajemen yang baik sehingga pada akhirnya proyek
setiap item pekerjaan pada gambar atau bestek. RAB diajukan oleh kontraktor
pada saat terjadi penawaran, yang mana RAB ini di pakai patokan bagi
pada volume, juga sangat tergantung pada upah tenaga kerja dan
karyawan, harga material yang dibutuhkan dan jasa kontraktor serta pajak.
yang diperlukan suatu bangunan dan dengan biaya ini bangunan tersebut
36
BAB III
METODE PENELITIAN
Universitas lakidende masih belum terdapat saluran drainase. Pada saat terjadi
curah hujan yang cukup tinggi maka akan membuat halaman parkiran Universitas
Adapun lokasi rencana pada tugas akhir ini dapat dilihat pada gambar 3.1.
Gambar 3.1?
Sumber?
1. Data Primer
37
a) Dimensi drainase eksisting berupa ukuran penampang drainase dari tinggi
2. Data Sekunder
a) Data topografi berupa data elevasi kontur dan panjang saluran drainase.
b) Data curah hujan dari stasiun hujan yang berpengaruh pada aliran di
masing stasiun.
a) Meteran
b) Laptop
c) Alat-alat tulis
e) Waterpass
38
1.1. Teknik Pengumpulan Data
- Memasang patok
aliran air ada jaringan drainase sesuai elevasi kontur sehingga air akan mengalir
tersebut.
pengubahan data curah hujan menjadi debit kala ulang rencana diawali dengan
data curah hujan yang didapat dari data sekunder lalu bila ada data hilang bisa
dicari atau digantikan dengan metode data hujan yang hilang. Setelah itu peneliti
mencari luas pengaruh stasiun hujan terhadap daerah aliran sistem drainase
dengan salah satu metode antara thiessen , isohyet ataupun aritmatik aljabar
dengan pertimbangan syarat yang dijabarkan pada bab II, lalu peneliti akan
untuk mencari tahu pemilihan metode apa yang tepat dalam pemilihan jenis
39
hujan rencana berdasarkan beberapa metode intensitas hujan yang sesuai dengan
beberapa syarat dan kondisi setelah itu perhitungan dilanjutkan debit rencana
dengan metode rasional. Debit rencana kala ulang yang digunakan adalah 5 tahun
penampang yang didapatkan dari hasil data primer dan V didapatkan berdasarkan
Selanjutnya yaitu pemeriksaan debit saluran eksisting dengan debit rencana. Bila
Qs > Qr maka tidak perlu adanya redesain namun bila Qr > Qs maka redesain
harus dilakukan.
40
1.1. Bagan alur penelitian
Mulai
Persiapan
Data Primer
Dimensi drainase
eksisting Data Sekunder
Data materia Menganalisa pola
dasar saluran arah aliran
Pengukuran drainase eksisting
topografi Merencanakan
(elevasi). pola aliran
Titik banjir Perhitungan debit
daerah studi penampang
kasus. saluran eksisting
Satuan harga Pengambaran
bahan desain
penampang
Selesai
Pengelolahan Data
Analisa
41
42